You are on page 1of 19

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kehadiran agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad Saw diyakini
dapat menjamin terwujudnya kehidupan manusia yang sejahtera lahir dan
batin. Petunjuk-petunjuk agama mengenai berbagai kehidupan manusia,
sebagaimana terdapat di dalam sumber ajarannya, Alquran dan Hadis,
tampak amat ideal dan agung. Islam mengajarkan kehidupan yang
dinamis dan progresif, menghargai akal pikiran melalui pengembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi, bersikap seimbang dalam memenuhi
kebutuhan material dan spiritual, senantiasa mengembangkan kepedulian
sosial, menghargai waktu, bersikap terbuka, demokratis, berorientasi
pada kualitas, egaliter, kemitraan, anti-feodalistik, mencintai kebersihan,
mengutamakan persaudaraan, berakhlak mulia dan bersikap positif
lainnya.

Menurut Fazlur Rahman secara eksplisit dasar ajaran Alquran adalah
moral yang memancarkan titik beratnya pada monoteisme dan keadilan
social, dapat dilihat misalnya pada ajaran tentang ibadah yang penuh
dengan muatan peningkatan keimanan, ketaqwaan yang diwujudkan
dalam akhlak yang mulia.

Al-Qur’an merupakan sumber hukum dalam Islam. Kata sumber
dalam artian ini hanya dapat digunakan untuk Al-Qur’an maupun sunnah,
karena memang keduanya merupakan wadah yang dapat ditimba hukum
syara’, tetapi tidak mungkin kata ini digunakan untuk ijma’ dan qiyas
karena memang keduanya merupakan wadah yang dapat dotimba norma
hukum. Ijma’ dan qiyas juga termasuk cara dalam menemukan hukum.
Sedangkan dalil adalah bukti yang melengkapi atau memberi petunjuk
dalam Al-Qur’an untuk menemukan hukum Allah, yaitu larangan atau
perintah Allah.

1

2. muamalah dan lain-lain. dan hari kemudian (Doktrin Aqoid). Hukum-hukum amaliah yang bersangkut paut dengan tindakan setiap mukallaf. ibadah. Hukum-hukum akidah (keimanan) yang bersangkut paut dengan hal- hal yang harus dipercaya oleh setiap mukallaf mengenai malaikatNya. para rasulNya. 2 . 3. Hukum-hukum Allah yang bersangkut paut dengan hal-hal yang harus dijadikan perhiasan oleh setiap mukallaf berupa hal-hal keutamaan dan menghindarkan diri dari hal kehinaan (Doktrin Akhlak). maka pertama kali yang harus dicari sumber hukum dalam Al-Qur’an seperti macam-macam hukum di bawah ini yang terkandung dalam Al-Qur’an. meliputi masalahucapan perbuatan akad (Contract) dan pembelanjaan pengelolaan harta benda. yaitu: 1. Apabila terdapat suatu kejadian. kitabNya.

seperti terdapat dalam surat Al-Qiamah (75) : 17-18 :           ”Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. BAB II PEMBAHASAN 2. Secara Istilah (Terminologi) Adapun definisi alqur’an secara istilah menurut sebagian ulama ushul fiqih adalah: ‫كل م الله تعالى المنزل على محمد صلى الله عليه وسلم باللفظ‬ ‫العربي المنقول الينا بالتواترالمكتوب بالمصاحف المتعبدبتلوته المبدوء‬ ‫بالفاتحة والمختو م بسورة الناس‬ Artinya: 3 .” 2. Apabila Kami telah selesai membacakannya Maka ikutilah bacaannya itu.1 Pengertian Al – Qur’an 1. Secara Bahasa (Etimologi) Merupakan bentuk mashdar (kata benda) dari kata kerja Qoro-’a (‫ )قرأ‬yang bermakna membaca atau baca’an.

tetapi fungsi utamanya adalah sebagai petunjuk bagi seluruh ummat manusia. Al-Baqarah. petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” (Q. 4 . Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam. termasuk hukum islam. “Kalam Allah ta’ala yang diturunkan kepada Rasul dan penutup para Nabi-Nya. M. Kebenaran Al-Qur’an Abdul Wahab Khallaf mengatakan bahwa “ kehujjahan Al-Qur’an itu terletak pada kebenaran dan kepastian isinya yang sedikitpun tidak ada keraguan atasnya”. maka seluruh hukum-hukum yang terkandung di dalam Al-Qur’an merupakan Aturan-Aturan Allah yang wajib diikuti oleh seluruh ummat manusia sepanjang masa hidupnya. diawali dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Naas. dintaranya : 1.” 2.2 Kehujjahan Al-Qur’an Sebagai Sumber Hukum Islam Yang Utama Para Ulama’ sepakat menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber pertama dan utama bagi Syari’at Islam. dan menganggapnya al-qur’an sebagai hukum islam karena di latar belakangi sejumlah alasan. Quraish Shihab menjelaskan bahwa “seluruh Al-Qur’an sebagai wahyu. 2 :2). merupakan bukti kebenaran Nabi SAW sebagai utusan Allah. S. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT yang Artinya:           “Kitab (Al-Qur’an ini tidak ada keraguan padanya. Berdasarkan ayat di atas yang menyatakan bahwa kebenaran Al- Qur’an itu tidak ada keraguan padanya.

Allah telah menjamin keselamatan Al- Qur’an sepanjang masa. 2. S. Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar yang diberikan kepada nabi Muhammad SAW. Seluruh nabi dan rasul memiliki mukjizat. karena Al-Qur’an adalah suatu mukjizat yang dapat disaksikan oleh seluruh ummat manusia sepanjang masa. hal tersebut sesuai dengan firman-Nya :         “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami tetap memeliharanya” (Q. Mukjizat merupakan suatu kelebihan yang Allah SWT berikan kepada para Nabi dan Rasul untuk menguatkan kenabian dan kerasulan mereka. Al-Hijr. 2. Adapun beberapa bukti dari kemukjizatan Al-Qur’an. termasuk di antara mereka adalah Rasulullah Muhammad SAW yang salah satu mukjizatnya adalah Kitab Suci Al-Qur’an. 15:9). Kemukjizatan Al-Qur’an Mukjizat memiliki arti sesuatu yang luar biasa yang tiada kuasa manusia membuatnya karena hal itu adalah di luar kesanggupannya. dan apa-apa yang telah tercantum di dalam ayat-ayat tersebut adalah benar adanya. 5 . antara lain: 1. dan untuk menunjukan bahwa agama yang mereka bawa bukanlah buatan mereka sendiri melainkan benar-benar datang dari Allah SWT. Di dalam Al-Qur’an terdapat fakta-fakta ilmiah yang ternyata dapat dibuktikan dengan ilmu pengetahuan pada zaman yang semakin berkembang ini. Di dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang berisi tentang kejadian-kejadian yang akan terjadi di masa mendatang. karena Rasulullah SAW diutus oleh Allah SWT untuk keselamatan manusia kapan dan dimana pun mereka berada.

Karena kalam Allah termasuk Sifat Allah. Dalam artian tidak dapat di pisahkan. dan beranggapan bahwa Al-Quran tidak bisa dilepaskan dari As-Sunnah karena hubungan antara keduanya sangat erat sekali. Pendapat Imam Syafi’i Imam Syafi’i berpendapat bahwa Al-Qur’an merupakan sumber hukum islam yang paling pokok. 3. dan Dia berpendapat bahwa Al-Qur’an itu bukan makhluk. sehingga beliau berkata. Dan imam malik mengikuti jejak mereka dalam cara menggunakan ra’yu. misalnya: Dengan bahasa Parsi walaupun tidak dalam keadaan Madharat. dalam hal ini Imam Malik mengikuti Ulama Salaf (Sahabat dan Tabi’in) yang membatasi pembahasan Al-Qur’an sesempit mungkin karena mereka khawatir melakukan kebohongan terhadap Allah SWT. Akan tetapi Imam Abu Hanifah itu berpendapat bahwa Al-Quran itu mencakup maknanya saja. Al-Qur’an sebagai Sumber Hukum Menurut Imam Madzhab. Padahal menurut Imam Syafi’i sekalipun seseorang itu bodoh tidak di bolehkan membaca Al-Qur’an dengan menggunakan bahasa selain Arab. Pandangan Imam Abu Hanifah Imam Abu Hanifah sependapat dengan jumhur ulama’ bahwa Al- Qur’an merupakan sumber hukum islam. Dengan demikian. Diantara dalil yang menunjukan pendapat Imam Abu Hanifah tersebut. Pandangan Imam Malik Menurut Imam Malik. “ seandainya aku mempunyai wewenang untuk membunuh seseorang yang menafsirkan Al-Qur’an ( dengan daya nalar murni) maka akan kupenggal leher orang itu. hakikat al-Quran adalah kalam Allah yang lafadz dan maknanya berasal dari Allah SWT . 2.”. bahwa dia membolehkan shalat dengan menggunakan bahasa selain arab. Sehingga seakan akan 6 . Imam Malik juga sangat menentang orang-orang yang menafsirkan Al-Qur’an secara murni tanpa memakai atsar. Sebagai sumber hukum islam.Diantaranya : 1.

beliau menganggap keduanya berada pada satu martabat. Sehingga al-qur’an tidak bisa di pisahkan dengan sunnah atau hadits. keadaan Madharat.3 Petunjuk (Dilalah) Al – Qur’an Adapun di tinjau dari segi Dilalah-Nya. Pandangan Imam Ahmad Ibnu Hambali Imam Ibnu Hambali berpendapat bahwa Al-Qur’an itu sebagai sumber pokok hukum islam. Nash yang Qath’i dilalah-nya Yaitu nash yang tegas dan jelas maknanya tidak bisa di takwil. Beliau mengharuskan peguasaan bahasa Arab bagi mereka yang mau memahami dan mengistinbat hukum dari Al-Qur’an. Alqur’an juga mengandung hukum-hukum yang bersifat GLOBAL (luas atau umum). Misalnya dengan bahasa persi walaupun tidak dalam. yang tidakakanberubah sepanjang masa. 4. Nikah dan ibadah-ibadah lainnya. yang mana keduanya ini sama-sama berasal dari Allah SWT. Imam Ahmad yang memandang bahwa Sunnah mempunyai kedudukan yang kuat disamping Al-Qur’an sehingga tidak jarang beliau menyebutkan bahwa sumber hukum itu adalah Nash tanpa menyebutkan Al-Qur’an dahulu atau As-Sunnah dahulu tapi yang dimaksud Nash tersebut adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah. kami ulangi kembali bahwa pendapat Imam Syafi’i ini berbeda dengan pendapat Abu Hanifah yang menyatakan bahwa bolehnya shalat dengan menggunakan bahasa selain Arab. tidak mempunyai makna yang lain. dan tidak tergantung pada hal- 7 . seperti halnya Imam As-Syafi’I. karna Sunnah ini merupakan penjelas dari alqur’an. Dengan demikian tak heran bila Imam Syafi’i dalam berbagai pendapatnya sangat mementingkan penggunaan Bahasa Arab. a. namun bukan berarti Imam Syafi’i menyamakan derajat Al-Qur’an dengan Sunnah. misalkan dalam Shalat. Perlu di pahami bahwa kedudukan As-Sunnah itu adalah sumber hukum setelah Al-Qur’an. 2. ayat-ayat Al-Qur’an itu dapat di bagi dalam dua bagian.

dan dalam memahaminya tidak memerlukan ijtihad.4 Sistematika Hukum Dalam Al-Qur’an Alqur’an Sebagai sumber hukum yang utama. hukuman had zina sebanyak seratus kali dera. pengharaman riba . Dalil-dalil syara’ yang bergantung pada dalil yang zhanni menjadi zhanni pula. juga berbeda pandapat mengenai jumlah ayat yang termsuk qath’i atau zhanni dilalah. dan sebagainya. dan sebagainya. Imam Asy-syatibi menegaskan behwa wujud dalil syara’ yang dengan sendirinya dapat menunjukkan dilalah yang qath’i itu tidak ada atau sangat jarang. Contoh yang dapat dikemukakan di sini. Hukum-Hukum I’tiqadiyah (Akidah/Kepercayaan) 8 . iqtidha-nya. b. adalah ayat yang menetapkan kadar pembagian waris. 2. Nash yang Zhanni dilalah-nya Yaitu nash yang menunjukkan suatu makna yang dapat di- takwil atau nash yang mempunyai makna lebih dari satu. pengharaman daging babi. maknanya jelas tegas dan menunjukkan arti dan maksud tertentu. Ayat ayat yang menyangkut hal-hal tersebut. Dalil syara’ yang qath’i tubut pun untuk menghasilkan dilalah yang qath’i masih bergantung pada premis- premis yang seluruh atau sebagiannya zhanni . Para ulama. baik karena lafazdnya musytarak (homonim) atapun karena susunan kata-katanya dapat dipahami dengan berbagai cara. selain berbeda pendapat tentang nash Al-qur’an mengenai penetapan yang qath’i dan zhanni dilalah. seperti dilalah isyarat-nya . hal lain di luar nash itu sendiri. maka Al-Qur’an memuat sisi-sisi hukum yang mencakup berbagai bidang. Secara garis besar Al-Qur’an memuat tiga sisi pokok hukum yaitu: 1.

meliputi keimanan kepada Allah. Sedangkan Aqidah menurut istilah adalah urusan-urusan yang harus dibenarkan oleh hati dan diterima dengan rasa puas serta terhujam kuat dalam lubuk jiwa yang tidak dapat digoncangkan oleh badai subhat (keragu-raguan).” (Q. Menurut bahasa. hari Qiyamat dan ketetapan Allah (qadha dan qadar). kata aqidah berasal dari bahasa Arab yaitu [-‫د‬ ‫ق د‬ ‫عد د‬ ‫قد د‬ ‫ع د ْق‬-‫د‬ ‫ق د‬ ‫ ]ي دعْق ق‬artinya adalah mengikat atau mengadakan perjanjian. Mengenal Allah dari nama dan sifat-sifatnya dapat membuka cakrawala betapa besar kekuasaan-Nya. Kitab-kitab. Beriman kepada kitab – kitab Allah                              9 . Hukum-Hukum I’tiqadiyah ialah hukum-hukum yang berkaitan dengan kewajiban orang mukallaf. Ayat – ayat di dalam Alqur’an mengenai Hukum-Hukum I’tiqadiyah a.S Al –Isra’:110) b.                          “ Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dia mempunyai Al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu". Rasul-rasul. Malaikat-malaikat. dengan nama yang mana saja kamu seru. Mengenal Allah SWT Mengenal Allah SWT merupakan bentuk dan akidah yang paling utama.

dan Allah menurunkan bersama mereka kitab yang benar.S Al – Baqarah : 213) c. (setelah timbul perselisihan).” (Q. Maka Allah mengutus Para Nabi. dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. Hukum-Hukum Moral/akhlaq 10 . Iman kepada Nabi dan Rasul Allah SWT                                 “Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada Kami. karena dengki antara mereka sendiri. sebagai pemberi peringatan. untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendak- Nya. Isma'il. Ya'qub dan anak cucunya. tidaklah berselisih tentang kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab.S Al – Baqarah : 136) 2. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan Kami hanya tunduk patuh kepada-Nya". Ishaq. Yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata. dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim.” (Q.                         “Manusia itu Adalah umat yang satu.

menciptakan ( ‫التقدير‬ ‫)والبداع‬. Ayat – ayat di dalam Alqur’an mengenai Hukum- HukumMoral/akhlaq:      “dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung” (Q. Secara bahasa ( etimologi ) Kata akhlak (‫ ) اللخل ق‬merupakan jama' dari khuluq (‫لخدل(ق‬ ‫لخل د د‬ ‫ ) د‬yang masing-masing berakar dari kata khalaqa (‫(ق‬ ‫) د‬ yang secara bahasa memiliki arti menaqdirkan.S Al Isra: 23)                 11 . Hukum-Hukum Moral/akhlaq ialah hukum-hukum yang berhubungan dengan perilaku orang mukallaf guna menghiasi dirinya dengan sifat-sifat keutamaan/fadail al a’mal dan menjauhkan diri dari segala sifat tercela yang menyebabkan kehinaan.S Al Qalam : 4)                             “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu. Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia”(Q.

” (Q. Hukum-Hukum Amaliyah ialah segala aturan hukum yang berkaitan dengan segala perbuatan. bekerja. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan Barangsiapa yang tidak bertobat. dusturiyah dan dauliyah. jinayat dan uqubat. Secara istilah Amaliyah adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan tata cara amal. ahwalusy syakhshiyah. boleh Jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya. janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain. boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim. perjanjian dan muamalah sesama manusia (ibadat . jihad. 12 . mu’amalah madaniyah dan maliyahnya.S Al-Isra : 37) 3.S Al-Hujurat : 11)                “dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong. Hukum-Hukum Amaliyah ‫م د‬ Secara bahasa ( etimologi ) Kata Amal (‫ل‬ ‫ )دء د‬berarti mengamalkan. dsb). karena Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali- kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung” (Q.                            “Hai orang-orang yang beriman. berbuat. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan.Segi hukum inilah yang lazimnya disebut dengan fiqh al-Qur’an dan itulah yang dicapai dan dikembangkan oleh ilmu ushul al-Fiqh.

jinayat dan lain-lain selain ibadah. kelompok. Dengan demikian. Muamalah ialah aturan-aturan (hukum) Allah SWT untuk mengatur manusia dalam kaitannya dengan urusan duniawi dalam pergaulan sosial. hokum muamalah ini mengatur hubungan manusia dengan manusia. hukum-hukum muamalah itu bercabang sesuai dengan yang berkait dengan hukum muamalah itu sendiri:  ‫ أحكا م الحوال الشخصية‬yaitu hukum yang berhubungan dengan keluarga sejak dibinanya. 2) ‫(أحكا م المعملت‬hukum-hukum muamalah).                             “Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan isteri-isteri (hendaklah Para isteri itu) menangguhkan dirinya (ber'iddah) 13 . mengatur hubungan suami isteri dan keluarga. masalah belanja. Yang dimaksud dengan hukum ini. sumpah dan ibadah-ibadah lain yang menyangkut hubungan manusia dengan tuhan. serta antara satu dengan yang lainnya. puasa. hukum-hukum selain ibadah disebut hukum muamalah. hukuman. baik secara perorangan. zakat. bangsa atau jama’ah. haji. Ayat – ayat di dalam Alqur’an mengenai Hukum-Hukum Amaliyah Hukum-hukum ‫ عملية‬berdasarkan Al-Qur’an dibagi menjadi dua bagian: 1) ‫( أحكا م العبادات‬hukum-hukum ibadah). nadzar. seperti akad. Di dalam Al-Qur’an yang membicarakan tentang hukum ini terdapat 70 ayat. Di dalam istilah sekarang. atau dapat diringkas. seperti shalat. didalam istilah syara’.

juga penentuan hak bagi korban tindak pidana dengan pelakunya atau umat/masyarakat. 14 .S An-nisa : 29)  ‫( أحكا م الجنائية‬hukum pidana). koperasi. Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.”(Q.empat bulan sepuluh hari. dan masyarakat dalam kaitannya dengan urusan kekayaan dan memelihara hak-hak masing-masing. masyarakat dan kelompok. utang piutang. misalnya masalah jual beli. Di dalam Al-Qur’an yang membicarakan tentang hukum ini terdapat 70 ayat. penggadaian. Yang dimaksudkan dengan hukum ini ialah memelihara ketenteraman hidup manusia dan harta kekayaan. sewa menyewa. memenuhi janji dan bertanggung jawab. dan janganlah kamu membunuh dirimu. kemudian apabila telah habis 'iddahnya. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. kecuali dengan jalan perniagaan yang Berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. yakni yang berhubungan dengan muamalah antar individu.                           “Hai orang-orang yang beriman. janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil.” (Q. Yang dimaksudkan disini ialah mengatur hubungan individu. Di dalam Al-Qur’an yang membicarakan tentang hukum ini terdapat 30 ayat. Di samping itu. penanggungan. Maka tiada dosa bagimu (para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut. kehormatan dan hak kewajiban.S Al baqarah : 234)  ‫( أحكا م المدنية‬hukum perdata). yakni yang berkait dengan kejahatan yang dilakukan mukallaf dan sangsi pidananya.

jadilah kamu orang yang benar- benar penegak keadilan. Yang dimaksud dengan hukum ini ialah tata aturan tentang kesanggupan melaksanakan prinsip keadilan antar umat manusia. Maka Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui segala apa yang kamu kerjakan. Maka jauhilah perbuatan- perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. mengundi nasib dengan panah. menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu.S An – Nisaa : 135) 15 . Di dalam Al-Qur’an yang membicarakan tentang hukum ini terdapat 13 ayat.S Al-maidah : 90)  ‫( أحكا م المرافعات‬hukum acara). masalah saksi dan sumpah. dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi. (berkorban untuk) berhala.” (Q. jika ia Kaya ataupun miskin.                                           “Wahai orang-orang yang beriman.                 “Hai orang-orang yang beriman. yakni berhubungan dengan lembaga pengadilan. Maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. berjudi. Sesungguhnya (meminum) khamar. Adalah Termasuk perbuatan syaitan. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran.” (Q.

Yang dimaksudkan dengan hukum ini ialah memberikan ketentuan- ketentuan bagi hakim dan terdakwa. yakni berhubungan dengan hubungan antar Negara-negara Islam dan Negara-negara non Islam. Di dalam Al-Qur’an yang membicarakan tentang hukum ini terdapat 10 ayat. Serta aturan pergaulan antara non Muslim di dalam Negara Islam. Padahal kamu mengetahui. serta memberikan batasan pergaulan antara umat Islam non Muslim yang berada di Negara Islam. Baik dalam keadaan perang atau damai.                   “Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim. yaitu hukum yang berkaitan dengan aturan undang-undang dan dasar-dasarnya.S Al . supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa. Di dalam Al-Qur’an yang membicarakan tentang hukum ini terdapat 25 ayat.” (Q.  ‫( أحكا م الدستورية‬hukum perundang-undangan). Yang dimaksud dengan hukum ini ialah memberikan batasan dan ketentuan hubungan Negara Islam dengan Negara non Islam.                    16 . serta penetapan hak-hak pribadi dan hak masyarakat.Baqarah : 188)  ‫( أحكا م الدولية‬hukum ketatanegaraan).

yaitu yang berhubungan dengan hak-hak fakir miskin yang meminta-minta. pengurus-pengurus zakat.” (Q. kemungkaran dan permusuhan. “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) Berlaku adil dan berbuat kebajikan. dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. untuk (memerdekakan) budak. Yang dimaksud dengan hukum ini ialah mengatur hubungan keuangan antara pihak kaya dan pihak miskin. untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan. dan fakir miskin yang tidak mendapat hak bagiannya dari orang kaya dan mengatur sumber-sumber pendapatan dan pembelanjaannya.                           “Sesungguhnya zakat-zakat itu. memberi kepada kaum kerabat.S An-nahl : 90)  ‫( أحكا م القتصادية و المالية‬hukum ekonomi dan harta benda). hanyalah untuk orang-orang fakir. Di dalam Al-Qur’an yang membicarakan tentang hukum ini terdapat 10 ayat. Para mu'allaf yang dibujuk hatinya. dan Allah melarang dari perbuatan keji. orang- orang miskin. orang-orang yang berhutang. atau antara Negara dan individu. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (Q. sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah.S At-taubah : 60) BAB III PENUTUP 17 .

Hukum-hukum I’tiqodi.1 Kesimpulan 1. dan amaliyah yang kadang- kadang disebut juga syari’atdan menjadi objek fiqih 5. Rizal Qosim. 2011. Hukum-hukum Amaliyah. Hukum-hukum yang dicakup oleh Nash al-Qur’an. yakni. Hukum yang pertama menjadi dasar agama. Al-Qur’an merupakan sumber hukum dalam Islam 2. Kemudian al-hadist. maka pertama kali yang harus dicari sumber hukum di dalam Al-Qur’an. DAFTAR PUSTAKA M. Amaliyah dari segi hukum lazimnya disebut dengan fiqh al-Qur’an dan itulah yang dicapai dan dikembangkan oleh ilmu ushul al-Fiqh. yang kedua menjadi penyempurna bagian yang pertama. Hukum- hukum Akhlak. garis besarnya terbagi kepada tiga bagian. Jakarta: Bumi Aksara 18 . 4. 2008. Pengamalan Fikih. Fikih MA XII. Surabaya: Aqila Sunarso. 3. Apabila terdapat suatu kejadian. 3.

http://erwin- zhonata.wordpress. Fiqh Muamalah. 2012.wordpress. 18 Maret 2017 Febrian Sururi. 2011. Tafsir ayat-ayat Ekonomi Harta Kekayaan. Fiqih Muamalah.id/2013/04/tafsir-ayat-ayat-ekonomi- harta-kekayaan/. https://nizaryaseer.blogspot.co.com/2013/12/22/hukum-hukum-yang-ada-di- dalam-al-quran-beserta-kedudukan-ayat-ayatnya/. 2011. Hukum-hukum yang ada di dalam Alqur'an beserta kedudukan ayat ayatnya.co. 2014.id/2011/01/fiqh-muamalah/. Jakarta: Rajawali Press Imron Busfa. https://febriansururi. https://setiawantopan. Dalil Alqur'an tentang Akidah. Ayat-ayat Alqur'an tentang peradilan dan hakim. http://ariefmuliadi30. Alqur'an sebagai sumber hukum.http://imron- busfa. Jakarta: Amzah Suhendi Hendi.com/2011/10/10/dalil-alquran-tentang- aqidah/. 18 Maret 2017 Arif Muliadi.blogspot. 2012.Abdul Rahman Dahlan.wordpress. 2013.com/2012/08/02/ayat-ayat-al-quran- tentang-peradilan-dan-hakim/. 18 Maret 2017 Erwin Zhonata.id/2012/04/makalah-al-quran-sebagai-sumber-hukum/. 18 Maret 2017 Nizar Yaseer. 2011.co. 18 Maret 2017 19 .blogspot. 18 Maret 2017 Setiawan Topan. Buku Ushul Fikih. 2013.