You are on page 1of 29

BAB II

TEORI DASAR

II.1.SHORTWAVE DIATERMI (Diatermi Gelombang pendek)

II.1.1. DEFENISI

Suatu alat terapi yang menggunakan pemanasan yang dalam pada jaringan dengan
merubah energi elektromagnet menjadi energi panas. Osilasi dari frekuensi tinggi medan
magnet dan medan listrik menghasilkan pergerakan dari partikel yang menghasilkan
pergerakan panas.Frekuensi yang diperbolehkan digunakan oleh The Federal
Comunication Commision untuk terapi adalah dengan frekuensi 13,56 Mhz, 27,12 Mhz,
dan 40,68 Mhz. Yang paling sering digunakan adalah frekuensi 27,12 Mhz.

Dalam beberapa dekade terakhir atau lebih, banyak profesional medis telah
menemukan bahwa ada beberapa cara untuk membantu pasien mereka dalam
penyembuhan tanpa menggunakan atau dengan membatasi penggunaan obat penghilang
rasa sakit yang digunakan dalam jangka panjang. Hal-hal seperti terapi pijat, stimulator
neuromuskuler, dan terapi ultrasound telah merevolusi cara komunitas medis dalam
membantu penyembuhan pasien. Jenis teknologi lain yang telah menunjukkan nilai riil
dalam bidang klinis adalah diatermi gelombang pendek. Metode ini berfungsi untuk
mengendalikan rasa sakit dan meningkatkan aliran darah ke daerah-daerah otot yang
rusak dengan tindakan panas yang sampai ke dalam jaringan (deep heat). Dalam
hubungannya dengan obat-obatan berbasis non terapi, diatermi gelombang pendek dapat
membantu sejumlah besar pasien dengan berbagai tingkat cedera serta berbagai jenis
cedera. Melihat lebih dekat pada praktek kita berharap bahwa diatermi gelombang
pendek ini bisa dimasukkan sebagai bagian dari teknologi medis.

1

Gbr 2.1.Short Wave Diatermi

Short Wave Diathermi dapat berkerja sebagai induksi atau kapasitas. Pada
penggunaan induksi dengan meletakkan pasien pada medan magnet, yang menerima
temperature tinggi pada jaringan yang kaya cairan . Penggunaan Kapasitasi ditujukan
untuk jaringan yang memilikikandungan cairan yang sedikit seperti tulang dan lemak.
Nyeri digunakan sebagai monitor untuk mengetahui intensitas dari terapi. Handuk
digunakan sebagai pembatas dan untuk menyerapkeringat pada penggunaan konduktif
yang tinggi yang dihasilkan dari pemanasan fokal yang berat. Kedalaman dari jaringan
subkutan pasien akan mempengaruhi hasil dari penyebaran panas.Terapi umumnya
diberikan selama 20-30 menit.Short Wave Diathermi dapat digunakan pada berbagai
kondisi neuromuskuloskeletal.Perhatian ditujukan pada penggunaan panas umumnya,
tidak boleh terdapat metal padalokasi terapi.

II.1.2. METODA SHORTWAVE DIATERMI (diatermi gelombang pendek)

Pada diatermi ini terdapat dua metoda yang di pakai untuk memperoleh
gelombang elektromagnetis agar masuk ke dalam badan, yaitu : Metoda Capasitance
(Metoda Kondensor) dan Metoda Inductance (Metoda Induksi=metoda kabel).
Metoda Capasitance (Kondensor) dengan prinsip elektroda di letakkan pada
masing – masing sisi yang akan di obati dan di pisah kan dari kulit dengan bahan isolator.
2

Mesin SWD pada dasarnya adalah sebuah radio transmitter yang dioperasikan seperti radio transmiter lainya.syarat yang perlu di perhatikan bahwa elektroda harus lebih besar dari pada struktur yang akan di obati dan jarak penempatan elektroda harus sama terhadap kulit. Pasien diletakan mesin dan dilindungi dari luka dengan 3 .2.Subtansi yang berada di dalam medan listrik akan mengalami vibrasi. CW SWD digunakan apabila tujuan dari terapi adalah untuk memanaskan. Mesin SWD dapat menghasilkan pulsa sama baiknya dengan Continous Wave output. Apabila kedua elektroda di aliri arus listrik maka akan tercipta medan listrik di antara kedua elektroda tersebut. Penempatan elektroda yang benar adalah Penempatan elektroda pada kulit dengan jarak yang seimbang. double heliks . Aplikator induktif meningkatkan pusaran medan magnet di jaringan.Struktur yang akan di obati lebih besar dari elektroda.24 (Hukum Joule) Ukuran dan jarak eletroda perlu di perhatikan. tetapi sesungguhnya dapat menembus jaringan sampai dalam tergantung dari jaringan yang dilewati. Metoda Induksi (metoda Kabel). Metoda ini bisa timbul efek medan listrik atau medan magnet pada saat yang bersamaan. PRINSIP KERJA Gelombang radio dilemahkan saat melewati jaringan.60C. atau grid.i. frekuensi dan karakteristik dari aplikator.T / 0.elektrolit mengalami dipol dan timbul panas. dan sebagai pengatur dan penghasil temperature tinggi di jaringan yang kaya akan cairan. II. menginduksi dengan tinggi jaringan seperti otot. Teknik pemasangan kabel : kabel di lilitkan pada daerah yang akan di obati.garis gaya listrik (medan listrik) yang di timbulkan cendrung menyebar. dan dapat memungkinkan untuk membakarnya. lilitan nya bisa berupa heliks tunggal. SWD dapat meningkatkan suhu lemak subkutan sampai 150C dan pada kedalaman kedalaman 4-5 cm dengan panas 40C. Kapasitor melengkapi aplikator yang meningkatkan panas dari medan listrik. Temperatur maksimal cenderung muncul pada jaringan yang kurang kandungan cairan seperti lemak. Panas yang timbul dapat di nyatakan dengan rumus : H = V.

pasien diletakan diantara dua elektroda.5x0. Pad dapat berdimensi 0. Pada aplikator umumnya sudah tersedia.Timer .Power supply . Probe diletakan dengan hati-hati. pergerakan mesin apat mengurangi panas. vaginal probe diletakan dibelakang servix pada fornix posterior dan eksternal pad digunakan untuk melengkapi sirkuit.Safety switch. Ada beberapa jenis aplikator inductive. KOMPONEN ALAT .3.Electrode . Untuk keamanan dari kabel dapat diganti dengan drums dan pads. yang mana beberapa diantaranya terhubung dengan penggantung untuk dilalui mengelilingi region seperti bahu. seperti mesin automatis pada mesin SWD yang modern.Pembangkit frekuensi tinggi (oscillator) . Pada kebanyakan pengaturan kapasitas.75 m dan sering digunakan pada low back pain. Drum aplikator terdapat pada container yang kaku. Sekali rangkaian maksimal dikerjakan. 4 . keset kaki semi fleksibel mengandung coil yang terhubung dengan sebuah mesin swd. II.mengoperasikan sirkuit dengan rangsangan maksimum. Kabel aplikator mengandung kabel yang terbungkus karet yang digunakan dengan mengelilingi sekitar ekstremitas dan mengelilingi seluruh tubuh. Aplikator rectal dan vagina digunakan sebagai probe untuk pemanasan pelvis.Rangkaian out put .

Gbr 2.2. rangkain SWD.alat pemanas pada (swd) teraphy Gbr 2.3.inverter dari arus 220 vac menjadi 120 vac 5 . rangkaian.

Di atas merupakan salah satu contoh rangkaian power supply yang paling sederhana dan yang paling sering ditemui dalam dunia elektronika. Hanya dengan menggunakan beberapa kompenen inti dari power supply yakni satu buah dioda bridge dan satu buah kapasitor. Popular Search : rangkaian inverter inverter belajar elektronik rangkaian elektronika lengkap rangkaian UPS rangkaian inverter sederhana rangkaian inventer inverter dc ke ac mosfet inverter dc to ac cara kerja inverter rangkaian lampu emergency gambar rangkaian inverter rangkaian inverter 500 watt prinsip kerja inverter harga inverter 500 watt cara membuat inverter emergency.3.4.8 Volt 40 Amper II. 6 . PRINSIP KERJA POWER SUPPLY Gambar di atas adalah menurunkan tegangan ac 220 volt menjadi dc 9 volt kemudian melakukan pengubahan sinyal bolak balik menjadi sinyal listrik searah (DC).Switching Power Supply 13. Gbr 2.1. Lamp inverter sederhana skema inverter sederhana fungsi inverter lm2917 erakit inverter pengertian inverter frequency to voltage frequency to voltage converter harga inverter rangkaian flip flop 12v skema inverter skema inverter 12v ke 220v konverter tegangan ke frekuensi emergensi lamp inverter cara membuat inverter daftar harga inverter skema inverter rangkaian inverter sederhana rangkaian.

Dioda bridge digunakan sebagai penyearah gelombang bolak balik yang dihasilkan oleh trafo step down atau trafo penurun tegangan dan kapasitor digunakan sebagai penghilang riak gelombang yang telah disearahkan oleh dioda bridge. Tetapi bagi anda yang hanya ingin menyalurkan hobby atau ingin menjalankan rangkaian-rangkaian elektronika yang sederhana sebagai percobaan maka rangkaian power supply di atas saya rasa sudah bisa mewakili kebutuhan anda.6. Gbr 2.Pembangkit tegangan tinggi (oscillator) Gbr 2.Rangkaian output 7 .5.

8 . Ketika kita running rangkaian dan kita tekan tombol saklar sehingga terhubung dengan variabel resistor maka lampu tidak akan langsung menyala.Rangkaian elektroda Gbr 2.2.PRINSIP KERJA DARI RANGKAIAN TRANSISTOR SEBAGAI TIMER Prinsip kerja transistor sebagai pewaktu diatas adalah:  Pada prinsipnya rangkaian diatas memanfaatkan sifat dari proses lamanya pengisian dan pengosongan kapasitor.7 volt maka transistor akan mengaktifkan lampu dan lampu pun menyala.7. Gbr 2.Rangkaian timer II.8.3. karena arus pada basis transistor tidak cukup untuk mengaktifkan transistor sebagai saklar atau bisa dibilang menunggu kapasitor untuk melakukan pengisian muatan dan jika tegangan pada basis transistor mencapai/melebihi 0.

9. rangkaian listrik akan dibuat terhubung singkat untuk memutuskan sekring dan mencegah emisi gelombang mikro.  Lamanya waktu untuk lampu menyala tergantung nilai pada variabel resistor (VR1) dan kapasitor (C1) semakin besar keduanya maka semakin lama lampu menyala.  Saklar monitor akan on dan bila kedua saklar primary dan secondary tidak bekerja dengan normal. Gbr 2.  Jadi dapat kita tarik kesimpulan bahwa transistor bisa digunakan sebagai rangkaian pewaktu dengan memanfaatkan sifat pengisian dan pengosongan kapasitor II.Rangkaian dasar saklar pengaman (untuk model dengan type kontrol mekanik) 9 .  Jika switch/saklar (SW1) kita hubungkan ke Ground maka lampu akan langsung mati dan kapasitor akan langsung mengosongkan muatan. SAFETY SWITCH Cara kerja saklar pengaman :  Bila pintu dibuka. saklar primary switch dan secondary switch akan off untuk memutuskan sumber daya ke magnetron.3.3.

S3 on . Bila kedua saklar S1 dan S2 bekerja tidak normal (keduanya on) pada saat pintu terbuka :  S1 dan S2 on. sekring akan putus sehingga sumber daya ke magnetron juga terputus. ini artinya tidak akan ada sumber daya ke magnetro Kondisi pintu tertutup :  S1 dan S2 on. saklar door sensing switch (S2) terhubung kerangkaian kontrol untuk mendeteksi status pintu dibuka atau ditutup. S3 on . ada sumber daya ke magnetron sehingga magnetron berosilasi. S3 on .4. PRINSIP KERJA KAPASITOR SEBAGAI PEWAKTU Kali ini kita akan membuat rangkaian transistor sebagai timer atau pewaktu dengan memanfaatkan prinsip kerja dari kapasitor dan waktu yang diperlukan untuk menghidupkan lampu dimana variabel resistornya kita set 50 K dan kapasitornya 2200 mikrofarad adalah 20 detik. II. Berikut komponen yang digunakan untuk membuat rangkaian timer/pewaktu menggunakan transistor :  Power supply 9 volt  Led/lampu  1 K dan Variabel resistor 100 K  2200 mikrofarad  Transistor NPN 2 buah  Switch 10 . rangkaian terhubung singkat. Pada microwave type kontrol sentuh. Bila salah satu saklar S1 atau S2 bekerja tidak normal (on) pada saat pintu terbuka :  S1 on dan S2 off.Kondisi pintu terbuka :  S1 dan S2 off. S3 off . tidak ada sumber daya ke magnetron.3.

Gbr 2. Ada 2 sirkuit utama yang digunakan: a) Sirkuit mesin. dihubungkan dengan sirkuit mesin dengan inductor dan mengalirkan energi listrik ke pasien dalam bentuk medan elektrostatik ataupun elektromegnetik. bertugas menghasilkan arus frekuensi tinggi dan meningkatkan intensitasnya.BAGIAN DIATERMI Penghasil Short Wave Diatermi. Gelombang yang digunakan pada sort wave diatermi untuk fisioterapi pada frekuensi 27.10.4.12 Mhz. 11 . dengan panjang gelombang lebih dari 11 m. Gelombang radio pada pita gelombang pendek berfrekuensi antara 10 Mhz sampai 100 Mhz.rangkaian kapasitor Popular Search : rangkaian inverter inverter belajar elektronik rangkaian elektronika lengkap rangkaian UPS rangkaian inverter sederhana rangkaian inventer inverter dc ke ac mosfet inverter dc to ac cara kerja inverter rangkaian lampu emergency gambar rangkaian inverter rangkaian inverter 500 watt prinsip kerja inverter harga inverter 500 watt cara membuat inverter emergency lamp inverter sederhana skema inverter sederhana fungsi inverter lm2917 merakit inverter pengertian inverter frequency to voltage frequency to voltage converter harga inverter rangkaian flip flop 12v skema inverter skema inverter 12v ke 220v konverter tegangan ke frekuensi emergensi lamp inverter cara membuat inverter daftar harga inverter skema inverter rangkaian inverter sederhana rangkaian II. b) Sirkuit pasien. BAGIAN.

yang dihasilkan dari rata-rata peningkatan suhu sekitar 12 . Efek dari pemanasan SWD terhadap arus darah kulit pada manusia telah dipelajari di Millard. Dua electrode digunakan. dua medan akan terkonsentrasi pada jaringan. energy yang deperlukan berkisar antara 80-120 W. medan elektrostatik di buat dengan memasukan jaringan pasien pada sirkuit pasien sebagai bagian dari condenser. potensi dari menghasilkan efek panas pada alat ini tergantung dari energy utama yang disalurkan ke jaringan dengan secara berturut-turut. Sebagai arus dengan frekuensi tinggi yang teradapat di kabel suatu medan elektromagnet dipasang mengelilingi pusat dari kabel. Pada jaringan pasien yang terdapat antara dua elektroda. medan akan terkonsentrasi antara di jaringan. EFEK PANAS DIATERMI Kemampuan dari sebuah alat diatermi untuk menghasilkan panas di jaringan tergantung dari besarnya energi yang dihasilkan dari panas. Karena didekat jaringan pasien. Seperti telah disebutkan diawal. Meskipun range dari puncak arus energy yang dihasilkan dari alat short wave diatermi berkisar antara 100-1000W. Medan listrik. Medan Elektromagnet. Peningkatan arus dengan frekuensi tinggi digunakan pada elektrode. Kabel dirangkai tertutup berhubungan dengan jaringan dipisahkan oleh jarak. Medan Elektrostatik. karena kebanyakan SWD digunakan untuk meningkatkan suhu dijaringan dengan terapi range yang ekfektif berkisar antara 40oC -44oC. Pada metode induktotermi. Pada metode medan kondensor. energy utama tertinggi yang dapat disalurkan pada pulsasi SWD (80W) lebih rendah dibandingkan dengan energy yang dihasilkan dari pemakaian kontinyu SWD secara berkelanjutan untuk pengobatan. Energi yang dihasilkan dari diatermi sangat adekuat. electrode yang digunakan kabel tipis tertutup yang dilengkapi dengan sirkuit dari mesin. yang mana ketika medan elektrostatik dipasang diantara ujungnya. yang menunjukan pembuangan dari sodium radioaktif meningkat sekitar 150 % setelah pemaparan.5. yang timbul didekat objek yang sedang di terapi akan terkonsentrasi diantara dua elektroda. Untuk alat SWD yang berkerja kontinyu energy panas yang dihasilkan berkisar anatara 55-500 W. dengan jarak antara elektrode dan kulit. II.

Penurunan ini di bandingkan dengan penurunan sirkulasi pada pengobatan dengan hidrokortison. energy dari medan elektromagnetik alat wave diatermi diikuti oleh penigkatan panas pada organ dalam dibandingkan dengan penggunaan pada alat 13 . yang mana pada kebanyakan pengobatan akut rheumatoid lutut didapatkan penurunan dari sirkulasi. sesuai penelitian Harris mengenai clearance radio-sodium dari sendi lutut. dengan peningkatan suhu otot sekitar 5. Pada umumnya. Peningkatan dari sirkulasi darah akan diikuti dengan vasodilatasi dari pembuluh darah. Pada penelitian yang sama rasio muscle –clearence meningkat sebesar 36%. Pada penggunaan 2450 Mhz microwave diatermi menghasilkan peningkatan aliran darah otot vastus lateralis sebesar 400%. Haris mengatakan SWD dapat digunakan secara rasional pada pemanasan ringan terapi di rematoid arthritis dengan inflamasi akut dari sendi. Penggunaan panas pada kulit dengan tahanan yang tinggi akan menghasilkan peningkatan aliran darah di kulit yang akan membantu untuk mendistribusikan panas ke daerahlainya. Sama seperti penggunaan SWD untuk pengobatan kronik rheumatoid di lutut menunjukan peningkatan sirkulasi sekitar 60%. Ini semua akan muncul setelah pemaparan selama 8 menit dengan energi yang dihasilkan disesuaikan pada tingkat kenyamanan pasien. Efek dari penggunaan SWD pada sirkulasi lutut meningkat sebesar 100 %.Mekanisme inilah yang digunakan pada short wave diatermi.20C.5.30C.

Medanmagnet cenderung terkonsentrasi dekat dengan permukaan konduktor terutama pada permukaan jaringan.pemanasan yang superficial.6. EFEK BIOFISIKA DAN BIOKIMIA DARI SWD Prinsip dasar yang bekerja pada penggunaan SWD dijaringan adalah adanya medanlistrik pada partikel jaringan. 14 . Produksi Panas. Pergerakan dari partikel jaringan dihasilkan oleh arus dan berhubungan dengan medanelektrostatik dan menghasilkan panas. Bukti nyata efek yang biasa dirasakan dari SWD adalah panas. Efek dari Medam Elektromagnetik. Pergesaran dan pergerakan molekul terjadi minimal sehingga menghasilkan panas yang tidak begitu tinggi. Panas jugaakan dikonduksikan pada area perbatasan dengan temperature rendah. Panas akan dihasilkan di semua jaringan yang dipengaruhi oleh medan. tetapi dapatterkonsentrasi pada jaringan dengan tahanan lemah (low resistant).Efek dari medan Elektrostatik. Ion bebas pada cairan jaringan bergerak maju maupunmundur sepanjang jalur kekuatan medan magnet sebagai muatan yang ditempatkan pada platekondenser.. Sebagai hasil dari pergetaran. Pada medanya ditempatkan segera elektron maju dan mundur.yang merupakan arus sirkular pada sudut yang tepat ke jalur dari puncak kekuatan. Logikanya pada pemilihan SWD atau MWD akan tepat ketika keinginan hasil pengobatan untuk menigkatkan kelenturan jaringan kolagen yang dalam. pergeseran terjadi antar ion dan hasil dari pergeserandari ion akan menghasilkan panas di jaringan. Pada jaringan yang memeiliki tahananyang tinggi seperti lemak dan tulang akan menghasilkan panas yang sangat kecil. II. Molekul-molekul non-polar di jaringan seperti lemak akan mengalami distorsi darielectron. penurunan kekakuan sendi. seperti pada jaringan yangmengandung cairan yang tinggi seperti darah dan otot. Panasdihasilkan dari medan elektrostatik maupun medan elektromagnetik yang diberikan pada jaringan. menghilangkan nyeri yang dalam dan kekakuan otot. Medan elektromagnetik menghasilkan pusaran arus.peningkatan aliran darah dan diikuti dengan resulusi inflamasi.

Kejadian luka bakar akibat listrik dapatmuncul jika antara alat terapi dengan kulit pasien berhubungan dengan plate metal yang telanjang dengan alat diatermi pada operasi. Beberapa jenis dari aplikator digunakan untuk mengantarkan energy ke tubuh yang berhubungan dengan medan ini.5 -17. Pada saat kapasitive aplikator digunakan untuk pemanasan jaringan pasien. yang mana yang lainya diikuti dengan pilihan darioperator pada penggunaan yang kontinyu atau yang pulsasi. baik energy listrik maupunenergy magnet.5 cm. Kebanyakan platedigerakan secara manual melewati jarak sekitar 3 cm dari penjaga. sebuah plate kaca atau plastic mengendalikan sekitar plateuntuk mencegah kontak antara plate dengan kulit pasien. 15 . Untuk mencegah penumpukan medan listrik padadaerah yang lembab hasil dari akumulasi penguapan di kulit. tapi pada beberapa aplikator hanya dapat mengantarkan salah satu energy.radiasi gelombang pendek elektromagnetik. Dua jenis dari medan berhubungan dengan alat terapi shortwave atau microwaveyang disebut dengan medan elektrik maupun medan magnetic. Dengan plate ruang udara. plateditambah dengan penghambat udara dan jaringan pasien ditempatkan diantara palete dari sebuahkapasitor. yang menempel pada ujung dari gagang pengendali . Pada jenis ini aplikator memiliki 2 plate metal dengan variasi diameter antara 7. INSTRUMENTASI DAN METODE PENGGUNAAN Beberapa alat ShortWaveDiatermi dubuat hanya untuk berkelanjutan atau hanya pulsasi. sebuah handuk tipis harus diletakanantara pengarah plate dan kulit pasien untuk menyerap kelembabpan. Aplikator yang didisain untuk mengantarkan lebih banyak energy medanmagnet disebut elektrik-field atau kapasitativ applicator. hormonal dan saraf.7.Kebanyakan dari aplikator dapat mengantarkan kedua medan secara simultan . II. Dengan demikian plate ruang udara dengan medan magnet frekuensi tinggi akan berosilasi dari satu plate ke plate lainya dengan intervensi bagian tubuh pasien yang bekerjasebagai bagian intergral dari sebuah system. Pengaturan temperature adalah sebuah fungsi dari pengendaliterhadap fungsi kardiovaskular. Respon Fisiologis dari penggunaan short wave diatermi tergantung pada reaksi jaringanterhadap peningkatan temperature.

tehnik menghantarkan medan dan kemampuan dari penghantaran energy ke jaringan yang dalamyang cocok dengan pemanasan yang dalam dengan aplikator induksi. Diplode terdiri dari sebuah persegi empat 16 .kebanyakan alat SWD menjaga keluaran energi yang konstan dengan merubah jarak antara paltedan kulit.Pada penerapanya. yang manaditempatkan berhubungan dengan sebuah permukaan yang tunggal dari handuk pada kulit pasien. Untuk pemanasan yang optimal. Pad drum yang tunggal hanya digunakan khusus untuk mengobati permukaan. Plate ruang udara akan selalu diposisikan sehingga jarak antara setiap bagian dari dua bagian plate akan sesuai dengan diameter plate.Permukaan pengobatan dari tempat aplikator menyediakan fungsi yang sama dengan plate petunjuk pada apliaktor ruang udara untuk memberi jarak koil induksi dari kulit. Medan magnet ataupun aplikator inductor dari swd tersedia dalam dua jenis.dan penurunan keluaran saat jarak antara plate dan kulit menurun. Penempatan dari plate dan pengaman dengan petunjuk dari kulit disediakan untuk peningkatan peningkatan panas relativedari jaringan yang menyerap energi. untuk yanglebih luas dan secara teratur menggunakan drum dan kabel.sedangkan kulit harus jauh dari plate yang dilalui pengaman plate. Aplikator yang digunakan untuk mengantarkan medan magnet hanya dari permukaan aplikator dari penggobatan. Drum yang disediakan dapat tunggalmaupun multiple. tetapi pengaman plate dapat disesuaikan secara manual untuk jarak kulit antara2-3 cm. Drum dengan multiple unit yang disebut diplode. platetidak digerakan. Pada model yang lain. Saat ini telah diterima penggunaan alat shortwave dengan sirkuit yang efisien untuk medan yang dalam yang secaraautomatis meninggkatan pengeluaran energy pada jarak antara plate dan kulit yang meningkat. pengaman harus sangat dekat dengan handuk di kulit. Pada kenyataanya apabila digunakan secara benar dan untuk pasien dengan jaringan subkutan dengan permukaan lemak yang ketebalanya kurang dari 1cm. Suatu versi kecil dari drum tunggal yang disebut “minode” dan yang berukuran besar disebut“monode” didalamnya terdapat sebuah koil induksi yang mengatur antara monoplanar ataumultiplanar yang didalamnya terdapat isolator yang kaku. Dengan demikian energy akan meningkat ketika jarak antara kulit meningkat dan platekecil yang mungkin akan selektiv dan menyesuaikan pemanasan dari kulit dan jaringan lemak subkutan. dapat mengobati permukaan tubuh satuatau dua bagian secara stimultan.

meskipun ini lebihfleksibel dibandingkan alat yang menggunakan drum untuk menempati posisi kabel dalamsebuah pengobatan.yang disusun darikoil induksi mengandung sebuah tempat isolator. memerlukan peningkatan energy yang berubah menyesuaikan perubahan dari koil. Karena tidak ada tempat yang kaku. kabel electrodedapat digunakan untuk mengobati satu atau lebih permukaan secara stimultan. Radiasi energi dapat berjalandari koil kekoil sepanjang permukaan kulit. yang juga menyediakan jarak koil dengan kulit pasien. Oleh sebab itu.Ini menyebabkan ketidak efisienan dan penurunan suhu jaringan yang dalam karena sebuah energi yang lepas dari pemasanagan kabel. yang akan dapatmenyebabkan terbakarnya permukaan kulit. harusmenggunakan handuk dengan ketebalan kira-kira 1 cm untuk memisahkan aplikator dari kulit pasien untuk mencegah pemanasan yang berlebihan. Untuk penghantaran energi yang ideal ke pasien. 17 . Ketika kabel yang dipasang dengan bagian kurangdari 3 cm. Kabel electrode memiliki berbagai panjang dari 2-5 meter dan dapat terluka pada sebuah pembungkus monopolar atau helical disekitar bagian tubuh. Karena koil terlalu dekat dengan permukaan pengobatan dengan diplode.material dielektrik harus dengan ketebalan 1-2 cm. Semua alat shortwave memiliki kabel eksternal yang menghubungkan aplikator dengankonsol dan mengirimkan energy elektromagnetik dari sirkuit oscilating dengan frekuensi tinggike aplikator. Sebuah dielektrik diperlukan untuk menyerap hasil dari penguapan. Karena biasanya kabel dibungkus dengan pelindung dari karet dan dapatmemancarkan radiasi pada semua petunjuk ketika aplikator diaktifkan dan harus hati-hati untuk mecegah kontak langsung dengan pasien atau sebuah besi atau material sintetik.kecuali ketika berat badan tubuh bersandar pada kulit yang memerlukan dielektrik dengan ketebalan 2-3 cm. yang didalamnya teradapat drum. setiap pengguna harus menambahkan sebuah material dielektrik seperti handuk antara kabel isolasi dankulit pasien.

 Indikasi daya ( power ) pada continuousdan pulsed mode.  Main supply 230V – 50Hz  Standard accessories . Frekuensi tinggi gelombangelektromagnetik secara pulsasi dibangkitkan dari alat yang dibuat untuk mengaliri sekitar koil.4 msec.yang kemudian radiasi energy elektromagnetik akan melalui udara ke pasien.II.Pada pembungkus luar dari aplikator biasanyadibungkus sebuah koil dari besi dalam bentuk sebuah spiral datar. Pulsed Shortwave( PEMFs) Alat shorwave yang didesain untuk menghantarkan PEMFs paling sering menghantarkangelombang dengan drum untuk tipe aplikator.  Rangka metal yang tertumpu pada kaki-kaki penyangga putar.  2 HF cables  2 supple rubber electrodes 12x18 cm  2 felts 12x18 cm  1 fixation strap 18 .8.  HF power 400 W max. Shortwave unit yang sesuai untuk terapi continuous dan pulsed .  Frequency 27.Penggunaan shortwave yang secara pulsasi di tubuh akan menghasilkan pemanasan yang kecil karena periode yang digunakan adalah waktu yang pendek.12 MHz.  Consumed power 700 VA max. dimana emisi continuousditerapkan untuk efek thermal dan pemanasan sedangkan emisi pulsed digunakan untuk penghantaran energi dan pengaktifan molekuler tanpa gangguan thermal. Dilengkapi denganspesifikasi teknis sebagai berikut:  Digital timer 30 menit  Perlindungan terhadap pengalihan mode yang tidak diinginkan dari pulsed kecontinuous.  Pulse time 0.

karena respon yang diberikankadang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Evaluasi harus selalu dilakukan ketika didapatkanya tulang yang mencolok.Selama dilakukan evaluasi. Pada saat rentangan suhu untuk meningkatkan suhu jaringan sekitar 40oC-44oC . implant besi. seorang ahli tepari harus menentukan tingkat dari kondisi pasienyang sedang diterapi apakah dalam fase akut. berapalama dan bagaimana frekuensi dari pengobatan yang harus digunakan.Pakaian dan celana serta ikat pinggang harus dilepas dari permukaan tubuh yang akan di obati. seorang ahli terpi harus selalumemikirkan reaksi biologic yang dihasilkan yang tergantung dari peningkatan suhu jaringan pada akhir pengobatan. Menurut Thom.sangat penting bagi seorang terapis mengetahui bagaimana intensitasnya. dosis rendah dari 19 . energi elektromegnetik yang dialirkan dari alatSWD harus diatur sedemikian rupa kepada jaringan yang menerimanya tanpa terjadi temperatureyang akan menginvasive. Dengan mengetahui tahapandari kondisi pasien kita harus mengetahui efek jangka panjang yang terjadi.atau permukaan besi pada daerah yang diobati. subakut atau kronik. Masalah yang paling sering muncul apabilamendapatkan pasien yang memiliki sensasi panas yang tidak normal atau lebih rendah sehinggasulit untuk mengetahui apakah dosis sudah sesuai untuk pasien. Setelah mengetahuikondisi pasien akan diikuti dengan pemilihan alat yang cocok SWD atau MWD dengan aplikator yang sesuai untuk mengantarkan energy yang dihasilkan baik perubahan termal maupunnontermal yang mempengaruhi jaringan. Pada evaluasi pasien. seorang ahli terapi harus memperhatikan respon panas dari pasiensebagai petunjuk untuk dosis yang digunakan. Setiap orang yang akan dilakukan terapiharus dilakukan test untuk sensasi nyeri dan panas sebelum memulai terapi untuk mengetahuiapakah ada deficit dari saraf sensoris kulit. Ketika menggunakan SWD atau MWD secara kontinyu . Pada penggunaan SWD secara terus menerus pada daerah yang terdapat tulang yang menonjol atau besi akan menyebabkan kerusakan dari jaringan.9. tergantung dari tingkatdari kondisi pasien. DOSIS YANG DISARANKAN PADA PENGGUNAAN SWD Pada praktek penggunaan SWD.  1 power cable II.pasien harus ditempatkan keadaan yang palingmenyenangkan selama pengobatan.

Kekakuan dan nyeri otot yang terjadi akibat dari kerusakan dari tendon dan jaringansendi. Pada serabut otot ataupun kontraktur dari selaput sendi. peradangan sendi. INDIKASI PENGOBATAN Indikasi penggunaan SWD hampir sama dengan indikasi pengobatan menggunakanthermoterapi yang lainya. Dosis yang sering digunakan pada penggunaan SWD ataupun SWD yang pulsasi adalah: a. Apabila jaringan yang kontraktur terlalu dalam untuk permukaan tipis dari jaringan yang lunak. tetapi masih menyenangkan diberikan untuk terapi proses sub akut dan penyembuhan dari inflamasi. II. Dosis panas ataupun jumlah dari energi yang dihantarkan ke jaringan per unit waktusangat penting ketika hasil pengobatan yang spesifik diinginkan.SWD yang berkelanjutan yang diberikandalam jangka panjang lebih evektif daripada penggobatan yang intensive yang diberikan dalam jangka waktu yang pendek. degenerasi jaringan sendi. pemanasan jangka pendek dapat memperbaiki kelenturan dari jaringan kolagen dan lebih baik lagi apabiladiikuti pemanasan secara manual dengan alat penggerah passive yang kontinyu atau dengan alatstimulasi listrik untuk saraf maupun otot. proses penyembuhan dari inflamasi) c. Dosis III Sensasi Panas Sedang sampai Berat. Dosis II Sensasi Panas Rendah-Sedang :baru terjadi (subakut. Ambang nyeri harus ditemukan sehingga panas yang digunakan harus lebihrendah dari toleransi panas yang maksimal. Salah satu diantara SWD maupun MWD dapatdigunakan untuk pemanasan yang superficial samapai pemanasan otot yang dalam. d. DOSIS IV Pemanasan Tinggi yang menghasilkan sensasi yang dapat ditoleransi dengan baik untuk proses yang kronis.microwave tidak signifikan untuk pemanasan oragan target.10. sacroiliac strains dan 20 . Dosis I Paling Rendah: dibawah titik dari setiap sensasi panas (Proses Inflamasi akut) b.

Konsep ini jugadigunakan untuk keadaan akut maupun subakut dari epicondylitis dengan pemanasan ringan dariSWD kontinyu maupun SW pulsasi dapat membantu penyerapan dari exudat inflamsi. Tehnik pengobatan dengan Shorwave yang kontinyu dapat digunakan untuk terapi organ pelvis yang menderita penyakit inflamasi panggul kronik. Lehman menyarankan penggunaan SWDyang berkelanjutan untuk menciptakan pemanasan yang ringan. penyakit degenerative dari sendi. yang akan menghasilkan respon phisiologis yang ringan. Pemanasan yang berlebihan pada sebuah jaringan synovial sendi hanya dapat dilakukan pada keadaan yang kronis seperti pada kontraktur pada proses degenerasi alnjut dari panyakitrheumatoid arthritis. Tujuan dari pengobatan ini untuk memperbaiki range of motion dari sendi denganmengurangi kekakuan dan menambah kelenturan jaringan lunak. Pada fase subakut daritraumatic atritis penggunaan kontinyu SWD pada dosis dengan level II atau SWD yang pulsasi pada level III atau IV dapat memberi manfaat pada pembungkus tipis jaringan lunak untuk memperbaiki aliran darah dan juga mengurangi edema dan perdarahan. 21 .epicondilitis. Apabila pendekatan ini digunakan untuk pengobatan arteri perifer. Pemanasan yang sangat rendah. Menurut Lehman. pengobatan iniakan menghasilkan peningkatan yang signifikan dari pembuluh darah dan aliran darah. ankilosing spondilitis dan berbagai kondisi artritisyang kronis. pada dosis dengan level I dari SWD yang kontinyu dapatdigunakan pada pengobatan inflamasi untuk memperbaiki aliran darah dan mefasilitasi difusidari oksigen dan pembuangan produk metabolism.ankylosing spondilitisdapat diperbaiki dengan menggunakan SWD atau MWD secara kontinyu untuk kekakuan sendi. pada tahap akhir dari traumatic arthritis. Reflek atau efek yang diberikan sebagai respon tubuh terhadap pemanasan digunakan pada pemanasan dari bagian proksimal tubuh menuju ke bagian yang terdapat penyumbatan pembuluh darah. yangmenyebabkan cardiac output akan meningkat pada wanita. harusdihindari pada penggunaan yang berpotensi untuk menyebabkan pemanasan yang berlebihan pada daerah yang memiliki sedikit pembuluh darah. penyakit inflamasi dari pelvis. Pada jaringan sendi harus tepat dalam proses pemanasan menggunakan SWD yangkontinyu ketika sendi dibungkus oleh sebuah lapisan tipis dari jaringan lunak seperti pada organsiku.

22 .  Infeksi : Pengobatan SWD dapat digunakan untuk membantu mempercepat penyembuhan akibat infeksi dengan meningkatkan aliran darah pada daerah yang terkena infeksi. Passila dan rekan membandingkan 2 alat pulsasi SWD( 1 jam per hari selama 3hari) dengan placebo pada pengobatan 300 keram otot dan lutut terdapat sedikit perbedaan yangsignifikan dari kekuatan. Treatmen diberikan selama 20 menit perhari pada dorsal rootganglia sampai nyeri berkurang bahkan menghilang. Penghilang nyeri juga dipengaruhi oleh hilangnyakekakuan otot.  Fibrosis :Pemanasan telah terbukti dapat memperbaiki kelenturan jaringan yangmengalami fibrosis. dan scar.  Keram Otot: Dapat di kurangi secara langsung menggunakan SWD atau dapat berkurang karena hilangnya nyeri. Efek terapi dari diatermi dapat digunakan untuk pengobatan organ dalam maupun luar.Ini akan meningkatkan sel darah putih dan antibody untuk melawan organism infeksi. Apabila ateriol ataupun capiler tidak dapatmeningkat secara signifikan maka pemanasan dapat diberikan pada bagian proximal luka yangmasih baik aliran darahnya. kapsul sendi. seperti pada tendon.ligament dan sendi kecil bagian permukaan. pembengkakan. gannguan fungsi.  Nyeri: Penghilang nyeri menggunakan ShortWave diatermi berguna pada pengobatan traumatic dan kondisi rematik yang mempengaruhi bagian permukaan dari otot. danmeningkatkan dari sirkulasi pembuluh darah kulit.Pengobatan sebaiknya dilakukan seawal mungkin dari onset rush yang terbentuk atau apabilamemungkinkan sejak hari pertama. Allbery dan Barnett telah melaporkan hasil yang memuaskan dari penggunaan SWDsecara kontinyu untuk mengeringkan luka akibat herpes zoster dan menghilangkan nyerinya. gerakan sendi.  Penyembuhan Luka: Untuk memicu penyembuhan luka dari luka terbuka. Wilson mengatakan penggunaan SW secara pulsasi dapat mengurangi rasa nyeri danketidak mampuan pada beberapa kekauan sendi yang akut dibandingkan dengan penggunaanSWD yang kontinyu.

Jaringan Yang Iskemik : pada organ dengan perfusi oksigen yang kurang dapatmenyebabkan terjadinya luka bakar. Pada sirkulasi yang tidak adaekuat 23 . tapi ketepatan dari panas yangdihasilkan hanya dapat disesuaikan dengan menanyakan kepada pasien.II.Sebaiknya diberikan 1-2 kali perhari.Neoplasma : Dapat meningkatkan aliran darah ke organ neoplasma sehinggamempercepat proses pertumbuhan dan metastasi dari neoplasma.Walaupun energy yang dihasilkan dapat di kendalikan dari mesin.13. peningkatan sirkulasi darah akan sangatmaksimum. Faktor yang menentukanintensitas pengobatan adalah respon pengobatan dan kemampuan pasien terhadap pengobatan.11.12. sehingga temperature jaringan akan mencapai keadaan yang menyenangkan. KONTRA INDIKASI . II. Adapun pada system musculoskeletal yang dapat diberikan pada kondisi: -Sprain -Penyakit degeneatif sendi -Strai -Kronik Rematoid Artritis -Keram otot dan tendon -Kekakuan sendi -Lesi kapsul -Hematom Kondisi Infeksi atau inflamasi kronik -Tenosynovitis -Karbunkel -Bursitis -Abses -Synovitis -Sinusitis -Incisi pembedahan yang infeksi -dysmenorhea II. .DOSIS Untuk pengobatan yang optimal SWD diberikan selama 20 menit. INDIKASI Penggunaan shortwave diatermi dapat dilakukan pada pengobatan stuktur superficialmaupun struktur yang dalam. Frekuensi pengobatandapat diberikan setiap hari atau selang seling sesuai indikasinya. Intensitas pengobatan tergantung dari sensasi panas yang dirasakan oleh pasien.

Daerah Hemoragik. PROSEDUR PENGGUNAAN DIATERMIC Persiapan pasien:  Area yang akan diterapi harus bersih. . warning system akan berbunyi bila kabel head dan returnelectrode belum terpasang sempurna.Udem yang berat.Peacemaker. SWD dengan frekuensi tinggi dapat mempengaruhi kerja dari peacemaker . Dapat menumpuk panas dan dapat menyebabkan luka bakar pada jaringan disekitarnya.  Nyalakan tombol power mesin.Tuberkolosis Sendi . .Pakaian yang basah . .  Siapkan aksesoris (electrode)  Pasang dahulu kabel head (pilih sesuai area yang akan diterapi) dan returnelectrode pada alat Diatermic.  Lakukkan pemanasan secukupnya  Atur tombol sesuai kebutuhan pelayanan 24 .Gangguan sensasi Pana II.Implan Besi.14. pemanasanakan meningkatkan kebutuhan akan oksigen sehingga dapat menyebabkan ganggren. LCD akan menyala dan terdengar bunyi beep sebentar. SWD dapat memperberat perdarahan. kemudian oleskan gel yang cukup untuk fasilitasi kontak electrode (gunakan gel khusus untuk thermal therapy)  Letakkan return electrode (bisa yang berbentuk plate lempengan/ metal bar) padaarea yang dekat dengan area yang diterapi) Persiapan alat dan operasionalnya  Tempatkan alat pada ruang tindakan.  Lepaskan penutup debu. .

 Atur waktu penyinaran. lalu tekan tombolSTART/STOP.  Lakukan penyinaran. mengenai tindakan yang akan di lakukan. Kecuali kondisi sub akut.Selama terapi. untuk penyesuaian panas bagi pasien).  Tempatkan electrode pada obyek. o Grade 1 merupakan ambang batas panas (tidak terlalu panas.Selama terapi. Perhatikan kondisi pasien. o Grade 2. panas sedikit dan nyaman (untuk kondisi sub akut)Grade 3. o Grade 4. head electrode harus terus digerakkan pelan dan rotasi. letakkan head electrode padaarea yang diterapi dengan digerak-gerakkan. kondisi sub akut. Continous digunakan untuk daerah yang lebih besar dan menggunakanelektrodaa besar  Atur intensitas energi sesuai yang di perlukan. apabila menginginkan panas yang lebih bisamenggunakan grade 4 sampai dengan 9. jangan berhenti di satu area atau diangkat.  Bila semua program sudah dipilih.tergantung derajat panasnya.  Perhatikan protap pelayanan  Beritahukan kepada pasien. sangat intensif panasnya. untuk area kecil 15 menit.  Atur waktu. grade bisa diturunkan/dinaikkan sesuai panas yangdiinginkan. Apabila akan berpindah area di bagian lain.  Pilih mode emosi. Lakukan test fungsi tombol emergenci stop  Jelaskan fungsi dan cara penggunaan tombol emergenci stop pada pasien. disarankan untuk menggunakan grade 3 untuk memulai terapi. lebih panas dan nyaman. maka tekan START/STOP 25 . pulse atau continous Pulse digunakan untuk daerah sensitive. unuk area besar maksimal30 menit  Pilih indicator autput power dari angka 1 sampai dengan 9. area kecil danmenggunakan elektroda kecil.

dan OUTPUT.  Apabila waktu sudah selesai.HUBUNGAN SWD DENGAN TI a) Dalam teknologi informasi terdapat komponen-komponen penyusun yang mebentuk suatu system yaitu berupa INPUT.dalam jumlah pasien. setelah itu jangan lupa menekan lagi tombolSTART/STOP.  Catat beban kerja alat . maka akan terdengar bunyi beep dan lampu START/STOP akan mati.EFEK SAMPING PENGGUNAAN SWD Beberapa pasien mungkin mengalami luka bakar dangkal. PROSES. diatermi dapat mempengaruhi fungsi alat pacu jantung dan pasien wanita yang menerima perawatan di punggung bawah atau daerah panggul dapat mengalami peningkatan aliran menstruasi.  Lepaskan kebel pembumian .15. maka head electrode bisa diangkat dan dibersihkan dengan tissue. yaitu: 1. dan head electrode bisa diangkatdan dipindah ke area lain. khususnya pada pasien yang cedera dan telah terjadi penurunan sensitivitas terhadap panas. b) Demikian pula pada Short Wave Diathermy dimana terdapat ketiga komponen tersebut.  Lepaskan hubungan alat dengan catu daya. 26 .  Simpan alat dan aksesoris ke tempat semula dan Pasang penutup debu. Pastikan alat short wave diathermy dalam keadaan baik dan siap di fungsikan pada pemakaian berikutnya. setelah itu bersihkan gel yang ada pada pasien. Selain itu. II. maka penggunaannya perlu hati-hati untuk menghindari luka bakar. Karena terapi melibatkan panas. II.16.  Lepaskan electrode dan bersihkan  Bersihkan alat. INPUT berupa energi listrik yang dialirkan dari power supply menuju oscilator.

2. OUTPUT berupa gelombang panas yang dikleuarkan melalui elektroda dan rangkaian output lainnya.I lainnya seperti misalnya komponen TIMER pada SWD dimana komponen ini memberikan informasi berupa waktu yang diperlukan untuk penyinaran. Selain itu juga terdapat penerapan ilmu T. PROSES berupa listrik yang dialirkan ke oscilator yang kemudian diubah menjadi frekuensi gelombang. 27 . 3.

Kegunaan diatermi dipercaya dapat di gunakan pada beberapa terapi seperti inflamasi sendi baik lutut maupun bahu. SWD dapat meningkatkan suhu lemak subkutan dengan 15 0C dan kedalaman 4-5 cm dengan panas 4o C. degenerasi sendi leher. Gelombang radio dilemahkan saat melewati jaringan. frekuensi dankarakteristik dari aplikator. Penghasil Short Wave Diatermi. tetapi sesungguhnya dapatmenembus jaringan sampai dalam tergantung dari jaringan yang dilewati. dengan panjang gelombang lebih dari 11 m 28 .12 Mhz. peradangan fasies.Keseleo pada lutut. BAB III KESIMPULAN Suatu alat terapi yang menggunakan pemanasan yang dalam jaringan dengan merubahenergi electromagnet menjadi energy panas. lutut. sakit pinggul. Gelombang yang digunakan pada sortwave diatermi untuk fisioterapi pada frekuensi 27. Gelombang radio pada pita gelombang pendek berfrekuensi antara 10 Mhz sampai 100 Mhz.60C. sinusitis.

DAFTAR PUSTAKA  www.id/short-wave-diatermy  www.rsi.scribd.com  www.co.blokspot.com/shortwave diatermy  www.com  www.kompasiana.fisioterapi.blokspot.gina.com/terapu-listrik 29 .dadang-saksono.