You are on page 1of 3

Implemetasi (perlaksanaan) Perkembangan Kognitif dalam Pembelajaran

Dengan mengetahui perkembangan kognitif anak, maka dalam pembelajaran dapat
diterapkan hal-hal sebagai berikut.

a. Bahasa dan cara berfikir anak berbeda dengan orang dewasa. Oleh karena itu guru mengajar
dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan cara berfikir anak

a. Anak-anak akan belajar lebih baik apabila dapat menghadapi lingkungandenganbaik.
Guru harus membantu anak agar dapat berinteraksi dengan lingkungan sebaik-baiknya.

b. Bahan yang harus dipelajari anak hendaknya dirasakan baru tetapi tidak asing.

c. Berikan peluang agar anak belajar sesuai tahap perkembangannya.

d. Di dalam kelas, anak-anak hendaknya diberi peluang untuk saling berbicara dan diskusi
dengan teman-temanya.

e. Memfokuskan pada proses berfikir atau proses mental anak tidak sekedar pada
produknya. Di samping kebenaran jawaban siswa, guru harus memahami proses yang
digunakan anak sehingga sampai pada jawaban tersebut.

f. Pengenalan dan pengakuan atas peranan anak-anak yang penting sekali dalam inisiatif
diri dan keterlibatan aktif dalam kegaiatan pembelajaran. Dalam kelas Piaget penyajian
materi jadi (ready made) tidak diberi penekanan, dan anak-anak didorong untuk
menemukan untuk dirinya sendiri melalui interaksi spontan dengan lingkungan.

g. Tidak menekankan pada praktek - praktek yang diarahkan untuk menjadikan anak-anak
seperti orang dewasa dalam pemikirannya.

h. Penerimaan terhadap perbedaan individu dalam kemajuan perkembangan, teori Piaget
mengasumsikan bahwa seluruh anak berkembang melalui urutan perkembangan yang
sama namun mereka memperolehnya dengan kecepatan yang berbeda.

Menurut Brunner, impilkasi perkembangan kognitif dalam pembelajaran sebagai
berikut..

a. Anak memiliki cara berpikir yang berbeda dengan orang dewasa. Guru perlu memperlihatkan
fenomena atau masalah kepada anak. Hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan wawancara
atau pengamatan terhadap objek.

b. Anak, terutama pada pendidikan anak usia dini dana anak SD kelas rendah, akan belajar
dengan baik apabila mereka memanipulasi objek yang dipelajari, misalnya dengan melihat,
merasakan, mencium, dan sebagainya. Pendekatan pembelajaran diskoveri atau pendekatan
pembelajaran induktif lainnya akan lebih efektif dalam proses pembelajaran.

Bruner menggunakan cara belajar discovery learning (belajar penemuan) yang digagas sesuai dengan pencarian pengetahuan atau ilmu secara aktif yang dilakukan oleh si pembelajar atau siswa. perkembangan kognitif seseorang ditandai oleh meningkatnya variasi respon terhadap stimulus. artinya cara yang dilakukan oleh seseorang dalam menerapkan pengetahuan barunya yang sesuai dengan tugasnya. pengalaman baru yang dipelajari anak harus sesuai dengan pengetahuan yang telah dimiliki anak. 3) Dengan belajar menggunakan metode discovery learning. operasional konkret (7-11 tahun). Kesimpulan Perkembangan adalah produk dari proses biologis. penggunaan metode yang tepat akan membantu peserta didik untuk aktif dalam memberikan gagasan-gagasan yang inovatif dan kreatif. nalar si pembelajar akan aktif bekerja dan memiliki peningkatan. Perkembangan kognitif seseorang berkembang dari tahap enaktif ke ikonik dan pada akhirnya ke simbolik. bahan ajar dan contoh-contoh yang disiapkan akan membantu peserta didik untuk memahami dan mencerna sesuai dengan pengalaman mereka. Lain halnya dengan Bruner. Pengalaman baru yang berinteraksi dengan struktur kognitif dapat menarik minat dan mengembangkan pemahaman anak. yaitu sensori motor (dari kelahiran hingga usia 2 tahun).memperoleh informasi baru. 2) Hasil belajar yang didapat mempunyai efek ftransfer yang lebih baik dari hasil belajar lainnya. Dengan demikian. dan dewasa awal. pra-operasional (3-7 tahun). Di samping itu. Oleh karena itu. Periode perkembangan mencakup bayi. Hal ini terjadi karena si pembelajar dituntut berpikir secara bebas. c. transformasi informasi. Jika pendidik tidak memahami dan mengenal perkembangan peserta didik maka pembelajaran yang sajikan merupakan sebuah kesalahan yang sangat fatal karena telah . dan operasional formal (11-15 tahun). tenaga pendidik dalam menyiapkan atau merancang kegiatan pembelajaran disesuiakan dengan perkembangan kognitif peserta didik sehingga pelaksanaan pembelajaran yang diberikan sesuia dengan “apa maunya peserta didik bukan apa maunya pendidik”. Hasilnya adalah apa yang ditemukan akan memberikan pengetahuan yang benar-benar bermakna bagi si pembelajar. Dalam pembelajaran. anak-anak awal. Jean Piaget dalam teorinya menyatakan perkembangan kognitif terjadi dalam urutan empat tahap. menengah dan akhir. C. Pertama. yang sering kali saling terkait. Ketiga. Dengan mengenal perkembangan kognitif peserta didik. Pada masing-masing tahap mengalami kemajuan secara kualitatif. Kedua. menguji relevansi dan ketepatan pengetahuan. Melalui pandangan ahli tersebut. remaja. kognitif. artinya adanya penghalusan dan penambahan dari informasi yang dimiliki seseorang sebelumnya. cara belajar Bruner dalam bingkai kognitif melibatkan tiga proses yang bersamaa. Dengan menerapkan cara belajar discovery learning akan memberikan tiga manfaat besar bagi si pembelajar atau siswa. antara lain: 1) Pengetahuan yang diperoleh akan dapat bertahan lama dan lebih mudah diingat dengan dibandingkan dengan cara belajar mendengarkan. Di sini adanya penilaian mengenai apakah cara kita memperlakukan pengetahuan sudah cocok dengan tugas yang ada. dan sosioemosional. d.

Santrock. New York: Worth Publishers. Mussen (ed). J. Piaget. 241–259. Djamarah. Jakarta: Rineka Cipta Dalyono. 1954. 1. spiritual maupun emosinal peserta didik. J. John. J. "The construction of reality in the child". New York: Wiley. A. London: Routledge.C. 2007. 2nd ed. Syah. Psikologi Pembelajaran. Piaget. Rifa’I. menghambat perkembangan peserta didik. 4th edition. Gruber and J. Hove. Piaget.F.W. Jacques Voneche Gruber. baik dari segi intelegensi. 3rd ed. Studies in Reflecting Abstraction. 2005. Crain.W. M. Anni C. Developmental cognitive neuroscience. Handbook of Child Psychology. J. 2000. 1995. 2001. The Essential Piaget. Jakarta: Rineka Cipta Johnson. M. The Development of Children. Jakarta: Raja Gravindo Persada. 2000.H. Piaget.Children's Thinking: Developmental Function and ndividual differences. J. Theories of Development. CA : Wadsworth Cole. DAFTAR PUSTAKA Bjorklund. Semarang: UNNES Press. Psikologi Pendidikan (Terjemahan) Santrock. 2009. Bellmont. New York: Basic Books. Psikologi Pendidikan. D. Psikologi Pendidikan Edisi 2. 2001. Psikologi Pendidikan. In P. J. Muhibbin. M. 18. 2008. New Jersey: Prentice-Hall. W. 2000. 1985. John. et al. Vol. "Piaget's theory". "Commentary on Vygotsky". Oxford : Blacwell publishing Piaget. Syaeful Bahri.. 198). 1977. 1997. . ed by Howard E. Jakarta: Prenada Group. 2005. Concepts and Aplications 3th Edition. Piaget. UK: Psychology Press. Sociological Studies. Psikologi Belajar Edisi II. New Ideas in Psychology.T. New York: Basic Books.