TUGAS AGAMA

PROSES KEJADIAN MANUSIA MENURUT AGAMA ISLAM

DISUSUN OLEH :

1. ANNISA
2. ARDHIKA RENDI KURNIA
3. DIAH SETIANINGRUM
4. ERHAM AGUS
5. JOKO PURWANTO
6. LATIP ROMAWI
7. NOVITA WATI
8. PAMELA OKTASARI

POLTEKKES KEMENKES TANJUNG KARANG
PROGRAM STUDI KEPERAWATAN KOTABUMI
TAHUN AJARAN 2012
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis hanturkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-Nya
penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Proses Kejadian Manusia Menurut
Agama Islam”.
Pada penulisan makalah ini, penulis berusaha memberikan materi yang mudah
dimengerti oleh pembaca. Makalah ini disusun dengan tujuan agar bermanfaat dan dapat
menambah wawasan bagi pembaca khususnya bagi mahasiswa.

Penulis menyadari penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu
kritik serta saran yang membangun senantiasa penyusun harapkan guna perbaikan dimasa
mendatang.

Kotabumi, November 2012

Penulis

DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pada masa sekarang, dalam menyingkapkan berbagai persoalan kehidupan,
harus disandarkan pada Al-Qur'an dan Hadis. Tetapi untuk memahaminya tentu saja
dibutuhkan penafsiran yang tepat agar makna yang terkandung di dalamnya tidak
melenceng. Untuk itu kita bisa merujuk pada kitab-kitab tafsir yang sudah diakui
kebenarannya.

Tafsir al qur'an akan menjelaskan tentang berbagai hal, seperti tentang
bagaimana proses penciptaan manusia. Di dalam al-qur'an dijelaskan tentang proses
penciptaan manusia. Proses penciptaan manusia kini telah di buktikan dengan ilmu
pengetahuan dan teknologi.
Melalui tafsir al Qur'an kita dapat memahami proses penciptaan manusia
sesuai dengan ayat-ayat al Qur'an dan dapat dibuktikan oleh ilmu pengetahuan dan
teknologi saat ini. Sehingga ada keterkaitan antara ayat al Quran dengan ilmu
pengetahuan dalam hal proses penciptaan manusia.

B. RUMUSAN MASALAH
C. TUJUAN
Dapat mengetahui secara detail mengenai proses kejadian manusia baik yang
dijelaskan melalui ayat al-qur’an maupun teori-teori ilmu modern.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Proses Kejadian Manusia
Manusia dalam pandangan Islam tediri atas dua unsur, yaitu jasmani dan rohani.
Jasmani manusia bersifat materi yang berasal dari unsur-unsur sari pati tanah. Sedangkan
roh manusia merupakan substansi immateri, yang keberadaannya dia alam baqa nanti
merupakan rahasia Allah SWT. Proses kejadian manusia telah dijelaskan dalam Al
Qur’anul Karim dan Hadits Rasulullah SAW.
Ilmu pengetahuan modern telah menetapkan bahwa tubuh manusia mengandung
unsur-unsur yang dikandung tanah. Tubuh manusia terdiri dari karbon, oksigen,
hidrogen, fosfor, sulfur, nitrogen, kalsium, potasium, sodium, magnesium, khlorin, zat
besi, tembaga, yodium, fluorine, kobalt, silikon, timah dan aluminium. Unsur-unsur
tersebut juga terdapat di dalam tanah.
Ketika masih berbentuk janin sampai umur empat bulan, embrio manusia belum
mempunyai ruh, karena baru ditiupkan ke janin itu setelah berumur 4 bulan (4X30 hari).
Oleh karena itu, yang menghidupkan tubuh manusia itu bukan roh, tetapi kehidupan itu
sendiri sudah ada semenjak manusia dalam bentuk nutfah. Roh yang bersifat immateri
mempunyai dua daya, yaitu daya pikir yang disebut dengan akal yang berpusat diotak,
serta daya rasa yang disebut kalbu yang berpusat di dada. Keduanya merupakan
substansi dari roh manusia.
Dalam hadits Rasulullah SAW tentang kejadian manusia, beliau bersabda yang
artinya: “Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan kejadiannya dalam perut ibunya 40
hari sebagai nutfah, kemudain sebagai alaqah seperti itu pula (40 hari), lalu sebagai
mudgah seperti itu, kemudian diutus malaikat kepadanya, lalu malaikat itu meniupkan
ruh kedalam tubuhnya.” (Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari r.a dan muslim)

1. Penciptaan Manusia dalam Al-Qur’an

(QS. Al-Mu’minun : 12-15)

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari
tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang
kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal
darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang
belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami
jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci lah Allah, Pencipta Yang
Paling Baik. Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan
mati.” (QS. Al Mu’minun : 12-15)

Kandungan ayat

Dalam surat Al Mukminun ayat 12-15 Allah SWT menerangkan tentang proses
penciptaan manusia. Sebelum para ahli dalam bidang kedokteran modern mengetahui
proses asal usul kejadian penciptaan manusia dalam rahim ibunya, Allah SWT sudah
terlebih dahulu mejelaskan perihal kejadian tersebut dalam Al Qur’an seperti dalam surat
Al Mukminun ayat 12-15, dan diperkuat oleh ayat lainnya diantaranya Surat Al Hasyr
ayat 24 yang berbunyi:
Artinya : Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa,
yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan
Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(QS Al Hasyr : 24)

Pada surat Al Mukminun ayat 12 -15 Allah SWT menjelaskan bahwa proses penciptaan
manusia dalam rahim ibunya terbagi menjadi 3 fase yaitu:

a) Fase air mani
b) Fase segumpal darah
c) Fase segumpal daging

Yang masing-masing fasenya memakan waktu 40 hari, hal ini dijelaskan dalam sebuah
hadits yang di riwayatkan oleh bukhari:

Artinya :
Dari Abdullah bin Mas’ud ra.,ia berkata : Rasululla saw bercerita kepada kami,
beliaulah yang benar dan dibenarkan: “Sesungguhnva penciptaan perseoranganmu
terkumpul dalam perut ibunva empat puluh hari dan empat puluh malam atau empat
puluh malam, kemudian menjadi segumpal darah, semisal itu (40 hari = pen) kemudian
menjadi segumpal daging, semisal itu (40 hari = pen), kemudian Allah mengutus
Malaikat, kemudian dipermaklumkan dengan empat kata, kemudian malaikat mencari
rizkinya, ajalnya (batas hidupnya), amalnya serta celaka dan bahagianya kemudian
Malaikat meniupkan ruh padanya. Sesungguhnya salah seorang di antaramu niscaya
beramal dengan amal ahli (penghuni) sorga, sehingga jarak antara sorga dengan dia
hanya satu hasta, namun catatan mendahuluinya, maka ia beramal dengan penghuni
neraka, maka ia masuk neraka. Dan sesungguhnya salah seorang diantaramu, beramal
dengan amal ahli neraka, sehingga jarak antara neraka dengan dia hanya satu hasta,
namun catatan mendahuinya, maka ia beramal dengan amal penghuni sorga, maka ia
masuk sorga. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).

Sedangkan dalam surat Al Hasyr Allah menjelaskan bahwa janin sebelum menjadi
manusia sempurna juga mengalami tiga fase, yaitu:

a) Taswir, yaitu digambarkan dengan bentuk garis-garis, waktunya setelah
42 hari
b) Al Khalq, yaitu dibuat bagian-bagian tubuhnya
c) Al Baru’, yaitu penyempurnaan terhadap bentuk janin

Kesimpulan kandungan surat Al Mukminun ayat 12-15 ini antara lain:

a) Menjelaskan tentang proses kejadian manusia
b) Allah memberi kesempatan hidup di dunia kepada manusia
c) Usia manusia ditentukan oleh Allah SWT
d) Manusia diperintahkan untuk memikirkan proses kejadiannya agar tidak
sombong kepada Allah dan sesama manusia
Ayat-ayat lainnya :

(QS.AL-Hajj : 5)

“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka
(ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari
setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang
sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan
Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah
ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-
angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan
dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia
tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat
bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi
itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah”
(QS.AL-Hajj : 5)

(QS.An-Najm : 45-46)

dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita. Dari air
mani, apabila dipancarkan.
(QS. Al Insan : 2)

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang
Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia
mendengar dan melihat. (QS. Al Insan : 2)

(QS. Al Mu’min : 67)

“Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu
dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian
(kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian
(dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum
itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan
supaya kamu memahami(nya).”(QS. Al Mu’min : 67)

(QS. Al Qiyamah : 37-39)
Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian mani
itu menjadi segumpal darah. lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya. lalu
Allah menjadikan daripadanya sepasang: laki-laki dan perempuan. (QS. Al Qiyamah :
37-39)

Embriologi

Rasulullah SAW telah menjelaskan perkembangan embrio ini secara mendetail 14 abad
yang lalu, dimana pada zaman itu mikroskop, USG dan semisalnya belum ditemukan.
Allah Ta’ala berfirman :”Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi
kejadian dalam tiga kegelapan.” (QS az-Zumar : 6).

Sains modern menjelaskan bahwa tahapan perkembangan embrio di dalam uterus
memang terjadi secara bertahap, bentuk demi bentuk. Dan sains modern menjelaskan
bahwa janin manusia berada pada tiga lapisan, yaitu :

1. Dinding anterior abdomen
2. Dinding uterus
3. Membran Amniochorionic

Tiga bagian inilah yang dimaksud dengan tiga kegelapan. Dan penafsiran ayat di atas
tidak menyelisihi penjelasan sains modern, dimana “tiga kegelapan” tersebut yang
dijelaskan oleh Syaikh as-Sa’di adalah sama dengan yang di sebutkan di dalam sains
modern.Allah Ta’ala berfirman :

”Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang
kokoh (rahim).” (QS Al-Mu’minun : 13)

Syaikh as-Sa’di rahimahullahu berkata : “Nuthfah adalah sesuatu yang keluar dari tulang
sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan kemudian menetap di “tempat yg kokoh” yaitu
rahim, yang terpelihara dari kerusakan, cedera dan selainnya.”
Sesuatu yang keluar dari sulbi laki-laki adalah spermatozoa dan yang keluar dari wanita
adalah ovum. Lantas keduanya bercampur sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“Sesungguhnya kami menciptakan manusia dari tetesan air yang bercampur.” (QS Al-
Insan: 2).

Campuran keduanya ini membentuk zigot yang membelah diri membentuk blastocyst
yang tertanam secara kuat di uterus (tempat yang kokoh). Kemudian Allah Ta’ala
berfirman:

”Kemudian nuthfah itu Kami jadikan ‘alaqoh” (QS Al-Mu’minun : 14)

Kata ‘Alaqoh dari sisi bahasa Arab bermakna 3, yaitu :

1. Bermakna lintah.
2. Bermakna sesuatu yang tergantung.
3. Bermakna segumpal darah.

Dan Maha Suci Allah, ternyata tiga makna yang terkandung di dalam kata ‘Alaqoh ini
tidak ada yang menyelisihi fakta saintifik modern sedikitpun

Ovum (sel telur wanita)

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur
yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami
jadikan dia mendengar dan melihat.” (QS. Al Insan : 2)

1) Tahap-tahap janin (QS. Al Hajj : 5, QS. Al Mu’minun : 14)
a. Selaput janin (membrane)

“Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya istrinya
dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak.
Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga
kegelapan.Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang
mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka
bagaimana kamu dapat dipalingkan?” (QS. Az Zumar : 6)

b. Evolusi bentuk janin

” Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan
kejadian.” (QS. Nuh : 14)

Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan susah payah

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-
bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-
tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua
orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS. Luqman : 14)

2. Ilmu Genetika (ilmu keturunan)

”Binasalah manusia; alangkah amat sangat kekafirannya? Dari apakah Allah
menciptakannya? Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu
menentukannya.”(QS. Abasa : 17-19)

Pada tahun 1912 ilmu genetika modern (Morgan) menemukan peranan kromosom
dan gen dalam proses pembentukan janin, yaitu bahwa pembentukan manusia
ditentukan pada sperma laki-laki (spermatozoa) dan sel telur wanita (ovum).

Pernikahan antar kerabat
”Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan;
saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan;
saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-
saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang
perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-
ibu istrimu (mertua); anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang
telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah
kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu)
istri-istri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua
perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau;
sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nisa’ : 23)
3. Ilmu Anatomi (ilmu organ tubuh)

”Apakah manusia mengira, bahwa kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang
belulangnya? Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari
jemarinya dengan sempurna.” (QS. Al Qiyamah : 3-4)

Ilmu pengetahuan modern telah berhasil menyingkapkan tirai beberapa misteri ujung
jari dan menjelaskan sidik jari terdiri atas garis-garis timbul pada kulit yang berada di
atas pori-pori keringat. Telah terbukti bahwa di dunia ini tidak ada dua sidik jari yang
sama, bahkan antara saudara kembar yang berasal dari satu sel telur sekalipun.

Susunan pusat-pusat pendengaran dan penglihatan di otak

”Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh
(ciptaan) -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati;
(tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.” (QS. As Sajdah : 9)

Ayat-ayat lain : QS. Al Ahqaf : 26, QS. An Nisa’ : 56

4. Ilmu Biologi

a. Air sebagai komponen kehidupan paling vital

”Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi
itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara
keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah
mereka tiada juga beriman?” (QS. Al Anbiya : 30)

”Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka
(ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari
setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang
sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu
dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang
sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan
berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada
yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai
pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah
diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami
turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan
berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.” (QS. Al Hajj : 5)

Ayat-ayat lain : QS. Fushshilat : 39 dan QS Al Mu’minun : 12

Dalam ilmu biologi, air merupakan unsur paling mendasar dan paling vital bagi
semua makhluk hidup. Sel-sel tubuh manusia juga tidak dapat berfungsi, bertahan
hidup dan berkembang dengan baik tanpa air. Sebuah tim yang terdiri dari para
ilmuwan Universitas Wales, Australia berhasil menemukan sinyal-sinyal suara pada
tumbuhan yang mengalami kekurangan air. Sinyal pada tumbuhan yang kekeringan
jauh lebih kuat dari tumbuhan yang cukup air, seolah-olah tumbuhan tersebut
menjerit dan berteriak meminta air.

b. Sel-sel darah

“yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai
anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan (Nya), dan Dia telah
menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-
rapinya.” (QS. Al Furqan : 2)

c. Sistem reproduksi makhluk hidup

”Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari
apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak
mereka ketahui.” (QS. Yasin : 36)
“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat
akan kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyat : 49)

Keseimbangan sistem tubuh (QS. Al Furqan : 2), (QS. Al Anbiya : 30)

“Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa
atas segala sesuatu, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu,
siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha
Pengampun.” (QS. Al Mulk : 1-2)

Indera perasa dan kulit
“….. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain,
supaya mereka merasakan azab….” (QS. An Nisa’ : 56)

Amuba
“Musa berkata: “Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap
sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk.” (QS. Thaha : 50)

Masih banyak lagi kajian yang berhubungan antara Al Qur’an dan mukjizat ilmiah
salahsatunya yang ditulis oleh Maurice Bucaille yang meliputi kajian penciptaan
langit dan bumi, astronomi, alam tumbuhan binatang dan reproduksi manusia

Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, akan semakin jelas bukti-
bukti yang menyingkap kebenaran Al Qur’an terhadap fakta-fakta ilmiah yang belum
mampu di kenal dalam perkembangan ilmu pengetahuan pada masa Rasulullah.
BAB III

PENUTUP

A. Simpulan
Berdasarkan pembahasan tentang proses kejadian manusia, penulis menyimpulkan:

1. Manusia diciptakan Allah dari tanah.

2. Manusia diciptakan melalui tiga tahapan dalam rahim ibunya.

3. Manusia tidak diciptakan dari mani yang lengkap

B. Saran
Karena manusia diciptakan oleh Allah dari tanah, maka manusia sepatutnya selalu
bertaqwa kepada Allah SWT. dan manusia hendaknya tidak berlaku sombong karena manusia
hanya diciptakan dari air yang hina yaitu air mani.