You are on page 1of 13

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..............................................................................................i
DAFTAR ISI ........................................................................................................ ...........ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .................................................................................................. 3
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................... 4
1.3 Tujuan ............................................................................................................. 4

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Definisi ................................................................................................................. 5
2.2 Epidemiologi .....................................................................................................6
2.3 Etiologi ............. ...................... ..........................................................................7
2.4 Klasifikasi ............................................................................................................7
2.5 Tanda dan gejala ...................................................................................................8
2.6 Patofisiologi .........................................................................................................9
2.7 Manifestasi klinis ................................................................................................11
2.8 Penatalaksanaan .................................................................................................12

BAB III PENYELESAIAN KASUS

3.1 Kesimpulan .............. .............................................................................................. 14

DAFTAR PUSTAKA

. Walaupun relative kecil. Dilaporkan bahwa insiden angina pectoris pertahun pada penderita diatas usia 30 tahun sebesar 213 penderita per 100.000 penderita APS ini di Amerika Serikat. Long. Setiap harinya organ tubuh ini memompa ± 16. BAB I Pendahuluan 1. sebab sampai sekarang belum ada sesuatupun yang dapat memberi kekebalan seperti itu(Barbara C. Tidak ada otot kecuali otot rahim wanita yang bekerja siang dan malam selama 70 tahun atau lebih seperti jantung. menyebabkan suplai oksigen ke jantung tidak adekuat atau dengan kata lain.5% dari penderita angina pectoris pertahun atau kurang lebih 30 penderita angina pectoris untuk setiap penderita infark miokard akut (Tucker. Jantung adalah organ tubuh yang bekerja paling kuat. Di Amerika Serikat di dapatkan bahwa kurang lebih 50% dari penderita penyakit jantung koroner mempunyai manifestasi awal angina pectoris stabil (APS). Asosiasi jantung Amerika memperkirakan ada 6.000 km. Namun.000 penduduk. Tapi data ini nampaknya sangat kecil di bandingkan dari laporan dua studi besar dari Olmsted Country dan Framingham yang mendapatkan bahwa kejadian infark miokard akut sebesar 3% sampai 3. suplai kebutuhan jantung meningkat. 2008).000 liter darah keseluruh tubuh melalui pembuluh darah sekitar 90. penyebab diperkirakan berkurangnya aliran darah koroner. Angina biasanya diakibatkan oleh penyakit aterosklerotik dan hampir selalu berhubungan dengan sumbatan arteri koroner utama (Barbara C Long. yang perlu ditekankan bahwa dengan mengikuti anjuran-anjuran bukan berati kita akan kebal terhadap penyakit jantung.1 Latar belakang Angina pectoris adalah suatu sindroma klinis yang ditandai dengan episode atau paroksisma nyeri atau perasaan tertekan di dada depan. namun organ ini bekerja dua kali lebih keras dari pada betis pelari sprint atau otot petinju kelas berat.200. 2006). Berikut ini terdapat beberapa anjuran yang akan berguna bagi pemeliharaan kesehatan jantung. Jumlah pasti penderita angina pectoris sulit diketahui. Di Indonesia penyakit jantung adalah pembunuh nomor tiga. 2006).

1. Mengingat banyaknya jumlah penderita angina pectoris dan kerugian yang ditimbulkan terutama secara ekonomi. perlu dilakukan tindakan revaskularisasi. Mengetahui manifestasi dari angina pektoris 8. (Departemen ilmu penyakit dalam fakultas kedokteran universitas Indonesia. Bagaimanakah tanda gejala angina pektoris? 6.3 Tujuan 1. terutama bila penderita memang menghendaki. Mengetahui diagnosis dari angina pektoris 7. Bagaimana patofisiologi dari angina pektoris? 5. Bagaimana manifestasi dari angina pektoris? 8. Dapat mengetahui pengertian dari angina pektoris 2. diperlukan penatalaksanaan yang lebih komperehensif. Pada penderita yang berdasarkan riwayat penyakit dan pemeriksaan awal didapatkan kemungkinan sedang atau tinggi untuk menderita suatu penyakit jantung koroner perlu dilakukan tes secara noninvasive maupun invasive untuk memastikan diagnose serta menentukan sertifikasi resiko. Mengetahui klasifikasi angina pektoris 4. Mengetahui tanda dan gejala angina pektoris 6. Bagaimanakah penatalaksanaan angina pectoris? 1. Mengetahui etiologi dari angina pektoris 3. Apakah pengertian dari angina pektoris? 2. Apa etiologi dari angina pektoris? 3. 2006 ). Walaupun telah banyak kemajuan dalam penatalaksanaannya.2 Rumusan masalah Adapun rumusan masalah dalam makalah ini yaitu: 1. Tetapi angina pectoris stabil terutama ditujukan untuk menghindarkan terjadinya infark miokard akut dan kematian sehingga meningkatkan harapan hidup serta mengurangi gejala dengan harapan meningkatnya kualitas hidup. Mengetahui patofisiologi dari angina pektoris 5. Bagaimana diagnosa dari angina pektoris? 7. Mengetahui penatalaksanaan dari angina pektoris BAB II . Penderita angina pectoris stabil dengan resiko tinggi atau resiko sedang yang kurang berhasil dengan terpi standar. Ada berapakah klasifikasi angina pektoris? 4.

Tejadinya serangan angina menunjukan adanya iskemia. prevalensi sakit jantung (angina pectoris) berdasarkan informasi pernah didiagnosis sakit jantung oleh tenaga kesehatan selama hidupnya sebesar 1. Namun angina merupakan hal yang mengancam kehidupan dan dapat menyebabkan disritmia atau bekembang menjadi infark meokardium (Udjianti.1 Definisi angina pektoris Angina pectoris adalah suatu syndrome yang ditandai dengan rasa tidak enak yang berulang di dada dan daerah lain sekitarnya yang berkaitan yang disebabkan oleh ischemia miokard tetapi tidak sampai terjadi nekrosis. penyebab diperkirakan berkurangnya aliran darah koroner. Angina biasanya diakibatkan oleh penyakit aterosklerotik dan hampir selalu berhubungan dengan sumbatan arteri koroner utama (Smaltzer. Rasa tidak enak tersebut sering kali digambarkan sebagai rasa tertekan. 2010).3%dan yang pernah diobati sebesar 0. rasa kemeng. menyebabkan suplai oksigen kejantung tidak adekuat atau dengan kata lain suplai kebutuhan jantung meningkat. sesak nafas pada saat aktivitas yang disebabkan oleh gangguan fungsi akibat ischemia miokard (Sjaifoelah Noor. leher. 2006). rasa terbakar. Pengalaman sakit jantung (angina pectoris) menurut gejala dilaporkan oleh 5-1 per 1000 penduduk umur 5-21 tahun dimana 93% di antaranya tidak tercakup oleh sistem pelayanan kesehatan. 2010). Rasa tidak enak tersebut biasanya berkisar 1 – 15 menit di daerah retrosternal. 2. PEMBAHASAN 2. tetapi dapat juga menjalar ke rahang. rasa bengkak dan rasa seperti sakit gigi. Angina pectoris adalah suatu sindroma klinis yang ditandai dengan episode atau paroksisma nyeri atau perasaan tertekan didada depan. punggung dan lengan kiri. Iskemia yang terjadi pada agina terbatas pada durasi serangan tidak menyebabkan kerusakan permanen jaringan meokardium. kadang-kadang juga menjalar ke lengan kanan.2 Epidemiologi Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2004 menunjukkan diantara penduduk Indonesia umur 2-15 tahun. bahu.9%. Kadang-kadang keluhannya dapat berupa cepat capai. Walaupun jarang. Menurut data SKRT 2004. rasa terjerat. prevalensi penyakit jantung berdasarkan keterangan pernah di diagnosis oleh tenaga .

4 %. tekanan darah dan atatus inotropik jantung sehingga kebutuhan O2akan bertambah seperti pada aktifitas fisik. Akan tetapi bila kebutuhan aliran darah melebihi jumlah yang dapat melewati obstruksi tersebut. obstruksi koroner tidak selalu menyebabkan terjadinya iskemik seperti waktu istirahat.  Sakit dada timbul setelah melakukan aktivitas.kesehatan pada penduduk umur 15 tahun sebesar 2. Penyempitan dari lumen pembuluh darah terjadi bila serat otot halus dalam dinding pembuluh darah koroner dapat mengiringi terjadinya iskemik actual/ perluasan dari infark miokard. makan makanan berat dan stress. 2. Angina Pectoris Tidak Stabil . Pada keadaan ini. akan tetapi iskemik dan timbul gejala angina. 2010 ). spasme pembuluh koroner. 2007) adalah : Angina Pectoris Stabil Pada nekropsi biasanya didapatkan aterosklerosis koroner.4 Klasifikasi dari angina pektoris Adapun klasifikasi angina pectoris (Kumar. insufiensi atau hipertropi kardiomiopati tanpa disertai obstruksi. pajanan terhadap dingin. 2.2% dan prevalensi gejala penyakit jantung dalam 1 tahun terakhir sebesar 8. Karen hal ini kelanjutan dari stenosis aorta berat.  Bersifat stabil tidak ada perubahan serangan dalam angina selama 30 hari. takikardi paroksimal (Barbara C Long.  Pada phisical assessment tidak selalu membantu dalam menegakkan diagnosa. latihan fisik. Penyebab lainnya adalah spasme arteri koroner. Sedangkan penyebab lain dari asteroskterosis yang dapat mempengaruhi diameter lumen pembuluh darah koroner dapat berhubungan dengan obnormalitas sirkulasi (Udjianti. 2006).  Lamanya serangan biasanya kurang dari 10 menit. Angina pektoris akan timbul pada setiap aktifitas yang dapat meningkatkan denyut jantung. peningkatan kebutuhan tubuh metabolic. udara dingin dan makan yang banyak.3 Etiologi dari angina pektoris Penyebab dari angina pectoris antara lain : ateroskelerosis.

2006) adalah sakit dada sentral atau restrosentral yang dapat menyebar kesalah satu atau kedua tangan.  Timbul waktu istirahat/kerja ringan. Angina yang terjadi spontan umumnya waktu istirahat dan pada waktu aktifitasringan. Angina dapat terjadi pada saat istirahat maupun bekerja. dalam 30 hari terakhir tidak ada perubahan dalam hal frekueensi. lama dan factor-faktor pencetusnya (sakit dada tidak lebih lama dari 15 menit). 2. Pada patologi biasanya ditemukan daerah iskemik miokard yang mempunyai ciri tersendiri. Peningkatan obstruksi koroner yang tidak menetap ini selama terjadinya angina waktu istirahat jelas disertai penurunan aliran darah arteri koroner.  EKG: Deviasi segment ST depresi atau elevasi. Insufisiensi koroner akut atau Sindroma koroner pertengahan. sebelumnya dengan angina stabil atau angina pada pertama kali. parahnya dan atau lama sakitnya dan faktor pencetusnya. Penderita dengan angina pektoris stabil. Penelitian terbaru menunjukkan terjadinya obsruksi yang dinamis akibat spasme koroner baik pada arteri yang sakit maupun yang normal.5 Tanda Dan Gejala Gejalanya (Syaufuddin. akibat penurunan suplai O2 darah ke miokard secara tiba-tiba. Biasanya terjadi karena spasme arteri koroner EKG deviasi segment ST depresiatau elevasi yang timbul pada waktu serangan yang kemudian normal setelah serangan selesai. Sakit sering timbul pada kegiatan fisik maupun emosi atau dapat timbul spontan waktu istirahat. Angina dekubitus. Angina Variant Bentuk ini jarang terjadi dan biasanya timbul pada saat istirahat. pola sakit dadanya dapat dicetuskan kembali oleh kegiatan dan oleh factor-faktor pencetus tertentu.  Fisical assessment tidak membantu. Penderita dengan angina pektoris dapat dibagi dalam beberapa subset klinik. Sering . Pada angina pektoris tidak stabil. umumnya terjadi perubahan-perubahan pola : meningkatnya frekueensi. leher atau punggung. Bentuk ini merupakan kelompok suatu keadaan yang dapat berubah seperti keluhan yang bertambah progresif. Unstable angina (angina tak stabil / ATS) Istilah lain yang sering digunakan adalah Angina preinfark. Angina kresendo. Angina yang baru pertama kali atau angina stabil dengan karakteristik frekuensi berat dan lamanya meningkat.

ataupun kebutuhan metabol ik yang bertambah sep erti yang dapat d iju mp ai p ad a hi perti roi d. pendeknya terjadi crescendo ke arah perburukan gejala- gejalanya. antara lain penyempitan akibat proseJaterosklerosis. penyumbatan sementara oleh trombus dan trombus yang beragregasi. 2. angina tidak stabil. Faktor pencetus yang paling banyak menyebabkan angina adalah kegiatan fisik. takikardia paroksismal dengan irama ventrikular yang cepat. Berkurangnya aliran darah pembuluh darah koroner ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Patofisiologi angina pektoris: . spasme pembuluh darah koroner. antara lain berupa angina pektoris. serangan angina timbul pada waktu istirahat. Pada angina pektoris tidak stabil serangan terjadi pada waktu istirahat. Penyebabnya ialah spasme pembuluh koroner. gangguan hantaran jantung dan kematian mendadak. tidur ataupun aktivitas minimal. Rasa sakit dada pada keadaan ini terjadinya lebih lama daripada angina biasa dan frekuensi timbulnya serangan lebih sering.termasuk di sini sakit waktu istirahat.6 Patofisiologi Pada angina pektoris. iskemik miokard asimtomatilg kegagalan jantung aritmia. Semua keadaan ini meningkatkan kebutuhan oksigen miokard dengan mengingkatkan baik denyut nadi maupun tekanan darah sistemik. Rasa sakit dada ini disebabkan karena adanya iskemia miokard akibat suplai darah dan oksigen yang berkurang. stenosis aorta. emosi yang berlebihan dan kadang-kadang sesudah makan. Angina jenis ini dapat berkembang menjadi infark miokard atau aritmia atau fibrilasi ventrikel. Pada pemeriksaan EKG akan tampak elevasi segmen ST. Manifestasi penyakit jantung koroner dapat bervariasi. infark miokard akut. akibat spasme pembuluh darah koroner yang sudah sklerotik atau spasme pembuluh koroner normal. anemia berat. Hasil perkalian kedua parameter ini merupakan indeks dari kebutuhan oksigen miokard. Pada Prinzmetal angina yang disebut juga variant angina pektoris. penderita sering merasakan sakit pada daerah dada. Subset ketiga adalah angina Prinzmetal (variant) yang terjadi karena spasme arteri koronaria.

Dengan berkurangnya jumlah curah jantung sekuncup (jumlahdarah yang dikeluarkan setiap kali jantung berdenyut) ↓ Berkurangnya daya kontraksi dan gangguan gerak jalan / heremodinamik ↓ Tekanan jatung kiri. tekanan akhir diastolic ventrikel kiri dan tekanan dalam paru-paru kiri meningkat ↓ Peningkatan ringan tekanan darah dan denyut jantung ↓ Nyeri 2. Penimbunan lemak (lipid) dan jaringan abrous pada dinding arteri koroner ↓ Penyempitan pembuluh darah koroner ↓ Obstruksi / hambatan aliran darah miokard ↓ Iskemia (berkurangnya kadar O2) ↓ Mengubah metabolism aerobic menjadi an-aerobik ↓ Tertimbun asam laktat ↓ pH sel menurun ↓ Muncul efek hipoxia ↓ Mengganggu fungsi ventrikel sinistra ↓ Menurunnya fungsi ventrikel sinistra dapat mengurangi curah jantung.8 Manifestasi Klinis .

Holter Monitor. menyebabkan frekuensi jantung meningkat. pintasan darah untuk pencernaan membuat nyeri angina semakin buruk)  Stress atau berbagai emosi akibat situasi yang menegangkan. a) Nyeri seperti diperas. Pada waktu serangan angina. Gambaran EKG kadang-kadang menunjukkan bahwa pasien pernah mendapat infark miokard pada masa lampau. Kadang- kadang EKG menunjukkan pembesaran ventrikel kiri pada pasien hipertensi dan angina. dengan demikian beban kerja jantung juga meningkat. Elektro Kardio Gram Gambaran elektrokardiogram (EKG) yang dibuat pada waktu istirahat dan bukan pada waktu serangan angina seringkali masih normal. nyeri biasanya berkurang dengan istirahat. pergelangan tangan dan tangan yang menyertai nyeri d) Pada angina stabil dan tidak stabil. b) Rasa sesak. EKG akan menunjukkan adanya depresi segmen ST dan gelombang T menjadi negatif. permukaan dalam tangan kiri. sternal. c) Rasa lemah atau baal di lengan atas. dapat mengakibatkan basokonstriksi dan peningkatan tekanan darah. tercekik dan kualitas yang terus-menerus. akibat pelepasan adrenalin dan meningkatnya tekanan darah. terjepit. diikat atau tertekan (biasanya tidak menusuk). Kadang-kadang EKG menunjukkan perubahan segmen ST dan gelombang T yang tidak khas. atau thoraks yang menghilang selama 2-10 menit. terasa panas di daerah perikardium. disertai dengan peningkatan kebutuhan oksigen  Makan makanan berat akan meningkatkan aliran darah ke daerah mesenterik untuk pencernaan. permukaan ulnar jari manis dan jari kelingking. rahang bawah. . sehingga menurunkan ketersediaaan darah untuk suplai jantung (pada jantung yang sudah sangan parah. Angina Prinzmental tidak mereda dengan istirahat tetapi biasanya menghilang selama 5 menit. atau substernum dada. dapat memicu serangan dengan cara meningkatkan kebutuhan oksigen jantung  Pajanan terhadap dingin. e) Tercetus oleh  Latihan fisik. kemungkinan menyebar ke lengan.

dan evaluasi terapi (pemasangan pacemaker). Sebuah pewarna disuntikkan pada waktu itu untuk membantu sinar x “melihat” jantung dan arteri lebih jelas. Angiografi Curone Angiogram. Alat ini dapat berguna untuk mengetahui adanya gangguan irama jantung (aritmia) atau kejadian epileptic (EEG) yang sulit diketahui bila dipantau dalam jangka pendek. yang akan mengungkapkan penyempitan yang mungkin dapat menyebabkan penurunan aliran darah ke otot jantung dan gejala terkait angina. telah menjadi tes diagnostik yang paling akurat untuk menunjukkan keberadaan dan luasnya penyakit koroner. Holter monitor merupakan alat praktis yang mampu memantau berbagai aktivitas listrik selama 24 jam untuk menilai irama jantung. Tes stres dilakukan bersamaan dengan EKG sebelum. Foto Rontgen Dada . hasil elektrokardiogram saat istirahat tidak akan menunjukkan adanya kelainan. Bersamaan dengan perekaman. Bila terdapat keluhan berupa pusing. Dalam prosedur ini. digunakan tabung fleksibel (kateter) yang panjang dan tipis untuk melakukan manuver ke dalam arteri yang terletak di lengan atau pangkal paha. posisi ruang jantung. Kateter ini akan dilewatkan lebih lanjut melalui arteri ke salah satu dari dua arteri koroner utama. fungsi jantung mungkin perlu dievaluasi di bawah tekanan fisik dari latihan. Alat ini menggunakan elektroda yang dipasangkan di dada yang dihubungkan ke alat yang berfungsi menyimpan informasi mengenai aktivitas listrik jantung selama periode perekaman. Banyak sinar x singkat dibuat untuk menciptakan sebuah “film” darah mengalir melalui arteri koroner. Tekanan darah juga diukur selama uji stres. tekanan darah rendah. Karena gejala angina terjadi selama stress (latihan fisik). Stres Testing Bagi banyak orang dengan angina. dan setelah latihan untuk mencari kelainan terkait stress (latihan fisik). pingsan. lelah berkepanjangan atau berdebar tanpa adanya perubahan pada pemeriksaan EKG saat istirahat. yang pada dasarnya sinar x dari arteri koroner. pasien mencatat aktivitas dan keluhan yang muncul saat perekaman. selama.

propranolol. 2) Mengurangi symptom dan frekwensi serta beratnya ischemia. Efek samping biasanya muncul bradikardi dan timbul blok atrioventrikuler. metoprolol. kontraktilitas . dengan demikian meningkatkan kualitas hidup. Nitrat dan Nitrit Merupakan vasodilator endothelium yang sangat bermanfaat untuk mengurangi symptom angina pectoris. nadolol. Untuk mencegah terjadinya toleransi dianjurkan memakai nitrat dengan periode bebas nitrat yang cukup yaitu 8 – 12 jam. isosorbid mononitrat. Terapi Farmakologi 1. dengan demikianmeningkatkan kuantitas hidup. Salah satu masalah penggunaan nitrat jangka panjang adalah terjadinya toleransi terhadap nitrat. nitrogliserin. Prinsip penatalaksanaan angina pectoris adalah : meningkatkan pemberian oksigen (dengan meningkatkan aliran darah koroner) dan menurunkan kebutuhan oksigen (dengan mengurangi kerja jantung). Kalsium Antagonis Obat ini bekerja dengan cara menghambat masuknya kalsium melalui saluran kalsium. Obat penyekat beta antara lain : atenolol. Nitrat menurunkan kebutuhan oksigen miokard melalui pengurangan preload sehingga terjadi pengurangan volume ventrikel dan tekanan arterial.7 Penatalaksannaan Ada dua tujuan utama penatalaksanaan angina pectoris : 1) Mencegah terjadinya infark miokard dan nekrosis. 3. yang akan menyebabkan relaksasi otot polos pembulu darah sehingga terjadi . disamping juga mempunyai efek antitrombotik dan antiplatelet. Foto rontgen dada seringkali menunjukkan bentuk jantung yang normal. tekanan di arteri dan peregangan pada dinding ventrikel kiri. Obat golongan nitrat dan nitrit adalah : amil nitrit. Penyekat Beta Obat ini merupakan terapi utama pada angina. ISDN. 3. 2. tetapi pada pasien hipertensi dapat terlihat jantung yang membesar dan kadang-kadang tampak adanya kalsifikasi arkus aorta. Penyekat beta dapat menurunkan kebutuhan oksigen miokard dengan cara menurunkan frekwensi denyut jantung.

Komplikasi  Stres psikologis  Infark Miokard  Aritmia  Gagal jantung BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan . verapamil. isradipin. Mengurangi stress untuk menurunkan kadar adrenalin yang dapat menimbulkan vasokontriksi pembulu darah. Kalsium antagonis juga menurunkan kabutuhan oksigen miokard dengan cara menurunkan resistensi vaskuler sistemik. felodipin. nikardipin. Terapi Non Farmakologis Ada berbagai cara lain yang diperlukan untuk menurunkan kebutuhan oksigen jantung antara lain : pasien harus berhenti merokok. Penggunaan kontra sepsi dan kepribadian seperti sangat kompetitif. bepridil. Golongan obat kalsium antagonis adalah amlodipin. nifedipin. sehingga memaksa jantung bekerja keras. vasodilatasi pada pembuluh darah epikardial dan sistemik. karena merokok mengakibatkan takikardia dan naiknya tekanan darah. agresif atau ambisius. nimodipin. Pengontrolan gula darah. diltiazem. Orang obesitas dianjurkan menurunkan berat badan untuk mengurangi kerja jantung.

5. 2.1. Etiologi dari angina pectoris terdiri dari 4 bagian yaitu a) Arterosklerosis. Pemeriksaan diagnosa dari angina pectoris. Prinsip penatalaksanaan angina pectoris adalah : meningkatkan pemberian oksigen (dengan meningkatkan aliran darah koroner) dan menurunkan kebutuhan oksigen (dengan mengurangi kerja jantung). . adalah : a) Elektrokardiogram (EKG) b) Holter monitor c) Angiografi Curone d) Stress testing e) Foto rontgen dada 6. b) Angina pectoris tidak stabil. c) Angina variant 4. Angina pektoris adalah nyeri dada yang ditimbukan karena iskemik miokard dan bersifat sementara atau reversibel. b) Aorta insufisiensi c) Spasmus arteri koroner d) Anemi berat 3. Penatalaksanaan dari angina pectoris terdiri dari terapi farmakologis dan terapi non farmakologis. Macam Macam Angina Pectoris : a) Angina pectoris stabil.