Protokol dan Arsitektur Protokol

Protokol dan Arsitektur Protokol
Saat dua atau lebih komputer saling dihubungkan melalui sebuah jaringan komunikasi
maka untuk dapat saling berkomunikasi diperlukan “bahasa” yang sama. “Bahasa”
tersebut merujuk pada protokol. Dengan kata lain, protokol merupakan rangkaian
aturan yang membawahi proses pertukaran data diantara dua entity atau merupakan
persetujuan semua pihak yang berkomunikasi tentang bagaimana komunikasi tersebut
harus dilakukan.

Entity merupakan istilah yang merujuk pada elemen-elemen aktif pada sebuah layer,
yang dapat meliputi program-program aplikasi user, program transfer file, sistem
managemen data, terminal dan lain-lain. Entity-entity yang berisi layer yang
bersesuaian pada mesin yang berlainan disebut peer. Dengan kata lain, peer-lah yang
berkomunikasi dengan menggunakan protokol. Seperti dijelaskan diatas, protokol berisi
sejumlah aturan yang mengatur format dan arti sebuah frame, paket, atau pesan
diantara dua peer-entity dalam sebuah layer. Entity menggunakan protokol agar dapat
mengimplementasikan definisi–definisi layanannya. Sebuah entity dapat
mengubah protokolnya dengan alasan tertentu.

Elemen kunci sebuah protokol adalah :

 Syntax, meliputi segala sesuatu yang berkaitan dengan format data dan level-
level sinyal.

 Semantics, meliputi informasi kontrol untuk koordinasi dan pengendalian
kesalahan.

 Timing, meliputi kesesuaian urutan dan kecepatan.

Service dan protokol merupakan dua konsep yang berbeda. Service merupakan
kumpulan operasi yang disediakan oleh sebuah layer bagi layer diatasnya. Service
menentukan operasi-operasi yang disiapkan bagi penggunanya, akan tetapi tidak
memberitahukan cara operasi-operasi tersebut diimplementasikan. Sevice
berhubungan dengan interface yang ada diantara dua layer. Sebaliknya, protokol
merupakan aturan yang mengatur format dan arti sebuah frame, paket, atau pesan
yang dipertukarkan diantara dua peer entity dalam sebuah layer. Entity
menggunakan protokol untuk dapat mengimplementasikan layanannya. Entity
mempunyai kebebasan mengubah protokolnya dengan alasan tertentu.

Arsitektur Protokol
Sering kali sistem komunikasi yang digunakan mempunyai fungsi yang berbeda-beda.
Misalnya, sistem transfer file yang memiliki modul-modul yang mentransmisikan
password, file command dan records. Modul-modul tersebut disusun dalam rangkaian
terstruktur. Struktur tersebut disebut sebagai arsitektur protokol. Dengan kata lain,

sebuah arsitektur protokol adalah struktur urutan dari hardware dan sotfware yang
mendukung pertukaran data diantara sistem dan mendukung aplikasi terdistribusi.

Arsitektur Protokol Sederhana

Untuk mengurangi kerumitan rancangan, sebagian besar jaringan diorganisasikan
sebagai suatu tumpukan (layer) atau level. Jumlah, nama, isi, dan fungsi setiap layer
dapat berbeda dari jaringan satu dengan lainnya. Akan tetapi, pada semua jaringan,
tujuan sebuah layer adalah untuk memberikan layanan kepada layer yang ada di
atasnya. Dengan kata lain,
arsitektur jaringan merupakan himpunan layer dan protokol. Pada setiap layer, satu
protokol atau lebih diterapkan dalam sistem komunikasi.

Karakteristik penting sebuah protokol adalah sebagai berikut.

 Langsung/tidak langsung

Bila dua sistem menggunakan point-to-point link, entiti-entiti pada sistem dapat
dikatakan berkomunikasi secara langsung; yakni kontrol informasi dan data melintas
langsung diantara kedua entiti tanpa adanya pengatur lain. Apabila sistem dihubungkan
dengan switch jaringan komunikasi, atau mempunyai konfigurasi multipoint, maka tidak
akan terjadi komunikasi protokol secara langsung. Kedua entiti yang berkomunikasi
harus bergantung pada fungsi entiti-entiti lain untuk dapat saling menukar data. Pada
rangkaian jaringan yang lebih luas, dimana dua entiti tidak hanya terhubung jaringan
switch akan tetapi terhubung juga secara tidak langsung dengan dua jaringan atau lebih
diistilahkan Internet.

 Monolitis/terstruktur

Pada sistem monolitis, task-task komunikasi pada sebuah entiti diperlakukan sebagai
sebuah unit. Sehingga semua tugas dilakukan secara mandiri oleh unit tersebut.
Misalnya, pada dua unit yang saling bertukar data, maka semua logic yang
berhubungan dengan pertukaran data dilakukan oleh masing-masing unit. Mulai dari
koneksi ke jaringan, pemisahan paket data menjadi lebih kecil, dan seterusnya.
Sehingga pertukaran data hanya akan terjadi jika entiti yang lain siap menerima data,
sebaliknya entiti pengirim data juga siap mengirimkan data. Pada sistem terstruktur,

rangkaian protokol yang digunakan mempunyai lapisan-lapisan atau hierarki. Sehingga
tugas-tugas tertentu hanya dikerjakan oleh entiti yang lebih rendah tingkatannya,
sedangkan entiti yang lebih tinggi tingkatannya hanya menerima
service dari entiti yang lebih rendah. Secara tidak langsung, entiti pada tingkat yang
lebih tinggi tergantung pada entiti yang lebih rendah untuk menukar data.

 Simetris/tidak simetris

Sebuah protokol bersifat simetris jika dapat melakukan komunikasi antara entiti sejenis.
Sedangkan asimetri diterapkan pada protokol yang mempunyai tingkatan lebih
tinggi/lebih rendah, misalnya hubungan “client” dan “server”.

 Standar/non standar

Sebuah protokol non standar adalah protokol yang dibuat untuk suatu situasi
komunikasi tertentu. Umumnya dirancang untuk model komputer khusus.

Suatu tugas (task) yang dilakukan oleh sebuah protokol dinamakan fungsi.
Fungsi-fungsi protokol dapat dikelompokkan dalam beberapa kategori sebagai berikut.

 Encapsulation

Setiap PDU (Protocol Data Unit) terdiri dari data dan information control. Information
control dikelompokkan dalam tiga ketegori: Address, Error detecting code, dan Protokol
control. Proses untuk menambahkan data dan information control ke dalam sebuah
PDU disebut enkapsulasi (encapsulation).

 Segmentasi dan Reassembling

Segmentasi merupakan pemecahan data menjadi blok-blok yang berukuran sama.
Alasan dilakukannya segmentasi, antara lain :
o Kemampuan jaringan komunikasi menerima ukuran blok.
o Efisiensi Error control.
o Efisiensi Flow control.
o Efisiensi buffer.

Kerugian dari segmentasi, antara lain :
o Overhead menjadi lebih besar.
o Terjadinya banyak interrupt akibat semakin banyaknya blok yang masuk.

Kebalikan dari segmentasi adalah reassembling. Reassembling adalah pengumpulan
kembali sebuah data dari blok-blok yang sudah disegmentasi.

 Connection control

4. Addressing scope (jangkauan pengalamatan). Jika dideteksi adanya kesalahan pengiriman oleh receiver. disisipkan kode pendeteksi kesalahan pada paket yang ditransmisikan. Addressing level (tingkatan pengalamatan). • Efektif untuk koneksi yang lebih dari satu secara simultan.  Addressing Konsep pengalamatan meliputi hal-hal sebagai berikut. Untuk error detection. alamat semacam ini disebut dengan network-level addressing. Agar entiti penerima dapat menerima data dengan benar. maka tiap-tiap paket data diberi tanda secara urut. 1. Contohnya dalam arsitektir TCP/IP disebut dengan alamat IP (IP address) atau dalam OSI disebut Network Service Access Point (NSAP).  Ordered delivery Apabila dua buah entiti pada host yang berlainan berkomunikasi. Bentuk flow control yang paling sederhana adalah prosedur stop-andwait. Connection identifiers (identifikasi koneksi). . Keuntungan penggunaan identifikasi koneksi antara lain : • Mengurangi overhead. Addressing mode (mode pengalamatan). Umumnya.  Error control Error control diperlukan untuk menjaga informasi dan data dari kerusakan. • Dapat menentukan rute yang jelas (routing). Berhubungan dengan rujukan pada sistem tunggal (unicast address) atau port. kadang hanya dipergunakan sebuah nama koneksi selama fase transfer data. ujung sistem mampu mempertahankan informasi kondisi yang berkaitan dengan koneksi tersebut.  Flow control Flow control merupakan suatu fungsi yang ditujukan untuk membatasi jumlah atau rate data yang dikirim oleh suatu entiti yang mentransmisi. menunjuk pada tempat dimana suatu entiti berada. Pada tranfer data berorientasi koneksi. maka paket data tersebut dibuang dan dikirimkan permintaan untuk melakukan transmisi ulang paket data yang dibuang tersebut. 3. konsep ini muncul pada transfer data yang lebih berorientasi koneksi. Biasanya error control terdiri dari error detection dan transmisi ulang.Kontrol koneksi berhubungan dengan metode yang digunakan untuk melakukan pertukaran data antar entiti. • Sekal suatu koneksi dijalankan. 2. maka ada kemungkinan paket-paket data tidak tiba secara bersamaan akibat melintasi jalur-jalur yang berlainan.

3. �� Transport layer. Security: kemungkinan dimintanya mekanisme pengamanan atau pembatasan akses. diperlukan untuk mendapatkan delay minimum. Hingga ke layer paling bawah. tidak ada data yang dipindahkan secara langsung dari layer n sebuah mesin ke layer n mesin lainnya. 2. berkaitan dengan lapisan yang digunakan oleh semua aplikasi. misalnya control massage. Tidak diperlukan interface yang sama pada semua mesin. Model 3 lapisan (three layer model) Komunikasi data dibagi menjadi 3 lapisan yang berdiri sendiri. Contohnya : 1.  Multiplexing Multiplexing selain digunakan pada konsep pengalamatan yang menunjukkan koneksi dari koneksi multiple ke sistem tunggal atau dari sistem tunggal ke port.  Transmission services Sebuah protokol dapat menyediakan berbagai jenis layanan tambahan kepada entiti- entiti yang menggunakannya. berkaitan dengan perpindahan data diantara komputer dengan jaringan dimana jaringan tersebut dihubungkan. Daftar protokol yang digunakan oleh sebuah sistem. juga berhubungan dengan pemetaan koneksi dari satu level ke level yang lain. Prioritas: pesan-pesan tertentu. satu protokol per layer. Model Komunikasi Tiga Lapisan . �� Application layer. Mutu layanan: golongan data tertentu membutuhkan laju penyelesaian minimum atau batas penundaan maksimum. berkaitan dengan aplikasi dari user. Yang perlu diperhatikan adalah. Arsitektur protokol yang paling banyak digunakan adalah suite protocol TCP/IP. Melainkan setiap layer melewatkan data dan mengontrol informasi ke layer yang berada di bawahnya. asalkan setiap mesin dapat menggunakan protokol dengan benar. yaitu : �� Network access layer. disebut dengan protokol stack.

Operasi Pada Model Protokol 3 Lapisan Layanan (service) merupakan sekumpulan operasi yang disediakan sebuah layer bagi layer yang berada di atasnya. ARPANET. datagram. �� Connectionless Connectionless dibentuk berdasarkan sistem surat pos. TCP/IP memandang bahwa pada layer-layer tertentu fungsi protokol-protokolnya tidak harus sama atau bahkan mirip. Suite Protokol TCP/IP TCI/IP merupakan hasil dari pengembangan dan riset protokol yang dilakukan atas jaringan packet-switched eksperimental (experimental packet switched network). Setiap pesan memiliki alamat yang dituju. . Suite protokol ini terdiri atas sekumpulan protokol dalam jumlah besar yang dijadikan sebagai standar Internet. yaitu : �� Lapisan Aplikasi (application layer). yang umum dari serangkaian 7/13 protokol pada layer yang sama adalah bahwa mereka membagi rangkaian protokol pendukung yang sama pada lapisan bawah berikutnya. Contohnya sistem file transfer. Suatu layanan disebut andal (reliable) jika tidak pernah kehilangan datanya. Variasi layanan connectionless misalnya. Task komunikasi TCP/IP disusun menjadi lima lapisan independen. Service berhubungan dengan sebuah interface yang ada diantara dua layer. sebaliknya. acknowledged datagram. Sebuah layer memiliki dua macam layanan bagi layer di atasnya : �� Connection – oriented Connection oriented dibuat berdasarkan sistem telepon. Entiti-entiti ini dirancang dalam tampilan modular atau hierarki. urutan pesan dan aliran byte. dengan layer bawah sebagai penyedia service dan layer atas sebagai pengguna. Variasi layanan connection-oriented misalnya. Suatu entiti dalam sistem menyediakan layanan untuk sistem yang lain dan. berhubungan dengan logik yang dibutuhkan untuk mendukung berbagai aplikasi user. Pendekatan TCP/IP adalah dengan memecah task menjadi modul-modul atau entiti yang bisa berkomunikasi dengan entiti setara pada sistem yang lain. dan secara umum dikenal dengan nama TCP/IP protokol suite. Sehingga. request-reply. menggunakan layanan dari entiti pada sistem yang lain.

melewati satu router atau lebih. �� Lapisan Akses jaringan (Network access layer). berkaitan dengan pertukaran data diantara sebuah ujung sistem dengan jaringan yang terhubung dengannya. .�� Lapisan host-to-host (transport). dengan sebuah media transmisi atau jaringan. Protokol ini memungkinkan host mampu mengirim data melewati jaringan menuju host lain. �� Lapisan fisik (Physical Layer). menuju ke host lain. meliputi interface fisik antara suatu perangkat transmisi data. �� Lapisan Internet. IP diterapkan pada seluruh ujung sistem dan router. berhubungan dengan mekanisme pengiriman data. TCP hanya diterapkan pada ujung sistem dan menjaga track suatu blok data untuk memastikan bahwa semuanya dikirim menuju aplikasi yang tepat secara reliabel. IP bertindak sebagai relay untuk memindah suatu block data dari suatu host. berkaitan dengan prosedur-prosedur tertentu yang diperlukan untuk menghubungkan dua perangkat komunikasi yang berada pada sistem jaringan yang berbeda. atau dari sebuah host pada jaringan lain menuju router. misalnya PC. Lapisan ini menggunakan Internet Protocol (IP) yang menyediakan fungsi routing melintasi bermacam-macam jaringan. Protokol ini juga diterapkan pada jalur-jalur yang dilalui. Lapisan-lapisan pada model TCP/IP TCP/IP dibentuk dari beberapa protokol network access yang berurutan. Lapisan ini bertugas memastikan bahwa seluruh data tiba di aplikasi tujuan dan data yang tiba tersebut sesuai dengan yang diperintahkan saat data dikirim.

Lapisan network access kemudian melampirkan headernya dan menciptakan sebuah paket atau frame. dan checksum. Oleh TCP.tc Konsep pengiriman data pada TCP/IP Gambaran transmisi oleh model TCP/IP adalah sebagai berikut. Address ini kemudian disebut sebagai port. Suatu blok data bersama dengan control information dikirimkan ke TCP. data tersebut dipecah menjadi bagian yang lebih kecil (segmentation). maka IP melampirkan suatu header kontrol pada tiap segmen. setiap entiti pada seluruh sistem harus memiliki suatu alamat khusus. Header dari network access meliputi 9/13 destination network dan request facilities (permintaan fasilitas).PDU Pada Arsitektur TCP/IP Agar komunikasi berjalan. sequence number. Segmen tersebut diserahkan kepada IP untuk ditransmisikan. Lalu paket ditansmisikan sepanjang jaringan menuju ke tujuannya. Jika suatu host memiliki sebuah alamat global khusus. Pada tiaptiap bagian segmen dilampirkan control information dari TCP yang disebut TCP header. maka hal ini memungkinkan protokol TCP mengirimkan data secara tepat. Kemudian segmen dilewatkan pada lapisan network access untuk ditransmisikan menuju tujuannya. Isi dari header ini misalnya adalah alamat host tujuan. Yang termasuk dalam TCP header meliputi: destination port. . Karena transmisi harus melewati satu atau lebih router perantara.

Gambaran transfer data pada TCP/IP Model OSI Model OSI (Open Systems Interconnections) dikembangkan oleh ISO (International Standars Organization) sebagi model untuk arsitektur komunikasi komputer serta sebagai kerangka kerja bagi pengembangan standar-standar protokol. yaitu . fungsi-fungsi komunikasi dibagi menjadi suatu rangkaian layer yang hierarkis. Masing-masing layer menampilkan subrangkaian fungsi yang masih berkaitan yang diperlukan untuk komunikasi dengan sistem yang lain. 10/13 �� Session Session layer menyediakan mekanisme untuk mengontrol dialog diantara aplikasi pada ujung sistem. �� Presentation Layer ini menentukan format data yang dipindahkan diantara aplikasi dan menawarkan pada program-program aplikasi serangkaian layanan transformasi data. Tidak ada komunikasi secara langsung diantara peer layer kecuali pada physical layer. Disebut sebagai open systems karena sistem tersebut terbuka untuk digunakan berkomunikasi dengan sistem-sistem lainnya. Berisi fungsi-fungsi manajemen dan mekanisme-mekanisme yang umumnya berguna untuk mendukung aplikasi-aplikasi yang didistribusikan. Elemen kunci dari Model OSI adalah : o Spesifikasi kontrol o Definisi layanan o Pengalamatan Model OSI terdiri dari tujuh lapisan. Service yang disediakan oleh . Prinsip-prinsip pada model OSI. Model OSI hanya menjelaskan tentang apa yang harus dikerjakan oleh sebuah layer. pada dasarnya sama dengan menggunakan rancangan modular (modular design). Pada model OSI. membuat interface diantara modul sesederhana mungkin. karena model ini tidak menjelaskan secara pasti layanan dan protokol yang digunakan pada setiap layernya. Di atas physical layer. �� Application Layer ini menyediakan cara bagi program-program aplikasi untuk mengakses lingkungan OSI. Model OSI bukanlah merupakan arsitektur jaringan. Yaitu. seluruh fungsi dipecah menjadi beberapa modul. Layer ini juga menentukan syntax yang dipergunakan diantara entiti aplikasi. setiap entiti protokol mengirimkan data sampai lapisan yang lebih rendah.

dengan tidak mengalami duplikasi atau hilang. antara lain : o Mekanis. seperti menentukan laju error yang boleh diterima. �� Physical Physical layer mencakup interface fisik antara devices dan aturan bit-bit yang dilewatkan antara satu dengan yang lain. Menentukan fungsi-fungsi yang ditampilkan oleh sirkuit tunggal dari interface fisik antara sebuah sistem dengan media transmisi. Lapisan ini hanya menyediakan layanan arus bit mentah (tidak diproses). secara bertahap. �� Network Network layer menyediakan transfer informasi diantara ujung sistem melewati beberapa jaringan komunikasi berurutan. Transport berorientasi koneksi menjamin bahwa data yang dikirim bebas dari kesalahan. bisa berupa saluran half-duplex atau fullduplex. o Elektris. misalnya dalam hal besar voltase dan laju transmisi bit. Pada layer ini. . �� Data Link Layer data link mengupayakan agar link fisik cukup baik dan menyediakan layanan untuk mengaktifkan. Berkaitan dengan tampilan bit-bit. mempertahankan dan menonaktifkan link. prioritas. Service yang disediakan untuk layer yang lebih tinggi meliputi error detection dan control. 11/13 o Prosedural. �� Transport Transport layer menyediakan suatu mekanisme perubahan data diantara ujung sistem. • Grouping. Menentukan rangkaian kejadian dimana arus bit berpindah melalui medium fisik.layer ini. dapat mentransmisikan kembali seluruh data mulai dari checkpoint terakhir. • Recovery. Lapisan ini juga berkaitan dengan optimalisasi penggunaan layanan jaringan dan menyediakan mutu layanan yang bisa diminta untuk entiti session. misalnya prioritas. dan security. Sehingga dengan suatu data link layer yang berfungsi sepenuhnya layer yang lebih tinggi berikutnya bisa menerima transmisi bebas kesalahan. sistem komputer berdialog dengan jaringan untuk menentukan alamat tujuan dan meminta fasilitas jaringan tertentu. antara lain: • Dialogue dicipline. Physical layer memiliki empat karakteristik penting. aliran data bisa ditandai dengan cara menentukan kelompok data. Berkaitan dengan properti fisik dari interface ke media transmisi. maksimum penundaan. agar bila terjadi kegagalan diantara checkpoint. o Fungsional. layer ini dapat menyediakan suatu mekanisme pemeriksaan.

Pada kedua model. adalah bahwa keduanya didasarkan pada konsep tumpukan (stack) protokol yang tidak saling tergantung.Lapisan-lapisan pada OSI Perbedaan Antara Model Referensi OSI dan TCP/IP Persamaan dari kedua model. layer yang berada di atas transport layer adalah pengguna-pengguna layanan transport yang berorientasi aplikasi. . OSI dan TCP/IP. fungsi dari masing-masing layer yang dimiliki kedua model kurang lebih sama. Demikian juga.

pada model TCP/IP tidak membedakan dengan jelas layanan. Pada saat orang mulai membangun jaringan yang sebenarnya dengan menggunakan model OSI dan protokol-protokol yang sudah ada. setiap layer membentuk sejumlah service bagi layer-layer di atasnya. model ini tidak dibiasakan ke serangkaian protokol tertentu dan menjadi sangat umum. Layer dapat menggunakan sembarang protokol sesuai dengan yang diinginkannya. interface dan protokol.Perbandingan Layer pada OSI dan TCP/IP Perbedaan antara model OSI dan TCP/IP menjadi jelas pada tiga konsep sentral yang ada pada model OSI. Kemudahan tersebut merupakan salah satu tujuan memiliki protokol berlayer. Interface layer tidak menyatakan tentang cara layer bekerja. peer-protokol yang digunakan oleh sebuah layer merupakan urusan layer itu sendiri. Pada model OSI. bukan tentang entity atau tentang bagaimana layer bekerja. Sedangkan. • Antarmuka (interface). didapati bahwa mereka tidak memenuhi spesifikasi layanan . yaitu : • Layanan (services). protokol model OSI lebih tersembunyi dengan baik daripada model TCP/IP dan dapat diganti dengan mudah. • Protokol. Interface layer menetapkan parameterparameter dan hasil yang diharapkan. Akibatnya. ketiga konsep tersebut dibedakan dengan jelas. menjelaskan proses-proses di atasnya atau cara mengaksesnya. Model referensi OSI telah dibuat sebelum protokol ditemukan. Definisi service menyatakan tentang apa yang dikerjakan layer. Akibatnya.

Host-to-network sebenarnya merupakan interface yang terletak antara network layer dan data link layer. pada network layer. pengendalian error berulang-uleng muncul dalam layer-layernya. Beberapa fungsi seperti pengalamatan. Host-to-layer pada model ini sebenarnya sama sekali bukan layer bila didasarkan pada pandangan yang menyatakan bahwa istilah tersebut digunakan dalam konteks protokol berlayer. Model OSI mendukung kedua komunikasi. Model TCP/IP tidak dapat berlaku secara umum dan sulit digunakan untuk menjelaskan stack protokol selain protokol TCP/IP itu sendiri. sehingga tidak efektif. kemudian dicangkokkan sublayer konvergensi ke model sehingga layanan bisa diperoleh. 13/13 Kritik Bagi Model OSI Alasan OSI menjadi tidak populer adalah karena baik model maupun protokolnya dianggap cacat. komunikasi conectionless dan komunikasi connection-oriented. tetapi hanya komunikasi connection oriented saja yang berada pada transport layer. maka model OSI malah mengalami kesulitan untuk berkembang. data link layer dan network layer begitu penuh sehingga tugasnya harus dibagi-bagi menjadi sublayer-sublayer yang masing-masing mempunyai fungsi sendiri-sendiri. OSI memiliki tujuh layer. Dengan semakin berkembangnya jaringan. sedangkan layer-layer lainnya berbeda. Pada model OSI. dan presentation layer hampir kosong. interface dan protokol. Akibatnya. session layer mempunyai sedikit manfaat bagi aplikasi. Sehingga dalam hal ini terjadi campur aduk antara interface dengan layer. Keduanya memiliki network layer. pengendalian aliran. Layanan dan protokolnya sulit untuk diterapkan dan tidak efisien dalam operasi. protokol telah ada terlebih dahulu dan model benarbenar hanya merupakan layanan diskripsi dari protokol yang sudah ada. Dengan TCP/IP. Sedangkan. tidak begitu bermanfaat untuk jaringan selain TCP/IP. sehingga memberikan pilihan kepada pengguna. model TCP/IP tidak dapat dijadikan pedoman untuk perencanaan jaringan baru karena spesifikasinya dan implementasinya selalu berubah-ubah. Kritik Bagi Model TCP/IP Masalah pada model TCP/IP adalah tidak dengan jelas membedakan konsep layanan. Akibatnya. Model TCP/IP hanya memiliki satu mode saja dalam network layer (connectionless) tetapi mendukung keduanya pada transport layer. Model OSI bersama-sama dengan definisi layanan dan protokol-protocok yang terkait sangatlah rumit. Karena model dan protokolnya sangat rumit. Masalahnya adalah bahwa model tidak dapat dipasangkan dengan stackstack protokol lainnya. transport layer dan application layer .yang diperlukan. sedangkan TCP/IP memiliki empat layer. . Karena itu. maka implementasinya akan sulit diterapkan dan lambat. Perbedaan yang paling tampak antara kedua model adalah pada jumlah layer. Sehingga tidak ada penyesuaian antara model dengan protokol.

Model TCP/IP tidak membedakan antara data link layer dengan physical layer. Transmisi Serial : transmisi data dimana dalam satu waktu hanya satu bit yang disalurkan. sesuai dengan jarak yan jauh Gambar 1. Setiap computer dilengkapi denga saluran serial atau serial-port (RS-232C). Keuntungannya : murah. Pada computer tersedia juga saluran parallel atua parallel-port misalnya saluran yang dihubungkan dengan printer kerika akan mencetak data. dikirim secara berurutan satu persatu. Physical layer berhubungan dengan karakteristik transmisi. Transmisi Paralel : transmisi data dimna satu satuan waktu beberapa bit (biasanya 8 bit) bisa dilarulkan bersamaan. . BAB 3 Transmisi Data A. dengan demikian data yang erdiri atas bit. Pengertian Transmisi data merupakan proses untuk melakukan pengiriman data melewati transmitter (pemancar) dan receiver (penerima) melalui medium transmisi. yaitu saluran yang bisa menerima / atau mengirim data secara serial. sedangkan data link layer bertugas membatasi frame awal dan frame akhir dan membawanya dari suatu tempat ke tempat lain.a Transmisi serial 2. 1.

Sinyal Diskrit sinyal dimana intensitasnya mempertahankan level konstan selama periode waktu. Sinyal continuous sinyal yang intensitasnya berubah-ubah dalam bentuk halus dan terus menerus seoanjang waktu. Sinyal dikatakan kontinuous jika lim s(t)=s(a) 2. dan Bandwidth Pada saat transmiter mengirimkan sebuah sinyal ke receiver melalui sebuah media Sinyal sebagai suatu fungsi waktu dan dapat diekspresikan sebagai suatu frekuensi 1. apabila diambil hanya pada harga-harga tertentu saja . Frekuensi. sesuai untuk jarak yang dekat (hingga 100 meter) Gambar 1.b Transmisi paralel B. Spectrum. Keuntungan : kecepatan tinggi Kelemahan : biaya mahal. Sinyal diskrit jika s(t + T) =s(t) -∞ < t< + ∞.

Sedangkan Absolute bandwidthdari sinyal adalah lebar spektrum. radio. rate putaran perdetik dalam Hertz(Hz) Spektrum = Jarak rentang frekuensi dimana sinyal berada Bandwidth = ukuran dari spektrum. Contoh : udara. Direct link menyatakan arah transmisi antara dua device dimana sinyal disebarkan langsung dari transmitter ke receiver dengan tanpa device perantara (amplifier atau repeater yang dipakai untuk meningkatkan kekuatan sinyal) . dimana media ini hanya mampu menyediakan device untuk men-transmisikan data dan tidak bertugas sebagai pemandu. Frekuensi (F). Media Transmisi Data 1. infrared. 2. Trasmisi data pada jaringan ini dapat dilakukan dengan menggunakan sebuah alat yang disebut antenna atau transceiver. microwave. Media Nirkabel (wireless) Merupakan Media Transmisi unguided. air laut. Media Kabel (wireline) Merupakan media transmisi guided. disebut guideddapat mentransmisikan serta memandu arah gelombang kepada penerima data melewati jalur fisik. C. dan fiber optic.semakin besar bandwidth semakin besar data yang bisa lewat. contoh twisted pair. kabel koaksikal. Media ini biasanya digunakan jika jarak sumber dan penerima tidak terlalu jauh. hampa udara.

b menunjukkan konfigurasi multipoint dimana dapat lebih dari dua device pada medium yang sama. Jalur transmisi dibaggi menjadi tiga yaitu : 1.1. Gambar 2.a menunjukkan medium trasnmisi point ot point untuk direct link antara dua devide. Dalam proses ini alat yang menerima informasi tidak bisa memberikan respon balik terhadap alat pengirim data / informasi. Contohnya adalah server yang digunakan untuk mengakses internet. Jalur Transmisi Data Jalur transmisi merupakan alat yang mampu mengirimkan inforamsi dengan menggunakan peralatan yang lain.1. Server tersebut mampu melayani beberapa komputer yang terhubung dengan media. 2. . Gambar 2. Broadcast Broadcast adalah proses dalam pengiriman data atau informasi dari satu alat ke alat-alat lainnya. dan dalam proses ini komputer yang dihubungi mampu memberikan respon balik terhadap server tersebut. Multicast Multicast adalah suatu proses komunikasi terjadi melalui suatu alat dengan alat lainnya. Dengan proses ini masing-masing alat/ media yang terhubung dapat berkomunikasi menggunakan alat yang menghubunginnya. D.

Tak sinkron (asynchronous transmision) Transmisi tak-sinkron adalah transmisi data dimana kedua pihak.Contohnya sewaktu menggunakan telepon. terakhir ada sinyal BCC (block-check-character) yang digunakan untuk mengecek kesalahan dalam penerimaan data. pengirim dan penerima tidak perlu berada pada waktu yang sinkron. pemancar televisi serta mengirim email menggunakan mailing list. namun bagaimanapun cepatnya manusia dalam mengetik masih lambat dibanding kecepatan prosessor dalam mentransfer data. ketika salah satu telepon digunakan untuk menghubungi salah satu telepon yang lain. biasanya dimulai dengan sinyal SYN untuk melakukan sinkronisasi antara dua piranti yang berkomunikasi. kemudian menyusul sinyal STX (start-of-text) yang menyatakan awal dari transmisi data. maka selain kedua telepon yang berhubungan tersebut tidak dapat menghubungi salah satu dari telepon yang sedang terkoneksi / terhubung tersebut. E. berada pada waktu yang sinkron. Beberapa contohyang menggunakan jalur transmisi Broadcast adalah pemancar radio. kemudian sejumlah (blok) data dikirim. Mode Transmisi 1. kecepatan memory ditentukan oleh transfer-rate dari memory. Sebagai contoh transmisi data dari keyboard ke memory dilakukan tak-sinkron karena kecepatan keyboard ditentukan oleh kecepatan user dalam menekan tombol (faktor manusia). 3. Apabila dilakukan secara sinkron maka memory / prosessor banyak kehilangan waktu . dan ditutup dengan ETX (end-of-text). Secara sinkron (synchronous transmision) Transmisi sinkron adalah transmisi data dimana kedua pihak. pengirim dan penerima. 2. Unicast Unicast adalah kontak informasi yang terjadi pada suatu alat dengan satu alat yang lain.

Konfigurasi Jalur Transmisi Data Konfigurasi jalur komunikasi adalah cara menghubungkan perangkat- perangkat yang akan melakukan komunikasi. F. menanti tombol ditekan.Konfigurasi ini banyak ditemukan pada transmisi paralel. Biasanya transmisi tak-sinkron dilakukan karakter-per-karakter. misalnya komunikasi antara dua komputer secara paralel untuk melakukan penyalinan file-file data. Konfigurasi titik ke titik (point to point) Menghububgkan secara khusus dua piranti yang hendak beromunikasi. walaupun transmisi serial dimungkinkan pula apabila jarak antara dua piranti jauh. dimana setiap karakter diawal oleh start-of-bit (SOB) dan ditutup dengan parity-bit (untuk memeriksa kesalahan) dan end-of-bit (EOB). percuma. dapat dibedakan menjadi : 1. Point to point 2. Konfgurasi multi-titik (multipoint) . Gambar 3.

Dimana kedua kanal yang terhubung tersebut memungkinkan untuk melakukan transfer data dalam saluran atau jalur tersebut. Untuk menentukan arah transmisi dalam kanal tersebut dikelompokkan menjadi 3 bagian yakni: 1. komunikasi antara amplifier dengan speaker. Multipoint G. stasiun yang satu bertindak sebagai transmitter dan yang lain sebagai receiver. Multi-titik (multipoint) menyatakan hubungan yang memungkinkan sebuah jalur digunakan oleh banyak piranti yang berkomunikasi. komunikasi antara perangkat barcode dengan komputer. Transmisi data simplex . Sebagai contoh komunikasi antara pemancar TV dengan pesawat TV. Simplex : sinyal ditransmisi dalam satu arah saja. Gambar 4. Arah Transmisi Data Kanal transmisi dalam proses transmisi data ini juga dapat diartikan sebagai pipa yang menghubungkan dua unit alat untuk mengirimkan datanya.Sebagai contoh adalah konfigurasi pada jaringan bertopologi bus. dimana satu saluran data (backbone) terhubung ke beberapa komputer. Gambar 5.

contoh : text dan integer. Data digital didapat pada nilai-nilai discrete. Half-Duplex : kedua stasiun dapat melakukan transmisi tetapi hanya sekali dalam suatu waktu. Transmisi Data Analog dan Digital Istilah analog dan digital berhubungan dengan continuous dan discrete yang dalam komunikasi data dipakai dalam tiga konteks : 1. 2. dan sebaliknya. Transmisi data Half-duplex 3. medium membawa dalam dua arah pada waktu yang sama.Contoh : suara. Gambar 6. video. Contohnya pesawat telepon Gambar 7. Transmisi data full-duplex H.Data analog diperoleh pada nilai-nilai continuous dalam beberapa interval. . bila satu piranti sedang mengirim yang lain hanya menerima. signaling (pen-sinyal-an). Dengan kata lain komunikasi antara dua piranti yang bisa dilakukan dua arah namun tidak serentak (tidak bersamaan) tetapi bergantian. Data Didefinisikan sebagai entity yang mengandung sesuatu arti. Full-Duplex : kedua stasiun dapat bertransmisi secara simultan.2.Sebagai contoh komunikasi yang menggunakan Handy-Talkie atau Walki-Talkie dilakukan secara half-duplex.

teknologi digital : adanya teknologi LSI dan VLSI menyebabkan penurunan biaya dan ukuran circuit digital. Kelemahan Transmisi Data Pada sistim komunikasi manapun.Sinyal digital adalah serangakaian pulsa tegangan yang dapat ditransmisikan melalui suatu medium kawat. Biasanya menggunkan signal digital untuk membawa data digital dan sebaliknya. Penggunaan kapasitas : agar efektif digunakan teknik multiplexing dimana lebih mudah dan murah dengan teknik digital daripada teknik analog. Integrasi : karena semua sinyal (data analog dan digital) diperlakukan secara digital maka mempunyai bentuk yang sama. Untuk mencapai arak yang jauh dipak 4. video dan data digital. Alasan-alasan digunakannya teknik pen-sinyal-an digital : a. c. Transmisi Adalah komunikasi dari data dengan penyebaran dan pemrosesan sinyal. d. Untuk jarak yang jauh dipakai amplifier yang akan menambah kekuatan sinyal sehingga menghasilkan distorsi yang terbatas.Sinyal analog adalah gelombang elektromagnetik continuous yang disebar melalui suatu media. b. e. hal ini berarti dihasilkan variasi . tergantung pada spektrumnya. Adalah tindakan penyebaran sinyal melalui suatu medium yang sesuai. berhubungan dengan muatan dari sinyal. Pada sinyal analog. sinyal-sinyalnya dapat mewakili data analog atau data digital. 3. I. sinyal yang diterima akan selalu berbeda dari sinyal yang dikirim. keutuhan data : terjamin karena penggunaan repeater dibandingkan amplifier sehingga transmisi jarak jauh tidak menimbulkan banyak error. Keamanan dan privasi : teknik encryption dapat diaplikasikan ke data digital dan ke analog yang sudah mengalami digitalisasi. Transmisi digital. dengan demikian secara ekonomis dapat diintegrasikan dengan suara (voice).Transmisi analog adalah suatu upaya mentransmisi sinyal analog tanpa memperhatikan muatannya.

Masalah pertama dan kedua dapat diatasi dengan menggunakan sinyal dengan kekuatan yang mencukupi dan amplifier-amplifier atau repeater- repeater.1 menggambarkan attenuation tanpa equalisasi (perataan) dimana terlihat frekuensi-frekuensi tinggi mengalami pelemahan yang lebih besar daripada frekuensi-frekuensi rendah. Grafik no. digunakan teknik untuk meratakan attenuation melalui suatu band frekuensi dan amplifier yang memperkuat frekuensi tinggi daripada frekuesi rendah. modifikasi random yang menurunkan kualitas sinyal.2 menunjukkan efek dari equalisasi. Tiga pertimbangan untuk perancangan transmisi : 1. ATTENUATION Kekuatan sinyal akan melemah karena jarak yang jauh melalui medium transmisi apapun.Contoh attenuation dapat dilihat gambar 2. Grafik no. Attenuation adalah suatu fungsi dari frekuensi. Delay distorsi (distorsi oleh delay). Pada sinyal dig ital. . yaitu terjadinya bit error artinya binary '1' akan menjadi binary '0' dan sebaliknya. 3. 2. b.14a. Attenuation dan attenuation distorsi (pelemahan dan distorsi oleh pelemahan). Sinyal harus mencapai suatu level yang cukup tinggi daripada noise agar diterima tanpa error. Kelemahan yang paling signifikan yaitu : a.Masalah ketiga. c. Noise. Sinyal yang diterima harus mempunyai kekuatan yang cukup sehingga penerima dapat mendeteksi dan mengartikan sinyal tersebut.

disebabkan oleh agitasi termal elektron dalam suatu konduktor b. Dibagi dalam empat kategori : 1.. Hal ini merupakan hal yang kritis bagi data digital yang dibentuk dari sinyal-sinyal dengan frekuensi-frekuensi yang berbeda-beda sehingga menyebabkan intersymbol interference. Kurva Pelemahan dan distorsi delay untuk channel suara Distorsi attenuation merupakan problem kecil bila menggunakan sinyal digital dimana konsentrasinya pada frekuensi utama atau bit rate dari sinyal. tidak dapat dilenyapkan d. besar thermal noise (dalam watt) dengan bandwidth W Hz dapat dinyatakan sebagai : N = k TW dimana :N = noise power density . a.14. Gambar 2.14b menunjukkan teknik equalizing dalam mengatasi hal ini. DELAY DISTORTION Terjadi akibat kecepatan sinyal yang melalui medium berbeda-beda sehingga tiba pada penerima dengan waktu yang berbeda. Thermal noise. sering dinyatakan sebagai white noise c. NOISE Noise adalah tambahan sinyal yang tidak diinginkan yang masuk dimanapun diantara transmisi dan penerima. Gambar 2.

Data rate : adalah kecepatan. Hal ini dapat dilihat pada gambar 2. k = konstanta Boltzman = 1. Intermodulation noise a. dapat terjadi oleh hubungan elektrikal antara kabel yang letaknya berdekatan dan dapat pula karena energi dari gelombang microwave.3803 x 10 J/° K T = temperatur ( ° K) 2. KAPASITAS CHANNEL Kapasitas channel (kanal) menyatakan kecepatan yang mana data dapat ditransmisikan melalui suatu path komunikasi yang diberikan. Bandwidth : adalah bandwidth dari sinyal transmisi ya ng dimiliki oleh transmitter dan sifat dasar medium transmisi. dinyatakan dalam cycles per second. b. hal ini timbul karena ketidak linearan dari transmitter. disebabkan karena sinyal-sinyal pada frekuensi-frekuensi yang berbeda tersebar pada medium transmisi yang sama sehingga menghasilkan sinyal- sinyal pada suatu frekuensi yang merupakan penjumlahan atau penga lian dari dua frekuensi asalnya. Error rate : kecepatan dimana error dapat terjadi. 3. .15. 2. Noise : level noise rata-rata yang melalui path komunikasi. Kapasitas channel dibatasi oleh keadaan fisik dari medium transmisi atau dari dari sumber-sumber lainnya. noise ini merupakan sumber utama error dalam komunikasi data digital dan hanya merupakan gangguan kecil bagi data analog. dalam bit per second (bps). 3. Ada empat konsep disini yang akan dihubungan satu sama lain : 1. 4. dimana data dapat berkomunikasi. Crosstalk a. atua hertz. 4. dibawah kondisi-kondisi tertentu yang diberikan. atau channel. receiver atau sistim transmisi. Impulse noise a. terdiri dari pulsa-pulsa tak beraturan atau spike-spike noise dengan durasi pendek dan dengan amplitudo yang relatif tinggi. dan kesalahan dan cacat dalam sistim komunikasi c. misalnya : sinyal dengan frekuensi f1 dan f2 maka akan mengganggu sinyal dengan frekuensi f1 + f2 b. adalah suatu penghubung antar sinyal yang tidak diinginkan b. dihasilkan oleh kilat.

Gambar 2.Formula Nyquist : C = 2 W log2 M dimana : C = kapasitas channel (bps) W = bandwidth dari channel (Hz) M = jumlah sinyal discrete atau level tegangan misal : bandwidth line telepon 3100 Hz maka C = 6200 log2 M dan M = 8 sehingga C = 18600 bps. Formula Claude Shannon. dan ratio S/N suatu line 1000:1. Jadi dengan bandwidth terbatas. dianjurkan menggunakan data rate yang lebih kecil). (note : semua nilai-nilai C yang didapat dalam contoh adalah gambaran maksimum untuk ukuran transmisi. tetapi nilai M dibatasi oleh noise dan attenuation pada line transmisi. maka C = 3100 log2 (1+1000) = 30894 bps. Tetapi dengan kekuatan sinyal yang meningkat maka timbul nonlinearitas dalam sistim sehingga meningkatkan intermodulation . data rate dapat ditingkatkan dengan meningkatkan levelnya (M). kemudian secara teori memungkinkan untuk dipakai suatu kode sinyal yang sesuai untuk memperoleh transmisi bebas error yang melalui channel.16 menggambarkan efisiensi suatu transmisi secara teori. mempertimbangkan ratio sinyal terhadap noise (S/N) sehingga dapat dinyatakan : kekuatan sinyal (S/N)db = 10 log --------------- kekuatan noise karena ternyata semakin tinggi data rate. Data rate dapat ditingkatkan dengan peningkatan baik pada kekuatan sinyal atau bandwidth. semakin tinggi pula error rate sehingga kapasitas channel oleh persamaan Shannon : C = W log2 (1 + S/N) misal : dianggap suatu channel dengan bandwidth 3100 Hz. Shannon membuktikan bahwa jika information rate yang sebenarnya pada suatu channel lebih kecil daripada kapasitas bebas error.

Tujuan utama dari layer ini adalah Penterjemahan Data Enkripsi dan kompresi data. 1. MIDI 3. BCD dan juga jpeg. TCP/IP remote procedure call (RPC) 2. NFS. TCP/IP Network File System (NFS) 3. SQL. NetBIOS names. JPEG. encryption. Aturan dari layer ini adalah Pengendalian sesi komunikasi antara dua piranti dan juga membuat. Telnet. HTTP. TIFF. dan mengakhiri suatu percakapan. mengelola.Dengan demikian peningkatan W maka S/N menurun. atau melepas koneksi. Layer Presentation dimana tujuan utamanya adalah mendefinisikan format data seperti text ASCII. AppleTalk Filing Protocol (AFP) 2. AppleTalk ASP. ASCII. GIF. PICT. Layer Application mendifinisikan interface antara software-software atau applikasi yang berkomunikasi keluar dari komputer dimana aplikasi tersebut berada inilah beberapa contoh dari protocolnya : 1. mengontrol. binary. Netware’s services advertising protocol (SAP) 2. DECnet SCP . noise makin mudah masuk ke sistim. FTP.Juga dengan semakin lebarnya bandwidth. EBCDIC. TCP/IP Simple Mail Transfer Protocol (SMTP). Inilah beberapa contoh dari protocolnya 1. Inilah beberapa contoh dari protocolnya : 1. text EBCDIC. WWW browser 2. Layer Session mendefinisikan bagaimana memulai. MPEG.noise.

Layer Data link menspesifikasikan aturan berikut: 1. Mendeteksi dan terkadang juga memperbaiki kesalahan . Transport layer lebih fokus pada masalah yang berhubungan dengan pengiriman data kepada komputer lain seperti proses memperaiki suatu kesalahan atau error recovery. Untuk melengkapi pekerjaan ini. segmentasi dari blok data dari aplikasi yang besar kedalam potongan kecil-2 untuk di kirim. Layer ini juga mendefinisikan bagaimana routing bekerja dan bagaimana jalur dipelajari sehingga semua paket bisa dikirim. Inilah contoh protocol yang digunakan di layer ini : 1. Pemberitahuan kalau data pesan telah diterima dan Menjamin kehandalan. TCP/IP’s Transmision Control Protocol (TCP) 3. Frakmentasi dan membentuk ulang data. Layer Network Model OSI ini mendefinisikan pengiriman paket dari ujung-ke-ujung. dan pada sisi komputer penerima potongan- 2 tersebut disusun kembali. Netware’s Sequence Packet Exchange (SPX) protocol 2. Netware’s Internetwork Packet Exchange (IPX) Protocol 2. Koordinasi bits kedalam kelompok-2 logical dari suatu informasi 2. TCP/IP’s Internet Protocol (IP). Network Layer mendefinisikan logical address sehingga setiap titik ujung perangkat yang berkomunikasi bisa diidentifikasi. Inilah beberapa contoh protocolnya : 1. atau Identifikasi segmen kabel jaringan. TCP/IP’s Domain Name System (DNS) 5. Aturan yang diterapkan di layer ini adalah Data routing antar banyak jaringan. AppleTalk DDP.4. pengiriman pesan bebas kesalahan. 6. Aturan dari layer ini adalah Menyembunyikan struktur jaringan dari layer diatasnya.

RJ-45. 802. Ntware’s Link Support layer (LSL) 2. EIA/TIA-449.5.2. FDDI.Contoh-2 spesifikasi dari konektor. arus listrik. IEEE 802.2. pin. Aturan mekanis dan elektris dalam pemakaian medium transmisi 3. IEEE 802.3. encoding dan modulasi cahaya.3. Layer Physical dari model OSI ini berhubungan dengan karakteristik dari media transmisi. Layer ini menspesifikasikan aturan-2 berikut: 1. AppleTalk 4.3 mendefinisikan pemakaian dari kabel pin ke 1. 2.3/802. Ethernet. Mengendalikan aliran data 4. PPP. Asynchronouse Transfer Mode (ATM) 3. Identifikasi piranti jaringan Potocol-2 berikut mengimplementasikan Data link layer: 1. Fiber Distributed Data Interface (FDDI) EIA / TIA-232. Encoding data secara electronic .35. pemakaian pin. Biasanya dalam menyelesaikan semua detail dari layer Physical ini melibatkan banyak spesifikasi. Struktur fisik suatu jaringan missal bentuk konektor dan aturan pin pada konektor kabel RJ-45. V. Sinkronisasi sinyal-2 elektrik melalui jaringan 6. HDLC.5/802. Ethernet dan standard 802. B8ZS 5. 802.3 dan 6 yang dipakai dalam kabel Cat 5 dengan konektor Rj-45 untuk koneksi Ethernet.2 7. Protocol Ethernet seperti IBM Token ring. Frame Relay.

BAB 5 TEKNIK SINYAL ENCODING TEKNIK SINYAL ENCODING A. Jadi satu kromosom terdiri dari sejumlah gen. 2. sinyal analog Beberapa media transmisi seperti serat optik & media unguided hanya akan menyebarkan sinyal-sinyal analog 4. Data digital. Data analog. Macam-macam Teknik Encoding Digital signaling sumber data g(t). Data analog. Proses encoding menghasilkan string yang kemudian disebut kromosom. Ada bermacam-macam teknik encoding yang dapat dilakukan dalam algoritma genetika. sinyal digital Umumnya peralatan untuk mengubah kode data digital menjadi sebuah sinyal digital tidak terlalu kompleks dantidak terlalu mahal dibanding peralatan modulasi digital ke analog. hasil modulasi berupa sinyal analog s(t) disebut “modulated signal”. String terdiri dari sekumpulan bit. 1. Data digital. sinyal analog . berupa digital atau analog. Analog signaling: sinyal input m(t) disebut “modulating signal” dikalikan dengan sinyal pembawa. Hal ini disebabkan karena proses encoding untuk setiap permasalahan berbeda- beda karena tidak semua teknik encoding cocok untuk setiap permasalahan. Bit ini dikenal sebagai gen. B. Pengertian Encoding adalah salah satu proses yang sulit dalam algoritma genetika. dikodekan menjadi sinyal digital x(t) berdasarkan teknik tertentu. sinyal digital Perubahan data analog ke bentuk digital memungkinkan penggunaan peralatan transmisi digital dan peralatan switching modern. 3.

untuk mengatasi distorsi dalam penerimaan sinyal digunakan disain kode yang sesuai dengan bentuk dari spektrum sinyal transmisi. Dengan cara ini sinyal multiple dimana masing-masing berada pada posisi yang berlainan pada spectrum dapat membagi media transmisi yang sama. Ketentuan a. Data analog dalam bentuk elektrik dapat ditransmisikan sebagai sinyal baseband dengan mudah & murah.elemen sinyal. Pengertian Sinyal digital adalah sinyal diskrit dengan pulsa tegangan diskontinyu. Berikut adalah gambar modulasi dan encoding sinyal : C. . Unipolar: Semua elemen-elemen sinyal dalam bentuk yang sama yaitu positif semua atau negatif semua. 2. Data Digital dan Sinyal Digital 1.Elemen sinyal adalah tiap pulsa dari sinyal digital. Spektrum sinyal adalah disain sinyal yang bagus harus mengkonsentrasikan kekuatan transmisinya pada daerah tengah dari bandwidth transmisi. Hal ini dilakukan dengan transmisi suara melalui jalur derajat –suara. Data binary ditransmisikan dengan meng- encoder-kan tiap bit data menjadi elemen-elemen sinyal. Tiap pulsa adalah elemen sinyal data biner diubah menjadi elemen . Satu penggunaan modulasi yang umum dilkukan dengan mengalihkan badwidth sinyal basebaband ke bagian lain dari spectrum.

Bandwidth : peningkatan bandwidth dapat meningkatkan data rate. Tanda dan ruang i. Data rate (kecepatan data) : peningkatan data rate akan meningkatkan bit error rate (kecepatan error dari bit). . untuk mengatasi distorsi dalam penerimaan sinyal digunakan disain kode yang sesuai dengan bentuk dari spektrum sinyal transmisi b. Tugas-tugas ini dilaksanakan dengan men-sampling tiap posisi bit pada tengah-tengah interval dan membandingkan nilainya dengan threshold. Istilah mark dan space menyatakan digit binary '1' dan '0'. Faktor yang menentukan sukses dari receiver dalam mengartikan sinyal yang datang : a. Biner 1 dan biner 0 berturut-turut j. Diukur dalam bentuk baud=elemen-elemen sinyal per detik h. k. Rating modulasi f. Spektrum sinyal Disain sinyal yang bagus harus mengkonsentrasikan kekuatan transmisinya pada daerah tengah dari bandwidth transmisi. Modulation rate adalah kecepatan dimana level sinyal berubah. Rating Data : Rating data transmisi data dalam bit per second d. Durasi atau panjang suatu bit: Waktu yang dibutuhkan pemancar untuk memancarkan bit e. Clocking . S/N : peningkatan S/N akan menurunkan bit error rate. b. Rating dimana level sinyal berubah g. Faktor Perbandingan Teknik Komunikasi Lima faktor yang perlu dinilai atau dibandingkan dari berbagai teknik komunikasi a. 4. receiver harus menentukan apakah level sinyal dalam posisi bit high(1) atau low(0). . 3. receiver harus mengetahui timing dari tiap bit b. Receiver Tugas-tugas receiver dalam mengartikan sinyal-sinyal digital: a. dinyatakan dalam bauds atau elemen sinyal per detik. Polar :adalah elemen-elemen sinyal dimana salah satu state logic dinyatakan oleh level tegangan positif dan sebaliknya oleh tegangan negative c.

– Dua tegangan yang berbeda antara bit 0 dan bit 1 – Tegangan konstan selama interval bit – Tidak ada transisi yaitu tegangan no return to zero . Mekanisme sinkronisasi berdasarkan sinyal yg ditransmisikan. Pola-Pola Encoding Berikut adalah gambaran dari pola-pola encoding : a. Untuk menentukan awal & akhir posisi setiap bit adalah dgn menyediakan clock terpisah utk sinkronisasi transmiter dan receiver. c. Nonreturn to Zero-Level (NRZ-L) Yaitu suatu kode dimana tegangan negatif dipakai untuk mewakili suatu binary dan tegangan positif dipakai untuk mewakili binary lainnya. d. Harga dan Kelengkapan Rating sinyal yang lebih tinggi(seperti kecepatan data) menyebabkan harga semakin tinggi. Beberapa kode membutuhkan rate sinyal ternyata lbhbesar dibanding rate data aktual 5. Deteksi error Dengan skema pengkodean sinyal scr fisik dpt mendeteksi error dgn lbh cepat. Interferensi sinyal dan Kekebalan terhadap noise Beberapa kode tertentu menunjukkan kinerja yg sgt baik dlm mengatasi noise e.

Nonreturn to Zero Inverted (NRZI) Yaitu suatu kode dimana suatu transisi (low ke high atau high ke low) pada awal suatu bit time akan dikenal sebagai binary '1' untuk bit time tersebut. Contoh :Ketiadaan voltase dpt digunakan utk menampilkan biner 0 dan voltase positif konstan utk menampilkan nilai biner 1 b. – Nonreturn to Zero Inverted (NRZI) dalam kesatuan – Pulsa tegangan konstan untuk durasi bit – Data dikodekan / diterjemahkan sebagai kehadiran(ada) atau ketiadaan sinyal transisi saat permulaan bit time – Transisi (dari rendah ke tinggi atau tinggi ke rendah) merupakan biner 1 – Tidak ada transisi untuk biner 0 Sebagai contoh encoding differential Keuntungan differensial encoding : . tidak ada transisi berarti binary '0'. Kelemahan dari NRZ-L maupun NRZI : – keterbatasan dalam komponen dc dan kemampuan synchronisasi yang buruk NRZ Berikut gambaran NRZ-L dan NRZI c. lebih kebal noise . Sehingga NRZI merupakan salah satu contoh dari differensial encoding. Bipolar-AMI – Teknik ini diarahkan utk mengatasi ketidakefisienan kode-kode NRZ – Digunakan lebih dari 2 level sinyal – Contoh untuk skema ini yakni Bipolar-AMI (Alternate Mark Inversion) dan pseudoternary – Sedangkan biner 1 ditampilkan melalui pulsa positif dan negatif – Pulsa biner 1 harus berganti-ganti polaritasnya . tidak dipengaruhi oleh level tegangan.

e.– Bandwidth yg dihasilkan dari sinyal2 yang dihasilkan sangat tipis dibanding bandwidth untuk NRZ – Karena sinyal2 biner 1 berganti voltase dari positif ke negatif maka tidak ada dc komponen murni – Sifat pulsa yg berganti-ganti memungkinkan hanya diperlukan alat yg sederhana untuk mendeteksi error d. 0) – Membutuhkan kira-kira lebih dari 3db kekuatan sinyal untuk kemungkinan yang sama dalam bit error Pertukaran dua fase dengan dua tekniknya yaitu manchester dan differential manchester. Pseudoternary – Biner 1sesuai utk melalui No Line Signal – Biner 0 melalui pulsa yg berganti-ganti negatif & positif Berikut adalah gambaran Bipolar-AMI dan Pseudoternary Pertukaran untuk biner multilevel – Tidak ada efisiensi pada NZR – Tiap elemen sinyal hanya menggambarkan satu bit – Pada 3 level sistem dapat menggambarkan log23 = 1. -A.58 bits – Receiver harus membedakan diantara 3 level (+A. Manchester – Transisi di tengah untuk tiap periode bit – Perpindahan transisi sebagai clock dan data – Rendah ke tinggi menggambarkan 1 – Tinggi ke rendah menggambarkan 0 Berikut adalah gambraran encoding Manchester : .

Kekurangannya : – Memakai bandwidth yang lebih lebar dari pada multilevel binary.f. – Tidak ada komponen dc. B8ZS – Penggantian Bipolar With 8 Zeros – Skema pengkodean didasarkan pada bipolar-AMI – Kekurangan kode AMI adalah string panjang nol bisa menyebabkan hilangnya singkronisasi. Utk itu terdapat aturan : – Jika octet pada semua zero dan pulsa terakhir tegangan yang terdahulu adalah encode positif sebagai 000+-0-+ . – Deteksi terhadap error : ketiadaan dari transisi yang diharapkan. dapat dipakai untuk mendeteksi error. receiver dapat mensynchron-kan pada transis tersebut atau dikenal sebagai self clocking codes. Differential Manchester – Transisi pertengahan bit hanya digunakan untuk clocking – Transisi dimulai saat periode bit menggambarkan 0 – Tidak ada transisi yang dimulai saat periode bit dalam menggambarkan nol – Menggunakan differential encoding Keuntungan rancangan biphase : – Synchronisasi : karena adanya transisi selama tiap bit time. Manchester Encoding g.

perlu dibuat suatu perbedaan jelas antara rate data (dinyatakan dlm bit per detik) dan rate modulasi (dinyatakan dlm baud). Rate Modulasi Saat teknik pengkodean sinyal digunakan. D=R b Dimana : D = rate modulasi.– Jika octet pada semua zero dan pulsa terakhir tegangan yang terdahulu adalah encode negatif sebagai 000-+0+- – Teknik ini memaksa dua kode pelanggaran pada kode AMI – Receiver mendeteksi dan menerjemahkan seperti octed pada semua zero h. baud R = rate data.Rate data atau rate bit adalah 1/tB. Sedangkan rate modulasi adalah rate tempat elemensinyal dimunculkan. HDB3 – Kepadatan tinggi Bipolar 3 Zeros – Didasarkan pada bipolar-AMI – String pada empat zero digantikan dengan satu atau dua pulsa Berikut adalah adalah gambaran Bipolar AMI. bps b = jumlah bit per elemen sinyal salah satu cara menentukan karakteristik rate modulasi adalah dengan menentukan rata-rata jumlah transisi yang terjadi per waktu bit. Gambar Kecepatan Modulasi . B8ZS dan HDB3 6. tB = durasi bit. dan hal ini tergantung pada runtutan tetap bit yang ditransmisikan.

Runtunan pengisi harus dikenal receiver dan akan digantikan dengan runtunan data asli. Runtunan pengisi ini sama panjangnya dengan Runtunan yang asli. Scrambling Dalam skema ini.7. Rangkaian Pengisi (Filling) – Harus cukup menghasilkan transisi untuk sinkronisasi – Harus dapat diakui oleh receiver dan digantikan dengan yang asli – Panjang sama dengan yang asli Dengan ciri : – Tidak ada komponen dc – Tidak ada rangkaian panjang pada saluran sinyal level zero – Tidak ada penurunan pada kecepatan data – Kemampuan pendeteksian error . rangkaian yg akan menghasilkan level voltase konstan dijalurnya dan digantikan oleh rangkaian pengisi (yg menyediakan transisi yg cukup utk clock-receiver dlm memelihara singkronisasi). sehingga tidak ada peningkatan rate data.

Phase shift keying (PSK) Berikut ini adalah gambaran ASK. BPSK . Teknik-teknik dasar yang sama digunakan untuk modem yang menghasilkan sinyal-sinyal pada frekuensi yang lebih tinggi. Data Digital Sinyal Analog Pentransmisian data ditigal menggunakansinyal-sinyal analog. Amplitude shift keying (ASK) .Jaringan telepon dirancang untuk menerima. 1. fase 2. Yang paling sering dilakukan adalah dengan mentransmisikan data digital melalui jaringan telepon umum. Modulasi dipengaruhi oleh karakteristik sinya pembawa yaitu :amplitudo. Frequency shift keying (FSK) . Ada tiga teknik dasar pengkodean atau teknik modulasi yakni: . Untuk jaringan telepon (perangkat digital) yang dipasang ke jaringan melalui sebuah modem (modulator- demodulator) dapat mengubah data digital ke sinyal-sinyal analog. frekuensi. BFSK. Untuk jaringan telepon digunakan modem-modem yang menghasilkan sinyal-sinyal dalam rentang frekuensi suara. mengalihkan dan mentransmisikan sinyal-sinyal analog dengan rentang frekuensi suara 300Hz sampai 3400Hz.D.

a. Amplitude shift keying (ASK) Dua nilai biner dilambangkan dua amplitudo berbeda dari frekuensi sinyal pembawa. satu digit biner yg ditunjukkan melalui keberadaan sinyal pd amplitudo yg konstan dr sinyal pembawa. FSK untuk operasi Full- Duplex zspanjang jalur derajat-suara. Pada FSK. pada derajat suara (voice grade line) hanya sampai dengan 1200 bps. Phase shift keying (PSK) – Fase pada sinyal carrier adalah perubahan untuk mewakili data . akan melewatkan frekuensi pada kisaran rentang 300-3400 Hz. Frequency shift keying (FSK) Secara umumFSK berbentuk binary sehingga disebut juga Binary Frequency Shift Keying (BFSK).Dua hasil biner diwakili oleh dua frekuensi yang berbeda(carrier dekat) di dekat frekuensi pembawa. sehingga menyebabkan ASK menjadi Teknik Modulasi yg tidak terlalu efisien. ASK sering digunakan untuk mentransmisikan data pada fiber optic. Sama seperti ASK. FSK lebih stabil dan tidak mudah error bila dibandingkan dengan ASK. gambar transmisi full duplex FSK pada garis suara c. b. ASK sangat rentan untuk pergantian gain (bati) yang tiba-tiba. Pada derajat suara (voice grade line) hanya sampai dengan 1200bps. sedangkan yg lain melalui ketidakadaan sinyak pembawa. fase sinyal pembawa diubah untuk menampilkan data. salah satu amplitudo adalah zero (nol) yakni. Full-Duplex berarti sinyal-sinyal ditransmisikan dua arah pada saat yang bersamaan.Selalu.

– Binary PSK : Dua fase diwakili dua digit biner
– Differential PSK
– Perubahan fase relatif untuk transmisi sebelumnya lebih dari beberapa
sinyal referensi

Quadrature PSK
– Penggunaan lebih efisien oleh tiap elemen sinyal diwakili lebih dari satu bit
– Misalnya perubahan pada /2 (90o)
– Tiap elemen diwakili dua bit
– Dapat digunakan 8 sudut fase dan memiliki lebih dari satu amplitudo
– 9600bps modem menggunakan sudut 12, empat pada tiap dua amplitudo
– Offset QPSK (orthogonal QPSK)
– Delay dalam aliran Q

E. Data Analog Sinyal Digital
Digitalisasi adalah Konversi dari data analog ke data digital. Data digital
dapat ditransmisikan dengan menggunakan NRZ-L. Data digital dapat
ditransmisikan dengan menggunakan code selain NRZ-L. Data digital dapat
dirubah menjadi sinyal analog. Bila data analog diubah menjadi data digital,
maka akan terjadi banyak hal, diantaranya:
1. Data digital dapat ditransmisikan menggunakan NRZ-L.
2. Data digital dapat ditandai sebagai sinyal digital dengan menggunakan
kode lain selain NRZ-L. sehingga diperlukan satu data tambahan.
3. Data digital dapat diubah menjadi suatu sinyal analog, dengan
menggunakan salah satu teknik modulasi.
Konversi analog ke digital menggunakan codec (Coder-Decoder). Dua teknik
yg digunakan dalam Codec adalah Pulse Code Modulation dan Delta
Modulation.

1. Pulse Code Modulation(PCM)
Ciri-ciri :
– Jika sinyal diambil pada interval regular dan pada rate yg lebih tinggi dua
kali daripada frekuensi sinyal tertinggi, maka sample memuat banyak
informasi dari sinyal original atau disebut Proof - Stallings appendix 4A.
– Batas data voice(suara) sampai 4000Hz.
– Membutuhkan 8000 sample tiap detik untuk menggolongkan sinyal suara
dengan lengkap.
– Untuk mengubah menjadi digital, tiap sample harus ditandai dengan suatu
kode biner.
– Sistem 4 bit sample memberi 16 level.

Kualitas :
– Kualitas error atau noise
– Kira-kira diartikan dimungkinkan untuk menutup kembali ketepatan
original
– 8 bit sample memberi 256 level kuantisasi
– Mutu sinyal suara yg diwakili lbh baik dibandingkan kualitas dengan
transmisi analog
– 8000 samples tiap detik pada tiap 8 bit memberi 64kbps

2. Non-Linier Encoding

Skema PCM menggunakan Nonlinear Encoding yg artinya bahwa level-level
kuantisasi tidak diperlakukan sama. Untuk mengurangi sinyal distorsi dapat
dilakukan dengan menggunakan kuantisasi yang seragam dan companding
yakni proses mempersingkat rentang intensitas sebuah sinyal dengan
penambahan lebih banyak penguat untuk sinyal-sinyal yang lemah
dibanding sinyal yang kuat pada input.

Gambar efek pengkodean Nonlinier

3. Modulasi Delta
– Dengan DM, suatu input analog kira-kira seperti fungsi tangga yang
bergerak naik-turun dengan satu level kuantisasi pada tiap interval sampling
– Output dari proses DM adalah tuntunan biner yang dapat digunakan
receiver untuk rekonstruksi fungsi tangga yang jalannya mirip biner. Pada

setiap waktu pengambilan sampel, fungsi bergerak naik turun sebesar

sehingga output dari proses modulasi delta dapat ditampilkan sebagai suatu
digit biner tunggal untuk setiap sampel.

Contoh modulasi delta

F. Data Analog. Output dari proses DM adalah runtunan biner yang dapat digunakan receiver untuk merekonstruksi fungsi tangga. Diperlukan frekuensi yang lebih tinggi agar transmisi yang dilakukan lebih efektif b. Sinyal Analog Terdapat dua alas an utama untuk modulasi analog dari sinyal-sinyal analog: a. Kemudian fungsi tangga dapat diperhalus lagi dengan melalui lebih banyak jenis proses integrasi agar dapat menghasilkan pendekatan analog dari sinyal input analog. Modulasi memperbolehkan frequency-division multiplexing Tipe-tipe modulasi – Amplitudo Modulation (AM) – Phase Modulation (PM) – Frequency Modulation (FM) AMPLITUDO MODULATION .

kemudian 1 bit akan ditransmisi setiap 1/10000 = 0. pen-sampling-an akan terjadi sekali setiap 0. Untuk perbedaan timing yang kecil. kita menganggap satu bit per elemen pensinyalan kecuali jika keadaan sebaliknya. Synchronisasi adalah salah satu tugas utama dari komunikasi data. . Pengirim mempunyai suatu clock yang mempengaruhi timing dari transmisi bit-bit. receiver akan error karena pen-sampling-annya dalam bit time yang salah (50 x 0. Dalam bahasan ini. Receiver arus mengenal awal dan akhir dari blok-blok bit dan juga harus mengetahui durasi dari tiap bit sehingga dapat men-sampel line tersebut dengan timing yang tepat untuk membaca tiap bit. Pada contoh ini. maka pen-sampling-an pertama 0. Maka.001 ms meleset dari tengah bit (tengah bit adalah 0.05 ms dari awal dan akhir bit). maka akan timbul masalah jika clock-clock transmitter dan reciver tidak disamakan dengan tepat. Suatu transmitter mengirim message 1 bit pada suatu waktu melalui suatu medium ke receiver. tetapi kemudian receiver akan keluar dari step transmitter jika transmitter mengirim aliran bit yang panjang dan jika tidak ada langkah-langkah yang men-synchron-kan transmitter dan receiver. Misalkan pengirim (sender) mentransmisi sejumlah bit-bit data. Jika waktu pen-sampling-an berdasarkan pada clocknya sendiri. Sebagai contoh. Setelah sampel-sampel mencapai 50 atau lebih.TEKNIK KOMUNIKASI DATA DIGITAL 4.1 TRANSMISI ASYNCHRONOUS DAN SYNCHRONOUS Data ditransfer melalui path komunikasi tunggal pada transmisi data secara serial dimana tiap elemen pensinyalan dapat berupa : Kurang dari 1 bit : misalnya dengan pengkodean Manchester 1 bit : NRZ-L dan FSK adalah contoh-contoh analog dan digital Lebih dari 1 bit : QPSK sebagai contohnya.1 ms. receiver akan menentukan waktu yang cocok untuk sampel- sampelnya pada interval dari 1 bit time.05 ms). sebagai yang diukur oleh clock pengirim. error akan terjadi kemudian. jika data ditransmisi dengan 10000 bits per second (bps).1 millisecond (ms). Jika ada perbedaan 1 persen (clock receiver 1 persen lebih cepat atau lebih lambat daripada clock transmitter).001 = 0.

maka transmitter akan melanjutkan transmisi sinyal stop sampai siap untuk mengirim karakter berikutnya. Panjang minimum dari stop biasanya 1. Bit- bit dari karakter itu ditransmisi dengan diawali least significant bit (LSB). Idle adalah ekuivalen untuk elemen pensinyalan bagi binary '1'.1a.1. Timing atau synchronisasi harus dipertahankan antara tiap karakter. Karena stop sama dengan kondisi idle. Awal dari suatu karakter diisyaratkan oleh suatu start bit dengan binary '0'.5 atau 2 kali durasi dari bit. Gambar 4.1 Teknik Asynchronous Gambar 4. yang merupakan suatu binary '1'. Elemen terakhir yaitu stop . . Parit bit tersebut diset oleh transmitter sedemikian seperti total jumlah binary '1' dalam karakter. Gambar 4. Kemudian diikuti oleh 5 sampai 8 bit yang membentuk karakter tersebut. Biasanya. termasuk parity bit-nya. Melainkan data ditransmisi per karakter pada suatu waktu. receiver mempunyai kesempatan untuk men-synchron-kan awal dari tiap karakter baru. dimana tiap karakter adalah 5 sampai 8 bit panjangnya. line antara transmitter dan receiver dalam keadaan "idle". adalah genap (even parity) atau ganjil (odd parity). tergantung pada konversi yang dipakai.BAB 4 TEKNIK KOMUNIKASI DATA DIGITAL 2 TRANSMISI ASYNCHRONOUS Strategi dari metode ini yaitu mencegah problem timing dengan tidak mengirim aliran bit panjang yang tidak putus -putusnya. ketika tidak ada transmisi karakter. bit-bit karakter ini diikuti oleh suatu parity bit yang berada pada posis i most-significant-bit (MSB).1 menjelaskan suatu contoh untuk teknik ini. Sedangkan maksimumnya tidak dispesifikasikan.

sampel terakhir mengalami error. oleh karena itu tiap bit mempunyai durasi 0. Dengan demikian receiver men-sampel karakter yang masuk setiap 93 s (berdasarkan pada clock transmitter).BAB 4 TEKNIK KOMUNIKASI DATA DIGITAL 3 Gambar 4. Anggaplah receiver terlambat 7 persen atau 7 s per bit time. Disini dianggap bahwa data ratenya 10000 bps. Seperti terlihat. Sebenarnya error ini menghasilkan dua macam error : pertama.1c memperlihatkan efek timing error yang menyebabkan error pada penerimaan.1 ms atau 100 s. sampel bit terakhir diterima tidak .

Untuk itu. Frame dimulai dengan 1 atau lebih 'karakter synchronisasi' yang disebut SYN. Transmisi bit-oriented . Kemudian sejumlah data field. 4.2b) Blok data diperlakukan sebagai serangkaian bit-bit. Jadi receiver diberitahu bahwa suatu blok data sedang masuk. Frame adalah data plus kontrol informasi. Kondisi ini diistilahkan framing error . Pada transmisi ini. BAB 4 TEKNIK KOMUNIKASI DATA DIGITAL 4 Kontrol informasi dalam bentuk 8 bit karakter. perhitungan bit sekarang keluar dari kesepakatan. kedua. Keuntungan transmisi synchronous : Efisien dalam ukuran blok data. Semua kontrol informasi dalam bentuk karakter. Perbedaan dari kedua metode diatas terletak pada format detilnya dan kontrol informasinya.tepat. kontrol field dan akhirnya flag-nya diulangi. Framing error juga jika beberapa kondisi noise menyebabkan munculnya kesalahan dari suatu start bit selama kondisi idle. preamble bit yang panjangnya 8 bit dan dinyatakan sebagai suatu flag sedangkan postamble-nya memakai flag yang sama pula. transmisi asynchronous memerlukan 20% atau lebih tambahan ukuran. Yang diikuti oleh sejumlah kontrol field. (lihat gambar 4. yaitu : Transmisi character-oriented . TRANSMISI SYNCHRONOUS Dengan transmisi synchronous. Kontrol informasi kurang dari 100 bit. Format yang tepat dari frame tergantung dari metode transmisinya. Komunikasi asynchronous adalah sederhana dan murah tetapi memerlukan tambahan 2 sampai 3 bit per karakter untuk synchronisasi. yaitu karakter plus start dan stop bit yang kadang-kadang dinyatakan suatu frame . Receiver mencari pola flag terhadap sinyal start dari frame. (lihat gambar 4. Sedangkan untuk postamble-nya juga dipakai karakter khusus yang lain. Pola-pola ini adalah kontrol informasi. Persentase tambahan dapat dikurangi dengan mengirim blok-blok bit yang besar antara start dan stop bit.2a) Blok data diperlakukan sebagai rangkaian karakter-karakter (biasanya 8 bit karakter). Solusinya yaitu transmisi synchronous. Kemudian menunggu pola SYN yang berikutnya.2 TEKNIK DETEKSI ERROR . tetapi akan memperbesar kumulatif timing error. dan menerima data tersebut sampai terlihat karakter postamble. ada level lain dari synchronisasi yang perlu agar receiver dapat menentukan awal dan akhir dari suatu blok data. Alternatif lain yaitu dengan panjang frame sebagai bagian dari kontrol informasi. yaitu pola bit khusus yang memberi sinyal ke receiver bahwa ini adalah awal dari suatu blok. menentukan panjang frame. membaca tanda sejumlah karakter dan kemudian menunggu karakter SYN berikutnya untuk memulai frame berikutnya. tiap blok dimulai dengan suatu pola preamble bit dan diakhiri dengan pola postamble bit. oleh karakter SYN. Jika bit ke 7 adalah 1 dan bit ke 8 adalah 0 maka bit 8 akan dianggap suatu start bit. receiver menunggu karakter SYN.

Ketika suatu frame ditransmisikan. Persamaan dari probabilitas diatas dapat dinyatakan sebagai : P1 = (1 . Klas 2 (P 2 ) : frame tiba dengan satu atau lebih bit-bit error yang tidak terdeteksi. Klas 3 (P 3 ) : frame tiba dengan satu atau lebih bit-bit error yang terdeteksi dan tidak ada bit-bit error yang tidak terdeteksi. tiga klas probabilitas yang dapat muncul pada akhir penerimaan : Klas 1 (P 1 ) : frame tiba tanpa bit-bit error.PB) nf P 2 =1-P 1 .

Cyclic Redudancy Check. jika digitnya beda maka hasilnya = 1. note : exclusive-OR dari 2 digit binary adalah 0 bila kedua digitnya adalah 0 atau keduanya = 1. PARITY CHECKS Deteksi bit error yang paling sederhana parity bit pada akhir tiap word dalam frame. Pada receiver dilakukan perhitungan yang sama dan membandingkan kedua hasil tersebut. Longitudinal Redudancy Check. Tiga teknik yang umum dipakai sebagai deteksi error : Parity bit. Odd parity : jumlah dari binary '1' yang ganjil --> dipakai untuk transmisi synchronous. Terdapat dua jenis parity bit ini : Even parity : jumlah dari binary '1' yang genap --> dipakai untuk transmisi asynchronous. tergantung posisi bit).BAB 4 TEKNIK KOMUNIKASI DATA DIGITAL 5 dimana : n f = jumlah bit per frame P B = probabilitas yang diberikan oleh bit apapun adalah error (konstan. Problem dari parity bit : Impulse noise yang cukup panjang . dan bila tidak cocok maka berarti terjadi deteksi error. Dihitung sebagai suatu fungsi dari transmisi bit-bit lain. yaitu tambahan bit yang ditambah oleh transmitter. Atau menggunakan operasi exclusive-OR dari bit-bit tersebut dimana akan menghasilkan binary '0' untuk even parity dan menghasilkan binary '1' untuk odd parity. Teknik deteksi error menggunakan error-detecting-code.

. Tiap-tiap karakter ditambahkan parity bit seperti sebelumnya atau dari gambar diatas dinyatakan sebagai : R j =b 1j b 2j . suatu parity bit yang dibentuk untuk tiap posisi bit yang melalui semua karakter atau dinyatakan sebagai longitudinal redundancy check (LRC) atau dinyatakan sebagai : C i =b i1 b i2 .merusak lebih dari satu bit.. b . b n dimana R j = parity bit dari karakter ke j b ij = bit ke i dalam karakter ke j n = nomor bit dalam suatu karakter atau dinyatakan sebagai vertical redundancy check (VRC).. BAB 4 TEKNIK KOMUNIKASI DATA DIGITAL 6 Sedangkan tambahannya. pada data rate yang tinggi..

bila suatu bit ke 1 dan ke 3 dari karakter pertama error maka oleh receiver tidak akan di deteksi adanya error. yaitu : Modulo 2 arithmetic Menggunakan penjumlahan binary dengan tanpa carry. Receiver kemudian membagi frame yang datang dengan beberapa angka dan jika tidak remainder (sisa) dianggap tidak ada error. remaider selalu kurang dari 1 bit dibanding pembagi. Maka : BAB 4 TEKNIK KOMUNIKASI DATA DIGITAL 7 T = 2 M + R atau TP = 2M + R P TP =Q+ RP + RP TP . bila keadaan diatas terjadi ditambah juga bila bit ke 1 dan ke 3 dari karakter ke lima error maka oleh receiver tidak akan dideteksi adanya error. Untuk kepentingan ini didefinisikan : T = (k + n) bit frame untuk ditransmisi.in dimana : C i = parity check dari karakter ke i bit m = nomor karakter dalam suatu frame. dengan n < k M = k bit message. misal : Untuk VRC. k bit pertama dari T F = n bit FCS. Kelemahan dari parity check untuk tiap jenis yaitu tidak dapat mendeteksi jumlah error-error genap. Dimana : T=2 n M+F 2MP =Q+ RP Karena pembaginya adalah binary. Jadi frame yang dihasilkan terdiri dari k+n bits. demikian juga untuk LRC. Beberapa cara yang menjelaskan prosedur diatas. n bit terakhir dari T P = pattern dari n+1 bit. dimana hanya merupakan operasi exclusive-OR. transmitter membentuk serangkaian n-bit. yang dikenal sebagai frame check sequence (FCS). CYCLIC REDUNDANCY CHECKS (CRC) Diberikan suatu k-bit frame atau message.

=Q+ R+RP =Q Contoh : 1. Remainder (R = 01110) ditambahkan ke 2 n M untuk mendapatkan T = 10100011010110. maka : 101000110100000 3. yang ditransmisi [ T=2 n M + R ]. Message M dikalikan dengan 2 5 . Diketahui : message M = 1010001101 (10 bit) pattern P = 110101 (6 bit) FCS R = dikalkulasi (5 bit) 2. . Kemudian dibagi dengan P : 110101011  QP  110101 101000110100000  2M 110101 111011 110101 111010 110101 111110 110101 101100 110101 110010 110101 1110  R Keterangan adalah gerbang XOR 4.

BAB 4 TEKNIK KOMUNIKASI DATA DIGITAL 8 Jika tidak ada error. maka receiver menerima T secara utuh. Frame yang diterima dibagi dengan P : 110101010 110101 101000110101110 110101 111011 110101 111010 110101 .

dan bit pattern dipilih tergantung tipe error yang diinginkan. Polynomials Dalam bentuk variabel x dengan koef isien-koefisien binary. yang jika dan hanya jika E dapat dibagi dengan P. 111110 110101 101111 11010 1 110101 11010 1 000000  R Karena tidak ada remainder maka dianggap tidak ada error. Koefisien-koefisien tersebut berhubungan dengan bit -bit dalam binary sehingga proses CRC-nya dapat dijabarkan sebagai : 1. Pattern P dipilih 1 bit lebih panjang daripada FCS. Frame Tr yang dihasilkan dapat dinyatakan sebagai : Tr = T + E dimana : T = frame yang ditransmisi E = error pattern dengan 1 dalam posisi dimana terjadi error Tr = frame yang diterima. X M ( X ) R ( X ) Q(X) + P ( X ) P ( X ) . Receiver akan gagal untuk mendeteksi error jika dan hanya jika Tr dapat dibagi dengan P. Pada keadaan minimum keduanya baik tingkat high atau low bit dari P harus 1.

5. sepanjang P(X) mengandung faktor (X + 1). CRC-6 = X 16 +X 15 +X 2 + 1 . Jumlah error genap apapun. Burst error yang paling besar. sepanjang P(X) mempunyai faktor paling sedikit 3 syarat.error yang dapat dideteksi yang tidak dapat dibagi oleh P(X) : 1. 4. dipakai untuk transmisi dari 6 bit karakter dan membentuk 12 bit FCS.BAB 4 TEKNIK KOMUNIKASI DATA DIGITAL 9 2. Empat versi dari P(X) yang dipakai secara luas : CRC-12 = X 12 +X 11 +X 3 +X 2 + X + 1. Burst error apapun dengan panjang burst lebih kecil daripada panjang FCS. T(X) = X M(X)+ R(X) Error E(X) hanya tidak akan terdeteksi bila dapat dibagi dengan P(X). Semua error bit tunggal. Error . 2. 3. Semua error bit ganda. umum untuk 8 bit karakter dan keduanya CRC-CCITT = X 16 +X 12 +X .

Proses ini berlanjut sampai semua bit dari message M ditambah 5 bit nol. yang mengindikasikan nilai yang dimuat. 2. maka shift register memuat remainder (FCS) yang mana akan ditransmisi . Sirkuit ini dapat dipenuhi sebagai berikut : 1. 5 bit nol ini menggeser M ke kiri 5 posisi untuk memuat FCS. yang menyebabkan 1 bit bergeser sepanjang seluruh register .5 + 1. Register mengandung n bits. CRC-32 = X 32 +X 26 +X 23 +X 22 +X 16 +X 12 +X 11 +X 10 +X 8 +X 7 +X 5 +X 4 +X 2 +X + 1. Seluruh register di-clock secara simultan. P(X). menghasilkan 16 bit FCS. Ada lebih dari n gate exclusive-OR. membentuk 32 bit FCS. Message M akan di-shift ke register dari input bit. Message kemudian masuk per bit pada suatu waktu dimulai dengan MSB. dan sebuah line input. Shift registers dan gate exclusive-OR Shift register adalah device penyimpan string 1 bit dimana terdapat sebuah line output. 3. Setelah bit terakhir diproses. sama dengan panjang FCS. Keberadaan dan ketiadaan suatu gate tergantung pada keberadaan atau ketiadaan dari suatu syarat dalam polynomial pembagi.

Contoh DCE : MODEM. Bit R yang ditransmisi sekarang mulai tiba dan efeknya yaitu me-nol-kan register pada akhir penerimaan. dan harus berinteraksi dengan DTE.8 memperlihatkan interface ke medium transmisi.kemudian. BAB 4 TEKNIK KOMUNIKASI DATA DIGITAL 10 FORWARD ERROR CORRECTION Error-correcting codes dinyatakan sebagai forward error correction untuk mengindikasikan bahwa receiver sedang mengoreksi error. register memuat semua nol. melalui suatu medium transmisi. Gambar 4. tiap bit M yang tiba. Pada receiver. Interfacing komunikasi data . Digunakan standart physical layer protocols untuk interface antara DTE dan DCE. Contohnya: pada komunikasi broadcast digunakan transmisi simplex. DCE harus bertanggung jawab untuk transmisi dan menerima bit-bit.3 INTERFACING Gambar 4. shift register akan memuat bit pattern untuk R pada akhir dari M. 4. Jika tidak ada error. Pasangan DTE-DCE harus didisain untuk mempunyai interface -interface pelengkap dan harus mampu berinteraksi secara efektif. disisipi ke dalam shift register. Hal ini dilakukan melalui interchange circuit .8. Receiver dari DCE harus memakai teknik encoding yang sama seperti pada transmitter dari DCE yang lain. Data terminal equipment (DTE) memakai sistim transmisi melalui perantaraan data circuit-terminating equipment (DCE). Metode transmisi ulang dinyatakan sebagai backward error correction karena receiver memberi informasi balik ke transmitter yang kemudian mentransmisi ulang data yang error. pada suatu waktu.

Fungsional. Prosedural. merinci fungsi yang dilaksanakan yang diperuntukkan bagi berbagai interchange circuits. Elektrikal. berdasarkan pada karakteristik fungsional dari interface. merinci serangkaian kejadian pada transmisi data. Spesifikasinya : .BAB 4 TEKNIK KOMUNIKASI DATA DIGITAL 11 Empat karakteristik penting dari interface : Mekanikal. timing dan ground. dan juga menentukan data rate dan jarak yang dapat dicapai. yaitu mengenai level tegangan dan timing dari perubahan tegangan. Interface ini dipakai menghubungkan DTE device ke voice-grade modem untuk digunakan pada sistim telekomunikasi analog umum. kontrol. Beberapa standard untuk interfacing : EIA-232-D EIA-530 ISDN physical interface. EIA-232-D Membatasi pada kabel konektor khusus. dapat diklasifikasikan menjadi kategori dari data. berhubungan dengan koneksi fisik sebenarnya dari DTE dan DCE.

dipakai untk menghubungkan DTE ke DCE.9. Gambar 4. lihat gambar 4.9 dimana 25 kabel yang dihubungkan pada konektor DB- 25. Pin-pin dalam konektor EIA-232-D .Spesifikasi mekanikal.

BAB 4 TEKNIK KOMUNIKASI DATA DIGITAL 12 Spesifikasi elektrikal. level tegangan : o untuk binary : tegangan < -3 volt ditafsirkan sebagai binary 1 o tegangan > +3 volt ditafsirkan sebagai binary 0 o untuk sinyal control : tegangan < -3 volt menyatakan kondisi OFF o .

tegangan > +3 volt menyatakan kondisi ON. o Sinyal rate < 20 Kbps dan jarak < 15 m.1 Tabel 4. EIA-232-D Interchange Circuits . Spesifikasi fungsional.1. lihat tabel 4.

.

.

nya dan link komunikasi) yang hanya mungkin dalam satu arah pada suatu waktu.CB. 2 control circuit yang lain . Pada operasi half-duplex. o Control circuit : ada 14 buah.CF) untuk transmisi asynchronous.BAB 4 TEKNIK KOMUNIKASI DATA DIGITAL 13 Interchange circuit -nya dikelompokkan menjadi kategori dari : o Data circuit : ada satu dalam tiap arah sehingga memungkinkan operasi full-duplex.CC.CE. data bertukar antara 2 DTE (melalui DCE. Sebagai tambahan untuk 6 sirkuit ini. 8 buah pertama terdapat dalam tabel 4.CD.1 berhubungan dengan transmisi data melalui channel utama dan 6 buah sirkuit berikutnya (CA.

10a. juga mengirim transisi 1-0 dan 0-1 pada DD. timing circuit : ada 3 yang dapat dipakai dengan transmisi synchronous. Ketika DCE mengirim data melalui sirkuit BB. Gambar 4. putuskan modem dari line transmisi. Tujuannya : mengecek fungsi dari interface dan DCE local (setempat). Lokal dan remote feedback dengan EIA- 232-D . Gambar 4. baik DTE atau DCE dapat memberikan pulsa-pulsa timing. modem lokal dihubungkan ke fasilitas transmisi seperti biasa dan output receiver dari modem yang jauh dihubungkan ke input transmitter dari modem tersebut.dipakai dalam transmisi synchronous. Gambar 4.10 memperlihatkan test loopback. Tujuannya : menguji operasi dari channel transmisi dan remote DCE (DCE yang jauh). dibentuk oleh device user yang dikirim ke modem dan di-loopback ke device user (mis : komputer).10. output transmitter dari modem dihubungkan ke input receiver. Tabel 4. Aliran data. DCE mengaktifkan test mode circuit. 3 control circuit yang berikutnya (SCZ. Ketika DTE mengirim data. Selama kedua bentuk test.SCF) dipakai untuk kontrol channel kedua.2 memperlihatkan aturan dari circuit test loopback.SCB. dengan waktu transisi pada tengah-tengah dari tiap elemen sinyal BB. hal ini melengkapi pulsa -pulsa clock. Gambar 4.10b.

.

Setting Circuit Loopback untuk EIA-232-D dan EIA-530 Spesifikasi prosedural. mendefinisikan rangkaian didalam mana berbagai sirkuit dipakai untuk aplikasi khusus. Pada kasus ini.BAB 4 TEKNIK KOMUNIKASI DATA DIGITAL 14 Tabel 4. panggilan dari suatu terminal ke suatu komputer.2. Akhirnya. Contohnya : dua device yang dihubungkan melalui jaringan telepon. modem memberi tanda pada komputer dengan ring indicator. Kemudian komputer akan merespon dengan mengeset RTS ke ON untuk mengindikasikan ke modem bahwa akan ada transmisi. Terminal sekarang dapat mentransmisi message -nya. salah satu sisi menggantung dan pertukaran berakhir. Gambar 4. modem mengindikasinya dengan membunyikan tone. Modem memulai transmisi suatu frekuensi carrier pada line telephone dan mengeset CTS untuk memberi sinyal ke komputer bahwa transmisi dapat dimulai.11 menggambarkan langkah-langkah yang terlibat dalam men-dial up operasi half-duplex. Carrier tone memberi tanda pada modem yang lain bahwa data akan tiba. Gambar 4. CTS handshake dengan modem. Komputer harus bersedia menerima panggilan. dengan mengindikasikan modem-nya dengan mengeset DTR ke ON. Modem DCE memerlukan sirkuit : o Signal ground (AB) o Transmitted data (BA) o Received data (BB) o Request to send (CA) o Clear to send (CB) o DCE ready (CC) o Received line signal detector (CF) o DTE ready o Ring indicator. Terminal menerima data melalui modem sampai carrier -nya turun.12 menggambarkan null modem dimana 2 DTE dihubungkan langsung . dimulai dengan RTS. Ketika suatu call (panggilan) masuk.

Hal ini untuk keadaan dimana jarak 2 device sangat dekat.BAB 4 TEKNIK KOMUNIKASI DATA DIGITAL 15 dimana kedua DTE akan menganggap bahwa mereka terhubungkan ke modem.11 Operasi Dial-up pada EIA-232-D . Gambar 4.

.

BAB 4 TEKNIK KOMUNIKASI DATA DIGITAL 16 Gambar 4. EIA-530 DENGAN RS-422-A DAN RS-423-A Beroperasi pada data rate dari 20 Kbps sampai 2 Mbps memakai 25 pin. o .12. konektor DB-25 seperti pada EIA-232-D. mengkhususkan pada unbalanced transmision dimana memakai suatu konduktor tunggal untuk membawa sinyal. Null modem. Dinyatakan dalam 2 EIA standar lainnya : RS-423-A.

mengkhususkan pada balanced transmision dimana memakai dua konduktor. o Data rate : 3 Kbps pada 1000 m sampai 300 Kbps pada 10 m. o Tegangan negatif antara 4 dan 6 volt ditafsirkan sebagai binary 1. RS-422-A.Teganga n positif antara 2 dan 6 volt ditafsirkan sebagai binary 0. Sinyal ditransmisi sebagai arus yang melewati konduktor pertama dan kembali pada konduktor lainnya. .

.

.

.

menggunakan teknik synchronous TDM. signal quality detector. dan 5 sirkuit kedua. Binary 0 diwakili oleh puls .BAB 4 TEKNIK KOMUNIKASI DATA DIGITAL 17 Perbedaan tegangan antara 2 sirkuit dalam range 2 . Yang tidak didukung oleh EIA -530 yaitu ring indicator. dengan perbedaan arah menentukan apakah ditafsirkan sebagai binary 0 atau 1. data signal rate selector. ISDN PHYSICAL CONNECTOR Pada terminologi ini. Sirkuit transmitter mentransmisi kontrol informasi dalam bentuk message dan informasi ini di-multiplex kedalam interface yang sama dengan data. Binary 1 diwakili oleh ketiadaan tegangan.6 volt ditafsirkan sebagai suatu digit binary (pensinyalan differensial pada data digital). koneksi fisik antara terminal equipment (TE) dan network-terminating equipment (NT). Data rate : 100 Kbps pada 1200 m sampai 10 Mbps pada 12 m.