You are on page 1of 19

DAFTAR ISI

KATA i
PENGANTAR....................................................... ii
..................
DAFTAR
ISI……….............................................................
...............
BAB 1
I PENDAHULUAN.................................................
..................
A. Latar Belakang ...................................................... 1
....................
B. Tujuan...................................................................... 2
......................
II BAB II 3
PEMBAHASAN............................................................... 3
....... 3
1. Mendefinisikan Persepsi dan 3
motivasi..................................... 4
2. Mendefinisikan Proses Persepsi dan
4
motivasi...........................
3. Mendefinisikan Faktor Mempengaruhi Persepsi
dan motivasi
4. Mendeskripsikan Gangguan Persepsi dan ,
motivasi..................
5. Mendeskripsikan Coping Behavior Gangguan
Persepsi dan
motivasi………………………………………………………

BAB III
PENUTUP………………………………………………..
A. Kesimpulan…………………………………………………..
B. Saran………………………………………………………….

1

proses. Makalah ini berisikan Pengertian persepsi dan motivasi. kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. serta coping behaviour persepsi dan motivasi. kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Kami menyadari makalah ini masih belum sempurna. 2 . Oleh karena itu. Akhir kata. KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadiran Alloh SWT yang telah memberikan rahmat serta karuniaNya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini yang berjudul “ Persepsi dan Motivasi ”. gangguan.

Gombong. Mei 2015 Penu lis 3 .

Masalah yang dialami dapat terjadi sejak lahir. Manusia memiliki kemampuan kognitif untuk memproses informasi yang diperoleh dari lingkungan di sekelilingnya melalui indera yang dimilikinya. BAB I PENDAHULUAN A. manusia menjadi tidak mampu untuk memproses informasi dengan sempurna. fisik dan juga mental. Sedangkan motivasi juga merupakan kekuatan yang mendorong dan mengarahkan keberhasilan perilaku yang tetap ke arah tujuan tertentu. atau terjadi perubahan pada tubuh manusia seperti terluka. membuat persepsi terhadap apa yang dilihat atau dirabanya. maka akan berpengaruh pada reaksi manusia dalam mengatasi berbagai kondisi yang dihadapi. Akibat dari adanya keterbatasan kognitif ini. Manusia adalah makhluk yang dilahirkan paling sempurna. mengalami kecelakaan yang dapat menyebabkan kerusakan salah satu indera. serta berfikir untuk memutuskan apa yang hendak dilakukan untuk mengatasi keadaan yang dihadapinya. Keterbatasan kognitif terjadi apabila terdapat masalah atau gangguan pada kemampuan kognitif. Hal-hal yang dapat mempengaruhi kemampuan kognitif pada manusia meliputi tingkat intelegensi. terserang penyakit. termasuk sadar dengan diri kita sendiri. Latar Belakang Persepsi merupakan proses yang menggabungkan dan mengorganisir data-data indera kita untuk dikembangkan sedemikian rupa sehingga kita dapat menyadari di sekeliling kita. serta kecepatan sistem pemrosesan informasi terganggu. kondisi fisik. Dengan ketidaksempurnaan ini maka manusia yang memiliki keterbatasan kognitif mengalami 4 .

B. atau berfikir untuk bereaksi terhadap keadaan yang dihadapinya. masalah dalam meraba. Memotivasi diri adalah proses menghilangkan faktor yang melemahkan dorongan kita. Tujuan 1. Sementara harapan dimunculkan kembali dengan membangun keyakinan bahwa apa yang diinginkan bisa kita capai. Memenuhi salah satu tugas mata kuliah psikologi 5 . Motivasi adalah sebuah kemampuan kita untuk memotivasi diri kita tanpa memerlukan bantuan orang lain. Mempelajari tentang coping behaviour persepsi dan motivasi 5. Rasa tidak berdaya dihilangkan menjadi pribadi yang lebih percaya diri. mempelajari. Mempelajari tentang gangguan persepsi dan motivasi 4. Mempelajari tentang apa pengertian persepsi dan motivasi 2. Mempelajari tentang proses dan factor yang mempengaruhi persepsi dan motivasi 3.

persepsi adalah proses aplikasi pengetahuan sebelumnya untuk memperoleh/mengumpulkan dan menginterpretasikan stimulus yang ditangkap panca indera (sensory register). Tahap pertama Merupakan tahap yang dikenal dengan nama proses kealaman atau proses fisik. Pengertian Persepsi a. merupakan proses ditangkapnya suatu stimulus oleh alat indera manusia. Menurut Matlin (1998). kemudian diinterpretasikan sehingga individu menyadari. b. 2002) menyatakan bahwa tahap- tahap persepsi antara lain: a. BAB II PEMBAHASAN A. Tahap kedua 6 . Persepsi 1. persepsi adalah stimulus yang diterima indera oleh individu di organisasikan. mengerti apa yang diindera. Proses Persepsi Walgito (dalam Hamka. Menurut Davidoff (1981). b. 2.

Faktor fungsional yang menentukan persepsi adalah obyek-obyek yang memenuhi tujuan individu yang melakukan persepsi. c. Faktor Fungsional Faktor Fungsional adalah faktor yang berasal dari kebutuhan. terdapat 7 macam gangguan persepsi. 4. Faktor Struktural Faktor Struktural adalah faktor-faktor yang berasal dari sifat stimulus fisik terhadap efek-efek syarat yang ditimbulkan pada sistem saraf individu. Gangguan Persepsi Gangguan persepsi (dispersepsi) adalah kesalahan atau gangguan persepsi. merupakan proses timbulnya kesadaran individu tentang stimulus yang diterima reseptor. Tahap keempat Merupakan hasil yang diperoleh dari proses persepsi yaitu berupa tanggapan dan perilaku. Merupakan tahap yang dikenal dengan proses fisiologis. b. 3. yaitu: a. merupakan proses diteruskannya stimulus yang diterima oleh reseptor (alat indera) melalui saraf-saraf sensoris. Menurut Maramis (1999). Halusinasi atau mava 7 . Tahap ketiga Merupakan tahap yang dikenal dengan proses psikologik. pengalaman masa lalu dan hal-hal lain yang kita sebut sebagai faktor personal. d. Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Menurut David Krech dan Ricard Crutfield dalam Jalaludin Rahmat (2003:55) membagi faktor-faktor yang menentukan persepsi dibagi menjadi 2 yaitu: a.

hewan. Lambung seperti ditusu-tusuk jarum). c) Halusinasi olfaktorik (halusinasi penciuman) Halusinasi yang seolah-olah mencium suatu bau tertentu. ditiup. dan tidak berwarna. berwarna. d) Halusinasi gustatorik (halusinasi pengecapan) Halusinasi yang seolah-olah mengecap suatu zat atau rasatentang sesuatu yang dimakan. dirambati ulat dan disinari. h) Halusinasi hipnagonik Persepsi sensorik bekerja yang salah terdapat pada orang normal. dicolek. f) Halusinasi kinestik Halusinasi yang seolah-olah merasa badannya bergerak disebuah ruang tertentu dan merasa anggota badannya bergerak sendiri. barang. g) Halusinasi viseral Halusinasi yang seolah-olah ada perasaan tertentu yang timbul ditubuh bagian dalam (mis. i) Halusinasi hipnopompik 8 . disentuh. musik dan kejadian alami. Secara singkat halusinasi adalah persepsi atau pengamatan palsu. tidak berbentuk. b) Halusinasi auditif/akustik Halusinasi yang seolah-olah mendengar suara manusia. yang terjadi pada keadaan sadar/bangun dasarnya mungkin organik. e) Halusinasi taktil (halusinasi peraba) Halusinasi yang seolah-olah merasa diraba. Halusinasi adalah pencerapan (persepsi) tanpa adanya rangsang apapun pada pancaindera seseorang. terjadi sebelum tidur. yaitu: a) Halusinasi optik (halusinasi penglihatan) Apa yang dilihat seolah-olah berbentuk. Jenis-jenis halusinasi. fungsional psikotik ataupun histerik.

j) Halusinasi histerik Halusinasi yang timbulpada neurosis histerik karena konflik emosional. Gangguan somatosensorik pada reaksi konversi Somatosensorik adalah suatu keadaan menyangkut tubuh yang secara simbolik menggambarkan adanya suatu konflik emosional. 9 . perestesia yaitu perubahan pada indera peraba (seperti ditusuk-tusuk jarum). terjadi tepat sebelum bangun tidur. Contoh: bayangan daun pisang dilihatnya seperti seorang pejahat. bunyi angin terdengar seperti ada orang yang memanggil namanya. Contoh: segala sesuatu dirasakan seperti mimpi. Ilusi Ilusi adalah interpretasi yang salah atau menyimpang tentang penyerapan (persepsi) yang sebenarnya sunguh terjadi karena adanya rangsang pada pancaindera. c. Persepsi sensorik bekerja yang salah terdapat pada orang normal. Secara singkat ilusi adalah persepsi atau pengamatan yang menyimpang. suara binatang disemak-semak terdengar seperti ada tangisan bayi. d. Contoh: perasaan bahwa dirinya seperti sudah di luar badannya. Derealisasi Derealisasi adalah perasaan aneh tentang lingkungan di sekitar dan tidak menurut kenyataan sebenarnya. tidak menurut kenyataan atau kondisi patologis yang seseorang. e. perasaan bahwa kaki kanannya bukan miliknya lagi. b. Depersonalisasi Depersonalisasi adalah perasaan yang aneh tentang dirinya sudah tidak seperti biasa lagi. Contoh: anestesia yaitu kehilangan sebagian atau seluruh kepekaan indera peraba pada kulit.

Contohnya orang eskimo yang hidup di daerah dingin mempunyai bentuk tubuh yang pendek dan kekar. Ø Alat pernafasan: sindrom hiperventilasi (nafas berlebihan). adalah proses adaptasi melalui faal. dan tekanan darah meningkat. Otto Soemarwoto (1987). baik sebagian maupun total sebagai akibat kerusakan otak. Ø Alat pencernaan: lambung perih. makropsia. yaitu: a. yaitu terjadi perubahan bentuk fisik pada dirinya. Contoh: Ø Kulit: radang kulit. Agnosia Agnosia adalah ketidakmampuan untuk mengenal dan mengartikan persepsi. Coping Behavior Gangguan Persepsi Tingkah laku coping yang berhasil maka terjadi penyesuaian antara diri individu dengan lingkungannya (adaptasi). g. Ø Jantung dan pembuluh darah: debaran jantung yang cepat. 5. gangguan penglihatan atau pendengaran. Adaptasi Fisiologi. mual. 10 . Ø Otot dan tulang: otot tegang sampai kaku dikepala dan punggung. biduran. kembung. muntah. b. gatal-gatal. Adaptasi Morfologi. dan banyak cairan pada kulit. f. mengungkapkan bahwa adaptasi itu ada tiga macam. Contohnya: orang yang hidup di lingkungan yang tercemar dalam tubuhnya berkembang kekebalan terhadap infeksi. dll. Gangguan psikofisiologik Gangguan psikofisiologik adalah gangguan pada tubuh yang disyarafi oleh susunan syaraf yang berhubungan dengan kehidupan dan disebabkan oleh gangguan emosi. dan mikropsia.

punya roda empat maka kumpulan penginderaan itu akan diorganisasikan secara tertentu.c. Pendekatan pertama. yaitu adaptasi yang terjadi dengan melakukan perubahan pada lingkungan tempat hidup agar tercapai keseimbangan dengan dirinya. Bila sumber energi itu cukup kuat untuk merangsang sel-sel reseptor maka terjadilah penginderaan. Bermula dari adanya rangsang dari luar individu (stimulus). adalah yang dinamakan pandangan konvesional. suara. Secara umum pandangan konvensional ini menganggap persepsi sebagai kumpulan penginderaan (sensation). Akan tetapi. atau disebut juga aktivitas kognisi (kesadaran yang didapat dari proses kerja pikiran yang dengannya orang akan waspada terhadap obyek yang ada dalam pikirannya). dan diberi makna tertentu sehingga kita bisa mengenal benda itu sebagai mobil. Maka sebenarnya otak tidak secara pasif menggabung-gabungkan kumulasi (tumpukan) pengalaman dan memori. Jika sejumlah penginderaan disatukan dan dikoordinasikan di dalam pusat syaraf yang lebih tinggi (otak) sehingga manusia bisa mengenali dan menilai obyek-obyek. Pandangan seperti ini dinamakan juga pendekatan konstruktivisme. kalau kita melihat sebuah benda yang bisa bergerak cepat. dikaitkan dengan pengalaman dan ingatan masa lalu. Adaptasi kultural / adjusment. maka keadaan ini dinamakan persepsi. Penjelasan mengenai bagaimana manusia mengerti dan menilai lingkungan dapat didasarkan pada 2 cara pendekatan: a. melainkan aktif untuk 11 . suhu). Jadi. aktivitas mengenali obyek atau benda itu sendiri adalah aktivitas mental. Contohnya penggunaan alat pendingin ruangan. individu menjadi sadar akan adanya stimulus ini melalui sel-sel syaraf reseptor (penginderaan) yang peka terhadap bentuk-bentuk energi tertentu (cahaya.

Menurut Herlina. Ia berpendapat bahwa persepsi terjadi secara spontan dan langsung. menilai. adalah pendekatan ekologik. dan sebagainya. Dengan kata lain menurut Gibson. B. bersifat holistik. dalam Sarwono 1992). motivasi adalah semua hal verbal. adalah kekuatan. persepsi adalah kegiatan mengkonstruksikan dari suatu fungsi. Motivasi 1. persepsi. Menurut Wahjosumidjo (1987). tanaga. Jadi. pandangan ini digolongkan juga pada pandangan fungsionalisme. obyek-obyek atau stimulus sendiripun aktif berinteraksi dengan makhluk yang mengindera sehingga akhirnya timbul makna-makna spontan itu. Spontanitas itu terjadi karena organisme selalu menjajaki (eksplorasi) lingkungannya dan dalam penjajakan itu ia melibatkan setiap obyek yang ada di lingkungannya dan setiap obyek menonjolkan sifat-sifatnya yang khas untuk organisme bersangkutan. Adapun kelebihan manusia dari makhluk lainnya adalah ia bisa mengubah kemanfaatan dari suatu stimulus sehingga lebih memenuhi keperluanya sendiri. Karena adanya fungsi aktif dari kesadaran manusia. keadaan yang komplek. fisik atau psikologis yang membuat seseorang melakukan sesuatu dengan respon dan juga merupakan proses psikologis yang mencerminkan interaksi antara sikap. individu tidaklah menciptakan makna-makna dari apa yang diinderakannya karena sesungguhnya makna-makna itu telah terkandung dalam stimulus itu sendiri dan tersedia untuk organisme yang siap menyerapnya. Pendekatan ini dikemukakan oleh Gibson (Fisher et al. kebutuhan. Pengertian Motivasi a. secara konvensionalisme. kesiapsediaan dalam diri individu dalam bergerak 12 . dan keputusan yang terjadi pada diri seseorang. Pendekatan kedua. b. b. memberi makna. Jadi.

Cepat atau lambat. yang merupakan tujuan (tahap III). tingkah laku manusia diarahkan pada tahap ketiga dari siklus motifasional. maka manusia akan memulai kembali siklus motifasionalnya. baik disadari atau pun tidak disadari. Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Menurut Porter dan Miles. 3. Tahap kedua. Drive juga bisa muncul bila ada stimulus dari lingkungan. tingkah laku. merupakan alat untuk mendapatkan makanan dan mengurangi dorongan lapar. Proses Motivasi a. b. Istilah drive sering digunakan saat keadaan motif memiliki dasar biologis atau fisiologis. bila tingkah laku itu berhasil. Dengan perkataan lain. yang ditimbulkan oleh karena adanya Drive. 2. tingkah laku pencarian makanan oleh manusia. Drive dapat muncul bila organisme kekurangan sesuatu atau memiliki kebutuhan. Drive dipandang sebagai pendorong seseorang untuk bertindak. Minum meredakan kebutuhan air dalam tubuh sehingga rasa haus terpuaskan. keadaan yang mendorong. 13 . Kekurangan air pada tubuh menimbulkan kebutuhan dan dorongan (tahap I). Contoh siklus motivasi ini adalah pada rasa haus. memunculkan tingkah laku mencari air minum (tahap II). dan siklus motifasional berhenti. Tahap ketiga. yaitu mencapai tujuan. c. Sebagai contoh rasa lapar mendorong manusia untuk mencari makanan. (motion) ke arah tujuan tertentu. Ciri-ciri pribadi seseorang. maka kebutuhan maupun drive akan berkurang. Tetapi dengan segera kebutuhan akan air timbul kembali. ada 3 faktor utama yang berpengaruh pada motivasi antara lain : a. Tahap pertama. yang biasa disebut drive.

sikapnya pasif dan cenderung tidak berani bertanya karena merasa diri tidak mampu dan kurang bergaul. Kadang anak ini berlarian. Lingkungan kerja. d. b. jawaban spontan. e. Hyperactive/hiperaktif Ciri anak ini tidak bisa duduk diam dikelas. mudah mengalihkan perhatiannya keberbagai objek lain dikelas. Distractibility child Tipe anak ini cenderung cepat bosan. Anak ini berteriak pada saat menjawab. Anak jenis ini langsung berbicara. Tingkat dan jenis pekerjaan. jawabannya tidak sesuai dengan pertanyaan yang diajukan. Distractive behavior Anak ini tipe perusak. serta suka menganggu teman sekelasnya. tanpa menghiraukan pertanyaan guru. Poor self concept Ciri anak ini pendiam. kurang mendukung kemampuan berfikir logis. suka membanting atau melempar. mudah dipengaruhi.b. 14 . meloncat. ingin menunjukan diri sebagai anak yang pandai. c. mudah tersinggung. bahkan berteria-triak. dan sulit memusatkan perhatian pada kegiatan- kegiatan yang berlangsung di kelas. Anak ini sulit dikontrol untuk melaukan aktifitas secara teratur dan tertib. namun jawaban atau reaksinya mencerminkan ketidakmampuanya. Anak ini termasuk anak yang bermasalah (trouble maker) sikap mudah tersinggung dengan tempramen yang tinggi dan suka merusak. 4. sangat perasa atau sensitif. Gangguan Motivasi a. Impulsive Ciri anak ini cepat bereaksi. c. sikapnya agresif kearah negatif.

sulit membaca ekspresi guru dan teman- 15 . Social interception Sikap anak ini seperti “cuek” ia kurang peka terhadap lingkungannya. kalau ditanya biasanya membutuhkan waktu lama untuk menjawabnya. Overrachiever Anak ini memiliki motivasi belajar yang tinggi. Harga diri rendah yang disebabkan karena latar belakang sosial ekonomi orang tua yang rendah. cepat merespon dan sering tidak menerima kritik. Sikapnya agak sombong serta merespon dengan sangat cepat. ketergantungan ini dapat disebabkan oleh sikap ibu yang sangat melindungi anak sehingga saat di sekolahpun harus ditemani oleh ibu. k. Guru diharapkan memberi perhatian yang serius kepada anak yang berprestasi dibawah kemampuan ini. h. Dependency Ciri anak ini tidak dapat tinggal dikelas tanpa ditemani oleh ibunya. Anak ini potensi intelektualnya diatas rata-rata. Meskipun semangat belajarnya sangat rendah. i. sering lupa mengerjakan tugasnya. sehingga malu pergi kesekolah. Slow learner Anak ini acapkali malas. Anak ini tidak bisa menerima kegagalan dirinya.kalaupun dikerja biasanya tidak tuntas dan cara berfikirnya lamban. Underachiever Anak ini tidaklah termasuk anak “bodoh”atau “tolol”. j. Withdrawl Ciri anak ini adalah pemalu dan menganggap dirinya bodoh. sering melipakan PR dan hasil ulangannya selalu rendah. g.f.

16 . yaitu cara memotivasi dengan bujukan atau memberi hadiah agar melakukan sesuatu sesuai harapan yang dimotivasi. temannya. yaitu cara memotivasi dengan menggunakan ancaman hukuman atau kekerasan agar yang dimotivasi dapat melakukan apa yang harus dilakukan. Contoh: seorang komandan akan memberikan hukuman pada anak buahnya apabila tidak disiplin. c. 5. anak ini sering dikucilkan oleh teman- teman sekitarnya. Motivasi dengan identifikasi (motivating by identification or ego-involvement). Contoh: seorang mahasiswa belajar giat karena termotivasi bila belajar dengan baik hingga berprestas. yaitu cara memotivasi dengan menambahkan kesadaran sehingga individu berbuat sesuatu karena adanya keinginan yang timbul dari dalam dirinya sendiri dalam mencapai tujuan. Motivasi dengan kekerasan (motivating by force). yang akan memetik hasilnya adalah diri sendiri. Coping Behaviour Gangguan Motivasi a. b. Oleh karena itu. Motivasi dengan bujukan (motivacing by enticement). Contoh: mahasiswa berprestasi akan mendapat hadiah berupa bebas membayar SPP selama 2 semester.

BAB III PENUTUP A. diantaranya: halusinasi. Stimulus didapat dari proses penginderaan terhadap objek. gangguan somatosensorik pada reaksi konversi. hasrat penggerak dalam diri manusia. motivasi berhubungan dengan faktor psikologi manusia yang mencerminkan antara sikap. derealisasi. Proses kognisi dimulai dari persepsi. Permasalahan atau gangguan persepsi sangat beragam. Kesimpulan 1. Motivasi merupakan keinginan. peristiwa ataupun hubungan-hubungan antar gejala yang selanjutnya diproses oleh otak. gangguan psikologi dan agnosia. kebutuhan.motivasi mempersoalkan bagaimana cara mengarahkan daya dan potensi bawahan. Persepsi adalah proses pemahaman ataupun pemberian makna atas suatu informasi terhadap stimulus. kepuasan yang terjadi pada diri manusia sedangkan daya dorong yang diluar diri seseorang ditimbulkan oleh pimpinan. agar mau bekerjasama secara produktif sehingga dapat mencapai dan 17 . 2. depersonalisasi. ilusi.

com/2014/12/psi kologi-motivasi.blogspot. mewujudkan tujuan perusahaan yang telah ditentukan.html Korneliz. http://parfikh .com/200905/masalah- motivasi-dalam-ilmu-psikologi. Saling memberikan motivasi yang positif harus selalu dipupuk untuk menciptakan semangat dan rasa percaya diri. 3.html Setiawan. B. dan mendukung perilaku manusia supaya mau bekerjasama secara giat sehingga mencapai hasil yang optimal. 2012. http//tugasku4free.html Medical Stuff. 2.com/2009/02/pemahaman- tentang-persepsi. menyalurkan. Pemahaman tentang Persepsi. Persepsi dan motivasi adalah bagian dari perilaku manusia yang masing-masing memiliki karakter atau ciri khas yang berbeda. Saran 1. 2013. Setiap persepsi senantiasa diarahkan pada hal-hal yang positif agar tercipta kerukunan hidup antara satu dengan yang lain. Oleh karena itu perlu dijaga keseimbangan masing DAFTAR PUSTAKA Ibadina. Masalah Motivasi dalam Psikologi.blogspot.blogspot. Agus. Motivasi Psikologi 2014. Parfi. 2009. http://agusetiawan- onpapers.blogspot. 2009. Pentingnya motivasi karena motivasi adalah hal menyebabkan. http://psikologimotivasi.com / 2013/03/gangguan-persepsi_5.html Khadiyanto.blogspot. http://xianide.html 18 . Gangguan Persepsi.com/2012/01/pengertian-persepsi. Gangguan Persepsi. Azkia.

https://tedjho.com/2009/05/masalah -motivasi-dalam-ilmu-psikologi.Tedjo. Persepsi dan Motivasi. Masalah motivasi dalam ilmu psikologi. 2012.wordpress.html West sinjai.blogspot. http://psikologimotivasi. 2009.html 19 .com/2012/04/15/motivasi-dan- persepsi.