You are on page 1of 40

BAB 1

TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Dasar
1. Definisi
Masa nifas (puerperium) dimulai setelah kelahiran plasenta dan

berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum

hamil. Masa nifas atau puerperium dimulai sejak 2 jam setelah lahirnya

plasenta sampai dengan 6 minggu (42 hari) setelah itu. Dalam bahasa

latin,waktu mulai tertentu setelah melahirkan anak ini disebut Puerperium

yaitu dari kata Puer yang artinya bayi dan Parous melahirkan. Jadi,

puerperium berarti masa setelah melahirkan bayi. Puerperium adalah masa

pulih kembali,mulai dari persalinan selesai sampai alat-alat kandungan

kembali seperti pra hamil. Sekitar 50% kematian ibu terjadi dalam 24 jam

pertama postpartum sehingga pelayanan pascapersalinan yang berkualitas

harus terselenggara pada masa itu untuk memenuhi kebutuhan ibu dan

bayi (Vivian Nanny dan Tri Sunarsih, 2013:1).
Masa nifas adalah masa sesudah persalinan dan kelahiran

bayi,plasenta, serta selaput yang diperlukan untuk memulihkan kembali

organ kandungan seperti sebelum hamil dengan waktu kurang lebih 6

minggu (Sitti Saleha,2009 : 4).
Periode Postpartum adalah waktu penyembuhan dan perubahan, waktu

kembali pada keadaan tidak hamil, serta penyesuaian terhadap hadirnya

anggota keluarga baru (Mitayani, 2009 : 122).

1

2

Masa nifas (puerperium) adalah masa yang dimulai setelah kelahiran

plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan

sebelum hamil.Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu (Anik

Maryunani, 2011 : 5 ).
Masa nifas (puerperium) adalah masa setelah keluarnya placenta

sampai alat-alat reproduksi pulih seperti sebelum hamil dan secara normal

masa nifas berlangsung selama 6 minggu atau 40 hari (Setyo Retno

Wulandari dan Sri Handayani, : 2011 : 1 ).
2. Tujuan Masa Nifas
Pada masa nifas ini terjadi perubahan-perubahan fisik maupun psikis

berupa organ reproduksi, terjadi proses laktasi, terbentuknya hubungan

antara orang tua danbayi dengan memberi dukungan.Atas dasar tersebut

perlu dilakukan suatu pendekatan antara ibu dan keluarga dalam

manajemen kebidanan. Adapun tujuan dari pemberian asuhan pada masa

nifas untuk (Menurut Marmi, 2011: 11-12)
a) Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologis.
b) Melaksanakan skirinning secara komprehensif deteksi dini, mengobati

atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayi.
c) Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri,

nutrisi, KB, cara dan manfaat menyusui pemberian imunisasi serta

perawatan bayi sehari-hari.
d) Memberikan pelayanan Keluarga Berencana (KB).
e) Mendapat kesehatan emosi.
3. Tahapan Masa Nifas
Beberapa tahapan masa nifas adalah sebagai berikut.
a. Puerperium dini
Yaitu kepulihan dimana ibu diperbolehkan berdiri dan berjalan, serta

menjalankan aktivitas layaknya wanita normal lainnya.

3

b. Puerperium intermediate
Yaitu suatu kepulihan menyeluruh alat-alat genitalia yang lamanya

sekitar 6-8 minggu.
c. Puerperium remote
Waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama

apabila ibu selama hamil atau persalinan mempunyai komplikasi

(Menurut Vivian Nanny Lia Dewi dan Tri Sunarsih, 2013 : 4).

4.Perubahan Fisiologis Dalam Masa Nifas

a. Berbagai Perubahan Dalam Sistem Reproduksi
1. Uterus
a). Proses Involusi
Involusi atau pengerutan uterus merupakan suatu proses

kembalinya uterus merupakan suatu proses kembalinya uterus ke

keadaan sebelum hamil. Proses involusi merupakan salah satu

peristiwa penting dalam masa nifas,disamping proses laktasi

(pengeluaran ASI). Uterus ibu yang baru melahirkan masih

membesar, jika diraba dari luar tinggi fundus uteri kira-kira 1 jari

di bawah pusat, sedangkan beratnya lebih kurang 1 kilogram.Hal

ini disebabkan oleh banyaknya darahdalam dinding rahim

mengalir dalam pembuluh-pembuluh darah yang

membesar.Sampai hari kedua, uterus masih membesar dan setelah

itu berangsur-angsur menjadi kecil.Kalau diukur fundus uteri

waktu nifas (sesudah buang air kecil).Pada hari ketiga kira- kira 2

atau 3 jari dibawah pusat.Hari kelima, pada pertengahan antara

4

pusat dan simphysis.Hari ketujuh,kira-kira 2 atau 3 jari diatas

simphysis.Hari kesembilan, kira-kira satu jari diatas

simphysis.Dan setelah hari kesepuluh, biasanya uterus tersebut

dari luar tidak teraba lagi.Semuanya ini disebabkan karena

pemberian darah didalam dinding rahim jauh berkurang, sehingga

otot-otot menjadi kecil. (Anik Maryunani,: 2011 : 6 : 7).

Tabel1.1 :Perubahan-Perubahan Yang Normal Didalam Uterus Selama Masa
Nifas

Involusi uterus Bobot Diamater Palpasi
Uterus Uterus Serviks
Pada akhir persalinan 900 gram 12,5 cm Lembut/lunak
Pada akhir minggu ke- 1 450 gram 7,5 cm 2 cm
Pada akhir minggu ke- 2 200 gram 5,0 cm 1 cm
Sesudah akhir 6 minggu 60 gram 2,5 cm Menyempit
Sumber: Konsep Asuhan Kebidanan, Pusdiknakes, WHO, JHPIEGO, 2003

2. Kontraksi
Kontraksi uterus terus meningkat secara bermakna setelah bayi keluar,

yang diperkirakan terjadi sebagai respon terhadap penurunan volume intra

uteri yang sangat besar.Kontraksi uterus yang meningkat setelah bayi

keluar,ini menyebabkan iskemia pada lokasi perlekatan plasenta sehingga

jaringan perlekatan antara plasenta dan dinding uterus menjadi nekrosis

dan lepas (Anik Maryunani, 2011 : 9).
3. Afterpains
Dalam minngu pertama sesudah bayi lahir, mungkin ibu mengalami

kram/mulas pada abdomen yang berlangsung sebentar, mirip sekalidengan

2011 :10). Lokia Lokia adalah darah dan cairan yang keluar dari vagina selama masa nifas. 2011: 10 :11 ).semntara itu lapisan sisi kovum uteri menjadi nekrotik dan keluar sebagai lokia). 4. Desidua yang mati akan keluar bersama dengan sisa cairan.suatu campuran antara darah yang dinamakan lokia yang menyebabkan pelepasan jaringan nekrotik tadi adalah karena pertumbuhan endometrium. Endometrium mengadakan regenerasi cepat dimana dalam waktu 2-3 hari sisa lapisan desidua telah beregerasi ( lapisan sisi dinding uterus menjadi jaringan endometrium baru. Kram/mulas akan lebih terasa lagi pada saat menyusui bayi oleh karena stimulasi / rangsangan putting susu menimbulkan aksi refleks pada uterus (Anik Maryunani. maka lapisan luar dari deciduas yang mengelilingi tempat/ situs plasenta akan menjadi nekrotik (layu/mati).Kram demikian tadi berlangsung tidak lama dan tidak penting / bukan dianggap suatu masalah. Regenerasi endometrium lengkap kembali sampai pada akhir minggu ketiga masa pascapartum. sampai sekitar 6 minggu setelah melahirkan ( Anik Maryunani. yang ditimbulkan oleh karena kontraksi uterus pada waktu mendorong gumpalan darah dan jaringan yang terkumpul di dalam uterus. karena terjadi trombus sehingga regenerasi agak lebih lama. kecuali pada bekas tempat plasenta. Tempat Plasenta Dengan involusi uterus ini. 5 kram waktu periode meeadaan ini disebut afterpains. Lokia mempunyai reaksi basa / alkalis yang dapat membuat . 5.

Setelah waktu tersebut.  Lokia Alba ( putih) Lokia alba terdiri dari lekosi.Serta robekan /laserasi plasenta. dan jaringan- jaringan mati yang lepas dalam proses penyembuhan.  Lokia Serosa Lokia ini mengandung cairan darah dengan jumlah darah yang lebih sedikit dan lebih banyak mengandung serum dan lekosit. Lokia mempunyai bau amis (anyir). Mula-mula bewarna merah. meskipun tidak terlalu menyengat. danvolunebya berbeda-beda pada setiap ibu.lender leher rahim (serviks). Lokia mengalami perubahan karena proses involusi. berbau amis. Serviks Uteri . kemudian berubah menjadi merah tua atau merah kecoklatan sampai bewarna kekuning- kuningan atau keputih-putihan.minggu (Anik Maryunani . aliran lokia yang keluar harus semakin berkurang. Lokia rubra bewarna kemerah-ksmerahan dan keluar sampai hari ke-3 atau ke -4. 2011 : 12 ). Tiga jenis lokia sesuai dengan warnanya adalah sebagai berikut :  Lokia Rubra/Kruenta (merah) Merupakan cairan bercampur darah dan sisa-sisa penebalan dinding rahim dan sisa-sisa penanaman plasenta (selaput ketuban). putih kekuning-kuningan dan keluar selama 2.Lokia serosa bewarna kecoklatan atau kekuning- kuningan dan keluar dari hari ke-5 sampai ke-9 berikutnya.jumlah cairan yang keluar dari uterus tidak boleh lebih dari jumlah maksimal yang keluar selama mentruasi. Sema 2 jam pertama setelah lahir. 6 organisme berkembang lebih cepat daripada vagina normal. Lokia alba bewarna lebih pucat. 6.

Dalam waktu sekitar 20 jam setelah persalinan. 2011 : 102). tetapi terlihat memanjang seperti celah atau garis horizontal agak lebar. Vagina dan Vulva Vagina dan Vulva mengalami penekanan serta peregangan yang sangat besar selama proses persalinan dan akan kembali secara bertahap dalam 6-8 minggu postpartum. 2011: 13). 7 Involusi serviks dan segmen bawah uterus/eksternal setelah persalinan berbeda dan tidak kembali pada keadaan sebelum hamil. Perineum Perineum adalah daerah antara vulva dan anus. Muara serviks eksternal/katalis servikalis tidak akan berbentuk lingkaran seperti sebelum melahirkan. 8. 7. yaitu sayatan untuk memperluas pengeluaran bayi. Penurunan hormone estrogen pada masa post partum berperan dalam penipisan mukosa vagina dan hilangnya rugae. Serviks akan menjadi lunak segera setelah melahirkan. merah. bengkak atau keluar cairan tidak . Biasanya setelah melahirkan.Proses penyembuhan luka episiotomy sama seperti luka operasi lain. serviks memendek dengan konsistensi lebih padat dan kembali ke bentuk semula dalam masa involusi (Anik Maryunani. Rugae akan terlihat kembali pada sekitar minggu ke – 4 (Setyo Retno Wulandari. Perhatikan tanda-tanda infeksi pada luka episiotomy seperti nyeri. panas. perineum menjadi agak bengkak/edema/memar dan mungkin ada luka jahitan bekas robekan atau episiotomy. sering disebut mulut ikan atau porous serviks.

8 lazim. 2011 : 15). dan efek konduksi. Dinding kemih dapat mengalami Hiperemesis dan edema yang di sertai dengan hemorhagi pada daerah- daerah kecil. rectum. Organ Otot Panggul Struktur dan penopang otot uterus dan vagina dapat mengalami cedera selama waktu melahirkan. 2011 : 15).Mentoleransi kehilangan darah pada saat melahirkan perdarahan pervaginam normalnya 400-500 cc.Hal ini dapat menyebabkan cedera selama waktu melahirkanHal ini dapat menyebabkan relaksasi panggul. trauma akibat kelahiran. 9. Perubahan Dalam Sistem Kemih dan Saluran Kemih Wanita yang pasca persalinan mengalami suatu peningkatan kapasitas kandung kemih. Sedangkan melalui secsio caesaria takikardia dapat merefleksikan adanya kesulitan atau persalinan lama dan darah yang keluar lebih dari normal atau perubahan setelah melahirkan (Anik Maryunani. pembengkakan dan trauma jaringan sekitar uretra yang terjadi selama proses melahirkan. dan kandung kemih (Anik Maryunani. Peningkatan kapasitas kandung kemih setelah bayi lahir. b. dinding vagina. uretra.Penyembuhan luka biasanya berlangsung 2-3 minggu setelah melahirkan (Anik Maryunani. Perubahan dalam Sistem kardiovaskuler Pada kehamilan terjdi peningkatan sirkulasi volume darah yang mencapai 50%. 2011 : 14 : 15). yang berhubungan dengan pemanjangan dan melemahnya topangan permukaan struktur panggul yang menopang uterus. c.Uretra dan meatus urinarius juga biasa mengalami edema. anestesi yang menghambat fungsi neural pada kandung kemih menyebabkan keinginan berkemih menurun dan lebih .

Distensi kandung kemih yang timbul segera setelah ibu melahirkan dapat menyebabkan perdarahan berlebihan karena keadaan ini bisa menghambat uterus berkontraksi dengan baik. . kesulitan buang air kecil dan terjadi infeksi kandung kemih. e. Perubahan Dalam Sistem Endokrin Sistem endokrin mengalami perubahan secara tiba-tiba selama kala IV persalinan dan mengikuti lahirnya plasenta.konsentrasi hormonyang menstimulasi perkembangan payudara selama ibu hamil menurun dengan cepat setelah bayi lahir.maka pengosongan kandung kemih yang adekuat harus menjadi perhatian oleh perawat dan ibu yang melahirkan.mengeras dan sakit bila di sentuh. d. cairan payudara yang keluar sebelum produksi susu terjadi pada trimester III dan minggu pertama penambahan system vaskuler dan limpatik sekitar mammae. 9 rentan untuk menimbulkan distensi kandung kemih. Perubahan Payudara Selama kelahiran. payudara disiapkan untuk laktasi (hormone estrogen dan progesteron) kolostrum. 2011 : 18). Mammae menjadi besar. Dengan cara semikian. tonus kandungan kemih biasanya akan pulih kembali dalam waktu 5 sampai 7 hari setelah melahirkan (Anik Maryunani. Sementara itu. Apabila terjadi distensi yang berlebihan pada kandungan kemih dapat mengalami kerusakan lebih lanjut.

seperti sebelum hamil (Anik Maryunani. Setelah benar- benar pulih dari efek keletihan. kebanyakan ibu merasa sangat lapar. sehingga ibu boleh mengkonsumsi makanan ringan. 10 Cairan menstruasi pertama setelah melahirkan biasanya lebih banyak dari normal. Ibu biasanya juga merasa sangat haus dalam 2 sampai 3 hari pertama melahirkan. kemungkinan karena pertukaran cairan dalam tubuh berkaitan dengan dieresis.analgesia anestesia. f. Perubahan Berat Badan Kehilangan atau penurunan berat badan pada ibu setelah melahirkan terjadi akibat kelahiran/ keluarnya bayi. maka ibu biasanya dikonsumsi. menurunkan tonus otot-otot abdomen yang juga merupakan factor predisposisi terjadinya konstipasi pada ibu pasca melahirkan. g.dapat membantu mengganti cairan yang hilang pada saat persalinan dalam urine. Perubahan Sistem Gastrointestinal Penggunaan tenaga pada kala pertama persalinan.Diuresis puerperalis juga menyebabkan . plasenta dan keluarnya bayi. Fungsi usus besar akan kembali normal pada akhir minggu pertama dimana nafsu makan mulai bertambah dan rasa tidak nyaman pada perineum sudah menurun. Hal ini dapat diperjelas sebagai berikut: Ibu biasanya laparsegera setelah melahirkan merupakan hal yang umum.dan melalui perspirasi (keringat) (Anik Maryunani. plasenta dan cairan ketuban. Dengan minum banyak. 2011 : 19 : 20). dalam 3 sampai 4 siklus. 2011 : 20).

Pada minggu ke-7 sampai ke-8. Pada ibu yang multipara. abdomen ibu akan tampak menonjol dan seperti masih hamil. h. dinding abdomen ibu akan rileks. . kebanyakan ibu telah kembali ke berat badan sebelum hamil. Sebelum hamil. latihan fisik yang tepat (senam) dan jumlah jaringan lemak ibu. Dinding abdomen ibu kembali ke keadaan sebelum hamilperlu waktu sekitar 6 minggu. 11 kehilangan berat badan selama masa puerperium awal. Kembalinya tonus otot ini tergantung pada tonus otot sebelumnnya (senam dan jumlah jaringan lemak). Dalam 2 minggu setelah melahirkan. sebagian lagi mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama lagi untuk kembali ke berat badan semula (Anik Maryunani.ibu yang mengalami overdistensi abdomen . dinding abdomen yang melentur/meregang akan tampak longgar dan kendur. keadaan abdomen seperti sebelum hamil. Perubahan Sistem Dinding Abdomen/Perut Abdomen tampak menonjol keluar pada hari pertama sesudah melahirkan . Hal ini dapat diperjelas sebagai berikut : Pada hari pertama setelah melahirkan. 2 minggu pertama melahirkan dinding abdomen mengalami relaksasi dan kurang lebih 6 minggu setelah melahirkan.2011 : 21). abdomen bisa mengalami kesulitan untuk memperoleh tonus otot yang baik. Pengembalian tonus bergantungan pada kondisi tonus sebelum hamil.atau ibu dengan tonus otot buruk. Setelah melahirkan.

terutama pada ibu dengan tonus otot abdomen yang buruk.yang disebabkan oleh meregangnya/melenturnyadan pecahnya serabut-serabut elastic pada kulit. Jika terjadi diastesis. 12 Diastesis abdominis. fascia. i. Garis-garis striae/guratan-guratan pada perut (stretch marks). bisa terjadi selama kehamilan. bagian dinding abdomen tidak memiliki penopang yang berotot tetapi hanya berbentuk oleh kulit.lemak subkutan. namun hiperpigmentasi pada aerola dan linea nigra mungkin belum menghilang sempurna sebelum . Namun. Meskipun perubahan warna menjadi lebih gelap pada area-area ini menurun. dan linea nigra secara berangsur- angsur menurun setelah melahirkan. namun warna tidak bisa kembali total seperti sebelum hamil.bisa menyebabkan abdomen ibu menggantung dan peningkatan sakit punggung pada ibu. Perubahan Sistem Integumen Peningkatan aktivitas melanin pada kehamilan yang menyebabkan hiperpigmentasi pada putting susu. Klosma gravidarum yang timbul pada masa hamil biasanya tidak akan terlihat pada kehamilan. 2011 : 22 : 23). diastasis ini dapat diatasi bila ibu melakukan latihan /peregangan senam dengan baik dan otot-otot abdomen dapat membaik. Jika tonus otot rektus ini tidak terbentuk kembali maka topangan otot untuk kehamilan selanjutnya menjadi tidak adekuat.yang tampak bewarna merah atau ungu pada saat melahirkan. Dengan topangan yang tidak adekuat. suatu pemisahan otot-otot dinding-dinding abdomen. Garis-garis ini secara bertahap warnanya memudar tetapi masih tampak ( Anik Maryunani. dan peritoneum. aerola.

Untuk menstabilkan sendi dengan lengkap diperlukan waktu sampai minggu ke-8 setelah ibu melahirkan. Kelainan pembuluh darah vaskuler selama kehamilan yang menyebabkan spider angioma (nevi). j. Rasa tidak nyaman neurologis yang disebabkan karena kompresi /tekanan syaraf menghilang setelah tekanan mekanik dari uterus yang membesar dan tekanan dari retensi cairan menghilang.terdapat perubahan neurologis yang merupakan kebalikan dari perubahan neurologis yang terjadi selama hamil. eritema palmar dan epulis biasanya akan berkurang sebagai respon terhadap penurunan kadar estrogen yang cepat setelah melahirkan. 13 melahirkan. Rambut halus yang tumbuh lebat pada waktu hamil pada sebagian ibu biasanya akan menghilang setelah ibu melahirkan.Rasa baal pada paha yang . Namun.2011 : 24). spider angioma (nevi) akan tampak menetap meskipun dengan ukuran kecil (Anik Maryunani. Perubahan Sistem Muskuloskeletal Perubahan system musculoskeletal pada ibu selama nifas berlangsung terbalikdengan selama masa kehamilannya. 2011 : 23 : 24). namun rambut kasar yang timbul selama hamil akan manetap. Perubahan Sistem Neurologis Setelah melahirkan. k. Perubahan ini meliputi hal-hal yang dapat membantu relaksasi dan hipermobilitas sendi serta perubahan pusat berat ibu akibat pembesaran rahim. Pada beberapa wanita.kaki ibu mengalami perubahan yang bearti yang sering kali masih membutuhkan sandal/sepatu yang lebih besar (Anik Maryunani.

Jika terjadi peningkatan suhu 38oC yang menetap 2 hari setelah 24 jam melahirkan.stress dan kebocoran cairan serebro spinal saat anestesi. Perubahan Tanda-tanda Vital Pada ibu pasca persalinan.terdapat beberapa perubahan tanda-tanda vital sebagai berikut: 1) Suhu Selama 24 jam pertama. Tergantung pada penyebabnya. Maka nyeri kepala pada ibu pasca melahirkan memerlukan pemeriksaan lebih cermat (Anik Maryunani. .suhu mungkin meningkat menjadi 38oC.2011 : 26). infeksi saluran kemih.dan lain-lain ( Anik Maryunani.kram pada kaki juga akan menghilang setelah melahirkan. maka perlu dipikirkan adanya infeksi seperti sepsis puerperalis (infeksi selama postpartum). 14 disebabkan karena kompresi persyarafan terdapat dinding-dinding panggul atau ligament inguinalis selama hamil menghilang. endometritis (peradangan endometrium).seperti hipertensi akibat kehamilan.Rasa baal dan kesemutan secara periodic pada jari yang dialami 5% ibu hamil sebagai akibat traksi pleksus trakhialis biasanya juga menghilang setelah bayi lahir. 2) Nadi Dalam periode waktu 6-7 jam sesudah melahirkan. Nyeri kepala pasca melahirkan dapat diakibatkan oleh berbagai keadaan. sering ditemukan adanya bradikardia 50-70 kali permenit (normalnya 80-100 kali permenit) dan dapat berlangsung sampai 6-10 hari setelah melairkan. dehidrasi dan perubahan hormonal. 2011 : 25) l.pembengkakan payudara. terhubung sebagai akibat meningkatnya kerja otot.

2011 : 27) 5. Adaptasi Psikologis Dalam Masa Nifas a. Takhikardhia kurang sering terjadi. Pengalaman selama proses . Penurunan tekanan darah bisa mengindikasikan penyesuain fisiologis terhadap penurunan tekanan intrapeutik atau adanya hipovelemia sekunder yang berkaitan dengan hemorhagi uterus.2011: 26: 27). Pada saat itu. 4) Pernapasan Fungsi pernapasan ibu kembali ke fungsi sepertisaat sebelum hamil pada bulan keenam setelah melahirkan ( Anik Maryunani. bila terjadi berhubungan dengan peningkatan kehilangan darah dan proses persalinan yang lama (Anik Maryunani. penurunan volume darah yang mengikuti pemisahan plasenta dan kontraksi uterus dan peningkatan strike volume. Fase Taking In Fase ini merupakan periode ketergantungan yang berlangsung dari hari pertama sampai hari kedua setelah melahirkan. 15 Keadaan ini bisa berhubungan dengan penurunan usaha jantung.bisamenandakan ibu mengalami preeklamsia dan ibu perlu dievaluasi lebih lanjut(Anik Maryunani. Peningkatan tekanan sistolik 30 mmHg dan penambahan diastolic 15 mmHg yang disertai dengan sakit kepala dan gangguan penglihatan.ibu dapat mengalami hipotensiorthostatik (penurunan 20 mmHg) yang ditandai dengan adanya pusing segera setelah berdiri. Hasilpengukuran tekana darah seharusnya tetap stabil setelah melahirkan. yang dapat terjadi hingga 46 jam pertama. fokus perhatian ibu terutama pada dirinya sendiri. 3) Tekanan Darah Selama beberapa jam setelah melahirkan.2011: 26).

2011 :111 : 112). 2011 :112). Selain itu perasaannya sangat sensitive sehingga mudah tersinggung jika komunikasinya kurang hati- hati. Oleh karena itu kondisi ibu perlu dipahami dengan menjaga komunikasi yang baik. Disamping nafsu makan ibu memang meningkat (Setyo Retno Wulandari dan Sri Handayani. Kelelahan membuat ibu cukup istirahat untuk mencegah gejala kurang tidur. 2011: 111). Pada fase taking hold. 6. b. Pada fase ini perlu diperhatikan pemberian ekstra makanan untuk proses pemulihannya. Hal ini membuat ibu cenderung menjadi pasif terhadap lingkungannya. Post Partum Blues . 16 persalinan sering berulang diceritakanya. Fase Letting Go Fase ini merupakan fase menerima tannggung jawab akan pernah barunya yang berlangsung 10 hari setelah melahirkan.Keinginan untuk merawat diri dan bayinya meningkat pada fase ini (Setyo Ratna Wulandari dan Sri handayani. Ibu sudah mulai menyesuaikan diri dengan ketergantungan bayinya.Oleh karena itu ibu memerlukan dukungan karena saat ini merupakan kesempatan yang baik untuk menerima berbagai penyuluhan dalam merawat diri dan bayinya sehingga tumbuh rasa percaya diri (Setyo Ratna Wulandari dan Sri handayani. ibu merasa khawatir akan ketidakmampuan dan rasa tanggungjawabnya dalam merawat bayi. seperti mudah tersinggung. c. Fase Taking hold Fase ini berlangsung antara 3-10 hari setelah melahirkan.

dengan melakukan kontak mata. Tahap-tahap bounding attachment : a. Kebutuhan pada masa nifas terutama pada menyusui akan meningkat 25% karena berguna untuk proses kesembuhan karena sehabis melahirkan dan untuk memproduksi air susu yang cukup untuk menyehatkan bayi. berbicara. cadangan dalam tubuh. Semua ini akan meningkat tiga kali dari kebutuhan biasa.S. makanan yang dikonsumsi berguna untuk melakukan aktivitas. Perkenalan. Kebutuhan Dasar Ibu Masa Nifas a. dan mengeksplorasi segera setelah mengenal bayinya. 2012: 67). b. (Marmi. 2011 : 38). Bounding (keterikatan) c.Attachment merupakan interaksi antara ibu dan bayi secara spesifik sepanjang waktu (Marmi. bagian penting dari ikatan ialah perkenalan.proses . 2012 : 68) 7. perasaan sayang mengikat individu dengan individu lain. Bounding Attachment Merupakan suatu langkah awal untuk mengungkapkan perasaan afeksi (kasih sayang) oleh ibu kepada bayinya segera setelah lahir. menyentuh.S. Nutrisi dan cairan Nutrisi atau gizi adalah zat yang diperlukan oleh tubuh untuk keperluan metabolismenya. Attachment. 17 Reaksi penyesuain dengan perasaan depresi yang juga dikenal dengan istilah “postpartum blues atau baby blues”merupakan periode sementara terjadinya depresi yang sering kali terjadi selama beberapa hari pertama pada masa nifas (Anik Maryunani. Kenel (1982). Menurut Klaus. metabolism.

sagu. pedas atau berlemak. kacang hijau. nikotin. (Setyo Retno wulandari dan Srihandayani.kepiting. serta bahan pengawet atau pewarna. tahu dan tempe). tidak terlalu asin.kacang merah. jagung. telur. tepung terigu dan ubi. Disamping itu harus mengandung: 1) Sumber tenaga (energi) Untuk pembakaran tubuh.mentega. Menu makanan seimbang yang harus dikonsumsi adalah porsi cukup dan teratur.minyak sayur. daging ayam.kerang. pembentukan jaringan baru.2011 : 125) 2) Sumber pembangun Protein diperlukan untuk pertumbuhan dan penggantian sel-sel yang rusak atau mati.hati. 18 memproduksi ASI serta sebagai ASI itu sendiri yang akan di konsumsi bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan. ketiga . Sumber protein dapat di perolehdari protein hewani (ikan.udang. kedelai.Protein dari makanan harus di ubah menjadi asam amino sebelum diserap oleh sel mukosa usus dan dibawa ke hati melalui pembuluh darah vena portae.protein dapat digunakan sebagai cadangan untuk memenuhi kebutuhan energi). keju) dan nabati (kelapa sawit. dan keju. penghematan protein ( jika sumber tenaga kurang.telur.minyak kelapa dan margarine).susu dan keju) dan protein nabati ( kacang tanah. Sedangkan zat lemak dapat diperoleh dari hewani (lemak. tidak mengandung alcohol. Sumber protein terlengkap terdapat dalam susu. Zat gizi sebagai sumber karbonhidrat terdiri dari beras.

2011 : 126) Jenis-jenis mineral penting : a.sumbernya : susu. daging kerang. (Setyo Retno wulandari dan Srihandayani. dan daging. Zat kapur Untuk pembentukan tulang. hati. keju.keju. Zat besi Tambahan zat besi sangat penting dalam masa menyusui karena dibutuhkan untuk kenaikan sirkulasi darah dan sel. sumbernya : minyak ikan.kacang-kacangan dan sayuran bewarna hijau. ikan laut dan garam beryodium. sumbernya : susu. b. Yodium Sangat penting untuk mencegah timbulnya kelemahan mental dan kekerdilan fisik yang serius. Fosfor Dibutuhkan untuk pembentukan kerangka dan gigi anak. 19 makanan tersebut juga mengandung zat kapur. Sumber zat besi antara lain : kuning telur. zat besi dan vitamin B. .2011 : 126) 3) Sumber pengatur dan pelindung (Mineral. c. Sumber zat pengatur dan pelindung biasa diperoleh dari semua jenis dan sayuran buah-buahan segar. sertamenambah sel darah merah (HB) sehingga daya angkut oksigen mencukupi kebutuhan. ikan. Vitamin dan Air) Unsur-unsur tersebut digunakan untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit dan pengatur kelancaran metabolism dalam tubuh. kacang-kacangan dan sayur hijau. Ibu menyusui minum air sedikitnya 3 liter setiap hari ( dianjurkan ibu untuk minum setiap kali habis menyusui). (Setyo Retno wulandari dan Srihandayani.

Eliminasi : BAK dan BAB 1. bila tidak dilakukan dengan tindakan : a. Ibu diusahakan dapat buang air kecil sendiri. Klien merasa lebih baik. Bila tidak berhasil dengan cara diatas maka lakukan kateterisasi. Keuntungannya early ambulation adalah : 1. Defekasi Biasanya 2-3 hari postpartum masih sulit buang air besar. Dirangsang dengan mengalirkan air kran didekat klien.Early ambulation adalah kebijakan untuk selekas mungkin membimbing klien keluar dari tempat tidurnya dan membimbingnya selekas mungkin berjalan. Dapat lebih memungkinkan dalam mengajari ibu untuk merawat atau memelihara anaknya. Miksi Miksi disebut normal bila dapat buang air kecil spontan setiap 3-4 jam. 3. 2. 20 Kalsium Ibu menyusui membutuhkan kalsiumuntuk pertumbuhan gigi anak. b. Ambulasi Disebut juga early ambulation.2011 : 127) 10. 2. (Setyo Retno wulandari dan Srihandayani. memandikan dan lain-lain selama ibu masih dalam perawatan. ( Setyo Retno Wulandari dan Srihandayani.Agar dapat buang air besar secara teratur dapat . sumbernya : susu dan keju. lebih sehat dan lebih kuat.Klien sudah diperbolehkan bangun dari tempat tidur dan dalam 24-48 jam postpartum.Jika klien pada hari ke tiga belum juga buang air besar maka diberikan laksan suposituria dan air minum hangat.2011 : 131) 11. Mengompres air hangat diatas simpisis. Faal usus dan kandungan kencing lebih baik.

juga merasa sakit sehingga perineum tidak dibersihkan atau dicuci. pemberian cairan yang banyak. 2) Perawatan Payudara a) Menjaga payudara tetap bersih dan kering terutama putting susu dengan menggunakan BH yang menyongkong payudara. Kebersihan diri 1) Perawatan perineum Apabilasetelah buang air besar atau buang air kecil perineum dibersihkan secara rutin. 2) Tidur siang atau istirahat selagi bayi tidur 3) Kembali ke kegiatan rumah tangga secara perlahan-lahan.Caranya dibersihkan dengan sabun yang lembut minimal sekali sehari. Istirahat 1) Istirahat cukup untuk mengurangi kelelahan. ASI dikeluarkan dan diminumkan dengan menggunakan sendok. Biasanya ibu merasa takut pada kemungkinn jahitannya akan lepas. Menyusui tetap dilakukan dimulai dari putting yang tidak lecet. 2011 : 132) 13. 21 dilakukan dengan diit teratur.2011 : 131) 12. 2011 : 133) 14.( Setyo Retno Wulandara dan Sri Handayani. olahraga. d) Untuk menghilangkan nyeri ibu dapat diberikan paracetamol 1 tablet setiap 4-6 jam. Keluarga berencana . makanan cukup serat. b) Apabila putting susu lecet oleskan colostrums atau ASI yang keluar pada sekitar putting susu setiap selesai menyusui. ( Setyo Retno Wulandari dan Sri Handayani. (Setyo Retno Wulandari dan Sri Handayani. 4) Mengatur kegiatan rumahnya sehingga dapat menyediakan waktu untuk istirahat pada siang kira-kira 2 jam dan malm 7-8 jam. c) Apabila lecet sangat berat dapat diistirahatkan selama 24 jam.

22 Idealnya setelah melahirkan boleh hamil lagi setelah 2 tahun.Meskipun setiap metode kontrasepsi beresiko. karena ibu menyusui membutuhkan tambahan protein. yang meliputi : 1) Cara penggunaan. 5) Efektifitas. ( Setyo Retno Wulandari dan Sri Handayani. ( Setyo retno Wulandari dan Sri Handayani. 2) Ajarkan cara menyusui yang benar. 2) Penggunaan bebatperut setelah melahirkan. 2011 : 139) 15. Pemberian ASI / Laktasi Hal-hal yang perlu diberitahukan kepada pasien : 1) Menyusui bayi segera setelah lahir minimal 30 menit bayi telah disusukan. 3) Penggunaan kantong es atau pasir untuk menjaga uterus tetap berkontraksi. . 6) Penyampihan bertahapmeningkatkan frekuensi makanan dan menurunkan frekuensi pemberian ASI. Jelaskan pada ibu berbagai macam metode kontrasepsi yang diperbolehkan selama menyusui.Pada dasarnya ibu tidak mengalami ovulasi selama menyusui ekslusif atau penuh enam bulan dan ibu belum mendapatkan haid (metode amenorhe laktasi). ikan. Kebiasaan yang tidak bermanfaat bahkan membahayakan 1) Menghindari makanan berprotein seperti telur. tapiberikan ASI dengan sendok. tetapi menggunakan kontrasepsi jauh lebih aman. 3) Memberikan ASI secara penuh 6 bulan tanpa makanan lain ( ASI ekslusif) 4) Menyusui tanpa jadwal.sesuka bayi 5) Diluar menyusui jangan memberikan dot /kempeng pada bayi.2011 : 139) 16. 3) Kelebihan dan kekurangan 4) Indikasi dan kontraindikasi. 2) Efek samping.

(Setyo Retno Wulandari dan Sri Handayani. 23 4) Memisahkan ibu dan bayi dalam masa yang lama dalam satu jam postpartum. Integritas Ego Peka rangsang.takut/menangis (“postpartum blues” sering terlihat kira- kira 3 hari setelah melahirkan).2011 : 140) B. Asuhan Keperawatan Masa Nifas Pengkajian Pengkajian adalah tahap awal dari proses keperawatan dan merupakan suatu proses pengumpulan data yang systematis dari berbagai sumber untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi status kesehatan klien. Eliminasi Diuresis diantara hari ke-2 dan ke-5.( Nursalam. Makanan /cairan Kehilangan nafsu makan mungkin dikeluhkan kira-kira hari ke-3 Nyeri/ Ketidaknyamanan . Sirkulasi Episode diaforetik lebih sering terjadi pada malam hari.2008 : 29) Pengkajian dasar data untuk klien pada 4 jam sampai 3 hari pascapartum sebagai berikut : Aktivitas/Istirahat Insomnia mungkin teramati.

tergantung kapan menyusui di mulai. tingkat dukungan. dan mengubah (Menurut Carpenito. 2008 : 59) Beberapa Diagnosa Keperawatan yang mungkin muncul pada klien dengan postpartum spontan pervaginam : 1. usia gestasi bayi. Nyeri akut/ ketidaknyamanan berhubungan dengan trauma mekanis. Lokhia rubra berlanjut sampai hari ke-2-3. membatasi. menurun kira-kira 1 lebar jari setiap harinya. 24 Nyeri takan payudara /pembesaran dapat terjadi diantara hari ke-3 sampai ke-5 pascapartum.2001 : 387) Diagnosa Keperawatan Diagnosa keperawatan adalah suatu pernyataan yang menjelaskan respons manusia ( status kesehatan atau risiko perubahan pola) dari individu atau kelompok dimana perawat secara akuntabilitas dapat mengidentifikasikan dan memberikan intervensi secara pasti untuk menjaga status kesehatan. mungkin lebih dini. mencegah. biasanya pada hari ke 3. Payudara : Produksi kolostrum 48 jam pertama. ( Marilynn E. pengalaman sebelumnya. Menyusui berhubungan dengan tingkat pengetahuan. struktur/ karakteristik fisik payudara ibu. menurunkan. menyusui). berlanjut pada susu matur. Seksualitas Uterus 1 cm diatas umbilicus pada 12 jam setelah kelahiran. 2000 dalam Nursalam. Doenges. . berlanjut menjadi lokhia serosa dengan aliran tergantung pada posisi ( misalnya : rekumben versus ambulasi berdiri) dan aktivitas (misalnya. edema/ pembesaran jaringan atau distensi efek-efek hormonal. 2.

harapan tidak realistis untuk diri sendiri /bayi/pasangan. terjadinya eklapmsia). Resiko tinggi terhadap cedera berhubungan dengan biokomia. Perubahan pola eliminasi berhubungan dengan efek-efek hormonal. Resiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan penurunan masukan/penggantian tidak adekuat.dehidrasi. efek-efek infus oksitosin. 25 3. adanya stressor ( mis. Resiko tinggi terhadap kelebihan volume cairan berhubungan dengan perpindahan cairan setelah kelahiran plasenta.penurunan hb.diare prapersalinan kurang masukan.nyeri perineal/rectal. ketidaktepatan penggantian cairan . Perubahan menjadi orang tua berhubungan dengan kurang dukungan diantara/dari orangterdekat. kurang pengetahuan. 8.peningkatan haluaran urin dan kehilangan tidak kasat mata meninngkat.hemoragi). tidak terpenuhinya kebutuhan maturasi sosial/emosional dari klien atau pasangan.finansial. 7.efek-efek anestesia.efek-efek progesterone. 9. fungsi regulator (misalnya. . ketidakefektifan dan/ atau tidak tersedianya model peran.kelebihan analgesia. hipotensi ortostatik. 5. 6.diaphoresis.kehilangan cairan berlebihan (muntah.rumah tangga. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan trauma jaringan atauy kerusakan kulit. 4.trauma mekanis. malnutrisi.rupture ketuban lama.prosedur invasive atau peningkatan pemanjanan lingkungan. efek- efek anestesia.edema jaringan.pekerjaan). Konstipasi berhubungan dengan penurunan tonus otot (diastasis rektil).

Doenges.ansietas. Resiko tinggi terhadap tidak efektif koping berhubungan dengan krisis maturasional dari kehamilan/ mengasuh anak dan melakukan peran ibu dan menjadi orang tua (atau melepaskan untuk adopsi). . tidak mengenal sumber-sumber.Rencana keperawatan merupakan metode komunikasi tentang asuhan keperawatan kepada klien. 26 10.( Marilynn E. efek-efek hormonal. dan sifat ketidaknyamanan. Kurang pengetahuan mengenai perawatan payudara berhubungan dengan kurang pemajanan/mengingat.nyeri/ketidaknyamanan. edema/ pembesaran jaringan atau distensi.kegeringan). persepsi tidak realistis.proses persalinan dan kelahiran melelahkan.( Nursalam. 11. 2001 : 388-411) Rencana Keperawatan Rencana keperawatan adalah sebagai suatu dokumen tulisan tangan dalam menyampaikan masalah.2008 : 77) Rencana keperawatan pada klien dengan postpartum pervaginam adalah sebagai berikut : 1. kesalahan interpretasi. dan intervensi keperawatan. kerentanan personal. 12. ketidakadekuatan sistem pendukung. Gangguan pola tidur berhubungan dengan respons hormonal dan psikologis (sangat gembira. Nyeri berhubungan dengan trauma mekanis. tujuan. Intervensi Tentukan adanya lokasi. Tujuan : Mengungkapkan berkurangnya ketidaknyamanan. Hasil yang diharapkan: Mengidentifikasikan dan menggunakan intervensi untuk mengatasiketidaknyamanan dengan tepat.

kontraksi uterus kuat dan regular. tentukan adanya dan frekuensi/ intensitas afterpain. 2) Inspeksi perbaikan perineum dan episiotomy. meningkatkanvasokontriksi danmengurangi edema dan vasoladitasi. 5) Inspeksi hemoroid pada perineum. Anjurkan duduk dengan otot gluteal terkontraksi di atas perbaikan episiotomy. 6) Kaji nyeri tekan uterus. Kolaborasi dalam pemberian analgesic.kebutuhan khusus dan intervensi yang tepat. Rasional : Membantu untuk mengurangi hemoroid dan varises vulva dengan meningkatkan vasokontriksi. Rasional : Dapat menunjukkan trauma berlebihan pada jaringan perineal atau terjadinya komplikasi yang memerlukan evaluasi. dan ini berlanjut selama 2-3 heri selanjutnya. Rasional:Memberi anestesia local. Rasional : Memberikan kenyamanan. Rasional : Selama 12 jam pertama pascapartum. 27 Rasional:Mengidentifikasi kebutuhan. Berikan kompres es pada perineum khususnya selama 24 jamsetelah kelahiran. Menyusui ( tergantung pada apakah ibu –bayi menunjukkan . Rasional:Penggunaan pengecangan gluteal saat dudukmenurunkan stress dan tekanan langsung padaperineum.

mengenai fisiologi dan keuntungan menyusui. mendemostrasikan teknik efektif dari menyusui. Demonstrasikan dan tinjau ulang tehnik-tehnik menyusui. dan menunjukkan kepuasan regimen menyusui satu samalain dengan bayi dipuaskan setelah menyusui. Rasional: Membantu menjamin suplai susu adekuat. dan membuat peran ibumenyusui. Rasional: Posisi yang tepat biasanya mencegah luka putting. Rasional:Indentifikasi dan intervensi dini dapat mencegah/membatasi adinyaluka atau pecah putting. kebutuhan diet khusus. anjurkan klien melihat putting setiap habismenyusui. Hasil yang diharapkan:Mengungkapkan pemahaman tentang proses/ Situasimenyusui. usia gestasi bayi. Kaji putting klien. dan factor-faktor yang memudahkan atau mengganggu keberhasilan menyusui. memberikan kenyamanan. 2) Berikan informasi. tanpa memperhatikan lamanya menyusui. Rasional:Membantu dalam mengidentifikasi kebutuhan saat ini dan mengembangkan rencana perawatan. mencegahputting pecah dan luka. struktur/karakteristik fisik payudara ibu. pengalaman sebelumnya.verbal dan tertulis. tingkat dukungan.perawatan putting dan payudara. yang dapat merusak proses nyusui. Anjurkan klien untuk mengeringkan putting dengan udara 20-30menit . Intervensi: 1) Kaji pengetahuan dan pengalaman klien tentang menyusuisebelumnya. 28 kepuasan atau ketidakpuasan dengan pengalaman menyusui) berhubungan dengan tingkat pengetahuan.

pusing. inkompabilitas) Hasil yang diharapkan:Mendemostrasikan perilaku untukmenurunkan faktor-faktorresiko/melindungidiri. 3. Rasional: Pemajanan pada udara atau panas membantumengencangkan putting. Rasional: Hipotensi ortotastik mungkin terjadi pada waktu berubah posisi dari terlentang ke berdiri di awal ambulasi. efek-efek anestesia: tromboembolisme. 2) Anjurkan ambulasi dan latihan dini kecuali pada klien yang mendapatkan anestesia subaraknoid. 29 setelah menyusui. yang mungkin tetap berbaring selama 6-8 jam. 3) Bantu klien dengan ambulasi awal. hipotensi ortotastik. Resiko tinggi terhadap cidera berhubungan dengan biokimia. . pucat). tingkatkan tirah baring dengan meninggikan tungkai yang sakit. Rasional: Anemia atau kehilangan darah mempredisposisikan pada sinkope klien karena ketidak adekuatan pengiriman oksigen keotak. profil darah abnormal (anemia. 4) Berikan kompres panas local . sensitivitas rubella. fungsi regulator (misalnya. kelelahan.menurunkan risiko pembentukan hrombus yang dihubungkan dengan thrombus. Intervensi : 1) Tinjau ulang kadar hemoglobin (Hb) darah dan kehilangan darah pada waktu melahirkan. Rasional : Meningkat kan sirkulasi dan aliran balik vena keekstermitas bawah. terjadinya HKK atau eklamsia). Catat tanda-tanda anemia ( misalnya.

Hasil yang diharapkan: Mendemostrasikan tehnik-tehnik untuk menurunkan resiko/ meningkatkan penyembuhan. dan aktivitas berlebihan dari pembekuan darah setelah kelahiran member kecenderungan terjadinya trombiembolisme pada klien) . anoreksia atau malaise. trauma sepsis. Rasional : Fundus. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan jaringan dan atau kerusakan kulit. dan mempunyai aliran lokhia dan karakter normal. Rasional: Menurunkan statis vena. rupture ketuban lama. Tujuan : Bebas dari infeksi. meningkatkan aliran balik vena. kemerahan. menurunkan edema dan meningkatkan penyembuhan. Rasional: Peningkatan suhu sampai 1010F ( 38. tidak febris. kehangatan. nyeri/ nyeri tekan). . Rasional: Peningkatan produk split fibrin ( kemungkinan pelepasan dari sisi plasenta). peningkatan pemajanan lingkungan. yang awalnya 2 cm dibawah umbilicus. penurunan mobilitas. Intervensi: 1) Pantau suhu dan nadi dengan rutin dan sesuai indikasi . 2) Kaji lokasi kontraktilitas uterus .30) dalam 24 jampertama sangatmenandakan infeksi. catat tanda-tanda menggil. 4. 5) Inspeksi ekstermitas bawah tehadap tanda-tanda tromboflebitis (misalnya. 6) Berikan kaos kaki penyongkong atau balutan elastic untuk kaki bila riiko- risiko atau gejala flebitis terjadi. meningkatkan 1-2 cm/ hari. malnutrisi. 30 Rasional: Merangsang sirkulasi dan menurunkan penumpukan pada vena di ekstermitas bawah. perhatikan perubahan involusional atau adanya nyeri tekan uterus ekstrem.

6) Anjurkan dan gunakan tehnik mencuci tangan cermat dan pembuangan pembalut yang kotor. 8) Tingkatkan tidur dan istirahat. Perubahan pola eliminasi berhubungan dengan efek-efek hormonal . Rasional : Diagnosis dini dari infeksi local dapat mencegah penyebaran pada jaringan uterus. Anjurkan klien mandi setiap hari dang anti pembalut perineal sedikitnya setiap 4 jam. Berikan informasi tentang makanan pilihan tinggi protein. 31 3) Catat jumlah dan bau rabbas lokhia atau perubahan pada kemajuan normal dan rubra menjadi serosa. dari depan ke belakang. Rasional : Menurunkan laju metabolisme dan memungkinkan nutrisi dan oksigen digunakan untuk proses pemulihan daripada untuk kebutuhan energy. 4) Inspeksi sisi perbaikan episiotomy setiap 8 jam. Rasional: Pembersihan sering dari depan ke belakang ( simfisi pubis ke area anal) membantu mencegah kontaminasi rectal memasuki vagina atau uretra. vitamin dan zat besi. Rasional:Membantu mencegah atau menghalangi penyebaran infeksi. Perhatikan nyeri tekan berlebihan. Rasional:Protein membantu meningkatkan penyembuhan dan regenerasi jaringan baru dan mengatasi kehilangan bayi pada waktu melahirkan. Rasional: Lokhia secara normal mempunyai bau amis/ daging. kemerahan dan edema.

dapat mengganggu berkemih . Intervensi : Kaji masukan dalam haluaran urin terakhir Rasional : Persalinan yang lama dan penggantian cairan yang tidak efektif dapat mengakibatkan dehidrasi dan menurunkan haluaran urin. mengosongkan kandung kemih pada saat berkemih. diaphoresis. dan jenis anestesi yangdigunakan. anestesia dapat mengganggu sensasi penuh pada kantung kemih. edema jaringan efek-efek anesthesia. Tujuan : Mengosongkan kandung kemih setiap berkemih. Rasional : Membantu mencegah stasis dan dehidrasi dan mengganti cairan yang hilang waktu melahirkan. Rasional : Distensi kandung kemih yang dapat dikaji dengan derajat Perubahanposisi uterus menyebabkan peningkatan reaksi uterus dan aliranlokhia. Perhatikan adanya edema atau laserasi /episiotomy. 2) Palpasi kandungan kemih. peningkatan haluaran urin dan kehilangan tidak kasat mata meningkat hemoragi). Rasional : variasi intervensi keperawatan mungkin perlu untuk merangsang atau mempermudah berkemih. serta jumlah aliran lokhia. Resiko tinggi kekurangan volume cairan berhubungan dengan penurunan masukan/ penggantian tidak adekuat. atau edema. pantau tinggi pundus dan lokasi. Anjurkan berkemih dalam 6-8 jam pascapartum. kehilangan cairan berlebihan (muntah. dan setiap 4jam setelahnya. Anjurkan minum 6 sampai 8 gelas cairan perhari. Rasional:Trauma kandung kemih atau uretra. Hasil yang diharapkan: Tetap normotensif dengan masukan cairandan . Hasil yang diharapkan : Berkemihnya tidak dibantu dalam 6-8 jam setelah kelahiran. 32 (perpindahancairan /peningkatan aliran plasma ginjal) trauma mekanis.

denganbunyin apas bersih. Rasional: Kandung kemih penuh mengganggu kontrakilitis uterus Danmenyebabkan perubahan posisi dan relaksasi fundus. ketidaktepatan penggantian cairan efek-efek infuse oksitosin adanya HKK. Rasional : Merangsang kontraksi uterus dapat mengontrol pendarahan. Masase pundus dengan perlahan bila uterus menonjol. 33 haluaran urin seimbang. 7.V. Rasional: Diagnosa yang berbeda mungkin diperlukan untuk menentukan penyebab kekurangan cairan dan protocol asuhan. Perhatikan adanya rasa haus . jumlah lokhia vagina. bebas dari edema dan gangguan penglihatan. 7) Pantau pengisian payudara dan suplai ASI bila menyusui. 2) Evaluasi lokasi dan kontraklititis fundus uterus. Resiko tinggi terhadap kelebihan volume cairan berhubungan dengan perpindahan cairan setelah kelahiran plasenta. Evaluasi status kandung kemih. atau sampai pola berkemih normal terjadi. berikan cairan sesuai toleransi. . 6) Evaluasi masukan cairan dan haluaran urin selama diberikan infuse I.. Rasional: Klien dehidrasi tidak mampu menghasilkan ASI adekuat. Rasional :Potensial hemoragi atau kehilangan darah berlebihan pada waktu kelahiran yang berlanjut pada periode pascapartum dapat diakibatkan dari persalinan yang lama. Rasional: Membantu dalam analisa keseimbangan cairan dan derajat kekurangan. Rasional: Rasa haus mungkin merupakan cara homeostatis dari Penggantian cairan melalui peningkatan rasa haus. dan Hb/Ht dalam keadaan normal.dan kondisi perineum setelah 2 jam pada 8 jam pertama. Intervensi: Catat kehilangan cairan pada waktu kelahiran. Hasil yang diharapkan : Menunjukkan TD dan nadi dalam batas normal.

Pantau masukan cairan dan haluaran urin. dan luasnya edema. perhatikan peningkatan TD. tetapidapat terjadi secara actual selambat-lambatnya 5 hari setelah kelahiran.proteinuria. Kaji adanya. Rasional: Bahaya eklampsia atau kejang ada selama 72 jam. Rasional: Intoksikasi serebral adalah indicator awal dari kelebihan retensi cairan. Konstipasi berhubungan dengan penurunan tonus otot. dan 2 kg lebbih pada periodepascapartum melalui perpindahancairan dan elektrolit. produk konsepsi. 4) Evaluasi keadaan neurologis klien. Hasil yang diharapkan: Melakukan kembali kebiasaan defekasi yang biasanya/ optimal dalam 4 hari setelah kelahiran.efek-efek progesterone. 34 Intervensi : Tinjau ulang irwayat HKK prenatal dan intrapartal. dan edema. ukur berat jenis. urin dan kehilangan tidak kasat mata. Rasional: Membantu menetukan kemungkinan komplikasi Serupayangmenetap/ terjadi pada periode pascapartum. Intervensi: 1) Auskultasi adanya bising usus . Perhatikan hiperrefleksia. perhatikan kebiasaan pengosongan normal atau diastasis rekti. diare prapersalinan. . Rasional: Menandakan kebutuhan cairan / keadekuatan terapi. Rasional: Klien harus kehilangan sampai 5 kg pada waktu melahirkan dapatdianggap karena bayi. kelebihan analgesia atau anesthesia. Rasional: Mungkin diperlukan untuk memantau haluaran urin setiap jam bila dibutuhkan oleh kondisi klien .kurang masukan. lokasi. peka rangsan. atau perubahan kepribadian. Berikan klien memantauberat badan setiap hari. khusnya bila toksemia pascapartum terjadi. dehidrasi. nyeri perineal/ rectal. Pasang kateter indwelling sesuai indikasi.

Perubahan orang tua berhubungan dengan kurang dukungan diantara diri/ orang terdekat.tidak terpenuhi kebutuhan maturasi social/ emosional dari klien/pasangan. adanya stressor ( misalnnya rumah tangga dan pekerjaan). sesuai toleransi. kurang pengetahuan. menghilangkan gatal dan ketidaknyamanan. Kaji terhadap adanya hemoroid. Adanya diastasis rekti berat (pemisahandari dua otot rektus sepanjang garis median dari dinding abdomen) menurunkan tonus otot abdomen yang diperlukan untuk upaya mengejan selama pengosongan. 35 Rasional: Mengevaluasi fungsi usus. 3) Berikan informasi diet yang tepat tentang pentingnya makanan kasar. dan meningkatkan vasokontriksi local. ketidakefektifan dan atau tidak tersediannya modal peran. Rasional: Makanan kasar ( misalnya. 9. Rasional: Menurunkan ukuran hemoroid. Kaji episiotomy Rasional : Edema berlebihan atau trauma perineal dengan laserasi derajat ketiga dan keempat dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan mencegah klien dari merelaksasi perineum selama pengosongan karena takut untuk trjadi cedera selanjutnya. harapan tidak realistis untuk diri sendiri dan bayi/ pasangan. peningkatan cairan. dan upaya untuk membuat pola pengosongan normal. Rasional: Membantu meningkatkan perisaltik gastrointestinal. Tujuan : Secara aktif mulai melakukan tugasperawatan . Khususnya dengan biji dan kulit) dan peningkatan cairan menghasilkan menimbulkan danmerangsang eliminasi. Anjurkan peningkatan tingkat aktivitas dan ambulasi. buah-buahan dan sayuran.

36 bayibaru lahir dengan tepat. status perkawinan. dan latar belakang budaya. Perhatikan respons klien/ pasangan terhadap kelahiran dan peran menjadi orangtua. . ketersediaan sumber pendukung. kelemahan. Intervensi : 1) Kaji kekuatan. Hasil yang diharapkan: Mengungkapkan masalah dan pertanyaan tentang menjadi orang tua mendiskusikan peran menjadi orangtua secara realistis. Mulai asuhan keperawatan primer untuk ibu dan bayi saat di unit. Rasional: Kemampuan klien untuk beradaptasi secara positif untuk menjadi orangtua mungkin dipengaruhi oleh reaksi ayah dengan kuat. 4) Kaji keterampilan komunikasi interpersonal pasangan dan hubungan mereka satu sama lain. yang mempengaruhi kemampuan klien/pasanganuntuk menerima tantangan peran menjadi orang tua. usia. Rasional: Kemampuan klien untuk beradaptasi secara positif untuk menjadi orang tua mungkin di pengaruhi oleh reaksi ayah dengan kuat. Rasional: Hubungan yang kuat dicirikan dengan komunikasi yangjujur dan keterampilan mendengar dan interpersonal yang baikmembantu mengembangkan pertumbuhan. Rasional: Mengindentifikasi faktor-faktor risiko pontensial dan sumber- sumber pendukung. Kaji kesiapan dan motivasi klien untuk belajar.

) 10. 2) Anjurkan diskusioleh klien/ pasangan tentang persepsi pengalaman kelahiran. 37 Rasional: Banyak factor mempengaruhi belajar individu ( misalnya.. social atau lingkungan atau respons endokrinfisiologis. Intervensi : 1) Kaji respon emosional klien selama prenatal dan periode intrapartum dan persepsi klien tentang penampilannya selama persalinan. menjadi ibu dan menyusui. Mengidentifikasikan kekuatan individu dan kemampuan kopingpribadi.ansietas. mungkin berhubungan denganfactor-factor genetic. Evaluasi kemampuan koping masa lalu klien. Rasional: Sebanyak 80% ibu-ibu mengalami depresi sementara atauperasaanemosi kecewa setelah melahirkan. Mencari sumber-sumber yang tepat sesuai kebutuhan. ketidakadekuatan system pendukung persepsi tidak realistis. kerentanan. dan rencana untuk bantuan domestic pada saat . Rasional: Membantu klien/ pasangan bekerja melalui proses dan memperjelas realitas dari pengalaman fantasi. 3) Kaji terhadap gejala depresi yang fana ( perasaan sedih pascapartum). latar belakang budaya. system pendukung. Hasil yang diharapkan: Mengungkapkan ansietas dan respon emosional. pemahaman kebutuhan terhadap informasi. Resiko tinggi terhadap tidak efektif koping individual berhubungan dengan krisi maturasional dari kehamilan/ mengasuh anak dan melakukan peran ibu dan menjadi orang tua ( atau melepaskan untuk adopsi). Rasional: Terdapat hubungan langsung antara penerimaan yangpositif akanperan feminin dan keunikan fungsi feminine serta adaptasi yangpositifterhadap kelahiran anak.

Anjurkan pengungkapan perasaan rasa bersalah. Rasional: Membantu pasangan mengevaluasi kekuatan dan areamasalahsecararealistis dan mengenali kebutuhan terhadapbantuanprofessionyang tepat. Gangguan pola tidur berhubungan dengan respons hormonal dan psiklogis(sangatgembira. proses persalinan dan kelahiran melelahkan. Tujuan: Melaporkan peningkatan rasa sejahtera dan istirahat.keputusan sebelumnya untuk memberikan anak adopsi. respons emosi normal disertai dengan keputusan. Rasional: Setelah kelahiran. 38 pulang. . kegagalan pribadi. 11. kegirangan).gejala yang menetap sampai 1 tahun dan dapatmemerlukan evaluasi lanjut. kelompok komunitas atau pelayanan perawat berkunjung. Rasional: Membantu dalam mengkaji kemampuan klien untukmengatasistress. khususnya bila keluarga berisiko tinggi terhadap masalah-masalah menjadi orangtua. pelayanan social. nyeri ketidaknyamanan. 7) Rujuk klien/ pasangan pada kelompok pendukung menjadi orang tua. 6) Berikan kesempatan pada klien untuk meninjau ulang keputusanuntuk melepaskan anak. Rasional: Kira. atau keragu-raguan rentang kemampuan menjadi orang tua.ansietas.kira 40% wanita dengan depresi pascapartum ringan mempunyaigejala.Kemampuan untuk mengatasi secara positifjugadipengaruholeh reaksi ayah.

suplai ASI. tidur. dan hasil yang diharapkan. Catat lama persalinan dan jenis kelahiran. meningkatkan tingkat kelelahan. Rasional: Persalinan atau kelahiran yang lama dan sulit. Intervensi: . Berikan informasi tentang kebutuhan untuk tidur atau istirahat setelah kembali kerumah. khususnya bila ini terjadi malam. Tujuan: Melakukan aktivitas/prosedur yang perlu dan melaksanakanalasan .alasan untuk tindakan. Rasional:Kelelahan dapat mempengaruhi penilaian fisikologis. 12. Rasional: Membantu meningkatkan istirahat. Kaji factor – factor bila ada yang mempengaruhi istirahat. Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) mengenai perawatan diri dan perawatan bayi berhubungan dengan tidak mengenal sumber – sumber. dan relaksasi dan Menurunkanrangsangan. Intervensi: Kaji tingkat kelelahan dan kebutuhan untuk istirahat. Rasional: Rencana yang kreatif yang membolehkan untuk tidurdengan bayi lebih awal serta tidur siang membantu untukmemenuhikebutuhantubuhserta mengatasi kelelahan yang berlebihan. kebutuhan individu. Berikan informasi tentang efek – efek kelelahan dan ansietas pada suplai ASI. 39 Hasil yang diharapkan:mengidentifikasi penilaian untuk mengakomodasi perubahanyang diperlukan dengan kebutuhan terhadapanggota keluarga baru. Hasil yang diharapkan: Mengungkapkan pemahaman perubahan fisilogis. dan penurunan reflex secara fisikologis.

rencana intervensi.( Ignatavicius dan Bayne. dan tingkat kelelahan klien. Kaji kesiapan klien dan motivasi untuk belajar dalam mengidentifikasikebutuhan – kebutuhan. ( Marilynn E. 1994 Nursalam. 20088 : 127) Tujuan dari implementasi adalah membantu klien dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan yang mencakup peningkatan kesehatan..2001 : 388. pemulihan kesehatan. 2008 : 135) . Rasional: Pasangan mungkin memerlukan kejelasan mengenai ketersediaan metodekontrasepsi. Doengoes. pencegahan penyakit. 40 1) Pastikan persepsi klien tentang persalian dan kelahiran. Berikan informasi tentang seksualitas dan kontrasepsi.411) Implementasi Implementasi adalah pelaksanaan dari rencana intervensi untuk mencapai tujuan yang spesifik ( Iyeret al. 2008 : 127) Evaluasi Evaluasi adalah tindakan intelektual untuk melengkapi proses keperawatan yang menandakan keberhasilan dari diagnosis keperawatan. Rasional:Terdapat hubungan antara lama persalinan dan Kemampuanuntuk melakukan tanggung jawab tugas dan aktivitas – aktivitasperawatandiri atau perawatan bayi. lama persalinan. 1996 Nursalam. dan memfasilitasi koping. (Nursalam. dan implementasinya. Rasional: Periode pasca natal dapat merupakan pengalaman positif bila penyuluhan yang tepat diberikan untukmembantu mengembangkanpertumbuhan ibu.