You are on page 1of 9

PAKET PENYULUHAN

PNEMONIA

Pokok Bahasan : Pneumonia
Sasaran : Pasien, Keluarga Pasien dan Pengunjung.
Waktu : 30 menit
Tanggal : 05 Januari 2017
Tempat : Ruang Penyuluhan IRNA IV

A. Latar Belakang
Penyakit salauran nafas menjadi penyebab angka kematian dan
kecacatn yang tinggi diseluruh dunia. Sekitar 80% dari seluruh kasus
baru praktek umum berhubungan dengan infeksi saluran nafas yang
terjadi di masyarakat atau didalam rumah sakit/pusat perawatan.
Pneumonia yang merupakan bentuk infeksi saluran nafas bawah akut
diparenkim paru yang serius dijumpai sekitar 15%-20%.
Kejadian PN di ICU lebih sering daripada PN diruangan umun,
yaitu dijumpai pada hamper 25% dari semua infeksi pada 9-27% dari
pasien yang diintubasi. Pneumonia dapat terjadi pada orang normal
tanpa kelainan iminitas yang jelas. Namun pada kebanyakan pasien
dewasa yang menderita pneumonia didapati adanya satu atau lebih
penyakit dasar yang mengganggu daya tahan tubuh.
Pneumonia adalah merupakan infeksi akut yang secara anatomi
mengenai lobus paru. Pneumonia adalah radang parenkim paru yang
dapat disebabkan oleh mikroorganisme dan kadang non infeksi.
Pneumonia adalah suatu peradangan atau inflamasi pada
parenkim paru yang umumnya disebabkan oleh agent infeksi.
Pneumonia adalah suatu peradangan alveoli atau pada parenchyma paru
yang terjadi pada anak. (Suriani, 2006). Pneumonia pada anak seringkali
bersamaan terjadinya proses infeksi akut pada bronchus dan disebut
bronchopneumonia.
Terjadinya pneumonia pada anak seringkali bersamaan dengan
terjadinya proses infeksi akut pada bronchus (bronchopneumonia).
Dalam pelaksanaan program P2 ISPA semua bentuk pneumonia (baik
pneumonia maupun bronchopneumonia) disebut Pneumonia.
Bronkhopneumonia lebih sering merupakan infeksi sekunder.
Keadaan yang dapat menyebabkan bronchopneumonia adalah
pertusis, morbili, penyakit lain yang disertai dengan infeksi saluran
pernafasan atas, gizi buruk, paska bedah atau kondisi terminal.

B. Metode Metode penyuluhan yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab. D. E. Tujuan Khusus Setelah mendapat penyuluhan tentang pneumonia di lingkungan rumah sakit. Dalam keperawatan pneumonia atau bronkhopneumonia pada anak(bayi) termasuk masalah yang serius dan mengancam keselamatan jiwa. Tujuan Instruksional 1. Karena sistem pernafasan pada bayi belum matur. Media Media yang digunakan saat penyuluhan adalah Power Point. F. 2. LCD dan leflet. Kegiatan Penyuluhan Tahap Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta Metode Media Pembukaan  Membuka dengan  Mendengarkan Ceramah (5 menit) salam  Memperhatikan  Memperkenalkan diri  Menjawab  Menjelaskan maksud pertanyaan . Laptop. keluarga pasien. diharapkan peserta mampu : 1) Mengetahui pengertian pneumonia 2) Mengetahui klasifikasi pneumonia 3) Mengetahui etiologi pneumonia 4) Mengetahui patofisiologi pnemonia 5) Mengetahui manifestasi klinis pneumonia 6) Mengetahui pemeriksaan diagnostik pneumonia 7) Mengetahui penatalaksanaan pneumonia 8) Mengetahui komplikasi pneumonia C. dan pengunjung. Oleh karena itu. Tujuan Umum Setelah mengikuti penyuluhan tentang pneumonia selama 30 menit peserta dapat mengerti tentang anemia. perawat maupun tim kesehatan lain harus mampu mengidentifikasi dan mengatasi masalah yang ada pada anak (bayi) yang menderita pnuemonia. Sasaran Sasaran penyuluhan adalah pasien.

Pengertian  Memberi Tanya Point pneumonia tanggapan dan jawab 2. dan tujuan penyuluhan  Melakukan kontrak waktu  Menanyakan kepada peserta tentang materi yang akan diberikan Penyajian  Menjelaskan tentang :  Mendengarkan ceramah. Power (15 menit) 1. Klasifikasi pertanyaan pneumonia mengenai hal 3. Penatalaksanaam pneumonia 8. Manifestasi klinis dimengerti pneumonia 5. Komplikasi pneumonia  Memberi kesempatan untuk bertanya / diskusi tentang materi penyuluhan penutup  Menanyakan  Menjawab ceramah. Power (10 menit) pengetahuan peserta pertanyaan Tanya Point setelah dilakukan  Memberikan jawab penyuluhan tanggapan balik  Menyimpulkan hasil kegiatan penyuluhan  Menutup dengan salam . Pemeriksaan diagnostik pneumonia 7. Etiologi pneumonia yang kurang 4. Patofisiologi pneumonia 6.

sasaran mampu memahami tentang masalah Pneumonia. Laptop. 2. . B. 4. Menjelaskan kembali pengertian dari pneumonia. Menyebutkan kembali tanda dan gejala dari Pneumonia. Kriteria Pemantauan dan Evaluasi 1. A. Pemantauan a. 6. Proses  Peserta aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan penyuluhan  Tidak ada peserta yang meninggalkan kegiatan penyuluhan  Narasumber menguasai materi dengan baik c. Tujuan Instruksional Khusus Setelah dilakukan penyuluhan selama 20 menit. 5. 3. G. diharapkan sasaran dapat : 1. Tujuan Instruksional Umum Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit. Menjelaskan bahaya dari Pneumonia. Menjelaskan kembali cara perawatan Pneumonia dirumah. Menyebutkan kembali macam-macam dari pneumonia. Leflet  Paket penyuluhan SPO Up To Date  Waktu kegiatan penyuluhan adalah 30 menit  Tempat penyuluhan adalah diruang penyuluhan  Pengorganisasian penyuluhan disiapkan beberapa hari sebelum kegiatan penyuluhan b. Input  Kegiatan penyuluhan dihadiri minimal oleh 5 peserta  Media penyuluhan yang digunakan adalah LCD. H. Menyebutkan kembali tanda dan gejala dari Pneumonia.

Menjelaskan penatalaksanaan Pneumonia C. 8. Menjelaskan cara pencegahan Pneumonia. Perawatan dan Pencegahan Pneumonia 6. Pra kegiatan pembelajaran.  Menyiapkan ruangan dan media  Menyiapkan waktu b. Pengertian pneumonia 2. Metode : Ceramah dan Tanya Jawab 2. 7. Langkah-langkah : a. Penatalaksanan Pneumonia Pada keluarga D. Kegiatan inti  Penyuluh memberikan ceramah sesuai dengan materi penyuluhan  Sasaran menyimak penyuluhan  Sasaran menyimak penjelasan dari penyuluh tentang pengertian Pneumnia  Sasaran menyimak penjelasan dari penyuluh tentang macam- macam Pneumonia  Sasaran menyimak penjelasan dari penyuluh tentang tanda dan gejala non pneumonia dan Pneumonia  Sasaran menyimak penjelasan dari penyuluh tentang Cara perawatan dan pencegahan pneumonia dan non pneumonia  Sasaran mengemukakan hal-hal yang belum dipahami . Kegiatan membuka pembelajaran  Memberi salam dan perkenalan  Kontrak waktu  Menjelaskan pokok bahasan  Mengungkapkan tujuan pembelajaran  Apersepsi c. Kegiatan Pembelajaran 1. Bahaya Pneumonia 5. Macam-macam pneumonia 4. Materi Penyuluhan 1. Tanda dan Gejala Pneumonia 3.

Kegiatan penutup pembelajaran  Sasaran menjawab pertanyaan penyuluh sebagai evaluasi  Penyuluh menyimpulkan materi yang telah disampaikan  Memberi salam. Perawatan Medikal Bedah 2 (Suatu Proses Pendekatan Keperawatan). Evaluasi Prosedur : Post Test Bentuk : Essay Jenis : Lisan Butir pertanyaan : 1. makanan dan lingkungan anak  Berikan imunisasi lengkap . Batuk pilek dengan disertai demam atau tidak 3. 1993. 2. Pneumonia dan non Pneumonia 4. Jelaskan macam-macam ISPA. Jelaskan pengertian Pneumonia 2. Cara pencegahan ISPA  Menjauhkan anak dari penderita batuk  Memberikan makanan bergizi setiap hari  Jagalah kebersihan tubuh. Bandung. Jelaskan cara pencegahan ISPA Pneumonia Jawaban : 1.  Sasaran menyimak penjelasan dari penyuluh tentang hal-hal yang belum dipahami d. Sumber :  C long Barbara. Buku Pedoman Pemberantasan Penyakit ISPA Untuk Kader F. E. Media Dan Sumber 1. 4. Sebutkan Tanda dan Gejala ISPA non Pneumonia 3. Media : Leaflet dan Lembar Balik 2.  DEPKES RI Direktorat Jendral Pemberantasan Penyakit Menular. Batuk pilek disertai nafas cepat atau nafas sesak. 1996.

2. Saluran pernafasan yaitu bagian tubuh mulai dari hidung hingga paru-paru dan infeksi akut yaitu infeksi yang berlangsung sampai dengan 14 hari. tanpa disertai dengan sesak nafas. MATERI PENYULUHAN 1. tanpa disertai dengan sesak nafas. pilek. ISPA merupakan kependekan dari Infeksi Saluran Pernafasan Akut infeksi ini berarti masuknya kuman penyakit kedalam tubuh manusia dan berkembang biak sehingga menimbulkan penyakit. b. pilek disertai dengan sesak nafas atau nafas cepat. Macam-macam ISPA a. . pilek. Non pneumonia Ditandai dengan batuk. Tanda dan gejala ISPA a. Pneumonia Batuk. 3. Pengertian ISPA. Non pneumonia Adalah penyakit yang ditandai dengan batuk.

Perawatan dan Pencegahan ISPA Pneumonia dan non Pneumonia a. air buah lebih banyak dari biasanya Jika anak terjadi demam . usahakan anak mau makan lagi. Non Pneumonia Bagi anak yang terinfeksi ISPA non Pneumonia perawatan dapat dilakukan dirumah. Berilah ASI lebih banyak untuk bayi c. Bila muntah. Adapun perawatan yang dapat dilakukan ibu dirumah antara lain : 1. Pemberian cairan atau minuman a. Pneumonia Adalah penyakit batuk-pilek disertai dengan sesak nafas atau nafas cepat. Hal ini disebabkan oleh :  Tertular penderita batuk  Gizi anak kurang  Anak tinggal dilingkungan yang tidak sehat  Belum dapat imunisasi yang lengkap. Jika pada anak terjadi batuk . sesak nafas sakit anak jadi lebih berat segera bawa ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat. b. kompres dengan air dingin atau berikan obat penurunan panas (obat warung) khusus untuk anak-anak. Beri minum air hangat. . 4. Hindari pemakaian selimut atau pakaian tebal. Berilah makanan atau ASI selama sakit b. makanan dan lingkungan anak  Berikan imunisasi lengkap b. tidak mau minum. misalnya : tidak mau makan. Perbanyak jumlahnya setelah sembuh c. Berikan makanan dengan porsi kecil tapi sering. Pneumonia Dapat dicegah dengan cara :  Menjauhkan anak dari penderita batuk  Memberikan makanan bergizi setiap hari  Jagalah kebersihan tubuh. Berilah minuman lebih banyak b. 2. Pemberian makanan a. berikan obat batuk tradisional yang dianjurkan oleh petugas kesehatan Jika timbul tanda-tanda penyakit bertambah. Bahaya Pneumonia Pneumonia dapat menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani 5.

Pneumonia tidak berat Tanda dan gejala antara lain : 1) Batuk. Pneumonia berat Tanda dan gejala antara lain : 1) Batuk. Penatalaksanaan ISPA a. nafas cepat lebih dari 60 x / mnt Penatalaksanaan : Dengan segera membawa anak kepetugas kesehatan atau Rumah Sakit terdekat .6. pilek dan nafas cepat 2) 2 bulan sampai 1 tahun lebih dari 50 x / mnt 3) 1 sampai 5 tahun lebih dari 40 x / mnt Penatalaksanaan : Dengan segera membawa anak kepetugas kesehatan atau puskesmas atau Rumah Sakit atau segera hubungi kader-kader kesehatan terdekat b. pilek dengan nafas cepat atau sesak nafas 2) Pada umur kurang dari 2 bulan.