SATUAN ACARA PENYULUHAN

PERAWATAN BAYI BARU LAHIR

Disusun Oleh:
Noveldi Pitna (16 04 055)
Novita Ketno (16 04 056)
Nurhana (16 04 058)

PROGRAM STUDI PROFESI NERS
STIKES PANAKKUKANG
MAKASSAR
2017

Tujuan instruksional a. Mengetahui tujuan perawatan bayi baru lahir 3. Mengetahui pengertian bayi baru lahir sehat 2.peserta dapat: 1. b. Tujuan Khusus Setelah diberikan penyuluhan. Memandikan bayi . Tujuan perawatan bayi baru lahir c. Sub Pokok Bahasan a. Tujuan Umum Setelah mengikuti penyuluhan selama 30 menit peserta mampu mengetahui dan memahami tentangperawatan bayi baru lahir normal. Cara perawatan bayi baru lahir normal 1. Perawatan tali pusar 2. Mengetahui cara perawatan bayi baru lahir normal  Perawatan tali pusar  Memandikan bayi B. SATUAN ACARA PENYULUHAN Judul : Perawatan bayi baru lahir Sasaran : Pasien dan Keluarga Tempat : Puskesmas Minasa Upa (Nifas) Hari/Tanggal : Maret 2017 Alokasi Waktu : 30 menit Media/Sarana : Leaflet Metode : Ceramah dan Tanya Jawab A. Pengertian bayi baru lahir sehat b.

Mendengarkan dan dan Tanya 3. Penegasan materi 1. Membalas salam peserta sendiri 4. Menjawab yang akan disampaikan pertanyaan 4. PENGORGANISASIAN Moderator : Leader : Co. Memandikan bayi Penutup 10 menit 1. Menggali pengetahuan keluarga pasien tentang perawatan bayi baru lahir Penyajian 15 menit Menjelaskan materi: 1. Menjawab salam Ceramah - 2. Hasil. Peserta memperhatikan selama kegiatan penyuluhan dilakukan b. Tujuan perawatan bayi baru lahir 3. Memberi salam 1. Menjawab 3. Memberikan pertanyaan kepada peserta tentang materi yang telah disampaikan 5. Proses. diharapkan: 1.C. Mendengarkan dan Ceramah Leaflet 1. Memperkenalkan diri 2. Meminta peserta untuk pertanyaan yang menjelaskan kembali materi diberikan oleh yang telah disampaikan dengan penyuluh singkat menggunakan bahasa 3. Memberikan kesempatan kepada pertanyaan Jawab peserta untuk bertanya 2. Mengajukan Tanya 2. Menutup acara dan mengucapkan salam D. Cara perawatan bayi baru lahir normal a. Berjalan dengan baik dan tepat waktu sesuai dengan perencanaan 2. Perawatan tali pusar b. Menjelaskan tujuan memperhatikan Jawab penyuluhan dan pokok materi 3. Kegiatan Penyuluhan Tahap Waktu Kegiatan Perawat Kegiatan Klien Metode Media Pendahuluan 5 menit 1. diharapkan: . Evaluasi a. Pengertian bayi baru lahir memperhatikan dan Tanya sehat Jawab 2. Leader : Observer : Fasilitator : E.

jumlah peserta yang aktif berpendapat atau yang mampu menjawab pertanyaan dengan tepat. Media Leaflet (terlampir) G. dibagi dengan jumlah seluruh peserta yang hadir dalam penyuluhan. Materi (terlampir) . Kriteria penilaian yang digunakan adalah. kemudian hasilnya dikalikan 100%. Sehingga kriteria hasil yang diharapkan: Pre : 80% dari keseluruhan jumlah peserta yang hadir mampu memberikan pendapat mengenai perawatan bayi baru lahirsesuai dengan kemampuan masing- masing peserta Post : 90% dari keseluruhan jumlah peserta yang hadir mampu memberikan jawaban yang tepat saat diberikan pertanyaan oleh perawat F.

C. Genetalia Labia mayora sudah menutupi labia minora (pada perempuan ). Kuku telah agak panjang dan lemas j. Eliminasi baik. urine dan mekonium akan keluar dalam 24 jam pertama. 2. Ciri-Ciri Bayi Baru Lahir Normal a. Kulit kemerah-merahan dan licin karena jaringan subcutan cukup terbentuk dan di liputi verniks caseosa h. bayi bila di kagetkan akan memperlihatkan gerakan seperti memeluk. Pernafasan pada menit-menit pertama cepat kira-kira 80 kali/menit. Refleks isap dan menelan sudah terbentuk dengan baik l. rambut kepala biasanya telah sempurna. Panjang badan 48-52 cm c. Mencapai dan mempertahankan jalan nafas dan mendukung pernafasan. Mempertahankan kehangatan dan mencegah hipotermia. mekonium berwarna hitam kecoklatan. kemudian menurun sampai 120-140 kali/menit f. PERAWATAN BAYI BARU LAHIR A. Bunyi jantung dalam menit-menit pertama 180 kali/menit. Refleks moro sudah baik. Perawatan tali pusat . Graff refleks sudah baik. kemudian menurun setelah tenang kira-kira 40 kali/menit g. apabila di letakkan sesuatu benda di atas telapak tangan. testis sudah turun (pada anak laki-laki) k. Memastikan keamanan dan mencegah cedera atau infeksi 4. B. 3. Definisi Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dalam kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat badan lahir 2500 gram sampai dengan 4000 gram. Tujuan Perawatan Bayi Baru Lahir Adapun tujuan perawatan bayi baru lahir yang dimaksud dibagi menjadi dua yakni tujuan utama dan tujuan khusus seperti yang diuraikan berikut ini : a. m. Lingkar dada 30-38 cm d. Hal-Hal Yang Dilakukan dalam Perawatan Bayi Baru Lahir a. Berat badan 2500-4000 gram b. Lingkar kepala 33-35 cm e. Tujuan Khusus 1. Tujuan Utama Tujuan utama perawatan bayi baru lahir yaitu diharapkan agar ibu mampu merawat bayi baru lahir normal b. Mengidentifikasi masalah-masalah aktual atau potensial yang memerlukan perhatian segera. Rambut lanugo telah tidak terlihat. bayi akan menggenggam / adanya gerakan reflex n. D. i.

Bila keadaannya tetap kering. Setelah bayi dilahirkan. tali pusat dipotong karena sudah tidak lagi berfungsi sebagai alat pengantar makanan. menyusut. Pangkal tali pusar yang berwarna putih.Akibatnya dapat timbul serangan dingin (cold stress) yang merupakan gejala awal .Tali pusat akan cepat puput apabila dilakukan perawatan yang baik. Bayi merasa sakit bila tali pusarnya yang masih lembab itu tersentuh. Biasanya tali pusar yang belum putus akan membuat bayi rewel karena tidak nyaman. Bila menggunakan popok. Sebaiknya tidak menggunakan antiseptik karena kandungan yodium di dalamnya dapat mengganggu pertumbuhan kelenjar gondoknya. gangguan fungsi laesa maka terjadi infeksi pada tali pusat bayi. nyeri. b. Bayi lahir dengan tubuh basah oleh air ketuban. tali pusar harus dalam keadaan bersih dan tetap kering sampai tali pusar mengering. Tubuh bayi yang baru lahir belum cukup kuat menangkal kuman infeksi. tutuplah pusar bayi dengan kapas kering atau kasa. Merawat tali pusar juga penting untuk mencegah tetanus neonatorum. Talipusat umumnya lepas dalam waktu 5 hari hingga 7 hari meski kadang ada yang sampai dua minggu. Apabila terdapat tanda seperti bengkak. dan megkilat baru putus setelah bayi berusia sekitar 1-3 minggu. Prinsipnya adalah menjaga puntung talipusat supaya tetap bersih dan kering hingga dapat lepas dengan sendirinya. Tali pusar ini sebaiknya dijaga tetap kering setiap hari untuk menghindari terjadinya infeksi pada tali pusat. Apabila tali pusat terkena tinja atau air kencing bayi maka harus segera dibersihkan dengan menggunakan sabun dan air bersih. lipat popok dibawah pusat. Biasanya 5-7 hari tali pusar ini akan lepas sendiri bahkan tanpa ibu ketahui dimana dan kapan sisa jaringan tali pusar ini terlepas. Karena itu. Aliran udara melalui jendela / pintu yang terbuka akan mempercepat penguapan dan bayi lebih cepat kehilangan panas tubuh. tidak membalut talipusat. Sewaktu masih berada dalam rahim. minimal 3 kali sehari. Tidak perlu mengoleskan apapun pada puntung. Karena itu. dan lepas dari pusar bayi. Talipusat bayi bukan hiasan semata. Menjaga kehangatan bayi Mekanisme pengaturan suhu tubuh pada bayi baru lahir. Hal ini dimaksudkan agar ketika si kecil buang air kecil. panas. Setelah memandikan bayi. belum berfungsi sempurna. bayi mendapatkan makanan dan oksigen melalui plasenta atau tali pusat. bening. tali pusar perlu mendapat perawatan atau dibersihkan setiap hari untuk mencegah terjadinya infeksi. Perawatan perlu dilakukan agar tidak terjadi infeksi sebelum talipusat lepas dengan sendirinya (istilahnya disebut dengan puput). talipusat tidak basah terkena air kencing. yang dapat menyebabkan kematian. merah.

Dalam keadaan berat. Seperti melalui aliran udara dari kipas angin. Meja. tubuh bayi tidak segera dikeringkan. tempat tidur atau timbangan yang temperaturnya lebih rendah dari tubuh bayi akan menyerap panas tubuh bayi melalui mekanisme konduksi apabila bayi diletakkan diatas benda-benda tersebut. Tubuh bayi teraba dingin 4. Pemenuhan Nutrisi Bayi normal sudah dapat disusui segera setelah lahir. Handuk yang basah harus diganti dengan handuk yang lain yang kering dan hangat. Bayi kedinginan biasanya tidak memperlihatkan gejala menggigil oleh karena kontrol suhu belum sempurna. Suhu normal bayi baru lahir berkisar 36. 3. 2002). kaos tangan dan kaki. Tanda-tanda bayi hipotermia adalah sebagai berikut : 1. Bayi tidak mau minum atau menetek 2. c.5OC yang diukur dengan menggunakan termometer. Konveksi adalah kehilangan panas tubuh yang terjadi saat bayi terpapar udara sekitar yang lebih dingin. Lamanya disusui hanya untuk satu dua menit pada setiap payudara ibu dengan mengisapnya bayi dapat terjadi perangsangan terhadap pembentukan air susu ibu. hypothermia. hembusan udara melalui ventilasi atau pendingin ruangan. Walaupun air susu ibu yang berupa kolostrum itu dapat diisap hanya beberapa tetes. 2. Mengeringkan tubuh bayi harus dilakukan dengan cepat mulai kepala kemudian seluruh tubuh. Bayi tampak lesu atau mengantuk saja 3. Selanjutnya bayi diletakkan dengan telungkup diatas dada untuk mendapat kehangatan dari dekapan ibu (Saifuddin.5OC – 37. 4. Evaporasi adalah kehilangan panas dapat terjadi karena penguapan cairan ketuban pada permukaan tubuh oleh panas tubuh bayi sendiri karena setelah lahir. denyut jantung bayi menurun dan kulit tubuh bayi mengeras. Radiasi adalah kehilangan panas yang terjadi karena bayi ditempatkan di dekat benda-benda yang mempunyai suhu lebih rendah dari suhu tubuh bayi. ini sudah cukup untuk kebutuhan bayi . Konduksi adalah kehilangan panas tubuh bayi melalui kontak langsung oleh tubuh bayi dengan dengan permukaan yang dingin. Setelah tubuh bayi kering segera dibungkus dengan selimut. apabila suhu < 36OC atau kedua tangan atau kaki teraba dingin maka ini merupakan gejala awal dari hipotermi. diberi topi / tutup kepala. Hal ini menyebabkan gejala awal hipotermia sering kali tidak terdeteksi oleh ibu / keluarga bayi atau penolong persalinan. Bayi baru lahir dapat kehilangan panas tubuhnya melalui cara-cara berikut : 1. Untuk mencegah terjadinya serangan dingin setiap bayi lahir harus dikeringkan dengan handuk yang kering dan bersih (sebaiknya handuk tersebut dihangatkan terlebih dahulu). Bila seluruh tubuh bayi teraba dingin. maka bayi sudah mengalami hipotermia.

Pada hari ketiga bayi sudah harus menyusui selama 10 menit pada mamma ibu dengan jarak waktu tiap 3-4 jam. 2 kali sehari. Sehingga kebutuhan on demand dapat terpenuhi. Kolostrum banyak mengandung antibody (ketahanan tubuh).50C. Sesudah itu. 2. pemberian cairan kepada bayi yang daya isap dan menelannya baik hendaknya on demand. Kadang-kadang bayi keberatan menyusui bayinya dengan alasan ASI belum keluar. Ruangan harus bersih dan tidak banyak angin. bayi sudah boleh disusui pada satu mamma secara bergantian. pengukuran suhu juga dilakukan sesudah bayi dimandikan. pengecekan suhu ini dilakukan setiap 4 jam sekali. jika tidak terdapat indikasi untuk pengecekan yang lebih sering. Masukkan bayi kedalam Waskom yang berisi air hangat dengan cara tangan kiri memegang belakang leher bayi sambil menutup kedua lubang telinga dengan jari . Isi Waskom dengan air hangat ( suhu air kira-kira 36. dan pada beberapa rumah sakit. Memandikan bayi Setelah bayi lahir. Memandikan bayi. Handuk. Cuci tangan sebelum memandikan bayi. Selama 24 jam pertama dan kemudian. d. pemberian ASI pada bayi sangat penting.2oC ) 4. Pakaikan sabun keseluruh tubuh bayi kecuali muka. Pada umumnya cairan yang diberikan pada hari pertama sebanyak 60 ml/kg berat badan dan setiap dan setiap hari di Rumah. Akan tetapi diantara waktu itu bayi menangis karena lapar. Oleh sebab itu. Turunnya berat badan tidak lebih dari 10%. Suhu harus diukur sebelum bayi ditelanjangi untuk dimandikan atau dibersihkan. dalam hari-hari pertama. sehingga pada hari ke-14 dicapai 200 ml/kg berat badan sendiri. berat badan akan naik lagi pada hari ke 4 sampai hari ke 10 dan seterusnya. suhunya dicek setiap jam sekali sampai hasil pengecekan dua kali berturut-turut menunjukkan suhu 36. Cuci muka bayi lalu basuh seluruh badan bayi dengan waslap 6. jika mungkin. 3. Dalam hari-hari pertama berat badan akan turun oleh karena pengeluaran mekonium dan masuknya cairan belum mencukupi. dan bak mandi bayi diisi dengan air dingin serta di tambahkan air panas sampai suhu air menjadi hangat ketika di periksa memakai sisi sebelah dalam pergelangan tangan atau siku. Cara-cara memandikan bayi : 1. Kebutuhan cairan pada tiap-tiap bayi untuk mencapai kenaikan berat badan yang optimal berbeda-beda. Oleh sebab itu. harus dilakukan sebelum makan dan bukan sesudahnya karena lambung yang penuh dapat terganggu oleh gerakan dan tindakan sewaktu memandikan. pakaian serta popok bayi yang bersih sudah disiapkan terlebih dahulu. Lepaskan seluruh pakaian bayi.5-37. 5. 7. Baringkan bayi diatas meja mandi yang telah dialasi kain.

lalu dikeringkan. 11. Mata bayi harus selalu diperiksa untuk melihat tanda-tanda infeksi. Bila ditemukan dapat diobati dengan gentian violet 1% yang baru dibuat atau larutan Nystasin yang langsung diteteskan kemulut. Kulit. Angkat bayi keatas meja mandi yang telah dialasi handuk bayi. Mulut diperiksa untuk melihat kemungkinan infeksi dengan kandida (oral thrush). mata harus selalu dibersihkan dengan air bersih. botol/dot). Pencegahan infeksi Bayi baru lahir rentan terhadap infeksi yang disebabkan oleh paparan kontaminasi mikroorganisme selama proses persalinan berlangsung maupun beberapa saat setelah lahir. Infeksi dapat menjadi masalah besar di rumah sakit. 8. Bagian tubuh bayi baru lahir yang sangat sensitif seperti mata. Oleh karena itu petugas kesehatan maupun ibu harus mencuci tangan sebelum menyentuh bayi. Muka sebaiknya diseka dengan air steril. terutama sesudah minum susu. Tali pusat akan puput pada waktu bayi berumur 6-7 hari yang harus dijaga kebersihannya dengan menggunakan kain kasa yang dibasahi dengan air hangat. . Kenakan pakaian bayi dengan ikatan popok dibawah tali pusat bayi lalu dibedong. Kandidiasis merupakan suatu penyakit endemik di tempat bayi (infeksi dapat berasal dari ibu. e. terutama bila lipatan-lipatan (paha. Olesi badan bayi dengan baby oil/minyak talon. Lepaskan tangan kanan dari kaki bayi lalu basuh seluruh tubuh bayi dengan tangan kanan sehingga bersih. bidan/perawat. kulit terutama tali pusat. ketiak) harus selalu bersih dan kering. belakang telinga. tengah dan ibu jari. leher. Tangan kanan memegang kedua kaki bayi dimana jari telunjuk berada diantara kedua kaki bayi. Bagian-bagian tersebut harus bersih dari verniks caseosa karena verniks kaseoasa merupakan media yang paling baik untuk kuman stafilokokus. 9. 10. mulut.

Kosim. Dep. Buku Ajar Keperawatan Maternitas . Jakarta: Salemba Medika. RI. Alih Bahasa Maria A. Pedoman Pelaksanan Stimulasi. Peter I. 2002. DAFTAR PUSTAKA Bobak. Maternity Nursing. 2005.(2007). Wijayanti. Jensen. 2004. Pengantar Ilmu Kesehatan Anak Untuk Pendidikan Keperawatan. Lowdermilk. Deteksi dan Intervensi Dini Bayi Baru Lahir. . Dasar-dasar Keperawatan kesehatan Masyarakat. Kes. MS. Jakarta: EGC Saifuddin.