You are on page 1of 19

MAKALAH MANAJEMEN USAHA KECIL

MELAKUKAN ANALISIS KELAYAKAN BISNIS

Oleh:

1. ADHISTY RESA (1642620174)
2. ANDIA SOFA SOFIANNAJA (1642620009)
3. AULICA VENA ASTARI (1642620176)
4. FIFTIEN AFDALINA KURSIYAH (1642620077)

D4 MANAJEMEN PEMASARAN

ADMINISTRASI NIAGA

POLITEKNIK NEGERI MALANG
2016
2

KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan

rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya dapat diselesaikan makalah manajemen

usaha kecil yang berjudul “Melakukan Analisis Kelayakan Bisnis” ini dengan baik

dan tepat waktu.

Semoga makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta

pengetahuan mengenai apa yang dimaksud dengan kelayakan bisnis, bagaimana cara

menganalisis kelayakan bisnis, dll. Di dalam penyelesaian tugas ini terdapat

kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang di harapkan. Untuk itu, Sebelumnya

mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan adanya

kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan di masa depan.

Semoga makalah ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.

Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi orang yang

membacanya.

Malang, 17 Maret 2017

Penyusun
3

DAFTAR ISI

COVER....................................................................................................................1

KATA PENGANTAR..............................................................................................2

DAFTAR ISI............................................................................................................3

BAB I PENDAHULUAN........................................................................................4

1.1 Latar Belakang............................................................................................4
1.2 Rumusan Masalah.......................................................................................4
1.3 Tujuan..........................................................................................................4

BAB II PEMBAHASAN.........................................................................................6

2.1 Definisi Analisis Kelayakan........................................................................6
2.2 Melakukan Analisis Kelayakan.................................................................7

BAB III PENUTUP................................................................................................23

3.1 Kesimpulan.................................................................................................23
3.2 Saran............................................................................................................23

DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................24
4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Sebelum bisnis baru dimulai atau dikembangkan terlebih dahulu harus

diadakan penelitian tentang apakah bisnis yang akan dirintis atau

dikembangkan menguntungkan atau tidak. Bila menguntungkan, apakah

keuntungan itu memadai dan dapat diperoleh secara terus menerus dalam

waktu yang lama, mungkin secara teknis bisa saja usaha itu dilakukan tetapi

secara ekonomis dan social kurang memberi manfaat. Inilah pentingnya

menganalisis kelayakan bisnis terlebih dahulu sebelum memulai sebuah

usaha.
Oleh karena itu penulis membuat makalah dengan judul “Melakukan

Analisis Kelayakan Bisnis” untuk menambah wawasan pembaca tentang apa

saja yang perlu diperhatikan sebelum memulai sebuah usaha.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka untuk mempermudah

pembahasan, penulis merumuskan permasalahan tersebut sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan Kelayakan Bisnis?
2. Komponen apa saja yang berkaitan dengan analisis kelayakan bisnis?
1.2 Tujuan
Berdasarkan uraian perumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini

adalah sebagai berikut :
1. Untuk menambah pemahaman tentang kelayakan bisnis.
2. Untuk mengetahui komponen apa saja yang berkaitan dengan anilisis

kelayakan bisnis.
5

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Definisi Analisis Kelayakan
Analisis kelayakan (feasibility analysis) adalah proses menentukan apakah ide

seorang wirusahawan merupakan dasar yang bisa bertahan untuk membentuk

sebuah usaha yang sukses. Tujuannya adalah menentukan apakah suatu ide bisnis

layak diwujudkan. Jika ide itu lolos kelayakan maka langkah selanjutnya

membangun rencana bisnis yang solid untuk mengeksploitasi ide tersebut.

Sebaliknya jika ide tersebut tidak lolos dari saringan maka wirausahawan itu

harus melupakan dan berpindah pada peluang selanjutnya. Studi kelayakan tidak

sama dengan rencana bisnis; keduanya memainkan peran penting tetapi memiliki

peran yang berbeda pada proses memulai usaha.
Perannya adalah sebagai penyaring, memeriksa berbagai ide yang kurang

berpotensi membangun usaha yang sukses, sebelum wirausahawan mengikat

berbagai sumber daya yang digunakan untuk membangun sebuah rencana bisnis.

Fungsi utama studi kelayakan adalah sebagi alat penyelidikan. Studi ini didesain

untuk memberikan gambaran kepada seorang wirausahawan mengenai potensi

pasar, penjualan, dan laba suatu ide bisnis tertentu. Di pihak lain, rencana bisnis

adalah alat perencanaan untuk mengubah suatu ide menjadi kenyataan. Rencana

bisnis dibangun berdasarkan studi kelayakan, tetapi memberikan analisis yang

lebih komprehensif dibandingkan studi kelayakan.
Fungsi rencana bisnis yaitu sebagai alat perencanaan, dengan mengambil ide

yang lolos pada studi kelayakan serta menjelaskan cara untuk mengubahnya
6

menjadi sustu usaha yang sukses. Tujuan utamanya adalah untuk membimbing

para wirausahawan meluncurkan dan mengoperasikan usahanya serta membantu

mereka memperoleh pembiayaan yang dibutuhkan untuk meluncurkannya. Studi

kelayakan sangat berguna bagi wirausahawan dan para wirausahawan dapat

denagn cepat mengeksploitasi sisi praktis dari tiap jalur yang berpotensi

mengubah suatu ide manajdi suatu usaha. Terkadang, hasil studi kelayakan bisa

menjadi kenyataan tetapi ide tersebut tidak mengarah padam usahan yang

dijalankan. Pada kasus lain, suatu studi kelayakn menunjukkan bahwa ide

seorang wirausahawan itu bagus tetapi harus dikelola dalam cara yang berbeda

agar menguntungkan.
2.2 Melakukan Analisis Kelayakan
Ada tiga komponen yang berkaitan: analisis kelayakan industri dan pasar,

analisis kelayakan produk atau jasa, dan analisis kelayakan keuangan.
a. Analisis Kelayakan Industri dan Pasar
Fokus pada tahap ini ada dua hal yaitu menentukan seberapa menarik suatu

industri secara keseluruhan sebagai ‘rumah’ usaha tersebut dan

mengidentifikasi berbagai potensi ceruk yang dapat ditempati suatu usaha kecil

secara menguntungkan. Langkah pertama yaitu dengan menggambarkan

industri tersebut dalam bentuk kasar, menilainya dalam tingkat “makro”.
Salah satu alat yang berguna untuk menganalisis daya tarik suatu industri

adalah model lima kekuatan (five forces model) yang dikembangkan oleh

Michael Porter, lima tekanan tersebut yaitu:
1) Persaingan Antarperusahaan yang bersaing dalam industri yang sama,

ketika suatu perusahaan menciptakan sebuah inovasi atau mengembangkan

suatau strategi yang unik dan yang mengubah pasar, perusahaan pesaingnya
7

harus beradaptasi serta menghadapi risiko terlempar keluar dari bisnis.

Tekanan inilah yang membuat pasar sebagai tempat yang dinamis dan

kompetitif. Umumnya, suatu industri akan lebih menarik jika terdapat

kondisi-kondisi berikut ini:
 Jumlah pesaing besar, di sisi ekstrem lainnya, sangat sedikit (kurang dari

lima).
 Para pesaing memliki ukuran dan kemampuan yang berbeda.
 Industri terkait tumbuh dengan sangat cepat.
 Adam peluang untuk menjual suatu produk atau jasa yang terdiferensiasi.
2) Daya tawar pemasok industri, semakin besar daya tawar (leverage) yang

dimiliki para pemasok bahan mentah penting, semakin rendah daya tarik

industri tersebut. Umumnya, sebuah industri akan menarik jika ada kondisi-

kondisi berikut:
 Ada banyak pemasok yang menjual suatu komoditas produk ke berbagai

perusahaan di dalam industri tersebut.
 Ada berbagai produk subtistusi yang tersedia untuk berbagai barang yang

disediakan oleh pemasok.
 Perusahan-perusahaan pada industri merasa lebih mudah untuk berpidah

dari satu pemasok ke pemasok lain.
 Barang yang disediakan pemasok memakan porsi biaya yang relatif kecil

daripada seluruh biaya barang jadi
3) Daya tawar pembeli, sama halnya dengan para pemasok dalam sautu

industri para pelanggan berpotensi menggunakan kekuasaan penting mereka

atas suatu usaha. Suatu industri akan lebih menarik jika dalam kondisi

berikut:
8

 “Biaya peralihan” para pelanggan industri ken produk pesaing atau

produk bersubtitusi tinggi.
 Jumlah pembeli dalam industri itu besar.
 Pelanggan menginginkan produk yang diferensiasi buka produk

komoditas produk.
 Pelanggan sulit mengumpulkan informasi mengenai biaya, harga, dan

berbagai fitur produk pemasok.
 Berbagai barang yang dijual oleh perusahaan dalam industri merupakan

bagian yang relatif kecil dari biaya total barang jadi para pelanggan

mereka.
4) Ancaman masuknya pemain baru ke dalam industri yang saja, semakin

banyak calon abru maka semakin besar ancamannya bagi perusahaan yang

telah ada di dalam industri tersebut. Umumnya, industri akan dianggap lebih

menarik jika mengalami kondisi:
 Keuntungan dari skala ekonomis.
 Persyaratan permodalan untuk memasuki industri itu rendah.
 Keuntungan biaya tidak berhubungan dengan ukuran perusahaan.
 Para pembeli tidak terlalu setia pada suatu merek hingga mempermudah

pemain baru untuk menarik pelanggan.
 Pemerintah, melalui kebijakan perdagangan internasional dan peraturan

dagangnya, tidak membatasi perusahaan baru memasuki industri tersebut.
5) Ancaman produk atau jasa subtitusi, produk atau jasa subtitusi bisa

mengubah keseluruhan industri. Umumnya, suatu industri akan lebih

menarik jika bekondisi:
 Produk-produk subtitusi yang berkualitas tidak langsung tersedia.
 Harga produk subtitusi tidak terlalu murah dibanding produk industri itu

sendiri.
 Biaya peralihan apra pembeli ke produk subtitusi tinggi.
9

Pembuatan prototipe bisnis (business prototyping) yaitu proses dimana

wirausahawan menguji berbagai model bisnis mereka dalam skala kecil

sebelum mengerahkan berbagai sumber daya dalam jumlah signifikan untuk

meluncurkan suatu usaha yang mungkin tidak berhasil.

b. Analisis Kelayakan Produk dan Jasa
Analisis kelayakan produk dan jasa (product or service feasibility analysis)

menentukan daya tarik ide suatu produk atau jasa bagi para calon pelanggan dan

mengidentifikasi berbagai sumber daya yang dibutuhkan untuk menghasilkan

produk atau jasa tersebut. Penelitian primer (primary research) informasi yang

dikumpulkan para wirausahwan secara langsung dan untuk dianalisis lebih lanjut.

Penelitian sekunder (secondary research).
Teknik penelitian primer meliputi beberapa hal yaitu: (1) Survei dan kuisioner

pelanggan. Mengatur beberapa pertanyaan dengan hati-hati agar membuat

hasilnya tidak bias dan menggunakan sistem pemeringkatan yang sederhana. (2)

Kelompok fokus. Dibentuk dengan mendaftar sejumlah calon pelanggan

biasanya 8-12 orang untuk memberikan umpan balik mengenai berbagai isu

tertentu suatu produk atau jasa.
Teknik penelitian sekunder meliputi beberapa hal yaitu: (1) Asosiasi dagang dan

direktori bisnis. (2) Daftar alamat korespondensi (direct mail list). (3) Data

demografis. (4) Data sensus. (5) Prediksi. (6) Riset pasar. (7) Artikel. (8) Data

local (9) World Wide Web

Prototipe (prototype) adalah model asli suatu produk baru yang fungsional dan yang

dapat diberikan oleh para wirausahawan kepada para calon pelanggannya agar
10

mereka dapat melihat, mengujinya, dan menggunakannya. Uji beta (beta test)

berbagai uji coba ini akan menghasilkan proses desain yang terus berputar dimana

para desainer mengumpulkan umpan balik dari para pemakai dan kemudian

memasukkan berbagai ide mereka ke dalam produk tersebut untuk diuji coba pada

putaran berikutnya. Percobaan di rumah suatu teknik penelitian yang meliputi

kegiatan mengirim para peneliti ke beberapa rumah pelanggan untuk mengamati cara

mereka menggunakan suatu produk atau jasa perusahaan.

c. Analisis Kelayakan Keuangan
Analisis kelayakan keuangan adalah penilaian kelayakan keuangan suatu

proposal usaha. Jika analisis lolos maka wirausahawan tersebut harus

melaksanakan analisis keuangan lebih mendalam jika ingin memebentuk rencana

bisnis yang berhasil baik. Kebutuhan modal sangat penting jika wirausahawan

tersebut ingin sekali mendirikan dan menjalankan suatu usaha. Pengembalian

pendapatan selain harus memiliki perkiraan kebutuhan modal awal perusahaan,

wirausahawan juga harus memprediksi potensi pendapatan dari usaha yang akan

didirikan. Pengembalian atas investasi (return of investment) yaitu

menggabungkan perkiraan pendapatan dan kebutuhan modal untuk menentukan

tingkat pengembalian yang akan dihasilkan usaha tersebut.
Mengapa Mengembangkan Rencana Bisnis?
Rencana bisnis (business plan) adalah ringkasan tertulis mengenai usulan pendirian

perusahaan oleh wirausahawan yang berisi rincian kegiatan operasi dan rencan

keuangan, peluang, dan strategi pemasaran, serta keterampilan dan kemampuan

manajer. Rencana merupakan bukti tertulis bahwa wirausahawan telah melakukan
11

penelitian yang diperlukan, mempelajari peluang bisnis secara memadai, dan siap

untuk melaksanakannya dengan sebuah model bisnis. Ada tiga fungsi pokok rencana

bisnis yaitu pertama memberi panduan operasi perusahaan dengan membuat rencana

untuk masa yang akan datang dan menyusun strategi untuk mencapai

kesuksesannya.
Salah satu tujuan dari bagian rencana bisnis ini adalah untuk menepatkan dasar bagi

perkiraaan keuangan yang akan di sajikan kemudian dalam rencana ini , perkiraan

keuangan perusahaan yang baru berdiri harus didasarkan lebih dari sekedar angan –

angan. Bagian rencana bisnis harus mencakup topik-topik berikut ini : Periklanan,

Tren ukuran pasar, Lokasi, Penetapan harga, dan Distribusi.

d. Analisis pesaing
Analisis atas masing-masing pesaing penting harus ditunjukan. Para

wirausahawan yang yakin bahwa mereka tiak memiliki pesaing sebenarnya

sedang membodohi diri dan dengan demikian tidak akan mendapatkan modal

dari pemberi ponjaman atau insvestor potensial.
Deskripsi Tim Manajemen
Faktor paling penting dari kesuksesan perusahaan adalah kualitas manajemen,

dan lembaga keuangan serta penanaman modal akan sagat mempertimbangkan

kemampuan dan pengalman manjer perusahaandalam pengambilan keputusan

keuangan. Direktur utama,dan siapa saja yang memilik sedikit 20 prsen saham

dalam perusahaan. Ingat : pemberi pinjaman dari investor lebih menyukai

manajer yag berpengalaman.
Investor yang berpengalaman memberikan saran kepada wirausahawan agar

mengingat hal tersebut :
12

 Ide dan produk tidak bisa menunjukan keberhasulan, tetapi orang-orangnya

bisa.
 Perlihatkan kekuatan karyawan kunci dan cara mempertahankkanmreka.
 Dawn direksi atau penasihat yang terdiri dari pakar-pakar industry akan

meningkatkan kreadibilitas dan meningkatkan nilai tim manajemen.

Rencana Kerja

wirausahawan harus menguraikan dengan jelas langkah-langkah yang harus di

ambil untuk memotivasi karyawan penting agar tetap tinggal di perusahaan.

Kontak karyawan, kepemilikan saham, dan pengasulan tambahaan biasanya

digunakan untuk mempertahankan dan memoyivasi karyawan itu.

Proyeksi atau Pro- forma Laporan Keungan

Ketika menyusun rencana bisnis untuk perusahaan yang sudah berditi atau baru,

wirausahawan harus berhati-hati dalam menyiapkan proyeksi (atau pto forma)

laporan keungan bulanan untuk kegiatan operasi tahun berikutnya (atau pro

forma) laporan keuangan bulanan untuk kegiatan operasi tahun berikutnya (dan

dua tau tiga tahun beriktnya berdasarkan triwulan) dengan menggunakan data

operasi , statistic yang dipublikasikan, dan penelitian untuk menghasilkan tiga

perkiraan lapran yaitu laporan laba-rugi, neraca,anggaran kas. Wirausahawan

harus menghindari”kencenderungan” hanya agar perusahaan kelihatan bagus.

Pemberi pinjaman dan investor membandingkan perkiraan ini dengan standar

industry yang sudah di publikasikan, dan dapat mngetauhi perkiraan yang tidak

masuk akal.
13

Proposal Pinjaman atau Investasi

Proposal pengajuan pinjaman atau investasi dalam rencana bisnis harus

menguraikan tujuan pembiayaan, jumlah yang diperlukan, dan rencana

pembayaran atau dari pihak investor, strategi keluar yang menarik. Elemen

penting lain dari proposal pinjaman atau investasi adalah jadwal pembayaran

kembali atau strategi keluar. Pertimbangan utama pemberi pinjaman dalam

mengabulkan pinjaman adalah jaminan bahwa pinjaman akan megembalikan

pinjaman tersebut, sedangkan pertimbangan utama investor adalah memperoleh

tingkat pengembalian yang memuaskan.

Proyeksi keuangan harus mencerminkan kemampuan perusahaan untuk

membayar kembali pinjaman dan menghasilkan keuntungan yang memadai.

Tanpa bukti ini pemerintah tambahan dana akan lebih sulit dikabulkan. Para

wirausahawan perlu menyusun bukti nyata yang menunjukkan bhawa perusahaan

mampu mengembalikan pinjaman atau menghasilkan keuntungan yang menarik.

Apa yang Dicari oleh Pemberi Pinjaman dan Invetor dalam Rencana Bisnis

Ketika perusahaan berjalan dan memliki catatan keuangan, sehingga dapat

menjadi sumber pembiayaan regulernya. Pemberi pinjaman dan investor mengacu

pada apa yang dikenal dengan 5C (five Cs of credit), yaitu capital (modal),

capacity (kapasitas), collateral (agunan), character (karakter), dan conditional

(keadaan).

Membuat Presentasi Rencana Bisnis
14

Pemberi pinjaman dan investor akan terkesan oleh wirausahawan yang

memahami dan siap ketika memintapinjaman atau investani. Dalam usahanya

memperoleh dana dari penanam modal ventura propesional atau investasi pribadi,

rencana bisnis tertulis selalu mendahului pertumuan “tatap muka”. Sangat penting

untuk mengadakan latihan presentasi, sesering mungkin. Merupakan tindakan

yang keliru apabila memulai presentasi dengan menguraikan masalah teknologi

yang mendasari produk atau jasa secara bertele-tele.

Format Rencana Bisnis

Walaupun rencana bisnis setiap perusahaan adalah unik, yang mencerminkan

kondisi dan keadaan pribadi, elemen-elemen tertentu bersifat universal. Berikut

ini adalah garis dasar komponen-komponen tersebut :

1. Ringkasan Eksekutif (tidak lebih dari dua halaman)
a. Nama, alamat, dan nomor telepon perusahaan.
b. Nama, alamat, dan nomor telepon seluruh orang-orang penting dalam

perusahaan.
c. Uraian singkat mengenai perusahaan, produk dan jasanya, serta masalah

pelaggan yang mereka pecahkan.
d. Uaraian singkat mengenai pasar bagi produk dan jasa Anda.
e. Uraian singkat mengenai strategi yang akan mengantarkan perusahaan

Anda menuju kesuksesan.
f. Uraian singkat mengenai pengalaman manajemen dan pengalaman teknis

orang-orang penting di perusahaan.
g. Pernyataan singkat mengenai kebutuhan dana dan cara penggunaannya.
h. Bagan dan tabel yang memperlibatkan pokok-pokok perkiraan keuangan.
2. Pernyataan Visi dan Misi
a. Visi wirausahawan terhadap perusahaan.
b. “Bergerak di bidang apa perusahaan ini?”
c. Nilai-nilai dan prinsip apa yang dianut perusahaan.
15

d. Apa yang membuat perusahaan Anda unik? Apa sumber keunggulan

kompetitifnya?
3. Sejarah Perusahaan (hanya untuk bisnis yang telah berjalan)
a. Pendiri perusahaan
b. Pokok-pokok mengenai keuangan dan operasional
c. Prestasi yang telah dicapai
4. Profil Bisnis dan Industri
a. Analisa industri
- Latar belakang dan tinjauan industri
- Tren yang penting
- Tingkat pertumbuhan
- Faktor kunci kesuksesan dalam industri
b. Pandangan untuk tahap-tahap pertumbuhan di masa depan (awal, tumbuh,

dewasa)
c. Sasaran dan tujuan perusahaan
- Operasional
- Keuangan
- Lain-lain
5. Strategi Bisnis
a. Citra dan posisi yang diinginkan dalam pasar
b. Analisis SWOT
- Strengths (kekuatan)
- Weaknesses (kelemahan)
- Opportunities (peluang)
- Threats (ancaman)
c. Strategi kompetitif
- Kepemimpinan biaya
- Diferensiasi
- Fokus
6. Produk dan Jasa Perusahaan
a. Deskripsi
- Ciri-ciri produk dan jasa
- Manfaat untuk pelanggan
- Jaminan
- Keunikan
b. Perlindungan hak paten atau merek dagang
c. Uraian mengenai proses produksi (bila memungkinkan)
- Bahan baku
- Biaya
- Pemasok utama
16

d. Penawaran produk atau jasa di masa yang akan dateng
7. Strategi Pemasaran
a. Target pasar
- Profil demografis lengkap
- Karakteristik lain pelanggan yang penting
b. Memotivasi pelanggan untuk membeli
c. Ukuran dan tren pasar
- Seberapa besar pasarnya?
- Apakah pasarnya membesar atau menyusut? Seberapa cepat?
d. Periklanan dan promosi
- Media yang digunakan-profil pembaca, pemirsa, pendengar
- Biaya media
- Frekuensi penggunaan
- Rencana untuk membuat publisitas
e. Penetapan harga
- Struktur biaya : tetap dan tidak tetap
- Citra yang diinginkan di dalam pasar
- Perbandingan terhadap harga-harga
f. Strategi distribusi
- Saluran distribusi yang digunakan
- Teknik dan insentif penjualan
8. Lokasi dan Tata Letak
a. Lokasi
- Analisis demografis antara lokasi dengan profil pelanggan sasaran
- Jumlah lalu lintas
- Tingkat sewa
- Kebutuhan dan pasokan tenaga kerja
- Tingkat upah
b. Tata letak
- Persyaratan ukuran
- IMB, Amdal dan sebagainya
- Masalah ergonomi
- Rencana tata letak (sesuai untuk Lampiran)
9. Analisis Pesaing
a. Pesaing yang ada
- Siapa mereka? Ciptakan matriks profil persaingan
- Kekuatan
- Kelemahan
b. Calon pesaing: perusahaan yang mungkin memasuki pasar
- Siapa mereka?
- Dampaknya pada perusahaan Anda bila mereka masuk
10. Uraian Tim Manajemen
17

a. Manajer dan karyawan kunci
- Latar belakang mereka
- Pengalaman, keahlian dan pengetahuan yang mereka bawa ke dalam

perusahaan
b. Daftar riwayat hidup dari manajer dan karyawan knci (sesuai untuk

Lampiran)
11. Rencana Operasi
a. Bentuk kepemilikan yang dipilih dan alasannya
b. Struktur perusahaan (bagan organisasi)
c. Kewenangan pengambilan keputusan
d. Paket kompensasi dan tunjangan
12. Perkiraan Keuangan (cocok untuk Lampiran)
a. Laporan keuangan
- Laporan laba-rugi
- Neraca
- Laporan arus kas
b. Analisis impas
c. Analisis rasio dengan membandingankannya dengan standar-standar

industri (dapat ditentukan pada perusahaan yang telah ada)
13. Proposal Pinjaman atau Investasi
a. Jumlah yang diajukan
b. Tujuan dan penggunaan dana
c. Jadwal pembayaran kembali atau “pelunasan” (strategi keluar)
d. Jadwal untuk menerapkan rencana dan meluncurkan perusahaan
14. Lampiran-Dokumen-dokumen pendukung, mencakup penelitian pasar,

laporan keuangan, bagan organisasi, daftar riwayat hidup, dan hal-hal lainnya.
18

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dalam sebuah usaha, analisis kelayakan bisnis sangatlah penting karena analisis

kelayakan ini memiliki peran sebagai penyaring. Maksudnya adalah analisis

kelayakan tersebut merupakan proses menentukan apakah ide seorang

wirausahawan merupakan ide yang bisa bertahan untuk membentuk sebuah usaha

yang sukses sehingga dapat diketahui apakah ide bisnis tersebut layak

diwujudkan.
Analisis bisnis berbeda dengan rencana bisnis, meskipun keduanya merupakan

hal penting di dalam sebuah usaha. Salah satunya, rencana bisnis berpengaruh

terhadap investor dll.
3.2 Saran
Keterbatasan informasi dan ketelitian penulis dalam menyusun makalah ini,

menjadi sebab adanya keurangan-kekurangan yang tidak dapat kami hindari.

Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran demi penambahan

wawasan bagi para penulis khususnya.
19

DAFTAR PUSTAKA

Zimmerer. 2015. Kewirausahaan dan Manajemen Usaha Kecil. Jakarta : Salemba

Empat.

Hendro, Ir. 2011. Dasar-dasar Kewirausahaan. Jakarta : Erlangga.