MAKALAH KELOMPOK

MATA KULIAH KIMIA FARMASI KUANTITATIF

ANALISIS KUANTITATIF

ANTIBIOTIK BETALAKTAM

“SEFALOSPORIN”

OLEH :
KELOMPOK 2
FARMASI A

1. FUADA HAERANA RIFAI 701001120
2. FADLAN ADELIN ROSA 70100112044
3. QURRATUL AENI 70100112048

JURUSAN FARMASI
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
SAMATA-GOWA
2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Tak lupa pula sholawat serta salam tetap tercurahkan kepada junjungan
kita Nabi besar Muhammad SAW, yang telah mengarahkan kepada kita satu-
satunya agama yang diridhoi Allah SWT, yakni agama Islam .
Alhamdulillah penulisan makalah ini bisa diselesaikan, walaupun
kemungkinan dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan-
kekurangan baik dalam penggunaan bahasa maupun pengambilan data-data yang
bisa dibilang kurang komplit dan detail, mengingat keterbatasan kami yang masih
belum bisa maksimal dalam mengumpulkan data-data yang diperlukan. Dengan
mengambil judul “ANALISIS KUANTITATIF SEFALOSPORIN” kami
berharap semoga makalah yang singkat ini dapat bermanfaat bagi kami maupun
orang yang membacanya .
Akhir kata kami menyadari bahwasanya bila segala urusan telah selesai,
maka akan tampak kekurangannya. Oleh karena itu kritik dan saran selalu kami
tunggu demi peningkatan kualitas dan mutu dari makalah yang kami susun ini.
Dan semoga makalah ini dapat bermanfaat.

Makassar 28 Juni 2014

Kelompok 2

BAB I

tetapi juga untuk uji kuantitasnya. mekanisme kerja antimikroba Sefalosporin ialah dengan  menghambat sintesis dinding sel mikroba. Sefalosporin termasuk golongan antibiotika Betalaktam. atau dengan kata lain menentukan adanya suatu zat dalam sediaan dan menentukan seberapa besar kandungan zat aktifnya (Harmita. maka dibuatlah makalah tentang “Analisis Kuantitatif Antibiotik Beta laktam Sefalosporin”. Tetapi dalam kimia analitik modern. Analisis kuantitatif dan kualitatif suatu senyawa obat yang diproduksi sangat penting untuk dilakukan karena obat-obat yang beredar di pasaran harus diketahui kadar dan mutunya sesuai dengan yang tercantum dalam Farmakope dan buku-buku resmi lainnya (Harmita. 2006: 5). Seperti antibiotik  Betalaktam lain. Dalam penerapannya ada 2 aspek utama yaitu analisis kuantitatif dan kualitatif. Rumusan Masalah . gravimetri dan spektrofotometri UV-VIS (Harmita. Dahulu hal tersebut adalah tujuan utama seorang ahli kimia analitik. PENDAHULUAN A. Berdasarkan uraian di atas. 2006 :1). tetapi  spektrum masing­masing derivat bervariasi. 2006 :1). Yang dihambat adalah reaksi  transpeptidase tahap ketiga dalam rangkaian reaksi pembentukan dinding sel. aspek-aspeknya juga meliputi identifikasi suatu zat. Analisis kuantitatif berupa metode titrasi secara volumetri. elusidasi struktur dan analisa kuantitatif komposisinya. Kimia analitik pada dasarnya menyangkut penentuan komposisi kimiawi suatu materi. Dalam suatu analisis farmasi. Latar Belakang Kimia analisis merupakan bagian dari ilmu kimia yang membahas masalah pengenalan bentuk dan keadaan zat. yang ditentukan bukan untuk uji kualitas. Sefalosporin aktif terhadap kuman gram positif maupun garam negatif. B.

. Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah ini untuk memenuhi tugas mata kuliah “Kuliah Farmasi Kuantitatif” dan untuk menambah pengetahuan kita tentang analisis kuantitatif antibiotik Sefalosporin. Dalam makalah ini adapun rumusan masalah yang akan dibahas yaitu: “Bagaimanakah cara analisis kuantitatif dari antibiotik Sefalosporin?” C.

Menganggu sintesis protein normal bakteri (tetrasiklin. basitrasin) c. Menghambat biosintesis dinding sel (penisilin. 1991: 635) Antibiotik beta laktam merupakan golongan antibiotika yang pertama kali ditemukan. yang memiliki khasiat mematikan atau menghambat pertumbuhan kuman. basitrasin) b. sikloserin.1991: 634-635). mudah rusak suasana asam dan basa serta dapat diinaktifkan oleh enzim beta lactamase. eritromisin. namun demikian antibiotika ini masih sering dipergunakan sebagai obat pertama dalam mengatasi suatu infeksi. pada umumnya yaitu: a. 65). Umumnya antibiotik yang mempengaruhi pembentukan dinding sel atau permeabilitas membrane sel bekerja bakterisid. Turunan zat-zat ini yang dibuat secara semisintetis. Meninggikan permeabilitas membran sitoplasma (sefalosporin. dan antibiotika aminoglikosida) (Mutschler. Rumus struktur beta lactam Yang termasuk antibiotik beta lactam yaitu: a. BAB II PEMBAHASAN A. sedangkan toksisitasnya bagi manusia relatif kecil. begitupula semua senyawa sintetis dengan khasiat antibakteri (Tjay dan Kirana. Mekanisme anibiotika. Penicillin b. Sefalosporin .. 2006. anti= lawan. Pengertian Antibiotika Antibiotika (L. Meskipun sampai sekarang banyak golongan antibiotika dengan berbagai variasi sifat dan efaktivitasnya terhadap bakteri. Golongan antibiotika ini secara umum tidak tahan terhadap pemanasan. kloramfenikol. juga termasuk kelompok ini. Mekanisme kerja antibiotika umumnya dapat dijelaskan secara terperinci melalui masing-masing zat. sefalosporin. sedangkan yang bekerja pada sintesis protein bekerja bakteriostatik (Mutschler. sikloserin. bios= hidup) adalah zat-zat kimia yang dihasilkan oleh fungi dan bakteri.

akan tetapi kurang menarik perhatian. 7-Aminosefalosporinic acid) yang merupakan kompleks cincin dihidrotiazin dan cincin betalaktam sefalosporin (Staf Pengajar Farmakologi FK Univ. Italia. Percobaan yang dilakukannya membuktikan bahwa fungi ini menghasilkan senyawa yang efektif dalam melawan Salmonella tylhi (sejenis bakteri gram negatif). Jenis kerja antibiotika β−laktam adalah bakterisid (Mutschler. seorang profesor Hygiene dari University of Cagliari. inti dasar sefalosporin C adalah asam 7- aminosefalosporanat (7-ACA. Gugus karboksil yang biasanya ada dalam molekul memungkinkan terbentuknya garam sehingga zat menjadi larut baik dalam air (biasanya garam natrium) (Mutschler.. yang kemudian diklasifikasi . c. Salah satu senyawa beta lactam yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sefalosporin. ada pula yang hanya bekerja terhadap gram positif atau gram negative saja. 1991: 635). Monobaktam d. sejenis mold. 2009:613). Ada antibiotika β−laktam yang mempunyai spectrum luas terhadap mikroba gram positif dan negatif. B. Spectrum kerja antibiotika β−laktam yang mencakup mikroba gram positif dan negative. Sefalosporin dihasilkan oleh jamur Cephalosporium acremonium. Pada tahun 1948. yaitu sefalosporin P. Atas usul British Medical Research Council. Sriwijaya. Giuseppe Brotza. Karbopenem Senyawa yang berbeda-beda ini sebagaimana dinyatakan dalam namanya ditandai oleh cincin β−laktam yang beranggota 4. dari air laut dekat saluran pembuangan limbah di Cagliari. Sejarah Perkembangan Sefalosporin Sefalosporin didapatkan pada tahun 1948 oleh Brotza. bervariasi bergantung masing-masing senyawa. N. beberapa hanya baik digunakan untuk mikroba tertentu saja karena itu spectrum kerja tiap zat berbeda-beda. Dari ketiga macam antimikroba tersebut. berhasil mengisolasi strain Cephalosporium acremonium. antara lain sefalosporin C. 1991: 635). Pada tahun 1945. dan C. Jamur ini menghasilkan 3 macam sefalosporin. Sardinia. dikembangkan berbagai jenis derivat sefalosporin semisintetik. Brotzu kemudian 2 mengirimkan kultur C. Brotza mempublikasikan penemuannya. acremonium.

tahun 1985. Riset dan pengembangan industri produksi sefalosporin semakin marak mengingat potensi yang besar dari sefalosporin. Sriwijaya. dan Ely Lilly. kepada Howard Florey di Oxford. Spektrum antibakterinnya lebih luas tetapi tidak mencakup enterokoki dan kuman-kuman anerob b. sebagai yang pertama bernegosiasi dengan NRDC (National Research Development Corporation). Inti penislin 6-APA (6-aminopenicilanic acid). puluhan turunan sefalosforin baru telah dipasarkan . University of Oxford pada tahun 1951 berhasil menemukan senyawa antibiotik yang dihasilkan oleh kultur Acremonium yang kemudian diberi nama sefalosporin C. chrysogenum. antibiotik sefalosporin C menunjukkan spektrum aktivitasnya yang lebar. khasiat dan sifat yang banyak mirip dengan penisilin. Modifikasi R1 pada posisi 7 cincin betalaktam dihubungkan dengan aktivitas antimikroba. Hidrolisis sefalosporin C menghasilkan 7-ACA yang dapat dikembangkan menjadi berbagai macam antibiotika sefalosporin. dari Inggris. Resisten terhadap penisilinase asal stafilokoki. Sefalosporin C tahan terhadap penisilinase. Sefalosporin termasuk antibiotik beta laktam dengan struktur. Proses produksi yang pertama melibatkan Glaxo. sedangkan substitusi R2 pada posisi 3 cincin dihidrotiazin memengaruhi metabolism dan farmakokinetik sefalosporin (Staf Pengajar Farmakologi FK Univ. Guy Newton dan Edward Abraham di Sir William Dunn School of Pathology. 2009:613). termasuk banyak strain Staphylococcus aureus yang sensitif dan resisten terhadap penisilin. tetapi tetap tidak efektif terhadap stafilokoki yang resisten terhadap metisilin (MRSA) Sefalosporin diperoleh secara semisintetis dari sefalosporin-C yang dihasilkan jamur Cephalosporium acremonium. Perkembangan ini cukup berarti bagi industri sefalosporin mengingat pembuatan enzim yang diperlukan bagi industri ini menjadi lebih mudah. gen biosintetik β-laktam pertama. tetapi dengan keuntungan-keuntugan sebagai berikut: a. dari Amerika Serikat.ulang sebagai Acremonium chrysogenium pada tahun 1971 oleh Gams. tetapi dirusak oleh sefalosporinase. pcbC (encoding cyclase) berhasil dikloning dari A. Pada tahun 1955. Pada dasawarsa terakhir.

dan 1 atom N) dan cincin dihidrothiazin. Secara keseluruhan nama ilmiah sefalosporin adalah asam 3-asetoksimetil-7-asilamino-3-cephem-4- karboksilat. Berbagai senyawa lainnya dapat diperoleh dengan mengganti R1 dan R2. bukan hasil sintesis. Beberapa contoh senyawa turunan sefalosporin yaitu: Berikut beberapa struktur yang berkaitan dengan sefalosporin yang terjadi secara alami. Struktur gugus inti sefalosporin Pada struktur gugus inti sefalosporin tersebut. Struktur sefalosporin Senyawa sefalosporin memiliki gugus inti 7-aminocephalosporanic acid (7- ACA). yang mengandung gugus β-laktam (sebuah cincin dengan 2 atom C. 2006: 71). . sehingga dapat menghasilkan sifat-sifat senyawa yang berbeda-beda. Struktur dan Sifat-sifat Sefalosporin 1. 1 gugus karbonil. C.yang strukturnya diubah secara kimiawi dengan maksud memperbaiki aktivitasnya (Tjay.

Sefalosporin Generasi 2. cefixime. akan tetapi lebih lemah dalam melawan bakteri gram positif dibanding generasi pertama. dan cefuroxime. kecuali Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermis. ceftriaxone. stabilitas terhadap laktamase. . dan cefoperazone. memiliki aktivitas terhadap bakteri gram negatif yang jauh lebih besar. Sefalosporin Generasi 3. dan cephradine. sefalosporin dikelompokkan dalam 5 generasi. yang disertai dengan berkurangnya aktivitas terhadap bakteri gram negatif. dan aktivitas intrinsik. cephalexin. Sifat-sifat senyawa turunan sefalosporin tergantung gugus yang terikat pada gugus inti. cephapirin. stabil terhadap asam. Kelompok ini juga lebih resisten terhadap β-laktamase. juga efektif terhadap E. Beberapa obat yang tergolong dalam sefalosporin generasi pertama yaitu cefadroxil. Kebanyakan kokus gram positif sangat rentan. cephalothin. dan Corynebacterium diphteriae. ceftazidime. Gugus R1 akan mempengaruhi sifat farmakologinya (proses yang dilalui obat dalam tubuh). sedangkan gugus R2 mempengaruhi karakteristik antibakterialnya. spektrum antibiotik. Clostridum. cefoxitin. mempunyai aktivitas yang baik terhadap gram positif dan juga berkhasiat terhadap gram negatif. memiliki spektrum bakteri gram negatif yang lebih luas. cefazolin.coli. Klebsiella pneumonia. cefotamine. Keunggulannya adalah tahan terhadap bakteri penghasil penisilinase. Kelompok ini meliputi cefdinir. cefprozil. berdasarkan sifat antibakterial. Sefalosporin yang termasuk generasi kedua adalah cefaclor. cephaloridine. Secara umum. Sefalosporin Generasi 1.

Sriwijaya. meskipun pengelompokannya masih belum diterima secara universal. Sefalosporin Generasi 5 merupakan kelompok terbaru yang diidentifikasi meliputi ceftobiprole dan ceftaroline.Sefalosporin Generasi 4 memiliki spektrum yang lebih seimbang. sehingga aktif dalam melawan bakteri gram positif dan gram negatif. cefpirome. cefozopran. dan cefquinome merupakan obat-obat yang tergolong dalam generasi 4 ini. cefluprenam. Struktur kimia dari beberapa contoh sefalosporin generasi pertama dan kedua . Generasi 4 sefalosporin merupakan antibiotik yang paling potensial di antara obat-obat dalam mengobati beberapa infeksi serius pada manusia. (Staf Pengajar Farmakologi FK Univ. Ceftaroline memiliki aktivitas yang sangat baik dalam melawan bakteri gram positif. Cefepime. 2009:621 ).

. Sifat-sifat Fisik Kebanyakan sefalosporin berupa padatan yang berwarna putih. tetapi kadang-kadang bisa berbentuk kristal. Sifat asamnya umumnya berasal dari gugus karboksilatnya yang terikat pada cincin dihidrothiazin. Absorpsi terjadi pada frekuensi tinggi (1770-1815 cm-1) yang berasal dari karbonil β-laktamnya. yang biasanya tidak berbentuk (amorf). Dibandingkan dengan frekuensi gugus karbonil pada senyawa lain. misal karbonil ester (1720-1780 cm-1) dan amida (1504-1695 cm-1). Nilai keasamannya. bisa dibilang cukup tinggi. tergantung kondisi lingkungannya.Struktur kimia dari beberapa contoh sefalosporin generasi ketiga dan keempat 2. Sefalosporin umumnya tidak memiliki titik leleh yang tinggi. atau kuning muda. pKa. Salah satu sifat fisik yang mencolok dari sefalosporin adalah frekuensi dalam spektrum inframerah. coklat. Beberapa sifat fisik sefalosporin ditampilkan dalam tabel di bawah ini.

seftazidin dan sefaleksim) dalam sediaan farmasetik. Pembuatan senyawa turunan sefalosporin biasanya dengan melakukan penyerangan menggunakan nukleofil seperti alkolsida atau hidroksilamin. Alikuot tiap sefalosporin ini direaksikan dengan kalium iodat dalam medium agak asam setelah cincin beta- laktam dihidrolisis selama 10 menit dengan NaOH suhu 800C. 1998). Metode Analisis Sefalosporin 1) Metode iodatometri Titrasi iodatometri (titrasi dengan larutan baku kalium iodat) dapat digunakan untuk analisis sefalosporin (seftriaksom. Bentuk geometri cincin dengan ikatan rangkap di dalamnya. Stoikiometri reaksinya adalah bahwa 2 mol kalium iodat bereaksi dengan 1 mol sefalosporin (dalam kasus seftriaksom. sefuroksim. Dari gambar dapat diketahui bahwa terdapat 2 kemungkinan pembentukan produk dengan serangan nukleofil D. seftazidim. sefatoksim. menjadikan sefalosporin sebagai molekul yang cukup stabil karena memungkinkan terjadinya resonansi. 3. Nu merupakan nukleofil dan X sebagai leaving group. Sifat-sifat Kimia Adanya gugus β-laktam sangat mempengaruhi sifat kimia dari sefalosporin. . sefuroksim. Reaktivitas sefalosporin. dan sefaleksim) dan 1 mol kalium iodat setara dengan 1 mol sefotaksin (Halaleh dkk.

larutan segera didinginkan pada suhu kamar dengan menggunamkan penangas es. dan adanya gugus karbamat akan memberikan stabilitas metabolit. 2013: 157). Intensitas fluoresensi diukur pada lamda eks 380 dan lamdaem .70 µg/mL sefalosporin terhidrolisis. Secara struktur kimia. sebanyak 5. f) Campuran dititrasi dengan kalium iodat 0. Sefuroksim merupakan antibiotika sefalosporin semi sintetik. gojong larutan untuk mempercepat pelarutan obat sefalosporin. karbon tetraklorida. c) Campuran ditambahkan dengan 2 ml NaOH 0. 1994). g) Titik akhir titrasi ditentukan dari berubahnya warna lapisan karbon tetraklorida pertam akali. Campuran reaksi digojong dan dibiarkan vereaksi pada suhu 800C pada penangas air yang dikontrol secara termostatik selama 10-15 menit. campuran ditambahkan dengan 0. dan juga mengandung karbamat pada posisi 3 dalam cincin. tidak perlu dilakukan titrasi blangko (Sudjadi dan Rohma.1 M dengan penggolokan yang kuat sampai lapisan karbon tetraklorida yang tidak berwarna menjadi merah tua. Prosedur analisis tablet sefalosporin secara iodatometri: a) Ditimbang sejumlah serbuk tablet yang setara dengna 250 mg sefalosporin secara seksama b) Larutkan dallam sejumlah akuades sehingga obat terlarut. Prosedur umum: alikuot larutan sefuroksim diencerkan secara sesuai. perbedaan utama antara sefalosporin yang tersedia di pasaran dengan sefuroksim adalah bahwa sefuroksim mengandung suatu gugus metoksiimino pada posisi 7 pada cincin β-laktam. Alikuot yang dihasilkan selanjutnya dipindahkan ke labu takar 25 ml sedemikian rupa sehingga larutan yang dihasilkan mengandung 0. Adanya gugus metoksiimino mampu memberikan peningkatan stabilitas terhadap hidrolisis dengan beberapa enzim β-laktamase.0 ml buffer pH 10. dan pH larutan diatur 7 dengan penambahan HCl. ditambahkan dengan NaOH 1 M dan dipanaskan pada suhu 900C selama 1 jam untuk menghasilkan produk berfluoresensi.1 M. d) Setelah selesai campuran dibiarkan dingin pada suhu ruang e) Selanjutnya.3 ml HCl 1 M dan 5 ml. dan larutan diencerkan sammpai volume dengan air. Setelah selesai perlakuan dengan panas.5 ditambahkan. 2) Spektrofluorometri Metode Spektrofluorometri telah digunakan untuk analisis sefuroksim (Murillo dkk. Dalma hal ini.05-1.

dan dilanjutkan sebagaimana dalam prosedur umum.ah buffer fosfat-borat yang disiapkan dengan melarutkan 3. ceftizoxime (CFT).63 g natrium tetraborat dalam 1 liter air dan pH diatur 6. dan seftazimid dalam suatu campuran (Pajchel and Tyski. Sejumlah serbuk yang sesuai yang digunakan untuk menyiapkan suspensi yang setara dengan 0.5 mg/mL (Sudjadi dan Rohma. cefuroxime sodium (CFR). 3) Elektroforesis kapiler Elektroforesis kapiler digunakan untuk analisis sefazolin. Cairan elektroforesis yang digunakan ada. (Sudjadi dan Rohma. cefixime (CIX). dan karenanya dimungkinkan untuk melakukan poses hidrolisis sebagaimana di atas untuk menghasilkan produk fluoresen yang sama dari sefuroksim asetil. 2013: 184). Injeksi secara hidrodinamik digunakan untuk menginjeksikan sampel.436 nm terhadap sampel blangko yang diperlukan serupa. larutan disaring. natrium sefuroksim. Sediaan suspensi. masing-masing dengan konsentrasi 0.5. Elektroforesis zona kapiler yang sederhana digunakan untuk analisi 8 obat kelompok sefalosporin yakni cefadroxil (CFL). ceftriaxone sodium (CTR).1-0. Sefuroksim asetil larut dalam NaOH. Perssentase antibiotika dihitung dari kurva kalibrasi yang diperoleh dengan menggunakan standar sefuroksim. . 2000). yang diatur pada suhu 250C dengan voltase 18 kV. Pemisahan dilakukan dengan kapiler silika lebur dengan ukuran 60 cm × 75 µm i. Konsentrasi sefuroksim yang terdapat dalam sampel ditentukan dengan kurva kalibrasi.4 asam pentansulfonat.025 mg sefuroksim (dinyatakan dalam natrium sefuroksim) dikpindahkna ke dalam labu takar 250 ml. Kandungan dalam vital injeksi diletakkan dalam labu takar 100 ml dan diencerkan sampai volume dengan air yang sebelumnya telah disaring dengan milli-Q. cefaclor (CFC). Semua obat kelompok sefalosporin ini dilarutkan dalam air. Deteksi dilakukan dilakukan dengan UV pada panjang gelombang 214 nm. 2013: 175-176). Setelah dilakukan pendinginan larutan yang telah dihidrolisis. Suatu alikuot larutan yang mengandung obat 5 mg diencerkan dan dikenai perlakuan suhuh dalam lingkungna alkali sebagaimana dijelaskan di atas. natrium seftriaksom. Tiap liter larutan elektrolit ini mengandung 10 g nabtrium dodesil sulfat dan 17. Sediaan injeksi.12 g dinatrium hidrogen fosfat dan 7.d.

5 mL).1 M selama 2 menit dan air selama 0. kapiler dicuci secara berurutan denga NaOH 0. 2010). CFT. Pemisahan dilakukan dengan kapiler silika lebur panjang total 57 cm. dalam sediaan farmasi.0 mL.0). Suhu kapiler dan sampel dijaga pada suhu 250C . konsentrasi buffer dan potensial yang digunakan. CTA and CFC (15- 1000 µg mL-1). Analisis sediaan farmasi: sejumlah serbuk tablet yang setara dengan 5-10 mg sefalosporin di timbang dan dilarutkan dalam metanol-HCl 0. Untuk CFL dan CIX digunakan metanol-HCl 0. Larutan akhir disaring melalui kertas saring Whatman nomer 42.5 psi). Larutan induk sefalosporin CFC.cefradine (CFD).d (diameter dalam ). and CIX (15-1000 µg mL-1). Larutan jernih diananlisis sebagaimnana dijelaskan di atas dan kuantifikasi diperoleh dengan menggunakan plot kalibrasi eksternal. lalu volume diatur sampai 10 mL dan sampel disonifikasi selama 10 menit. Semua . CTR (10-1000 µg mL-1). panjang efektif 50 cm. Deteksi dilakukan dengan absorbansi UV pada panjang gelombang 214 nm (Solangi dkk.1 g obat sefalosporin dalam 100 ml air. Kondisi yang berpengaruh pada pemisahan adalah pH. Metode elektroforesis zona kapiler telah dikembangkan untuk determinasi dan pemisahan campuran obat. 37 µm (diameter luar). Buffer running adalah natrium tetraborat 50 mM (pH 9) dan potensial yang digunakna 30 kV. Dan dalam serum darah (Solangi dkk. 2007). dan CTA (1 mg/mL) disiapkan secara terpisah denga mellarutkan masing-masing 0. Campuran kedelapan sefalosporin disiapkan dengan melarutkna 10 mg tiap obat dalam air-HCl 0. 75 µm i.5 menit.1 m (1:4 v/v) sebagai ganti air. Tiap sampel digojong untuk melarutkan bahan padat. CFR. CFR. diletakkan dalma vial (1. Kapiler silika lebur yang tidak dilapisi digunakna untuk pemisahan dengan panjang gelombang 57 cm (panjang efektif 50 cm).1 M (1:4 v/v). and CFL (5-1000 µg mL-1). Sebelumsampel diinjeksikan. Larutan elektrolit yang digunakan adalah natrium tetraborat 50 mM (pH 9. dan sejumlah volume diencerkan dengan air deionisasi. sampel diinjeksikan dengan autosampler dan digunakan metode hidrodinamik (4 detik pada 0. CFD. dan cefotoxime (CTA). Larutan yang mengandung CFD (3-1000 µg mL-1). dan selanjutnya disetimbangkan dengan buffer running (cairan elektrolit) selama 2 menit.1 M-metanol (2:1:1 v/v/v) sampai 10. CFT.

(6R.2. Secara kimiawi. . cephalexin (CPX) adalah (6R. dan terutama digunakan dalam pengobatan berbagai infeksi bakteri yang disebabkan oleh mikroorganisme gram (+) dan gram (-). dihitung dengan mengacu pada senyawa anhydrous.7R)-7[[(2R)-aminophenylacetyl]amino]-3-methyl- 8-oxo-5-thia-1-azabicyclo[4. Cefalexin adalah sefalosporin generasi pertama untuk pemberian oral yang bakterisida. E.0]oct-2-ene-2-carboxylic acid1 [1].2.0 persen dan tidak lebih dari setara dengan 101. Review Jurnal Contoh Analisis senyawa golongan sefalosporin (Cefalexin) Cefalexin mengandung tidak kurang dari 95. Deteksi dilakukan dengan UV pada panjang gelombang 214 nm.7R)-7-[[(2R)-2-Amino-2-phenylacetyl]amino]-3-methyl-8-oxo-5-thia- 1-azabicyclo[4.0]oct--ene-2-carboxylic acid monohydrate.0 persen dari asam karboksilat.analit terpisah secara sempurna dalam waktu 8 menit pada voltase 18 kV.

Kegunaan Sefalosporin Seperti halnya antibiotik β-laktam lainnya. dan merupakan antibiotik alternatif dari penisilin untuk pasien dengan endocarditis. dan cellulitis. Pemberian sefalosporin kadang-kadang bersamaan dengan antibiotik lain. bronkitis. dan ekonomis. Hasil metode analisis yang divalidasi secara statistik. dan oleh studi pemulihan. sensitif. yang menunjukkan absorbansi maksimum pada 576 nm terhadap reagen kosong. osteomyelitis. tonsillitis).. infeksi kulit. Prinsipnya yaitu: Metode spektrofotometri sederhana. septic arthritis. infeksi saluran kencing. Meskipun obat-obat ini sudah terbukti dapat mengatasi infeksi seperti bacteriemias. Sefalosporin digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi oleh bakteri. akurat. Dibandingkan dengan penisilin yang juga merupakan antibiotik β-laktam. sefalosporin memiliki sifat resistan terhadap enzim β-laktamase yang dihasilkan oleh bakteri untuk memutus ikatan pada cincin β-laktam. Sebuah metode yang didasarkan pada reaksi cephalexin dengan reagen ninhidrin pada methanol memberikan chromogen warna biru. telah dikembangkan untuk estimasi cephalexin tablet. penggunaan . cepat. sefalosporin dapat digunakan dalam melawan infeksi oleh bakteri dengan mengikat dan menjadi inhibitor enzim pembentuk dinding peptidoglikan bakteri. seperti infeksi saluran pernapasan (pneumonia. dan infeksi saluran urin. yang disebabkan bakteri gram negatif. untuk mencegah infeksi selama pembedahan. Sefalosporin generasi pertama seperti sefalotin dan sefalexin merupakan yang paling aktif dalam melawan staphylococci dan nonenterococcal streptococci. Berbagai jenis sefalosporin yang dihasilkan juga memberikan berbagai fungsi berbeda dari masing-masing sefalosporin. Hukum Beer dipatuhi dalam rentang konsentrasi 5-60 µg/ml untuk cephalexin. F. Dikatakan sebagai antibiotik alternatif karena adanya pasien yang kemungkinan alergi terhadap penisilin ataupun karena adanya infeksi campuran oleh bakteri gram positif dan gram negatif. dan pneumonia. Sefalosporin juga umum digunakan dalam pembedahan atau surgery.

dan nosocomial aspiration pneumonia. Seftriaxone sekarang merupakan agen pilihan untuk mengobati berbagai infeksi yang disebabkan strain kebal penisilin. Sefoxitin digunakan untuk mengobati infeksi campuran aerobik-anaerobik termasuk infeksi pelvis. Sementara itu. Biasanya pengobatan infeksi tidak menggunakan sefalosporin generasi ketiga. intraabdominal. Pengecualian berlaku bagi pengobatan meningitis. dan intra-abdominal surgery. orthopedic. terutama bagi anak-anak di mana Haemophilus influenzae. Sefazolin. Sefotaxime. yang memiliki waktu paruh lebih lama dibanding sefalosporin generais pertama lainnya. karena aktivitas melawan bakteri gram negatif masih lemah dan tidak dapat diprediksi. pelvis. merupakan pilihan utama untuk pencegahan dakam pembedahan. melainkan obat lainnya. sefalosporin generasi ketiga dapat digunakan untuk melawan bakteri gram positif.sefalosporin ini sebagai agen tunggal tidak disarankan. Sefuroxime efektif dalam melawan Haemophilus influenzae penyebab penyakit sejenis pneumonia yang kebal terhadap ampisilin. Sefalosporin generasi pertama telah digunakan secara luas dalam pencegahan cardiovascular. Streptococcus pneumoniae. Sefonicid. dan Neisseria meningitidis merupakan penyebab utamanya. biliary. . karena waktu paruhnya yang panjang juga banyak digunakan dalam berbagai jenis infeksi seperti saluran kencinga dan jaringan kulit. seftriaxone. dan seftazidime terbukti efektif dalam mengobati meningitis.

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan .

Obat-Obat Penting. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2012. DAFTAR PUSTAKA Harmita. dkk. Ernst. Staf Pengajar Farmakologi FK Universitas Sriwijaya. Dinamika Obat. Analisis Farmasi. Jakarta: PT. Analisis Kuantitatif Bahan Baku dan Sediaan Farmasi. Tan Hoan dan Kirana. Jakarta: Cipta Kreasi Bersama. 2009. Kumpulan Kuliah Farmakologi Edisi 2. Tjay. Sudjadi. . Bandung: ITB Press. Mutschler. ELEX MEDIA KOMPUTINDO. 2006. 2006. Jakarta: EGC.