You are on page 1of 17

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Asdak dan Salim (2006) menyatakan bahwa Air merupakan kebutuhan
pokok bagi makhluk hidup, Untuk menjamin keberlangsungan kehidupan di bumi,
makhluk hidup baik manusia, hewan dan tumbuhan mutlak membutuhkan air
sebagai kebutuhan primernya. Tidak ada kehidupan makhluk yang tidak terkait
langsung atau tidak langsung dengan sumberdaya air. Tanpa air, mikroorganisme
yang mendekomposisi bahan organik tidak akan pernah ada, demikian pula tidak
akan pernah ada siklus materi dan energi, dengan demikian tanpa air tidak akan
pernah ada kompleksitas ekosistem. Sehingga dapat dipastikan bahwa jika tidak
ada air, maka kehidupan diatas permukaan bumi ini akan terancam kepunahan.

Dewasa ini ketersediaan air menjadi permasalahan, Dewan Air Dunia
(WWC) menyebutkan bahwa 20 tahun mendatang jumlah penduduk dunia akan
meningkat dengan pertambahan penduduk sebesar 1,2 miliar jiwa, sedangkan
persediaan air diprediksikan justru akan menurun hingga sepertiga dari sekarang.
Artinya, dengan jumlah penduduk dunia yang semakin bertambah, mungkin
hanya akan dapat menikmati 30% suplai air dari yang dapat mereka nikmati
sekarang (Rusdiana dan Ghufrona, 2011).

Keterangan tersebut dilengkapi dengan penelitian Waryono (2003), yang
mengungkapkan bahwa hampir semua sungai di Jawa (diantaranya Sungai
Ciujung, Ciliwung, Cimanuk, Citanduy, Serayu, Progo, Bengawan Solo, dan
Brantas) kering pada musim kemarau. Namun sebaliknya pada musim penghujan
terjadi kelebihan air yang mengalir, bahkan banjir melebihi kemampuan sungai
dalam menampung aliran, khususnya di muara-muara sungai.

Penelusuran terhadap peran fungsi kawasan resapan menjadi sangat
strategis untuk diungkap dan diteliti lebih jauh dalam kaitannya dengan
pengelolaan sumber daya air secara terpadu dan berkelanjutan. Sehingga perlu

1

Tujuan Praktikum 1. Salah satu upaya konservasi air adalah dengan mengoptimalkan infiltrasi air hujan ke dalam tanah (Waryono. 2003). Untuk menghitung volume infiltrasi total selama waktu (t) tertentu. Salah satu upaya untuk melakukan konservasi air adalah. Infiltrasi dapat diartikan sebagai proses aliran air (umumnya berasal dari curah hujan) masuk kedalam tanah. Unuk menetapkan persamaan penduga dan membuat kurva infiltrasi model horton. Laju maksimal gerakan air masuk kedalam tanah dinamakan kapasitas infiltrasi. 3. Perkolasi merupakan proses kelanjutan aliran air yang berasal dari infiltrasi ke tanah yang lebih dalam. Untuk menentukan nilai parameter infiltrasi : fo. banyak dijumpai banyak pemborosan air yang dilakukan oleh petani yang tidak menyadari bahwa perbuatan mereka akan berdampak pada menurunnya persediaan air di masa depan (Waryono. dan K 2. B. fc. Sebaliknya apabila intensitas hujan lebih kecil dari pada kapasitas infiltrasi. BAB II 2 . dengan mengatur pemakaian sumber daya air terlebih khusus bagi dunia pertanian baik di lahan sawah ataupun lahan kering. 2003). 2003).adanya upaya konservasi air dengan melakukan upaya pengaturan tata air. Kapasitas infiltrasi terjadi ketika intensitas hujan melebihi kemampuan tanah dalam menyerap kelembaban tanah. Untuk lahan sawah. Kebalikan dari infiltrasi adalah rembesan (speege). maka laju infiltrasi sama dengan laju curah hujan (Waryono.

evaporasi dan transpirasi. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. · Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. dan padat baik proses di atmosfir.Air bergerak diatas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau. Air berevaporasi. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan. siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda: · Evaporasi / transpirasi Air yang ada di laut. Setelah mencapai tanah.Pemanasan air samudera oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara kontinu. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan. TINJAUAN PUSTAKA A. Siklus Hidrologi 3 . es. tanah dan badan-badan airyang tidak terputus melalui proses kondensasi.atau kabut. makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah. kemudian jatuh sebagai presipitasi dalambentuk air. di daratan. Gambar 1. gas. · Air Permukaan . Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut. di sungai. dsb. Siklus Hidrologi Kodoati dan Rustam (2008) menyatakan bahwa siklus hidrologi adalah pergerakan air di bumi berupa cair. presipitasi. es. maka aliran permukaan semakin besar. di tanaman. salju. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah.

Presipitasi adalah peristiwa klimatik yang bersifat alamiah yaitu perubahan bentuk uap air di atmosfer menjadi curah hujan sebagai akibat proses kondensasi. Presipitasi merupakan factor utama yang mengendalikan proses daur hidrologi di suatu wilayah DAS ( merupakan elemen utama yang perlu diketahui medasari pemahaman tentang kelembaban tanah. Presipitasi Presipitasi adalah curahan atau jatuhnya air dari atmosfer ke permukaan bumi dan laut dalam bentuk yang berbeda. waktu berlangsungnya hujan dan ukuran serta intensitas hujan yang terjadi baik secara sendiri-sendiri atau merupakan kombinasi akan mempengaruhi kegiatan pembangunan ( proyek ). 2006). yaitu curah hujan di daerah tropis dan curah hujan serta salju di daerah beriklim sedang (Siswanto. Infiltrasi 4 . C. 2006). Besar kecilnya presipitasi. 2003). proses resapan air tanah dan debit aliran ) (Sudarsono. es. hujan dan lain-lain juga dinyatakan dengan dalamnya (seperti hujan) sesudah di cairkan (Sudarsono. Jumlah presipitasi selalu dinyatakan dengan dalamnya presipitasi (mm). B. salju. Presipitasi mempunyai banyak karakteristik yang dapat mempengaruhi produk air suatu hasil perencanaan pengelolaan DAS.

Hanafiah (2005) menyatakan bahwa klasifikasi laju infiltrasi di bagi menjadi beberapa bagian. Kapasitas infiltrasi terjadi ketika intensitas hujan melebihi kemampuan tanah dalam menyerap kelembaban tanah. Didalam infiltrasi dikenal dua istilah yaitu kapasitas infiltrasi dan laju infiltrasi. yang dinyatakan dalam mm/jam (Saribun. Kriteria laju infiltrasi konstan Laju Infiltrasi Konstan Kls Kategori Infiltrasi Keterangan (mm/jam) 1 Sangat lambat <1 2 Lambat 1-5 3 Agak lambat 5-20 Non irigasi 4 Sedang 20-60 Perlakuan khusus 5 Agak cepat 60-125 6 Cepat 125-250 7 Sangat cepat > 250 D. 2003). sebagai berikut: Tabel 6. Perkolasi merupakan proses kelanjutan aliran air yang berasal dari infiltrasi ke tanah yang lebih dalam. Kebalikan dari infiltrasi adalah rembesan (speege). maka laju infiltrasi sama dengan laju curah hujan (Waryono. Infiltrasi merupakan aliran air ke dalam tanah melalui permukaan tanah. Laju maksimal gerakan air masuk kedalam tanah dinamakan kapasitas infiltrasi. Sebaliknya apabila intensitas hujan lebih kecil dari pada kapasitas infiltrasi. 2007). Infiltrasi adalah proses aliran air (umumnya berasal dari curah hujan) masuk kedalam tanah. Faktor Yang Mempengaruhi Infiltrasi 5 .

Struktur tanah dapat dinilai dari stabilitas agregat. lempung. debu. dan liat (<2µ) di dalam tanah. liat berdebu. porositasnya rendah (< 40 %). sebagian besar ruang pori berukuran besar. Kelas tekstur tanah dibagi dalam 12 kelas yaitu: pasir. Struktur tanah ditentukan oleh tiga group yaitu mineral-mineral liat. sangat mudah hancur oleh pukulan air hujan 6 . bahan padatan tanah digolongkan menjadi tiga partikel atau juga disebut sebagai separat penyusun tanah yaitu pasir. debu. · Struktur Tanah Struktur tanah adalah susunan agregat-agregat primer tanah secara alami menjadi bentuk tertentu yang dibatasi oleh bidang-bidang. kerapatan lindak. oksida-oksida besi. Pada tekstur tanah pasir . dan porositas tanah. serta bahan organik koloidal gum yang dihasilkan oleh jasad renik. dan mangan. lempung liat berdebu. debu (50-2µ). Bentuk struktur tanah yang membulat (granular dan remah) menghasilkan tanah dengan daya serap tinggi sehingga air mudah meresap kedalam tanah. Tanah disebut bertekstur liat jika kandungan liatnya > 35 %. pada tekstur lempung laju infiltrasi adalah sedang hingga cepat dan pada tekstur liat laju infiltrasi tanah akan lambat. lempung berpasir. Suryatmojo (2006) menjelaskan bahwa infiltrasi di pengaruhi olehbeberapa hal. liat berpasir. Struktur tanah remah (tidak mantap). daya hantar air sangat lambat dan sirkulasi udara kurang lancar. liat. pasir berlempung. lempung liat berpasir. Berdasarkan ukurannya. sehingga aerasenya baik. Tanah berpasir yaitu tanah dengan kandungan pasir > 70 %. lempung liat. antara lain: · Tekstur Tanah Tekstur tanah menunjukkan perbandingan butir-butir pasir ( 2 mm–50 µ). laju infiltrasi akan sangat cepat. porositasnya relatif tinggi (60 %). dan liat. tetapi sebagian besar merupakan pori berukuran kecil. daya hantar air cepat tetapi kemampuan menahan air dan zat hara rendah. lempung berdebu.

Empat atau lebih bongkah (gumpal) tanah biasanya diambil dari tiap horizon untuk memperoleh nilai rata- rata. biasanya ditetapkan sebagai g / m3. tidak boleh merusak struktur asli tanah. Hail ini disebabkan oleh perakaran tanaman yang menyebabkan porositas tanah lebih tinggi. Bahan ini biasanya berwarna hitam atau coklat bersifat koloida. Terjadinya keadaan gembur pada tanah produktif. terdiri sebagian dari sisa dan sebagian dari pembentukan dari sisa tumbuahan dan hewan. · Bahan Organik Tanah Bahan organik tanah merupakan penimbunan. Contoh tanah yang ditetapkan untuk menentukan beratjenis palsu harus diambil secara hati-hati dari dalam tanah. Kepadatan tanah ini dapat disebabkan oleh adanya pengaruh benturan-benturan hujan pada permukaan tanah.menjadi butir-butir halus. demikian pula berat persatuan volume. Tanah yang ditutupi oleh tanaman biasanya mempunyai laju infiltrasi lebih besar dari pada permukaan tanah yang terbuka. Akibatnya air infiltrasi terhambat dan aliran permukaan meningkat. Bahan organik yang dikandung oleh tanah hanya sedikit. sehingga menutup pori-pori tanah. sehingga air lebih banyak dan meningkat pada permukaan yang tertutupi oleh vegetasi. Bahan organik berperan sebagai pembentuk butir (granulator) dari butir-butir mineral yang menyebabkan. 7 . maka infiltrasi akan semakin kecil. dapat menyerap energi tumbuk hujan dan sehingga mampu mempertahankan laju infiltrasi yang tinggi. kurang lebih hanya 3 % sampai 5 % dari berat tanah dari topsoil tanah mineral yang mewakili. Kerapatan isi adalah berat persatuan volume tanah kering oven. Daya menahan air dan ion-ion hara jauh lebih besar dari pada lempung. · Berat Isi (Bulk Density) Semakin tinggi kepadatan tanah. Terganggunya struktur tanah dapat mempengaruhi pori-por tanah.

padang rumput. hutan. semak. dia akan menyerap air dan jika terjadikelebihan maka air 8 . Pemanfaatan lahan kering untuk kepentingan pembangunan daerah ternyata banyak menghadapi masalah dan kendala. Perannya dilihat dari kuantitas yang cukup danseimbang yaitu. Lahan Sawah Lahan basah merupakan areal transisi antara lahan kering dan wilayah perairan sepertidanau. lading. kebun campuran. ladang dan padang rumput (Soemarno. 2011). Sehingga paket teknologi yang berorientasi pada perlindungan lahan kering sangat diperlukan. baik secara permanen maupun musiman dengan sumber air berupa hujan atau air irigasi. Tipologi lahan ini dapat dijumpai dari dataran rendah (0-700 m dpl) hingga dataran tinggi (> 700m dpl). yakni pada musim hujan. melindungi kualitas air dan kuantitasnya dalamjumlah yang cukup. Penggunaan lahan untuk lahan kering berturut adalah sebagai berikut: hutan rakyat. Tidak semua lahan basah yangselalu berair atau tergenang sepanjang tahun. maka jenis penggunaan lahan yang termasuk dalam kelompok lahan kering mencakup: lahan tadah hujan. Lahan Kering Lahan kering adalah hamparan lahan yang didayagunakan tanpa penggenangan air. Dari pengertian diatas. tegalan. perkebunan. Masalah yang utama adalah masalah fisik lahan kering banyak yang telah rusak atau mempunyai potensi yang cukup besar untuk menjadi rusak. rawa. untuk seluruh indonesia maka pengembangan sangat perlu dilakukan. paya. 2011). perkebunan. Lahan kering mempunyai potensi yang cukup luas untuk dikembangkan. dengan luas yang mencapai 52. E. sungai dan pantai. F. kahat unsur hara serta keadaan tanah yang peka terhadap erosi merupakan kendala lingkungan yang paling dominan di kawasan lahan kering (Soemarno. 2003). Peran yang dari lahan basah dalam pengelolaan DAS sangat penting yakni. tanah yang sedang tidak diusahakan. Kekurangan air pada saat musim kemarau.5 juta ha. tegalan. dan padang alang-alang (Suwardji. wetlands dapat diibaratkan sebagai spoon (busa)raksasa.

Setelah diketahuiparameter yang digunakan dalam metode infiltrasi Horton. yang langsung ke muaradengan menahan air tersebut dan melepaskannya pada musim kering. dengan cara menahan unsur hara. G. ü Mengurangi pengaruh buruk banjir. Priambodo (2014) ada empat manfaat dari lahan basah dalam rangka pengelolaan DAS yaitu . 9 . Model Horton Pada metode infiltrasi Horton.tersebut akan dialirkan menjadi air tanah (Groundwater). Nilai parameter fc ini bisa diprediksi dari nilai Konduktivitas Hidrolik Jenuh. maka dicari persentase penyimpangan antara laju infiltrasi perhitungan metode infiltrasi dengan hasil pengukuran infiltrasi di lapangan dan dilanjutkan dengan uji t (Wirosoedarmo.sampah-sampah organik dan kiriman endapan yang terjadi akibat run off. ü Memulihkan kembali persediaan air tanah yang berpotensikekurangan air pada musim kering. ü Memperbaiki kualitas air. ü Melindungi daerah-daerah pinggiran atau pesisir dari kemungkinanerosi. 2012). yang pertama kali dilakukan adalah menentukkan parameter-parameternya. Metode infiltrasi Horton mempunyai tiga paremeter yang menentukan proses infiltrasi dalam tanah yaitu parameter K. maka laju infiltrasi untuk berbagai waktu t dapat dihitung dengan menggunakan persamaan : f = fc + (fo-fc) Untuk mengetahui apakah metode infiltrasi yang digunakan benar- benarmewakili daerah yang diteliti. Pada musim kering air dari wetlands akan dikeluarkan untukdimanfaatkan (Niko. infiltrasi awal (fo) dan infiltrasi konstan (fc). 2008).

Padi yang ada sekarang ini merupakan persilangan antara Oryza officinalis dan Oryza sativa f spontania. Tanaman padi Susanti (2010) menyatakan bahwa Padi termasuk genus Oryza L yang meliputi lebih kurang 25 spesies. sedangkan Japonica banyak diusakan didaerah sub tropika. 10 . Tanaman Padi Dan Tanaman Ubi Kayu 1. akhirnya orang berusaha memantapkan basil usahanya dengan cara mengairi daerah yang curah hujannya kurang. Amerika dan Australia. sedangkan jenis padi lainya yaitu Oryza stapfii Roschev dan Oryza glaberima Steund berasal dari Afrika barat. Tanaman padi yang dapat tumbuh dengan baik didaerah tropis ialah Indica. H. Afrika. Adapun Klasifikasi Tanaman Padi adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae (Tumbuhan) Sub kingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Sub Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil) Sub Kelas : Commelinidae Ordo : Poales Famili : Gramineae (suku rumput-rumputan) Spesies : Oryza sativa L. tersebar didaerah tropik dan daerah sub tropik seperti Asia. Menurut Chevalier dan Neguier padi berasal dari dua benua Oryza fatua Koenig dan Oryza sativa Lberasal dari benua Asia. Di Indonesia pada mulanya tanaman padi diusahakan didaerah tanah kering dengan sistim ladang.

Suhu udara minimal bagi tumbuhnya ketela kohon sekitar 10O C. unsur hara lebih mudah tersedia dan mudah diolah. Jenis tanah yang sesuai untuk tanaman ketela pohon adalah jenis aluvial latosol.0-5. Pada umumnya tanah di Indonesia ber-pH rendah (asam).0 dengan pH ideal 5. gembur.8.5-8.5.500 mm/tahun. podsolik merah kuning. curah hujan yang sesuai untuk tanaman ketela pohon antara 1. Derajat keasaman (pH) tanah yang sesuai untuk budidaya ketela pohon berkisar antara 4. 2010). grumosol dan andosol. Tanah dengan struktur remah mempunyai tata udara yang baik. Bila suhunya di bawah 10O C menyebabkan pertumbuhan tanaman sedikit terhambat. Untuk pertumbuhan tanaman ketela pohon yang lebih baik. yaitu berkisar 4. 2010). 2. 11 . mediteran. Sinar matahari yang dibutuhkan bagi tanaman ketela pohon sekitar 10 jam/hari terutama untuk kesuburan daun dan perkembangan umbinya (Susanti.500-2. sehingga seringkali dikatakan cukup netral bagi suburnya tanaman ketela pohon (Susanti. menjadi kerdil karena pertumbuhan bunga yang kurang sempurna. tidak terlalu liat dan tidak terlalu poros serta kaya bahan organik. Tanaman Ubi Kayu Tanaman singkong merupakan tanaman yang memerlukan Curah hujan yang sesuai. Kelembaban udara optimal untuk tanaman ketela pohon antara 60-65%. Tanah yang paling sesuai untuk ketela pohon adalah tanah yang berstruktur remah. tanah harus subur dan kaya bahan organik baik unsur makro maupun mikronya.

BAB 3 PEMBAHASAN 12 .

maka proses 13 . Ketika air hujan jatuh di atas permukaan tanah. Laju infiltrasi pada suatu tempat akan semakin kecil seiring kejenuhan tanah oleh air.

31769 29.658845 14.45971 60.0 0.97654 14 .96666 20.39125 25. sebagian atau seluruh air hujan tersebut akan mengalir masuk ke dalam tanah melalui pori-pori permukaan tanah.5 20000 11.1667 9000 5.29423 10.0167 1000 1.94628 30.70894 22.68547 16.0 0.63538 90.71325 2.488268 33.97654 120. Proses mengalirnya air hujan ke dalam tanah disebabkan oleh tarikan gaya gravitasi dan gaya kapiler tanah.infiltrasi tergantung pada kondisi biofisik permukaan tanah.0 0.1667 12000 4. Oleh karena itu. Laju air infiltrasi yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi dibatasi oleh besarnya diameter pori-pori tanah.0167 2000 1.414711 5.0 0.0 0.658845 28.829423 8.0 0.5 26000 8. Tanah dengan pori-pori jenuh air mempunyai kapasitas lebih kecil dibandingkan dengan tanah dalam keadaan kering.414711 4.0 0.0833 5000 2.14711 33.0 0.05 3000 1.0 0. infiltrasi juga biasanya disebut sebagai aliran air yang masuk ke dalam tanah sebagai akibat gaya kapiler dan gravitasi.19721 16.5 32000 8.488268 38.414711 2.244134 84.244134 18.829423 84.488268 46.71325 5. Waktu ∆t ∑volume ∆F ∑F f = F/t (menit) (jam) air (cm³) (cm) (cm) (cm/jam) 0 0 0 0 0 0 1.

0 t (menit) 15 .0 140.0 80.0 100.0 60. 90 80 70 60 50 f (cm/jam) 40 30 20 10 0 0.0 40.0 120.0 20.

1 Kesimpulan -kapasitas infiltrasi sebesar 16.2 Saran Dalam pemilihan lokasi hindari area yang berdekatan dengan pepohonan (akar pohon). bangunan (pondasi) untuk mempermudah pembenaman ring infiltrameter 16 .71 cm/jam 4. 97 cm/jam -Nilai kapasitas infiltrasi sangat besar karena pengujian dilakukan pada tanah timbunan organik -laju infiltrasi awal adalah sebesar 84. BAB 4 PENUTUP 4.

Hidrologi untuk Pengairan. Sastrodarsono Suyono dan Kensaku Takeda. DAFTAR PUSTAKA Asdak Chay . RD.Gadjah Mada. Handbook of Hydrology. Maidment. Pradnya 17 .1999.Press:Yogyakarta.2002. Hidrologi dan Pengeloaan daerah Aliran Sungai. (1989).New York: McGraw-Hill.