You are on page 1of 5

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Sistim Pencernaan
Sub topic : Typoid
Sasaran : Pasien dan keluarga
Hari/tgl : Selasa, 8 Februari 2005
Waktu : 30 menit
Tempat : Ruang II Wanita RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang
Penyaji : Stefanus M. Nedabang.

1. Tujuan
a. Tujuan Umum
Pasien dan keluarga dapat memahami penatalaksanaan Typoid
b. Tujuan khusus : Setelah penyuluhan pasien dan keluarga dapat :
- Menyebutkan pengertian Typoid
- Menyebutkan Etiologi Typoid
- Menyebutkan Tanda dan Gejala Typoid
- Menyebutkan komplikasi Typoid
- Menyebutkan Penatalaksanaan Typoid
- Menyebutkan penatalaksanaan Typoid
2. Metode : Ceramah dan tanya jawab
3. Media : Flipcart
4. Materi : Terlampir
5. Evaluasi : Secara lisan
6. Kegiatan :
 Pembukaan : 5 menit
- Menyampaikan salam
- Menyampaikan judul “Typoid”
 Pelaksanaan : 10 menit
Penyajian materi : 10 menit
- Pengertian Typoid
- Etiologi Typoid
- Tanda dan Gejala Typoid
- Komplikasi Typoid
- Penatalaksanaan Typoid
 Penutup
- Evaluasi (tanya jawab) : 10 menit
- Kesimpulan : 5 menit

RSUD Dr. Lyke. Penyakit Infeksi Tropik Pada Anak. Infectious Diseases. Lab/UPF Ilmu Penyakit Dalam. R.B. Lippicont Company Philadelphia Barbara Engram. Suddanth.D. A Human Needs Approach. and Hamelik. . 1993 “ Gastrointestinal Disorder” Mosby Year Book Grimes. cetakan kedua.B.M. Daftar Pustaka Brunner. Lippincott Company. Pedoman Diagnosis dan Terapi. 1991. 1998 “ Keperawatan Medikal Bedah . 1992. Soetomo Surabaya. Merchant Evelyn. Sydney: J. M. 1998 “ Medical Surgical Nursing “ 6 th ed.J. Assesing for Nursing Diagnosis . 1994. Toronto. London. EGC. Mosby Year Book. Rampengan dan Laurentz. EGC Jakarta Dorothy Doughty And Debra Broadwell Jackson. Jakarta. 1995. E. Grimes.

Pengertian. Walaupun gejala bervariasi secara garis besar gejala yang timbul dapat dikelompokan dalam : demam satu minggu atau lebih. Ketiga jenis antigen ini di manusia akan menimbulkan tiga macam antibodi yang lazim disebut aglutinin. yaitu Antigen O = Ohne Hauch = somatik antigen (tidak menyebar) ada dalam dinding sel kuman. Lab/UPF Ilmu Penyakit Dalam RSUD Dr.H. Laurentz. C. 1995). Laurentz. B. Salmonella mempunyai tiga macam antigen. Antigen H = Hauch (menyebar).20 hari. konstipasi dan suhu badan meningkat (39 . Rata-rata masa inkubasi 14 hari dengan gejala klinis sangat bervariasi dan tidak spesifik (Pedoman Diagnosis dan Terapi. muntah. diare.H. anoreksia.41 0C). mual. Setelah . Etiologi Penyakit ini disebabkan oleh infeksi kuman Samonella Thposa / Eberthela Thyposa yang merupakan kuman negatif.R. nyeri kepala. Thypoid fever / Demam Tifoid atau thypus abdominalis merupakan penyakit infeksi akut pada usus halus dengan gejala demam satu minggu atau lebih disertai gangguan pada saluran pencernaan dan dengan atau tanpa gangguan kesadaran (T. Masa inkubasi 7 . terdapat pada flagella dan bersifat termolabil dan Antigen V1 = kapsul . MATERI A. inkubasi terpendek 3 hari dan terlama 60 hari (T. Penularan penyakit ini hampir selalu terjadi melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. 1994). merupakan kapsul yang meliputi tubuh kuman dan melindungi O antigen terhadap fagositosis. Soetomo Surabaya. 1995). Rampengan dan I. gangguan saluran pencernaan dan gangguan kesadaran. motil dan tidak menghasilkan spora hidup baik sekali pada suhu tubuh manusia maupun suhu yang lebih rendah sedikit serta mati pada suhu 700C dan antiseptik. Rampengan dan I. Gejala Klinis. Dalam minggu pertama : demam.R.

3. 1. Perforasi intestinal. . Penatalaksanaan 1. dilapisi selaput tebal. Ensefalopati. D. dibagian ujung dan tepi lebih kemerahan. Tirah baring atau bed rest. 2.  Ampisilin atau amoksisilin 100 mg/kg BB sehari oral/IV. Ileus paralitik. Pneumonia. Roseola (rose spot). Meningitis. 6. 2. 1. dibagian belakang tampak lebih pucat. minggu kedua gejala makin jelas berupa demam remiten. Bronkitis E. Pielonefritis. 3. Miokarditis. 3. Perdarahan intestinal. 6. dilarutkan dalam 250 ml cairan infus. Pembesaran hati dan limpa. Peritonitis. lidah tifoid dengan tanda antara lain nampak kering. Diit lunak atau diit padat rendah selulosa (pantang sayur dan buahan). 4. Renjatan septic. dibagi dalam 3 atau 4 dosis. Kolesistisis. Antimikroba :  Kloramfenikol 4 X 500 mg sehari/iv  Tiamfenikol 4 X 500 mg sehari oral  Kotrimoksazol 2 X 2 tablet sehari oral (1 tablet = sulfametoksazol 400 mg + trimetoprim 80 mg) atau dosis yang sama iv. Merupakan emboli kuman dimana di dalamnya mengandung kuman salmonella. perut kembung dan nyeri tekan pada perut kanan bawah dan mungkin disertai gangguan kesadaran dari ringan sampai berat seperti delirium. pada kulit dada atau perut terjadi pada akhir minggu pertama atau awal minggu kedua. 5. kecuali komplikasi pada intestinal. 2. Komplikasi. Obat .obatan : a. 4. 5.

 Anjurkan klien untuk minum banyak + 2000 . b. Vitamin B kompleks dan vitamin C.  Antimikroba diberikan selama 14 hari atau sampai 7 hari bebas demam.  Reposisi untuk mencegah kerusakan integritas kulit. Mobilisasi bertahap setelah 7 hari bebas demam. Tindakan untuk meningkatkan kenyamanan. . Antipiretik seperlunya a. b.  Beri kompres dingin.3000 l / hari.