You are on page 1of 11

BAB II PEMBAHASAN

BIMBINGAN DAN KONSELING

A. Pengertian Bimbingan dan Konseling
Bimbingan & Konseling, Bimbingan ialah suatu Proses memberi bantuan
(process of helping) terhadap individu agar bisa menerima & memahami diri &
lingkungan sekitarnya, mengarahkan diri, & menyesuaikan diri secara positif &
konstruktif terhadap tuntutan norma-norma kehidupan (budaya & agama) sehingga dapat
mencapai kehidupan yang bermakna (bahagia, baik secara personal maupun sosial).
Konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antarab dua orang
dalam mana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuan-kemampuan khusus
yang dimilikinya, menyediakan situasi belajar

Bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik
secara perorangan maupun kelompok agar mandiri dan bisa berkembang secara optimal,
dalam bimbingan pribadi, sosial, belajar maupun karier melalui berbagai jenis layanan
dan kegiatan pendukung berdaarkan norma-norma yang berlaku (SK Mendikbud No.
025/D/1995)

Bimbingan dan konseling merupakan upaya proaktif dan sistematik dalam
memfasilitasi individu mencapai tingkat perkembangan yang optimal, pengembangan
perilaku yang efektif, pengembangan lingkungan, dan peningkatan fungsi atau manfaat
individu dalam lingkungannya. Semua perubahan perilaku tersebut merupakan proses
perkembangan individu, yakni proses interaksi antara individu dengan lingkungan
melalui interaksi yang sehat dan produktif. Bimbingan dan konseling memegang tugas
dan tanggung jawab yang penting untuk mengembangkan lingkungan, membangun
interaksi dinamis antara individu dengan lingkungan, membelajarkan individu untuk
mengembangkan, merubah dan memperbaiki perilaku.

Bimbingan dan konseling bukanlah kegiatan pembelajaran dalam konteks adegan
mengajar yang layaknya dilakukan guru sebagai pembelajaran bidang studi, melainkan
layanan ahli dalam konteks memandirikan peserta didik. (Naskah Akademik ABKIN,

B. termasuk konselor. sosial. ekspektasi kinerja. besarnya kebutuhan peserta didik akan pengarahan diri dalam memilih dan mengambil keputusan. tutor. undang-undang atau ketentuan dari atas. serta perbaikan tata kerja baik dalam aspek ketenagaan maupun manajemen. Layanan bimbingan dan konseling diharapkan membantu peserta didik dalam pengenalan diri. 20/2003. Layanan bimbingan dan konseling tidak terbatas pada peserta didik tertentu atau yang perlu ‘dipanggil’ saja”. Dasar pertimbangan atau pemikiran tentang penyelenggaraan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. fasilitator dan instruktur (UU No. pasal 1 ayat 6). memiliki konteks tugas. dosen. dan setting layanan spesifik yang mengandung keunikan dan perbedaan. perlunya aturan yang memayungi layanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah. widyaiswara. emosi. tidak hanya untuk peserta didik yang bermasalah tetapi untuk seluruh peserta didik. Dalam konteks tersebut. Tujuan dan Fungsi Bimbingan Konseling . pengenalan lingkungan dan pengambilan keputusan. namun yang lebih penting adalah menyangkut upaya memfasilitasi peserta didik agar mampu mengembangkan potensi dirinya atau mencapai tugas-tugas perkembangannya secara optimal (menyangkut aspek fisik. pamong belajar. Merujuk pada UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. serta memberikan arahan terhadap perkembangan peserta didik. hasil studi lapangan (2007) menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling di Sekolah/Madrasah sangat dibutuhkan. intelektual.” Keberadaan konselor dalam sistem pendidikan nasional dinyatakan sebagai salah satu kualifikasi pendidik.Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. dan moral-spiritual). sejajar dengan kualifikasi guru. melainkan untuk seluruh peserta didik. Pengakuan secara eksplisit dan kesejajaran posisi antara tenaga pendidik satu dengan yang lainnya tidak menghilangkan arti bahwa setiap tenaga pendidik. bukan semata-mata terletak pada ada atau tidak adanya landasan hukum. sebutan untuk guru pembimbing dimantapkan menjadi ’Konselor. 2007). karena banyaknya masalah peserta didik di Sekolah/Madrasah.

perkembangan karir serta kehidupan-nya di masa yang akan datang. 3. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya. Mengenal dan memahami potensi. Menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya. 2. masyarakat. Mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya. Mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal. 6. 7. kekuatan. 3. Mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana pencapaian tujuan tersebut 4. Merencanakan kegiatan penyelesaian studi. 2. kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat. 5. maupun lingkungan kerja. Mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi. penyesuaian dengan lingkungan pendidikan. dan tugas-tugas perkembangannya. Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. mereka harus mendapatkan kesempatan untuk : 1. Memahami dan mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri. 4. .Tujuan layanan bimbingan ialah agar siswa dapat : 1. Mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimiliki peserta didik secara optimal. lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya.

Berdasarkan pemahaman ini. Fungsi Perbaikan (Penyembuhan). informasi. baik menyangkut aspek pribadi. home room. yaitu fungsi bimbingan yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi- fungsi lainnya. yang memfasilitasi perkembangan siswa. belajar. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling. 5.Fungsi Bimbingan dan Konseling 1. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah layanan informasi. yaitu fungsi bimbingan yang membantu peserta didik (siswa) agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada siswa yang telah mengalami masalah. Melalui fungsi ini. dan norma agama). dan bimbingan kelompok. Fungsi Penyaluran. konselor memberikan bimbingan kepada siswa tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. dan pergaulan bebas (free sex). dan remedial teaching. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah layanan orientasi. dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. maupun karir. yaitu fungsi bimbingan dalam membantu siswa memilih kegiatan . yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya. 2. 3. tutorial. Fungsi Pemahaman. diantaranya : bahayanya minuman keras. merokok. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu siswa mencapai tugas-tugas perkembangannya. 4. Fungsi Pengembangan. sosial. penyalahgunaan obat-obatan. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para siswa dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan. diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming). Fungsi Preventif. pekerjaan. drop out. supaya tidak dialami oleh peserta didik. yaitu fungsi bimbingan yang bersifat kuratif. siswa diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. dan karyawisata.

dan kebutuhan siswa (siswa). dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan. dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat. ekstrakurikuler. 6. jurusan atau program studi. Keterlaksanaan dan keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling sangat ditentukan oleh diwujudkannya asas-asas berikut. 7. yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan. kemampuan. konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan. maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan siswa. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan peserta didik (konseli) mengikuti/menjalani layanan/kegiatan yang diperlukan baginya. pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan siswa secara tepat. 3. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran layanan/kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura- . yaitu asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakanya segenap data dan keterangan tentang peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran layanan. minat. memilih metode dan proses pembelajaran. Fungsi Penyesuaian. konselor. Asas kesukarelaan. Fungsi Adaptasi. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan tersebut. bakat. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai siswa. yaitu fungsi bimbingan dalam membantu siswa (siswa) agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif. Asas keterbukaan. Dalam melaksanakan fungsi ini. Asas Kerahasiaan. kepala Sekolah/Madrasah dan staf. 1. baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah. keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. 2. yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin.

yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar objek sasaran layanan bimbingan dan konseling ialah permasalahan peserta didik (konseli) dalam kondisinya sekarang. . Dalam hal ini guru pembimbing perlu mendorong peserta didik untuk aktif dalam setiap layanan/kegiatan bimbingan dan konseling yang diperuntukan baginya. Layanan yang berkenaan dengan “masa depan atau kondisi masa lampau pun” dilihat dampak dan/atau kaitannya dengan kondisi yang ada dan apa yang diperbuat sekarang. baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. Asas kemandirian. Asas kegiatan. Keterbukaan ini amat terkait pada terselenggaranya asas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan pada diri peserta didik yang menjadi sasaran layanan/kegiatan. 7. 4. tidak monoton. Guru pembimbing hendaknya mampu mengarahkan segenap layanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakannya bagi berkembangnya kemandirian peserta didik. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran layanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan layanan/kegiatan bimbingan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar isi layanan terhadap sasaran layanan (konseli) yang sama kehendaknya selalu bergerak maju. yakni: peserta didik (konseli) sebagai sasaran layanan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi siswa-siswa yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya. Asas Kekinian. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban mengembangkan keterbukaan peserta didik (konseli). guru pembimbing terlebih dahuu harus bersikap terbuka dan tidak berpura-pura. 5. dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu. Asas Kedinamisan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling. mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri. Agar peserta didik dapat terbuka. mampu mengambil keputusan. pura. 6.

yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar berbagai layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling. dan mengamalkan nilai dan norma tersebut. Asas Alih Tangan Kasus. Asas Keahlian. 9. Bukanlah layanan atau kegiatan bimbingan dan konseling yang dapat dipertanggungjawabkan apabila isi dan pelaksanaannya tidak berdasarkan nilai dan norma yang dimaksudkan itu. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan peserta didik (konseli) mengalihtangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli. dan kebiasaan yang berlaku. Asas Keterpaduan. menghayati. adat istiadat. Asas Keharmonisan. layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling justru harus dapat meningkatkan kemampuan peserta didik (konseli) memahami. ilmu pengetahuan. saling menunjang. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselenggarakan atas dasar kaidah-kaidah profesional. baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain. Lebih jauh. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar segenap layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada dan tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma yang ada. hukum dan peraturan. yaitu nilai dan norma agama. 10. Dalam hal ini. Keprofesionalan guru pembimbing harus terwujud baik dalam penyelenggaraan jenis- jenis layanan dan kegiatan dan konseling maupun dalam penegakan kode etik bimbingan dan konseling. dan terpadu. Untuk ini kerja sama antara guru pembimbing dan pihak-pihak yang berperan dalam penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling perlu terus dikembangkan. para pelaksana layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling hendaklah tenaga yang benar-benar ahli dalam bidang bimbingan dan konseling. 11. Guru pembimbing . Koordinasi segenap layanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.8. harmonis.

bakat. dan demikian pula guru pembimbing dapat mengalihtangankan kasus kepada guru mata pelajaran/praktik dan lain-lain. Layanan pembelajaran Yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik (klien) mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik dalam menguasai meteri pelajaran . Layanan Orientasi Yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik (klien) memahami lingkungan (seperti sekolah) yang baru dimasuki peserta didik. minat erta kondisi pribadinya. Layanan Informasi Yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik (klien) menerima dan memahami berbagai informasi (seperti informasi pendidikan dan jabatan) yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dan pengambilan keputusan untuk kepentingan peserta didik (klien). Layanan Penempatan dan penyaluran Yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik (klien) memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat (misalnya penempatan dan penyaluran di dalam kelas. kelompok belajar. 3. C. atau ahli lain . dapat menerima alih tangan kasus dari orang tua. kegiatan ektrakulikuler) sesuai dengan potensi. magang. 4. untuk mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik di lingkungan yang baru itu. program latihan. jurusan/program studi. Macam-macam layanan bimbingan dan konseling 1. guru-guru lain. 2.

masalah yang dibahas itu adalah maalah-masalah pribadi yang dialami oleh masing-masing anggota kelompok. 6. baik sebagai individu maupun sebagai pelajar. Jenis. 5. yang cocok dengan kecepatan dan kemampuan dirinya.jenis Bimbingan 1. Bimbingan Studi . Layanan Bimbingan Kelompok Yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik (klien) secara bersama-sama melalui dinamika kelompok memperoleh berbagai bahan dari nara sumber tertentu (teruama dari guru pembimbing) dan/atau membahas secara bersama-ama pokok bahasan (topik) tertentu yang berguna untuk menunjanguntuk pemahaman dan kehidupannya mereka sehari-hari dan/atau untuk pengembangan kemampuan sosial. D. serta untuk pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan/atau tindakan tertentu. Layanan Konseling Kelompok Yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik (klien) memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan yang dialaminya melalui dinamika kelompok. 7. Layanan Konseling Individual Yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik (klien) mendapatkan layanan langsung tatap muka (secara perorangan) dengan guru pembimbing dalam rangka pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi yang dideritanya. serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya.

memecahkan persoalan kerja. rekreasi. penyaluran. dan penyesuaian . Tujuan bimbingan konseling adalah membantu peserta didik memecahkan masalahnya baik pribadi. memilih kelompok social. 3. Bimbinga Karir Bimbingan karir adalah usaha bantuan kepada siswa agar siswa dapat membuat pilihan jabatan-kerja. dan kegiatan rekreatif yang bernilai guna. mengadakan penyesuaian pribadi dan social. baik secara perorangan maupun kelompok agar mandiri dan bisa berkembang secara optimal. dan mengadakan penesuaian yang baik dalam lapangan kerja yang dipilihnya. serta berupaya sendiri dalam memecahkan masalah pribadi. maupun social 3. mengadakan penyesuaian. dan memecahkan masalah pendidikan dan pengajaran/ belajar yang dihadapinya. Bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik. 2. memilih jenis-jenis kegiatan social. pemahaman. Fungsi bimbingan konseling adalah sebagai fungsi preventif. pengembangan. prbaikan. Bimbingan studi adalah seperangkat usaha bantuan kepada siswa agar dapat membuat pilihan. 2. dan sosial. BAB III PENUTUP Kesimpulan 1. adaptasi. Bimbingan Pribadi dan Sosial Bimbingan pribadi dan sosial adalah bantuan kepada siswa agar siswa dapat menghadapi sendiri masalah pribadi dan social yang dialaminya. mengambil keputusan.

http://panduanguru. Pengertian-Bimbingan-dan-Konseling.Andi. Anonim. pribadi dan social serta bimbingan karir DAFTAR PUSTAKA Anonim. Macam layanan adalah Layanan Orientasi. keterpaduan. http://belajarpsikologi. konseling kelompok 6. Asas bimbingan konseling meliputi kerahasiaan.16 Februari 2014. Jenis bimbingan konseling adalh bimbingan studi. Mappiare. pembelajaran.informasi.Jakarta:Bumi Aksara .2013.Bimbingan Konseling Islami.2013. keharmonisan.2009.Elfi dkk. kemandirian.Pengertian-Bimbingan-dan-Konseling-BK. kesukarelaan. layanan.com. 16 Februari 2014.com. kegiatan. 4. keterbukaan. alih tangan kasus. kedinamisan.1984. keahlian 5. konseling individual. penempatan.Pengantar Bimbingan dan Konseling di Sekolah. bimbingan kelompok. kekinian.Surabaya:Usaha Nasional Mu’awwanah.