You are on page 1of 4

PEMERINTAH KABUPATEN GARUT

DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS SILIWANGI
Jalan Siliwangi No. 13 Garut

KEPUTUSAN
KEPALA UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH (UPTD). PUSKESMAS SILIWANGI
Nomor : …/ ……/…. 2015

TENTANG
PENINGKATAN MUTU DAN KINERJA PUSKESMAS, SASARAN KINERJA UKM,
PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN UPTD PUSKESMAS
SILIWANGI

KEPALA UPTD. PUSKESMAS SILIWANGI

Menimbang : a. bahwa pelayanan klinis UPTD. Puskesmas Siliwangi. dilaksanakan
kebutuhan pasien;
b. sasaran kinerja UKM. Wajib dilakukan analisis kinerja berdasarkan hasil
cakupan yang akan dicapai;
c. sasran kinerja UKM. Ditentukan sesuai dengan kemampuan UPTD.
Puskesmas Siliwangi
d. bahwa pelayanan klinis UPTD. Puskesmas Siliwangi. perlu memperhatikan
mutu dan keselamatan pasien;
e. bahwa untuk menjamin pelayanan klinis dilaksanakan sesuai kebutuhan
pasien, bermutu, dan memperhatikan keselamatan pasien, maka perlu
disusun kebijakan pelayanan klinis di UPTD. Puskesmas Siliwangi
f. bahwa keselamatan pasien dianalisis dan ditindaklanjuti sesuai dengan
kemampuan UPTD. Puskesmas Siliwangi.

Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang
Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063);
2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 tahun 2014,
tentang UPTD. Puskesmas Siliwangi.
3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 46 tahun 2015,
tentang Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama;
4. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1457/MENKES/SK/X/2003 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang
Kesehatan di Kabupaten/Kota;

MEMUTUSKAN
1

NOMOR……. Kedua :Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan diadakan perbaikan/perubahan sebagaimana mestinya. Pengukuran mutu dan kinerja dengan indicator yang jelas 5. sebagaimana tercantum dalam Lampiran merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari surat keputusan ini. PUSKESMAS SILIWANGI dr. TENTANG KEBIJAKAN PELAYANAN KLINIS UPTD UPTD. Peran pimpinan dan seluruh karyawan dalam peningkatan mutu dan kinerja 7. Perbaikan mutu dan kinerja yang berkesinambungan berdasarkan penilaian mutu dan kinerja 6. Perencanaan perbaikan mutu dan kinerja 4. Pelaksanaan rapat tinjauan manajemen 9. Asep Maryaman LAMPIRAN KEPUTUSAN KEPALA UPTD. Pedoman peningkatan mutu dan kinerja 3. Peningkatan mutu dan kinerja Puskesmas: 1. Penanggung jawab manajemen mutu harus ditetapkan dengan kejelasan tugas tanggung jawab dan wewenang 2. PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN UPTD PUSKESMAS ABCD. ABCD. . SASARAN KINERJA UKM. Pemberdayaan pengguna dalam perbaikan mutu dan kinerja 10.H. Kajibanding kinerja 2 . Evaluasi perbaikan kinerja melalui audit internal 8. SILIWANGI A. DITETAPKAN DI PUSKESMAS SILIWANGI PADA TANGGAL JANUARI 2015 KEPALA UPTD. PUSKESMAS ABCD. Kesatu : Kebijakan pelayanan klinis di UPTD. Menetapkan : PENINGKATAN MUTU DAN KINERJA PUSKESMAS. PUSKESMAS ABCD.

Susun tim mutu layanan klinis dan keselamatan pasien dengan kejelasan uraian tugas c. Peningkatan mutu dan keselamatan pasien a. Dibentuk tim mutu dan keselamatan pasien dengan kejelasan tanggung jawab dan uraian tugas. Perbaikan kinerja UKM yang berkesinambungan yang terdokumentasi. C. Adanya komitmen (terdokumentasi) praktisi klinis untuk peningkatan mutu dan keselamatan pasien secara berkelanjutan b. Susun program mutu layanan klinis dan keselamatan pasien d. Lakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program mutu layanan klinis dan keselamatan pasien 2. Sasaran kinerja UKM 1. Peningkatan mutu layanan klinis a. analisis dan tindak lanjut terhadap pencapaian indicator klinis 2) Penilaian terhadap perilaku dalam pemberian pelayanan klinis (sesuai dengan budaya dan tata nilai keselamatan pasien (contoh: kebiasaan cuci tangan. Tetapkan kebijakan mutu layanan klinis dan keselamatan pasien b. Pelaksana dalam perbaikan mutu dan kinerja UKM. budaya tidak saing menyalahkan) 3) Ide-ide perbaikan pelayanan klinis 3 . B. Peran Kepala Penanggung jawab. b. Kajibanding kinerja UKM yang terintegrasi. pengumpulan. Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien. kebiasaan melakukan chek ulang untuk menghindari kekeliruan. Perbaikan kinerja UKM a. Budaya perbaikan kinerja UKM. Pemahaman praktisi klinis thd mutu dan keselamatan pasien (melalui sosialisasi. 1. workshop. d. Peningkatan mutu dan keselamatan pasien a. Pemberdayaan sasaran dalam perbaikan kinerja. Laksanakan program mutu layanan klinis dan keselamatan pasien sesuai rencana e. Kebijakan mutu dan keselamatan pasien: 1) Mewajibkan semua praktisi klinis berperan aktif dalam peningkatan mutu dan keselamatan pasien 2) Penetapan area prioritas dalam peningkatan mutu dan keselamatan pasien 3) Penetapan indicator-indicator mutu dan keselamatan pasien 4) Penetapan standar/panduan pelayanan klinis 5) Penetapan budaya/tata nilai mutu dan keselamatan pasien 6) Diterapkannya manajemen risiko dalam upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien b. Keterlibatan praktisi klinis dalam peningkatan mutu dan keselamatan pasien yang ditunjukkan dalam: 1) Peran aktif dalam penyusunan. pelatihan) c. c. yang anggotanya adalah praktisi klinis 3. e.

tidak terjadinya kesalahaan prosedur klinis. 5) Analisis risiko. asuhan pasien (mulai dari patient assessment dan pelaksanaan asuhan). Indikator meliputi: a) Indikator mutu pada penilaian oleh pasien. dan upaya untuk meminimalkan risiko (dengan metoda Failure mode and effect analysis/FMEA) a) Penyusunan panduan praktik klinis dan SOP klinis b) Monitoring dan penilaian sasaran keselamatan pasien c) Peningkatan mutu dan keselamatan pelayanan laboratorium d) Peningkatan mutu dan keselamatan pelayanan obat e) Peningkatan mutu dan keselamatan pelayanan radiodiagnostik f) Program diklat mutu dan keselamatan pasien. Disusun Perencanaan mutu dan keselamatan pasien berdasar: a) Area prioritas (3H + 1P) b) Hasil monitoring dan pengukuran indicator-indicator mutu dan keselamatan pasien c) Identifikasi Risiko dan Analisis risiko d) Pelaporan dan analisis terjadinya KTD. penggunaan antibiotika. dan tidak terjadinya pasien jatuh.Layanan klinis dilaksanakan berdasarkan standar/panduan pelayanan klinis 7). monitoring dan evaluasi perbaikan mutu dan keselamatan pasien 5). maupun KTD. ………………………………………. b) Indikator keselamatan pasien: tidak terjadinya salah identifikasi pasien. Dilakukan monitoring mutu dan keselamatan pasien melalui penyusunan indicator mutu dan keselamatan pasien (dengan target yang jelas). 4) Penyusunan rencana. KTC. KNC dan KPC d. pelaksanaan. Rencana peningkatan mutu dan keselamatan pasien memuat: 1) montoring dan penilaian kinerja pelayanan klinis 2) Monitoring dan penilaian kinerja dan perilaku sdm klinis 3) Pelaporan insiden keselamatan pasien (KTD. pelayananan penunjang medis. dilakukannya kebiasaan cuci tangan (hand hygine) 6) . dan KNC b) Program-program yang ada pada rencana 7) Monitoring. pengendalian infeksi (tidak terjadi infeksi akibat pemberian pelayanan). KNC. pengumpulan data dan analisis terhadap pencapaian indicator. 4 . tidak terjadinya kesalahan pemberian obat. KTC. evaluasi dan tindak lanjut thd pelaksanaan peningkatan mutu dan keselamatan pasien sesuai dengan yang direncanakan yang dikomunikasikan kepada semua praktisi klinis dan dilaporkan pada pimpinan Kepala UPTD Puskesmas ABCD. g) Penyediaan sumber daya untuk melaksanakan rencana peningkatan mutu dan keselamatan pasien 6) Pelaksanaan peningkatan mutu dan keselamatan pasien: a) Tindak lanjut dari hasil pengukuran indicator dan jika ada permasalahan/complain. KTC. KPC) 4) Implementasi manajemen risiko pada area prioritas:mulai dari identifikasi risiko klinis.