You are on page 1of 141

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Menurut kamus besar bahasa indonesia Praktek(praktik) ialah pelaksanaan nyata
dari teori, penerapan, pelaksaan pekerjaan. Sedangkan Profesi ialah bidang pekerjaan yang
dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan, kejuruan, dan sebagainya) tertentu. jadi
praktek profesi adalah pelaksanaan nyata dari bidang pekerjaan keahlian tertentu. Praktek
profesi merupakan satu dari beberapa mata kuliah yang wajib diambil dan diselesaikan
bagi seluruh mahasiswa/i Teknik Universitas Tadulako untuk menyelesaikan kuliah
pendidikan S1.
Praktek profesi dalam bidang arsitektur mencakup konsep atau design rancangan
atas suatu bangunan, serta kekuatan kekokohan bangunan, estetika, daya tampung, dan
jenis serta material bangunan yang hendak digunakan. Maka dari itu diperlukan kecermatan
dan ketelitian dalam pengerjaannya karena seorang arsiek dituntut untuk bertanggung
jawab terhadap bangunan dan keselamatan atas penggunaan bangunana tersebut.
Pertanggung jawaban yang dimaksud bukan hanya sebatas perdata berupa penggantian
kerugian sebesar 10% dari objek bangunan, melainkan turut bertanggung jawab secara
pidana apabila terbukti melakukan kelalaian yang menyebbka adanya kesalahan dalam
konstruksi bangunan.
Maka dari itu, mengingat besarnya tanggung jawab dari seorang arsitek dalam
konstruksi bangunan sehingga mengharuskan mahasiswa tidak hanya diberikan ilmu
arsitektur secara teori saja, tetapi juga harus disertai dengan praktek langsung dilapangan
yang secara teknisnya para mahasiswa dituntut untuk ikut bekerja dibawah bantuan
kantor/perusahaan konsultan dan para prektisi yang erlibat didalamnya. Untuk itulah
adanya matakuliah praktek profesi ini, agar calon-calon arsitek nantinya memahami tugas
dan tanggung jawabnya saat memerankan profesinya.

1

1.2 Maksud, Tujuan dan Manfaat Praktek Profesi
1.2.1 Maksud Praktek Profesi
Praktek profesi adalah kegiatan mahasiswa yang di lakukan di perusahaan
konsultan dengan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh. Maksud dari praktek profesi
ini adalah :
a. Mengetahui dengan jelas apa yang di maksud dengan Biro Perencana;
b. Bagaimana sistem kerja di dalam Biro Perencana
c. Pihak-pihak apa saja yang terlibat di dalam Biro Perencana
d. Mengetahui bagaimana tahapan-tahapan di dalam suatu proyek, prosedur dan
pengatasan masalah dari proyek yang dikerjakan.
1.2.2 Tujuan Praktek Profesi
a. Mengetahui proses kerja atau kegiatan suatu instansi tempat melakukan kerja
praktek profesi dalam mengelola suatu proyek.
b. Mengetahui tahapan-tahapan dalam pelaksanaan suatu proyek.
c. Mempelajari mekanisme kerja suatu instansi dengan melihat dan mempelajari
secara Iangsung tentang prinsip–prinsip kerjanya.
d. Untuk memenuhi persyaratan kurikulum mata kuliah Jurusan Arsitektur.
1.2.3 Manfaat Praktek Profesi
Bagi mahasiswa
a. Dapat meingkatkan ilmu-ilmu teknik arsitektur, desain kreatif, material, detil-detil
arsitektur yang telah diperoleh selamadi bangku perkuliahan.
b. Mendapatkan pengalaman tentang berbagai macam masalah yang sering terjadi
dalam pekerjaan arsitektur dan permasalahan teknik yang dapat dipecahkan
bersama.
c. Kesempatan untuk memperoleh gambaran, pengalaman, dan memahami profesi
arsitek dalam kenyataan bekerja.

Bagi Program Studi Arsitektur Universitas Tadulako
a. Sebagai bahan evaluasi dalam peningkatan mutu kurikulum pendidikan dan proses
pelaksanaan pembelajaran prodi arsitektur.
b. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa lain yang akan KP untuk menerapkan
dan meningkatkan ilmudan kreativitas desain arsitektur dalam dunia praktek
arsitektur dan pelaksanaan dalam sebuah proyek.

2

c. Menjelaskan kualitas pekerjaan desain arsitektur dan konstruksi, kepada
mahasiswa yang Kerja Praktek agar mendapatkan gambaran dan pengalaman cara
kerja arsitek dan perkembangan desain arsitektur dan teknologi.

Bagi biro kontraktor
a. Dapat ikut berperan dengan menunjukkan kemampuan arsitek memberi contoh
dalam peningkatan dan pengembangan profesi.
b. Membantu penyiapan tenaga kerja terdidik di bidang teknik arsitektur yang
diharapkan nantinya setelah lulus dapat bekerja dengan baik di bidang arsitek.
c. Mengenal lebih dekat sistem pendidikan dan kemampuan mahasiswa arsitektur
yang Kerja Praktek dari Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas
Tadulako.

1.3 Lingkup Pembahasan
Praktek Profesi di dasari dengan teori yang di berikan di bangku
perkuliahaan.Praktek praktek di batasi dengan penerapan arsitektur dalam desain berupa
tugas yang di berikan oleh penanggung jawab di kantor. Praktek berlangsung di kantor dan
berlangsung dilapangan yang sedang dalam proses pembangunan.
1.4 Metode
1.4.1 Partisipasi Langsung
Praktek terlibat secara langsung dalam kegiatan di kantor sesuai dengan tugas
yang diberikan oleh Rudy Hoo, SE,. AK. Berada di lapanganselama jam kerja untuk
mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. Ikut survey langsung ke lapangan untuk
melengkapi data untuk tugas yang di berikan.

1.4.2 Diskusi
Diskusi dilakukan bersama dengan tim dan Pemilik Proyek Rudy Hoo, SE,.
AK selaku leader untuk membahas tentang perkembangan kerja yang telah
dilakukan danpenyeleseian atau pemecahan masalah dalam proyek
pembangunanbersama.

3

1. Masing-masing bab diuraikan sebagai berikut : a. Usaha mengkaitkan antara berbagai macam teori dengan penerapan praktis dalam desain yang diwujudkan dalam sebuah pembangunan bangunan yang nyata.4 Studi Literature Studi literature merupakan upaya untuk mencari data-data / reverensi sebagai landasan teori.5 Sistematika Pembahasan Sistematika pembahasan laporan Praktek Profesi ini adalah berupa uraian secara urut per bab.karena beberapa proyek sedang dalam proses pengerjaan saat praktekan datang serta didukung oleh arahan dari pembimbing. Mahasiswa belajar dari literature berupa teori. Analisis PelaksanaanNonFisikDan Fisik Proyek 4 . Bab 4.3 Metode Dokumenter Praktekan mengerjakan tugas berdasarkan data yang sudah ada. Bab 3.4. 1. tujuan dan manfaat kerja praktek.KILONGAN NUSA KONTRUKSINDO menangani pekerjaan dengan banyaknya pengalaman di bidang Kontraktor. dan bagaimana cara dari PT. c.4. d. Bab 2. lingkup kerja praktek. Bab 1. sistematika penulisan dan waktu pelaksanaan kerja praktek. Tinjauan Umum Kontraktor Pelaksana Berisi teori dan prinsip-prinsip manajemen pelaksana dan menjadi dasar dalam penulisan dan pembahasan manajemen dan proses pelaksana pada Proyek. Pendahuluan Bagian pendahuluan ini berisi uraian latar belakang.KILONGAN NUSA KONTRUKSINDO Bagian ini membahas tinjauan tentang kontraktor pelaksana dengan spesifik. Tinjauan Khusus Kontraktor Pelaksana PT. 1. b.

Hasil pengerjaan pelaksana proyek. dan hasil kerja praktek serta saran dari penulis berdasar pengalaman selama Praktek Profesi. yang diharapkan akan dapat memberikan pengalamanPraktek Profesi bagi pembaca. e. Penutup Berisi kesimpulan dan saran tentang pembelajaran manajemen pelaksanaan. Bab 5.a. proses pelaksanaan. 5 .

Persiapan Persiapan terdiri dari : 1) Konsultasi .1 Pengertian Kontraktor Kontraktor Pelaksana adalah badan hukum atau perorangan yang ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan proyek sesuai dengan keahliannya. Peraturan dan persetujuan tentang hak dan kewajiban masing-masing pihak diatur dalam dokumen kontrak. BAB II TINJAUAN UMUM KONTRAKTOR 2. 2) Pengisian Formulir 3) Pengisian Surat Kuasa 6 . mengetahui biaya administrasi dan cara pembayarannya. yang berguna untuk : mengetahui ruang lingkup pendirian perusahaan. Atau dalam definisi lain menyebutkan bahwa pihak yang penawarannya telah diterima dan telah diberi surat penunjukan serta telah menandatangani surat perjanjian pemborongan kerja dengan pemberi tugas sehubungan dengan pekerjaan proyek. Pada Proyek ‘tempat penulis kerja praktek’ ini. 2. pemilik proyek (owner) memberikan kepercayaan secara langsung kepada kontraktor pelaksana untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi. dan mengetahui prosedur dan persyaratan pendirian perusahaan.2 Persyaratan Kontraktor A.

B. 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas (PT) dan peraturan pemerintah no. Pengajuan Nama Perusahaan Di daftarkan oleh notaris melalui SISMINBAKUM dengan persyaratan : 1) Melampirkan asli formulir dan pendirian surat kuasa 2) Melampirkan copy KTP para pendirinya dan para pengurus perusahaan 3) Melampirkan copy KK pimpinan perusahaan C.26 tahun 1998 tentang pemakaian perseroan terbatas D. Surat Keterangan Domisili Permohonan surat keterangan domisili diajukan kepada kantor kelurahan setempat sesuai dengan alamat kantor perusahaan tersebut berada sebagai bukti keterangan / keberadaan alamat perusahaan. F. Pembuatan Akta Pembuatan akta pendirian dilakukan oleh notaris yang berwenang diseluruh wilayah negara Indonesia untuk selanjutnya mendapatkan pesetujuan dari menteri kehakiman dan HAM RI E. Persetujuan Nama dan Pendaftaran Proses pendaftaran dilakukan oleh notaris untuk mendapatkan persetujuan dari instansi terkait (menteri Hukum dan HAM RI) sesuai dengan UU no. Persyaratan lain yang dibutuhkan adalah : copy bukti PBB tahun terakhir atau bukti PPN atas sewa atau kontrak tempat usaha bagi yang berdomisili di gedung perkantoran. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) 7 . Lama proses adalah 2 hari kerja.

Lama proses 25 hari kerja setelah permohonan diajukan.d 200 juta. Persyaratan lain yang dibutuhkan adalah : 1) Bukti setor bank senilai modal disetor dalam akta pendirian 2) Bukti PNBP sebagai pembayaran berita acara negara 3) Asli akta pendirian H. surat keterangan tempat kegiatan usaha dari instansi yang berwenang minimal lurah atau kepala desa. Penggolongan SIUP terdiri dari SIUP Besar. SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan) Permohonan SIUP diajukan kepada Dinas Perdagangan Kota/Kabupaten/Propinsi sesuai dengan keberadaan domisili Perusahaan. Persyaratan lain yang dibutuhkan : 1) Untuk wajib pajak perseorangan: FC KTP bagi WNI atau FC paspor bagi WNA. Permohonan pendaftaran nomor pokok wajib pajak diajukan kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak sesuai dengan keberadaan domisili perusahaan. suratketerangan tempat tinggal dari instansi yang berwenang bagi orang asing minimal lurah atau kepala desa.d 500 juta. FC KTP bagi WNI atau FC paspor bagi WNA ditambah surat keterangan tempat tinggal dari instansi yang berwenang bagi orang asing minimal lurah atau kepala desa. 40 tahun 2007 tentang perseroaan terbatas. surat keterangan tempat kegiatan usaha atau pekerjaan dari instansi yang berwenang. Lama proses adalah 10 hari kerja. Lama proses 2 hari kerja. 3) SIUP Kecil untuk Modal disetor s. Menengah dan Kecil dengan ketentuan sebagai berikut : 1) SIUP Besar untuk Modal disetor diatas 500 Juta. 2) Untuk wajib pajak badan usaha: FC akta pendirian dan perubahan terakhir. 2) SIUP Menengah untuk Modal disetor diatas 200 juta s. Pengesahan Menteri Kehakiman dan HAM RI Permohonan ini diajukan kepada Menteri Kehakiman dan HAM RI untuk mendapatkan pengesahan Anggaran Dasar Perseroan (Akta Pendirian) sebagai badan hukum PT sesuai dengan UU no. G. Prosedur permohonan SIUP : 8 .

SIUP / SIUJPT / SIUPA / ijin operasional lainnya (asli ditunjukan) 5) FC KTP pengurus (direksi dan komisaris) atau paspor jika pengurus adalah WNA. mengisi dan mengajukan permohona SIUP beserta persyaratan melalui kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota atau wilayah sesuai domisili perusahaan untuk permohonan SIUP menengah dan SIUP kecil 2) sedangkan permohonan SIUP besar diajukan melalui Kanwil Perindutrian dan Perdagangan kota atau propinsi sesuai domisili perusahaan I. maka perusahaan telah sempurna statusnya sebagai badan hukum. Pengumuman dalam Berita Acara Negara Republik Indonesia Setelah perusahaan melakukan wajib daftar perusahaan dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman dan HAM RI. TDP (Tanda Daftar Perusahaan) Permohonan pendaftaran dajukan kepada kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota atau kabupaten terkait sesuai dengan domisili perusahaan.37 / m-DnG / DER / 9 / 2007 tentang penyelenggaraan pendaftaran perusahaan. SKT (Surat Keterangan Tenaga Teknis) 9 . persyaratan yang dibutuhkan : 1) FC izin persetujuan investasi dari BKPM untuk PMA / PMDN (asli diperlihatkan) 2) FC akta pendirian dan perubahannya (asli ditunjukan) 3) Asli SK Menteri Hukum dan HAM RI dan laporan perubahan akta 4) FC surat keterangan domisili perusahaan.1) Perusahaan mengambil formulir. maka harus di umumkan dalam berita negara dari perusahaan yang telah diumumkan dalam berita negara. K. J. Bagi perusahaan yang telah terdaftar akan diberikan sertifikat TANDA DAFTAR PERUSAHAAN sebagai bukti bahwa perusahaan / badan usaha telah melakukan wajib daftar prusahaan sesuai dengan peratran Menteri Perdagangan RI no.

Neraca keunagnan perusahaan d. GAPINDO. Tanda tangan ketua umum f. Merupakan bukti kompetensi dan kemampuan proses keterampilan kerja bidang jasa pelaksana konstruksi yang harus dimiliki tenaga kerja / ahli perusahaan untuk dapat ditetapkan sebagai penanggung jawab. serta pengesahan mentri kehakiman atau pendaftaran dalam negeri b. Domisili badan usaha c. Verifikasi/ validasi berkas b. Persetujuan registrasi KTA d. terlebih dahulu harus mempunyai sertifikat ketrampilan contohnya KTA pada kontraktor adalah KTA GAPENSI. L. Penyerahan KTA Persyaratan: a. Akta pendiri dan perubahannya. KTA (Kartu Tanda Anggota) Kartu tanda anggota ini merupakan tanda anggota asosiasi perusahaan untuk mendaftarkan sebagai anggota asosiasi. Bukti pembayaran 10 . Untuk permohonan KTA pada GAPENSI: Penerimaan dan pendaftaran berkas: a. DAN GAPEKNAS. Cetak KTA e. Permohonan registrasi KTA c.

SIUJK (Surat Ijin Usaha Jasa Konstruksi) Persyaratan utama untuk dapat mengajukan permohonan SIUJK adalah setiap perusahaan harus memiliki sertifikat badan usaha terlebih dahulu yang dikeluarkan badan sertifikasi asosiasi terakreditasi (LPJK). 11 . M. dan bidang yang ingin diajukan 3) Tentukan kwalisifikasi dari setiap sub bidang yang dimiliki 4) Menentukan asosiasi 5) Siapkan daftar tenaga ahli dan tetapkan seorang tenaga ahli sebagai penanggung jawab 6) Siapkan persyaratan dan kelengkapan data N. SBU (Surat Badan Usaha) Langkah-langkah pembuatan SBU adalah sebagai berikut: 1) Persiapan permohonan 2) Menentukan sub bidang.

3 Struktur Organisasi Kontraktor 12 .2.

Tugas kepala proyek 1. Menetapkan sasaran mutu. 8. sub kontraktor. Kepala Proyek a. Membantu bidang administrasi kontrak untuk memeriksa dan menyetujui tagihan upah mandor.4 Tanggung Jawab Kontraktor 1. Melakukan tindakan koreksi dan pencegahan yang telah direkomendasi pengendalian sistem mutu. Menghentikan pelaksanaan pekerjaan yang tidak memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan. Berkoordinasi dengan pihak konsultan supervisi. b. utamanya pihak direksi PU serta menyelesaikan masalah-masalah teknis lapangan dengan pengawas. 2. 5. Membuat laporan-laporan yang telah ditetapkan perusahaan dan laporan-laporan lain yang berhubungan dengan bidang tugasnya. Mengkoordinir pelaksanaan penyelesaian keluhan pelanggan dan bertanggungjawab terhadap pelaksanaan penyelesaian produk yang tidak sesuai. 3. 4. Mengkoordinir bagian-bagian di bawahnya dan menjamin pelaksanaan pekerjaan sesuai spesifikasi yang ditentukan oleh pihak pengguna jasa serta mengoreski bila ada review design. aparat setempat. Tanggung Jawab: 1. 7. 6. dan sewa alat yang berhubungan dengan prestasi fisik lapangan serta mengajukan request ke direksi proyek sebelum pekerjaan dimulai termasuk koordinasi dengan konsultan supervisi. 13 .2. Mendata perubahan-perubahan pelaksanaan terhadap kontrak.

dan pembayaran kepada kontraktor. Memberikan persetujuan atas permintaan kebutuhan proyek ke kantor pusat/ cabang 2. Menjamin semua pelaksanaan detail teknis untuk pekerjaan mayor tidak akan terlambat selama masa mobilisasi untuk masing-masing paket kontrak dalam menentukan lokasi. 4. mengendalikan kegiatan-kegiatan kontraktor. 3. 2. menyiapkan rekomendasi secara terinci atas usulan desain. data pengukuran kuantitas. Membantu pejabat pelaksana teknis kegiatan dalam penyelesaian administrasi kemajuan proyek. Site Engineer Tugas dan kewajiban site engineer adalah sebagai berikut: 1. Memimpin setiap pertemuan. 2. tingkat serta jumlah dari jenis-jenis pekerjaan yang secara khusus disebutkan dalam dokumen kontrak. Membantu dan memberikan petunjuk kepada tim di lapangan dalam melaksanakan pekerjaan pengawasan teknis segera setelah kontrak fisik ditandatangani. Semuanya dikumpulkan dalam dalam bentuk laporan kemajuan bulanan dan memberikan saran-saran untuk mempercepat pekerjaan serta memberikan penyelesaian terhadap kesulitan yang timbul baik secara teknis maupun kontraktual untuk menghindari keterlambatan pekerjaan. 4. kunjungan lapangan. rapat-rapat koordinasi dilapangan. kunjungan pekerjaan. Bantuan ini termasuk mengumpulkan data proyek seperti kemajauan pekerjaan. serta mencari pemecahan-pemecahan atas permasalahan yang timbul baik sehubungan dengan teknis maupun permasalahan kontrak. Menjamin bahwa semua isi dari kerangka acuan pekerjaan akan dipenuhi dengan baik yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan. 14 . termasuk pengendalian pemenuhan waktu pelaksanaan pekerjaan. Melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait dilokasi proyek. 3. termasuk data pendukung yang diperlukan.

7. Mengikuti petunjuk–petunjuk dan persyaratan yang telah ditentukan terutama sehubungan dengan: 1. Mengendalikan semua personil yang terlibat dalam pekerjaan penyelidikan bahan/material baik di lapangan maupun laboratorium serta menyusun rencana kerjanya. serta membuat saran-saran penanggulangan dan perbaikan. Melakukan pengecekan secara cermat semua pengukuran pekerjaan dan secara khusus harus ikut serta dalam proses pengukuran akhir pekerjaan. 4. 6. Metode pelaksanaan untuk setiap jenis pekerjaan yang disesuaikan dengan kondisi dilapangan. 3. 2. Inspeksi secara teratur ke paket-paket pekerjaan untuk melakukan monitoring kondisi pekerjaan dan melakukan perbaikan-perbaikan agar pekerjaan dapat direalisasikan sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang telah ditentukan. 6. Metode pengukuran volume pekerjaan yang benar sesuai dengan pasal-pasal dalam Dokumen Kontrak tentang cara pengukuran dan pembayaran. termasuk gambar dan perhitungan. Menyusun Justifikasi teknis. sehubungan dengan usulan perubahan kontrak. 15 . Melakukan pemantauan dengan ketat atas prestasi kontraktor segera melaporkan kepada pejabat pelaksana teknis kegiatan apabila kemajuan pekerjaan ternyata mengalami keterlambatan lebih dari 15% dari rencana. 8. Mengecek dan menandatangani dokumen pembayaran bulanan (Monthly Certificate).5. Menyusun laporan bulanan tentang progress fisik dan keuangan serta menyerahkan kepada Pejabat pelaksana teknis kegiatan. 5. Pemahaman terhadap spesifikasi.

Memeriksa gambar hasil terlaksana (as built drawing) yang diajukan oleh kontraktor dan disetujui oleh Direksi Teknik. Membuat dan melaksanakan detail program kerja berdasarkan program harian/mingguan/bulanan yang adan serta melaporkan prestasi kerja ke kepala proyek. dan gambar kerja yang diterimanya dengan mengarahkan tukang/sub kontraktor dan pekerjanya hingga didapat pekerjaan yang bermutu. speksifikasi teknis dari pelanggan. tepat waktu. Menyimpan gambar kerja dengan baik. 3. tidak boleh merubah/mencoret tanpa seizin atasan langsung. 4. Membuat opname prestasi pekerjaan bersama-sama kepala proyek dan sub kontraktor (bila ada) yang bersangkutan untuk keperluan tagihan dan lain-lain. 2. 6. Mengecek dan menandatangani dokumen-dokumen tentang pengendalian mutu dan volume pekerjaan. 11. 3. 5. Melaksanakan tindakan koreksi dan pencegahan. Pelaksana Tugas dan kewajibannya. 9. Melaksanakan pekerjaan dengan konsisten sesuai dengan rencana mutu proyek (instruksi kerja). Memeriksa gambar kerja (shop drawing) yang diajukan oleh kontraktor dan disetujui oleh Direksi Teknik. 10. Menyelenggarakan pencatatan-pencatatan atas tindakan yang telah dikerjakan baik qualitatif maupun quantitatif untuk dapat membuat laporan mingguan mengenai: 16 . dan biaya yang seefisien mungkin. Gambar tersebut harus dibuat secara bertahap setiap pekerjaan selesai dikerjakan. antara lain: 1.

4.  Pemakaian bahan. Melaksanakan pemeriksaan dan/atau pengetesan barang serat memberikan tanda status pada pekerjaan barang yang telah diperiksa/dites. Mengontrol barang/alat yang dipasok untuk pelanggan apakah sesuai persyaratan/perjanjian atau tidak dan menjamin bahwa keluhan pelanggan atau produk tidak sesuai ditangani (prosedur mutu yang berlaku). Melakukan finalinspection atau memastikan bahwa seluruh kegiatan pemeriksaan dan pengetesan telah dilaksanakan semuanya serta melakukan tes terhadap material yang masuk khususnya yang dominan untuk mutu. 5.  Mengumpulkan bukti-bukti penerimaan/pengeluaran tertulis akibat bahan/ material.  Penggunaan persekot karya yang dipercayakan kepadanya. 4. Mengkoordinir pelaksanaan lapangan terhadap tindakan koreksi dan pencegahannya. Membuat rencana berkala pelaksanaan pemeriksaan dan pengetesan sesuai RMP. 2. dan keperluan lainnya kepada kepala proyek sehingga pertanggungjawaban akan terlihat di dalam cash flow perusahaan. 17 . 3.  Kemajuan pekerjaan yang sedang dilaksanakan. Quality Engineer Tugas dan kewajibannya adalah sebagai berikut: 1.  Ihktisar upah dan hari perkerjaan. alat. mesin-mesin/alat-alat dalam pekerjaan yang sedang dilaksanakan.

Membuat laporan kemajuan fisik proyek. Bertanggung jawab penuh ke kepala proyek dan berkoordinasi ke konsultan supervisi maupun direksi PU. 7. 5. Menyimpan arsip. Quantity Engineer Tugas dan kewajiban quantity engineer. 6. 18 . Membuat sertifikat bulanan dan data pendukungnya. dan mengkoordinasi bawahan. 6. Memenuhi sasaran mutu yang telah ditetapkan di bagian proyek. 4. mengarahkan. Menyampaikan rencana pekerjaan (request) kepada pengguna jasa/pemilik proyek. 8. 6. 2. Melakukan pembelian barang langsung/alat. 5. Membina. Memastikan diimplementasikannya sistem manajemen mutu di bagian proyek. Logistik Tugas dan tanggung jawabnya: 1. 9. antara lain: 1. 3. Memonitor pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Melakukan opname pekerjaan. sesuai dengan tingkatan proyek dengan mengambil pemasok yang sudah termasuk dalam daftar pemasok terseleksi dan atas persetujuan direktur perusahaan.

5. 6. Membuat berita acara penerimaan/penolakan bahan/material setelah pengontrolan kualitas (oleh quality control) dan kuantitas. Melakukan pelaksanaan survei lapangan dan penyelidikan/pengukuran tempat- tempat lokasi yang akan dikerjakan terutama untuk pekerjaan mayor item. 4. antara lain: 1. 8. 2. Mengoperasikan mesin/peralatan dengan benar. 7. 3. Operator Tugas dan kewajiban operator. 3. Melaporkan dan bertanggung jawab hasil pekerjaan ke kepala proyek. Surveyor Tugas dan kewajiban surveyor adalah: 1. Membuat/menyusun laporan yang telah ditetapkan perusahaan dan laporan lainnya yang berhubungan dengan bidang tugasnya. Mencatat dan mengevaluasi hasil pengukuran yang telah dilakukan sehingga dapat meminimalisir kesalahan dan melakukan tindak koreksi dan pencegahannya. 19 . 2. Menyediakan tempat yang layak dan memelihara dengan baik barang langsung maupun barang/alat yang dipasok pelanggan termasuk memberi label keterangan setiap barang. Bertanggung jawab terhadap cara penyimpanan barang dan mencatat keluar masuknya barang-barang yang tersedia di penyimpanan/gudang. Selalu berkoordinasi dengan bagian teknik dan pelaksana dalam pengiriman bahan/material termasuk berkoordinasi ke pihak direksi PU serta mengamankan aktiva perusahaan berikut bukti-bukti kerjanya.

Meski konsep umumnya subkontraktor bergerak di bidang pekerjaan bangunan dan teknik sipil. Oleh karena itu. kondisi.5 Hak dan Wewenang Kontraktor Seorang kontraktor bertanggung jawab terhadap sarana-sarana dan metode-metode yang akan digunakannya untuk menjalankan proyek konstruksi sesuai dengan pasal-pasal dan ayat- ayat yang ada dalam dokumen kontrak. dan kondisi-kondisi khusus proyek serta rencana dan spesifikasi proyek yang sebelumnya telah dipersiapkan oleh desainer profesional. 2. Dengan cara ini. ia juga harus menyediakan tenaga- tenaga kerja untuk menjalankan proyek tersebut. 2. Banyak subkontraktor melakukan pekerjaan untuk 20 . Menjaga kebersihan. kondisi umum. Seorang kontraktor dalam menjalankan tugasnya juga harus menyediakan peralatan-peralatannya sendiri yang ia perlukan untuk menangani proyek yang dibebankan kepadanya. Subkontraktor adalah seorang individu atau dalam beberapa hal seorang usahawan yang menandatangani kontrak untuk melaksanakan sebagian atau seluruh kewajiban dari kontrak orang lain. Bahkan. kontraktor biasanya membagi pekerjaannya dengan kontraktor lain yang mempunyai keahlian yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak dikuasai oleh kontraktor utama. dan keamanan mesin/peralatan. kontraktor umum menerima layanan yang sama atau lebih baik ketimbang yang disediakan oleh kontaktor umum sendiri. Melaporkan ke atasan apabila mesin/peralatan rusak/perlu diperbaiki. jangkauan pekerjaan subkontraktor sekarang ini semakin meluas. Subkontraktor biasanya disewa atau dipekerjakan oleh kontraktor umum (atau kontraktor utama) untuk melaksanakan tugas tertentu sebagai bagian dari seluruh proyek. dalam menjalankan pekerjaanya. 3. Dokumen-dokumen kontrak tersebut biasanya meliputi perjanjian kontrak berisi anggaran belanja proyek. Insentif penggunaan subkontraktor adalah untuk mengurangi biaya atau risiko proyek. Orang-orang yang menjalankan pekerjaan kontraktor dari kontraktor lainnya biasa disebut sub-kontraktor. misalnya seorang arsitek. Seorang kontraktor biasanya juga bertanggung jawab terhadap pengadaan material yang akan digunakan. mungkin sebagian besar subkontraktor sekarang ini bergerak di bidang teknologi informasi dan sektor informasi bisnis. Selain itu.

3. Subkontraktor ini adalah subkontraktor yang melakukan kontrak dengan kontraktor utama untuk memberikan material. barang. Secara esensial. meski harus memberikan penyediaan (biasanya persediaan air bersih dan listrik untuk memampukan subkontraktor ternominasi melakukan pekerjaannya). Kontraktor independen bekerja jika diperlukan. badan usaha. Beberapa tipe subkontraktor. Hal seperti ini memungkinkan subkontraktor untuk lebih mengasah keterampilan mereka. penunjukan subkontraktor ternominasi menetapkan suatu hubungan kontraktual secara langsung antara klien dan subkontraktor. Kontraktor independen adalah seorang individu. atau perusahaan yang menyediakan barang atau jasa kepada individu. atau perusahaan lain di bawah persyaratan-persyaratan tertentu yang dituangkan ke dalam sebuah kontrak atau kesepakatan tertulis. kontraktor independen dibayar atas dasar paro waktu. Subkontraktor domestik Subkontraktor domestik adalah subkontraktor yang menandatangani kontrak utama untuk menyuplai atau memberikan setiap material. Kontraktor independen tidak bekerja dalam waktu yang teratur untuk satu panitia pengadaan barang atau jasa. Secara esensial. atau pelaksanaan pekerjaan yang membentuk bagian dari kontrak utama. 2. Kontraktor utama diizinkan mancari keuntungan dari pemanfaatan subkontraktor tenominasi dalam hal ini. subkontraktor ini dipekerjakan oleh kontaktor utama. Sebagai akibatnya. Subkontraktor bernama Subkontraktor ini secara efektif sama dengan subkontraktor domestik. Karena sifatnya yang demikian itu. kontraktor ini dipekerjakan oleh kontraktor utama. yaitu: 1.perusahaan yang sama ketimbang perusahaan-perusahaan lain. badan usaha. Kontraktor independen 21 . barang. atau melaksanakan pekerjaan dari kontrak utama. Subkontraktor ternominasi Kontrak-kontrak tertentu mengizinkan petugas arsitek atau pengawas untuk menyediakan hak seleksi final dan persetujuan subkontraktor.

Tugas dan tanggung jawab lain dari perusahaan kontraktor. contohnya untuk pengadaan bahan-bahan material (pekerjaaannya minimal 30 % dari nilai proyek) 22 . peraturan. kualitas. dan keselamatan kerja  Menyediakan alat keselamatan kerja seperti yang diwajibkan dalam peraturan untuk menjaga keselamatan pekerja dan masyarakat  Menyerahkan seluruh atau sebagian pekerjaan yang telah diselesaikannya sesuai dengan ketetapan yang berlaku. Hak dan kewajiban kontraktor diatur dalam kontrak yang telah disetujui. dan syarat-syarat tambahan yang telah ditetapkan oleh pengguna jasa  Membuat gambar-gambar pelaksanaan yang disetujui oleh konsultan perencana  Merencanakan tentang perencanaan dan pengendalian waktu. Tugas dan tanggung jawab perusahaan kontraktor meliputi :  Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan gambar rencana. Hal yang terpenting mengenai pengelolaan kontrak adalah bagaimana melindungi diri terhadap tuntutan atau atau klaim dan mengajukan tuntutan atau klaim untuk hak langsung (pembayaran pekerjaan) dan hak tidak langsung (penyerahan lapangan terlambat). syarat-syarat. yaitu  Meminta persetujuan untuk subkontraktor. Hak dan kewajiban dalam satu kontrak bisa berbeda-beda dengan kontrak yang lain tergantung ketentuan-ketentuan kontrak yang bersangkutan. penjelasan pekerjaan. Kotrak merupakan perjanjian tertulis yang mengikat secara hukum antara dua pihak (atau lebih) yang membuat perjanjian dimana satu pihak melakukan pekerjaan dan pihak lain memberikan imbalan atas pekerjaan yang dilakukan dan berlaku hubungan jasa dan imbalan.ini sering bekerja dalam sebuah perusahaan yang terbatas yang mereka miliki sendiri atau bekerja di bawah perusahaan lain. biaya.

alat-alat pelaksanaan proyek.6 Lingkup Tugas dan Proses Pekerjaan Kontraktor 1. Hak dan kewajiban perusahaan kontraktor harus tertuang dalam kontrak pelaksanaan proyek. Mutu. yaitu Pengendalian Biaya. dan Waktu. POLA DASAR MANAJEMEN PROYEK (MP) MELIPUTI: 1. Ini untuk menjamin agar tidak ada satu pihak yang merasa dirugikan sehingga pelaksanaan pekerjaan proyek dapat selesai tepat pada waktunya. 2. menyelesaikan.  Memberikan jaminan pelaksanaan atau uang muka pelaksanaan proyek  Melaksanakan. Hak yang dapat didapat oleh perusahaan kontraktor. dan memelihara pekerjaan  Memperbaiki cacat-cacat pada pelaksanaan proyek  Menyediakan bahan-bahan material. dan tenaga kerja pelaksanaan proyek. yaitu  Mendapat kepastian pekerjaan pelaksanaan proyek dalam artian bahwa pemilik proyek tidak akan membatalkan pelaksanaan proyek secara sepihak selain ketentuan-ketentuan yang tertulis di dalam kontrak yang telah disetujui oleh kedua belah pihak.  Mendapat kepastian pembayaran setelah pelaksanaan pekerjaan proyek selesai tepat waktunya  Mendapat jaminan asuransi kepada tenaga kerja yang akan melaksanakan pekerjaan proyek.1 Perencanaan/Strategi/Policy Pengendalian secara menyeluruh untuk menjamin terpenuhinya targer seperti yang ditetapkan dalam kontrak antara Pemberi Tugas dengan Perencana dan Kontraktor. 23 .

maka Manajemen Konstruksi juga punya wewenang untuk bertindak dalam keadaan tertentu.3 Pertelaan tugas Manajemen Proyek Akan kami jabarkan secara lebih rinci tugas Manajemen Proyek untuk setiap tahap : Program/Master Plan. Design & Engineering.  Menjamin terselenggaranya pengadaan (Procurement) bahan-bahan. 1. Pokok-pokok penting yang menjadi tanggung jawabnya antara lain:  Koordinasi dan Monitoring. 2. Artinya. serta Construction.  Menyelenggarakan proses pembayaran. dimana ada indikasi adanya penyimpangan yang akan merugikan proyek. Merekomendasi. Expediting dan Execution Menjamin lancarnya arus komunikasi timbal balik antara semua pihak yang terlibat. Sebagaimana halnya Manajemen Proyek. B.2 Monitoring. Manajemen Proyek akan membuat aturan main sehingga dapat melaksanakan peran tersebut diatas. Mengkoordinir dan Mengawasi Kontraktor/Sub-Kontraktor. Pemberi Tugas bersama Manajemen Proyek/Manajemen Konstruksi perlu menyepakati suatu pola dan batas waktu dalam pengambilan keputusan. 1. LINGKUP TUGAS MANAJEMEN PROYEK UNTUK SETIAP TAHAP PROYEK: 24 .  Menjamin terselenggaranya keamanan dan keselamatan kerja dengan menetapkan disiplin kerja yang baik.  Menyelenggarakan testing bahan. POLA DASAR PERANAN MANAJEMEN KONSTRUKSI (MK): Titik berat tugas Manajemen Konstruksi adalah Memilih. untuk itu Manajemen Proyek perlu dibekali kekuatan untuk bertindak (Execution) bila ada pihak lain yang tidak dapat melaksanakantugasnya dengan baik sesuai target.

TAHAP PERENCANAAN 2. pengoperasian. Menjadwalkan dan Memimpin Rapat-rapat Koordinasi antara semua pihak yang terlibat didalam proyek sesuai tahapannya. dan test tanah. tenaga kerja. Bersama Pemberi Tugas. kwalitas dan kategori proyek dll. pembangunan secara bertahap.  Sumber bahan .  Peraturan-peraturan daerah dll. e. peralatan. c. TAHAP PRA PROYEK a. b. Mengumpulkan data-data dan informasi lain dari Pemberi Tugas dengan daftar pertanyaan ( Questionaire ) dan lain-lain untuk diolah menjadi Term Of Reference ( TOR ). 2. peralatan. Mengadakan Cost Trending dan mengingatkan kemungkinan penyimpangan dari estimasi semula yang direncanakan. dll ) termasuk menyiapkan kontraknya.  Membahas dan mengusulkan jenis konsultan yang diperlukan proyek dan memproses pengadaannya ( Prakwalifikasi . antara lain : penjadwalan.1 Menyusun TOR dan memberikan kepada Manajer Perencanaan dan para Perencana meliputi  Garis besar Jadwal 25 . d. pembiayaan. pengadaan bahan.  Mencari data-data dan informasi lain yang berkaitan dengan proyek seperti:  Data lokasi . termasuk kontor tanah. Seleksi. Penasehat teknis dll. Mempersiapkan kontrak MP dengan Pemberi Tugas. ketenagaan. f. pelaksanaan . Menjaga agar batasan-batasan yang telah ditentukan seperti. Mitra kerja . dll. waktu pelaksanaan tidak dilanggar atau dilampaui.1. Manajemen Proyek membahas hal .hal yang bersifat kebijaksanaan dasar ( policy ) didalam penanganan proyek.

4 Menjamin bahwa rapat-rapat koordinasi Perencanaan telah dilaksanakan oleh manajer Perencanaan dengan mendapatkan masukan dari Manajemen Konstruksi. cost contract administration ) dengan mendapaat masukan dari MK. teknis pelaksanaan.1 Menjamin terlaksananya koordinasi Manajer Perencanaan dengan tim Perencana dari semua disiplin dengan bagian lain ( spesifikasi.2 Setelah diperiksa bersama stafnya . jadwal dsb. alternatif yang terbaik dikembangkan terus menjadi dokumen pelelangan. 3. dengan mendapat masukan dari Manajemen Konstruksi. TAHAP DOKUMEN PELELANGAN 4. 3.1 Meminta Manajer Perencana dan Perencana membuat pengembangan rencana dengan alternatif-alternatif serta mencek dari segi performance.2 Bersama Pemberi Tugas membahas hasil Perencanaan . 2. 3. biaya. 4. TAHAP PENGEMBANGAN RENCANA 3.3 Bersama stafnya memeriksa bahwa Perencanaan sudah dibuat berdasarkan TOR dan peraturan-peraturan yang masih berlaku. 26 . 2. memberi komentar dan koreksi serta mengembalikan kepada Manajer Perencanaan untuk diproses selanjutnya.3 Bersama MK menetapkan paket-paket pekerjaan serta mengusulkan kepada Pemberi Tugas.  Master Budget  Outline Specs  Fungsi dan performance dari bangunan 2.

material dll. 4. sudah sesuai dengan rencana semula. 5. penyelesaian dan persetujuan terlaksan pada waktunya. 4. 5. TAHAP TENDER ( PELELANGAN ) 5. 4. untuk disetujui oleh Pemberi Tugas.6 Menyiapkan instruksi kepada peserta lelang.7 Menjamin dan mengingatkan kepada Tim Perencana .6 Memeriksa dan menggarap SPK dan Surat Perjanjian Pemborongan.5 Menyusun laporan evaluasi rekomendasi pemenang tender kepada Pemberi Tugas. 27 . laporan bulanan. 4. 5.4 Menjamin bahwa semua kegiatan.2 Melaporkan perkembangan design setiap pekerjaan kepada Pemberi Tugas dan meneruskan komentar-komentar dari Pemberi Tugas kepada manager Perencanaan. 4.5 Memeriksa bahwa nilai setiap paket pekerjaan tidak melebihi budget yang telah digariskan. lokasi. yang meliputi Jadwal dan hal-hal yang sifatnya teknis dari Tim Perencana. 5. bahwa sejak diserahkannya dokumen pelelangan . detail potongan. 5.4 Mengatur rapat penjelasan dan mengkoordinir tim untuk mendampinginya. 5.3 Menyiapkan system evaluasi penawaran yang akan dipakai .1 Membantu Pemberi Tugas dalam melakukan prakwalifikasi rekanan pemborong yang akan diikut sertakan dalam tender.2 Menyiapkan strategi prosedure dan jadwal pelelangan sesuai aturan yang berlaku.3 Mengatur dan memimpin rapat koordinasi antara Pemberi Tugas dengan Tim Perencana. 4. MK dan lain-lain. semua perubahan terhadap dimensi.

1 Bersama MK menetapkan policy dan strategi Konstruksi / Pelaksanaan yang dilaksanakan bertahap denagn memperhatikan terhadap dampak lingkungan. Tim Perencana dan MK. dengan mengadakan diskusi untuk mencari penyelesaiannya.7 Memeriksa dan menandatangani surat penyerahan lapangan dan ijin untuk memulai pelaksanaan pekerjaan yang disiapkan oleh MK. 6. 5.5 Menjamin terlaksananya testing dan commissioning dengan diawasi oleh Tim Perencana dan MK serta melaporkannya kepada Pemberi Tugas. untuk diteruskan kepada Pemberi Tugas. serta instansi-instansi lain yang terlibat dalam proyek. 7. 6. penalty. 6. 7. LINGKUP TUGAS MK UNTUK SETIAP TAHAP PROYEK Konsepnya adalah mengkoordinasikan tiga fungsi utama yaitu : 28 .6 Membantu Pemberi Tugas bila ada masalah dengan Pemborong. 6.3 Memberitahukan Pemberi Tugas bila ada hal-hal yang kritis yang akan mempengaruhi penyelesaian pekerjaan . sertifikst penyerahan pertama. TAHAP PENGOPRASIAN BANGUNAN 7. 6.1 Memprogram latihan dengan para calon operator.2 Mengatur dan memimpin rapat berkala dengan Pemberi Tugas. dll. missal claim. C. 6.4 Memeriksa dan menanda tangani sertifikat pembayaran. TAHAP KONSTRUKSI ( PELAKSANAAN ) 6. Pemborong.2 Membantu menyiapkan manual. kedua.

1. Perencanaan ( Design ).

2. Pengadaan ( Procurement )

3. Pelaksanaan ( Construction )

3.1 Dalam kegiatan pelaksanaan , menekankan agar dikerjakan oleh Kontraktor spesialis
atau proyek ditangani banyak Kontraktor, dengan pemilihan metoda konstruksi yang
tepat.

3.2 Konsultan Perencana bisa satu atau beberapa konsultan yang menyiapkan dokumen
pelaksanaan dalam paket-paket sesuai dengan urutan pekerjaan dan sesuai dengan
jumlah kontraktor spesialis.

3.3 Metode ini akan memberikan harapan bahwa pekerjaan akan selesai lebih cepat dan
lebih hemat biaya.

C.1 TAHAP PERSIAPAN

1. Bersama MP mengatur strategi yang meyangkut pelaksanaan proyek termasuk
penempatan peralatan seperti Tower Crane, dsb. Strategi ini akan memberi corak pada
pekerjaan , planning dan mengikat pekerjaan Kontraktor dalam penempatan peralatan
dilapangan.

2. Bersama MP mengatur strategi yang meyangkut pekerjaan pengadaan dan pembagian
paket yang disinkronkan dengan cashflow dan jadwalnya sekali. Strategi ini akan
mempengaruhi pemakaian jumlah dan jenis disiplin konsultan serta jumlah dan jenis
spesialis kontraktornya sekali.

3. Menekankan pentingnya Site Engineering dan pekerjaan persiapan terkoordinir dengan
memperhatikan dampak lingkungan seperti :

 Kebisingan peralatan serta getaranya,

 Air buangan limbah, sampah dan debu,

29

 Keamanan pekerjaan dan pemukimam sekitarnya.

4. MK memberi masukan hal-hal yang terkait dalam kontrak agar sesuai dengan strategi
diatas serta membuat pasal-pasal yang mengkoordinir itu semua serta pasal-pasal
pengamannya apabila terjadi hambatan pada pekerjaan salah satu rekanan.

2 TAHAP PERENCANAAN

1. Menyusun suatu system dan prosedure administrative yang mengatur hubungan antar
Konsultan Perencana, Kontraktor, Supplier, Manajemen Konstruksi, dan
menjalankan/menerapkan prosedure yang sudah disetujui bersama.

2. Koordinasi antara rencana dan pelaksanaan, menserasikan perencanaan, dan
perancangan serta memberi petunjuk-petunjuk pada Perencana, agar satu sama lainnya
serasi sedemikian rupa sehingga berfungsi sesuai dengan jadwal yang telah disepakati.

3. Mengusulkan pembagian paket pekerjaan disesuaikan dengan dana yang tersedia .

4. Pelaksanaan sedemikian rupa sehingga waktu yang telah ditentukan tidak
terlampauinya.

5.Memberikan masukan , pandangan, pertimbangan atas perencanaan yang dibuat oleh

Konsultan Perencana.

6.Mempelajari semua dokumen yang telah disiapkan oleh Perencana sebagai dokumen

perencanaan dan dokumen tender yang meliputi sedikitnya :

 Gambar-gambar perencanaan dan perhitungannya,

 Gambar-gambar kerja perencanaan dan detail,

 RKS ( Spesifikasi ),

30

 Jadwal waktu konstruksi proyek.

7. Memberi penjelasan pada waktu Aanwijzing hal-hal yang berkaitan dengan jalan
masuk, dan tata letak peralatan serta hal-hal lain yang berkenaan dengan tahapan
pelaksanaan pekerjaan dan persyaratan dampak lingkungan.

C.3 TAHAP PELAKSANAAN

1. Menentukan titik-titik referensi dilapangan bagi Kontraktor pada saat pematokan dan
selanjutnya memeriksa dan mensahkan letak patok yang dibuat oleh Kontraktor.
2. Menyampaikan serta mengawasi pekerjaan persiapan Kontraktor yang meliputi :

 Pagar halaman,

 Jalan masuk bahan/orang,

 Tata letak gudang bahan, dan alat-alat bantu lainnya,

 Pengadaan air bersih dan MCK.

 Pengadaan tempat sampah sementara,

 Pengaturan keamanan,

 Kantor Pelaksana dan bedeng pekerja,

 Saluran buangan air kotor didalam site dan diluar site.

3. Mengawasi dan mempertanggung jawabkan agar pelaksanaan pekerjaan yang
dilaksanakanoleh Kontraktor/Supplier sesuai dengan spesifikasi, kwalitas, biaya, dan
waktu yang telah ditetapkan dalam kontrak dari perencanaan paket pekerjaan yang
bersangkutan.
4. Menyesuaikan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang harus diikuti oleh Kontraktor,
memantau dan mempertahankan jadwal.
5. Memeriksa dan mempelajari rencana kerja kontraktor .

31

Menyiapkan Cheklist setelah penyerahan pertama setiap paket pekerjaan dan mengawasi saat pelaksanaan perbaikkan. Menyiapkan Berita Acara Penyerahan kedua/terakhir dari setiap paket pekerjaan. 4. 7. Menyelenggarakan rapat koordinasi dengan para Kontraktor. karena dengan adanya manajemen yang baik akan mendukung kelancaran proyek sehingga proyek dapat diselesaikan dengan baik. As built dokuments adalah gambar-gambar terlaksana dari setiap paket pekerjaan yang sudah sesuai dengan petunjuk teknis. Mengatur dan menetapkan ruang kerja termasuk sarana penunjangnya untuk masing- masing kontraktor yang berkaitan dengan tempat penimbunan material. workshop dilapangan . Memeriksa dan menyetujui kemajuan pekerjaan dilapangan dan menertibkan Berita Acara sertifikat pembayaran jika sudah sesuai dengan kontrak. Membuat laporan perbaikan / rehabilitasi cacat dan kekurang sempurnaan dalam aplikasi pelaksanaan. 10. Menginstruksikan Kontraktor untuk segera membuat As . Membuat laporan akhir proyek berlangsung termasuk final account. 6. minimal satu kali dalam seminggu. Mengajukan kepada Pemberi Tugas jika terjadi adanya perubahan / penambahan atau menampung keinginan Pemberi Tugas jika ada keinginan perubahan untuk disampaikan kepada Kontraktor. gudang sementara.Built dokuments. 9. bedeng kantor. serta mengundang Perencanan dan Pemberi Tugas . 7. 8. 5. Meneliti setiap instalasi mekanikal dan elektrikal yang menyangkut tentang kesiapan system maupun operasinya terhadap pengetesan dan penyalaan awal ( Start-Up). 32 .7 Proses Pengadaan Proyek dan Badan yang Terlibat Urutan pelaksanaan di lapangan sangat dibutuhkan. 2.4 TAHAP MENGOPRASIKAN BANGUNAN ( MASA PEMELIHARAAN ) 1. Melakukan pengawasan selama masa pemeliharaan. serta memeriksa dan mempertanggung jawabkan kebenaran dokumen tersebut dan selanjutnya digambar oleh Kontraktor yang bersangkutan sebagai gambar As-built drawing. 2. 3. 6. C. Menjamin terlaksananya pelatihan bagi teknisi Pemberi Tugas oleh Kontraktor sebelum serah terima pekerjaan untuk kedua kalinya. lapangan untuk fabrikasi dll.

tenaga. Pengawasan Di dalam pelaksanaan pekerjaan. sehingga dapat diperoleh kurva “S”. Jika kesiapan telah memenuhi syarat yang telah ditentukan.Adapun langkah-langkah yang diambil sebelum dan pada saat dilaksanakan hingga pembayaran termin dilaksanakan: 1. 2. Pengawasan dalam hal ini dilakukan oleh konsultan pengawas sebagai pengawas dan pengendali proyek. maka Owner baru bisa menyetujui pekerjaan tersebut untuk dapat dilaksanakan. Pengendalian dapat dilakukan dengan cara yaitu : a. b. bahan maupun tenaga kerja. Pelaporan 33 . Dengan pengawasan yang baik dapat dihindari kesalahan- kesalahn yang merugikan. Masing-masing pekerjaan ini diatur dengan sedemikian rupa dengan memperhatikan urutan pekerjaan. 4. pengawasan yang cermat wajib dilaksanakan guna menjamin keberhasilan suatu proyek. 3. Time scheduling ini disusun berdasarkanurutan langkah-langkah kerja dengan net work planning. peralatan dan material agar dapat tercapai suatu pekerjaan yang baik dan lancar. Pengendalian (Controlling) Pengendalian proyek dilakukan dengan pengawasan dan pemantauan lansung selama masa pelaksanaan proyekmelalui rapat koordinasi dengan tujuan untuk mengoptimalkan kerja seluruh unsur yang terlibat didalam proyek. Perijinan Merupakan pengajuan / permintaan ijin untuk melaksanakan suatu pekerjaan yang sudah siap untuk dikerjakan baik kesiapan alat. pengaturan waktu. Time Scheduling Time scheduling merupakan uraian pekerjaan dari awal hingga akhir pekerjaan secara global. Untuk itu pelaksana diharapkan dapat memahami gambar-gambar konstruksi perencanaan dengan baik dan menggunakan metode yang tepat dalam pelaksanaan pekerjaan. Pelaksanaan Menuntut pemahaman terhadap pekerjaan yang akan maupun yang sedang dilaksanakan agar dapat menghindari kesalahan pengerjaan. Dari time schedule ini diberi bobot masing-masing.

Pelaporan adalah kegiatan yang telah dilaksanakanyang meliputi jenis pekerjaan yang dilakukan. serta hal-hal yang bersifat non teknis seperti halnya keadaan cuaca pada saat pelaksanaan pekerjaan. ditambah bobot prestasi pekerjaan yang telah diselesaikan pada minggu itu.Laporan mingguan berisikan tentang :  Jenis pekerjaan yang telah diselesaikan  Volume dan prosentase pekerjaan dalam satu minggu  Catatan lain yang diperlukan. maka kegiatan proyek yang ada dilapangan dapat dipantau dengan baik setiap harinya. yang disusun dalam laporan harian selama satu minggu tersebut. 1. maka akan diketahui presentase keterlambatan atau kemajuan 34 . Pada laporan ini pihak kontraktor diwajibkan melakukan pemotretan yang menggambarkan tiap tahap kemajuan pekerjaan. kuantitas atau volume pekerjaan. Dari presentase pekerjaan yang telah dicapai pada minggu ini kemudian dibandingkan dengan presentase pekerjaan yang telah dicapai pada minggu yang bersangkutan. Laporan Harian ( Daily Report ) Laporan harian ini dibuat setiap hari secara tertulis dengan ditandatangani oleh pihak kontraktor utama dan pihak dari konsultan pengawas. Laporan Mingguan ( Weekly Report ) Laporan mingguan ini bertujuan agar memperoleh gambaran kemajuan pekerjaan yang telah dicapai dalam satu minggu. seperti halnya instruksi dan teguran/evaluasi dri konsultan pengawas dan catatan mengenai tambah kurangnya pekerjaan Presentase pekerjaan yang telah dicapai sampai dengan minggu yang bersangkutan dapat diketahui dengan memperhitungkan semua laporan mingguan yang telah dibuat. Laporan harian berisikan antara lain :  Waktu dan jam kerja  Pekerjaan yang telah dilaksanakan pada hari yang bersangkutan  Keadaan cuaca  Bahan yang masuk kelapangan  Peralatan yang tersedia dilapangan  Jumlah tenaga kerja  Hal-hal yang terjadi dilapangan Dengan adanya laporan harian ini. 2.

Rapat Koordinasi  Hal . Laporan bulanan dibuat oleh kontraktor utama dan diberikan kepada konsultan pengawas dan pemilik proyek. 2. Baik dari segi teknis. administrasi maupun dana. Laporan mingguan ini merupakan realisasi dan time schedule yang berupa kurva ”S”.  Sebagai laporan Konsultan Pengawas untuk melakukan Controlling.baik dari segi teknis. Laporan Bulanan ( Monthly Report ) Laporan bulanan ini pada prinsipnya sama dengan laporan mingguan yaitu memberikan gambaran untuk kemajuan pelaksanaan proyek selama satu bulan itu. Gambar Kerja Rencana gambar kerja yang telah dibuat masih perlu dijelaskan dengan gambar dan detail agar memudahkan pelaksanaannya dan menghindari kesalahan serta memperlancar jalannya pelaksanaan pekerjaan.yang diperoleh. dana maupun manajerial. c.  Koordinasi masing .alternatif pekerjaan dan solusi dari masalah-masalah yang muncul. 3.8 Hubungan Antara Pemberi Tugas (Owner) Dengan Kontraktor Hubungan kerja unsur-unsur proyek digambarkan dalam suatu diagram seperti dibawah ini : 35 . d. Untuk tujuan itu dibuatlah rekapitulasi laporan harian maupun laporan mingguan dengan dilengkapi data-data foto selama pelaksanaan pekerjaan sebulan itu.  Prestasi fisik yang telah dicapai berdasarkan laporan yang dibuat.hal yang berhubungan dengan pelaksanaan serta terdapat masalah teknis yang timbul tak terduga dilokasi proyek  Alternatif . maka perlu perubahan gambar yang lebih lengkap dari kesalahan semula dan gambar tersebut disetujui oleh perencana dan pengawas. gambar kerja terkadang juga dalam pelaksanaan apabila terjadi perubahan dari rencana semula.masing pihak yang terlibat lansung dalam pelaksanaan. Selain untuk memperjelas.

1 Latar Belakang Berdiri Kontraktor 36 .KILONGAN NUSA KONTRUKSINDO 3. Langko Anugrah Sejahtera Anton Salim Gambar 2.1 Hubungan Kerja Unsur-unsur Proyek Keterangan : : Garis Kerja : Garis Koordinasi + BAB III TINJAUAN KHUSUS KONTRAKTOR PELAKSANA PT. Pemberi Tugas Hendra Tanujaya 2 1 Kontraktor 3 Konsultan PT.

perancangan sistem informasi manajemen. pengolahan dan interpretasi data. appraisal. Kilongan Nusa Kontruksindo hadir Sebagai wadah yang berbentuk badan usaha serta tempat bagi paratenaga ahli/terampil untuk kegiatan profesional terkait denganketeknikan yang dimana ingin ikut serta berpartisipasi aktif didalam pembangunan menuju Indonesia yang lebih baik dengan salasatu cara ialah menyediakan layanan jasa kontraktor bidang keteknikan pengawasan dan pelaksanaan konstruksi yang profesional dan handal.Berangkat dari sebuah idialisme serta keinginan untuk menunjukan pengabdian menujuprofesionalisme yang seimbang antara faktor-faktor kewirausahaan dan idialisme pribadi yangmerupakan tuntutan kefrofesian yang tentunya harmonis. ekonomi. studikelayakan. Mempunyai latar belakangpendidikan dari berbagai perguruan tinggi.Di sektor konstruksi jasakontraktor adalah jasa pelaksanaan konstruksi danjasa pengawasan konstruksi. PT. supervisi. teknologi informasi. dan apprasial. PT. PT. survei.Kilongan Nusa Kontruksindoengineering contractoradalah perusahaannasional yang bergerak dalam bidang jasa konstruksi keteknikan. perusahaan ini dikelola oleh tenaga tenagaprofesional yang telah terbina dalam sebuah prinsipprinsip efisiensi. cepat dan dapat dipertanggung jawabkan secaraketeknikan.Kilongan 37 .Jenis-jenis kegiatan yang dilakukan meliputi perencanaanprogram.Kilongan Nusa Kontruksindoengineering contractoradalah layananjasa keahlian profesional yang menangani berbagaibidang keahlian keteknikan dalam rangka mencapaisasaran yang diinginkan oleh pengguna jasa. pelatihan danbimbingan serta monitoring dan evaluasi konstruksiPT. 3. selaras serta didukung oleh tenagaprofesional yang memiliki konpentensi diatas rata-rata serta telah berpengalaman didalambidangnya masing .terutama dalam bidang-bidang. etika dandedikasi kerja yang tangguh.keteknikan. mengutamakan kualitas. perencanaan induk dan supervisi. tepat.Kilongan Nusa Kontruksindoengineering contractortelah merekrut tenaga ahliuntuk melayani jasa konstruksi yang akan ditanganinya.2 Bentuk Perusahaan PT.masing maka kami akan senantiasa siap menghadapisetiap tugas untuk mensukseskan program pembangunan yang dicanankanoleh pemerintah yang memerlukan pelayanan jasa kontraktor yangprofesional.

1.011704 No.00114.H.Msi Alamat Direktur : Jl. Struktur Organisasi Perusahaan PT. M.678. M.Kilongan Nusa Kontruksindoengineering contractor Nomor Akta Pendirian : 26 Maret 2014 Alamat Perusahaan : Jl.000 Nomor Surat Ijin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK) :1. SH. dengan nomor akta pendirian26 maret 2014.5-831. Lingkup Bidang Usaha Dalam rangka mengisi dan melaksanakan program-program PembangunanNasional Indonesia.3. 38 .7271. SH..kn. Data Perusahaan Nama Lengkap Perusahaan : PT.Kilongan Nusa Kontruksindoengineering contractorlebih banyak berkecimpung dalam bidangketeknikan. 3.548.16/KP. terutama menghadapi era reformasi yang sedanggencar-gencarnya saat ini didengungkan oleh pemerintah yaitumengupayakan kegiatan pembangunan untuk benar- benar dapatdirasakan oleh masyarakat kecil pada khususnya sehingga diharapkanbangsa kita dapat secepatnya bangkit dari keterpurukan yangberlangsung cukup lama.117 Nama Direktur : Ichsan Hamsah. Pada awalnya PT.4. Anoa I no.Kilongan Nusa Kontruksindoengineering contractordidirikan padatahun 2014 (dua ribu empat belas) dihadapan notarisCharles. Thamrin No. Nusa Kontruksindoengineering contractoradalah layananjasa keahlian profesional yang menangani berbagaibidang keahlian keteknikan dalam rangka mencapaisasaran yang diinginkan oleh pengguna jasa.0103/2014 Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) : 02. 50 Palu Nomor Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (PKP) : PEM-157/WPJ. Telepon : 0451-483123 3.

000 5.Kilongan Nusa Kontruksindoengineering contractormengadakan kerjasama dengan beberapa perusahaan sejenis. pengaturan udara. 1.Kilongan Nusa Kontruksindoengineering contractorhadir dengan memberikan layananjasa konsultansi keteknikan guna menumbuhkan dan meningkatkanprekonomian yang didukung oleh aspek kemandirian dan kualitassumber daya manusia yang mumpuni. yang memiliki kualifikasidan pengalaman luas. SIPIL. Lingkup layanan yangdilaksanakan pada umumnya adalah aspek-aspek teknologi informasi.000 4.6.020.Kilongan Nusa Kontruksindoengineering contractortelah memiliki beberapa rekanan yang meliputilembaga/instansi pemerintah/BUMN dan perusahaan-perusahaan swasta. Jasa pelaksana untuk kostruksi bangunan hunian koppel 2009 Rp 21. a.000 2.000 3. ventilasi. Jasa pelaksana untuk kostruksi bangunan Pendidikan 2010 Rp 7. keteknikan. sosial ekonomi. MakaPT. b. Upaya ini kami lakukan untuk tetap mempertahankan citra profesionalismejasa konsultansi dalam memberikan alternatif terbaik serta pemecahan masalah. Jasa pelaksana untuk kostruksi bangunan Gudang dan Industri 2009 Rp 21. 14. 3.898. pekerjaan teknik sipil dan keairan. Jasa pelaksana untuk kostruksi bangunan Pendidikan 2009 Rp 5. Jasa pelayanan konsultan pada bidang ini yaitu untuk jasa disain engineering mekanikal mencakup kegiatan desain sistem pemanasan. pekerjaan teknik sipil dan transportasi.020. MEKANIKAL. Dalam melaksanakan kegiatan layanan PT. pembangunan prototipe dan desain enjinering detail. Jasa Pelaksana untuk konstruksi bangunan dan gedung lainnya 2010 Rp.dan Manajemen.492. pendinginan dan instalasi mekanikal lainnya. desain engineering akustik dan vibrasi. Jasa pelayanan konsultan pada bidang ini secara garis besar dapat dibagi menjadi 4 (empat) sub bidang layanan yaitu jasa nasehat/pra-desain dan disain engineering bangunan.000 39 .115. dan pekerjaan teknik sipil lainnya. Pengalaman perusahaan dalam bidang pelaksanaan PT.

BAB.1 Analisis Pelaksanaan Non Fisik 40 . IV ANALISIS PELAKSANAAN NON FISIK DAN FISIK PROYEK 4.

bentuknya. 2. maka unit di rumah sakit merupakan ujung tombak produksi dan operasional di rumah sakit. trauma atau komplikasi penyakit lain. dan terapi. memantau keadaan pasien secara terus menerus dan memberikan tindakan segera jika dibutuhkan pasien tersebut. Konstruksi ruangan harusnya dirancang khusus letaknya.1.2 Waktu Pelaksanaan Proyek Waktu pelaksanaan proyek pelayanan Intensive Care Unit (PICU) adalah 120 hari kerja. Meningkatkan akses layanan dan mutu. Tata letak ruang yang baik berguna untuk kenyamanan kerja bagi para petugas yang bekerja di dalamnya.1 Latar Balakang Proyek Pembangunan suatu rumah sakit membutuhkan perencanaan dan perancangan yang baik. 41 . dan luasnya. yang menghasilkan pelayanan adalah unit. dan menyiapkan sumber daya dalam mengoperasikan rumah sakit tersebut.3 Tujuan Proyek Tujuan program pembangunan ruang kelas baru (RKB)ini adalah: 1. Rumah sakit harus didesain untuk memenuhi kebutuhan pasien. Salah satu pelayanan yang sentral di rumah sakit adalah pelayanan Intensive Care Unit. 4. Berfungsinya sebuah rumah sakit sangat terkait dengan berfungsinya prasarana dan sarananya. Bobot dan aktu pelaksanaan proyek dapat di lihat pada lampiran jadwal waktu pelaksanaan. Sebagai unit penghasil pelayanan. perawatan. 4. terlebih pada rumah sakit modern yang menggunakan teknologi maju. terhitung di mulainya kontrak 15 juli 2016. Fungsi utama ICU adalah merawat pasien yang dalam keadaan kritis. Dalam rumah sakit. 4. ICU merupakan salah satu unit di dalam rumah sakit yang menangani pasien-pasien gawat karena penyakit. Memenuhi Standar Sarana dan Prasarana. dengan staf khusus dan perlengkapan yang khusus yang ditujukan untuk observasi.

1. Pengadaan penerangan 42 .4 Cara Mendapatkan Proyek dan Hubungan Kerja Berdasarkan Lelang Terbuka Proyek yang akan ke konsultan perencana oleh pemilik proyek diumumkan baik itu melalui media massa maupun dengan cara-cara lain yang lazim dilakukan untuk memberitahukan kepada semua kontraktor pelaksana. 3. Pemilik proyek kemudian mengundang kontraktor pelaksana yang mendaftar dan memenuhi syarat untuk mengambil lelang dan TOR. 4. Direksi Keet dll didirikan pada lokasi proyek. Bouwer akan meyeleksi dan memanggil kontraktor pelaksana yang dianggap mengajukan usulan terbaik dalam hal ini maupun harga fee perencanaan. Dalam hal ini semua kontraktor pelaksana yang sesuai klasifikasinya dan sudah memenuhi syarat sebagai rekanan pemilik proyek mengirimkan dokumen sebagai peserta lelang. 4. Bila semua sudah disetujui maka pemberi tugas akan menerbitkan surat perintah kerja (SPK) yang berarti kontraktor pelaksana berhak untuk melakukan perencanaan dan wajib tunduk terhadap segala ketentuan pada SPK.5 Lingkup Tugas Kontraktor Sesuai TOR A. PEKERJAAN PERSIAPAN 1. Pekerjaan Base Camp. (Sesuai yang diminta dalam dokumen pelelangan dan gambar rencana). Memberikan manfaat bagi manajemen Rumah Sakit untuk mengembangkan dan memperbaiki desain ruang ICU. Kemudian peserta lelang dalam batas waktu tertentu membuat usulan pra rancangan dan penawaran fee perencanaan. Semua kegiatan. Pembuatan Direksi Keet dan Barak Kerja Sambil mengadakan pembersihan lokasi. 2. monitoring dan administrasi proyek dikerjakan didalam Direksi keet.

usulan cara pengangkutan dan jadwal kedatangan peralatan dilapangan. Buat papan nama proyek Papan nama dibuat dari bahan kayu dan Plastik yang diberi keterangan berupa papan nama proyek. Mobilisasi tenaga kerja 43 . Pengadaan air kerja Pengadaan Air disediakan oleh kontraktor pelaksana untuk digunakan baik dalam pekerjaan maupun keperluan para pekerja sehari – hari seperti memasak. Selanjutnya papan nama diletakkan pada lokasi sekitar proyek yang mudah untuk dilihat dan dikenali oleh public. Asuransi dan K3 Setiap pekerja akan diasuransi JAMSOSTEK untuk mendapatkan jaminan keselamatan dalam pelaksanaan pekerjaan. 8. Sedangkan dalam melaksanakan pekerjaan akan diberlakukan sistem K3 untuk menjaga keselamatan dalam melaksanakan pekerjaan. peralatan. Mobilisasi personil Personil yang akan dimobilisasi disesuaikan dengan daftar usulan personil yang diusulkan dan dilaksanakan pada saat setelah kontrak kerja ditanda tangani. 7. mandi dan cuci. gergaji. jumlah nilai proyek. 6. 4. Base camp dan lokasi disekitar proyek disediakan alat penerangan sebagai penunjang dalam pelaksanaan pekerjaan. Selanjutnya alat ditempatkan pada lokasi yang aman/dalam base camp dilokasi proyek agar mudah digunakan dalam pekerjaan nantinya. 5. Dalam pelaksanaannya menggunakan tenaga manusia dibantu dengan alat lainnya seperti palu. pemilik proyek. 3. lokasi proyek dan lain– lain yang memperjelas keterangan proyek yang sedang dikerjakan. Sumber penerangan dapat diambil dari perusahaan listrik maupun dari mesin pembangkit listrik yang disediakan oleh kontraktor. dll. Mobilisasi peralatan Mobilisasi/pengiriman peralatan dijadwalkan terlebih dahulu yang berisi keterangan lokasi.

pasir. Pekerjaan urugan tanah di bawah lantai Dasar tanah yang akan ditimbun dipadatkan sesuai persyaratannya. akan selalu memperhatikan keamanan. Tentu saja pada setiap fase pembongkaran yang akan kami lakukan seiring dengan pelaksanaan pekerjaan. C. D. semen) diadakan mix design dilaboratorium untuk menentukan komposisi material pengecoran agar target mutu beton yang direncanakan dapat tercapai (atau cukup menggunakan komposisi campuran sesuai koefisien dalam analisa harga satuan pekerjaan beton). dan pembuangan hasil galian. selama pelaksanaan pengecoran berlangsung dibuatkan 44 . Pekerjaan Struktur Sebelum diadakan pengecoran. B. pembentukan bidang galian dan penentuan kedalaman yang diinginkan dimana kedalaman disesuaikan dengan gambar rencana. Waktu pelaksanaan Semua pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan Time Schedule yang ada. Pekerjaan pembongkaran Untuk semua pekerjaan pembongkaran akan disesuaikan dengan kondisi keadaan dan keamanan di lapangan. 9. 3. Jika kepadatan telah memenuhi syarat maka dilanjutkan dengan timbunan pilihan. Pekerjaan galian tanah dan pondasi Pekerjaan ini meliputi semua galian tanah dalam batas – batas yang ditunjukkan dalam gambar rencana. Bidang pemadatan harus overlapping lebih kurang 15 cm agar seluruh permukaan dapat dipastikan telah padat. Pemadatan dilakukan menggunakan Stamper dengan lintasan sebanyak percobaan pemadatan yang telah dilakukan. 2. Pekerjaan urugan di bawah pondasi Pekerjaan ini meliputi pengangkatan dan penghamparan material pasir pada daerah permukaan hasil galian pondasi batu kali. Mobilisasi tenaga kerja dijadwalkan sesuai kebutuhan dan urutan pekerjaan yang akan dilaksanakan dilapangan. Selanjutnya tenaga kerja ditempatkan pada barak kerja yang telah disediakan dilokasi proyek agar mudah berkoordinasi. sample bahan/ material untuk beton (Aggregate. Pekerjaan tanah dan pasir 1.

G. Sebelum pekerjaan ini dimulai. 3. ukuran sesuai spesifikasi tehnis. yang nantinya pada saat kubus beton tersebut telah cukup umur. b. 14 dan 28 hari . kubus – kubus beton 15 x 15 x 15 cm.35 mm. gording dari baja ringan. Material Baja ringan yang digunakan adalah yang mempunyai kualitas yang baik dan memenuhi persyaratan sebagaimana yang dipersyaratkan dalam spesifikasi tehnis. ukuran sesuai gambar dan RAB. c. 7. warna akan ditentukan kemudian. E. diadakan pengetesan kuat tekan dilaboratorium.. Material Bahan rangka kuda-kuda. Pelaksanaan Pekerjaan : Pekerjaan pemasangan rangka kuda-kuda dilaksanakan setelah pengecoran ringbalk oleh tenaga trampil dan berpengalaman. Semua material akan diperlihatkan pada direksi sebelum pengerjaannya. 2. tenaga kerja. Baja ringan tersebut adalah Standar dan mampu memikul beban yang ada pada konstruksi atap dan beban angin. Pekerjaan pasangan dan pelesteran Pekerjaan ini meliputi pengangkutan dan pemasangan dinding batu bata sebagai berikut : a. Pasangan dinding 1 Bata 1 Pc : 5 Ps. Pasangan dinding ½ batu bata 1 Pc : 3 Ps. dan pemasangan rangka kuda-kuda baja ringan. terlebih 15 45 . F. Pekerjaan atap dan plafon Pekerjaan dilaksanakan dengan menggunakan tenaga manusia dan alat bantu lainnya. Penutup atap dan bubungan menggunakan genteng Metal Roof tebal 0. Pekerjaan kuda-kuda rangka baja Lingkup pekerjaan : Pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan/material. Pasangan dinding ½ batu bata 1 Pc : 5 Ps. Pekerjaan ini dilaksanakan untuk pasangan trasram yaitu semua pasangan yang dilaksanakan mulai dari sloof sampai setinggi + 30 cm pada seluruh dinding dan pasangan untuk dinding km / wc setinggi 60 cm dari sloof beton.

Pekerjaan selanjutnya adalah memasang penutup plafon menggunakan Calsi board 3. 46 . g. Semua pertemuan sambungan baja ringan dibuat kuat dan tidak mudah lepas dan diperkuat scrup. H. Rangka yang akan dipasang disesuaikan dengan jarak dan bentuk pada gambar rencana dan dudukan pada ringbalk. oleh sebab itu pada tembok yang akan dipasang kosen pintu dan jendela diberi penguat berupa balok latei (beton) dengan dimensi 15/20 pada bagian atasnya. Pekerjaan almunium dan kaca Material aluminium dipotong dan dibentuk sesuai gambar rencana sehingga pada saat pemasangan tidak terjadi rongga antara tembok dan kosen aluminium begitupun antara kosen dan pintu / jendela yang akan dipasang. e. Semua pertemuan bidang Calsi board ditutupi dengan isolasi agar tidak terjadi ruang yang terbuka. dan Plafon tipe PVC d. c. a. Pekerjaan Rangka plafond menggunakan baja ringan hollow dilaksanakan dilokasi pekerjaan. f. Semua pekerjaan dianggap selesai dan siap dipasang atap bila telah diadakan pemeriksaan dan disetujui oleh Direksi teknik / konsultan pengawas. Pemasangan kosen aluminium dibuat rata dan tegak lurus satu sama lain sehingga memudahkan menutup dan membuka pintu/jendela serta tidak ada celah antara tembok dan kosen aluminium. (celah ini dapat ditutup dengan sealant kaca). dahulu mengajukan contoh barang/material yang akan digunakan kepada Direksi Teknik / Konsultan Pengawas. dipasang setelah pemasangan kuda kuda selesai dipasang dan rangka atap. Pemasangan rangka kosen dilaksanakan bila pasangan batu dan plesteran termasuk pemasangan balok beton pada keempat sisinya telah selesai dikerjakan.5 mm. Aluminium tidak bisa menahan beban yang berat. Listplank (bila ada). dimana konstruksi tersebut dipasang dan disesuaikan dengan ukuran yang ada pada gambar yang selanjutnya dibentuk sesuai pola yang ditentukan. b. 4) Urutan Kerja. Pekerjaan dianggap selesai bila semua hasil pekerjaan telah diperiksa dan disetujui oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas.

Pekerjaan deep well pump Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah Pengeboran dan pemasangan mesin pompa jenis Submersible dengan menggunakan tenaga listrik.Pekerjaan pengecatan dianggap selesai bila.  Pekerjaan Persiapan :  Mobilisasi peralatan. 47 . apabila semua bagian pekerjaan yang akan dicat telah selesai dilaksanakan. Pekerjaan Sanitasi Air bersih a. Pengecatan plafond dan dinding sebagaimana yang ditunjuk pada gambar rencana. Kotak-kotak dan saklar K. halus serta memperlihatkan warna yang sama. dimana pekerjaan pengecatan merupakan finishing dari semua pekerjaan yang dilaksanakan. Instalasi 2. kerapian.I. Pekerjaan pengecatan Pekerjaan pengecatan dilaksanakan. & Kabel Elektroda  Pamping Test & Pengujian Air / LAB L. Tenaga & Bahan / Material  Penentuan Titik Pengeboran  Peyiapan Landasan serta Seting Mesin Pekerjaan Pengeboran  Pengeboran Pilot Hole & Remming Hole  Logging & Laporan  Pemasangan Konstruksi  Pengisian Gravel Pack & Pembuatan Screen Pekerjaan Pipa dan Pompa  Pemasangan PipaCassing  Pemasangan Pipa Outlet  Pengisian Gravel Pack Pekerjaan Mekanikal & Elektrikal  Pemasangan Pompa Submersible  Pemasangan Panel. serta memperkecil banyaknya penyilangan. Perpipaan dikerjakan dengan cara yang benar untuk menjamin kebersihan. Pekerjaan instalasi listrik Urutan Kerja 1. J. ketinggian yang benar. Semua permukaannya yang telah dicat harus rata. Pipa dan Fitting 3. telah diadakan pemeriksaan oleh Direksi Teknik / Konsultan Pengawas.

Pekerjaan perpipaan dilengkapi dengan semua katup-katup yang diperlukan antara lain katup penutup. Kemiringan menurun dari pekerjaan perpipaan air limbah harus seperti berikut. pengatur. Pemasangan Sambungan Fleksible.Urugan pasir setinggi dasar pipa dan dipadatkan.Membuat tanda letak dasar pipa setiap interval 2 meter pada dasar galian dengan adukan semen. b. Pemasangan Pipa . reducer dan expander dan sambungan-sambungan cabang pada pekerjaan perpipaan harus mempergunakan fitting buatan pabrik. katup balik dan sebagainya.Pipa yang telah tersambung diletakkan diatas dasar pipa.Penyambungan antara pipa dan fitting mempergunakan sambungan ulir berlaku untuk sampai dengan 40 mm. d. c. Pekerjaan ditunjang dengan suatu ruang yang longgar. h. g. . Semua perpipaan yang akan disambung dengan peralatan dilengkapi dengan UNION atau FLANGE. tidak kurang dari 50 mm diantara pipa-pipa atau dengan bangunan dan peralatan. 48 . kemudian tanah kasar. tanah halus. . Sambungan lengkung. c. Reducer dan expanders yang terletak dijalur pipa-pipa uap pada posisi horizontal dasarnya harus datar untuk memungkinkan drainase. Sambungan fleksible harus disediakan untuk menghilangkan getaran dari sumber getaran. f.Penggalian untuk mendapatkan lebar dan kedalaman yang cukup. kecuali seperti diperlihatkan dalam gambar. membersihkan semua kotoran. Sambungan Ulir . sesuai dengan fungsi sistem dan yang diperlihatkan digambar. e. . .b.Pemadatan dasar galian sekaligus membuang benda-benda keras/tajam. Air Kotor a. Semua pipa dan fitting dibersihkan dengan cermat dan teliti sebelum dipasang. . Perpipaan untuk uap harus menurun searah dengan aliran uap.Pengurugan bertahap dengan pasir 10 cm.

. d. maka untuk ini harus dipergunakan alat press khusus. Sleeves . untuk yang mempunyai kedap air (water proofing) harus dari jenis “flushing sleeves”.Sleeves harus mempunyai ukuran yang cukup untuk memberikan kelonggaran diluar pipa ataupun isolasi.Semua pipa harus bersih dari bekas bahan perapat sambungan. Sambungan Solvent . sesuai rekomendasi dari pabrik pipa. Pada sambungan ini kerapatan diperoleh oleh adanya paking dan bukan seal threat. Sambungan yang mudah dibuka Sambungan ini dipergunakan pada alat-alat saniter sebagai berikut : . . . e.Tiap ujung pipa bagian dalam harus dibersihkan dari bekas cutter dengan reamer.Sleeves untuk dinding dibuat dari pipa besi tuang ataupun baja. . . . Pembersihan.Pipa harus masuk sepenuhnya pada fitting. . f.Sleeves untuk pipa-pipa harus dipasang dengan baik setiap kali pipa tersebut menembus konstruksi beton. .Kedalam ulir pada pipa harus dibuat sehingga fitting bisa masuk pada pipa dengan diputar pipa sebanyak 3 ulir. pemipaan disetiap service harus dibersihkan dengan seksama.Semua pemotongan pipa harus memakai pipe cutter dengan pisau roda.Rongga antara pipa dan sleeves harus dibuat kedap air dengan rubber sealed atau “Caulk”. Setelah pemasangan dan sebelum uji coba pengoperasian dilaksanakan.Penyambungan antara pipa dan fitting PVC.. g.Pada Waste Fitting dan SIPHON.Semua sambungan ulir harus menggunakan perapat Henepdan zinkwite dengan campuran minyak. 49 . . mempergunakan Solvent yang sesuai dengan jenis pipa.Antara Lavatory Faucet dan Supply Valve.

Detail pekerjaan galian dan urugan tanah dapat dilihat pada bagian Rencana Kerja dan Syarat (RKS). Pekerjaan Galian dan Urugan Tanah Pekerjaan galian dan urugan (untuk pemasangan fondasi) dilaksanakan setelah pengukuran dan pemasangan bouwplank atau patok (tanda) selesai.Pemasangan bouwplank atau patok (tanda) titik-titik luar bangunan yang dihasilkan setelah pengukuran.6 Tahapan Teknis pelaksanaan i.Membuat papan informasi untuk penempelan informasi proses pelaksanaan pembangunan dll yang dipasang di depan direksi keet dan terlindung dari hujan.Mendatangkan bahan dan alat bantu yang akan dipakai untuk pemasangan fondasi dan sloof. (8). Pekerjaan galian dan urugan tanah ini biasanya dilakukan dengan tenaga manusia dan dilaksanakan mengikuti tanda/bouwplank yang sudah dipasang. Pekerjaan fondasi memakan biaya antara 8-12% dari total biaya pembangunan.Menyiapkan fasilitas penerangan.Pembersihan lokasi (site clearing).Pembuatan bedeng kerja (direksi keet) untuk gudang bahan dan los kerja untuk melakukan pembuatan dan perakitan komponen-komponen bangunan. Pekerjaan Persiapan Pada tahap persiapan ini kegiatan yang dilaksanakan adalah: (1).Mempersiapkan Gambar dan Jadwal Kerja (2). (5). (4). Kedalaman galian tanah untuk pondasi tergantung struktur kekerasan tanah.Pengukuran bagian-bagian rencana bangunan (setting out). (3). (7). air bersih dan sarana komunikasi (disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi/kondisi setempat) (6). namun setelah selesai tidak terlihat karena tertimbun didalam 50 . Pekerjaan Fondasi Setelah pekerjaan galian selesai pekerjaan selanjutnya adalah pemasangan fondasi. ii. iii.4.

Pada dasarnya apapun bahan material yang digunakan untuk pembuatan dinding. namun pada daerah-daerah tertentu dinding bangunan dapat dibuat dari bahan lain yang terdapat disekitar lokasi proyek. Jenis fondasi bermacam-macam tergantung dari kondisi tanah dimana pondasi tersebut akan dibuat. balok dan ringbalk harus dilaksanakan secara hati-hati sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku. v. kolom. misalnya papan kayu. Pekerjaan Kusen. Pintu dan Jendela Pekerjaan kusen dan daun pintu/jendela merupakan bagian bangunan yang dipasang bersama-sama atau parallel dengan pemasangan dinding. Campuran yang dipakai untuk pembuatan beton yaitu Semen. Jenis fondasi yang paling umum dipakai adalah fondasi batu kali atau tiang pancang kayu atau tongkat untuk daerah-daerah tertentu yang kondisi tanahnya berlumpur atau berair. Apabila dinding bangunan terbuat dari papan kayu. Detail pekerjaan beton dapat dilihat pada RKS. namun 51 . rapat dan kuat sehingga dapat menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pemakai ruangan tersebut serta dapat mengurangi kebisingan atau gangguan suara sehingga aktivitas pada masing-masing ruangan tidak saling mengganggu. tanah. Pekerjaan Pemasangan Dinding Dinding pada umumnya terbuat dari pasangan batu bata. Ukuran besi tulangan sesuai dengan gambar pelaksanaan. maka hendaknya papan- papan kayu tersebut tersusun dengan rapi. semaksimal mungkin harus dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna ruangan tersebut. vi. Detail pekerjaan fondasi dapat dilihat dalam RKS. Pekerjaan Beton Bagian-bagian bangunan/ruang yang akan dibangun yang merupakan pekerjaan beton terutama adalah sloof. iv. Pasir dan kerikil dengan perbandingan 1:2:3. ferosemen/dinding simpai atau bahan yang lainnya.

atap multi roof dll) dipasang diatas gording. Pemasangan plafond hendaknya dilakukan setelah penutup atap selesai dipasang. rapi. ix. Pekerjaan Langit-Langit /Plafond Plafond atau langit-langit adalah bidang penutup konstruksi atap. Pekerjaan Atap Penutup atap yang biasa dipakai adalah genteng.25 m atau menyesuaikan dengan fungsi ruangan agar memenuhi kecukupan penghawaan bagi pengguna ruang yang bersangkutan dan disarankan untuk dicat dengan warna terang. plester semen PC. x. keramik. dapat disesuaikan dengan budaya daerah masing-masing lokasi sekolah. Dengan demikian pada saat dinding mulai dikerjakan. dipasang diatas reng. harus dimeni dan diplamir terlebih dahulu. Pengecatan dilakukan dengan pelapisan lebih dari satu kali sehinga diperoleh hasil yang baik. demikian karena sifatnya yang peka terhadap gores dan air. plesteran dan acian dinding selesai. Pada saat pekerjaan fondasi dimulai. plafond. vii. Pekerjaan Penggantung dan Pengunci 52 . halus dan rata. maka dalam pemasangannya memerlukan alat-alat bantu dan alat-alat pelindung. tegel abu-abu. baik beton rabat (beton tanpa tulangan). papan kayu atau bahan lainnya. sebaiknya kusen pintu dan jendela sudah mulai dipesan atau diproduksi. Ketinggian plafond minimum adalah 3. Beberapa catatan penting dalam urutan pelaksanaan pakerjaan lantai antara lain: Pekerjaan lantai dilaksanakan setelah pekerjaan atap. viii. Semua pekerjaan kayu yang dicat. sedangkan atap metal (seng gelombang. Pekerjaan Lantai Lantai pada umumnya berupa permukaan tanah yang dilapisi penutup lantai. Bentuk atap jika masyarakat menghendaki. kusen pintu dan jendela sudah siap untuk dipasang. sehingga ruang akan terlihat rapih dan terasa lebih segar karena plafond juga berfungsi sebagai isolator radiasi panas matahari dari penutup atap.

Pekerjaan penggantung berupa engsel-engsel pintu dan jendela, sedangkan
pengunci adalah grendel, pengunci untuk pintu, serta hak angin untuk
jendela. Semua bahan yang digunakan minimal harus memenuhi syarat
kekuatan dan awet sehingga dapat menahan beban dan berfungsi dalam
waktu cukup lama. Setiap daun pintu/jendela minimal dipasang dua buah
engsel dan untuk daun pintu dipasang 3 buah engsel. Pada daun pintu
dipasang pengunci lengkap dengan handelnya, sedangkan pada daun jendela
dipasang grendel dan hak angin. Semua pekerjaan harus dilakukan dengan
rapi sehingga pintu dan jendela dapat berfungsi dengan sempurna.

xi. Pekerjaan Instalasi Listrik
Pekerjaan instalasi listrik adalah seluruh pekerjaan yang berkaitan dengan
pemasangan kabel-kabel, lampu-lampu, switch/ skaklar dan stop kontak
serta sistim pemutus arus termasuk pentanahannya. Pada prinsipnya
pemasangan instalasi listrik harus benar-benar memenuhi persyaratan
teknis, dan semua bahan yang digunakan hendaknya berkualitas cukup
sehingga dapat berfungsi dengan baik dalam waktu cukup lama.

xii. Pekerjaan Plambing dan Drainasi
Pekerjaan plumbing dan drainasi disini dimaksudkan adalah seluruh
pekerjaan pamasangan pipa air bersih dan air kotor dari wastafel atau
zink/bak cuci yang ada di ruang Ruang Kelas Baru, pemasangan kran-kran
dan wastafel/ zink termasuk dalam hal ini adalah penyaluran air hujan
secara sistematis sehingga tidak mengganggu kenyamanan pemakai atau
merusak konstruksi bangunan.

xiii. Pekerjaan Finishing dan Perapihan
Pekerjaan finishing meliputi pekerjaan antara lain: pengecatan dinding,
pengecatan plafond, pengecatan pintu dan Jendela, pengecatan Lisplank,

53

sedangkan pekerjaan perapihan pada dasarnya merupakan penyempurnaan
atau perapihan pekerjaan yang pada hakekatnya telah selesai namun masih
diperlukan penyempurnaan. Sebagai contoh, misalnya terdapat pintu yang
tidak dapat dibuka/tutup dengan sempurna; jika terdapat cat yang masih
kurang rata, plesteran retak-retak, plafond melendut dan sebagainya.

4.7 Tinjauan Teknis Pelaksanaan Pekerjaan
 Persiapan Pelaksanaan
Setelah menerima salinan Surat Keputusan bersangkutan segera melalukan hal
sebagai berikut:

 Membentuk dan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembangunan yang terdiri
dari:
1. Kelengkapan teknis, terdiri dari (a) gambar kerja, mengikuti disain prototipe yang telah
disediakan dalam buku panduan pelaksanaan dan teknis, (b) spesifikasi teknis atau jenis
pekerjaan dan kualitas bahan material yang akan digunakan, (c) rencana anggaran biaya,
(d) jadwal pelaksanaan, dan (e) dokumen penyesuaian/perubahan rencana pelaksanaan
(jika terdapat penyesuaian/perubahan rencana), (f) menyiapkan asuransi tenaga kerja
untuk melindungi keselamatan dan keamanan tenaga kerja pada saat pelaksanaan
pembangunan (meninggal dunia, sakit dan kecelakaan lainnya).
2. Kelengkapan administrasi pencairan dana bantuan, terdiri dari (a) surat perjanjian
pemberian bantuan, (b) pernyataan kesanggupan melaksanakan pembangunan sesuai
dengan ketentuan/persyaratan yang telah ditetapkan, (c) kuitansi penerimaan dana
pembangunan Ruang Kelas Baru yang sudah ditandatangani oleh ketua,

54

 Mempelajari buku panduan pelaksanaan dan teknis program pembangunan
Ruang Kelas Barusecara lebih seksama dan menyiapkan format-format
administrasi, keuangan dan teknis pelaksanaan serta pelaporan;
 merekrut kepala pelaksana pembangunan sesuai dengan kriteria yang telah
ditetapkan
 Membuat papan informasi pembangunan, dengan ketentuan sebagai
berikut:
1. Papan informasi ukuran minimal 80 x 120 cm.
2. Papan informasi dipasang/ditempatkan disekitar lokasi pembangunan, mudah dilihat oleh
masyarakat dan tidak terkena/tertimpa air hujan.Papan Informasi paling tidak memuat
hal-hal sebagai berikut:
a. Lokasi pembangunan pada peta site plan sekolah,
b. Informasi tentang jenis program, besar dana dan sumber dana,
c. Informasi tentang progres pembangunan,
d. Bagan organisasi P2S delengkapi dengan nama-nama anggotanya,
Gambar kerja rencana pembangunan dan rencana biayanya

 Mengecek harga bahan, dan pemilihan tenaga kerja sebagai berikut.
1. Sebelum Pelaksanaan pembangunan harus dilakukan survey harga minimal ke 3
toko/suplier bahan bangunan dengan harapan penerima bantuan bisa mendapatkan
material dan harga yang bagus.
2. Sekolah penerima bantuan harus mengumumkan tentang rencana Perekrutan Tenaga
Kerja. Masyarakat di sekitar lokasi pembangunan berhak mendaftarkan diri sebagai calon
tenaga kerja, termasuk anak muda yang berumur 18 tahun keatas bila mereka ingin
bekerja.Seleksi Tukang dilaksanakan oleh syarat-syarat pemilihan tenaga kerja.
Pendaftaran dan hasil seleksi tersebut harus didokumentasikan dengan baik.Besarnya
insentif ditentukan oleh musyawarah. Hasil musyawarah dituangkan dalam berita acara
rapat.

55

 Pelaksanaan PembangunanLangkah-langkah yang perlu dilakukan oleh Panitia Pembangunan pada saat pelaksanaan pembangunan antara lain: 1. pekerjaan pasang bata/m2. sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat dengan menghitung progres pekerjaan yang sudah dicapai.Sistem upah borongan/m2 bangunan. setiap penerima insentif harus membubuhkan tanda tangan atau cap jempol tangan kiri. 56 . 2. sesuai dengan jumlah hari kerja setiap orang. Mobilisasi personil tenaga kerja. Sistem upah borongan per satuan item pekerjaan (misal pekerjaan pasang pintu-jendela/unit.Sistemupah borongan ini dapat menggunakan: (i). Pembayaran tenaga kerja menggunakan sistem harian. b. Pembayaran boleh dilakukan per minggu atau satu kali per dua minggu. Pencatatan dan pembayaran direncanakan satu minggu sekali. Personil yang akan dimobilisasi disesuaikan dengan daftar usulan personil yang diusulkan dan dilaksanakan pada saat setelah kontrak kerja ditanda tangani. Pembayaran tenaga kerja dengan sistem upah borongan. kepala pelaksana mencatat kehadiran tiap pekerja. pekerjaan pengecatan/m2. Untuk sistem harian. a. Pembersihan lokasi. atau dengan (ii). Untuk pembayaran. satu hari kerja paling sedikit 6 jam di luar jam istirahat kerja. pembuatan dan pemasangan kuda-kuda/unit). serta waktu pelaksanaannya). Besarnya ongkos kerja borongan harus berdasarkan kesepakatan biaya antara Pelaksana dengan pihak yang akan melaksanakan upah borongan (perorangan atau kelompok pekerja) yang dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan Ongkos Kerja Borongan (dalam kesepakatan biaya juga disepakati jumlah kebutuhan tenaga kerja. pekerjaan plesteran/m2.

6. 7. 4. minimal: 1) Foto kondisi sebelum pembangunan dimulai (0%). 2) Foto pada saat pelaksanaan pembangunan (50%). Apabila setelah pekerjaan pembangunan Ruang Kelas Baru sudah selesai lengkap dengan mebelairnya dan masih terdapat sisa danaharus dikembalikan ke kas negaradengan menggunakan formulir SSBP.8 Struktur Kerja Team Pelaksana 57 . pembuatan los bahan dan direksi keet. 4) Foto kondisi akhir setelah pembangunan selesai dikerjakan (100%). Pengukuran lapangan. berupa foto-foto kegiatan pembangunan. 3) Foto pada saat pelaksanaan pembangunan (75%). 3. Pemasangan bouwplank. 4. Pelaksana wajib membuat dokumentasi progres selama masa pelaksanaan pembangunan. 5. Mencairkan dana dari rekening sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan jadual kerja yang telah dibuat. Melaksanakan pembangunan sesuai dengan dokumen teknis yang telah disusun dalam Rencana Pelaksanaan Pembangunan. Pemasangan Papan Nama Kegiatan dan Papan Informasi. 8.

Pekerjaan tanah dan pasir 1. 58 . sehingga bebas dari kontaminasi dengan bahan – bahan yang dapat merusak. yang dilaksanakan dengan menggunakan tenaga manusia. Pemadatan dilakukan menggunakan Stamper dengan lintasan sebanyak percobaan pemadatan yang telah dilakukan.9 Jenis Dan Macam Pekerjaan Yang Dilaksanakan a. (atau Ready Mix). vibrator concrete. 2. plat lantai. concrete mixer. balok. Bidang pemadatan harus overlapping lebih kurang 15 cm agar seluruh permukaan dapat dipastikan telah padat. Pekerjaan galian tanah dan pondasi Galian tanah pondasi bangunan adalah galian tanah untuk poer plat. Pekerjaan urugan tanah di bawah lantai Dasar tanah yang akan ditimbun dipadatkan sesuai persyaratannya. kolom. yang dilaksanakan sesuai gambar rencana atau petunjuk Konsultan Pengawas / Direksi Teknik.4. dump truck dan alat bantu lainnya. pasangan batu kali. Pekerjaan Struktur Pekerjaan yang akan dilaksanakan untuk item ini meliputi pekerjaan poor plat. 3. b) Agregate yang didatangkan adalah agregate yang mempunyai gradasi dari yang halus sampai kasar yang disesuaikan dengan spesifikasi maupun ketentuan – ketentuan dalam pembetonan. sloof. Material : a) Semen digunakan disesuaikan dengan spesifikasi yang ada dan dibawah ke site pekerjaan dalam kemasan standar. c) Perletakan dilaksanakan sedemikian rupa . Jika kepadatan telah memenuhi syarat maka dilanjutkan dengan timbunan pilihan b. Pekerjaan urugan di bawah pondasi Pekerjaan ini meliputi pengangkatan dan penghamparan material pasir pada daerah permukaan hasil galian pondasi batu kali.

Pekerjaan kuda-kuda ranka baja ringan yang digunakan adalah yang mempunyai kualitas yang baik dan memenuhi persyaratan sebagaimana yang dipersyaratkan dalam spesifikasi tehnis. Bahan rangka kuda-kuda. aspal. c. 59 . Pasangan dinding ½ batu bata 1 Pc : 3 Ps. ukuran sesuai spesifikasi tehnis. d) Air yang digunakan untuk pengecoran adalah air yang bersih dan tidak mengandung lumpur dan bahan kimia lainnya yang dapat merusak beton. Pasangan dinding 1 Bata 1 Pc : 5 Ps. Pekerjaan ini dilaksanakan untuk pasangan trasram yaitu semua pasangan yang dilaksanakan mulai dari sloof sampai setinggi + 30 cm pada seluruh dinding dan pasangan untuk dinding km / wc setinggi 60 cm dari sloof beton. e. c. warna akan ditentukan kemudian. f) Penyimpanan besi tulangan bebas dari kontaminasi langsung dengan. b. gemuk dll.35 mm. e) Besi yang digunakan adalah besi yang mempunyai dimensi yang dipersyaratkan dalam gambar rencana. olie. Baja ringan tersebut adalah Standar dan mampu memikul beban yang ada pada konstruksi atap dan beban angin. Penutup atap dan bubungan menggunakan genteng Metal Roof tebal 0. tanah lembab. gording dari baja ringan. Semua material akan diperlihatkan pada direksi sebelum pengerjaannya. d. Pekerjaan atap dan plafon Urutan Kerja. Pekerjaan pasangan dan pelesteran Pekerjaan ini meliputi pengangkutan dan pemasangan dinding batu bata sebagai berikut : a. Pasangan dinding ½ batu bata 1 Pc : 5 Ps. g) Bahan yang digunakan untuk bekesting/mall adalah Multipleks dan balok dengan kualitas klass III.

e. Semua pertemuan bidang Calsi board ditutupi dengan isolasi agar tidak terjadi ruang yang terbuka. dan Plafon tipe PVC d. Rangka yang akan dipasang disesuaikan dengan jarak dan bentuk pada gambar rencana dan dudukan pada ringbalk. Semua pekerjaan dianggap selesai dan siap dipasang atap bila telah diadakan pemeriksaan dan disetujui oleh Direksi teknik / konsultan pengawas. oleh sebab itu pada tembok yang akan dipasang kosen pintu dan jendela diberi penguat berupa balok latei (beton) dengan dimensi 15/20 pada bagian atasnya. Pekerjaan Rangka plafond menggunakan baja ringan hollow dilaksanakan dilokasi pekerjaan. b) Aluminium tidak bisa menahan beban yang berat. b. b. Aluminium digunakan untuk kosen pintu dan jendela sebagaimana yang ditunjukkan dalam gambar rencana. f. a. Pekerjaan selanjutnya adalah memasang penutup plafon menggunakan Calsi board 3. 60 . g. Aluminium yang digunakan disesuaikan dengan spesifikasi yang ada. Pekerjaan pengecatan a) Material aluminium dipotong dan dibentuk sesuai gambar rencana sehingga pada saat pemasangan tidak terjadi rongga antara tembok dan kosen aluminium begitupun antara kosen dan pintu / jendela yang akan dipasang.5 mm. Semua pertemuan sambungan baja ringan dibuat kuat dan tidak mudah lepas dan diperkuat scrup. dipasang setelah pemasangan kuda kuda selesai dipasang dan rangka atap. c. Listplank (bila ada). dimana konstruksi tersebut dipasang dan disesuaikan dengan ukuran yang ada pada gambar yang selanjutnya dibentuk sesuai pola yang ditentukan. g. Pekerjaan almunium dan kaca Material a. f.

dilaksanakan setelah pengecatan selesai. Semua contoh bahan yang akan digunakan terlebih dahulu diajukan contoh kepada direksi teknik/konsultan pengawas untuk mendapatkan persetujuan. d. d. Pemasangan instalasi disesuaikan dengan tegangan yang terpasang. Kabel NYY 4x150mm². Semua material yang digunakan mengikuti spesifikasi material yang diisyaratkan. c. Semua penyambung kabel menggunakan terminal box atau ditutup dengan las dop. Kabel NYY 4x240mm² disesuiakan dengan fungsi dan besaran panel.5 mm2 NYM 2x2.5 mm2 dengan pelindung PVC diameter 5/8“. h. Untuk instalasi yang menghubungkan panel-panel menggunakan Kabel NYY 4x16mm². pemasangan instalasi listrik di kerjakan sebelum plafon ditutup dan pelesteran dinding dikerjakan. b. untuk penerangan dan stop kontak menggunakan kabel NYM 2x2. Untuk pemasangan stop kontak dan lampu. (celah ini dapat ditutup dengan sealant kaca). d) Pemasangan kosen aluminium dibuat rata dan tegak lurus satu sama lain sehingga memudahkan menutup dan membuka pintu/jendela serta tidak ada celah antara tembok dan kosen aluminium. Semua stop kontak dan zekering kast di beri arde dengan menggunakan kawat BC. c) Pemasangan rangka kosen dilaksanakan bila pasangan batu dan plesteran termasuk pemasangan blok beton pada keempat sisinya telah selesai dikerjakan. c. e) Pekerjaan dianggap selesai bila semua hasil pekerjaan telah diperiksa dan disetujui oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas.. Kabel NYY 4x70mm². Pekerjaan instalasi listrik Material a. Kabel NYY 4x25mm². 4) Urutan Kerja Instalasi a. untuk penanaman pipa dan kotak saklar dilaksanakan sebelum plesteran dilaksanakan. b. Atau sesuai petunjuk dan instruksi teknis dari Direksi Teknis / Konsultan Pengawas. 61 .

kotak-kotak dinding dan push button dipakai dari jenis bahan metal atau plastik jenis pasangan reles mounted atau surface mounted. 4.10 Pekerja Dan Jenis Peralatan Yang Digunakan Dalam Pekerjaan A. Tdoos.. d) Semua teknik pelaksanaan yaitu percabangan. c) Flush-Box (inbow doos) untuk tempat saklar. Pekerjaan Tanah Dan Pasir Pekerjaan ini meliputi semua galian tanah dalam batas – batas yang ditunjukkan dalam gambar rencana. 62 . pembentukan bidang galian dan penentuan kedalaman yang diinginkan dimana kedalaman disesuaikan dengan gambar rencana. terminal 3 M. dan pembuangan hasil galian. stop kontak dan fan dilaksanakan dalam pipa dan fitting-fitting High Impact Conduit PVC dalam bangunan kecuali untuk feeder dan NYY tanpa pipa. Khusus pentanahan pada zekering kast dibagian yang tertanam kedalam tanah dikerjakan sampai mendapatkan tahanan yang diisyaratkan. serta diberi pelindung pipa GIP diameter ½”. b) Kotak-kotak biasa (inbow) yang dipasang mempunyai rating 15A dan mengikuti standard VDE. b) Sparing pipa menggunakan pipa galvanis yang ukurannya 2 tingkat di atas pipa instalasi. pembelokan. c) Penyambungan dari jalur instalasi ke armature lampu menggunakan pipa flexible jenis PVC. Pipa dan Fitting a) Seluruh pengkabelan untuk penerangan. elbow. e. cross-doos. pegetapan dan sebagainya harus menggunakan fitting-fitting yang sesuai yaitu socket. Kotak-kotak dan saklar a) Kotak-kotak dan saklar yang akan dipasang pada dinding tembok bata adalah type pemasangan masuk / inbow (flush-mounting) dan tipe floor mounted.

63 . maka diambil langkah – langkah untuk mengadakan penggalian kembali ( menambah kedalaman dll ).Bila kedalaman yang tertera dalam gambar rencana telah dicapai namun pihak Direksi Teknik/Konsultan Pengawas menganggap bahwa kedalaman tersebut belum mampu untuk memikul daya dukung struktur bangunan.

. (atau Ready Mix). . (Jika dipersyaratkan). jika ternyata dapat mengakibatkan lolosnya air semen keluar. kolom.Pada celah-celah sambungan papan. yang nantinya pada saat kubus beton tersebut telah cukup umur. . Pekerjaan Struktur Pekerjaan yang akan dilaksanakan untuk item ini meliputi pekerjaan poor plat. Sebelum diadakan pengecoran. maka akan disumbat dengan kertas semen basah sebelum pengecoran. yang dilaksanakan dengan menggunakan tenaga manusia. Semua bekesting diberi penguat dasar dan silangan sehingga kemungkinan bergeraknya bekesting selama pelaksanaan dapat dihindari. sloof. tidak boleh terjadi kesalahan dalam pembuatan cetakan.Susunan bekesting dengan penopang harus teratur dan tertata cukup rapi. 64 . Lokasi Pekerjaan : Pada lokasi pekerjaan beton bertulang sebagaimana yang tertera dalam gambar rencana. .Bekesting yang direncanakan sedemikian rupa sehingga tidak ada perubahan bentuk yang nyata dan cukup dapat menampung beban sementara dan berat sendiri beton sesuai dengan jalannya kecepatan pengecoran. semen) diadakan mix design dilaboratorium untuk menentukan komposisi material pengecoran agar target mutu beton yang direncanakan dapat tercapai (atau cukup menggunakan komposisi campuran sesuai koefisien dalam analisa harga satuan pekerjaan beton). plat lantai.B. 14 dan 28 hari . balok. diadakan pengetesan kuat tekan dilaboratorium. dump truck dan alat bantu lainnya.Pembuatan cetakan/ bekesting harus memenuhi syarat-syarat dalam spesifikasi yang telah ditetapkan. b) Bekesting / Cetakan. vibrator concrete. concrete mixer.Dalam pelaksanaan seluruh konstruksi beton bertulang. sample bahan/ material untuk beton (Aggregate. . selama pelaksanaan pengecoran berlangsung dibuatkan kubus – kubus beton 15 x 15 x 15 cm. pasir. 7. Agar kekurangannya dapat dengan mudah diketahui.

Dipastikan peralatan concrete mixer dan vibrator concrete yang akan digunakan telah siap pakai. . pemasangan pipa-pipa instalasi air dan instalasi listrik serta angkur – angkur yang harus ditanam dalam beton.Acuan / bekesting harus dibersihkan terlebih dahulu dengan cara menyemprotkan air bersih sehingga semua kotoran tersapu bersih.Besi yang telah diukur dan dipotong selanjutnya diangkut kearea pengecoran yang bekestingnya telah selesai dikerjakan. sudah harus terpasang dan telah mendapat pemeriksaan dan persetujuan dari Direksi Teknik / Konsultan Pengawas. d) Pengecoran . . semua pekerjaan bekesting baja tulangan. dimana besi tersebut dirakit / diikat sesuai komposisi / kelompok – kelompok tulangan yang ditunjukkan dalam gambar rencana.Sebelum pengerjaan pengecoran beton dilaksanakan. maka tempatnya harus terletak pada batas/ siar pelaksanaan yang akan ditentukan oleh Konsultan Pengawas berdasarkan ketentuan yang berlaku untuk konstruksi beton bertulang. .Pengukuran dan pemotongan besi dilakukan diluar area kerja pengecoran.Bila pengecoran pada salah satu bagian konstruksi terpaksa harus diputuskan. aspal.Tulangan yang akan digunakan harus disimpan dengan baik. 65 .c) Pembesian .00 mm.Pengikat tulangan digunakan kawat beton dengan diameter 1.Besi yang digunakan adalah besi dengan dimensi yang disesuaikan dengan gambar rencana. bebas dari kontaminasi langsung dengan tanah lembab. olie/minyak/gemuk. .Selama pengecoran berlangsung adukan beton pada acuan harus dipadatkan dengan menggunakan alat penggetar (Vibrator concrete). . . .Beton harus dicor pada tempat pekerjaan secepat mungkin setelah bidang acuan dibasahi dengan air. . .

. tidak boleh dibongkar sebelum beton mencapai kekuatan yang cukup untuk menyanggah beratnya sendiri dan beban pelaksanaan atau beban lainnya yang akan dipikul oleh struktur beton tersebut. 66 .karung yang senantiasa basah. harus mendapatkan persetujuan dari direksi teknik/ konsultan pengawas sebelum memulai pekerjaan.Bekesting pada sisi yang disanggah dengan penumpu.Bekesting pada sisi vertical struktur dapat dibongkar setelah 7 (tujuh) hari. dengan syarat bahwa beton telah cukup keras dan tidak cacat pada saat pembongkaran dilaksanakan. . f) Pembongkaran bekesting Pembongkaran bekesting dilakukan sedemikian rupa sehingga dapat menjamin keselamatan penuh atas struktur beton yang telah dibuat dengan memperhatikan syarat minimal yaitu : . baik pembuatan bekesting / cetakan.Dalam hal apapun. perakitan besi. pengecoran. bekesting pada struktur ini tidak boleh dibongkar sebelum mencapai umur 14 (empat belas) hari Semua prosedur kerja pembetonan. atau sesuai petunjuk direksi teknis/konsultan pengawas.Pemakaian bahan additive harus disetujui terlebih dahulu oleh direksi teknis/konsultan pengawas yang disertai hasil percobaan laboratorium. e) Perawatan Beton Beton yang telah dicor terutama pada plat lantai harus dijaga agar tidak terlalu cepat kehilangan kelembaban selama + 14 hari yaitu dengan menggunakan atau menutup permukaan beton dengan karung . pemeliharaan beton dan pembongkaran bekesting..

67 .

C. Pekerjaan Pasangan Lantai Dan Plesteran 68 .

69 .D. Pekerjaan Atap Dan Plafond Material Baja ringan yang digunakan adalah yang mempunyai kualitas yang baik dan memenuhi persyaratan sebagaimana yang dipersyaratkan dalam spesifikasi tehnis.

Semua contoh bahan yang akan digunakan terlebih dahulu diajukan contoh kepada direksi teknik/konsultan pengawas untuk mendapatkan persetujuan. Pekerjaan Aluminium Dan Kaca Pekerjaan elektrikal Asumsi a. 3) Material a. Lokasi Pekerjaan : Pada semua tempat / lokasi sebagaimana yang ditunjukkan pada gambar rencana dan instruksi teknis dari direksi teknik / konsultan pengawas. Sebelum pekerjaan ini dimulai. terlebih dahulu mengajukan contoh barang/material yang akan digunakan kepada Direksi Teknik / Konsultan Pengawas. b. alat bantu dll. Baja ringan tersebut adalah Standar dan mampu memikul beban yang ada pada konstruksi atap dan beban angin. Pekerjaan dilaksanakan dengan menggunakan tenaga manusia. 70 . 2) Uraian Pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan dan pemasangannya. E.

c. stop kontak dan fan dilaksanakan dalam pipa dan fitting-fitting High Impact Conduit PVC dalam bangunan kecuali untuk feeder dan NYY tanpa pipa. Kabel NYY 4x25mm². Khusus pentanahan pada zekering kast dibagian yang tertanam kedalam tanah dikerjakan sampai mendapatkan tahanan yang diisyaratkan. Semua penyambung kabel menggunakan terminal box atau ditutup dengan las dop. Kabel NYY 4x150mm².5 mm2 NYM 2x2. untuk penerangan dan stop kontak menggunakan kabel NYM 2x2. serta diberi pelindung pipa GIP diameter ½”. Untuk instalasi yang menghubungkan panel-panel menggunakan Kabel NYY 4x16mm². 71 . untuk penanaman pipa dan kotak saklar dilaksanakan sebelum plesteran dilaksanakan. Semua material yang digunakan mengikuti spesifikasi material yang diisyaratkan. b.5 mm2 dengan pelindung PVC diameter 5/8“. Pemasangan instalasi disesuaikan dengan tegangan yang terpasang. e. Atau sesuai petunjuk dan instruksi teknis dari Direksi Teknis / Konsultan Pengawas. c) Penyambungan dari jalur instalasi ke armature lampu menggunakan pipa flexible jenis PVC. d. b) Sparing pipa menggunakan pipa galvanis yang ukurannya 2 tingkat di atas pipa instalasi. dilaksanakan setelah pengecatan selesai. Pipa dan Fitting a) Seluruh pengkabelan untuk penerangan. Kabel NYY 4x240mm² disesuiakan dengan fungsi dan besaran panel. Kabel NYY 4x70mm². c. Semua stop kontak dan zekering kast di beri arde dengan menggunakan kawat BC. b. d.. Untuk pemasangan stop kontak dan lampu. pemasangan instalasi listrik di kerjakan sebelum plafon ditutup dan pelesteran dinding dikerjakan. 4) Urutan Kerja Instalasi a.

Kotak-kotak dan saklar yang akan dipakai adalah type tanam dalam dinding dan dipasang pada ketinggian 300 mm dari permukaan lantai untuk kotak-kotak dan 1500 mm untuk saklar atau sesuai gambar detail.. f) Bila tidak terdapat gambar detail. d) Semua teknik pelaksanaan yaitu percabangan. d) Kotak-kotak dinding yang dipasasng 30 cm dari permukaan lantai dari ruang- ruang yang basah / lembab jenis water tight atau sesuai gambar. pihak Kontraktor meminta persetujuan dari pihak Manajemen Konstruksi dan pihak Interior. pegetapan dan sebagainya harus menggunakan fitting-fitting yang sesuai yaitu socket. MATVm fire alarm. exchaust fan dilaksanakan oleh tenaga terampil dan berpengalaman dibidang AC (Air Conditioning) 72 . dengan menggunakan bahan bahan dan spesifikasi untuk masing masing instalasi telepon. elbow. cross-doos. Dalam supply sakelar harus lengkap dengan box tempat duduknya dari bahan metal atau plastik. c) Flush-Box (inbow doos) untuk tempat saklar. Kotak-kotak dan saklar a) Kotak-kotak dan saklar yang akan dipasang pada dinding tembok bata adalah type pemasangan masuk / inbow (flush-mounting) dan tipe floor mounted. b) Kotak-kotak biasa (inbow) yang dipasang mempunyai rating 15A dan mengikuti standard VDE. instalasi telepon. h) Sebelum pemasangan. pihak Kontraktor harus mendapat persetujuan dari Direksi / Manajemen Konstruksi. terminal 3 M. kotak-kotak dinding dan push button dipakai dari jenis bahan metal atau plastik jenis pasangan reles mounted atau surface mounted. jenis pasangan surface mounted. Tdoos. Industrial type IP 44 sampai dengan 56. j) Pemasangan AC. e) Saklar type standard warna putih. g) Kotak-kotak dan saklar yang dipasang pada tempat yang lembab harus water Tight. fire alarm. i) Metode pemasangan instalasi listrik ini sama dengan pemasangan MATV. pembelokan.

pada banguanan ini masalah yang terjadi terkadang kurang adanya komunikasi yang baik antara mandor dan pekerja. adapun pemecahan masalah pada bangunan ini team pelaksana menanbah personil pekerja untuk mengejar bobot pengerjaan. mengakibatkan adanya keterlambatan pekerjaan di beberapa bagian. 73 .4.11 Masalah-Masalah Dan Pemecahannya Dalam sebuah pelaksanaan pembangunan tidak lepas dari sebuah masalah.

penerangan dimalam hari serta sebagai sumber air untuk beberapa aktifitas dilapangan seperti mencuci. Listrik kerja dan Air kerja Pengadaan tenaga listrik serta air kerjadisekitar lokasi pengerjaan bertujuan untuk menunjang kelancaran pekerjaan dilapangan berupa sumber energy. Pemasangan Pagar Seng Gambar 02. Persiapan perkerjaan listrik kerja (kiri) dan persiapan pekerjaan air kerja (kanan) Sumber : dokumentasi praktek profesi 2.2. Persiapan perkerjaan pagar seng Sumber : dokumentasi praktek profesi 74 .1 Pekerjaan Persiapan 1. Gambar 01. mandi serta sebagai campuran untuk adukan semen. BAB IV ANALISIS PELAKSANAAN NON FISIK DAN FISIK PROYEK 4.

Dalam pembuatan dan pemasangannya di bantu oleh tenaga pekerja proyek. pemilik proyek. Pembuatan Barak 75 . Pagar proyek ini dibuat dengan menggunakan seng dan balok sebagai bahan dan material utamanya. alat yang butuhkan adalah gergaji. Pemasangan pagar seng pada sekitar area pembangunan yang bertujuan sebagai pembatas antara lahan yang sudah terbangun dan lahan yang sementara dalam proses pembangunan. paku dan lain sebagainya. pagar seng yang di pasang di beberapa titik lokasi proyek juga berfungsi sebagai pengamanan lokasi proyek serta0 penanda agar pengunjung rumah sakit yang sedang berkunjung lebih berhati-hati karena telah mengetahui bahwa pada area tersebut sedang berlangsung proyek pembangunan. Persiapan pemasangan papan proyek Sumber : dokumentasi praktek profesi Pemasangan papan nama dibuat dari bahan kayu dan plastic. 4. jumlah nilai proyek. palu. letak lokasi proyek dan keterangan lainnya yang dapat memperjelas apa saja kegiatan dalam proyek yang dilakukan. pada papan nama proyek di beri keterangan berupa. Papan nama diletakan pada sekitar lokasi proyek yang mudah di jangkau dan dilihat untuk dikenali. Pemasangan Papan Proyek Gambar 03. 3.

Persiapan pembersihan lokasi proyek Sumber : dokumentasi praktek profesi Pembersihan lokasi proyek ini dilakukan pada awal berlangsungnya proyek. Pembuatan ini juga bertujuan untuk memonitoring pekerjaan serta pengurusan administrasi pekerjaan proyek. Pembersihan Lokasi Proyek Gambar 05. pelaksana dan pemilik proyek dalam melakukan diskusi mengenai proyek. semak belukar dan pepohonan. 76 . Pembersihan ini dikerjakan oleh tukang (pekerja proyek) dan alat bantu lainnya bertujuan untuk memudahkan pekerja dalam pengerjaan pembersihan lokasi proyek yang sedang berlangsung. Gambar 04. Persiapan pembuatan barak Sumber : dokumentasi praktek profesi Pembuatan barak kerja atau biasa disebut dengan kantor direksi dibangun dengan tujuan sebagai tempat kerja para konsultan pengawas. 5. Pekerjaan ini merupakan pekerjaan awal dengan rangkaian kegiatan seperti pembersihan sampah.

setiap pekerja telah mendapatkan asuransi dari JAMSOSTEK untuk mendapatkan jaminan keselematan selama pengerjaan proyek berlangsung 7. Pembongkaran beton Sumber : dokumentasi praktek profesi Pekerjaan pembongkaran beton pada bangunan ICU PICU yang bertujuan untuk melanjutkan pembangunan struktur pada lantai dua bangunan. tetap menjaga keamanan masyarakat dan kenyamanan masyarakat yang sedang berkunjung. Pembongkaran Beton Gambar 06. Pembongkaran juga dilakukan dengan melihat kondisi sekitar bangunan proyek. Pembongkaran Dinding 77 . Para pekerja juga tetap memperhatikan keselamatan dalam proses pengerjaan pembongkaran tersebut.6.

Pembongkaran dinding Sumber : dokumentasi praktek profesi 78 . 8. Pembongkaran Dinding Penahan Tanah Gambar 07. Pembongkaran dinding Sumber : dokumentasi praktek profesi Pembongkaran dinding bangunan lama bertujuan untuk penambahan area bangunan dikarenakan akan dilakukan beberapa perubahan bentuk sesuai dengan perencanaan pengembangan bangunan ini. Gambar 07.

Pembongkaran outdoor ac Sumber : dokumentasi praktek profesi Pembongkaran Ac di area luar bangunan yang pada saat pembanguan kembali semua instalasi yang ada di bongkar kembali yang kemudian di kerjakan kembali. Pembongkaran outdoor Ac Gambar 08. Pembongkaran dinding penahan tanahyang juga bersamaan dilakukan dengan pembongkaran dinding bangunan ICU yang menggunakan alat berat yang telah disediakan dalam proyek yang memudahkan pembongkaran area tersebut. Pembongkaran Pintu dan Jendela Pekerjaan pembongkaran kusen pintu dan jendela pada bangunan lama dilakukan karena adanya perubahan bentuk desain dan ukuran pintu dan jendela pada bangunan ini 79 . 10. 9.

Pembongkaran saluran air hujan Sumber : dokumentasi praktek profesi Pekerjaan pembongkaran saluran air hujan pada bangunan yang lama dikarenakan akan dilakukan perubahan pada saluran air hujan. maka dari itu penggalian saluran air hujan di lakukan dengan alat berat agar pada saat hujan turun air hujan dapat tersalurkan dengan baik. Pembongkaran Saluran Air Hujan Gambar 11. Pembongkaran septic tank Sumber : dokumentasi praktek profesi 80 . pada lokasi proyek tanah yang dimiliki sedikit kurang baik.11. 12. Pembongkaran Septic tank Gambar 12.

13. Pembongkaran Tiang Listrik Gambar 14. Pembongkaran tegel Sumber : dokumentasi praktek profesi Pekerjaan pembongkaran tegel pada bangunan awal dikarenakan oleh adanya perubahan bentuk desain mulai dari denah. Tanah yang dimiliki lahan pembangunan proyek terlihat sedikit kurang baik maka dari itu pengerjaan area ini dilakukan oleh tenaga kerja dan di bantu oleh alat-alat proyek yang telah disiapkan. Pembongkaran kembali bertujuan untuk penambahan area Septic tank yang di buat sedikit lebih besar dari pada awalnya. ukuran material serta material yang digunakan. Pembongkaran tiang listrik Sumber : dokumentasi praktek profesi 81 . Pembongkaran Tegel Gambar 13. Pekerjaan pembongkaran septic tank pada bangunan awal dilakukan saat pembongkaran lain-lainnya berlangsung. 14.

Dalam pemasangan bowplank jika terjadi kemiringan atau kesalahan dalam penempatan akan mempengaruhi dinding bangunan. Pemasangan bowplank Sumber : dokumentasi praktek profesi 82 . Gambar 16. Pemasangan bowplank Sumber : dokumentasi praktek profesi Pekerjaan pemasangan bowplank pada bangunan ini bertujuan untuk menentukan dimana as dinding bangunan. Pemasangan Bowplank Gambar 15. 15. untuk itu pemasangan ini dibantu oleh penggunaan teknologi yang disebut sebagai teodolit untuk memudahkan dalam hal penentuan kemiringan dan titik bangunan. pengerjaan dilakukan oleh para pekerja proyek dan dibantu dengan beberapa alat yang telah disediakan dalam proyek tersebut. Pembongkaran tiang listrik pada area luar bangunan yang bertujuan untuk pemasangan jaringan arus listrik yang baru sesuai dengan penempatan yang telah direncanakan.

Pada bagian ini juga dibuatkan stek sebagai tempat besi untuk pembuatan kolom 83 .2. yang pada bagian ini memasang tali sebagai as pada suatu bangunan. yang jika terjadi kesalahan pada pemasangan makan akan terjadi kesalahan pada pekerjaan selanjutnya. Pemasangan bowplank pada area yang akan dibangun. yaitu area toilet pria. Pekerjaan kolom 20cm x 45cm Sumber : dokumentasi praktek profesi Pada bagian ini adalah pengerjaan pemasangan pondasi untuk kolom yang berukuran 20cm x 45cm sebagai penguat plat lantai yang akan menopang dan sebagai penambah estetika. 4.2 Pekerjaan Galian Tanah dan Pondasi Pada pengerjaan ini adalah tahapan awal yang dilakukan untuk membuat jalur pondasi pada bagian penambahan bangunan pada area sebelah kiri bangunan. yaitu penambahan ruangan toilet pria Gambar 16.

5 x 6m. yang berukuran 4.5m +1. 3m x 4m toilet x 2. Pekerjaan galian tanah dan pondasi Sumber : dokumentasi praktek profesi Pekerjaan galian tanah dan pondasi ini meliputi semua galian tanah sesuai dengan bentuk denah pengembangan/perubahan. 1. pasangan pondasi batu kali yang berukuran tinggi 80cm lebar bagian atas25cm dan pada bagian bawah 60cm 84 .5m x 11m. Galian tanah pondasi mengacu pada ukuran kedalaman galian tanah pondasi jalur yang digunakan pada bangunan.5m dan koridor 4.5m x 2. Pada tahap ini pengerjaan pondasi yang dilakukan adalah pada bagian toilet pria. Pekerjaan galian tanah pondasi bangunan meliputi galian tanah untuk poer plat. dan pengerjaan pondasi untuk mnyambungkan teras yang berada di sebelah selatan ruangan dan toilet yang berada di sebelah timur.5m toilet priawanita. Gambar 17. Tahap ini pengerjaannya adalah membuat ruangan penambahan untuk toilet pria dan wanita.

Gambar 17. dan kemudian batu-batu yang telah disediakan disusun dengan ketinggian 60cm dengan lebar 25cm. Pekerjaan pemasangan batu pondasi Sumber : dokumentasi praktek profesi Pekerjaan pemasangan batu pondasi ini di awali dengan memberikan pasir yang kasar untuk menutupi celah-celah batu yang kosong yang kemudian mencampurkan semen. pasir dan air dengan perbandingan 1:5 yang di tuangkan ke atas batu kosong. 85 .

Pekerjaan pemasangan batu pondasi Sumber : dokumentasi praktek profesi Penggalian septitank 86 . Gambar 18.

penggalian dilakukan pada sebelah timur bangunan. Pada penggalian ini menggunakan alat berat eskavator agar dapat mempercepat proses penggalian. Gambar 20.3m.7m dan panjang 2. lebar 1. Gambar 19. pada bagian ini ukuran septitank dengan kedalaman 1. Pekerjaan penggalian septitank Sumber : dokumentasi praktek profesi Pada pengerjaan ini adalah penggalian tanah untuk septitank. Pengerjaan pondasi poorplat Pada tahap pengerjaan ini yang bertujuan untuk pemasangan pondasi poorplat sebagai penambahan kekuatan pondasi pada bagngunan gedung ICU PICU agar dapat menahan beban bangunan yang mengalami penambahan pengerjaan lantai 2.5m. Pekerjaan penggalian pondasi poorplat Sumber : dokumentasi praktek profesi 87 .

sekop. Tahapan pengerjaan awal yang dilakukan pada bagian ini adalah penggalian tanah untuk pemasangan poorplat yang dilakukan secara manual oleh pekerja proyek yang menggunakan alat proyek manual sekop. kedalam galian mencapai 2. dan pondasi yang dikerjakaan adalah 4 pondasi poorplat. Ukuran galian yang dilakukan adalah 2m x 2m agar pada saat mengerjakan pembesian pondasi memiliki sedikit ruang. Pekerjaan pengecoran galian poorplat Sumber : dokumentasi praktek profesi Pengerjaan pengecoran galian poorplat dilakuan masih dengan cara manual dikerjakaan oleh pekerja proyek dengan alat manual. Pengecoran galian poorplat Gambar 21. pengerjaan dilakukan oleh dua orang yang dilakukan secara bergantian. tandu-tandu dan bahan yang di perlukan.75 dari balok lantai 1 eksisting. 88 . Seperti cangkul.

Pekerjaan pengecoran galian poorplat Sumber : dokumentasi praktek profesi Pada pengerjaan ini kemudian dilanjutkan dengan pembesian yang mencapai sloof lantai. untuk mnyambungkan dilakukan pengelasan paa besi tersebut. Pada tahap selanjutnya yaitu pemasangan bekisting poorplat dengan menggunakan beton kualitas k250 campuran semen. Pekerjaan pemasangan bekisting poorplat Sumber : dokumentasi praktek profesi 89 . Dalam proses pngerjaan pembesian ada penggabungan antara tulang besi16mm. kerikil dengan perbandingan 1:2:3 paada pegerjaan poorplat Gambar 23. Begel yang digunakan pada pembesian ini adalah begel dengan ukuran 8mm yang diikat menggunakan bendrat yang berukuran 1mm dan jarak antara begel yang di diikat adalah 17cm. Gambar 22. pasir.

Pembuatan sempel uji kuat beton 40 x 40 Sumber : dokumentasi praktek profesi 90 . pondasi ini dilakukan dengan cara penyusunan batu yang mencapai pada sloof lantai 1. Pekerjaan penyusunan batu pondasi Sumber : dokumentasi praktek profesi 4. Setelah pengerjaan pembesian selesai kemudian dilakukan pengerjaan penyusunan batu pondasi yang biasa disebut pasangan pondasi. Gambar 24.3 Pekerjaan Konstruksi Beton Pembuatan sempel uji kuat kolom 40 x 40 Gambar 25.2.

Pengecoran 5. Pembongkaran Bekesting 91 . 3. Urutan pekerjaan dalam kontruksi beton dalam proyek yang sedang berlangsung: 1. concrete mixer. dan 28 hari kemudianakan di bawa ke Lab Struktur Teknik sipil. Bekesting / Cetakan. 14 hari. plat lantai. Namun pekerjaan tes uji ini sedikit kurang berjalan dengan baik sehingga pekerjaan ini dilakukan bersamaan dengan pekerjaan struktur beton. pasir. sloof. kolom. Pekerjaan beton Sumber : dokumentasi praktek profesi Pekerjaan konstruksi beton yang akan dilaksanakan untuk item ini meliputi pekerjaan poor plat. yang dilaksanakan dengan menggunakan tenaga manusia (pekerja proyek). Pada percobaan tes uji beton dengan komposisi semen. terlebih dahulu dilakukan proses tes sample kekuatan mutu beton di Laboratorium Beton yang berada di Lab Struktur Teknik Sipil Fakultas Teknik. (atau Ready Mix). (Jika dipersyaratkan). vibrator concrete. balok. Sebelum diadakan pengecoran. Gambar 25. Pada pengerjaan ini sebelum diadakan proser penkerjaan beton. semen) diadakan mix design dilaboratorium untuk menentukan komposisi material pengecoran agar target mutu beton yang direncanakan dapat tercapai 2. Untuk mengetahui kekuatan beton sudah mencapai kekuatan yang maksimal harus berumur 7 hari. sample bahan/ material untuk beton (Aggregate. dump truck dan alat bantu lainnya. dan agregrat. Pembesian 4. pasir. Dalam proses pekerjaan ini campuran beton dimasukan kedalam cetakan uji beton yang berukuran 15cm x 15cm. Perawatan Beton 6.

Pekerjaan bekisting beton bertulang Sumber Pada pengerjaan ini. Perawatan beton 92 .Pekerjaan Bekisting Kolom Beton Bertulang Gambar 26. fungsi dari silangan yaitu agar menghindari bergeraknya bekisting saat pengerjaan dilakukan. silangan dipasang setelah pemasangan bekisting selesai. : dokumentasi tahap praktek yang pertama profesi adalah pembuatan cetakan beton yang menyesuaikan dengan ukuran kolom dimana dimensi kolom yang digunakan 40/40. Bekisting diberi penguat dasar dan silangan.

cangkul. Pekerjaan perawatan beton Sumber : dokumentasi praktek profesi Pengerjaan perawatan beton Beton yang telah dicor terutama pada plat lantai harus dijaga agar tidak terlalu cepat kehilangan kelembaban selama + 14 hari yaitu dengan menggunakan atau menutup permukaan beton dengan karung . pengerjaan galian ini dibuat luas agar dapat melakukan kegiatan pembesian 93 . tandu-tandu dengan ukuran lubang 3m x 4m x 1. alat yang digunakan saat pengerjaan adalah sekop. untuk pengerjaan ini dilakukan dengan cara manual tanpa alat berat. Gambar 27. Pekerjaan galian lift Sumber : dokumentasi praktek profesi Pada pengerjaan ini adalah pengerjaan penggalian (core lift).karung yang harus selalu dalam keadaan yang basah Pekerjaan Bekisting Pada Lift Gambar 28.5m.

5m ke atas yang kemudian akan ditutupi dengan pemasangan bekisting dan dilakukan pengecoran dengan mutu beton k300 agar kekuatan beton benar benar bisa mencapai titik maksimal. silangan yang juga berfungsi sebagai penguat dasar selama pekerjaan berlangsung. bekisting yang di gunakan sebagai cetakan tidak boleh langsung di bongkar karena harus menunggu sampai kekuatan beton mencukupi batas yaitu selama 14 hari. pasir dan kerikil yang dicampur menggunakan mesin 94 . Pembongkaran bekisting juga dilakukan ketika tim konsultan pengawas telah menyetujui. menggunakan bahan multipleks sebagai dinding cetakan. Gambar 29. Setelah selesai pengerjaan. Pekerjaan bekisting lift Sumber : dokumentasi praktek profesi Pengerjaan Bekisting pada lift. Gambar 30. Pekerjaan pembesian lift Sumber : dokumentasi Pengerjaan pemasangan praktek core pada lift profesi ini menggunakan teknik pengecoran yang bertahap. Bekisting diberi penguat dasar silangan. setiap rangkaian yang mencapai 1. Dengan menggunakan komposisi campuran semen.

dengan besi begel yang pertama telah di bengkokkan menjadi beberapa kotak. pencampur (molen). Pengecoran terus dilakukan hingga mencapai atap plat beton sebagai penutup. Proses pembesian ini dilakukan dengan menggunakan alat gurinda dan pembengkok besi. dan besi utama yang digunakan adalah besi utama yang berdiameter 16mm dan besi begel yaitu 8mm dan kawat pengikat besi yaitu 1mm. Sebelum telah diberi lubang yang berukuran 2 cm seluas 40 x 40 yang di tujukan agar dapat mengikat kolom. yang kemudian dihubungkan hingga membentuk persegi empat. Gambar 31. Besi begel dan besi utama kemudian di ikat menggunakan bendrat yang berukuran 1mm agar dapat terikat satu dengan yang lainnya. untuk kolom pertama terdiri dari 8 bah besi 16mm yang panjangnya 4m. Teknik yang digunakan adalah teknik pengikatan bendrat dan tidak menggunakan teknik pengelasan. Pembesian sloof pada area toilet 95 . Pekerjaan pembesian lift Sumber : dokumentasi praktek profesi Pada pengerjaan ini adalah proses pembesian. proses ini dilakukan di lantai 1. pembesian yang pertama adalah pebesian kolom yang berukuran 40cm x 40cm.

Pembesian sloof Sumber : dokumentasi praktek profesi Pengerjaan pembesian pada bagian sloof struktur bawah pada area toilet pria. Besi 12mm sebanyak 4 buah yang kemudian di ikat padah sebuah begel hingga membentu persegi empat untuk sloof. 96 . Proses pembesian ini menggunakan besi yang berdiameter 12mm sebagai besi utama dan besi 6mm sebagai begel dan menggunakan bendrat sebagai pengikat. Gambar 32.

Pembesian sloof Sumber : dokumentasi praktek profesi Setelah pembesian telah selesai. maka dilakukan proses pemasangan bekisting. Bekisting kolom tambahan Sumber : dokumentasi praktek profesi 97 . setelah pemasangan bekisting telah selesai maka di lanjutkan dengan pengerjaan pengecoran dengan mutu k250. Ukuran sloof yang di pasang berukuran 15cm x 20 cm. material bekisting yaitu berupabalok kayu sebagai ranga dan kemudian menggunakans multipleks sebagai penutup. Gambar 33. Gambar 34.

Bekisting kolom tambahan Sumber : dokumentasi praktek profesi Pengerjaan pengecoran. pemasangan ini dilakukan pada kolom- kolom yang berfungsi sebagai estetika.dan sebagai kolom tambahan struktur penahan atap. Gambar 35. pada pengerjaan ini pengecoran dilakukan dengan menggunakan kualitas mutu beton k250. Pengerjaan bekisting kolom tambahan. Pemasangan bekisting kolom lantai 2 98 . Setelah semuanya telah selesai terpasang akan dilakukan pemeriksaan kembali sebelum siap untuk di lakukan pengecoran dengan campuran beton. bekisting terbuat dari balok-balok kayu dan multipleks sebagai pembungkus bekisting yang di hubungkang dengan paku. Proses pengerjaan menggunakan alat sekop ember argo dan dan alat berat molen untuk mencampur.

Pemasangan bekisting yang dipasang harus 90 derajat tegak lurus yang didapatkan dengan menggunakan waterpast. yang kemudian di ikat menggunakan tali yang bisa membawa ember berisi campuran sampai kelantai 2 bangunan 99 . bekisting ini terbuat dari balok kayu biasa yang digunakan sebagai rangka bekisting dan menggunakan multipleks sebagai penutup bagian rangka. Setelah pemasangan bekisting telah selesai tahap selanjutnya adalah pengecoran. pasir. Gambar 36. Untuk proses membawa campuran ke lantai dua di gunakan mesin kator yang campuran semen di tuangkan pada ember campuran. agregat. Bekisting kolom lantai 2 Sumber : dokumentasi praktek profesi Pengerjaan bekisting ukuran 40cm x 40 cm pada lantai 2. semen. Pada pengecoran beton dengan kualitas k 250. air di campur dengan menggunakan mesin molen agar pengerjaan lebih cepat.

pada bagian ini menggunakan besi utama 14mm dan begel berdiamter 8mm dan bendrat 1mm sebagai pengikat. Pengerjaan kolom koridor Sumber : dokumentasi praktek profesi Selanjutnya adalah pengerjaan kolom-kolom pada bagian koridor sebelah timur. pengerjaan dilakukan dengan penyambungan antara besi stek dengan teknik pengikatan. Gambar 37. Pekerjaan balok induk lantai 2 Sumber : dokumentasi praktek profesi 100 . Proses pengerjaan yang pertama adalah besi utama yang berdiameter14mm yang terdiri dari 6 buah dengan panjang 4 meter yang di ikat hingga berbentuk persegi empat berukuran 20cm x 45cm . Pengerjaan balok induk Gambar 38.

pekerjaan bekisting ini dilakukan bersamaan dengan pengerjaan bekisting plat lantai. Gambar 40. Besi 14mm yang dugunakan berjumlah 7 buah. Pembesian plat atap Sumber : dokumentasi praktek profesi 101 . Pemasangan bekisting balok induk pada lantai 2 Gambar 39. Pekerjaan pembesian balok induk yang berukuran 20cm x 40cm dan pembesian balok 20cm x 30cm . pada balok induk digunakan besi utama 14mm dan 6mm sebagai begel dan kemudian kwat bendrat 1mm sebagai kawat pengikat. Yang 1 buah di bengkokkan berbentuk u dengan jarak 1. Material bekisting yang digunakan adalah balok kayu sebagai rangka dan multipleks sebagai penutup bekisting. pada pemasangan bekisting ini pada bagian bawah di tambahkan penyanggah bambu yang berfungsi sebagai penyanggah agar campuran yang belum mngerah bisa bertahan. sementara pada balok 20cm x 30cm yang meggunakan 5 buah besi utama yang 1 buah kemudian dibengkokan kedalam rangkaian besi.6m. Bekisting balok induk lantai 2 Sumber : dokumentasi praktek profesi Pekerjaan pemasangan bekisting balok induk 20cm x 40cm dan balok anak 20cm x 30cm.

pembesian plat lantai juga terhubung dengan pembesian balok-balok dan kolom. material besi yang digunakan berdiameter 10mm dan kawat bendrat sebagai pengikat. Pembesian plat atap Sumber : dokumentasi praktek profesi Pengerjaan pembesian plat atap toilet. pembesian ini membentuk persegi empat dengan kuran 15cm x 15cm. Pekerjaan pembesian atap toilet Gambar 41. Pengerjaan pembesian plat atap (atap beton). pengerjaan dilakukan dengan tenaga manusia tanpa alat berat. Pembesian plat atap 102 Sumber : dokumentasi praktek profesi .pada pengerjaan pembesian ini membentuk persegi empat dengan ukuran 15cm x 15cm kemudian digunakan bendrat sebagai pengikat. Pembesian pada bagian tengan dibengkokkan berbentuk u. Pekerjaan pemasangan bekisting plat atap toilet Gambar 42. pembesian plat lantai terhubung dengan pembesian balok-balok dan kolom. material besi yang digunakan berdiamater 10mm dan kawat bendrat sebagai pengikat.

sekop. Alat-alat bantu lainnya seperti kayu. Pengerjaan pemasangan bekisting pada balok 15 x 20 plat atap toilet material bekisting yang digunakan adalah balok-balok kayu sebagai rangka dan multipleks sebagai penutup bekisting. Setelah bekisting telas selesai dikerjakan dibutuhkan waktu selama 2 minggu untuk melihat kekuatan campuran semen pada plat atap beton Pekerjaan pembesian sunscreen 103 . Pengecoran plat atap beton pada toilet Gambar 43. Kayu yang digunakan untuk meratakan campuran agar lebih halus dan rata. Pengecoran plat atap beton toilet Sumber : dokumentasi praktek profesi Pekerjaan pengecoran plat atap pada toilet tambahan ini menggunakan bantuan alat berat (molen) yang menggunakan mutu kualitas beton k250 pengecoran dilakukan bersamaan dengan balok dan plat lantai.

Pekerjaan pengecoran atap 104 . kegunaan dari sunscreen sendiri yaitu sebagai penghalang sinar matahari agar cahaya matahari tidak bisa menembus kedalam bangunan dan juga sebagai penambahan estetika pada banguanan. Pembesian sunscreen Sumber : dokumentasi praktek profesi Pekerjaan pembesian pada sunscreen bangunan yang menggunakan material besi yang berdiameter 10mm yang kemudian diikat menggunakan kawat bendrat 1mm. Gambar 44.

Pengecoran atap Sumber : dokumentasi praktek profesi Pekerjaan pengecoran beton pada atap yang menggunakan alat berat (molen). Pengerjaan balok latei dan kolom praktis Gambar 46. dan kerikil 1:2:3. Pengerjaan balok latei dan kolom praktis Sumber : dokumentasi praktek profesi Pekerjaan balok latei dan kolom praktis.5cm. pasir. kolom praktis yang digunakan sebagai pengaku dinding pada sudut-sudut ruangan pada lantai 2. Jarak antara begel yaitu 20cmdan ukuran kolom praktis adalah 10cm x 15cm. kayu dan besi. Untuk proses perataan campuran digunakan alat sekop. Setelah pemasangan bekisting selesai pekerjaan selanjutnya adalah pengecoran dengan campuran semen. Gambar 45. untuk proses setlah selesai pengecoran bekisting yang telah dipasang dibiarkan selama 2 minggu. kualitas beton yang digunakan adalah beton mutu kualitas k250 pengecoran dilakukan secara bersamaan balok dan plat lantai. penyusunan bata 1-1. Besi yang digunakan pada balok latei adalah besi yang berdiameter 12mm sebagai besi utama dan besi 6mm sebagai begel dan kawat bendrat sebagai pengikat. yang kemudian dilakukan pemasangan bekisting. 105 .

Sebelum pekerjaan ini dimulai para pekerja terlebih dahulu mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan. Pengerjaan atap bangunan Sumber : dokumentasi praktek profesi Pekerjaan atap bangunan menggunakan materialbaja ringan yang mempunyai kualitas yang baik dan memenuhi persyaratan sebagaimana yang dipersyaratkan dalam spesifikasi teknis. Pengerjaan atap bangunan Sumber : dokumentasi praktek profesi 106 . . Pada pekerjaan ini material yang digunakan besi 12mm sebagai besi utma dan besi 6mm sebagai begel yang kemudian diikat menggunakan kawat bendrat 1mm. pengerjaan dilakukan pada rangka atap yang terlebih dahulu telah dipasang. Pengerjaan atap ini tidak memakan waktu yang lama hanya memakan waktu selema 2 minggu. Fungsi dari pengerjaan balok latei adalah sebagai penahan beban dinding pada daerah bukaan. 4. Baja ringan tersebut adalah Standar dan mampu memikul beban yang ada pada konstruksi atap dan beban angin. Gambar 48.2.4 Pekerjaan Atap Bangunan Gambar 47.

Pemasangan genteng Sumber : dokumentasi praktek profesi Bahan rangka kuda-kuda. warna yang digunakan sebagai material penutup atap adalah hijau. Penutup atap dan bubungan menggunakan genteng Metal Roof tebal 0. Pada gambar kerja hanya terdapat 14 baja ringan kanal C. gording dari baja ringan. 107 .35 mm. Pada pengerjaan bagian penutup atap terjadi sedikit perubahan sedikit berbeda dari gambar kerja yang ada. tetapi karena adanya perubahan baja ringan di tambahkan 2 menjadi 16 baja ringan Gambar 49. ukuran sesuai spesifikasi teknis.

5 Pekerjaan Pasangan Dinding Dan Lantai Gambar 50. Pkerjaan pasangan dinding dan lantai Sumber : dokumentasi praktek profesi Pekerjaan Pasangan Dinding pada lantai dua bangunan yang dekerjakan oleh para tukang dengan di bantu alat kerja yang telah disediakan di lapangan proyek beserta alat keselamatan. Campuran/adukan 3. Material yang digunakan: 1. Pembesian kolom 40 x 40 108 . Pasir yang digunakan adalah pasir yang bersih dan tidak memiliki kandungan organik dan lumpur. 3. Adapun jenis pekerjaan pasangan dinding yang dikerjakan meliputi: 1. Pasangan dinding 1 Bata 1 Pc : 5 Ps. 2. Pasangan dinding ½ batu bata 1 Pc : 3 Ps.4. Pasangan dinding ½ batu bata 1 Pc : 5 Ps. Batu bata / batu merah 2.2. Semen 4.

awal pengerjaan dimulai dari pemasangan setengah bata kemudian dilapisi dengan plesteran dengan tebal plesteran 2cm kemuadian dilanjutkan dengan acian untuk memperhalus dinding. Pemasangan rangka Alcopan 109 . Pekerjaan pasangan setengah bata Sumber : dokumentasi praktek profesi Pengerjaan pasangan setengah bata. besi yang digunakan adalah besi utama yang berdiameter 12 yang kemudian dikaitkan pada begel dan kemudian diikat pada menggunakan bendrat. Gambar 52. Pembesian kolom 4o x 40 Sumber : dokumentasi praktek profesi Pengerjaan pembesian kolom 40 x 40 pada lantai dua bangunan. untuk pengerjaan dinding. Gambar 51.

Gambar 54. Setelah rangka alcopan terpasang pemasangan alcopan di lakukan oleh tenaga manusia dan di bantu alat kerja proyek. Pemasangan rangka alcopan Sumber : dokumentasi praktek profesi Pada bagian finising bangunan menggunakan material alcopant sebagai bahan finising sehingga bangunan dapat memiliki nilai estetika dan sesuai dengan perancangan dan gambar perencanaan. Gambar 53. Pekerjaan pemasangan keramik 110 . Pemasangan rangka alcopan Sumber : dokumentasi praktek profesi Pemasanagan rangka alkopan sebagai penambahan estetika pada bangunan gedung ICU PICU.

Pemasangan keramik Sumber : dokumentasi praktek profesi Material penutup lantai yang digunakan dalam bangunan adalah keramik polished yang berukuran 40/40. permukaan cor plat dan dinding yang akan dipasangi keramik telah dibersihkan dari segala macam kotoran. Gambar 55. sedangkan penutup lantai pada bagian teras atau selasar dan kamar mandi menggunakan keramik unpolished. Gambar 56. yang berfungsi sebagai pengaman pada saat 111 . Pemasangan keramik Sumber : dokumentasi praktek profesi Pekerjaan pemasangan keramik pada lantai dilakukan pada saat semua telah dibersihkan dengan sempurna. debu dll yang dapat merusak daya lekat spasi keramik terhadap cor/beton dibawahnya.

2.6 Pekerjaan Kusen. 4. Gambar 57. 50 x 50 cm dan 25 x 50 cm. pintu dan jendela Sumber :dokumentasi praktek profesi 112 . pengafakuaisan pasien yang menggunakan kusi roda dan alat bantu jalan lainnya agar tidak tergelincir. Pada pengerjaan keramik pada dinding yang pertama dilakukan adalah plesteran pada dinding. Pemasangan kusen. pintu dan jendela Sumber :dokumentasi praktek profesi Material keramik yang digunakan adalah keramik granito dengan ukuran 60 x 60 cm. Campuran semen yang digunakan pada pasangan dinding keramik adalah kapur acian dan semen. Pintu dan Jendela Gambar 58. Pemasangan kusen.

Pekerjaan Kusen. 113 . Pemasangan kusen. Pintu dan Jendela yang di kerjakan pada bangunan ini menggunakan material alumunium dan kaca. pintu dan jendela Sumber : dokumentasi praktek profesi Material aluminium dipotong dan dibentuk sesuai gambar rencana sehingga pada saat pemasangan tidak terjadi rongga antara tembok dan kosen aluminium begitupun antara kosen dan pintu / jendela yang akan dipasang. Alumunium yang dipakai tidak bisa menahan beban yang berlebih. Gambar 59. oleh karena itu tembok yang akan dipasang kosen pintu dan jendela di tambahkan penguat berupa balok latei (beton) dengan ukuran 15/20 pada bagian atasnya. Pemasangan rangka kosen dilaksanakan apabilapasangan batu dan plesteran dan pemasangan balok beton pada keempat sisi telah selesai di pasang.

2. Gambar 59.7 Pekerjaan Plafon Gambar 60. Pekerjaan ini juga dirangkaikan dengan pemasangan titik lampu dan alat penyaring udara. Pekerjaan plafon Sumber : dokumentasi praktek profesi Pekerjaan plafon bangunan menggunakan material baja ringan ukuran 2cm x 4 cm dan papan Gypsum dengan merek Kalsiboard yang dikerjakan langsung oleh tenaga ahli. 1Pekerjaan ini dapat dilakukan apabila pekerjaan instalasi pada bagian atas plafon telah selesai dikerjakan. Pekerjaan rangka plafon ini dikerjakan dengan menggunakan rangka 60cm x 120 cm. Berikut ini merupakan urutan pengerjaan pemasangan plafon yang dilaksanakan: 114 . pintu dan jendela Sumber : dokumentasi praktek profesi 4. Pemasangan kusen.

2.5 mm. Gambar 61.8 Pekerjaan Finishing Cat Gambar 62. dimana konstruksi tersebut dipasang dan disesuaikan dengan ukuran Rangka yang akan dipasang disesuaikan dengan jarak dan bentuk pada gambar rencana dudukan pada ringbalk. Pekerjaan plafon Sumber : dokumentasi praktek profesi Pekerjaan Rangka plafond menggunakan baja ringan hollow . Pekerjaan selanjutnya adalah memasang penutup plafon menggunakan Calsi board 3. Semua pertemuan sambungan baja ringan dibuat kuat dan tidak mudah lepas dan diperkuat scrup. 4. dan Plafon tipe PVC Semua pertemuan bidang Calsi board ditutupi dengan isolasi agar tidak terjadi ruang yang terbuka. Pekerjaan finshing cat Sumber : dokumentasi praktek profesi 115 .

Pekerjaan pengecatan pada bangunan dilakukan dengan peralatan yang ada dan menggunakan bahan cat sesuai dengan spesifikasi dan standar yang ada. Gambar 63. Pekerjaan pengecatan dilaksanakan.2. seluruh permukaan bangunan di cat dengan rata. Pekerjaan finshing cat Sumber : dokumentasi praktek profesi Perkerjaan finishing pengecatan benar-benar dilakukan secara maksimal. apabila semua bagian pekerjaan yang akan dicat telah selesai dilaksanakan. tepapi pengerjaan dikerjakan dengan lancer.9 Pekerjaan Instalasi Listrik Gambar 64. dimana pekerjaan pengecatan merupakan finishing dari semua pekerjaan yang dilaksanakan. Walaupun pengerjaan finshing cat pada bangunan sedikit melewati batas waktu. jika ada sedikit keterlambatan dalam pengerjaan bangunan maka proses pengecatan pun akan mengalami kemuduran waktu pelaksanaan. 4. Pekerjaan instalasi listrik Sumber : dokumentasi praktek profesi 116 .

Khusus pentanahan pada zakering serta diberi pelindung pipa GIP diameter ½”. Pengerjaan Instalasi Listrik dilakukan pada bagian atas plafon sehingga setiap titik lampu dan bagian-bagian yang memerlukan tenaga listrik dapat dikerjakan. 117 . Instalasi. Sparing pipa menggunakan pipa galvanis yang ukurannya 2 tingkat di atas pipa instalasi. Semua stop kontak dan zekering kast di beri arde dengan menggunakan kawat BC. Pekerjaan ini dilakukan oleh tenaga ahli khusus sehingga dalam pengerjaannyaUntuk instalasi yang menghubungkan panel-panel menggunakan Kabel NYY. 2. Pekerjaan pemasangan pipa instalasi listrik Sumber : dokumentasi praktek profesi Pengerjaan pipa untuk pengakabelan dan penerangan stop kontak dan fan dilaksanakan sebelum berlangsungnya pemasangan plafon dalam pipa dan fitting-fitting High Impact Conduit PVC. Pengerjaan Pipa Gambar 65. 3. Pipa dan fitting. Penyambung dari jalur instalasi pada bangunan mengunakan pipa flexible jenis PVC. semua penyambung kabel mengunakan terminal BOX. Urutan pengerjaan pemasangan : 1. Kotak-kotak dan saklar.

Pengerjaan Fitting pada koridor lantai 2 Gambar 67. jenis pasangan surface mounted. Gambar 66. Pekerjaan pemasangan pipa instalasi listrik Sumber : dokumentasi praktek profesi 118 . Kotak- kotak dan saklar yang akan dipakai adalah type tanam dalam dinding dan dipasang pada ketinggian 300 mm dari permukaan lantai untuk kotak-kotak dan 1500 mm untuk saklar yang ada. Pekerjaan pemasangan pipa instalasi listrik Sumber : dokumentasi praktek profesi Saklar type standard warna putih. Dalam supply sakelar harus lengkap dengan box tempat duduknya dari bahan metal atau plastik.

Pekerjaan pemasangan kotak-kotak saklar Sumber : dokumentasi praktek profesi Pemasangan kotak saklar pada bangunan dilakukan setelah pemasangan instalasi listrik selesai. Pekerjaan pemasangan kotak-kotak saklar Sumber : dokumentasi praktek profesi 119 . kotak-kotak dinding dan push button dipakai dari jenis bahan metal atau plastik jenis pasangan reles mounted atau surface mounted. Kotak-kotak biasa (inbow) yang dipasang mempunyai rating 15A dan mengikuti standard VDE Flush-Box (inbow doos) untuk tempat saklar. Gambar 69. Fitting yang digunakan adalah downlight kotak. fitting yang digunakan fitting yang sudah memenuhi standar yang sesuai dengan peruntukan gedung bangunan ICU PICU. Pengerjaan kotak-kotak dan Saklar Gambar 68. Pada pemasangan Fitting Lampu yang deikerjakan setelah pengerjaan plafon selesai.

5) mm2. yang dipasang pada beberapa titik dinding bangunan ICU PICU bahan yang digunakan NYA 2(1x 1. yang pertama.5) mm2. Pekerjaan pemasangan smoke detector Sumber : dokumentasi praktek profesi Pekerjaan pemasangan intalasi fire alarm pada lantai 2.Pekerjaan instalasi Fire Alarm Gambar 70. pemasangan bell alarm. Pekerjaan Exhause Gambar 71. Yang kemudian dilanjutkan dengan pemasangan smoke detector pada langit-langit bangunan dengan menggunakan bahan yang sama NYA 2(1x 1. Pekerjaan pemasangan exhause Sumber : dokumentasi praktek profesi 120 .

2. Pekerjaan pemasangan AC pada ruangan kamar inap Gambar 72. Pekerjaan pemasangan ac Sumber : dokumentasi praktek profesi Pengerjaan pemasangan AC ini di kerjakan pada area kamar anak-anak yang berkapasitas 2 pk cassette type dan yang berkapasitas 1 pk wall mounted. Fungsi dari exhause adalah sebagai alat penghisap bau dan asap yang ada pada ruangan yang kemudian dikeluarkan keluar bangunan. Pekerjaan pemasangan pipa air bersih Sumber : dokumentasi praktek profesi 121 . Pada pekerjaan ini adalah pemasangan Exhause yang di letakan pada rangka plafon yang menggunakan rangka besi holo.10 Pekerjaan Plumbing dan Sanitai Pekerjaan pemasangan pipa air bersih dan fitting air bersih Gambar 73. 4.

Pekerjaan Plumbing dan Sanitary yaitu pemasangan saluran air bersih dan air
kotor yang akan di salurkan keluar dari bangunan, pengerjaan ini dilakukan oleh pekerja
proyek dan di tambah alat-alat yang telah disediakan alat yang di pasang adalah yang
sudah memenuhi standar spesifikasi yang telah di setujui. Sebelum pemasangan pipa,
pipa dibersihkan terlebih dahulu, perpipaan yang digunakan untuk menyambungkan
pipa, harus dilengkapi dengan UNION atau FLANGE.
Pada pengerjaan ini dipasangkang sambungan lengkung, dan menggunakan pipa
yang berasal dari pabrik

Pengerjaan pemasangan pipa air kotor

Gambar 74. Pekerjaan pemasangan pipa air kotor
Sumber : dokumentasi praktek profesi

Urutan pengerjaan pemasangan pipa Air Kotor :
1. Pemasangan pipa
2. Pemasangan sambungan fleksibel
3. Sambungan ulir
4. Sambungan Solevent
5. Sambungan yang mudah dibuka
6. Sleeves

122

7. Pembersihan
Pemasangan instalasi air hujan

Gambar 75.Pekerjaan pemasangan instalasi air hujan
Sumber : dokumentasi praktek profesi
Pada pengerjaan ini yaitu pemasangan instalasi air hujan pada bagian atas
bangunan, yang menggunakan pipa, yang berfungsi sebagai tempat mengalirnya air hujan
agar tidak masuk kedalam bangunan. Tetapi sebenarnya peletakan pipa dalam struktur
bangunan kurang baik karena dapat merusak struktur yang ada.
Pengerjaan Hydrant

Gambar 76. Pekerjaan pemasangan hydrant
Sumber : dokumentasi praktek profesi

123

Pekerjaan ini dilaksanakan sesuai dengan petunjuk tehnis peralatan yang akan
dipasang yang disesuaikan dengan spesifikasi tehnis yang ada. Dilaksanakan oleh tenaga
yang berpengalaman dan terlatih.
4.2.11 Pekerjaan akhir

Gambar 77. Pekerjaan akhir
Sumber : dokumentasi praktek profesi

Pembersihan tegel yang sudah selesai di pasang, pada pengerjaan ini pekerja proyek
membersihkan sisa cat yang jatuh pada tegel pada saat pengecatan, di bantu dengan alat
yang telah tersedia dilapangan proyek.

Gambar 78. Pekerjaan akhir
Sumber : dokumentasi praktek profesi

124

tetapi juga harus berpengalaman dalam bidangnya secara langsung dilapangan. Pembersihan bagian kusen dari sisa-sisa semen dan cat yang menempel dengan menggunakan tiner. maka tidak cukup bila mahasiswa arsitektur hanya mendapat materi secara teori. BAB V KESIMPULAN Mengingat besarnya tanggung jawab dan peran profesi arsitek. Maka dari itu kuliah 125 . dan dibantu dengan peralatan yang tersedia sehingga kusen almunium terlihat bersih seperti semula.

KILONGAN NUSA KONSTRUKSINDO.praktek profesi ini di laksanakan. Dalam pelaksanaan proyek ini memiliki sedikit kendala pada bagian pengerjaan- pengerjaan tertentu karena pekerja proyek yang tidak terlalu banyak. Tetapi semua dapat diatasi. Dalam menjalankan kuliah profesi ini. Praktek profesi yang di jalankan selama beberapa bulan ini adalah praktek dalam bidang kontraktor pelaksanaan di lapangan. Kuliah profesi adalah mata kuliah yang mampu membuat mahasiswa mengetahui keadaan lapangan bukan hanya mengetahui dari segi teori saja. proyek bangunan ICU PICU yang diperuntukan untuk anak-anak ini yang berlokasi di rumah sakit undata. karena akan sangat rugi bila kita menjalankan kuliah profesi ini tanpa mengetahui apa yang sebenarnya dikerjakan. Tetapi pemilik proyek yang ada sangat tegas dan professional dalam bidangnya sehingga pekerjaan yang banyak tertunda akhirnya bisa terselesaikan dengan baik. adalah milik PT. sebaiknya sebelum turun dan melihat langsung keadaan lapangan hendaklah kita mengerti apa yang menjadi tugas kita di lapangan. seperti terlambatnya pelaksanaan pekerjaan bangunan dilapangan yang menyebabkan lewatnya jangka waktu proyek yang telah disepakati. tidak sedikit hambatan yang dihadapi. dan proyek dapat selesai sesuai dengan yang telah direncanakan SARAN Dalam melakuka kuliah profesi ini. FOTO-FOTO PEKERJAAN GEDUNG BANGUNAN ICU PICU UNDATA 126 .

127 .

128 .

129 .

PEKERJAAN LIFT 130 .

131 .

132 .

133 .

PENGECORAN PLAT ATAP BETON 134 .

135 .

136 .

137 .

138 .

139 .

140 .

141 .