You are on page 1of 6

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Dalam rangka pembangunan hukum, upaya pembaharuan hukum dan pemantapan kedudukan serta
peranan badan-badan penegak hukum negara terarah dan terpadu dibutuhkan untuk dapat mendukung
pembangunan nasional serta kesadaran hukum dan dinamika yang berkembang dalam masyarakat
Indonesia.

Sehubungan dengan itu lembaga-lembaga hukum atau badan-badan penegak hukum seperti
kepolisian, kejaksaan, pengadilan, lembaga pemasyarakatan, lembaga bantuan hukum dan sebagainya
perlu untuk lebih memantapkan kedudukan, fungsi dan peranannya dalam rangka melaksanakan tugas
dan wewenangnya masing-masing di dalam negara kesatuan Republik Indonesia.

Bahwa pembangunan nasional di bidang hukum adalah terbentuk dan berfungsi sistem hukum
nasional yang mantap, bersumber pada pancasila dan UUD 1945 dengan memperhatikan
kemajemukan tatanan hukum yang berlaku, yang mampu menjamin kepastian, ketertiban, penegakan
dan perlindungan hukum serta untuk memantapkan penyelenggarakan pembinaan keamanan umum
dan ketentraman masyarakat dalam sistem keamanan dan ketertiban masyarakat swakarsa dengan
berintikan Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara penegak hukum yang
profesional, maka dianggap perlu untuk memberikan landasan hukum yang kukuh dalam tata susunan
tugas dan wewenang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

1.2 Rumusan masalah

Topik pembahasan dalam makalah ini, kami kembangkan berdasarkan Rumusan masalah sebagai
berikut:

1. Apa definisi Kepolisian?
2. Apa fungsi Kepolisian?
3. Apa tugas pokok dan wewenang Kepolisian?
4. Mengapa hukum kepolisian harus dipatuhi oleh seluruh anggota kepolisian?

yang bertanggung jawab langsung di bawah Presiden. pengayoman. tertib. Namun. Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah bagian dari ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia). fungsi adalah sekelompok pekerjaan kegiatan-kegiatan dan usaha yang satu sama lainnya ada hubungan erat untuk melaksanakan segi-segi tugas pokok. . pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka terpeliharanya keamanan dalam negeri. Menurut kamus WEBSTER. Hal ini dikarenakan adanya perubahan paradigma dalam sistem ketatanegaraan yang menegaskan pemisahan kelembagaan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing. kehidupan politik. Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) adalah Kepolisian Nasional di Indonesia. 2. yakni sebagai alat Negara yang menjaga kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) yang bertugas melindungi. Adapun Kepolisian menurut Undang-undang Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 1997 pasal 1 dan Undang-Undang Kepolisian Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2002 pasal 1 ialah segala hal-ihwal yang berkaitan dengan fungsi dan lembaga polisi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Fungsi kepolisian adalah menyelenggarakan keamanan dan ketertiban masyarakat. Fungsi kepolisian yang ada di masyarakat menjadi aman. status Kepolisian Republik Indonesia sudah tidak lagi menjadi bagian dari ABRI. damai dan sejahtera. yaitu suatu badan yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dan menjadi penyidik perkara kriminal. BAB II PEMBAHASAN 1. Pada awal mulanya. yaitu “politia”. Fungsi kepolisian (POLRI) terkait erat dengan Good Governance. “polizei” (Jerman) dan menjadi “polisi” (Indonesia). “polite” (Belanda).1 Definisi Kepolisian Istilah “polisi” berasal dari bahasa latin. mengayomi dan melayani masyarakat serta menegakkan hukum yaitu sebagai salah satu fungsi pemerintahan hukum.1 Fungsi Kepolisian Kata ‘fungsi’ berasal dari bahasa inggris “function”. Dari uraian tersebut di atas jelaslah bahwa fungsi adalah merupakan segala kegiatan dan usaha yang dilakukan dalam rangka melaksanakan tugas sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan. sejak dikeluarkannya Undang-Undang Kepolisian Nomor 2 Tahun 2002. 79 Tahun 1969 (lampiran 3). Polri mengemban tugas-tugas kepolisian di seluruh wilayah Indonesia. the special work done by an structure. perlindungan. dan pelayanan kepada masyrakat yang diperoleh secara atributif melalui ketentuan Undang-Undang (pasal 30 UUD 1945 dan pasal 2 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang POLRI) . “function” berarti performance. artinya tata negara. kemudian menjadi “police” (Inggris). Polri dipimpin oleh seorang Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). tentram. penegakan hukum. Selain itu menurut Keputusan Presiden Republik Indonesia No. perlindungan.

1. menerima laporan dan/atau pengaduan. menyelenggarakan indentifiksi kepolisian. dan c. 4. membantu menyelesaikan perselisihan warga masyarakat yang dapat menggangu ketertiban umum. turut serta dalam pembinaan hukum nasional. 8. kesadaran hukum masyarakat serta ketaatan warga masyarakat terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan. dan lingkungan hidup dari gangguan ketertiban dan/atau bencana termasuk memberikan bantuan dan pertolongan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. 2. 3. 9. 6. Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut Polri melakukan: 1. menerima dan menyimpa barang temuan untuk sementara waktu . masyarakat. memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap semua tindak pidana sesuai dengan hukum acara pidana dan peraturan perundang-undangan lainnya. memelihara ketertiban dan menjamin keamanan umum. 4. 7. 13. laboratorium forensik dan psikologi kepolisian untuk kepentingn tugas kepolisian. pelaksanaan tugasnya itu dapat dipatuhi. Agar dalam pelaksanaan tugas-tugas kepolisian sebagaimana tersebut di atas dapat berjalan dengan baik. maka oleh Undang-undang Polri diberi kewenangan secara umum yang cukup besar antara lain. 8. menyelenggaran segala kegiatan dalam menjamin keamanan ketertiban dan kelancaran lalu lintas di jalan. 10. serta kegiatan msyarakat. mengeluarkan surat izin dan/atau surat keterangan yang diperlukan dalam rangka pelayanan masyarakat. pengayoman. melakukan tindakan pertama di tempat kejadian. 10. melaksanakan pemeriksaan khusus sebagai bagian dari tindakan kepolisian dalam rangka pencegahan. menegakan hukum. 6. melindungi keselamatan jiwa raga. mencari keterangan dan barang bukti. kegiatan instansi lain. mencegah dan menanggulangi tumbuhnya penyekit msyarakat. melakukan koordinasi. 3. 11. dan pembinaan teknis terhadap kepolisian khusus. kedokteran kepolisian. dan dihormati oleh masyarakat dipatuhi dalam rangka penegakan hukum. dan pelayanan kepada masyarakat. pengawasan. serta 11. mengambil sidik jari dan identitas lainnya serta memotret seseorang.3. melaksanakan tugas lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan. menyelenggarakan Pusat Informasi Kriminal Nasional. 5. 2. memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan kepentingan dalam lingkungan tugas kepolisian. 12. penyidik pegawai negeri sipil. mengeluarkan peraturan kepolisian dalam lingkup kewenangan administratif kepolisian.1 Tugas pokok dan wewenang Kepolisian Tugas pokok Kepolisin Negara Republik Indonesia adalah: a. mengawasi aliran yang dapat menimbulkan perpecahan atau mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. dan bentukbentuk pengamanan swakarsa. yang dalam pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. 5. memberikan bantuan pengamanan dalam sidang dan pelaksanaan putusan pengadilan. 7. melayani kepentingan warga masyarakat untuk sementara sebelum ditangani oleh instansi dan/atau pihak yang berwenang. membina masyarakat untuk meningkatkan parsipasi masyarakat. b. harta benda. 9. ditaati. memberikan perlindungan.

6. menyelenggarakan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor. melaksanakan kewenangan laian yang termasuk dalam lingkup tugas kepolisian. 7. bangsa dan negara ini dalam Undng-Undang itu juga telah memberikan Kewennagan kepada Polri untuk melaksanakan tugas sesuai dengan perundangan yang mengaturnya ttresbut antara lain. memberikan izin operasional dan melakukan pengawasan terhadap badan usaha di bidang jasa pengamanan. telah menetapkan kewenangan sebagai berikut. 8. memanggil orang untuk didengan dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi. 11. 10. 4. menyuruh berhenti orang yang dicurigai dan menanyakan serta memeriksa tanda pengenal diri. 9. 3. Dalam bidang penegakan hukum publik khususnya yang berkaitan dengan penanganan tindak pidanan sebagaimana yang di atur dalam KUHAP. dan penyitaan. 11. 5. mengajukan permintaan secara langsung kepada pejabat imigrasi yang berwenang di tempat pemeriksaan imigrasi dalam keadaan mendesak atau mendadak untuk mencegah atau menangkal orang yng disangka melakukan tindak pidana. penggeledahan. dan . melakukan pengawasan fungsional kepolisian terhadap orang asing yang berada di wilayah Indonesia dengan koordinasi instansi terkait. mewakili pemerintah Republik Indonesia dalam organisasi kepolisian internasional. 1. 3. Polri sebagai penyidik utama yang menangani setiap kejahatan secara umum dalam rangka menciptakan keamanan dalam negeri. maka dalam proses penannganan perkara pidana Pasal 16 UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri. 4. melarang setiap orang meninggalkan atau memasuki tempat kejadian perkara untuk kepentingan penyidikan. Selain kewenangan umum yang diberikan oleh Undang-Undang sebagaimana terebut di atas. 2. 2. memberikan izin dan mengawqasi kegiatan keramaian umum dan kegiatan masyarakat lainnya. memnberikan petunjuk dan bantuan penyidikan kepada penyidik pegawai neri sipil serta menerima hasil penyidikan penyidik pegawai negeri sipil untuk diserahkan kepada penuntut umum. 8. mengadakan penghentian penyidikan. penahanan. melakukan pemeriksaan dan penyitaan surat. dan senjata tajam. 9. memberikan surat izin mengemudi kendaraan bermotor. membawa dan menghadapkan orang kepada penyidik dalam rangka penyidikan. melakukan penangkapan. memberikan petunjuk. 7. mendidik. melakukan kerja sama dengan kepolisian negara lain dalam menyidik dan memberantas kejahatan internasional. bahan peledak. menerima pemberitahuan tentang kegiatan politik. menyerahkan berkas perkara kepada penuntut umum. 10. 1. maka diberbagai Undang-Undang yang telah mengatur kehidupn masyarakat. mendatangkan orang ahli yang diperlukan dalam hubungannya dengan pemeriksaan perkara. 6. memberikan izin dan malakukan pengawasan senjata api. 5. dan melatih aparat kepolisian khusus dan petugas pengaman swakarsa dalam bidang teknis kepolisian.

12. 4. pelanggar hukum dalam usaha menegakan hukum .1 Hukum Kepolisian harus dipatuhi oleh seluruh anggota Kepolisian polisi merupakan ujung tembok penegakan hukum. masuk akal. maupun penindak secara langsung terhadap kesenjangan-kesenjangan serta perilaku yang bersifat kriminal Hukum kepolisian harus dipatuhi oleh anggota kepolisian selain sebagai tugas keseharian ataupun tanggung jawab yang diemban oleh anggota kepolisian itu sendiri. kultural dan ideologis telah menentukan pemberian tempat kepada polisi dalam masyarakatnya. bagaimana perilaku polisi dengan cara-cara kotor dan korup. dan  menghormati hak azasi manusia. pandangan masyarakat tentang polisi akan membawa implikasi pada pandangan mereka terhadap hukum. Oleh karena itu. maka wajah hukum pun dipandang baik. Dengan demikian. .  tidak bertentangan dengan suatu aturan hukum. Tapi untuk menjalankan hukum serta menegakkan hukum yang berlaku seperti yang tercantum pada KUHAP yaitu hukum yang mengatur tentang cara bagaimana kelangsungan atau menyelenggarakan Hukum Pidana Material.  selaras dengan kewajiban hukum yang mengharuskan tindakan tersebut dilakukan. Selain sebagai contoh kepada khalayak umum seperti masyarakat.  harus patut. mengadakan tindakan lain menurut hukum yng bertanggung jawab. Karena itu. maka secara otomatis masyarakatpun memandang hukum sebagai sesuatu yang kotor dan korup. juga andaikann tugas kepolisian dikerjakan dengan baik. sehingga memperoleh keputusan Hakim dan cara bagaimana isi keputusan itu harus dilaksanakan. Pekerjaan kepolisian yang tertanam kedalam masyarakat dapat kita lihat bagaimana struktur sosial. dan bagaimana ia harus bekerja.  pertimbangan yang layak berdasarkan keadaan yang memaksa. dan khususnya. dan termasuk dalam lingkungan jabatannya. yaitu tindakan penyelidik dan penyidik yang dilaksankan dengan syarat sebagai berikut. Juga sebagai penengah. bagaimana ia diterima oleh masyarakat. yang berarti polisilah yang secara langsung berhadapan dengan masyarakat. sikap disiplin serta tanggung jawab pada anggota polisi itu sendiri sangatalah berperan penting.

1/Ikom A2 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Dosen : Ivone Permana. MAKALAH “ Mengapa Hukum kepolisian harus dipatuhi oleh seluruh anggota kepolisian?” Disusun oleh : Fajar Rusdiana (41153030160116) Ilmu Komunikasi. SH. MH ..