You are on page 1of 4

Latar Belakang

Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang menganut paham demokrasi.
Dimana dengan paham tersebut kekuasaan berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
Dalam hal ini, semua masyarakat mendapatkan kebebasan untuk berpartisipasi dalam
pemerintahan karena setiap warga negara mempunyai hak untuk mengemukakan pendapat. Di
Indonesia sendiri, terdapat sarana yang dapat digunakan untuk mengungkapkan pendapat. Sarana
tersebut salah satunya adalah melalui pers. Pers adalah salah satu sarana bagi warga negara untuk
mengeluarkan pikiran, ide-ide maupun pendapat serta memiliki peranan penting dalam negara
demokrasi. Pers yang bebas dan bertanggung jawab memegang peranan penting dalam
masyarakat demokratis dan merupakan salah satu unsur bagi negara dan pemerintahan yang
demokratis pula.
Babak baru dalam dunia pers datang ketika keruntuhan kekuasaan rezim presiden
Soeharto pada tahun 1998. Hal tersebut dianggap sebagai suatu pencerahan bagi rakyat yang
menginginkan suatu reformasi dari segala bidang mulai dari ekonomi, politik, sosial, dan budaya
yang sempat terbelenggu oleh rezim orde baru. Tumbuhnya kebebasan pers pada masa reformasi
merupakan angin segar bagi masyarakat. Karena kehadiran pers saat ini dianggap sudah mampu
mengisi kekosongan ruang publik yang menjadi celah antara penguasa dan rakyat. Sehingga saat
ini, pers di Indonesia sudah bebas bahkan dapat dikatakan pula menjadi sudah sangat bebas. Hal
ini dapat kita lihat salah satunya adalah dari media yang mengekspos kehidupan pribadi
seseorang yang sebenarnya tidak perlu dipublikasikan. Selain itu, kita juga dapat mengamati
berbagai pendapat dari masyarakat yang jika kita telaah karena kebebasan pers, malah menjadi
masalah baru dan juga dapat meresahkan masyarakat.1
Seperti kejadian tahun lalu mengenai perpanjangan PT.Freeport yang tidak diketahui
banyak orang. Pers memberitakan tentang hal yang tidak seharusnya di beritakan. Menurut
banyak pendapat terjadi permainan politik agar khalayak tidak mengetahui kejadian tersebut,
terjadi pengalihan isu terhadap kontrak kerja PT.Freeport dengan adanya bom yang terjadi di
Jakarta tepatnya di (SarinahPersimpanganjalan M.H. Thamrin) tak lama dari kejadian tersebut
tiba-tiba satu minggu kemudian pers memberitakan bahwa PT.Freeport telah di perpanjang

1 Miss Comunication, Makalah Mengenai Pers, http://amankeun.blogspot.co.id/, diakses pada tanggal 10
Maret 2017

sehingga harus mendapat jaminan dan perlindungan hukum. dan peranannya dengan sebaik-baiknya berdasarkan kemerdekaan pers yang profesional. bahwa pers nasional sebagai wahana komunikasi massa. kemerdekaan menyatakan pikiran dan pendapat sesuai dengan hati nurani dan hak memperoleh informasi. memajukan kesejateraan umum. Jadi hal ini terjadi permainan politik oleh para kalangan atas. atau media lainnya serta masyarakat umum dalam memperoleh informasi. yang diperlukan untuk menegakkan keadilan dan kebenaran. c. Ayat 9 : Pembredelan atau pelarangan penyiaran adalah penghentian penerbitan dan peredaran atau penyiaran secara paksa atau melawan hukum. bahwa kemerdekaan pers merupakan salah satu wujud kedaulatan rakyat dan menjadi unsur yang sangat penting untuk menciptakan kehidupan bermasyarakat. merupakan hak asasi manusia yang sangat hakiki. berbangsa dan bernegara yang demokratis. kewajiban. penyebar informasi. dan pembentuk opini harus dapat melaksanakan asas. Khalayak semua tercengang-cengang melihat pemberitaan tersebut. kenapa pers baru memberitakan setelah perpanjangan PT. diakses pada tanggal 18 Maret 2017 . dan mencerdaskan kehidupan bangsa. dan bernegara yang demokratis. fungsi. serta bebas dari campur tangan dan paksaan dari manapun. berbangsa. Pasal 1 UUD 1999 1.Freeport yang sebelumnya. b.Freeport telah usai. Ayat 3 : Kantor berita adalah perusahaan pers yang melayani media cetak. MENURUT UU NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS DENGAN RAHAMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. media elektronik. http://www.com. hak.radioprssni. Kenapa media manapun tidak ada yang memberitakan tentang perpanjangan PT.2 2 Edi Sudibyo. bahwa dalam kehidupan bermasyarakat. sehingga pers takut untuk memberitakan karena mereka telah diajak bekerjasama agar tidak memberitahukan informasi mengenai perpanjangan PT.kembali.Freeport kepada khalayak banyak. sehingga kemerdekaan mengeluarkan pikiran dan pendapata sebagaimana tercantum dalam Pasal 28 Undang-undang Dasar 1945 harus dijamin. UU NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS. 2.

sehingga informasi yang disampaikan sesuai dengan fakta yang ada dan tidak melanggar peraturan. Diakses pada tanggal 19 Maret 2017 . Koran. Tidak Paham Makna "Off the Record" · Menurut Kode Etik Jurnalistik. Begitu pula off the record tidak berlaku bagi informasi yang sudah menjadi rahasia umum.BENTUK PELANGGARAN DAN TANGGUNG JAWAB TERHADAP UNDANG – UNDANG NO. Media massa juga merupakan media yang selalu menjadi perhatian masyarakat. http://cancergoxil. 1. apabila narasumber sudah mengatakan bahan yang diberikan atau dikatakannya adalah off the record. Tanggung Jawab Pers Terhadap Implementasi Undang – Undang No. 3 Dwi Andika. Selain ketentuan tersebut diatas. Artinya. wartawan tidak boleh menyiarkannya. kehidupan masyarakat pada masa sekarang ini hampir tidak pernah lepas dari media massa baik itu televisi. radio. Keefektifan serta peranannya yang begitu hebat menjadikan media massa menjadi salah satu komponen penting bagi pembentukan kepribadian masyarakat.blogspot. 40 TAHUN 1999 DAN KODE ETIK. wartawan wajib menghormati ketentuan tentang off the record. 3 Menurut Gamle Dan Gamle Bagian komunikasi antara manusia ( human communication ) yang berarti media merupakan saluran atau sarana dalam memperluas dan memperjauh jangkauan proses penyampaian pesan antar manusia.id.co. dalam penyampaian informasi haruslah sesuai dengan peraturan atau ketetapan yang berlaku serta kode etik. sejak awal ia boleh membatalkan pertemuan dengan narasumber yang ingin menyatakan keterangan off the record. 40 Tahun 1999 Tentang Pers Dan Kode Etik. Media adalah suatu alat yang digunakan seseorang untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat luas. atau internet. Kalau wartawan tidak bersedia terikat dengan hal itu.

dsb. Oleh karena itu.40 Tahun 1999 tentang Pers dan kode etik jurnalistik haruslah dijalankan dengan baik dan benar sehingga informasi yang disebarkan kepada masyarakat bukanlah seperti pengalihan isu. implementasi dari Undang-Undang No. . dan itupun dapat menimbulkan permasalahan didalam masyarakat.