PENANGANAN DAN PENCEGAHAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH

Penanganan Bayi dengan Berat Lahir Rendah

Bayi-bayi ini berisiko untuk hipotermia, apnu, hipoksemia, sepsis,
intoleransi minum dan enterokolitis nekrotikan. Semakin kecil bayi
semakin tinggi risiko. Semua Bayi Berat Lahir Sangat Rendah (BBLSR)
harus dikirim ke Perawatan Khusus atau Unit Neonatal.

Tatalaksana

 Beri oksigen melalui pipa nasal atau nasal prongs jika terdapat salah
satu tanda hipoksemia.

Suhu

 Lakukanlah perawatan kulit-ke-kulit di antara kedua payudara ibu
atau beri pakaian di ruangan yang hangat atau dalam humidicrib
jika staf telah berpengalaman dalam menggunakannya. Jika tidak
ada penghangat bertenaga listrik, botol air panas yang dibungkus
dengan handuk bermanfaat untuk menjaga bayi tetap hangat.
Pertahankan suhu inti tubuh sekitar 36,5 – 37,5º C dengan kaki
tetap hangat dan berwarna kemerahan.

Cairan dan pemberian minum

 Jika mungkin berikan cairan IV 60 mL/kg/hari selama hari pertama
kehidupan. Sebaiknya gunakan paediatric (100 mL) intravenous
burette: dengan 60 tetes = 1 mL sehingga, 1 tetes per menit = 1
mL per jam. Jika bayi sehat dan aktif, beri 2-4 mL ASI perah setiap 2
jam melalui pipa lambung, tergantung berat badan bayi.

 Bayi sangat kecil yang ditempatkan di bawah pemancar panas atau
terapi sinar memerlukan lebih banyak cairan dibandingkan dengan
volume biasa. Lakukan perawatan hati-hati agar pemberian cairan
IV dapat akurat karena kelebihan cairan dapat berakibat fatal.

Kurangi atau hentikan minum jika terdapat tanda-tanda toleransi yang buruk.  Mulai berikan minum jika kondisi bayi stabil (biasanya pada hari ke- 2.  Gunakan tabel minum.  Hitung jumlah minum dan waktu pemberiannya. Setelah bayi tumbuh. Jika volume 2-4 mL dapat diterima tanpa muntah. hitung kembali volume minum berdasarkan berat badan terakhir.  Pemberian susu dimulai dengan 2-4 mL setiap 1-2 jam melalui pipa lambung. distensi perut atau retensi lambung lebih dari setengah yang diminum.  Jika mungkin. tingkatkan kebutuhan perhari. letargi atau kejang. terdapat bising usus. Antibiotik dan Sepsis  Faktor-faktor risiko sepsis adalah: bayi yang dilahirkan di luar rumah sakit atau dilahirkan dari ibu yang tidak sehat. volume dapat ditingkatkan sebanyak 1-2 mL per minum setiap hari. periksa glukosa darah setiap 6 jam hingga pemberian minum enteral dimulai.  Minum dapat ditingkatkan selama 2 minggu pertama kehidupan hingga 150-180 mL/kg/hari (minum 19-23 mL setiap 3 jam untuk bayi 1 kg dan 28-34 mL untuk bayi 1. Gunakan hanya ASI jika mungkin. pecah ketuban >18 jam. bayi kecil (mendekati 1 kg). Bayi mungkin memerlukan larutan glukosa 10%. Beberapa BBLSR yang aktif dapat minum dengan cangkir dan sendok atau pipet steril. pada bayi yang lebih matur mungkin pada hari ke-1). tetesan IV dapat dilepas untuk menghindari infeksi. Pemberian minum dimulai jika perut tidak distensi dan lembut.  Jika toleransi minum baik. telah keluar mekonium dan tidak terdapat apnu.5 kg). Jika target pemberian minum dapat dicapai dalam 5-7 hari pertama. . terutama jika bayi mengalami apnu.

 Jika bayi mengalami episode apnu lebih dari sekali dan atau sampai membutuhkan resusitasi berikan sitrat kafein atau aminofilin.  Jika monitor apnu tersedia. Dosis awal sitrat kafein adalah 20 mg/kg oral atau IV (berikan secara lambat selama 30 menit). terutama faktor risiko yang mengarah melahirkan bayi BBLR harus cepat .hal yang dapat dilakukan 1.org/web/kbanak/4-10-bayi-berat-lahir-rendah-bblr/ (diakses : 20 Maret 2016) Pencegahan Pada kasus bayi berat lahir rendah (BBLR) pencegahan/ preventif adalah langkah yang penting. maka alat ini harus digunakan.edukia. Meningkatkan pemeriksaan kehamilan secara berkala minimal 4 kali selama kurun kehamilan dan dimulai sejak umur kehamilan muda. Jika gagal. Materi Pembelajaran Kesehatan Ibu dan Anak.  Jika kafein tidak tersedia. Referensi : Edukia. berikan dosis awal aminofilin 10 mg/kg secara oral atau IV selama 15-30 menit.  Kafein lebih dipilih jika tersedia. Dosis rumatan sesuai anjuran (lihat dosis obat untuk bayi baru lahir). lakukan resusitasi dengan balon dan sungkup. Hal. Diambil dari : http://www. Ibu hamil yang diduga berisiko. Dosis rumatan sesuai anjuran. Apnu  Amati bayi secara ketat terhadap periode apnu dan bila perlu rangsang pernapasan bayi dengan mengusap dada atau punggung.  Jika terdapat salah satu TANDA BAHAYA atau tanda lain infeksi bakteri berat mulailah pemberian antibiotik. 2013.

dilaporkan. Edisi 1. 4. Jogjakarta. Deepublish. Perlu dukungan sektor lain yang terkait untuk turut berperan dalam meningkatkan pendidikan ibu dan status ekonomi keluarga agar mereka dapat meningkatksan akses terhadap pemanfaatan pelayanan antenatal dan status gizi ibu selama hamil. 2014. Buku ajar asuhan kebidanana neonatus. bayi/balita dan anak prasekolah untuk para bidan. Hendaknya ibu dapat merencanakan persalinannya pada kurun umur reproduksi sehat (20-34 tahun). octa. Referensi : Dwienda R. Penyuluhan kesehatan tentang pertumbuhan dan perkernbangan janin dalam rahim. 3. dkk. 2. tanda tanda bahaya selama kehamilan dan perawatan diri selarna kehamilan agar mereka dapat menjaga kesehatannya dan janin yang dikandung dengan baik. Hal 248 . dipantau dan dirujuk pada institusi pelayanan kesehatan yang lebih mampu.