You are on page 1of 36

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Suatu organisme atau mahluk hidup memiliki bermacam-macam sistem
jaringan atau organ dalam tubuhnya, dimana sistem tersebut memiliki fungsi dan
peranan serta manfaat tertentu bagi mahluk hidup. Salah satu sistem yang ada
pada suatu organisme yakni sistem pernapasan. Sistem pernapasan ini sendiri
memiliki fungsi dan peranan yang sangat struktural dan terkoordinir.

Dalam ilmu histologi, sistem pernapasan akan dibahas secara detail
bahkan sampai anatominya, sehingga kita bisa mengetahui organ dan saluran apa
saja yang ikut berperanan dalam menyalurkan oksigen (O2) yang kita hirup.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apakah pengertian pernapasan dan bagaimana mekanisme pernapasan itu?

2. Apakah sajakah saluran pada sistem pernapasan itu?

3. Apa sajakah gangguan pada sistem pernapasan?

1.3 Tujuan

1. Untuk mengetahui saluran-saluran pada sistem pernapasan.
2. Untuk mengetahui mekanisme pernapasan.
3. Untuk mengetahui penyakit-penyakit yang berhubungan dengans sistem
pernapasan.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Pernapasan

Definisi Pernapasan :

· Pernapasan adalah proses keluar dan masuknya udara ke dalam & keluar paru

· Pernapasan adalah proses ganda, yaitu terjadinya pertukaran gas dalam jaringan
atau “pernafasan dalam” dan yang terjadi di dalam paru-paru yaitu “pernapasan
luar”

Manusia membutuhkan suply oksigen secara terus-menerus untuk proses
respirasi sel, dan membuang kelebihan karbondioksida sebagai limbah beracun
produk dari proses tersebut. Pertukaran gas antara oksigen dengan karbondioksida
dilakukan agar proses respirasi sel terus berlangsung. Oksigen yang dibutuhkan
untuk proses respirasi sel ini berasal dari atmosfer, yang menyediakan kandungan
gas oksigen sebanyak 21% dari seluruh gas yang ada. Oksigen masuk kedalam
tubuh melalui perantaraan alat pernapasan yang berada di luar. Pada manusia,

alveolus yang terdapat di paru-paru berfungsi sebagai permukaan untuk tempat
pertukaran gas.

Proses pembakaran zat makanan secara singkat ditunjukan pada baga berikut:

Zat Makanan(gula) + Oksigen à kabon doiksida + uap air + energ

2.2 Fungsi dan Struktur Sistem Respirasi

Respirasi adalah pertukaran gas, yaitu oksigen (O²) yang dibutuhkan tubuh
untuk metabolisme sel dan karbondioksida (CO²) yang dihasilkan dari
metabolisme tersebut dikeluarkan dari tubuh melalui paru.

1. Berdasarkan anatomi:

Saluran nafas bagian atas : rongga hidung, faring dan laring

Saluran nafas bagian bawah; trachea, bronchi, bronchioli dan percabangannya
sampai alveoli

2. Berdasar fungsionalnya:

Area konduksi: sepanjang saluran nafas berakhir sampai bronchioli terminalis,
tempat lewatnya udara pernapasan, membersihkan, melembabkan & menyamakan
udara dg suhu tubuh hidung, faring, trakhea, bronkus, bronkiolus terminalis.

Area fungsional atau respirasi: mulai bronchioli respiratory sampai alveoli,
proses pertukaran udara dengan darah.

2.2.1 Struktur

Saluran nafas bagian atas Pada bagian ini udara yang masuk ke tubuh dihangatkan. disarung dan dilembabkan. Sirkulasi paru Pembuluh darah arteri menuju paru. dan yang meliputi paru atau pleura veseralis 7. Saluran nafas bagian bawah Bagian ini menghantarkan udara yang masuk dari saluran bagian atas ke alveoli 3. Rongga dan Dinding Dada Merupakan pompa muskuloskeletal yang mengatur pertukaran gas dalam proses respirasi . Paru terdiri dari : 1) Saluran nafas bagian bawah 2) Alveoli 3) Sirkulasi paru 6. 5. Sistem respirasi terdiri dari: 1. sedangkan pembuluh darah vena meninggalkan paru. Alveoli Terjadi pertukaran gas anatara O2 dan CO2 4. 2. Rongga Pleura Terbentuk dari dua selaput serosa. yang meluputi dinding dalam rongga dada yang disebut pleura parietalis.

3. Tulang lengkung yang halus dan melekat pada dinding lateral dan menonjol ke cavum nasi adalah : conchae superior. pelembab. Sphenoidale. Kelenjar-kelenjar itu bermuara ke dalam rongga hidung. dan inferior. Struktur ini tipis terdiri dari tulang dan tulang rawan. media. 2. sering membengkok kesatu sisi atau sisi yang lain. dan os. Nares Anterior Nares anterior adalah saluran – saluran di dalam lubang hidung. mengandung sel saraf khusus yang mendeteksi bau. dan penghangat udara yang dihirup. Membrana mukosa olfaktorius. Saluran- saluran itu bermuara ke dalam bagian yang dikenal sebagai vestibulum (rongga) Hidung. Tulang-tulang ini dilapisi oleh membrane mukosa. palatinus. pada bagian atap dan bagian cavum nasi yang berdekatan. Hidung Berfungsi: penyaring. Dari sel-sel ini serat saraf melewati lamina cribriformis os frontale dan kedalam bulbus olfaktorius nervus cranialis I olfaktorius.3 Alat – Alat Pernapasan 2. sinus ini berfungsi : memperingan tulang tengkorak. Septum nasi memisahkan kedua cavum nasi. memproduksi mukosa serosa dan memberikan resonansi suara.2. Dinding lateral cavum nasi dibentuk oleh sebagian maxilla. Dasar cavum nasi dibentuk oleh os frontale dan os palatinus sedangkan atap cavum nasi adalah celah sempit yang dibentuk oleh os frontale dan os sphenoidale. Vestibulum ini dilapisi epitelium bergaris yang bersambung dengan kulit. Rongga Hidung Rongga hidung dilapisi selaput lendir yang sangat kaya akan pembuluh darah. dan dilapisi oleh kedua sisinya dengan membran mukosa. bersambung dengan lapisan faring dan selaput lendir semua sinus yang mempunyai lubang yang masuk ke dalam rongga hidung. Lapisan nares anterior memuat sejumlah kelenjar sebaseus yang ditutupi bulu kasar. Sinus ini juga . Sinus paranasalis adalah ruang dalam tengkorak yang berhubungan melalui lubang kedalam cavum nasi.1 Hidung 1.

yaitu disebelah depan leher. 2. Ductus nasolacrimalis. Laring terdiri atas dua lempeng atau lamina yang bersambung di garis tengah. dibawah concha inferior. Berjalan dari faring sampai ketinggian vertebrae servikalis dan masuk ke dalam trakea dibawahnya. berbentuk seperti cincin mohor dengan mohor cincinnya disebelah belakang ( ini adalah tulang rawan satu-satunya yang .Yang terbesar diantaranya ialah tulang rawan tiroid. dan disebelah depannya terdapat benjolan subkutaneas yang dikenal sebagai jakun. Pada bagian belakang.2 Saluran Pernapasan 1. oleh beberapa lubang diantara concha superior dan media dan diantara concha media dan inferior d. Sinus ethmoidalis. Maka letaknya dibelakang hidung (nasofaring) dibelakang mulut (orofaring) dan dibelakang laring (faring-laringeal) 2. Lubang hidung b. Laring terdiri atas kepingan tulang rawan yang diikat bersama oleh ligamen dan membran. Tulang rawan krikoid terletak dibawah tiroid. Sinus frontalis. Di tepi atas terdapat lekukan berupa V. Laring Laring (tenggorokan) terletak didepan bagian terendah faring yang memisahkannya dari kolumna vertebra. diatas concha superior c. cavum nasi membuka kedalam nasofaring melalui appertura nasalis posterior. Faring adalah pipa berotot yang berjalan dari dasar tengkorak sampai persambungannya dengan oesopagus pada ketinggian tulang rawan krikoid. diantara concha media dan superior e. Sinus Sphenoidalis.3. dilapisi oleh membrana mukosa yang bersambungan dengan cavum nasi. Lubang yang membuka kedalam cavum nasi : a.

Trakea Trakea atau batang teggorokan kira-kira 9 cm panjangnya. Trakea tersusun atas 16 sampai 20 lingkaran tak sempurna lengkap berupa cincin tulang rawan yang diikat bersama oleh jaringan fibrosa dan yang melengkapi lingkaran di sebelah belakang trakea. Berbagai otot yang terkait pada laring mengendalikan suara. Pita Suara terletak disebelah dalam laring. 3. karena itu.. yyaitu di tempat trakea menempel pada esofagus. maka dengan gerakan ini debu dan butir-butir halus lainnya yang turut masuk bersama dengan pernapasan dapat dikeluarkan. yang memisahkannya dari tulang belakang. Suara dihasilkan karena getaran pita yang disebabkan udara yang melalui glotis. dan tulang rawan kornikulata yang sangat kecil. Tulang rawan berfungsi mempertahankan agar trakea tetap terbuka. disebelah belakngnya tidak bersambung. Trakea dilapisi selaput lendir yang terdiri atas epitelium bersilia dan sel cangkir. Terkait di puncak tulang rawan tiroid terdapat epiglotis. Dengan gerakan dari tulang rawan aritenoid yang ditimbulkan oleh berbagai otot laringeal. Laring dilapisi jenis selaput lendir yang sama dengan yang di trakea. kanan dan kiri tulang rawan kuneiform. yang berupa katup tulang rawan dan membantu menutup laring sewaktu menelan. Dengan demikian lebar sela-sela anatara pita-pita atau rima glotis berubah-ubah sewaktu bernapas dan berbicara. . kecuali pita suara dan bagian epiglotis yang dilapisi sel epitelium berlapis.berbentuk lingkaran lengkap). pita suara ditegangkan atau dikendurkan. Tulang rawan lainnya ialah kedua tulang rawan aritenoid yang menjulang disebelah belakang krikoid. Silia ini bergerak menuju keatas ke arah laring. Trakea berjalan dari laring sampai kira-kira ketinggian vertebra torakalis kelima dan ditempat ini bercabanf menjadi dua bronkus (bronki). dan juga menutup lubang atas laring sewaktu menelan. berjakan dari tulang rawan tiroid di sebelah depan sampai dikedua tulang rawan aritenoid. selain itu juga memuat beberapa jaringan otot.

Bronkus-bronkus itu berjalan ke bawah dan kesamping ke arah tampak paru-paru. Bronkus kanan lebih pendek dan lebih lebar dari pada yang kiri. disebut bronkus lobus bawah. Diafragma di bawah 5. Iga-Iga beserta otot interkostal disamping 4. di belakang sternum. Trakea servikalis yang berjalan melalui leher disilang oleh istmus kelenjar tiroid. 2. 3.(lihat gambar 3) Bronkus kiri lebih panjang dan lebih langsing daripada yang kanan. cabang kedua timbul setelah cabang utama lewat dibawah arteri. 4. Usofagus terletak dibelakang trakea. Kedua bronkus yang terbentuk dari belahan dua trakea pada ketinggian kira-kira vertebra torakalis kelima mempunyai struktur serupa dengan trakea dan dilapisi oleh jenis sel yang sama. Trakea torasika berjalan melintasi mediastenum (lihat gambar 5). menyentuh arteri inominata dan arkus aorta.3 Rongga Toraks Batas-Batas yang membentuk rongga di dalam toraks : 1. Kedua belas ruas tulang punggung beserta cakram antar ruas ( diskus intervertebralis) yang terbuat dari tulang rawan di belakang. Sternum dan tulang rawan iga-iga di depan. dan berjalan dibawah arteri pulmonalis sebelum dibelah menjadi beberapa cabang yang berjalan ke lobus atas dan bawah.3. yaitu belahan kelenjar yang melingkari sisi-sisi trakea. Isi . sedikit lebih tinggi daripada arteri pulmonalis dan mengeluarkan sebuah cabang yang disebut bronkus lobus atas. Dasar leher di atas. 2.

Sebuah pipa bronkial kecil masuk ke dalam setiap lobula dan semakin bercabang. Setiap lobus tersusun atas lobula. permukaan dalam yang memuat tampak paru-paru. aorta descendens.Pleura ini membungkus setiap belah. elastis. vena kava superior. 1. saraf vagus dan frenikus dan sejumlah besar kelenjar limfe. merupakan alat pernapasan utama. Dalam perjalanannya menjelajahi . 2. paru-paru mengapung karena udara yang ada di dalamnya. Paru-paru mempunyai permukaan luar yang menyentuh iga-iga. Sebelah kanan dan kiri rongga dada terisi penuh oleh paru-paru beserta pembungkus pleuranya. Paru-paru kanan mempunyai tiga lobus dan paru-paru kiri dua lobus. sisi belakang yang menyentuh tulang belakang. Di dalam air. dan seperti spons. usofagus. Isinya jantung dan pembuluh-pembuluh dara besar.4 Paru – Paru Paru-Paru ada dua. Paru-paru adalah organ yang berbentuk kerucut dengan apeks (puncak) diatas dan muncul sedikit lebih tinggi daripada klavikula di dalam dasar leher. Lobus paru-paru (belahan paru-paru ). Semakin menjadi tipis dan akhirnya berakhir menjadi kantong kecil- kecil. 2. berpori. Pangkal paru-paru duduk di atas landai rongga toraks. Paru-paru dibagi menjadi beberapa belahan atau lobus oleh fisura. Bronkus Pulmonaris Trakea terbelah mejadi dua bronkus utama. Terletak disebelah kanan dan kiri dan tengah dipisahkan oleh jantung beserta pembuluh darah besarnya dan struktur lainnya yang terletak didalam mediastinum . Paru-paru mengisi rongga dada. diatas diafragma. dan memebentuk batas lateral pada mediastinum Mediastinum adalah ruang di dalam rongga dada diantara kedua paru- paru. duktus torasika. dan sisi depan yang menutupi sebagian sisi depan jantung.3. Bronkus ini bercabang lagi sebelum masuk paru-paru (lihat gambar 3).

maka pertukaran gas berlangsung dengan difusi.paru-paru. Pembuluh Darah dalam Paru-Paru Arteri Pulmonalis membawa darah yang sudah tidak mengandung oksigen dari ventrikel kanan jantung ke paru-paru. Pembuluh darah yang dilukis sebagai arteria bronkialis membawa darah berisi oksigen langsung dari aorta toraksika ke paru-paru guna memberi makan dan menghantarkan oksigen ke dalam jaringan paru-paru sendiri. Kapiler halus itu hanya dapat memuat sedikit. yang merupakan fungsi pernapasan. dan disinilah darah hampir langsung bersentuhan dengan udara – suatu jaringan pembuluh darah kepiler mengitari alveoli dan pertukaran gas pun terjadi. makin berkurang tulang rawannya dan akhirnya tinggal dinding fibrosa berotot dan lapisan bersilia. cabang-cabangnya menyentuh saluran- saluran bronkial. Alirannya bergerak lambat dan dipisahkan dari udara dalam alveoli hanya oleh dua membran yang sangat tipis. bercabang dan bercabang lagi sampai menjadi arteriol halus. Kapiler paru-paru bersatu lagi sampai menjadi pembuluh darah lebih besar dan akhirnya dua vena pulminaris meninggalkan setiap paru-paru membawa darah berisi oksigen ke atrium kiri jantung untuk didistribusikan ke seluruh tubuh melalui aorta. 3. Makin kecil salurannya. Bronkus Terminalis masuk ke dalam saluran yang disebut vestibula. lapisan epitelium bersilia diganti dengan sel epitelium yang pipih. arteriol itu membelah-belah dan membentuk kapiler dan kapiler itu menyentuh dinding alveoli atau gelembung udara. Dan disini membran pelapisnya mulai berubah sifatnya. maka praktis dapat dikatakan sel-sel darah merah membuat baris tunggal. bronkus-bronkus pulmonaris bercabang dan beranting banyak. Cabang akhir arteri- arteri ini membentuk pleksus kapiler yang tampak jelas dan terpisah dari yang . Saluran besar yang mempertahankan struktur serupa dengan yang dari trakea mempunyai dinding fibrosa berotot yang mengandung bahan tulang rawan dan dilapisi epitelium bersilia.

keluar dari aorta dan menghantarkan darah arteri ke jaringan paru – paru. 5) Vena bronkialis. yang masuk – keluar paru – paru. Pleura viseralis erat melapisi paru – paru. 8) Kelenjar limfe . Pleura yang melapisi iga-iga ialah pleura kostalis. 4. semua pembuluh limfe yang menjelajahi struktur paru – paru dapat menyalurkan ke dalam kelenjar yang ada di tampak paru – paru. Paru. bagian yang menutupi diafragma ialah pleura diafragmatika. Hiilus (Tampuk)Paru-Paru dibentuk struktur berikut 1) Arteri Pulmonalis. Setiap paru –paru dilapisi membran serosa rangkap dua. tetapi beberapa dari kapiler ini akhirnya bersatu dalam vena pulmonaris dan darahnya kemudian dibawa masuk ke dalam vena pulmonaris. mengembalikan sebagian darah dari paru – paru ke vena kava superior. yang mengembalikan darah tanpa oksigen ke dalam paru- paru untuk diisi oksigen 2) Vena Pulmonalis yang mengembalikan darah berisi oksigen dari paru – paru ke jantung 3) Bronkus yang bercabang dan beranting membentuk pohon bronkial. 7) Persarafan. dan bagian yang terletak di leher ialah pleura servikalis. merupakan jalan udara utama. 4) Arteri bronkialis. 6) Pebuluh limfe. terbentuk oleh cabang akhir arteri pulmonaris. Pleura ini diperkuat oleh membran . yaitu pleura. masuk ke dalam fisura.paru mendapat pelayanan dari saraf vagus dan saraf simpati. Sisa darah itudiantarkan dari setiap paru-paru oleh vena bronkialis dan ada yang dapat mencapai vena kava superior. sangat banyak. Maka dengan demikian paru-paru mempunyai persediaan darah ganda. Membran ini kemudian dilipat kembali di sebelah tampuk paru – paru dan membentuk pleura parietalis. 9) Pleura. dan dengan demikian memisahkan lobus satu dari yang lain. dan melapisi bagian dalam dinding dada.

Di dalam paru-paru.4 Fisiologi Pernapasan Fungsi paru – paru ialah pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida. Ruang atau rongga pleura itu hanyalah ruang yang tidak nyata. atau gerak pernapasan yang menukar udara dalam alveoli dengan udara luar. salah satu hasil buangan metabolisme. Dari sini dipompa di dalam arteri ke semua bagian tubuh. yang memisahkan oksigen dari darah. Oksigen menembus membran ini dan dipungut oleh hemoglobin sel darah merah dan dibawa ke jantung. Darah meninggalkan paru – paru pada tekanan oksigen 100 mm Hg dan pada tingkat ini hemoglobinnya 95 persen jenuh oksigen.Pada pernapasan melalui paru-paru atau pernapasan eksterna. menembus membran alveoler-kapiler dari kapiler darah ke alveoli dan setelah melalui pipa bronkial dan trakea. tetapi dalam keadaan tidak normal udara atau cairan memisahkan kedua pleura itu dan ruang di antaranya menjadi jelas. dinapaskan keluar melalui hidung dan mulut. Empat proses yang berhubungan dengan pernapasan pulmoner atau pernapasan eksterna : 1. Dalam keadaan sehat kedua lapisan itu satu dengan yang lain erat bersentuhan. dan dapat berhubungan erat dengan darah di dalam kapiler pulmonaris. karbon dioksida. yaitu membran alveoli-kapiler. Di antara kedua lapisan pleura itu terdapat sedikit eksudat untuk meminyaki permukaannya dan menghindarkan gesekan antara paru-paru dan dinding dada yang sewaktu bernapas bergerak. Ventilasi pulmoner. oksigen masuk melalui trakea dan pipa bronkial ke alveoli. Hanya satu lapis membran. . 2. yang kuat bernama membran suprapleuralis (fasia Sibson) dan di atas membran ini terletak arteri subklavia. oksigen dipungut melalui hidung dan mulut pada waktu bernapas.

.. maka konsentrasinya dalam darah arteri bertambah......... Distribusi arus udara dan arus darah sedemikian sehingga dalam jumlah tepat dapat mencapai semua bagian tubuh 4......... Sel jaringan memungut oksigen dari hemoglobin untuk memungkinkan oksigen berlangsung.... yaitu karbon dioksida...... Hal ini merangsang pusat pernapasan dalam otak unutk memperbesar kecepatan dan dalamnya pernapasan................. Darah yang telah menjenuhkan hemoglobinnya dengan oksigen (oksihemoglobin) megintari seluruh tubuh dan akhirnya mencapai kapiler.......... 20 % Karbon dioksida ........ dan darah menerima.. yang disebabkan pernapasan eksterna dan pernapasan interna atau pernapasan jarigan.. CO2 lebih mudah berdifusi drpd oksigen.......... 79 % Oksigen ............ di mana darah bergerak sangat lambat............ Udara (atmosfer) yang di hirup: Nitrogen ....... 0-0... jumlah CO2 itu tidak dapat dikeluarkan.................. Pada waktu gerak badan..... Semua proses ini diatur sedemikian sehingga darah yang meninggalkan paru- paru menerima jumlah tepat CO2 dan O2..2.... lebih banyak darah datang di paru – paru membawa terlalu banyak CO2 dan terlampau sedikit O2........................ Arus darah melalui paru – paru 3............. Difusi gas yang menembusi membran pemisah alveoli dan kapiler............ Penambahan ventilasi ini mngeluarkan CO2 dan memungut lebih banyak O2. Perubahan – perubahan berikut terjadi pada komposisi udara dalam alveoli..... sebagai gantinya..........4 % Udara yang masuk alveoli mempunyai suhu dan kelembapan atmosfer Udara yang diembuskan: .. Pernapasan jaringan atau pernapasan interna.........

Besar daya muat udara oleh paru – paru ialah 4...... dan (b)............. Volume udara yang dapat di capai masuk dan keluar paru-paru pada penarikan napas paling kuat disebut kapasitas vital paru-paru............ 1.. normal 4-5 liter dan pada seorang perempuan.................impulsnya berjalan dari daerah toraks .... 2.... pusat itu mengeluarkan impuls yang disalurkan saraf spinalis ke otot pernafasan yaitu otot diafragama dan otot interkostalis...................... Pengendalaian oleh saraf Pusat pernafasan ialah suatu pusat otomatik di dalam medula oblongata yang mengeluarkan impuls eferen ke otot pernapasan....... Kapasitas vital. nitrogen........ 4-0....... penyakit jantung (yang menimbulkan kongesti paru-paru) dan kelemahan otot pernapasan.... 79 % Oksigen................. Hanya sebagian kecil dari udara ini......... yaitu yang di hirup masuk dan diembuskan keluar pada pernapasan biasa dengan tenang..500 ml sampai 5000 ml atau 41/2 sampai 5 literudara. Diukurnya dengan alat spirometer.. 3-4 liter..... Pada seoranng laki-laki.....(a) pengendalian oleh saraf.5 Fisiologi Pernapasan Mekanisme pernafasan diatur dan di kendalikan dua faktor utama.. Kimiawi......4 % Daya muat udara oleh paru-paru........ 16 % Karbon dioksida .. dan kalau dirangsang........................ Melalui beberapa radiks saraf servikalis impuls ini di antarrkan ke diafragma oleh saraf frenikus: Dibagian yang lebih rendah pada sumsum belakang ................. kira-kira 1/10nya atau 500 ml adalah udara pasang surut (tidal air)............... Kapasitas itu berkurang pada penyakit paru-paru. Beberapa faktor tertentu merangsang pusat pernafasan yang terletak di dalam mendula oblongata.

Impuls ini menimbulkan kontraksi ritmik pada otot diafragma dan interkostal yang berkecepatan kira-kira lima belas setiap menit. Impuls aferen dari kulit mengasilkan efek serupa—bila badan di celup dalam air dingin atau menerima guyuran air dingin. Gerakan badan yang kuat yang memakai banyak oksigen dalam otot untuk memberi energi yang diperlukan dalam pekerjaan akan menimbulkan kenaikan pada jumlah karbon dioksida di dalam darah dan akibatnya pembesan ventilasi paru-paru. Impuls aferen yang dirangsang pemekaran gelembung udara diantarkan saraf vagus ke pusat pernapasan di dalam medula. rasa sakit. Karbon dioksida adalah produksi asam dari metabolisme. melalui saraf interkostalis untuk merangsang otot interkostalis.misalnya. 2. Faktor tertentu lainnya menyebabkan penambahan kecepatan dan kedalaman pernapasan. Dalam hal paralisa otot pernapasan ( interkostal dan diafragma) digunakan ventilasi paru-paru atau suatu alat pernapasan buatan yang lainnya untuk melanjutkan pernapasan. Pengendalian secara kimiawi Faktor kimiawi ini adalah faktor utama dalam pengendalian dan pengaturan frekuensi. Kedua pengendalian.dan takut. baik melalui saraf maupun secara kimiawi. Tanpa salah satunya orang tak dapat bernapas terus. menyebabkan impuls yang merangsang pusat pernapasan dan menimbulkan penghirupan udara secara kuat-hal yang kita ketahui semua. . Pusat pernapasan di dalam sumsum sangat peka pada reaksi: kadar alkali daah harus dipertahankan. penarikan pernapasan kuat menyusul. kecepatan. Emosi.& kedalaman gerakan pernapasan. adalah penting. dan bahan kimia yang asam ini merangsang pusat pernapasan untuk mengirim keluar impuls saraf yang bekerja atas otot pernapasan. sebab dada harus bergerak supaya udara dapat dikeluarmasukkan paru-paru.

.............. yaitu vertikel... Inspirasi- ekspirasi-istirahat.. yang ditimbulkan kontraksi otot interkostalis ..... 10-20 2.. Penaikan iga- iga dan sternum........................ 24 Orang dewasa...................... meluaskan rongga dada kedua sisi dan dari belakang ke depan........... Inspirasi atau menarik napas Adalah proses aktif yang diselengarakan kerja otot.......... tetapi tidak dapat dijalankan lama karena gerakannya otomatik.... 30-40 Dua belas bulan ..........7 Gerakan Pernapasan Ada dua saat terjadi pernapasan: 1... Suatu usaha untuk menahan napas dalam waktu lama akan gagal karena pertambahan karbon dioksida yang melebihi normal di dalam darah akan menimbulkan rasa tak enak.............. ekspirasi akan menyusul inspirasi.6 Kecepatan Pernapasan Pada wanita lebih tinggi dari pada pria.... Pengendalian secara sadar atas gerakan pernapasan mungkin.. 2................................. Pada bayi yang sakit urutan ini ada kalanya terbalik dan urutannya menjadi : inspirasi-istirahat-ekspirasi......... Hal ini disebut pernapasan terbalik............. Paru-paru yang bersifat elastis mengembang untuk mengisi ruang yang membesar itu dan udara ditarik masuk ke .. Kontraksi diafragma meluaskan rongga dada dari atas sampai ke bawah. Kalau bernapas secara normal.. Kecepatan normal setiap menit: Bayi baru ..... dan kemudian ada istirahat sebentar.... 30 Dari dua sampai lima tahun .............

Otot interkostal eksterna diberi peran sebagai otot tambahan. Bila oksigen di dalam darah tidak mencukupi. 2. hanya bila inspirasi menjadi gerak sadar. Tetapi penyediaan oksigen hanya berkurang. seperti dalam ruang kapal. Otot leher dan bahu membantu menarik iga-iga dan sternum ke atas. Ketika pernapasan sangat kuat. mereka akan meninggal karena anoksemia atau disingkat anoksia. Hal ini terjadi pada orang bekerja dalam ruang sempit. 2. kalau tidak mendapatkannya selama lebih dari empat menit akan mengakibatkan kerusakan pada otak yang tak dapat diperbaiki dan biasanya pasien meninggal. di dalam tank. gerakan dada bertambah. warna merahnya hilang dan menjadi kebiru-biruan dan ia disebut menderita sianosis. . Gerakan ini adalah proses pasif. termasuk yang telah disebut. Keadaan genting timbul bila misalnya sorang anak menudungi kepala dan mukannya dengan kantung pelastik dan menjadi mati lemas. pasien menjadi kacau pikiran—ia menderita anoksia serebralis.8 Kebutuhan Tubuh Akan Oksigen Dalam banyak keadaan. Otot sebelah belakang dan abdomen juga dibawa bergerak. dan ruang ketel uap. oksigen dapat diatur menurut keperluan . Ekspirasi Udara dipaksa keluar oleh pengenduran otot dan karena paru-paru kempis kembali yang disebabkan sifat elastis paru-paru itu. oksigenyang ada mereka habiskan dan kalau mereka tidak diberi oksigen untuk pernapasan atau tidak dipindahkan ke udara yang normal. tertutup.Orang tergantung pada oksigen untuk hidupnya. dalam saluran udara. dan alae nasi (cuping atau sayap hidung) dapat kembang kempis.

Pengobatan yang diperlukan ialah pengisapan dan pemberian oksigen dalam konsentrasi sampai lima kali jumlah oksigen udara atmosfir atau lima atmosfir. Tuberkulosis (TBC) Tuberkulosis merupakan penyakit spesifik yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosae. tetapi jaga menghirup karbon monoksida yang bersifat racun dan yang segera bergabung dengan hemoglobin sel darah. Bakteri ini dapat menyerang semua organ tubuh. 2. Dalam hal ini bibir tidak kebiru-biruan .9 Patofisiologi Sistem Pernapasan Beberapa kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan manusia antara lain sebagai berikut: 1. Keadaan ini menyebabkan : 1) Peningkatan kerja sebagian otot pernapasan yang berfungsi untuk pertukaran udara paru-paru . 2. melainkan merah ceri yang khas. menyingkirkan isi normal oksigen. Penyakit ini menyebabkan proses difusi oksigen yang terganggu karena adanya bintik-bintik kecil pada dinding alveolus. tetapi yang paling sering adalah paru-paru dan tulang. penyebab penyakit ini juga dapat terjadi dikarenakan faktor psikis dan penyakit menurun. Asma Asma ditandai dengan kontraksi yang kaku dari bronkiolus yang menyebabkan kesukaran bernapas. Asma biasanya disebabkan oleh hipersensitivas bronkiolus (disebut asma bronkiale) terhadap benda-benda asing di udara. Orang yang berusaha bunuh diri dengan memasukkan kepalanya ke dalam oven gas. bukan saja terkena anoksia.

Pneumonia Pneumonia adalah peradangan paru-paru dimana alveolus biasanya terinfeksi oleh cairan dan eritrosit berlebihan. atau polutan udara. Diplococcus pneumoniae. Penyebab lainnya adalah asap rokok. bakteri atau virus. 4. yang akan meningkatkan ketebalan membran pernapasan sehingga menimbulkan penurunan kapasitas difusi paru-paru 3. Gangguan ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus dan dapat juga disebabkan terlalu banyak merokok. Bronkitis Penyakit bronkitis karena peradangan pada bronkus (saluran yang membawa udara menuju paru-paru). volume paru-paru lebih besar dibandingkan dengan orang yang sehat karena karbondioksida yang seharusnya dikeluarkan dari paru-paru terperangkap didalamnya. Faringitis Faringitis merupakan peradangan pada faring sehingga timbul rasa nyeri pada waktu menelan makanan ataupun kerongkongan terasa kering. dan bakteri Mycoplasma pneumoniae. 5. Alveolus sendiri adalah gelembung-gelembung yang terdapat dalam paru-paru. Bakteri yang biasa menyerang penyakit ini adalah Streptococcus pharyngitis. Emfisema paru – paru Emfisema disebabkan karena hilangnya elastisitas alveolus. Penyebabnya bisa karena infeksi kuman. Infeksi disebarkan oleh bakteri dari satu alveolus ke alveolus lain hingga dapat meluas ke seluruh lobus bahkan seluruh paru-paru. .2) Mengurangi kapasitas vital dan kapasitas pernapasan 3) Mengurangi luas permukaan membran pernapasan. debu. Umumnya disebabkan oleh bakteri streptokokus (Streptococcus). 6. Asap rokok dan kekurangan enzim alfa-1-antitripsin adalah penyebab kehilangan elastisitas pada paru-paru ini. Pada penderita emfisema.

pembuluh darah.7. Penyebab lain yang memicu penyakit ini adalah penderita menghirup debu asbes. Gangguan yang lain adalah keracunan karbon monoksida yang disebabkan karena hemoglobin lebih mengikat karbon monoksida sehingga pengangkutan oksigen dalam darah berkurang. Merokok merupakan penyebab utama dari sekitar 90% kasus kanker paru-paru pada pria dan sekitar 70% kasus pada wanita. BAB III PENUTUP 3. Semakin banyak rokok yang dihisap.1 Kesimpulan . Kanker ini mempengaruhi pertukaran gas di paru-paru dan menjalar ke seluruh bagian tubuh. Misalnya alveolus yang terisi air karena seseorang tenggelam. dan radiasi ionisasi. kromium. Asfiksi Asfiksi adalah gangguan dalam pengangkutan oksigen ke jaringan yang disebabkan terganggunya fungsi paru-paru. Tetapi tidak menutup kemungkinan perokok pasif pun mengalami penyakit ini. Kanker paru – paru Penyakit ini merupakan pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali di dalam jaringan paru-paru. 9. semakin besar resiko untuk menderita kanker paru-paru. ataupun jaringan tubuh. Dipteri Dipteri merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphterial yang dapat menimbulkan penyumbatan pada rongga faring (faringitis) maupun laring (laringitis) oleh lendir yang dihasilkan oleh bakteri tersebut. 8. produk petroleum.

yang ditimbulkan kontraksi otot interkostalis . Dieptri. Keterampilan pengkajian keperawatan menjadikan alat kuat bagi perawat untuk mendeteksi perubahan. Enfisema paru. perawat merupakan orang pertama yang berjumpa atau mendeteksi perubahan kondisi klien tanpa memperhatikan latar belakangnya. Kontraksi diafragma meluaskan rongga dada dari atas sampai ke bawah. Gerakan pernapasan ada 2 yaitu inspirasi dan ekspirasi. Tubeculosa. Otot interkostal eksterna diberi peran sebagai otot tambahan. Paru-paru yang bersifat elastis mengembang untuk mengisi ruang yang membesar itu dan udara ditarik masuk ke dalam saluran udara. meluaskan rongga dada kedua sisi dan dari belakang ke depan. Saat Inspirasi atau menarik napas adalah proses aktif yang diselengarakan kerja otot. udara dipaksa keluar oleh pengenduran otot dan karena paru-paru kempis kembali yang disebabkan sifat elastis paru-paru itu. hanya bila inspirasi menjadi gerak sadar. yaitu vertikel. baik yang masih terlihat ringan maupun . kemampuan berfikir dan menginterpretasi secara kritis arti perilaku klien dan perubahan fisik yang ditampilkan merupakan hal yang sangat penting bagi perawat. Saluran pernapasan pada manusia diantaranya hidung. Penaikan iga-iga dan sternum. Gangguan pada sistem pernapasan diantaranya : Asma. Oleh karen itu. Gerakan ini adalah proses pasif. Sedangkan saat Ekspirasi. Pneumonia dan kanker paru-paru 1. Bronkitis. Asfiksia. larink. trakea.1 Latar Belakang Pada kondisi klinis. bronkus) dan paru-paru. saluran pernapasan (farink.

Bagaimana memahami dan melakukan pemeriksaan fisik auskultasi pada sistem respirasi ? 1. nyata terjadi pada kondisi kesehatan klien. Perawat mengumpulkan riwayat keperawatan dan melakukan pemeriksaan perilaku juga fisik. Pengkajian keperawatan memungkinkan perawat untuk mengkaji pola yang mencerminkan masalah kesehatan dan mengevaluasi perkembangan klien sejalan dengan terapi. Bagaimana memahami dan melakukan pemeriksaan fisik inspeksi pada sistem respirasi ? 2. Pemeriksaan dilakukan untuk mendapatkan data objektif yang dilakukan dengan cara inspeksi. 1. Selain itu. Kondisi dan respon klien mempengaruhi luasnya pemeriksaan.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana memahami dan melakukan pemeriksaan fisik pekusi pada sistem respirasi ? 4. perkusi dan auskultasi. Keakuratan pemeriksaan fisik mempengruhi terapi yang diterima klien dan menentukan respon terhadap terapi tersebut (Muttaqin. Pemeriksaan sistem respirasi merupakan satu dari sistem-sistem yang ada pada tubuh manusia.3 Tujuan 1. Riwayat kesehatan melibatkan wawancara yang lama dengan klien untuk mendapatkan data subjektif. Bagaimana memahami dan melakukan pemeriksaan fisik palpasi pada sistem respirasi ? 3. pemeriksaan fisik merupakan peninjauan dari ujung rambut sampai ujung kaki pada etiap sistem tubuh yang memberikan informasi objektif tentang klien dan memungkinkan perawat untuk membuat penilaian klinis. 2010). Memahami dan melakukan pemeriksaan fisik inspeksi pada sistem respirasi . Pengkajian keperawatan yang lengkap melibatkan peninjauan yang lebih rinci terhadap kondisi klien. palpasi.

2. Memahami dan melakukan pemeriksaan fisik auskultasi pada sistem respirasi BAB II PEMBAHASAN 2. Memahami dan melakukan pemeriksaan fisik palpasi pada sistem respirasi 3.1 Pengkajian Sistem Pernapasan . Memahami dan melakukan pemeriksaan fisik pekusi pada sistem respirasi 4.

. Pada pengkajian awal perawat memilih komponen pemeriksaan yang sesuai dengan tingkat distress pernapasan yang dialami lien. Proses pengkajian keperawatan harus dilakukan dengan sangat individual (sesuai masalah dan kebutuhan klien saat ini).1 Pengkajian Umum Sistem Pernapasan Perawat yang memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan pernapasan melakukan dan menginterprestasi berbagai prosedur pengkajian.1. Sistem pernapasan terutama berfungsi untuk mempertahankan pertukaran O2 dan CO2 dalam paru-paru dan jaringan serta untuk mengatur keseimbangan asam basa. perubahan status pulmonal terjadi secara lambat. Setiap perubahan dalam sistem ini akan mempengaruhi sistem tubuh lainnya. Sedangkan pada perubahan pernapasan akut seperti pneumotoraks atau pneumonia aspirasi.2. Karena tubuh bergantung pada sistem pernapasan untuk dapat hidup. pengkajian pernapasan mengandung aspek penting dalam mengevaluasi kesehatan klien. sedang dan ringan. hipoksia terjadi secara mendadak dan tubuh tidak mempunyai waktu untuk beradaptasi sehingga dapat menyebabkan kematian. sehingga memungkinkan tubuh klien untuk beradaptasi terhadap hipoxia. Komponen pemeriksaan pulmonal harus mencakup tiga kategori distress pernapasan yaitu akut. Pada penyakit pernapasan kronis.

hemoptisis. yang mencakup komponen fisiologis dan kognitif. Rincian dan waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan riwayat pernapasan bergantung pada kondisi klien. Sistem pendukung dan kemampuan keluarga untuk mengatasi kondisi. dan situasi kehidupan klien. usia. yaitu mencakup nama. Kumpulkan riwayat pernapasan yang lengkap sesuai dengan kondisi klien.2 Riwayat Kesehatan Riwayat kesehatan klien diawali dengan mengumpulkan informasi tentang data biografi. Keluhan umum penyakit pernapasan mencakup dispnea.1. Manifestasi gangguan pernapasan b. Mengajukan pertanyaan secara detail akan memberikan petunjuk yang bermanfaat tentang a. dan nyeri dada.3 Gejala A. peristiwa yang mengarah pada kondisi saat ini. Tingkat disfungsi pernapasan c. 2. jenis kelamin. Ucapkan pertanyaan dengan sederhana. pembentukan sputum. batuk. Mewawancarai klien dan keluarga dan fokuskan pada manifestasi klinik tentang keluhan utama. Dispnea sering menjadi salah satu manifestasi klinis dialami klien dengan gangguan pulmonal . Riwayat pernapasan mengandung informasi tentang kondisi klien saat ini dan masalah-masalah pernapasan sebelumnya.2. dan riwayat psikososial. riwayat kesehatan terdahulu.1. Dispnea Adalah kesulitan bernapas dan merupakan persepsi subjektif kesulitan bernapas. mengi. 1. Keluhan Utama Keluhan utama dikumpulkan untuk menetapkan prioritas intervensi keperawatan dan untuk mengkaji tingkat pemahaman klien tentang kondisi kesehatannya saat ini. Fokuskan pada manifestasi dan prioritaskan pertanyaan untuk mendapatkan suatu analisa gejala. riwayat keluarga. Pengertian klien dan keluarga tentang kondisi dan penatalaksanaannya d. ulang pertanyaan untuk memperjelas pertanyaan yang tidak dimengerti oleh klien.

penting artinya untuk menanyakan pasen: a. Batuk yang kering. Batuk Batuk adalah reflek protektif yang disebabkan oleh iritasi pada percabangan trakheobronkhial. Batuk malam hari dapat menunjukkan awitan gagal jantung sebelah kiri atas asma bronchial. Apakah awitan sesak napas mendadak atau bertahap? d. Sputum yang terdiri atas lendir. Keadaan yang menyebabkan dispnea pasien harus ditentukan. Dispnea yang berkaitan dengan penyakit pernapasan terjadi akibat perubahan patologi yang meningkatkan tekanan jalan napas. jumlah sputum purulen yang sangat banyak (kental dan kuning atau hijau) atau perubahan warna sputum kemungkinan menandakan infeksi . iritatif menandakan infeksi saluran napas atas dengan asal virus Laringo trakeitis menyebabkan batuk dengan puncak bunyi kering? Hacking? Brassy? Mengi? Ringan? Berat? Waktu batuk dicatat. Apakah dispnea berhubungan dengan gejala lain? c. atau melemahnya otot-otot pernapasan. Karenanya. Batuk dengan awitan akhir berarti berasal dari proses infeksi akut. mikroorganisme. darah. dan jantung. Signifikasi. penurunan komplians pulmonal. Yang juga sama pentingnya adalah tipe batuk. Kemampuan untuk batuk merupakan mekanisme penting dalam membersihkan jalan napas bagian dalam. Batuk pada pagi hari dengan pembentukan sputum merupakan indikatif bronchitis. 3. Klien yang mengalami dispnea sebagai gejala utama biasanya mempunyai salah satu dari kondisi (1) penyakit kardiovaskuler (2) emboli pulmonal (3) penyakit paru intersitisial atau alveolar (4) penyakit paru obstrukstif (5) ansietas. pus dan benda asing akan dikeluarkan dari paru-paru dengan membutuhkan atau membersihkan tenggorok. Pembentukan sputum Sputum secara konstans dikeluarkan ke atas menuju faring oleh silia paru. siang atau malam hari? 2. Kapan dispnea terjadi. Apakah ada batuk yang ditimbulkan? b. Signifikansi. adanya batuk dapat menunjukkan penyakit pulmonal yang serius. perubahan sistem vaskuler pulmonal. debius selular.

berbusa. lakukan analisis gejala yang lengkap pada nyeri dada. Sputum rusty menandakan adanya pneumonia bakterialis. Sputum mukoid encer seringkali merupakan akibat dari bronchitis virus. Tanyakan juga apakah sputum hanya dibentuk setelah klien berbaring dalam posisi tertentu. Nyeri dada Nyeri dada mungkin berkaitan dengan masalah pulmonal dan jantung. Informasi tentang lokasi. cangkir). kuning. 4. lakukan pengkajian tentang awitan. atau mengandung darah). Mengi dapat disebabkan oleh odem mukosa. sekresi dalam jalan napas. Sumber perdarahan data berasal dari jalan napas atas atau bawah atau berasal dari parenklin paru. atau sputum bercampur darah. Nyeri dada dialami oleh banyak pasien dengan pnemonia. 5. dan benda sing atau tumur yang sebagian menyumbat aliran udara. kemerahan. 6. Mengi dapat terdengar hanya dengan menggunakan stetostkop. Hemoptisis Hemoptisis adalah membatukkan darah. hijau. durasi dan intensitas nyeri dada penting untuk dikumpulkan. dan (5) emboli dan infark pumonal. Penyebab yang paling umum adalah (1) infeksi pulmonal (2) karsinoma paru (3) abnormalitas pembuluh/ jantung (4) abnormalitas arteri atau vena. bakteri. Tanyakan klien tentang warna sputum (jernih. durasi. Mengi Bunyi mengi dihasilkan ketika udara mengalir melalu jalan napas yang sebagian tersumbat atau menyempit pada saat inspirasi dan ekspirasi. dan kuantitas (sendok the. bau. dan akan memberikan petunjuk diri tentang penyebab. embolisme pulmonal dengan infark paru. Tidak semua mengi mengacu pada asma. kolaps jalan napas akibat kehilangan elastisitas jaringan. kental). jumlah dan warna (misal Merah terang atau berbusa). sendok makan. kualitas (berair. Minta klien mengidentifikasi kapan mengi terjadi dan aaah hilang dengan sendirinya atau dengan menggunakan obat-obatan seperti bronkhodilator. Klien biasanya menganggap hemoptisis sebagai indikator penyakit serius dan sering akan tampak gelisah. berserabut. dan pleuritis dan merupakan gejala .

2. Tanyakan tentang kondisi kehidupan klien. Misal asma. lokasinya. Identifikasi semua agen lingkungan yang mungkin mempengaruhi kondisi klien.1. Dengan medikasi analgesik sangat efektif dalam meredakan nyeri dada tetapi harus hati-hati agar tidak menekan pusat pernapasan atau batuk produktif. Kaji terhadap bahaya lingkungan seperti sirkulasi udara .4 Riwayat Kesehatan Masa Lalu Riwayat kesehatan masa lalu memberikan informasi tentang riwayat kesehatan klien dan anggota keluarganya. persepsi klien. Dapatkan pula informasi tentang kapan penyakit terjadi atau waktu perawatan. pola olah raga. Tanyakan klien tentang perawatan di rumah sakit atau pengobatan masalah pernapasan sebelumnya. lingkungan kerja dan hobi. Jika lien menggambarkan gejala pernapasan tertentu. letak geografis. lanjut karsinoma broncogenik. perokok pasif sering kali mengalami gejala pernapasan lebih buruk. dan nutrisi. Pada karsinoma. seperti jumlah anggota keluarga yang tinggal serumah. Tanyakan apakah ada anggota keluarga yang perokok. 2. kanker paru. Sebutkan usia dan penyebab kematian anggota keluarga. B. karena kondisi ini memberikan petunjuk tentang penyebab masalah baru. dan apakah pemeriksaan diagnostik pulmonal dilakukan. kebiasaan. kaji setting.1. waktu.5 Riwayat Psikososial Dapatkan informasi tentang aspek-aspek psikososial klien yang mencakup lingkungan pekerjaan. Kaji klien terhadap kondisi kronis manifestasi pernapasan. nyeri mungkin pekak dan persisten karena kanker telah menyerang dinding dada. Analisa Data Untuk mendapatkan riwayat sistem pernapasan yang sempurna penting sekali mengkaji karakteristik setiap manifestasi klinik yang tampak. kualitas dan kuantitas sputum. mediastinum atau tulang belakang. Tanyakan apakah klien telah mengalami pemeriksaan rontgen dan kapan. faktor-faktor yang memperburuk dan yang meredakan serta manifestasi yang berkaitan. Tanyakan klien adakah riwayat keluarga tentang penyakit pernapasan.

Tanyakan apakah toleransi terhadap aktivitas menurun atau tetap stabil. pekerjaan rumah yang ringan dan hal-hal yang menyebabkan sesak napas.1 Latar Belakang . Kumpulkan riwayat merokok. Minta klien untuk menggambarkan aktivitas khusus seperti berjalan. Merokok menunjukkan hubungan adanya penurunan fungsi siliapis paru- paru. yang buruk. berapa banyak sehari dan sudah berapa lama. meningkatkan pembentukan lendir dan terjadinya kanker paru. Mempertahankan dietr yang bergizi penting untuk klien dengan penyakit pernapasan kronik. Penyakit pernapasan kronik mengakibatkan penurunan kapasitas paru dan beban kerja lebih tinggi bagi paru dan sistem kardiovaskuler Sistem Pernapasan SISTEM PERNAPASAN BAB I PENDAHULUAN 1.

1. 2010). palpasi. baik yang masih terlihat ringan maupun nyata terjadi pada kondisi kesehatan klien. Riwayat kesehatan melibatkan wawancara yang lama dengan klien untuk mendapatkan data subjektif. Pemeriksaan sistem respirasi merupakan satu dari sistem-sistem yang ada pada tubuh manusia. Bagaimana memahami dan melakukan pemeriksaan fisik palpasi pada sistem respirasi ? 3. pemeriksaan fisik merupakan peninjauan dari ujung rambut sampai ujung kaki pada etiap sistem tubuh yang memberikan informasi objektif tentang klien dan memungkinkan perawat untuk membuat penilaian klinis. Kondisi dan respon klien mempengaruhi luasnya pemeriksaan.3 Tujuan 1. Memahami dan melakukan pemeriksaan fisik inspeksi pada sistem respirasi 2. Oleh karen itu. perkusi dan auskultasi. Pemeriksaan dilakukan untuk mendapatkan data objektif yang dilakukan dengan cara inspeksi. Bagaimana memahami dan melakukan pemeriksaan fisik pekusi pada sistem respirasi ? 4.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana memahami dan melakukan pemeriksaan fisik auskultasi pada sistem respirasi ? 1. perawat merupakan orang pertama yang berjumpa atau mendeteksi perubahan kondisi klien tanpa memperhatikan latar belakangnya. Memahami dan melakukan pemeriksaan fisik palpasi pada sistem respirasi . Pada kondisi klinis. Keakuratan pemeriksaan fisik mempengruhi terapi yang diterima klien dan menentukan respon terhadap terapi tersebut (Muttaqin. Selain itu. Keterampilan pengkajian keperawatan menjadikan alat kuat bagi perawat untuk mendeteksi perubahan. Pengkajian keperawatan yang lengkap melibatkan peninjauan yang lebih rinci terhadap kondisi klien. Bagaimana memahami dan melakukan pemeriksaan fisik inspeksi pada sistem respirasi ? 2. Pengkajian keperawatan memungkinkan perawat untuk mengkaji pola yang mencerminkan masalah kesehatan dan mengevaluasi perkembangan klien sejalan dengan terapi. kemampuan berfikir dan menginterpretasi secara kritis arti perilaku klien dan perubahan fisik yang ditampilkan merupakan hal yang sangat penting bagi perawat. Perawat mengumpulkan riwayat keperawatan dan melakukan pemeriksaan perilaku juga fisik.

Memahami dan melakukan pemeriksaan fisik pekusi pada sistem respirasi 4. Pada penyakit pernapasan kronis. sedang dan ringan. Memahami dan melakukan pemeriksaan fisik auskultasi pada sistem respirasi BAB II PEMBAHASAN 2. Sistem pernapasan terutama berfungsi untuk mempertahankan pertukaran O2 dan CO2 dalam paru-paru dan jaringan serta untuk mengatur keseimbangan asam basa. perubahan status pulmonal terjadi secara lambat.1. Sedangkan pada perubahan pernapasan akut seperti pneumotoraks atau .1 Pengkajian Umum Sistem Pernapasan Perawat yang memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan pernapasan melakukan dan menginterprestasi berbagai prosedur pengkajian. Setiap perubahan dalam sistem ini akan mempengaruhi sistem tubuh lainnya. Pada pengkajian awal perawat memilih komponen pemeriksaan yang sesuai dengan tingkat distress pernapasan yang dialami lien.1 Pengkajian Sistem Pernapasan 2. Karena tubuh bergantung pada sistem pernapasan untuk dapat hidup. sehingga memungkinkan tubuh klien untuk beradaptasi terhadap hipoxia.3. pengkajian pernapasan mengandung aspek penting dalam mengevaluasi kesehatan klien. Komponen pemeriksaan pulmonal harus mencakup tiga kategori distress pernapasan yaitu akut. Proses pengkajian keperawatan harus dilakukan dengan sangat individual (sesuai masalah dan kebutuhan klien saat ini).

2. Kumpulkan riwayat pernapasan yang lengkap sesuai dengan kondisi klien. mengi.2 Riwayat Kesehatan Riwayat kesehatan klien diawali dengan mengumpulkan informasi tentang data biografi. Pengertian klien dan keluarga tentang kondisi dan penatalaksanaannya d. peristiwa yang mengarah pada kondisi saat ini. jenis kelamin. Sistem pendukung dan kemampuan keluarga untuk mengatasi kondisi. batuk. riwayat keluarga. riwayat kesehatan terdahulu. hipoksia terjadi secara mendadak dan tubuh tidak mempunyai waktu untuk beradaptasi sehingga dapat menyebabkan kematian. Tingkat disfungsi pernapasan c. yaitu mencakup nama.1. dan situasi kehidupan klien. usia. Dispnea . Keluhan Utama Keluhan utama dikumpulkan untuk menetapkan prioritas intervensi keperawatan dan untuk mengkaji tingkat pemahaman klien tentang kondisi kesehatannya saat ini. Ucapkan pertanyaan dengan sederhana. Manifestasi gangguan pernapasan b. Riwayat pernapasan mengandung informasi tentang kondisi klien saat ini dan masalah-masalah pernapasan sebelumnya. pneumonia aspirasi. ulang pertanyaan untuk memperjelas pertanyaan yang tidak dimengerti oleh klien. Keluhan umum penyakit pernapasan mencakup dispnea. dan riwayat psikososial. Rincian dan waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan riwayat pernapasan bergantung pada kondisi klien.3 Gejala A. hemoptisis. dan nyeri dada. Mewawancarai klien dan keluarga dan fokuskan pada manifestasi klinik tentang keluhan utama. 1. Fokuskan pada manifestasi dan prioritaskan pertanyaan untuk mendapatkan suatu analisa gejala. 2. pembentukan sputum.1. Mengajukan pertanyaan secara detail akan memberikan petunjuk yang bermanfaat tentang a.

Pembentukan sputum Sputum secara konstans dikeluarkan ke atas menuju faring oleh silia paru. Dispnea yang berkaitan dengan penyakit pernapasan terjadi akibat perubahan patologi yang meningkatkan tekanan jalan napas. Sputum yang terdiri atas lendir. Apakah ada batuk yang ditimbulkan? b. Klien yang mengalami dispnea sebagai gejala utama biasanya mempunyai salah satu dari kondisi (1) penyakit kardiovaskuler (2) emboli pulmonal (3) penyakit paru intersitisial atau alveolar (4) penyakit paru obstrukstif (5) ansietas. Apakah dispnea berhubungan dengan gejala lain? c. 3. Keadaan yang menyebabkan dispnea pasien harus ditentukan. Signifikansi. Apakah awitan sesak napas mendadak atau bertahap? d. jumlah sputum purulen yang sangat banyak (kental dan kuning atau hijau) atau perubahan warna sputum kemungkinan menandakan infeksi . atau melemahnya otot-otot pernapasan. yang mencakup komponen fisiologis dan kognitif. perubahan sistem vaskuler pulmonal. Kemampuan untuk batuk merupakan mekanisme penting dalam membersihkan jalan napas bagian dalam. Signifikasi. darah. penting artinya untuk menanyakan pasen: a. pus dan benda asing akan dikeluarkan dari paru-paru dengan membutuhkan atau membersihkan tenggorok. Batuk dengan awitan akhir berarti berasal dari proses infeksi akut. debius selular. Batuk Batuk adalah reflek protektif yang disebabkan oleh iritasi pada percabangan trakheobronkhial. Batuk malam hari dapat menunjukkan awitan gagal jantung sebelah kiri atas asma bronchial. iritatif menandakan infeksi saluran napas atas dengan asal virus Laringo trakeitis menyebabkan batuk dengan puncak bunyi kering? Hacking? Brassy? Mengi? Ringan? Berat? Waktu batuk dicatat. Adalah kesulitan bernapas dan merupakan persepsi subjektif kesulitan bernapas. siang atau malam hari? 2. Batuk yang kering. Dispnea sering menjadi salah satu manifestasi klinis dialami klien dengan gangguan pulmonal dan jantung. Yang juga sama pentingnya adalah tipe batuk. Batuk pada pagi hari dengan pembentukan sputum merupakan indikatif bronchitis. mikroorganisme. penurunan komplians pulmonal. Kapan dispnea terjadi. adanya batuk dapat menunjukkan penyakit pulmonal yang serius. Karenanya.

bau. Pada karsinoma. lakukan pengkajian tentang awitan. cangkir). Tidak semua mengi mengacu pada asma. 6. Sputum rusty menandakan adanya pneumonia bakterialis. berbusa. atau sputum bercampur darah. dan akan memberikan petunjuk diri tentang penyebab. Nyeri dada Nyeri dada mungkin berkaitan dengan masalah pulmonal dan jantung. lakukan analisis gejala yang lengkap pada nyeri dada. kuning. Penyebab yang paling umum adalah (1) infeksi pulmonal (2) karsinoma paru (3) abnormalitas pembuluh/ jantung (4) abnormalitas arteri atau vena. Tanyakan juga apakah sputum hanya dibentuk setelah klien berbaring dalam posisi tertentu. hijau. Informasi tentang lokasi. Mengi Bunyi mengi dihasilkan ketika udara mengalir melalu jalan napas yang sebagian tersumbat atau menyempit pada saat inspirasi dan ekspirasi. durasi. 4. kualitas (berair. sendok makan. kemerahan. Dengan medikasi analgesik sangat efektif dalam meredakan nyeri dada tetapi harus hati-hati agar tidak menekan pusat pernapasan atau batuk produktif. Hemoptisis Hemoptisis adalah membatukkan darah. kental). durasi dan intensitas nyeri dada penting untuk dikumpulkan. dan benda sing atau tumur yang sebagian menyumbat aliran udara. berserabut. dan (5) emboli dan infark pumonal. Tanyakan klien tentang warna sputum (jernih. Nyeri dada dialami oleh banyak pasien dengan pnemonia. Klien biasanya menganggap hemoptisis sebagai indikator penyakit serius dan sering akan tampak gelisah. mediastinum atau tulang belakang. dan kuantitas (sendok the. . kolaps jalan napas akibat kehilangan elastisitas jaringan. sekresi dalam jalan napas. dan pleuritis dan merupakan gejala lanjut karsinoma broncogenik. Sumber perdarahan data berasal dari jalan napas atas atau bawah atau berasal dari parenklin paru. atau mengandung darah). nyeri mungkin pekak dan persisten karena kanker telah menyerang dinding dada. jumlah dan warna (misal Merah terang atau berbusa). Minta klien mengidentifikasi kapan mengi terjadi dan aaah hilang dengan sendirinya atau dengan menggunakan obat-obatan seperti bronkhodilator. Mengi dapat terdengar hanya dengan menggunakan stetostkop. Mengi dapat disebabkan oleh odem mukosa. 5. bakteri. embolisme pulmonal dengan infark paru. Sputum mukoid encer seringkali merupakan akibat dari bronchitis virus.

Kumpulkan riwayat merokok. letak geografis. Misal asma. Merokok menunjukkan hubungan adanya penurunan fungsi siliapis paru- paru. persepsi klien. lokasinya. perokok pasif sering kali mengalami gejala pernapasan lebih buruk. kualitas dan kuantitas sputum. 2. lingkungan kerja dan hobi. faktor-faktor yang memperburuk dan yang meredakan serta manifestasi yang berkaitan. karena kondisi ini memberikan petunjuk tentang penyebab masalah baru. Identifikasi semua agen lingkungan yang mungkin mempengaruhi kondisi klien.5 Riwayat Psikososial Dapatkan informasi tentang aspek-aspek psikososial klien yang mencakup lingkungan pekerjaan. Tanyakan klien adakah riwayat keluarga tentang penyakit pernapasan.4 Riwayat Kesehatan Masa Lalu Riwayat kesehatan masa lalu memberikan informasi tentang riwayat kesehatan klien dan anggota keluarganya. pola olah raga. Dapatkan pula informasi tentang kapan penyakit terjadi atau waktu perawatan. Kaji klien terhadap kondisi kronis manifestasi pernapasan. waktu. seperti jumlah anggota keluarga yang tinggal serumah. kanker paru.1. kaji setting. pekerjaan rumah yang ringan dan hal-hal yang menyebabkan sesak napas. dan nutrisi. Tanyakan tentang kondisi kehidupan klien. berapa banyak sehari dan sudah berapa lama. . Analisa Data Untuk mendapatkan riwayat sistem pernapasan yang sempurna penting sekali mengkaji karakteristik setiap manifestasi klinik yang tampak. Jika lien menggambarkan gejala pernapasan tertentu. dan apakah pemeriksaan diagnostik pulmonal dilakukan. kebiasaan.1. Tanyakan apakah klien telah mengalami pemeriksaan rontgen dan kapan. Minta klien untuk menggambarkan aktivitas khusus seperti berjalan. Sebutkan usia dan penyebab kematian anggota keluarga. meningkatkan pembentukan lendir dan terjadinya kanker paru. Kaji terhadap bahaya lingkungan seperti sirkulasi udara yang buruk. 2.B. Tanyakan klien tentang perawatan di rumah sakit atau pengobatan masalah pernapasan sebelumnya. Tanyakan apakah ada anggota keluarga yang perokok. Tanyakan apakah toleransi terhadap aktivitas menurun atau tetap stabil.

hemoptisis.Penyakit pernapasan kronik mengakibatkan penurunan kapasitas paru dan beban kerja lebih tinggi bagi paru dan sistem kardiovaskuler. Proses pengkajian keperawatan harus dilakukan dengan sangat individual (sesuai masalah dan kebutuhan klien saat ini). mengi. Mempertahankan dietr yang bergizi penting untuk klien dengan penyakit pernapasan kronik. Riwayat kesehatan masa lalu memberikan informasi tentang riwayat kesehatan klien dan anggota keluargany . dan nyeri dada. Keluhan umum penyakit pernapasan mencakup dispnea. pembentukan sputum. BAB III PENUTUP 3. Keluhan utama dikumpulkan untuk menetapkan prioritas intervensi keperawatan dan untuk mengkaji tingkat pemahaman klien tentang kondisi kesehatannya saat ini. Untuk mendapatkan riwayat sistem pernapasan yang sempurna penting sekali mengkaji karakteristik setiap manifestasi klinik yang tampak.1 Kesimpulan Perawat yang memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan pernapasan melakukan dan menginterprestasi berbagai prosedur pengkajian. batuk.