You are on page 1of 10

BAB I

PENDAHULUAN

Salmonella merupakan patogen zoonotic yang dapat menyerang
vertebrata. Infeksi akibat Salmonella pada manusia dan hewan ternak
menyebabkan penyakit yang bersifat asimptomatik hingga infeksi sistemik yang
parah yang berakhir dengan mortalitas yang tinggi. Infeksi pada hewan secara
ekonomi penting karena berpengaruh terhadap morbiditas dan mortalitas. Bahkan
jauh lebih penting terhadap kesehatan manusia, salmonellosis dapat tertular akibat
kontak langsung atau tidak langsung dengan hewan yang bersifat reservoir (Libby,
et al. 2004). Penyakit yang disebabkan oleh Salmonella disebut salmonelosis.

Penyakit ini terus meningkat dengan semakin intensifikasinya produksi
peternakan dan teknik laboratorium yang semakin canggih. Bakteri dari genus
Salmonella merupakan bakteri penyebab infeksi. Jika tertelan dan masuk ke
dalam tubuh akan menimbulkan gejala yang disebut salmonellosis. Gejala
salmonellosis yang paling sering terjadi adalah gastroenteritis. Selain
gastroenteritis, beberapa spesies Salmonella juga dapat menimbulkan gejala
penyakit lainnya. Misalnya demam enterik seperti demam tifoid dan demam
paratifoid, serta infeksi lokal (Poeloengan, 2014).

Penularan demam typhoid terjadi melalui mulut, kuman S.typhi masuk ke
dalam tubuh melalui makanan/minuman yang tercemar ke dalam lambung, ke
kelenjar limfoid usus kecil kemudian masuk ke dalam peredaran darah. Kuman
dalam peredaran darah yang pertama berlangsung singkat, terjadi 24-72 jam
setelah kuman masuk, meskipun belum menimbulkan gejala tetapi telah mencapai
organ-organ hati, kandung empedu, limpa, sumsum tulang dan ginjal. Pada akhir
masa inkubasi 5 - 9 hari kuman kembali masuk ke aliran darah (kedua kali) di
mana terjadi pelepasan endoktoksin menyebar ke seluruh tubuh dan menimbulkan
gejala demam typhoid. Masa inkubasi rata-rata 7 - 14 hari. Manifestasi klinik pada
anak umumnya bersifat lebih ringan dan lebih bervariasi. Demam adalah gejala
yang paling konstan di antara semua penampakan klinis. Salmonellosis
merupakan penyakit yang menular pada manusia (zoonosis).

Poeloengan (2014) menambahkan Salmonellosis adalah salah satu
penyakit zoonosis yang disebut foodborne diarrheal disease dan terdapat di
seluruh dunia. Disebut foodborne diarrheal disease karena penyakit ini ditularkan
oleh ternak carrier yang sehat ke manusia melalui makanan yang terkontaminasi
Salmonella spp. dan menyebabkan enteritis, di negara berkembang seperti
Indonesia, dokter praktek dan rumah sakit sering menerima pasien dengan
diagnosa thypus atau parathypus dengan insiden yang cukup tinggi sepanjang
tahun. Insidensi salmonellosis di negara-negara berkembang yang menyerang

manusia meningkat antara tahun 1980-1990an. Infeksi Salmonella dari pangan asal hewan memiliki peranan penting dalam kesehatan masyarakat dan khususnya pada keamanan pangan sehingga produk pangan asal hewan dipertimbangkan menjadi sumber utama pada infeksi salmonella pada manusia. Artinya. Kejadian salmonellosis semakin meningkat dengan semakin banyaknya warung-warung makanan yang tidak higienik. 2008). Sumber penularan berupa keluaran (eksresi) hewan dan manusia baik dari hewan ke manusia maupun sebaliknya. Oleh karena itu penulis ingin mengupas sedikit informasi tentang salmonella dalam kaitannya dengan kesehatan masyarakat. Bakteri ini merupakan indikator keamanan pangan. karena semua serotipe Salmonella yang diketahui di dunia ini bersifat patogen maka adanya bakteri ini dalam air atau makanan dianggap membahayakan kesehatan. Oleh karena itu berbagai standar air minum maupun makanan siap santap mensyaratkan harus bebas Samonella. sejalan dengan semakin intensifnya budidaya ternak dan munculnya salmonella baru. artinya dalam sampel air minum (100 ml) atau sampel makanan (25 gram) tidak ditemukan adanya Salmonella (Tarmudji. .

000 orang meninggal karena demam tipus pada .namun diperkirakan telah menyebabkan kematian tokoh-tokoh terkenal seperti penulis dan penyair Inggris Rudyard Kipling. hati.typhi adalah patogen multi-organ yang mendiami jaringan lympathic dari usus kecil. Di seluruh dunia. Erberth. demam tifoid mempengaruhi sekitar 17 juta orang setiap tahun. dan Afrika dalam kelompok risiko tinggi. limpa. menyebabkan hampir 600. and S . Sedikit yang diketahui tentang sejarah munculnya S. sekitar 70% telah melakukan perjalanan internasional dalam waktu 6 minggu setelah onset penyakit. S. abortusovis secara berurutan sangat erat hubungannya dengan penyakit sistemik pada manusia. dan aliran darah manusia yang terinfeksi. penemu pesawat. VA dimana diperkirakan bahwa 6. 2010 menambahkan S. Dari 266 orang terinfeksi di Amerika Serikat pada tahun 2002. dan Kekaisaran Yunani Alexander Agung. S . Agen penyebab. typhi. typhi pada manusia. gallinarum. et al. Barrow. Tidak diketahui menginfeksi hewan dan paling sering terjadi di negara berkembang dengan sistem sanitasi yang buruk dan kurangnya antibiotik. Wilbur Wright. adalah parasit obligat yang tidak memiliki reservoir alami dikenal di luar manusia. unggas dan domba. Salmonella enterica typhi (disebut sebagai Salmonella typhi). Amerika Latin. Wabah yang paling awal tercatat terjadi di Jamestown. menempatkan wisatawan ke Asia. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Sejarah Bakteri Salmonella awalnya terisolasi pada tahun 1880 oleh Karl J.000 kematian.

berbiak di sel epitel dan menghasilkan toxin yang akan menyebabkan reaksi radang dan akumulasi cairan di dalam usus. yang menjadi penyebab sebagian besar serangan salmonella. hewan. dan bangsa burung. Salmonella mungkin terdapat pada makanan dalam jumlah tinggi.abad ke-17 awal. tetapi tidak selalu menimbulkan perubahan- perubahan. Oleh karena itu cara penularannya adalah melalui mulut karena makan/minum bahan yang tercemar oleh keluaran alat pencernaan penderita. 2001). Salmonella ada di dalam sel epitel akan memperbanyak diri dan menghasilkan thermolabile enterotoxin yang secara langsung mempengaruhi sekresi air dan elektrolit (Ray. S. typhi. dan memiliki angka mortalitas yang tertinggi. paratyphi C. Penyakit ini jarang terjadi di Amerika Serikat dan negara-negara maju. menghasilkan suhu badan yang tertinggi. sehingga terjadi radang usus (enteritis). 2008). S. Kelompok ini termasuk agen yang menyebabkan demam typhoid dan paratyphoid.Salmonella terdiri dari sekitar 2500 serotipe yang hampir semuanya diketahui bersifat patogen baik pada manusia atau hewan (Tarmudji. Salmonella di dalam tubuh host akan menginvasi mukosa usus halus. Salmonella yang hanya menginfeksi manusia. Salmonella akan berkambang biak di dalam alat pencernaan penderita. Patogenesis Habitat bakteri salmonella adalah di dalam alat pencernaan manusia. Kemampuan salmonella untuk menginvasi dan merusak sel berkaitan dengan diproduksinya thermostable cytotoxic factor. Demam typhoid memiliki masa inkubasi terpanjang. 2001). typhi dapat diisolasi dari darah dan kadang-kadang feses dan urin penderita yang menderita demam enteric (Jay 2000). paratyphi A. tetapi selalu menimbulkan risiko munculnya penyakit. karena salmonella menghasilkan racun yang disebut cytotoxin dan enterotoxin (Dharmojono. S. . diantaranya S. Radang usus serta penghancuran lamina propria alat pencernaan oleh penyusupan (proliferasi) salmonella inilah yang menimbulkan diare. Bahan pangan asal hewan termasuk jenis makanan yang sering terkontaminasi.

Pada kuda. radang usus akut yang kemudain menjadi radang usus kronik. Fimbriae merupakan protein polimer permukaan sel bakteri sebagai mediator penting interaksi bakteri terhadap hospes dan survive pada lingkungan. Gambar 2. bersifat fibrin (fibrinous casts). osmolaritas tinggi dan pH rendah (Kundera dkk. Pada kejadian akut penderita sangat depresif. Skema Patogenesis Salmonellosis Salah satu faktor virulensi yang dimiliki Salmonella typhi adalah villi atau fimbriae. pH rendah (acidic stress). diare yang hebat cepat menyebabkan dehidrasi dan kuda dapat mati dalam waktu 24-48 jam kemudian (Dharmojono. merupakan bentuk strategi bakteri untuk bertahan pada lingkungan hospes.5-41. kolonisasi serta invasi pada sel hospes Kemampuan Salmonella typhi melewati masa transisi dari respon dinamis hospes pada saat masuk ke dalam tubuh manusia seperti hiperosmolaritas. Gejala Klinis Salmonellosis memperlihatkan tiga sindrom yang khusus yaitu terjadinya septikemia. Feces berbau amis dan berlendir. motilitas.5 0C). kadang-kadang mengandung kelotokan selaput membrane usus dan terdapat gumpalan-gumpalan darah. 2012). sering kali memperlihatkan aksi merejan disertai mulas yang sangat hebat (tenesmus). diare profuse. Peningkatan virulensi Salmonella typhi akan terjadi bila berada pada kondisi lingkungan oksigen rendah. 2001). garam empedu. demam (suhu badan antara 40. dan respon imun lainnya. .

tak acuh (apatis) sampai berat (delier. Lesi-lesi dapat menyebabkan osteomielitis. Ciri-ciri Klinis Salmonellosis 1. kebocoran usus (perforasi). Spesies utama yang menyebabkan septisemia ialah S. gangguan saluran pencernaan dan gangguan susunan saraf pusat/kesadaran. Bahkan ada yang menetap sepanjang umur manjadi carrier kronik. Dalam minggu pertama. nafsu makan menurun. Demam yang berkepanjangan (lebih dari 7 hari).suis 3. napas berbau tak sedap. ternyata 2-5% diantaranya masih mengandung S. bronkopnemoni dan kelainan di otak (ensefalopati. Penderita yang telah sembuh dari demam tifoid. typhi di dalam tubuhnya selama 1 tahun. diare. kulit kering. rambut kering. pneumonia. pembesaran hati dan limpa dan timbul rasa nyeri bila diraba. Selain itu S. perut kembung. paratyphi A dan B bisa menyebabkan demam enterik tetapi tidak terlalu berbahaya dan resiko kematiannya lebih rendah. Perforasi sering terjadi pada minggu ke tiga atau keempat dari penyakitnya. koma). jarang pada saluran kemih. Ciri-cirinya adalah demam. renjatan. sakit kepala. Biasanya akan dikeluarkan dari tubuh melalui tinja dan air kemih (Supardi dan Sukamto. sakit perut. meningitis dan endokarditis. ujung dan tepinya kemerahan dan tremor.5 hari. disertai gangguan kesadaran dari yang ringan letak tidur pasif. Agen penyebabnya adalah S. meningitis). Gastroenteritis yang disebabkan oleh salmonella merupakan infeksi pada usus dan terjadi lebih dari 18 jam setelah bakteri patogen itu masuk ke dalam host. typhimurium. sakit pada abdomen (abdominal pain) yang terjadi selama 2 . sakit kepala. lidah ditutupi selaput putih kotor. 2. Kehilangan cairan dan kehilangan keseimbangan elektrolit merupakan bahaya bagi anak-anak dan orang tua. typhi umumnya berada dalam kantung empedu. Ada tiga komponen utama dari gejala demam tifoid. anoreksia dan anemia. bibir kering pecah-pecah /terkupas. Suhu meningkat terutama sore dan malam hari. Septisemia oleh Salmonella menunjukkan ciri-ciri demam. Anak nampak sakit berat. keluhan dan gejala menyerupai penyakit infeksi akut pada umumnya seperti demam. Pada carrier kronik S. Infeksi ini terjadi dalam jangka waktu yang panjang. diare atau sulit buang air beberapa hari. muntah. Salmonella typhi dapat menyebabkan demam dan gejala tifoid yang akan berlangsung selama 3-4 minggu. muntah. mual. . Demam tifoid yang berat memberikan komplikasi perdarahan. typhi. sedangkan pemeriksaan fisik hanya didapatkan suhu tubuh meningkat dan menetap. infeksi selaput usus (peritonitis). Setelah minggu kedua maka gejala menjadi lebih jelas demam yang tinggi terus-menerus. abses pulmonari. Spesies yang paling sering menyebabkan gastroenteritis ialah S. Demam enterik yang paling serius adalah demam tifoid. cholera. 1999).

typhi menyebar ke bagian tubuh lain. ciri-cirinya antara lain lesu. Pada waktu tersebut S. kalau dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk menemukan dan mengidentifikasi adanya bakteri salmonella. Sedangkan sindrom gastroenteritis muncul berkaitan dengan transmisi makanan tercemar dan biasanya banyak terjadi di negara berkembang. diare hebat dehidrasi dan lain-lain. karena pengeluaran mikroba hanya sedikit dan tidak terus menerus. Membuat kultur dari sampel darah penderita yang mengalami septicemia juga diperlukan. Respon antibodi lebih jelas pada hewan yang .10%. telur dan air minum dan bahan makanan lainnya yang tercemar oleh kaluaran hewan atau orang penderita (animal and human carries). Berbagai uji biokimia dapat dilakukan untuk identifikasi.typhi dan S. yang umumnya ditularkan melalui susu. Melalui saluran darah S. dengan masa inkubasi 8 – 72 jam Salmonellosis pada manusia yang terkenal adalah demam tifoid dan demam paratifoid yang disebabkan oleh masing-masing bakteri S. typhi sedang menembus dinding usus dan masuk ke dalam saluran limfa. 2001). anoreksia. karena kedua media tersebut bersifat toksik bagi S. Manusia merupakan hos tunggal untuk S. Diagnosis Diagnosis salmonellosis didasarkan pada gejala dan tanda klinis berupa demam. Isolasi mikroba penyebab merupakan diagnosa terbaik. kemudian diikuti oleh demam. sakit kepala. lebih 3% penderita demam tifoid menjadi carrier kronik. Sindrom sistemik dicirikan dengan masa inkubasi yang panjang dengan gejalanya demam. Kultur yang dibuat dari sampel feces sangat diperlukan dalam mengisolasi bakteri salmonella. cholerasuis. Paratyphi A dan B. (Dharmojono. S. Metode isolasi sebaiknya menggunakan cara penyuburan dan dilakukan berulangkali. typhi. air minum dan bahan lain di sekitarnya perlu menjadi sample untuk mencari kemungkinan adanya bakteri salmonella. Dalam menjaga kesehatan masyarakat oleh karenanya perlu sekali dijalin kerjasama yang intensif antara kesehatan masyarakat veteriner yang diawasi oleh dokter hewan dan kesehatan masyarakat yang diawasi oleh dokter atau ahli kesehatan masyarakat. Menurut Cox (2000) gejala salmonellosis pada manusia dapat berupa sindrom gastroenteritis dan penyakit sistemik. Keluaran ini terutama adalah keluaran dari alat pencernaan berupa feces. Pemeriksaan bahan makanan yang diberikan. Uji serologis sebaiknya dilakukan pada seluruh populasi atau sewaktu terjadi penyakit yang bersifat akut. Insidensi kematian yaitu antara 2 . cholerasuis diisolasi tanpa dilakukan penyuburan dengan menggunakan media nonselektif.

ataupun tes Widal yang kurang sensitif dan spesifik. Song telah berhasil menggunakan gen flagellin (fliC-d) sebagai tanda infeksi S.menderita bakterimia atau septicemia. program monitoring yang intensif perlu diterapkan baik untuk breeder maupun peternak. yakni tes aglutinasi pada gelas objek dan tes aglutinasi dilusi tabung yang disebut juga tes Widal (Dzen. Tes aglutinasi dapat dilakukan dengan dua cara. yakni reaksi dengan antibodi atau mendeteksi titer antibodi penderita yang terinfeksi Salmonella. karena antibiotik per-oral akan merusak mikroflora usus. Oleh itu uji kepekaan antibiotik perlu dilakukan. Pada industri pakan ternak selain bertanggung jawab terhadap kualitas pakan yang dihasilkan juga harus mampu menjamin bahwa pakan yang dihasilkannya bebas dari salmonella. 2003). pemeriksaan kesehatan secara visual dilakukan oleh petugas kesehatan hewan. menghilangkan bakteri yang ada dalam alat pencernaan merupakan sesuatu yang sulit. typhi. Dalam perkembangan PCR dalam mendeteksi S. organisasi dan pemerintah. Kondisi inilah yang menyebabkan yang pernah menderita salmonellosis masih berbahaya. Metode ini digunakan untuk mendeteksi adanya Salmonella dengan tes aglutinasi. tetapi apabila dilihat dari aspek bakteriologik. Ampicillin dan trimethoprim . Pemeriksaan ini mengungguli kultur darah yang memakan banyak waktu. karena dalam fecesnya masih terdapat bakteri yang mungkin sekali mencemari lingkungan dan dapat menginfeksi hewan dan manusia. 2014). Pencegahan dan Pengobatan Dilihat dari aspek kilinik pengobatan terhadap penyakit salmonellosis mungkin dapat menyembuhkan. 2010). 2001). Septikemia sebaiknya diatasi dengan antibiotik spektrum luas yang diberikan per parental (Dharmojono. Pada kegiatan budidaya. Di rumah potong. meskipun perlu diingat adanya kontroversi penggunaan antimikroba pada kasus-kasus salmonellosis alat pencernaan. Tanggung jawab dalam mengimplementasikan ukuran jaminan keamanan dalam rantai produksi makanan harus menjadi tanggung jawab industri. karena bakteri sudah berada dalam sirkulasi sistem empedu dan secara intermiten bakteri dapat berpindah kedalam lumen alat pencernaan bersama empedu tersebut. dan contoh dagingnya harus diuji jika dicurigai terkena salmonellosis (Poeloengan. oleh karena itu masih harus tetap diwaspadai bekas penderita salmonellosis sebagai sumber penularan. tetapi telah menghasilkan strain-strain yang resisten. Chloramphenicol adalah antibiotik pilihan yang tepat untuk mengobati septicemia. typhi (Zhou. Disamping itu ada bakteri salmonella yang menjadi resisten terhadap antibiotik yang dipakai yang kemudian sangat berbahaya kalau menulari manusia. Tindakan yang cepat diperlukan pada salmonellosis dalam stadium septikemia.

N. Ed. et al. (2014).M. (2000). Untuk gastroenteritis.  Syamsir E. Lokakarya Nasional Penyakit Zoonosis. Pedoman Pelaksanaan Penanganan Keamanan Pangan Segar Tahun 2013. I. Mei 2010. C. (2012). Dalam Pathogenesis of Bacterial Infection in Animals. Ekspresi Protein AdhF36 pada Perubahan Osmolaritas serta Ph Lingkungan Hidup Salmonella typhi secara In Vitro. Ed. Dalam Pathogenesis of Bacterial Infection in Animals. Publication.  Poeloengan. Isu Terkini Terkait Dengan Keamanan Pangan. J. A John Wiley & Sons Inc. Kementerian Pertanian Republik Indonesia. et al. Fourth Edition. 2nd Ed. ISSN: 1978-225X. Aspen Publisher. P.  Barrow. (2008). P. Keamanan Mikrobiologi Produk Olahan Pangan. Apakah Salmonellosis itu? Balai Besar Penelitian Veteriner Bogor. Jurnal Kedokteran Hewan. (2008).L. Modern Food Microbiology. (2004). Fundamental Food Microbiology. Wiley- Blackwell. Third Edition. Balai Penelitian Veteriner. DAFTAR PUSTAKA  Badan Ketahanan Pangan (2013). I. dkk.. San Diego.. Vol. ROBINSON. Publication. Salmonella (Introduction). dkk. Dalam Encyclopedia of Food Microbiology. Academic Press.A. 3. Bandung. (2011). dan Sukamto.(2010).  Ray.sulfamethoxazole kini digunakan.  Supardi. Hotel Bumi Karsa Bidakara.L. 1 Maret 2012. Vol. yang paling penting dilakukan ialah penggantian cairan dan elektrolit yang hilang. (diunduh 12 Maret 2014). 6th. Inc...J. Maryland.. R.. Boca Raton. Makalah disampaikan pada Pra-Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi IX. Salmonella. Jakarta.  Kundera. Senin 9 Juni 2008. B. Mikrobiologidalam Pengolahan dan Keamanan Pangan. BATT and P. Edited by Gyles C. PATEL (Editors). Artikel dalam Kulinologi Indonesia No. Alumni. Wiley- Blackwell. M.  Libby S. Pokja Mutu dan Keamanan Pangan. . A John Wiley & Sons Inc. (2000). (1999). (2001). et al.K. CRC Press.A.  Cox. Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan. 5.  Jay. J. 2008. Bogor. et al. Salmonella.  Tarmudji. 6 No..D. Bahaya Salmonella Terhadap Kesehatan. Edited by Gyles C.  Hariyadi.