You are on page 1of 9

BAB I

SUSUNAN DAN SIFAT INTI

A. Susunan Inti
Menurut teori atom dari Rutherford-Bohr dan pengikutnya diketahui bahwa muatan
positif inti atom terkukung dalam suatu daerah sangat kecil di pusat atom, inti atom
memiliki muatan + Ze dan bahwa seluruh massa atom (99,9%) berasal dari inti atom. Ada
beberapa hipotesa penyusun inti: (1) proton-proton; (2) proton-elektron; dan (3) proton-
netron.

1. Hipotesa Proton-Proton
Hipotesa ini berdasarkan bahwa massa berbagai atom hampir mendekati kelipatan bulat
massa hidrogen (atom paling ringan). Kita menyebut pengali bulat A ini, nomor massa.
Atom Hidrogen memiliki satu elektron dan satu proton, inti atom Hidrogen terdiri dari
suatu satuan muatan positif. Satuan mendasar ini adalah proton, muatannya + e, maka
jika inti atom berat mengandung A buah proton maka ia memiliki muatan sebesar Ae,
bukan Ze; karena A > Z untuk semua atom yang lebih berat daripada hidrogen, maka
menurut hipotesa ini memberikan jumlah muatan positif yang lebih banyak kepada inti
atom (tidak sesuai dengan percobaan)

2. Hipotesa Proton-Elektron
Menurut hipotesa ini inti atom juga mengandung (A-Z) buah elektron. Berdasarkan hal
tersebut massa inti atom akan sekitar A kali massa proton (karena massa elektron
diabaikan), maka muatan inti atom sama dengan A (+e) + (A-Z) (-e) = + Ze, sesuai
percobaan Rutherford didukung pula adanya fenomena peluruhan partikel Beta. Tetapi
hipotesa ini mengalami kegagalan, tidak dapat menjelaskan keberadaaan elektron di
dalam inti. Kelemahan hipotesis Proton-Elektron :

10-20 kgms-1 untuk elektron dengan momentum sebesar ini akan bersesuaian dengan elektron berenergi  20 MeV. Momen magnetik Momen magnetik proton besarnya  0. Namun kenyataannya momen magnetik inti berorde sama dengan momen magnetik proton. W. Kenyataan bahwa ada elektron-elektron yang mengorbit pada inti ini sulit dimengerti. lagipula hanya ada interaksi listrik antara elektron dan inti. Hipotesa ini dapat menerangkan peluruhan  : n  p  e  Q . Becker. tidak bermuatan ( 01n ). Spin nuklir Ternyata ada ketidakcocokan antara besarnya nilai spin menurut teori dengan kenyataan pengukuran. partikel itu harus memiliki momentum P > 1. . Polonium ditembak Alfa dan ditangkap Berelium. besar energinya hanya  2-3 MeV. Kernyataan yang teramati pada elektron yang terpancar pada peluruhan . Massa inti didukung / sumbang oleh massa proton dan massa neutron. berarti jika ada elektron dalam inti maka besarnya momen magnetik inti harus berorde sama dengan momen magnetik elektron. hal ini sesuai dengan hasil pengukuran. c. terhadap radiasi “misterius” yang ditemui oleh peneliti sebelumnya (Perc. b. momen magnetik inti disumbang oleh momen magnetik proton dan momen magnetik neutron. Hipotesa Proton-Netron J. 3.15% momen magnetik elektron. Chadwick& Rutherford mengajukan hipotesis tentang netron. serta Irine Curie & Yuliot).1. Berdasarkan hipotesa ini ditemukan neutron. Ukuran nuklir Pada umumnya jari nuklir berorde  10-15 m untuk membatasi partikel dalam daerah sekecil ini. Interaksi nuklir-elektron Hasil pengukuran menunjukkan bahwa gaya yang bereaksi antara partkel-partikel nuklir menghasilkan energi ikat beorde  8 MeV/partikel. d. terpancar radiasi “misterius”. massanya  massa proton.Bothe & H. a.menurut prinsip ketidakpastian.

Sifat kimia suatu unsur tertentu bergantung pada nomor atom Z. ½). Keduanya dikelompokkan sebagai nukleon. Contoh analisis hipotesa proton-elektron dan hipotesa Proton-Neutron untuk inti atom 7 N 14 7 N 14 Partikel Penyusun Muatan Massa Jumlah partikel inti partikel partikel berspin (p-e) Proton + 14 14 14 Elektron -7 0 7 Jumlah 7 14 21 p-n Proton +7 7 7 Neutron 0 7 7 Jumlah +7 14 14 Yang diterima Menurut model proton-neutron.28 MeV. Isotop ditunjukkan dengan lambang kimia . 939.57 MeV). B. Inti-inti atom dengan Z sama tetapi A berbeda disebut isotop. sebuah inti atom terdiri atas Z proton dan (A-Z) netron yang memberi muatan total + Ze dan massa total sebesar A karena massa proton dan neutron kurang lebih sama. Sifat Inti Sifat nukleon berturut-turut: Proton-neutron: muatan (+e. massa energi (938. spin (½ . tetapi Z berbeda disebut Isobar. Inti-inti atom dengan A sama. tidak pada nomor massa A. Dan inti-inti atom dengan jumlah neutron (N) sama disebut isoton. 0).

maka jari-jari inti ? = ?0 ?3 Tetapan Ro diperoleh melalui percobaan. Ro = 1. Inti atom ringan memiliki kerapatan yang kurang lebih sama dnegan inti atom berat. Ro = 1. Dapat dinyatakan : jumlah neutron dan proton A  4 3 ~ konstan 3 R volume inti 1 Jadi A  R atau R  A 3 3 1 Dengan mendefinisikan tetapan kesebandingan Ro. Ro = 1. (i) Gaya inti (gaya interaksi antar proton dan neutron /nukleon) mengatasi gaya tolak Coulomb. padahal rapat inti atom relatif konstan jadi terdapat suatu mekanisme lain yang mencegah inti mengerut ke pusat atom.26 F . Hamburan netron cepat. antara lain : . Gaya inti ini menyebabkan proton dan neutron terkumpul pada daerah pusat. 13H 2 Contoh isobar : 37 Li & 47Be.48 F .37 F . meskipun tidak ada orbit proton ataupun neutron. Peluruhan alfa. Jari-jari inti Inti atom harus diperlakukan dengan cara yang sama seperti elektron. Dengan perkataan lain. jumlah neutron dan proton tiap satuan volume kurang lebih tidak berubah di seluruh daerah inti.414 F . Hamburan elektron. (ii) Kerapatan inti atom tidak bergantung pada nomor massa A.A Z XN dengan X = lambang kimia A = nomor massa = Z + N Z = nomor atom N = nomor neutron Contoh isotop hidrogen : 11 H 0 . Hamburan alfa. Ro = 1. serta 233 Th & 90 233 U 92 a. Inti atom berbentuk bola padat (walaupun ada yang agak pipih) berisi proton dan neutron. 12H 1 .

Berikut ini : .(Ro mempunyai rentang 1.49 .66. 10-27 A Kg 4 3 V = volume inti = R = 1. 10-45 Am3. yaitu grafik / gambar hubungan antara jumlah proton dengan jumlah netron.12 .5 F) F = Femi.1018 kg m -3 1. 3 Dengan menyesuaikan satuan M dalam kg dan V dalam m3.10 27 A kg  int i   45 3  1.12. Kestabilan inti: Salah satu parameter yang menentukan kestabilan inti adalah perbandingan antara N jumlah proton dengan jumlah proton.66 .10 Am Nilai ini menunjukkan bahwa rapat inti suatu bahan jauh lebih besar (kelipatan 1015) dari rapat massa suatu bahan. Inti atom akan stabil jika memiliki ~ 1. Z Untuk mengetahui kestabilan inti dapat dilihat pita kestabilan inti.0 F – 1. 1 F = 10-15 m atau F = fm = femtometer M Kerapan inti suatu bahan =  int i = V M = massa inti didekati nomor massa A = 1. Kerapatan ini rata-rata suatu bahan adalah : 1.

tidak ada elemen lain yang mempunyai isotop sebanyak itu. Perhatikan.Gambar 1. Setiap isotop Xenon mempunyai 54 proton dan 54 elektron ekstra nuklir untuk atom-atom netral). misalnya. bahwa Xenon (Z=54) mempunyai 26 isotop. Lingkaran-lingkaran terisi menyatakan inti-inti stabil dan lingkaran- lingkaran terbuka menyatakan inti-inti radioaktif. 9 di antaranya stabil dan 17 radioaktif. Banyaknya neutron berkisar antara N = 64 sampai N = 89 dan nomor massa. . A berkisar antara 118 sampai 143.

Ion yang dapat lolos dari S dengan kecepatan v. Dari gambar 1 dapat diketahui bahwa untuk inti ringan Z ~ 20 (jumlah proton sampai N N dengan 20) perbandingan ~ 1 . terpenuhi jika besarnya gaya listrik sebanding dengan gaya magnet. Alat spektrometer massa merupakan alat untuk mengukur massa ion. spektrometer dari Bainbridge digambarkan sebagai berikut: A = Sumber ion. Muatan = +Ze M = Massa ion V = kecepatan ion bervariasi S = Nozzle G Di daerah I : Perjalanan ion-ion dari sumber ion melewati daerah pengosongan (evacuates). Z Z Spektrometer Massa Massa inti atom dapat diukur dengan mengukur massa atomnya. Untuk inti yang lain nilai  1. Flis = Fmag ZeE = Ze vB E v= B Setelah melewati daerah II (S) ion dengan kecepatan V akan mengalami gaya magnet yang besarnya sebanding dengan gaya sentripetal : FL = FS v2 Ze v B = M R . persilangan medan listrik (E) dan medan magnetic (B) sebagai filter kecepatan.

10-20 emu H = 1000 gauss Energi Ikat Inti Atom Pada inti stabil (mantap) terdapat perbedaan antara massa suatu inti dengan massa penyusun inti (nukleon). Z   A Grafik hubungan antara B (A.602 . Z) = [Zmp + Nmn + Zme – M(A. Z  B  A.Z) dengan A (nomor massa) berbagai inti adalah sbb: .Z)]C2 = [ZmH + Nmn – M (A. serta mengukur R (jari-jari lintasan ion). massa ion (M) dapat ditentukan ( Z=1. Hubungan massa atom dan massa inti atom adalah : M (atom) = m (inti atom) + Z. Z) = m + Z. q = 1. Petunjuk 1 volt = 108 emu.Z)]C2 Energi ikat pernukleon MeV/nukleon B A. untuk ion tunggal).me + energi ikat elektron M (A.me + E ikat elektron Jika diabaikan energi ikat elektron dalam atom hidrogen. Kita dapat memandang energi ikat sebagai energi “tambahan” yang diperoleh ketika membentuk sebuah atom dari semua partikel penyusunnya atau energi yang harus dipasok untuk memisahkan atom menjadi komponen-komponen. Perbedaan ini disebut “defect mass” menjadi energi ikat inti atom. maka dapat dituliskan Energi Ikat (Binding Energy) : B(A. R B 2 Ze M= E Dengan mengatur E & B.

180 73Io . nilai B (A.8 56 MeV/nukelon dimikili oleh inti besi 26 Fe dan inti-inti didekatnya merupakan inti termantap yang ada di alam.Z) turun menjadi  8.Z) rendah dan naik secara cepat dengan naiknya A 2) A diskeitar 50: terdapat nilai maksimum yang mendatar dengan B (A.4 MeV/nukleun 3) Diatas A = 140.Z) pada A besar (A> 190) disebabkan oleh adanya efek gaya Coulomb. 36Li. Z genap. B (A.8 MeC/nukleon Kecilnya nilai ( B .Z) sebagai berikut : N Genap Ganjil Genap Ganjil Z Genap Genap Ganjil Ganjil Jml Inti 160 53 49 5 Contoh : (N. Sebaran (N. Energi ikat pernukleon sebagai fungsi dari nomor massa Dari gambar di atas.Z) turun menjadi 7. 147N . B (A. Inti stabil pada umumnya mempunyai N genap.Z)  8. Untuk A  140. dapat diketahui: 1) A kecil.Gambar 2. Z ) pada A kecil disebabkan karena adanya efek permukaan dan turunnya B (A. 105B.Z) ganjil ganjil 2 1 H .