You are on page 1of 16

BAB III

ASUHAN KEPERAWATAN
BRONKOPNEUMONIA PADA AN.R DI RUANG GABRIEL KAMAR 6.1
RUMAH SAKIT CAHYA KAWALUYAN
PADALARANG

A. PENGUMPULAN DATA
1. Data Demografi
a. Identitas pasien:
1) Nama : An. R
2) TTL : Bandung, 19-09-2010
3) Jenis Kelamin : Laki-laki
4) Alamat : Komp. Bukit Permata
5) Agama : Islam
6) Status anak : Kandung
7) Tanggal Masuk : 29 Nov 2014 jam 11: 00
8) Tanggal Pengkajian : 02 Des 2014
9) Diagnosa Medis : Bronkopneumonia

b. Identitas orang tua:

1) Nama ayah : Tn. G
2) Pekerjaan : Swasta
3) Alamat : Komp. Bukit Permata

2. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat kesehatan sekarang/saat ini:
1) Alasan masuk rumah sakit
Orangtua mengatakan sejak hari senin anak panas, sudah diberikan obat
penurun panas namun panas belum juga turun kadang disertai sesak dan batuk.
2) Keluhan utama
Sesak

3) Riwayat kesehatan saat ini
Anak tampak lemas, sesak, terpasang infus ditangan kiri dengan cairan Tridex
27 B: 30 cc/jam, akral hangat.
4) Keluhan tambahan: lemas
5) Obat-obatan yang sudah diberikan: paracetamol
b. Riwayat kesehatan masa lalu: menurut OT klien sering mengalami batuk dan pilek
c. Riwayat imunisasi: lengkap meliputi BCG, DPT I II III, MMR, POLIO I II III dll
d. Riwayat nutrisi/gizi/diet: lunak
e. Riwayat alergi: tidak ada alergi

mobil-mobilan b) Teman bermain: orang tua c) Sarana bermain: robot-robotan. j. Hasil Pemeriksaan Fisik . f. pembuangan air kotor menggunakan riol. pembuangan menggunakan septic tank. Riwayat keadaan lingkungan Anak tinggal didaerah perumahan permanen. Riwayat kesehatan keluarga Gangguan kesehatan pada keluarga yang berhubungan dengan sakitnya anak: menurut OT kakek klien memiliki penyakit menurun yaitu Asma h. Pola aktivitas sehari-hari 1) Bermain a) Permainan yang disukai: robot-robotan. sumber air berasal dari PDAM. sedih. sumber polusi terdekat adalah asap kendaraan. gembira: teriak. mobil-mobilan d) Kebiasaan bermain: tiap saat 2) Pola nutrisi a) Pola makan: 3 kali sehari b) Porsi makan: ¼ mangkuk c) Makanan kesukaaan: Bubur Ayam d) Nafsu makan: berkurang e) Kebiasaan minum: jika haus f) Masalah keperawatan: Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh 3) Pola istirahat dan tidur a) Kebiasaan tidur siang: ± 1. Riwayat tumbuh kembang 1) Hubungan sosial: anak dekat dengan keluarga 2) Motorik kasar: anak mampu berjalan lurus 3) Motorik halus: anak mampu menulis (coret-coret) g. menangis. penyakit yang sedang mewabah dilingkungan tidak ada.2 jam b) Kebiasaan tidur malam: ± 10 jam 4) Pola eliminasi a) Eliminasi urine: lancar Frekuensi BAK: 1-2 kali per 12 jam b) Eliminasi tinja: kurang lancar Kebiasaan BAB: jarang Konsistensi: padat 3. Data psikospiritual 1) Data kognitif: anak takut dengan perawat 2) Pola interaktif: anak belum dapat menjawab pertanyaan dengan baik dan jelas 3) Data emosional: labil 4) Reaksi bila marah. tertawa 5) Konsep diri: anak belum dapat mengenal pribadinya 6) Pertahanan diri: anak selalu mendekat pada ibu 7) Bahasa yang digunakan: bahasa Indonesia dan Sunda 8) Respon keluarga terhadap penyakitnya: cemas 9) Respon anak terhadap penyakitnya: rewel i.

Jantung: HR: 98 x/menit. kuku berwarna merah muda. Tanda Vital : suhu tubuh: 37. septum ditengah. Teratur. palpebral tidak edema. c. membrane tympani utuh. Tidak tampak kelainan seperti scoliosis. tidak dijumpai kelainan. warna kehitaman. ROM terpenuhi. 2) Mata Conjungtivas berwarna merah. RR: 28 x/menit. pembengkakan pada leher. Batuk ada. pernapasan dan abdomen Inspeksi: bentuk toraks simetris. Abdomen bentuknya datar. tampak gerakkan yang seimbang pada saat respirasi. serta ekstermitas bawah. palatoschizis. saliva minimal. V: 5 M: 6) b. lidah berwarna agak keputihan. Pinna fleksible dan terdapat cartilage. terpasang infus ditangan kiri dengan cairan Tridex 27 B: 30 cc/jam. tidak tampak retraksi dada.5 derajat celcius. Irama pernafasan teratur. 7) Thoraks. 5) Leher Tidak dijumpai pembesaran kelenjar tyroid. spina bifida. hernia umbilicus. Tidak tampak kelainan seperti hydrocephalus. reflek cahaya kiri dan kanan positif. 10) Ekstermitas Jumlah jari lengkap sempurna. Tidak dijumpai edema pada ekstermitas atas dan bawah. Tidak tampak kelainan seperti strabismus ataupun nystagmus 3) Hidung Hidung ada sekret. tonus otot sama kuat antara tangan kiri dan kanan. distribusi rambut merata. Ekstermitas simetris. Bising usus ada. 4) Mulut Uvula terdapat pada midline. Pemeriksaan Antropometri: 1) Berat Badan : 13 kg 2) Tinggi badan : 97 cm d. . 6) Telinga Tampak pinna sejajar dengan outer canthus eyes. akral hangat. Keadaan Umum: anak tampak sakit sedang. Auskultasi suara nafas vesicular. Tidak dijumpai stomatitis. Tidak tampak cairan keluar dari telinga. 8) Genitalia Tidak dijumpai kelainan seperti benjolan. lordosis. Kesadaran: composmentis (GCS: E: 4.a. 9) Punggung dan rectum Anus terbuka. sekresi dari breast. kiposis. Pergerakkan minimal (pasien tampak lemas). sesak. sclera tidak iterik. Telinga bersih. labioschitis. pupil sokor. HR: 98 x/menit. Pemeriksaan Sistemik 1) Kepala Rambut tampak bersih. Tidak dijumpai kelainan seperti pigeon chest. lemas.

Data Penunjang: Laboratorium 01 Desember 2014 Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukaan Satuan Haemoglobin 10. sakit kepala. diare e. Nama Obat : Cephaflox a. naunsea.00 10^3/ML Trombosit 392 150 . Respon Keluarga Terhadap Sakit Anaknya Keluarga mengatakan cemas dan khawatir akan sakit yang diserita anaknya. Efek samping : mual-muntah.43 % Leukosit 13 9. hipotensi c. demam. Golongan : analgesic b. ISK. 4.1 g/dl Hematokrit 31 35 . Indikasi : infeksi saluran nafas bawah. kulit dan jaringan lunak. 5. namun parasetamol hanya sedikit memiliki khasiat anti inflamasi. 2. Cara Kerja : parasetamol menghambat produksi prostatglandin (senyawa penyebab inflamasi). Anak mengalami demam dan hal itu kemungkinan karena pola makan yang tidak bersih. Kulit hangat. nyeri.34. obat berdifusi kedalam jaringan dan cairan tubuh. Golongan : antibiotik b. Dalam tubuh efek analgetik dari paracetamol diperantarai oleh aktivitas tak langsung reseptor cannabinoid.7-13.450 10^3/ML SGOT 21 < 38.4 ML SGPT 7 < 41 M/L CRP 9. Parasetamol mampu mengurangi teroksidasi enzim siklooksigenase. Didalam otak dan sum- . Nama Obat : Sanmol 3 x 1½ cth a. Tidak dijumpai sianosis pada ekstermitas. turgor kulit tidak dijumpai tanda-tanda dehidrasi. Kontraindikasi : hipersensitif d. Cara kerja : sefalosporin ke tiga dengan spectrum aktivitas anti bakteri yang luas dan masa kerja panjang. anoreksia. tulang. sehingga menghambatnya untuk membentuk senyawa penyebab inflamasi . Indikasi : terapi jangka pendek.04 <5 Mg/l TERAPI 1.7 10. meningitis c.40 . abdomen. paracetamol juga bekerja pada pengatur suhu tubuh otak.

komponen yang dikenal sebagai zat endogenous cababinoid. Lidah berwarna agak keputihan. Kontraindikasi : tungkak peptik c. Terpasang infus ditangan kiri dengan cairan Tridex masa lalu: menurut OT 27 B: 30 cc/jam. Indikasi : mencairakan dan memudahkan pengeluaran dahak pada penderita bronchitis.5 derajat celcius menurun yaitu Asma 13. Tampak lemas 4. Tampak Sesak 1. Kontraindikasi : pada penderita kerusakkan hati dan alergi terhadap paracetamol e.5 derajat celcius. Suhu tubuh: 37. 3. batuk dan pilek 5. memiliki penyakit 12. RR: 28 x/menit. CRP 9. PENGELOMPOKKAN DATA Data Objektif Data Subjektif 1. Nama Obat : 3 x 1 cth Rhinatiol a. HR: OT kakek klien 98 x/menit. Tanda Vital : suhu tubuh: 37. sum tulang belakang. Pergerakkan minimal (pasien tampak lemas). Interaksi obat : mengandung paracetamol yang bekerja sebagai antipiretika pada pusat pengaturan suhu di otak dan analgetika dengan meningkatkan ambang rasa sakit. Riwayat kesehatan 2. akral hangat. Gangguan kesehatan 6. paracetamol mengalami reaksi deasentilasi dengan asam arachidonoylfenolamin. pneumoconiosis.04 Mg/l 8. Efek samping : penggunaan dosis tinggi menyebabkan kerusakkan hati f. RR: 28 x/menit. d. Hidung ada secret 2. emfisema. 3. Komposisi : Carbocisteine Diit : lunak Infus: Tridex 27 B: 30 cc/jam B. Orangtua mengatakan sejak hari senin anak . Efek samping : gejala tidak nyaman pada GI d. 11. Gizi/diet: lunak berhubungan dengan 9. Porsi makan: ¼ mangkuk sakitnya anak: menurut 10. Batuk ada pada keluarga yang 7. klien sering mengalami 3. bronkiektaksis b.

akral antibody yang dihasilkan IGE hangat. Terpasang infus ditangan tidak efektif kiri dengan cairan Tridex reaksi antigen-antibody 27 B: 30 cc/jam. RR: 28 x/menit. 1. Batuk ada ikatan antigen-antibody 7. Gangguan kesehatan pembentukkan membrane mukosa pada keluarga yang peningkatan pembentukkan mucus berhubungan dengan sakitnya anak: menurut Bersihan jalan napas tidak efektif OT kakek klien memiliki penyakit menurun yaitu . menyerang sel mast dalam paru 3. CRP 9. ANALISA DATA Data Etiologi Masalah Keperawatan DO: faktor penyebab: jamur. sudah diberikan obat penurun panas namun panas belum juga turun kadang disertai sesak dan batuk 4. gizi buruk Bersihan jalan napas 2. Hidung ada secret 6.04 Mg/l pelepasan mediator kimia DS: prostaglandin 1. Tampak lemas 4. virus. panas. OT mengatakan Nafsu makan: berkurang i. umur. Tampak Sesak genetic. Riwayat kesehatan masa lalu: menurut OT klien kontraksi dibronkus sering mengalami batuk bronkospasme dan pilek 2. C. pemajanan ulang terhadap antigen 5.

RR: 28 x/menit. Lidah berwarna agak pelepasan mediator kimia prostaglandin keputihan. virus. umur. Suhu tubuh: 37. virus. Nutrisi kurang dari 1. akral hangat antibody yang dihasilkan IGE . umur.5 derajat ikatan antigen-antibody celcius 7. gizi buruk kiri dengan cairan Tridex reaksi antigen-antibody 27 B: 30 cc/jam. Tampak lemas kebutuhan tubuh genetic. Gizi/diet: lunak 4. 6. Tampak Sesak faktor penyebab: jamur. gizi buruk 2. Terpasang infus ditangan genetic. sudah diberikan obat penurun panas namun panas belum juga turun kadang disertai sesak dan batuk DO: faktor penyebab: jamur. Orangtua mengatakan sejak hari senin anak panas. Asma 3. kontraksi dibronkus DS: OT mengatakan Nafsu makan: berkurang bronkospasme pembentukkan membrane mukosa peningkatan pembentukkan mucus Bersihan jalan napas tidak efektif Nafsu makan menurun Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh DO: Intoleransi aktivitas 1. Porsi makan: ¼ menyerang sel mast dalam paru mangkuk pemajanan ulang terhadap antigen 5. Terpasang infus ditangan kiri dengan cairan Tridex reaksi antigen-antibody 27 B: 30 cc/jam antibody yang dihasilkan IGE 3. 2.

3. HR: ikatan antigen-antibody 98 x/menit. prostaglandin DS: kontraksi dibronkus 1. sudah diberikan ketidakseimbangan ventilasi obat penurun panas namun panas belum juga penurunan O2 turun kadang disertai metabolisme anaerob sesak dan batuk. pemajanan ulang terhadap antigen 4. Menurut OT klien sering peningkatan asam laktat intoleransi aktivitas mengalami batuk dan pilek . RR: 28 pelepasan mediator kimia x/menit.5 derajat celcius. Tanda Vital : suhu tubuh: 37. Pergerakkan minimal menyerang sel mast dalam paru (pasien tampak lemas). 2. Orangtua mengatakan bronkospasme sejak hari senin anak bronkus menyempit dan menyumbat panas.

Tampak Sesak bunyi napas adanya bunyi napas nyaman buat klien. Batuk paling berhubungan dengan sakitnya anak: efektif pada posisi duduk . beberapa derajat dan dapat d) Observasi karakteristik 3. tetapi pilek inhalasi atau nebulizer b.d. DIAGNOSA DAN INTERVENSI KEPERAWATAN No. 2. Hidung ada secret untuk atau selama stress. batuk. Terpasang infus ditangan kiri dengan bersih dan jelas adventisius misalnya posisi semi cairan Tridex 27 B: 30 cc/jam. Pernapasan untuk memperbaiki 6. CRP 9. Bersihan jalan napas tidak efektif b. akral  Klien dapat b) Takipnea biasanya ada pada melakukan fowler hangat. D. Batuk ada mengeluarkan dapat melambat dan frekuensi 7.04 Mg/l keefektifan upaya secret ekspirasi memanjang batuk e) Berikan air hangat dibanding inspirasi Hasil : c) Posisi semi fowler akan DS: sesuai toleransi jantung a. Tujuan : a) Auskultasi bunyi napas a) Bersihan jalan napas yang peningkatan produksi sputum  Jalan napas b) Kaji / pantau frekuensi tidak efektif dapat efektif dengan pernapasan dimanifestasikan dengan DO: c) Berikan posisi yang 1. Tampak lemas batuk efektif ditemukan pada penerimaan 4. Diagnosa Keperawatan Tujuan Intervensi Rasional 1. Gangguan kesehatan pada keluarga yang bunyi napas tidak efektif. RR: 28 x/menit. bantu tindakan 5. Riwayat kesehatan masa lalu: menurut  Mempertahanka f) Memberikan obat mempermudah pasien OT klien sering mengalami batuk dan n jalan napas bronchodilator secara bernapas paten dengan d) Batuk dapat menetap.

Orangtua mengatakan sejak hari senin perilaku untuk kekentalan sekret dan anak panas. Terpasang infus ditangan kiri dengan Hasil : c) Berikan makan porsi meningkatkan masukan cairan Tridex 27 B: 30 cc/jam  Menunjukkan kecil dan sering meskipun nafsu makan 3. Gizi/diet: lunak d) Jelaskan kepada klien 4. nafsu makan metabolisme tubuh menambah / menghabiskan DS: OT mengatakan Nafsu makan: makanan berkurang 3. RR: 28 x/menit. Porsi makan: ¼ mangkuk adanya mungkin lambat untuk 5.d. insufisiensi O2 Tujuan : a) Evaluasi respon klien a) Menetapkan kemampuan klien untuk aktivitas hidup sehari-hari  Peningkatan terhadap aktivitas dan memudahkan pilihan DO: toleransi b) Berikan lingkungan intervensi 1. Nutrisi kurang dari kebutuhan b. menurut OT kakek klien memiliki bersih tinggi penyakit menurun yaitu Asma  Menunjukkan e) Hidrasi menurunkan c. Terpasang infus ditangan kiri dengan . Suhu tubuh: 37. Lidah berwarna agak keputihan.5 derajat celcius pentingnya nutrisis bagi d) Memotivasi klien untuk 7. Tampak Sesak terhadap yang tenang dan batasi b) Menurunkan stres dan 2. sudah diberikan obat memperbaiki mmprmudah pengeluaran f) Memudahkan pengeluran penurun panas namun panas belum juga bersihan jalan sekret turun kadang disertai sesak dan batuk napas 2. rasa peningkatan kebutuhan metabolik sekunder  Meningkatan untuk sputum dan bau dari lingkungan klien nafsu makan b) Membantu dalam menentukan dan anoreksia buang sesering DO:  Mempertahankan respon untuk makan mungkin 1. Intoleransi aktivitas b. Tampak lemas BB c) Tindakan ini dapat b) Auskultasi bising usus 2.d. dan keluarga tentang peningkatan kembali 6. Tujuan : a) Berikan wadah tertutup a) Menghilangkan bahaya.

RR: 28 x/menit. sudah diberikan obat diperlukan penurun panas namun panas belum juga turun kadang disertai sesak dan batuk. akral aktivitas pengunjung selama fase rangsangan berlebihan hangat Hasil : akut meningkatkan stres 3. HR: 98 x/menit. terhadap d) Meminimalkan kelelahan dan perlunya keseimbangan aktivitas membantu keseimbangan aktivitas dan istirahat DS: d) Bantu aktivitas suplai dan kebutuhan O2 1. Tanda Vital : suhu tubuh: 37. Pergerakkan minimal (pasien tampak c) Jelaskan pentingnya c) Tirah baring dipertahankan  Menunjukkan lemas). Orangtua mengatakan sejak hari senin perawatan diri yang anak panas. istirahat dalam rencana untuk menurunkan kebutuhan 4. 2. cairan Tridex 27 B: 30 cc/jam. Menurut OT klien sering mengalami batuk dan pilek .5 derajat toleransi pengobatan dan metabolik celcius.

DK Evaluasi TTD 26 Nov 2014 I S : Riwayat kesehatan masa lalu: Lili .5 derajat celcius dilanjutkan 09. III Lili urine rutin 13. IMPLEMENTASI Tanggal dan No. Repon: OT mengatakan anak tidak nafsu makan dilanjutkan pemberian nebulizer 08. EVALUASI KEPERAWATAN Tanggal No. II. F. II. III Lili fisik secara head o toe Melakukan pengkajian BB 10.DK Implementasi TTD Jam 02 Des 2014 08.15 II Lili secara menyeluruh) dan pemeriksaan 10.25 I.II. II Lili Mengobservasi makan siang klien habis ¼ porsi Memberikan obat oral pada klien: rhinatiol 1 cth. Menghitung input output klien G.30 I.00 I. II.00 I 27 B 30 cc/jam Lili Mengambil urine guna pemeriksaan 12.40 I Lili Memberikan resusitasi cairan Tridex 12.00 I. Hasil: suhu tubuh: 37.00 II Melakukan observasi makan klien. III Lili Melakukan observasi tanda-tanda vital pada An R. III memberikan obat oral pada klien Lili rhinatiol 1 cth dan antibiotik Melakukan pengkajian (anamneses 10.15 I. Lili habis ¼ porsi.

Tampak lemas 2. .04 Mg/l A: masalah belum teratasi P: Intervensi dilanjutkan S : OT mengatakan Nafsu makan: berkurang O: 1. Menurut OT kakek klien memiliki penyakit menurun yaitu Asma Orangtua mengatakan sejak hari senin anak panas. Batuk ada Lili 7. Lidah berwarna agak keputihan. CRP 9. 5. sudah diberikan obat penurun panas namun panas belum juga turun kadang disertai sesak dan batuk O: 1. RR: 28 x/menit. Gizi/diet: lunak 4. menurut OT klien sering mengalami batuk dan pilek. Porsi makan: ¼ mangkuk 5. Tampak Sesak 2. Terpasang infus ditangan kiri dengan cairan Tridex 27 B: 30 cc/jam. RR: 28 x/menit. Terpasang infus ditangan kiri dengan III cairan Tridex 27 B: 30 cc/jam Lili 3. A: masalah belum teratasi P: Intervensi dilanjutkan S : Orangtua mengatakan sejak hari senin anak panas. Tampak lemas 4. 3.5 derajat celcius 7. Suhu tubuh: 37. akral hangat. 6. Hidung ada secret II 6. sudah diberikan obat penurun panas namun panas belum juga turun kadang disertai sesak dan batuk.

Diagnosa Keperawatan: Bersihan jalan napas tidak efektif b. menunjukkan perilaku untuk memperbaiki bersihan jalan napas. klien dapat melakukan batuk efektif untuk mengeluarkan secret dengan kriteria hasil: Mempertahankan jalan napas paten dengan bunyi napas bersih. Tampak Sesak 2. peningkatan produksi sputum 4. Data Pendukung: DO: a. 4. . maka jalan napas efektif dengan bunyi napas bersih dan jelas. Nama Tindakan Keperawatan: memberikan nebulizer 2. Pergerakkan minimal (pasien tampak lemas). Tampak Sesak b. RR: 28 x/menit. 3. Terpasang infus ditangan kiri dengan cairan Tridex 27 B: 30 cc/jam. O: 1. RR: 28 x/menit A: masalah belum teratasi P: Intervensi dilanjutkan ANALISA TINDAKAN 1. Tampak lemas d.d. Tanda Vital : suhu tubuh: 37. c. Terpasang infus ditangan kiri dengan cairan Tridex 27 B: 30 cc/jam. akral hangat 3.5 derajat celcius. akral hangat. HR: 98 x/menit. Tujuan : setelah diberikan asuhan keperawatan 3 x 24 jam.

Hidung ada secret f. Batuk ada g. Memberikan obat bronchodilator melambat dan frekuensi ekspirasi secara inhalasi atau nebulizer memanjang dibanding inspirasi 3. Batuk dapat menetap. Hidung ada secret. Tampak lemas. Observasi karakteristik batuk. Evaluasi: S : Orangtua mengatakan sejak hari senin anak panas. Berikan air hangat sesuai toleransi ditemukan pada penerimaan atau jantung selama stress. Posisi semi fowler akan mempermudah pasien bernapas 4. Pernapasan dapat 6. Intervensi Dan Rasional: Intervensi Rasional 1. tetapi tidak efektif. misalnya posisi semi fowler 4. Bersihan jalan napas yang tidak 2. RR: 28 x/menit. Memudahkan pengeluran sekret 6. sudah diberikan obat penurun panas namun panas belum juga turun kadang disertai sesak dan batuk 5. Gangguan kesehatan pada keluarga yang berhubungan dengan sakitnya anak: menurut OT kakek klien memiliki penyakit menurun yaitu Asma c. Terpasang infus ditangan kiri dengan cairan Tridex 27 B: 30 cc/jam. Riwayat kesehatan masa lalu: menurut OT klien sering mengalami batuk dan pilek b. Implementasi: memberikan obat melalui nebulizer 7. Kaji / pantau frekuensi pernapasan efektif dapat dimanifestasikan 3. bantu adventisius 2. Takipnea biasanya ada pada tindakan untuk memperbaiki beberapa derajat dan dapat keefektifan upaya batuk 5. Batuk ada. sudah diberikan obat penurun panas namun panas belum juga turun kadang disertai sesak dan batuk O : Tampak Sesak. CRP 9. Auskultasi bunyi napas 1.04 Mg/l DS: a. Hidrasi menurunkan kekentalan sekret dan mmprmudah pengeluaran 6. Batuk paling efektif pada posisi duduk tinggi 5.e. . Orangtua mengatakan sejak hari senin anak panas. akral hangat. Berikan posisi yang nyaman buat dengan adanya bunyi napas klien.

Bila tidak dilakukan nebulizer akan menimbulkan hal-hal sebagai berikut: saat terjadi bronkospasme maka bronkus menyempit dan tersumbat. batuk dan sesak nafas. A: masalah belum teratasi P: Intervensi dilanjutkan 8. produksi mucus yang berlebihan. . Dampak Bila Tidak Dilakukan: Terapi nebulizer digunakan untuk memberikan medikasi secara langsung pada saluran nafas untuk mengobati bronkospasme akut. Udara pernafasan terperangkap dalam paru sehingga terjadi ketidakseimbangan ventilasi yang berujung hipoksemia. epiglottis.