You are on page 1of 11

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM

PERBANYAKAN TANAMAN SECARA INVITRO

(PBT 155)

Organogenesis Tak Langsung

Oleh:

1. Ari P Dewi Hasan 14713003
2. Bashir Rahman 14713006
3. Fatimah Azzahroh 14713015
4. Firza Syahlian 14713016
5. Siswi Wahyu 14713027

JURUSAN BUDIDAYA TANAMAN PANGAN

POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

2016

BAB I. PENDAHULUAN

1 Latar Belakang Salah satu dampak dalam peningkatan ekspor komoditi pertanian adalah kebutuhan bibit yang semakin meningkat. Mahasiswa dapat mengetahui cara dan melakukan penanaman perbanyakan tanaman secara melalui organogenesis tak langsung. Bibit dari varietas unggul yang jumlahnya sangat sedikit dapat segera dikembangkan melalui kultur jaringan. Pada tanaman perbanyakan melalui kultur jaringan. organ atau bagian tanaman dalam media buatan secara steril dengan lingkungan yang terkendali. Bibit dari suatu varietas unggul yang dihasilkan jumlahnya sangat terbatas.2 Tujuan Adapun tujuan dari praktikum ini mahasiswa diharapkan untuk mampu : 1. Mahasiswa dapat mengetahui eksplan yang digunakan pada perbanyakan invitro melalui organogenesis tak langsung. Penyediaan bibit yang berkualitas baik merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dalam pengembangan pertanian di masa mendatang. sedangkan bibit tanaman yang dibutuhkan jumlahnya sangat banyak. Kultur jaringan adalah metode perbanyakan vegetatif dengan menumbuhkan sel. Mahasiswa dapat mengetahui pengertian dari perbanyakan invitro melalui organogenesis tak langsung. 1. yaitu kemampuan sel untuk beregenerasi menjadi tanaman lengkap kembali. bila berhasil dapat lebih menguntungkan karena sifatnya akan sama dengan induknya (seragam) dan dalam waktu yang singkat bibit dapat diproduksi dalam jumlah banyak dan bebas penyakit. Salah satu teknologi harapan yang banyak dibicarakan dan telah terbukti memberikan keberhasilan adalah melalui teknik kultur jaringan. 3. 2. .1. Melalui kultur jaringan tanaman dapat diperbanyak setiap waktu sesuai kebutuhan karena faktor perbanyakannya yang tinggi. Tanaman bisa melakukan kultur jaringan jika memiliki sifat totipotensi.

2011). Sel-sel penyusun kalus merupakan sel-sel parenkim yang mempunyai ikatan yang renggang dengan sel-sel lain. didalam media yang mengantung auksin dan kadang-kadang juga sitokinin. Dalam kultur jaringan. 2011).pembentukan tunas adventif (organogenesis) dan pembentukan Embrio somatik (embriogenesis). kalus diharapkan dapat memperbanyak dirinya (massa selnya) secara terus menerus. selain itu dapat diperoleh biakan steril (mother stock) sehingga dapat digunakan sebagai bahan untuk perbanyakan selanjutnya. BAB II. mesofil. Organ tersebut dalam dapat berupa cambium vascular. cadangan makanan perisikle. dimana selanjutnya membelah menghasilkan suatu masa sel globular atau meristemiod. Kombinasi media dasar dan zat pengatur tumbuh yang tepat akan meningkatkan aktivitas pembelahan sel dalam proses morfogenesis dan organogenesis (Lestari. Kultur kalus memiliki potensial . 2011). Tujuan kultur kalus adalah untuk memperoleh kalus dari eksplan yang diisolasi dan ditumbuhkan dalam lingkungan terkendali. Mikropropagansi merupakan suatu penggunaan teknik kultur jaringan untuk perbanyakan tanaman dengan menggunakan bagian kecil dari tanaman yang ditumbuhkan secara in vitro ( Sisunandar. Untuk mendapatkan hasilyang optimum maka penggunaan media dasar dan zat pengatur tumbuh yang tepat merupakan factor yang penting. dan embrioid yang nantinya akan membentuk planlet (Rukmana. Organogenesis merupakan proses pembentukan dan perkembangan tunas dari jaringan meristem. Keuntungan perbanyakan bibit secara kultur jaringan antara lain dapat diperoleh bahan tanaman yang unggul dalam jumlah banyak dan seragam. tunas. parenkim. Di sini tunas adventif maupun akar akan terbentuk dengan diawali terjadinya kalus. kalus dapat dihasilkan dari potongan organ yang telah steril. TINJAUAN PUSTAKA Kultur jaringan merupakan salah satu reknik dalam perbanyakan secara klonal untuk perbanyakan masal. kotiledon. bersifat kenyal dan berkembang menjadi primodium pucuk atau akar. 1997). Kejadian ini dapat terjadi langsung pada eksplan atau tidak langsung melalui pembentukan kalus (Nugrahani dkk. Tahapan-tahapan Mikropropagasi menurut George dan sherington 1984 ada tiga cara yaitu multiplikasi tunas dari meristem. Kalus mempunyai perutmbuhan yang abnormal dan berpotensi untuk berkembang menjadi akar. Proses organogenesis dimulai dengan perubahan sel parenkim tunggal atau sekelompok kecil sel. Organogenesis tidak langsung untuk inisiasi tunas melalui kalus. daun dan jaringan provaskular. pucuk atau aksiler.

dan ini sangat dikehendaki oleh pemulia tanaman sebagai sumber keragaman genetik (Roostika dkk. sering gagal beregenerasi membentuk tunas atau hanya membentuk akar.morfogenetik bervariasi. 2005). Kalus dari beberapa jenis tanaman atau dari beberapa eksplan. Perbanyakan tanaman melalui kalus akan menghasilkan tanaman dengan genetik yang bervariasi. .

17 Letakkan pada arak. 14 Tanam eksplan pada media. Tunggu beberapa saat hingga dingin. 4 Semprot alat dan bahan yang akan digunakan sebelum dimasukkan ke laminar.selesai Tempat: Laboratorium Kultur Jaringan Politeknik Negeri Lampung 3. nampan. 2 Pilih daun melinjo yang tidak terlalu muda atau tidak terlalu tua. hand sprayer.1 Waktu dan Tempat Waktu : 29 September 2016 . media ms0+IAA. 16 Tutup kembali dengan plastic lalu ikat dengan dua buah karet hingga kencang dan benar-benar rapat. 3 Siapkan alcohol 90%. 7 Bilas dengan air steril sebanyak tiga kali. karet. pisau. 9 Sterilkan petridish. Digoncangkankan/diaduk hingga merata selama 15 menit lalu bilaskembali dengan air sebanyak tiga kali. 15 Tutup botol jam menggunakan alumunium foil yang sebelumnya telah disterilkan dengan cara dipanaskan diatas Bunsen. 10 Ambil satu helai daun melinjo lalu letakkan ke dalam petridish 11 Potong daun seluas 1m x 1m ambil bagian tulang daunnya juga. daun lada. Sedangkan bahan-bahan yang diperlukan selama praktikum ialah daun melinjo. alumunium foil. botol jam. petridish.4D. air steril. pisau. 3. 8 Sterilkan lagi dengan chloroc 25 ml lalu tambahkan air 225 ml. 5 Sterilkan daun melinjo dengan cara daun dimasukkan ke dalam botol jam lalu diberikan chloroc 50 ml dan tambahkan air hingga 250 ml.2 Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan ialah pinset.3 Prosedur Kerja A. 12 Tutup petridish. 6 Aduk hingga rata dengan digoncang-goncangkan selama 15 menit. METODE PELAKSANAAN 3. pinset dan spatula dengan dipanaskan diatas Bunsen. spatula. BAB III. 13 Ambil media ms0 yang telah disediakan. Perbanyakan bibit tanaman Melinjo secara invitro embryogenesis langsung 1 Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. daun nilam. media ms0+2. alcohol. .

Tutup petridish. Bilas dengan air steril sebanyak tiga kali. 6. 14. 10. Sterilkan daun nilam dengan cara daun dimasukkan ke dalam botol jam lalu diberikan chloroc 50 ml dan tambahkan air hingga 250 ml. Aduk hingga rata dengan digoncang-goncangkan selama 15 menit. Ambil satu helai daun melinjo lalu letakkan ke dalam petridish 11. 2. pinset dan spatula dengan dipanaskan diatas Bunsen. Letakkan pada arak. Perbanyakan bibit tanaman Lada secara invitro embryogenesis tak langsung 1. 12. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. Digoncangkankan/diaduk hingga merata selama 15 menit lalu bilaskembali dengan air sebanyak tiga kali. Semprot alat dan bahan yang akan digunakan sebelum dimasukkan ke laminar. Sterilkan lagi dengan chloroc 25 ml lalu tambahkan air 225 ml. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. Potong daun seluas 1m x 1m ambil bagian tulang daunnya juga. Semprot alat dan bahan yang akan digunakan sebelum dimasukkan ke laminar. 4. 7. Aduk hingga rata dengan digoncang-goncangkan selama 15 menit. 2. 4. 3. 17. C. Siapkan alcohol 90%. 15. Siapkan alcohol 90%. Pilih daun lada yang tidak terlalu muda atau tidak terlalu tua. Perbanyakan bibit tanaman Nilam secara invitro embryogenesis tak langsung 1. 6. 5. . 16. Sterilkan petridish. pisau. 8. 13. 7. 9. 5. Tanam eksplan pada media. Tunggu beberapa saat hingga dingin. 3. Sterilkan lagi dengan chloroc 25 ml lalu tambahkan air 225 ml. B. Sterilkan daun lada dengan cara daun dimasukkan ke dalam botol jam lalu diberikan chloroc 50 ml dan tambahkan air hingga 250 ml. Tutup botol jam menggunakan alumunium foil yang sebelumnya telah disterilkan dengan cara dipanaskan diatas Bunsen. Bilas dengan air steril sebanyak tiga kali. Tutup kembali dengan plastic lalu ikat dengan dua buah karet hingga kencang dan benar-benar rapat. Pilih daun nilam yang tidak terlalu muda atau tidak terlalu tua. Ambil media ms0 yang telah disediakan. Digoncangkankan/diaduk hingga merata selama 15 menit lalu bilas kembali dengan air sebanyak tiga kali. 8.

14. Potong daun seluas 1m x 1m ambil bagian tulang daunnya juga. Tutup petridish. 15. . Tutup kembali dengan plastic lalu ikat dengan dua buah karet hingga kencang dan benar-benar rapat.9. 16. pinset dan spatula dengan dipanaskan diatas Bunsen. Ambil media ms0 yang telah disediakan. Tanam eksplan pada media. Letakkan pada arak. Ambil satu helai daun melinjo lalu letakkan ke dalam petridish 11. 12. Tunggu beberapa saat hingga dingin. pisau. 17. 13. 10. Sterilkan petridish. Tutup botol jam menggunakan alumunium foil yang sebelumnya telah disterilkan dengan cara dipanaskan diatas Bunsen.

Keberhasilan praktikum dapat dilihat satu minggu setelah pelaksanaan ditandai dengan media dan eksplan yang tidak terkontaminasi dan daun yang mengalami pembengkakan. dan daun lada. Kontaminasi pada media kultur jaringan berupa mikroorganisme yang mengganggu tanaman seperti jamur dan bakteri. Kontaminan bisa berasal dari lingkungan kerja. Menurut Pierik (1987) dan Suryowinoto (1996). atau alat inokulasi yang responnya bisa berlangsung cepat atau beberapa waktu sesudah inokulasi eksplan. proses terjadinya kalus disebabkan adanya rangsangan luka. Terbentuknya kalus juga disebabkan sel-sel kontak dengan media terdorong menjadi meristematik dan selanjutnya aktif mengadakan pembelahan seperti jaringan penutup luka. rangsangan tersebut menyebabkan kesetimbangan pada dinding sel berubah arah. daun nilam. Harapannya dari bagian daun ini akan membentuk kalus. . Pembengkakan ini disusul dengan terbentuknya kalus pada pinggir daun atau dibagian tulang daun. sebagian protoplas mengalir keluar sehingga mulai terbentuk kalus. BAB IV. Proses kontaminasi lazim terjadi pada kultur jaringan. eksplan. Kontaminasi pada kultur jaringan merupakan kejadian terbawanya atau masuknya unsur- unsur yang tidak dikehendaki ke dalam objek yang tengah diamati. karena pertulangan daun merupakan daerah penyalur makanan ke seluruh bagian permukaan daun sehingga sel yang terdapat dekat pertulangan daun dapat membelah dan membentuk kalus. Pada prkaktikum yang dilakukan beberapa sampel memperlihatkan keberhasilan sedangkan yang lainnya mengalami kontaminasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembentukan kalus diawali dengan terjadinya pembengkakan pada permukaan eksplan. Pada saat praktikum eksplan diambil dari bagian daun melinjo.

.

KESIMPULAN Kesimpulan yang didapat dari praktikum yang telah kami dilakukan ialah: 1. dan kalus dibutuhkan kebersihan untuk menghindari terjadinya kontaminasi pada eksplan yang ditanam. Perbanyakan invitro dengan organogenesis tidak langsung diawali dengan pembentukan kalus. batang bawah. Pelaksanaan praktikum harus benar-benar tepat karena sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan dan kontaminasi. pucuk. sehingga sterilisasi alat adalan faktor yang sangat penting. Dalam setiap pelaksanaan penanaman eksplan baik berupa mata tunas. media yang dipakai pada praktikum ini yaitu media Ms yang ditambahkan dengan beberapa ZPT seperti auksin. Media adalah salah satu faktor penentu untuk pertumbuhan tanaman. 4. 2. . BAB V. 3.

co. DAFTAR PUSTAKA http://febbymardhiana10.co.blogspot.html http://nurdianaagrotek.co.blogspot.id/2011/01/laporan-perbanyakan-tanaman.id/2015/03/makalah-kultur-jaringan.html http://tirmaputri. BAB V.blogspot.html .id/2015/03/laporan-praktikum-kultur-jaringan.