You are on page 1of 5

1

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Menjadi lanjut usia merupakan salah satu proses hidup yang akan dialami

oleh semua manusia, meskipun bertambahnya usia diiringi dengan penurunan

fungsi organ tubuh tapi lansia tetap bisa hidup sehat. Hal yang terpenting adalah

merubah kebiasaan. Tidak hanya meninggalkan kebiasaan buruk yang bisa

mengganggu kesehatan, tetapi beberapa pola hidup sehat seperti menjaga pola

makan dan olah raga memang harus dilaksanakan ( Vivin dkk, 2011).

Arah kebijakan tentang lansia sebenarnya lebih menitik beratkan pada

keluarga sebai penanggung jawab utama terhadap lansia. Dalam hal ini dukungan

dari keluarga di harapkan menjadi kunci utama untuk kesejahteraan lansia.

Keluarga memiliki peran yang penting membantu lansia yang penting membantu

lansia agar terhindar dari permasalahan umum yang sering terjadi. Keluarga dapat

membantu lansia untuk mencapai tugas perkembanganya dengan cara mengikuti

pemanfaatan posyandu lansia ( Dwi Kurnia Putri dkk, 2014)

Menurut WHO (World Health Organization) di seluruh dunia penduduk

Lansia (usia 60+). Diperkirakan mulai tahun 2010 akan terjadi terjadi jumlah

penduduk lanjut usia. Hasil prediksi menunjukkan bahwa persentase penduduk

lanjut usia akanmeningkat dari 9,77 persen danmenjadi 11,34 persen pada tahun

2020 (DepKes, 2013). Struktur penduduk dunia termasuk Indonesia saat ini

sedang menuju proses penuaan yang ditandai dengan peningkatan jumlah

penduduk lanjut usia. Lansia di Indonesia pada tahun 2009 berjumlah 19,3 juta

(8,37% dari total keseluruhan penduduk Indonesia) (Komnas Lansia, 2010). Di

Agar kesehatan para lansia dapat terpelihara dan terpantau dengan baik. 2 Jawa Tengah menduduki peringkat ke 2 (11.6% dari jumlah penduduk. Diharapkan dengan adanya posyandu lanjut usia akan tercapai penduduk lanjut usia yang sehat. (2012) hasil sensus penduduk tahun 2010 menunjukkan Indonesia tergolong lima besar negara yang mempunyai jumlah penduduk lanjut usia terbanyak di dunia yakni mencapai 18. Ditahun 2025.16%) setelah Yogyakarta sebesar 14. Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan bahwa jumlah warga lansia di Indonesia akan mencapai ± 60 juta jiwa. maka para lansia dapat berupaya .04% (Depkes. 2005) Kualitas hidup masyarakat di usia lanjut akan tetap terjaga dengan baik dan optimal jika kegiatan posyandu lansia dapat berjalan dengan baik dan memberikan kemudahan bagi lansia dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dasar. 2013). Adanya pengadaan posyandu lanjut usia bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya lanjut usia. Berbagai macam program dan kegiatan posyandu lansia sangat baik dan banyak memberikan manfaat bagi lansia. pemerintah telah merumuskan beberapa kebijakan pelayanan kesehatan untuk lanjut usia dengan mengadakan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) lanjut usia yang dibina oleh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.1 juta jiwa atau 9. agar jumlah populasi lanjut usia yang semakin besar tidak hanya menjadi beban bagi keluarga. Menurut Depkes RI. masih produktif. Semakin meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia. serta tidak sakit-sakitan (Dep Kes RI. masyarakat dan negara.

bahwa posyandu lansia hanya ramai awal pendirian saja. kalau pagi kerja dan tetangga juga punya aktivita sendiri. 3 memanfaatkan adanya posyandu tersebut sebaik mungkin. selanjutnya lansia yang memanfaatkan posyandu semakin berkurang ( Lathifah hidawati. faktor posyandu atau pelayanan kesehatan dan tokoh masyarakat berkontribusi terhadap keikutsertaan lanjut usia untuk dating keposyandu. Sehingga apabila mengalami suatu resiko penyakit akibat kondisi tubuh dan proses penuaan di khawatirkan akan berakibat fatal dan mengancam jiwa. Penelitian oleh Damayanti (2012) menyebutkan bahwa pengetahuan. dan itu disebabkan karena lanjut usia sering lupa. (DepKes RI. 2016) Posyandu lansia ditujukan secara langsung pada para lansia. Perasaan senang dapat bertemu sesama lansia merupakan manfaat yang didapatkan lansia secara sosial dari adanya posyandu lansia. sikap. Lansia yang tidak aktif memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada di posyandu maka kesehatanya tidak terpantau dengan baik. Namun kenyataanya dilapangan menunjukkan fakta yang berbeda. 2012). faktor keluarga. Manfaat yang dirasakan lansia ditinjau dari aspek fisik yaitu kondisi kesehatan senantiasa terjaga dan sehat. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti dengan melakukan wawancara dengan kader posyandu lanjut usia di sumberejo mengatakan lanjut usia tidak semua aktif keposyandu tiap bulan. Manfaat ditinjau dari aspek psikis yang dirasakan yaituperasaan senang pada siraman rohani dan adanya rekreasi untuk mengilangkan kejenuhan. . jadwal yang bersamaan dengan kegiatan lainnya dan keluarga juga tidak mengingatkan meskipun satu rumah.

Penelitian ini dapat dijadikan bahan pustaka atau bahan perbandingan untuk penelitian selanjutnya. mereka lebih mementingkan kebutuhan sehari-hari sehingga mereka menganggap kegiatan posyandu lansia kurang penting. 1. kemudahan menjangkau lokasi dan sikap petugas tidak mempengaruhi. 4 Dewi (2013) yang berjudul “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kunjungan Lansia Rt 02 Rw 03 Ke Posyandu Lansia Kelurahan Karang Pilang Surabaya”. Manfaat Penulisan 1. Perawat desa ataupun perawat puskesmas dapat melakukan penyuluhan terhadap lansia dan keluarga lansia untuk meningkatkan pengetahuan lansia dan keluarga akan pentingnya posyandu lansia.1. Manfaat Bagi Institusi a.3. Dalam masalah ini keluarga belum memahami benar pentingnya posyandu lansia. b. . Tujuan Khusus a.4. Tujuan umum Untuk mengetahui adanya hubungan dukungan keluarga dengan keaktifan lansia mengikuti posyandu lansia di desa sumberejo.4. Untuk mengetahui keaktifan lansia mengikuti posyandu lansia di desa sumberejo. Faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan lansia RT 02 RW 03 ke posyandu lansia adalah faktor dukungan keluarga karena 80% keluarga mendukung bagi lansia yang rajin. sedangkan hanya 45% keluarga yang mendukung bagi lansia yang tidak rajin.1.3. Rumusan Masalah Bagaimana hubungan dukungan keluarga dengan keaktifan lansia mengikuti posyandu lansia di desa sumberejo ? 1. Untuk mengetahui dukungan keluarga terhadap lansia mengikuti posyandu lansia di desa sumberejo. sedangkan faktor pengetahuan. 1.3.Tujuan Penulisan 1.2. 1.2.

Manfaat Bagi Ilmu Keperawatan Penelitian ini di harapkan dapat menambah informasi dalam ilmu keperawatan dalam pendidikan kesehatan tentang dukungan keluarga terhadap keaktifan lansia mengikuti posyandu lansia.4.3.2.4. Manfaat Bagi Mahasiswa Penelitian ini diharapkan dapat membantu mahasiswa tingkat akhir selanjutnya dalam belajar dan dapat digunakan bekal penelitan selanjutnya. sumbangan ilmiah dan referensi perpustakaan. . 5 b. 1. Penelitian ini dapat dijadikan bacaan. 1.