BAB I

PENDAHULUAN

sA. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam kehidupan manusia.

Setiap bentuk aspek kehidupan manusia baik pribadi, keluarga, kelompok maupun dalam berbangsa

dan bernegara yang sedang membangun banyak ditentukan oleh kemajuan pendidikan.

Kualitas manusia yang dihasilkan oleh pendidikan merupakan andalan bagi tercapainya

tujuan pendidikan nasional. Kualitas yang dimaksudkan di sini adalah pribadi yang memiliki

keserasian, keselarasan, dan keseimbangan dalam aspek – aspeknya yaitu intelektual, moral, sosial,

spiritual,fisik dan sebagainya. Dari hal ini jelas bahwa yang menjadi tujuan inti dari pendidikan adalah

perkembangan kepribadian secara optimal dari setiap individu.

Melihat kenyataan pada bidang pendidikan di Indonesia yang masih terdapat kecendrungan

bahwa pendidikan belum sepenuhnya dapat membantu perkembangan kepribadian peserta didik

secara optimal. Secara akademis masih nampak gejala bahwa peserta didik belum mencapai prestasi

belajar yang memuaskan. Demikian halnya dengan kondisi tempat penelitian penulis yang

menunjukkan masih adanya siswa yang prestasi

1
belajarnya rendah, lamban dalam menerima pelajaran, bolos, dan
terlambat
datang kesekolah.

Berdasarkan hal tersebut di atas, terlihat banyaknya permasalahan peserta didik yang belum

sepenuhnya dapat dipecahkan di sekolah. Adapun permasalahan lain yang dihadapi oleh sebagian

siswa antara lain masalah penyesuaian terhadap lingkungan kelas yang dalam hal ini teman – teman

Hal ini merupakan tantangan bagi guru pembimbing sekolah untuk turut bertanggung jawab dalam menyelesaikan masalah tersebut. karena siswa juga memiliki sikap dan persepsi yang berbeda pula. dan keterangan yang membuat siswa mencapai prestasi yang optimal. terkait beberapa kendala yang perlu mendapat perhatian untuk segera ditangani dan diatasi. Bantuan yang lebih spesifik dan merupakan salah satu jenis layanan bimbingan di sekolah. Dalam rangka menjawab tantangan kehidupan di masa depan yang menuntut adanya reformasi program pendidikan dengan tuntutan dunia kerja. Dengan demikian bimbingan adalah upaya untuk membentuk perkembangan kepribadian siswa. namun yang menjadi masalah utama adalah yang berhubungan dengan prestasi belajar. Pendapat ini mencakup segala aspek dalam memberikan bantuan terhadap anak didik. Dalam rangka pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah. persevarif maupun yang bersifat kuratif atau korektif”. Dalam hal ini. Sebagaimana diketahui bahwa guru pembimbing adalah salah satu tenaga pendidik yang bertugas seperti apa yang dikemukakan oleh Bimo Walgito (1993:28) bahwa tugas guru pembimbing adalah “menyelenggarakan bimbingan terhadap anak – anak didik baik yang bersifat preventif. Bimbingan yang dimaksudkan untuk membantu siswa memperolah kematangan diri dalam memperolah pengetahuan.kelas. lingkungan sekolah dengan teman – teman dari tingkat maupun kelas lain ataupun dalam membina hubungan dengan keluarga dan masyarakat. maka layanan bimbingan merupakan layanan yang . Diantaranya adalah menyangkut persepsi siswa terhadap guru pembimbing. guru pembimbing hendaknya2 berusaha menelaah sikap serta sikap siswanya terhadap diri mereka. sikap.

Dalam hal ini persepsi negatif para siswa terhadap bimbingan dan konseling perlu diperhatikan dan diamati secara serius dan sistematis. Secara konseptual. Persepsi negatif yang muncul akan menghambat tercapainya tujuan dilakukannya bimbingan. Hal ini terlihat berdasarkan pengamatan penulis di mana pihak – pihak lain menganggap bimbingan kurang bermanfaat. selanjutnya dijadikan sebagai langkah awal untuk melakukan upaya perbaikan. Dengan kata lain untuk mencapai hasil yang optimal pada pelaksanaan bimbingan di sekolah perlu adanya persepsi positif terhadap bimbingan. walaupun dalam kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa bimbingan belum berjalan efektif. minat. “PERSEPSI SISWA TERHADAP PERAN GURU BIMBINGAN DI SMK NEGERI I SOMBA OPU KABUPATEN GOWA” B. maka penulis mengemukakan masalah yang dirumuskan sebagai berikut : . Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas. bahkan terkadang dituding tidak memberikan kontribusi yang berarti terhadap kemajuan prestasi belajar siswa. penulis mengadakan penelitian dengan pendekatan kualitatif tentang. dan kemampuannya serta memilih dan menyesuaikan diri dengan kesempatan pendidikan untuk merencanakan karier. Dengan demikian perlu dicermati hal – hal yang menyebabkan terjadinya keadaan seperti itu. Untuk itu perlu adanya pembentukan persepsi yang positif terhadap bimbingan agar dalam pelaksanaan bimbingan yang lebih berdaya guna3 dapat terwujud.membantu siswa mengenal bakat. Dengan adanya pertimbangan tersebut di atas. bimbingan sangat esensial bagi kemajuan perkembangan dan prestasi belajar siswa. Dengan demikian perlu adanya kajian teoritis yang disertai kajian empiris mengenai persepsi siswa terhadap bimbingan dan juga faktor – faktor yang dapat memperbaiki persepsi negatif.

Bagaimana persepsi siswa terhadap peran guru bimbingan di SMK Negeri I Somba Opu? Manfaat Penelitian 1. Sebagai bahan rujukan terutama bagi yang ingin mengadakan penelitian lebih lanjut khusunya yang menyangkut persepsi siswa terhadap layanan bimbingan dalam meningkatkan prestasi anak didik. 1.5 . Diharapkan dapat dijadikan masukan untuk menambah kepustakaan sekaligus memberikan kontribusi pada dunia pendidikan dalam meningkatkan kualitas peserta didik. 2.