You are on page 1of 22

Spirit Publik ISSN.

1907-0489
Volume 10, Nomor 2 Oktober 2015
Halaman 115-136

DESENTRALISASI: SEBUAH KAJIAN AWAL TENTANG REFORMASI
GOVERNANCE MENUJU WELFARE STATE

DECENTRALIZATION: AN INITIAL STUDY ON GOVERNANCE
REFORMS TOWARDS THE WELFARE STATE

Budhy Prianto
Pengajar di Jurusan Ilmu Administrasi Negara FISIP Universitas Merdeka Malang
Jl. Ters. Raya Dieng No. 62-64 Malang, 65146, Jawa Timur, Indonesia
Corresponding author: lakspriant@gmail.com

ABSTRAK

Berdasarkan konstitusinya Indonesia merupakan negara yang menganut
model welfare state. Namun dalam prakteknya, governance mengenai welfare
state di Indonesia baru sebatas mimpi. Ini apabila dilihat dari fakta-fakta
terabaikannya berbagai persoalan hak-hak dasar warga negara, seperti masih
tingginya jumlah orang miskin, jumlah kematian ibu dan anak, angka putus
sekolah dan sebagainya. Sentralisasi adalah penghambat utama lemahnya
governance dalam mewujudkan welfare state ini. Oleh karena itu artikel ini
mencoba menawarkan satu pemikiran perlunya reformasi governance dalam
welfare state melalui desentralisasi.
Kata Kunci: desentralisasi; governance;negara;reformasi; welfare state

ABSTRACT

Based on the constitution Indonesia is a state that adheres to the model welfare
state. But in practice, the governance of the welfare state in Indonesia is merely a
dream. This when seen from the facts of the neglect of issues of fundamental
rights of citizens, such as the high number of poor people, the number of maternal
and child mortality, school dropout rate, and so on. Centralization is a major
obstacle of weak governance in realizing this welfare state. Therefore this article
attempts to offer a thought for the reform of the welfare state governance through
decentralization.
Keywords: decentralization; governance; state; reform; welfare state

Pendahuluan yang berkeadilan sosial. Nuansa
Setiap negara tentu keadilan sosial juga dipertegas dalam
mempunyai cita-cita untuk apa sila kelima Pancasila: mewujudkan
negara itu didirikan. Bagi Indonesia suatu keadilan sosial bagi seluruh
cita-cita itu termaktub dalam alinea rakyat Indonesia. Untuk mewujudkan
keempat Pembukaan UUD 1945: cita-cita itu UUD 1945
memajukan kesejahteraan umum merumuskannya dalam Bab XIV

115

Spirit Publik Vol. 10, No. 2, Oktober 2015 Hal.115-136

tentang Perekonomian Nasional dan diundangkan juga UU No. 11/2009
Kesejahteraan Sosial, yang kemudian tentang kesejahteraan Sosial, yang di
dijabarkan dalam Pasal 33 dan 34 pasal 6 menyebutkan bahwa
UUD 1945, di mana sangat jelas penyelenggaraan kesejahteraan sosial
semangat kebersamaan dalam meliputi: a. rehabilitasi sosial; b.
mewujudkan kesejahteraan. Sistem jaminan sosial; c. pemberdayaan
kesejahteraan sosial termaktub dalam sosial; dan d. perlindungan sosial.
Pasal 34 yang dirinci menjadi 4 ayat Oleh karena konstitusi
sebagai berikut: (1) Fakir miskin dan menyebutkan seperti itu, maka
anak-anak telantar dipelihara oleh Indonesia dapat dikelompokkan
negara. Dalam amandemen ditambah sebagai Negara kesejahteraan atau
dengan ayat (2) Negara welfare state (lihat misalnya,
mengembangkan sistem jaminan Asshiddiqie, 2010). Sejalan dengan
sosial bagi seluruh rakyat dan yang diatur dalam konstitusi
memberdayakan masyarakat yang Indonesia di atas, secara teoritis para
lemah dan tidak mampu sesuai pemikir merumuskan konsep negara
dengan martabat kemanusiaan. Dan kesejahteraan sebagai berikut, ”a
ayat (3) Negara bertanggung jawab welfare state is a state in which
atas penyediaan fasilitas pelayanan organized power is deliberately used
kesehatan dan fasilitas pelayanan through politics and administration
umum yang layak. in an effort to modify the play of
Sebagai tindak lanjutnya pada market forces to achieve social
tahun 2004 diterbitkan UU No prosperity and economic well-being
40/2004 tentang Sistem Jaminan of the people” (Alhumami, 2008).
Sosial Nasional (SJSN). Melalui UU Pemikiran itu dapat disarikan
SJSN ini diharapkan suatu saat menjadi tiga hal esensial. Pertama,
seluruh rakyat Indonesia akan negara harus menjamin tiap individu
memiliki jaminan kesehatan (JK), dan keluarga untuk memperoleh
jaminan kecelakaan kerja (JKK), pendapatan minimum agar mampu
jaminan hari tua (JHT), jaminan memenuhi kebutuhan hidup paling
pensiun (JP), dan jaminan kematian pokok. Kedua, negara harus memberi
(JKM). Kemudian pada 2009 perlindungan sosial jika individu dan

116

Budhy Prianto : Desentralisasi: Sebuah Kajian Awal Tentang Reformasi Governance Menuju keluarga ada dalam situasi miskin hanya turun 4. masih sangat besarnya mengurangi pembelanjaan publik jumlah mereka yang dianggap layak (public expenditure). pemerintahan Susil Bambang menganggur. jumlah orang dan komunitas menjadi 117 . 2011:33) Layanan pendidikan dan harus dijamin untuk bisa kesehatan semakin mahal. pemenuhan gizi (bagi anak balita). busung lapar.3 % pada menghadapi social contingencies. luasnya daerah miskin dalam peta Di saat secara kuat pemikiran- kemiskinan. dan miskin yang Yudhoyono (2005-2010). Ketiga. memburuknya angka intelektual dan praktisi lebih kematian ibu dan bayi. tanpa pada 2010 (Kompas. Kemiskinan dapat disaksikan di tengah-tengah kecenderungan sehari-hari dalam bentuk kian globalisasi dan ekonomi neoliberal.7 %. Dalam mengubah persepsi mengenai publik 15 tahun terakhir. 16 % pada 2005 menjadi 13. terimbas oleh gejala privatisasi. menerima raskin dan jaskesmas yang swastanisasi (privatization). kesehatan. membedakan status dan kelas sosial. dan air bersih. tertinggal. deregulasi. tingginya angka anak barang dan jasa. mimpi. angka potensial mengarah ke atau kemiskinan hanya turun 2. sampai dengan usia kemerdekaan Tentulah merupakan Republik Indonesia yang ke 65 pekerjaan berat dan sulit untuk bayangan wujud masyarakat yang mencoba membicarakan masalah sejahtera masih jauh panggang dari negara kesejahteraan (welfare state) api. mungkin akan masih terus menjadi Namun dalam praktiknya. masing mengarah kepada hukum pasar tingginya kasus kurang gizi dan bebas. dan mencapai 70 juta orang lebih. Akibatnya negara kesejahteraan sanitasi.4 % dari 17. usia lanjut. Selama enam tahun pertama seperti sakit.3 % semua warga negara. 2010. Infra memperoleh akses pelayanan sosial struktur sosial ekonomi telah dasar. 10 Maret. masih banyaknya daerah pemikiran di dunia akademisi. Kebebasan bagi modal. seperti pendidikan. dari berdampak pada krisis sosial. kemudian putus sekoleh.7 rawan/rentan sehingga mereka dapat % pada 1995 menjadi 13.

Negara kesejahteraan dasarnya mengacu pada peran negara berusaha membebaskan warganya 118 . 2003:34). 1990:7-8). Ini yang kemudian dalam mengorganisasi perekonomian yang ranah administrasi publik di dalamnya mencakup memunculkan paradigma baru yang tanggungjawab negara untuk dikenal dengan new public menjamin ketersediaan pelayanan management (NPM). (ii) full derajat tertentu bagi masyarakat. 10. Lalu berbicara kesejahteraan dasar dalam tingkat tentang sosok negara yang begitu tertentu bagi warganya (Esping- berperan secara aktif dalam mengatur Anderson.115-136 individualism dan tanggungjawab yang aktif dalam mengelola dan individual. Spirit Publik Vol. democracy. 2. kesejahteraan (welfare state) pada 2003:78). (iii) modern industrial Tampaknya sampai dewasa relation systems. No. hal atas property. perekonomian dan juga suatu negara bisa digolongkan bertanggungjawab untuk sebagai negara kesejahteraan jika memberikan jaminan ketersediaan mempunyai empat pilar utama. Keempat pilar ini dimungkinkan belum berhasil–untuk tidak dalam negara kesejahteraan karena mengatakan gagal–dalam negara mengimplementasikan penyelenggaraan welfare state. governmentalnya (desentralisasi). yaitu: pelayanan kesejahteraan sosial dalam (i) social citizenship. penerapan kebijakan sosial sebagai Artikel ini mencoba mencari jawaban penganugerahan hak-hak sosial (the atas belum terwujudnya granting of social rights) kepada kesejahteraan rakyat dengan warganya. Oktober 2015 Hal. serta (iv) rights to pemerintah pusat melalui education and the expansion of kewenangan fungsionalnya modern mass education systems (dekonsentrasi) dan kewenangan (Esping-Anderson. Secara umum. Hak-hak sosial tersebut mereformasi welfare state mendapat jaminan seperti layaknya governance melalui desentralisasi. tidak dapat dilanggar (inviolable) serta diberikan Tinjauan Pustaka berdasar basis kewargaan Tentang welfare state (citizenship) dan bukan atas dasar Pengertian negara kinerja atau kelas (Esping-Anderson.

Sedangkan rezim model Social-democratic Welfare konservatif kontinental ditandai oleh State Regime / Skandinavia. sosial demokratik ditandai oleh ciri- hingga saat kini. (b) peran keluarga 119 . dan model Liberal yang segmented (berbeda-beda Welfare State Regime / Anglo Saxon. lainnya. oleh negara. sesuai dengan jenis pekerjaan). Esping dan Anderson (lihat juga (c) kebijakan aktif negara agar Vogel. yang Rezim kesejahteraan dinilai dengan di dalamnya kaum pegawai negeri dua kriteria: sejauh mana tingkat memperoleh skema yang tidak saja dekomodifikasinya dan sejauh mana generous. (c) mendorong pasar untuk mengurus Dengan segala varian tipologi pelayanan-pelayanan pblik. pendidikan. negara ciri sistem yang universial dan kesejahteraan masih dianut oleh komprehensif dalam arti: (a) jaminan negara maju dan berkembang. tetapi juga lebih mahal kemampuannya dalam penciptaan ketimbang kelompok masyarakat pelapisan sosial yang baru. kesehatan. Anderson (2003:88). Budhy Prianto : Desentralisasi: Sebuah Kajian Awal Tentang Reformasi Governance Menuju dari ketergantungan pada mekanisme Rezim liberal bercirikan pasar untuk mendapatkan kepada sistem yang residual dalam kesejahteraan (dekomodifikasi) arti: (a) jaminan sosial yang terbatas dengan menjadikan kesejahteraan itu karena berlandasakan definisi yang sebagai hak setiap warga yang dapat sempit atas siapa yang berhak. (b) diperoleh melalui perangkat definisi yang sempit tentang apa kebijakan sosial yang disediakan yang disebut sebagai resiko sosial. model ciri-ciri segmental dan familialism Conservative Welfare State Regime / dalam arti: (a) sistem jaminan sosial Kontinental. yang dikemukakan oleh Esping. satu model rezim welfare state yang baik yang tua maupun muda. Salah sosial kepada semua warga negara. Rezim dan modelnya serta pasang surutnya. dan hari tua/pensiun. (b) sangat dikenal dan menjadi bahan komprehensif dalam arti cakupan diskusi para ahli yang berminat sistem jaminan sosialnya mencakup terhadap negara kesejahteraan adalah tunjangan keluarga. 2003:374-375) merumuskan tenaga kerja tidak bergantung kepada tiga tipe rezim kesejahteraan. yakni mekanisme pasar. Dalam studinya pengangguran. tunjangan anak.

Bentuk ini meliputi 120 . saling keterkaitan dalam produksi Berdasarkan tipologi rezim dan alokasi kesejahteraan antara kesejahteraan tersebut. 2. Italia Serikat Sumber : Esping-Anderson. yaitu: 2003:376). 2003:85 Variasi rezim kesejahteraan yang berbeda (Esping-Anderson. mengacu pada pola interaksi dan 2003:35). No. Tabel1. Spirit Publik Vol. 10. Ringkasan variasi rezim kesejahteraan Sosial Liberal Konservatif Demokrat Peran Aktor Keluarga Marginal Marginal Utama Pasar Utama Marginal Marginal Negara Marginal Utama Pelengkap Bentuk Welfare State Bentuk Ikatan Individual Universal Kekerabatan. dengan tersebut merupakan penyedia basis rezim kesejahteraan liberal kesejahteraan dan tempat individu dan dicirikan dengan jaminan mendapatkan perlindungan dari sosial yang terbatas terhadap berbagai resiko sosial. sosial di mana orang tua Apabila diringkas variasi tiga model bertanggungjawab atas anaknya. Oktober 2015 Hal. selanjutnya negara. tampak dalam matrik berikut. Pasar Negara Etatisme Wadah ikatan yang Keluarga dominan Minimal Maksimal Tingkat Tinggi (bagi pencari dekomodifikasi nafkah utama) Model Negara Amerika Swedia Jerman. Dominan Korporatisme. bentuk. dimana kelompok target yang selektif masing-masing aktor/lembaga itu serta dorongan yang kuat bagi menerapkan pola pengelolaan resiko pasar untuk mengurus pelayanan publik. Ketiga aktor/lembaga 1) Residual welfare state. 2009:131.115-136 (familialism) mengatasi resiko-resiko negara tidak akan membantunya. sistem pasar. lihat juga Vogel. Jika rezim kesejahteraan itu seperti orang tuanya dipandang mampu. dan Esping-Anderson (1999) membagi keluarga/rumah tangga (Kim dan negara kesejahteraan ke dalam tiga Zurlo.

negara modern dan demokratis. yang terbentuk di masing-masing negara itu memiliki keunikan 121 . masyarakat. Bentuk ini berdasarkan tinggi-rendahnya peran meliputi negara-negara seperti negara. tipologi Esping-Anderson ini dapat • Model welfare pluralism: peran membantu untuk memahami bahwa negara dan masyarakat relatif karakteristik negara kesejahteraan seimbang. Seperti ditampilkan tersegmentasi serta peran penting Gambar 1. bahwa dengan cakupan jaminan sosial pelayanan sosial dan kebijakan sosial yang universal dan kelompok adalah bagian dari implementasi target yang luas serta tingkat welfare state yang penting di negara- dekomodifikasi yang ekstensif. Norwegia. Selandia Baru. Finlandia. namun masyarakat. dengan “development path” yang 2) Universalitet welfare state. Karena tiap negara Kanada. dan Spanyol. dan memiliki apa yang diistilahkan Amerika Serikat. ada keluarga sebagai penyedia empat model welfare state pasokan kesejahteraan. Belgia. tersebut terhadap pentingnya 3) Social insurance welfare state. Bentuk ini mencakup negara. 2007:14). yaitu: Sekalipun menurut para • Model welfare state: peran negara penganjur maupun pengkritiknya relatif lebih kuat daripada peran tidak sepenuhnya akurat. pelayanan sosial. Yang sosial demokrat dan dicirikan perlu ditekankan juga adalah. Sejarah menyaksikan bahwa semakin negara seperti Denmark. Perancis. Budhy Prianto : Desentralisasi: Sebuah Kajian Awal Tentang Reformasi Governance Menuju negara-negara seperti Australia. maju dan demokratis suatu negara. dalam memberikan pelayanan sosial Italia. khas yang mempengaruhi tipe negara dengan basis rezim kesejahteraan kesejahteraan yang terbentuk. Jerman. dan semakin tinggi perhatian negara Belanda. (kekhasan). dan dunia usaha Austria. Sebaliknya. Swedia. (Suharto. secara konseptual. di dengan basis rezim kesejahteraan negara-negara miskin dan otoriter konservatif dan dicirikan dengan pelayanan sosial kurang mendapat sistem jaminan sosial yang perhatian.

dilihat dari welfare pluralism. kesehatan. Norwegia dan Swedia) Burma. (Denmark. sosial) sebagian besar negara di meskipun Singapura dan Brunei Eropa Barat (misalnya Jerman. penerapan model ini dalam Prancis sering disebut sebagai kenyataannya seringkali cross. Oleh karena itu. Kamboja dan Vietnam lebih dapat dikategorikan menganut model tepat jika dikategorikan pada gugus welfare state (Seller dan Lidstrom. Darussalam lebih mendekati model Austria. Sedangkan. Australia. society.115-136 • Model welfare society: peran • Model welfare rudimentalism: masyarakat lebih kuat daripada peran negara dan masyarakat peran negara. Oktober 2015 Hal. sama-sama lemah. Namun demikian. welfare rudimentalism. negara-negara yang menganut model cutting. Filipina untuk pembangunan sosial dan Thailand pada umumnya (pendidikan. Negara-negara di proporsi pengeluaran pemerintah ASEAN. 2. Spirit Publik Vol. 10. masyarakat. Gambar 1: Model welfare state berdasarkan peran negara. Belgia) dan Skandinavia welfare state. Sedangkan Myanmar. dan dunia usaha dalam pelayanan sosial Namun dalam kenyataannya 2007). Dimana 122 . Selandia Baru. Jepang dan hampir tidak ada di dunia ini yang Amerika Serikat yang tadinya menyerahkan sepenuhnya pelayanan menganut model welfare state kini sosial kepada negara maupun cenderung bergeser ke model welfare masyarakat. jaminan menganut welfare pluralism. No. seperti Malaysia.

Pertama. Konsep bidang ekonomi yang memiliki ini sudah setua peradaban manusia. implikasi pada persoalan-persoalan Secara sederhana governance pemerataan. menurut governance dapat digunakan dalam Dwiyanto (2007:123-127) berbagai konteks seperti corporate governance memiliki tiga dimensi governance. Kedua. comprises mechanisms. itu maka studi governance berpijak pada tiga kaki (three legs) utama. processes. national governance. Governance Pertama adalah political governance. and mediate model welfare society dan bahkan their differences.” mendekati model welfare Berdasarkan konsep UNDP rudimentalism. international penting. Dan keputusan dan proses dengan mana administrative governance lebih keputusan diimplementasikan (tidak merujuk pada system implementasi diimplementasikan). 31. praktiknya yang tampak adalah sosok meet their obligations. exercise their legal rights. dikatakan (multi-stake-holders). 2011) konsep governance proses pembuatan kebijakan di bukanlah sesuatu yang baru. namun dalam interests. Budhy Prianto : Desentralisasi: Sebuah Kajian Awal Tentang Reformasi Governance Menuju posisi Indonesia? Secara administrative authority to manage a konstitusional (misalnya Pembukaan country’s affairs at all levels. Selanjutnya. for Asia and the Pacific (UN economic governance. Dimensi kedua. political. bahwa governance dan local governance. baik dari bahwa governance adalah “the pemerintah maupun dari luar exercise of economic. penurunan kemiskinan bermakna: “proses pembuatan dan peningkatan kualitas hidup. UU SJSN) Indonesia and institutions through which sejatinya dapat dikategorikan sebagai citizens and groups articulate their penganut welfare state. 33. Dalam hal ini kebijakan. and pemerintah. dimensi governance. merujuk pada ESCAP. Sedangkan adalah sebuah sistem administrasi menurut UNDP dalam The World yang melibatkan banyak pelaku Bank Group (2011). It UUD 1945 beserta pasal 27. kelembagaan. Menurut United Nations yang merujuk pada proses Economic and Social Commission pembuatan kebijakan. adalah 123 . dan 34.

aktor-aktor lain kemudian mengemuka istilah good itu bisa mencakup tuan tanah. yakni yang berusaha menjelaskan pemerintah (government). kohesi dan efektifitas. integrasi. Spirit Publik Vol. oleh ketiga pilarnya. koperasi. diimplementasikan. maka analisis sumber sosial politiknya tidak hanya tentang governance haruslah digunakan untuk pembangunan. memfokuskan pada aktor formal dan tetapi juga untuk menciptakan informal yang terlibat dalam kohesi. rakyat bagaimana berbagai unsur dan (citizen) atau civil society. institusi dan sumber. dan keseimbangan peran. dan untuk pembuatan dan implementasi kesejahteraan rakyatnya (Thoha. Dan dimensi ketiga dari saling mengontrol yang dilakukan governance adalah dimensi proses. Hanya saja karena Istilah governance kemudian governance merupakan proses lebih menunjukkan suatu proses pembuatan keputusan dan proses dimana rakyat bisa mengatur dengan mana keputusan ekonominya.115-136 nilai-nilai yang menjadi dasar dalam yang baik). Aktor-aktor lain yang melakukan interaksi dengan terlibat dalam governance sangat organisasi komersial / bisnis dan tergantung pada tingkatan civil society. Dengan demikian jelas formal dan informal yang telah sekali bahwa kemampuan suatu ditetapkan untuk mengambil dan negara mencapai tujuan-tujuan mengimplementasikan keputusan. kesamaan. No. 10. 2. serta adanya demokrasi. Di penyelenggaraan governance ini lah kawasan pedesaan. yang merupakan suatu penggunaan kekuasaan yang kondisi yang menjamin adanya diantaranya mencakup efisiensi dan kesejajaran. NGO’s. dan lembaga memberikan respon usahawan (business) yang berada di terhadap berbagai masalah publik sektor swasta. Oktober 2015 Hal. yang muncul di lingkungannya. governance (tata kepemerintahan asosiasi petani. keadilan sosial. pembangunan itu sangat tergantung Menurut UNDP (2011) pemerintah pada kualitas tata kepemerintahannya hanyalah salah satu aktor dalam (governance) dimana pemerintah governance. 124 . Berdasarkan pemerintahan yang dibicarakan. keputusan yang dibuat dan struktur 2003:62-63).

dsb. para pemimpin agama. media. para pelobi. lembaga keuangan. Budhy Prianto : Desentralisasi: Sebuah Kajian Awal Tentang Reformasi Governance Menuju lembaga riset. yang juga berpengaruh dikelompokkan sebagai bagian dari terhadap pembuatan keputusan. militer. Sedangkan di tingkat mempengaruhi proses pembuatan nasional sebagai tambahan aktor. keputusan. partai politik. Interkoneksi antar aktor yang terlibat dalam urban governance Sumber: UN ESCAP. dsb. donor internasional. multinational corporations.. civil society. Pembuatan 125 . 2011. aktor yang disebut di atas. Gambar 2. Di beberapa negara civil khususnya di wilayah perkotaan dan society juga mencakup sindikat di tingkat nasional. Di wilayah perkotaan dapat memainkan peran dalam kondisinya bisa lebih kompleks (lihat pembuatan keputusan atau dalam Gambar 2). Aktor-aktor selain pemerintah dan organisasi kriminal dan juga para militer secara bersama mafia.

terus-menerus sibuk melakukan desentralisasi politik. Dengan daerah. khususnya pasal 1). Bank negara. tanggungjawab sepenuhnya tetap dipegang pusat. maupun demokrasi (Nordholt. Kedua. 2. dan UU menikmati bulan madu otonomi 32/2004. Spirit Publik Vol. dan (3) sejak 1999. 2009:11-15. desentralisasi wewenang membuat keputusan dan otonomi daerah telah berjalan dalam negara terpusat. yang menganut gagasan dibuat untuk tingkat lokal otoritas neoliberal memang menyebabarkan publik yang sepenuhnya otonom dan harapan bahwa desentralisasi akan independen dari otoritas devolving. yakni bergulat dengan uraian yang sedikit berbeda Work keleluasaan daerah. keragaman lokal (2002:3-4) memilah desentrasi dan “pesta” demokrasi lokal. setelah daerah menunggu devolusi menyangkut pelimpahan dan menuntut otonomi dan keadilan kekuasaan sesungguhnya kepada selama beberapa dekade. No. sekaligus bertempur dengan tingkat sub-nasional seperti dewan pusat yang mereka nilai tidak rela desa terpilih dan tingkat badan-badan menjalankan otonomi daerah. Oktober 2015 Hal. dengan pengaturan Selanjutnya menurut alokasi sumber daya yang biasanya Nordholt (2005:50) desentralisasi dinegosiasikan antara pemerintah 126 . (2) dekonsentrasi Desentralisasi governance mengacu pada pelimpahan Di Indonesia. Pertama. Dimana transfer tersebut Dunia. dengan baik. Selama pemerintah bawahan (lihat juga lebih sepuluh tahun terakhir daerah Muluk. merangsang pemulihan ekonomi devolusi terjadi. Daerah menjadi empat tipe.115-136 keputusan informal seperti itu dapat ditafsirkan dengan tiga cara seringkali menghasilkan praktek berbeda: dalam arti (1) delegasi korupsi atau setidaknya mendorong tugas-tugas tertentu walaupun terjadinya praktek-praktek korupsi. mentransfer penataan kelembagaan secara kekuasaan dan otoritas politik kepada internal. Maka wajar apabila beberapa tingkat realokasi sumber kemudian pemerintah daerah daya dibuat untuk memungkinkan menghadapi harapan dan tuntutan pemerintah daerah dapat berfungsi masyarakat yang melambung tinggi. 10. desentralisasi fiskal. dimana 2005:50).

Kepentingan- pusat kepada yang lain dengan unit kepentingan partai. lembaga. institusi-institusi sukarela. cabang atau kantor kekuasaan pada tingkat nasional lokal mendelegasikan otoritas. yaitu dekonsentrasi adalah Sentralisasi keputusan dan sumber- pengalihan wewenang dan tanggung sumber telah menjadikan krusial bagi jawab dari suatu tingkat pemerintah struktur administrasi. dan kantor-kantor sentralisasi hirarki. penting yang dikemukakan oleh desentralisasi divestasi atau pasar Seller dan Lidstrom tentang yang mentransfer fungsi-fungsi desentralisasi welfare state. Ada dua alasan mendelegasikan. Budhy Prianto : Desentralisasi: Sebuah Kajian Awal Tentang Reformasi Governance Menuju daerah dan pusat. Apabila kekuasaan Delegasi. 2007:610). Terdapat dua tipe menganut Demokrasi Sosial. keputusan. adalah lokal dan nasional saling redistribusi wewenang dan tanggung mengkhususkan. sumber daya dan deregulasi atau privatisasi penuh. atau non-pemerintah melalui desentralisasi administrasi meliputi pengontrakan penyediaan layanan pengalihan kewenangan mengambil parsial atau fungsi administrasi. negara jawab kepada unit lokal dari kesejahteraan dapat diharapkan pemerintah atau instansi yang tidak untuk memusatkan lebih banyak selalu diperlukan. Ketiga. buruh. dalam legislasi. di sisi lain. terutama di wilayah dari lembaga vertikal negara-negara Nordic yang pemerintah pusat. tanggung jawab untuk penyediaan Salah satu akar dugaan yang layanan publik tertentu dari sangat penting dalam literatur pemerintah pusat ke tingkat mengenai perbandingan welfare state pemerintah yang lebih rendah adalah adanya identifikasi lainnya. ketimbang tipe negara kesejahteraan dengan sebagian besar masih lain yang membangun tujuan kurang bertanggungjawab secara vertikal universal dan egalitarian (Seller dan kepada unit pusat yang Lidstrom. publik dari pemerintah kepada dengan penguatan pemerintah lokal. swasta. dan bisnis lokal bertanggung jawab kepada yang terorganisasi secara nasional kementerian pemerintah pusat atau akan menjadi penggerak utama badan yang telah didesentralisasikan. dasar. kebijakan dan tindakan pemerintah 127 . Dan keempat. Pertama.

kapasitas lembaga-lembaga dan membangun demokrasi lokal dan manajemen. kepada pemerintahan lokal. dan pada penyebab dan menghargai keragaman lokal. 2.WE) government Catatan: prediksi jenis negara kesejahteraan dalam tanda kurung. telah berjalan seiring dengan upaya administratif dan fiskal) adalah 128 . utamanya dalam pelayanan mempercayakan elemen-elemen publik universal. 10. atau transformatif. Kristen Demokrat.CD) Low Society-dependent local Autonomous local government (LI.LI.LI. 2009:60-66). akhirnya adalah menciptakan Desentralisasi tanggung jawab kesejahteraan rakyat (social pemerintah untuk penyediaan jasa welfare). SD.WE) government (SD. lingkungan. LI. Liberal.Desentralisasi (politik. Upah-gaji. Kedua. Sosial Demokrat. CD. Kapasitas versus Pengawasan dalam Infrastruktur Nasional Pemerintah Daerah Supralocal Local Capacities Supervision Low High High State monopoly (CD. Sumber: Seller dan Lindstorm (2007:611) Menurut UNDP (2010:53) lain untuk membuat pemerintah tidak semua desentralisasi efektif daerah lebih responsif. Hubungan supervisional keterlibatan masyarakat sipil akan antara pemerintah pusat dan lebih besar dalam proses politik lokal pemerintah daerah dapat dilihat pada dan pemerintah pusat akan lebih (Tabel 2) di bawah ini. Spirit Publik Vol. dengan urusan kebijakan dan tindakan yang penguatan pemerintah lokal egalitarian. terutama (lihat Muluk. yang mencakup administrasi pusat welfare state sekolah. No. perumahan. Dampak pada Secara teoritis tujuan antara pembangunan manusia tergantung desentralisasi adalah menciptakan pada konteks sosial dan politik lokal pemerintahan yang efektif-efisien dan pada kondisi negara. WE.WE) Not Applicable Moderate State-dependent local Nationalized local government (CD. dalam atau pekerjaan. Tujuan pola ketimpangan dan kemiskinan. Tabel 2.115-136 lokal menjadi lebih efektif dan memiliki alasan kuat untuk responsif. Oktober 2015 Hal.

dilihat dari 3 dimensi sebagai sumberdaya. untuk dan kepada rakyat (Seller dan  Alasan administratif: adanya Lindstorms. 2007:610-612). baik dalam hubungan antar sektor (publik – hal anggaran. meningkatkan satu pihak (dalam hal ini kualitas dan kontinuitas (quality pemerintah). Budhy Prianto : Desentralisasi: Sebuah Kajian Awal Tentang Reformasi Governance Menuju penyerahan kekuasaan. pola (government resources). asset. Pada pola kesenjangan (disparity) atau seperti itu. Pemerintah pemerintah yang demokratis daerah mempunyai “hak” jika (egalitarian berhadapan dengan pusat. keuangan dan berikut: tanggungjawab dari pemerintah pusat  Alasan politis: menciptakan ke pemerintah daerah. dan penguatan peran swasta Utomo (2010) mengajukan 14 pada sisi lain. keterbatasan sumber daya Dengan berkembangnya pemerintah paradigma governance. lokal berubah menjadi lebih sejajar  Alasan ekonomis: mengurangi (egaliter) dan demokratis. kewenangan. serta mengurangi proses kemitraan dan kerjasama resiko. sebaliknya governance) serta untuk mendorong ia mempunyai “tanggungjawab” perwujudan good governance and mengurus barang-barang publik good society. privat) dan juga hubungan pusat – maupun kemampuan manajemen. Adapun pertimbangan keuntungan spesifik yang dapat atau alasan-alasan perlunya diperoleh dari kebijakan mendorong pemerintahan yang desentralisasi. memacu layanan atau fungsi pemerintahan pertumbuhan (growth) dan tertentu tidak lagi di dominasi oleh produktivitas. penyelenggaraan jasa ketimpangan inequity). harus lebih digalakkan melalui Rondinelli dan Cheema pengurangan peran pemerintah pada (1983: 15-16) sebagaimana dikutip satu sisi. SDM. yakni: desentralistik sekaligus memperkuat  Desentralisasi dapat menjadi kerjasama publik – privat menurut sarana untuk mengatasi Utomo (2010). Ini berarti pula bahwa and continuity). paling tidak dapat keterbatasan parah dari 129 .

 Desentralisasi dapat  Desentralisasi dapat memperluas meningkatkan stabilitas politik kapasitas pemerintah daerah dan dan persatuan nasional dengan lembaga swasta untuk mengambil memberikan kelompok alih fungsi yang biasanya tidak kemampuan untuk berpartisipasi dilakukan dengan baik oleh secara lebih langsung dalam kementerian pusat. pembangunan pengambilan  Efisiensi dari pemerintah pusat keputusan. lebih besar bagi kelompok. inovatif. etnis. 130 . No.  Desentralisasi diperlukan untuk masalah dan kebutuhan lokal melembagakan partisipasi warga dapat ditingkatkan.115-136 perencanaan nasional dengan  Desentralisasi dapat menyediakan kontrol terpusat. 2. berpengaruh. 10. agama. dan kreatif.  Desentralisasi memungkinkan dan berbagai suku dalam pemimpin lokal untuk pengambilan keputusan menemukan pelayanan dan pembangunan yang mengarah fasilitas lebih efektif dalam pada kesetaraan yang lebih besar masyarakat. dalam perencanaan pembangunan  Desentralisasi dapat memberikan dan manajemen. Spirit Publik Vol. dapat dikoordinasikan lebih  Pengetahuan Pejabat 'dan efektif. suatu struktur melalui mana  Desentralisasi dapat memotong kegiatan berbagai kementerian jumlah besar birokrasi dan dan instansi pemerintah pusat prosedur yang sangat terstruktur. "penetrasi" politik dan  Desentralisasi bisa jadi administrasi yang lebih baik atas menggantikan pengaruh atau kebijakan pemerintah nasional ke kontrol terhadap kegiatan daerah-daerah terpencil dari pembangunan oleh elit lokal yang ibukota negara.  Desentralisasi mungkin  Desentralisasi dapat menyebabkan menyediakan representasi yang administrasi lebih fleksibel. dapat ditingkatkan. kelompok politik. dalam alokasi sumber daya. Oktober 2015 Hal. kepekaan terhadap masalah.

Jembrana public management (NPM) dewasa melakukan relokasi subsidi ini.7 pemerintahanlokal(local miliar. sepertinya hampir mustahil untuk kesehatan. misalnya melalui skema praktek administrasi publik yang “sekolah gratis” dan “kesehatan kuat pada governance dan new gratis”. yaitu untuk membayar premi (iuran) model . tahun. Sejak 2001 dan administrasi oleh pemerintah Jembrana menyediakan pelayanan pusat kepada pemerintah daerah. kearah model welfare pluralismyang Untuk mendanai “sekolah gratis”. Reformasi Governance bahwamerekatelahmengimplementas Dalam artikel ini penulis ikan. dalam kurun waktu 2001- 131 . terdesentralisasikan di Jembrana telah mensubsidi Rp.7 miliar per government). hlokaldalamimplementasiprinsip- barang publik dan jasa itu prinsipwelfare pluralism. babinipenulismencobamenampilkanb barang publik dan jasa dan eberapacontohkeberhasilanpemerinta efisiensi dengan mana barang. publik yang terjangkau dan merata Selain itu di era mainstream teori dan bagi rakyat. yang diperoleh secara gratis. 3. kemudian digunakan sesuai yang dianut konstitusi. 14. disediakan dengan biaya yang Sekalipunbarangkalitidakdisadariole lebih rendah. hpemimpindaerah yang bersangkutan. atau hampir Rp. Semua dilakukan adalah melakukan penduduk yang punya KTP Jembrana reformasi atau perubahan yang langsung mendapat kartu anggota bernuansa kompromistis. Sejak 2003.Kabupaten Jembrana sering mencoba menawarkan pilihan disebut sebagai juara yang kebijakan dengan mempelopori pendidikan dan mendesentralisasikan kewenangan kesehatan gratis. Maka yang mungkin asuransi bagi seluruh rakyat. yaitu JKJ. Budhy Prianto : Desentralisasi: Sebuah Kajian Awal Tentang Reformasi Governance Menuju  Desentralisasi dapat Di sub meningkatkan jumlah barang. yakni mengalihkan melakukan reformasi welfare subsidi yang semula diberikan untuk societygovernance dari realitas biaya obat-obatan RSUD dan model welfare rudimentalism kearah Puskesmas.

Dan (2003).-.000. Sejak tahun 2003 kemudian dilanjutkan dengan Jembrana juga menyediakan menyusun peraturan daerah berkaitan beasiswa untuk siswa sekolah swasta dengan kepastian tentang tariff. dengan total dana sebesar Rp. Puskesmas Mojoagung dan Kabupaten Jombang berhasil Cukir bahkan sudah memperoleh mengembangkan Pusat Kesehatan sertifikasi ISO 9001:2000 (Tempo.800 siswa sangat murah. No. Biaya cek darah. Siswa ditingkatkan dengan membangun sejumlah 44 ribu orang ini ruang perwatan Very Important merupakan 19% dari total penduduk Person (VIP).115-136 2004. mengembangkan program Bupati Jombang mengawali Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat pengembangkan dua Puskesmas di (PKMS). PKMS adalah bantuan kecamatan Mojoagung dan Cukir pengobatan yang diberikan dengan menyediakan dokter spesialis Pemerintah Kota Solo kepada warga 132 . Oleh bupati berhasil menekan angka kemiskinan Puskesmas dijadikan ujung tombak dari 19. roentgen. atau tinja Rp.-. 115 ribu per komplet dengan tiga kali makan siswa per tahun. Dengan perhitungan sekitar 44 dan sarana canggih sepeti peralatan ribu siswa SD sampai SMU negeri.39 (2003). 2000. Reformasi sosial sehari Rp 20. Biaya pelayanan menjadi diberikan kepada sekitar 3. Masyarakat (Puskesmas) setara 28 Desember 2008:48-49). Kebijakan itu Jembrana. dan tingkat drop out bertambah. yang membutuhkan. rawat inap beasiswa mencapai Rp. Spirit Publik Vol. besar kecil Rp. sejak tahun 2008 spesialis tersedia hingga pedesaan. sudah terdapat 13 Puskesma rawat 2007:18-19).000. operasi juta. kematian bayi (per 1000 lahir perkembangannya sangat pesat.4% (2001) menjadi 10. maka tak heran kalau sekolah dasar dari 0.08% menjadi sampai dengan 2008 di Jombang 0.-. 10. 85 ribu per tahun. Dengan demikian. 2.25 (2001) menjadi Pasien rawat inap di Puskesmas terus 8. inap. 20. Rumah sakit juga maka tiap siswa rata-rata disubsidi pelayanan rawat inapnya juga sebesar Rp. 437 urine. dengan rumah sakit kecil. Beasiswa telah Puskesmas. hidup) dari 15.02% pada tahun yang sama (Eko. dan dokter Kota Solo.9% pelayanan kesehatan. Oktober 2015 Hal.

para aktor pembuat kebijakan di Keberhasilan revitalisasi pasar ini negeri ini. Menurut Starke berpengaruh positif terhadap (2006:115) terjadinya retrenchment meningkatnya pariwisata. serta asuransi Dari ketiga contoh kesehatan lainnya. Problemnya terletak pada dari 37 pasar tradisional yang ada. yang itu ditentukan oleh motivasi para 133 . berimplikasi pada meningkatnya yang mekanisme dibuktikan dengan okupansi hotel. Jamkesmas. terutama warga miskin. askes 2011:24). restoran. PKMS warga Kota Solo mendapat yang barangkali perlu diwaspadai bantuan pengobatan gratis. misalnya juga mendapatkan tidak terjangkau program asuransi manfaat (Kompas. kerajinan Sasaran utamanya adalah warga yang batik. Penutup khususnya pasar tradisional. Programnya dinamakan keberhasilan dari sebuah komitmen Bantuan Pendidikan Masyarakat bersama dari seluruh elemen Kota solo (BPMKS). termasuk dan diperhatikan adalah. apakah rawat inap dengan standar pelayanan keberhasilan mengimplementasikan Jamkesmas di seluruh Puskesmas itu akan mampu terus bertahan dan dan 10 rumah sakit pemerintah / berlanjut. transportasi. sekalipun bupati atau swasta di Kota Solo. governance yang terlibat dalam Selain memprioritaskan decision-making dan decision- pelayanan di bidang kesehatan dan implementation di daerah itu? pendidikan Pemerintah Kota Solo juga melakukan revitalisasi pasar. kesehatan (Askes) PNS. 21 Maret. yang Peluang untuk diwujudkan dengan keberhasilan mengimplementasikan sesuai menata Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan konstitusi sebenarnya sangat dan revitalisasi 15 pasar tradisional terbuka. swasta. Sejak tahun walikota-nya berganti dengan pejabat 2008 pula Pemerintah Kota solo juga yang baru ? Apakah keberhasilan itu membantu biaya pendidikan siswa merupakan keberhasilan dari keluarga miskin melalui sekolah kepemimpinan seseorang ataukah gratis. Sekto lain seperti kartu keluarga/kartu tanda penduduk. Dengan kartu kebehasilan pemerintah lokal di atas. Budhy Prianto : Desentralisasi: Sebuah Kajian Awal Tentang Reformasi Governance Menuju Kota Solo.

. Surabaya. International Journal of ertidikemukakan di atas. Henk Schulte. Local Pengukuhan Guru Besar Government. 2009. Jimly. Muluk. dalam Djojowadono. Agus. 104-120 Governance. Vol. Ekonomi. nburuknyaimpelentasi 2009. pp. 2007. Khairul. Dari Sellers.Denganbuktiempirikpengalamankeb Focusing on the mediating erhasilanbeberapapemerintahlokalsep effect of welfare regimes. 2. jumlah aktor yang Esping-Andersen. banyak New York. Penerbit Gadjah International Journal of Mada University Press 134 . Tae Kuen dan Zurlo. 2005. Demokratis?. Spirit Publik Vol. Para aktor (elit politik dan Eko. Vol. Desentralisasi di Indonesia: Alhumami. 17 April John. Karen. 10. 2007. Lebih Negara Kesejahteraan. How does economic globalization affect the ? . 40. (terjemahan). ITS Press Daftar Pustaka Nordholt. demikian ini di Indonesia semakin Social Foundations of Postindustrial Economies. 2003. Administrasi Negara ke Anders. overnancemampumenjawabpersoala Kim. Empowerment (IRE) Celakanya.R. dkk. Oxford University jumlahnya. Gosta. Universitas Gadjah Mada. Governance: An Yogyakarta. Social Welfare. and the . dalam Harriss. Kompas. 2007. Penerbit Penerbit DEMOS buku Kompas PT Kompas Media Nusantara Starke. No. diyakinibahwatingkatkeberhasilanim 130-141 plementasiakansemakintinggi. Politisasi Demokrasi Politik Lokal Asshiddiqie. dan Lidström. Reorientasi Review. Social Policy and Ilmu Administrasi Publik: Administration. Pidato Decentralization. The Politics of Retrenchment: A Literature Dwiyanto. PetaKOnsep&DesentralisasiP emerintahan Daerah. 2006. Amich. pp. et. No. 2010. Dari Government ke 1. M. Jakarta.al. Jeffrey M. Peter. Retorika Peran Negara Kurang.115-136 aktor. pasar-liberal umumnya sangat tidak Institute for Research and menyukai sebuah yang besar. 18. Administrasi Publik. Daerah Budiman: ekonomi) yang berideologi sekular Prakarsa konservatif dan politisi berpaham danInovasiLokalMembangun Kesejahteraan. Yogyakarta. Konstitusi Baru. 2008. Oktober 2015 Hal.Secarateoridesentralisasig Press. Sutoro. Jakarta.

The Role of Menggagas Model Pelayanan Participation and Sosial Berkeadilan.asp Kompas. Administration. Birokrasi dan Undang-Undang No. 2003. No. 40 Tahun 2004 Politik di Indonesia. 2011.pdf EGTOPGOVERNANCE/0. 2011 Perspektif Internasional dan Pengalaman Tempo. Poor. Tentang Sistem Jaminan Penerbit PT Raja Grafindo Sosial Nasional Persada Undang-Undang No.c ontentMDK:20513159~page Undang-Undang Dasar Negara PK:34004173~piPK:3400370 Republik Indonesia Tahun 7~theSitePK:497024. 11 September Nine Case Studies on Service Delivery for the The World Bank Group. 02 October September 2010 Suharto.blogspot. 2010. 20. Meretas Vogel. 64. Poor:Menggagas Pelayanan December.unescap.html. 10 Maret. Robertson. 28 Desember. Joachim. Laporan Khusus Korupsi dan Utomo.. Kajian Terhadap Dampak Desentralisasi Dalam Kompas. 2011. Social Kebijakan Sosial Pro Indicator Research. Kamis. Jurusan Partnerships in Decentralised Ilmu Sosiatri. administrasi. . Vol. 21 Maret. 2002. Jakarta.http://www. Budhy Prianto : Desentralisasi: Sebuah Kajian Awal Tentang Reformasi Governance Menuju Policy.org/WB vernance/marrakechcdrom/co SITE/EXTERNAL/COUNTR ncepts/Work%20Role%20of IES/MENAEXT/EXTMNAR %20Participation. Edi. Issue 3. and rend-desentralisasi-dalam- Institutions. Indonesia).makalahdisampa ikan pada Semiloka Work. 11 Tahun 2009 UN ESCAP.00. Fisipol Governance: A Brief Universitas Gadjah Mada Synthesis of Policy Lessons Yogyakarta.undp. Vol.http://triwidodowu EdisiKhususAkhirTahun tomo.org/pdd/ Sosial prs/ProjectActivities/Ongoing /gg/governance. Trend Kemiskinan: Susahnya Desentralisasi Dalam Memberantas Kemiskinan di Administrasi Publik.html 1945 Thoha.com/2010/09/t 135 .org/go http://web. 2011. Hotel Saphir and Recommendations of Yogyakarta. 4. (Sebuah Indonesia.worldbank. Sosial yang pp 373-391 Berkeadilan. Tri Widodo W . Mifthah. 2007. 2003. 2008. Tentang Kesejahteraan http://www.

115-136 136 . Spirit Publik Vol. No. 2. Oktober 2015 Hal. 10.