You are on page 1of 8

Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil, Volume 2, No.

2, April 2013

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PEMBENGKAKAN REALISASI BIAYA
TERHADAP RENCANA ANGGARAN PELAKSANAAN PADA PROYEK
KONSTRUKSI GEDUNG

Gede Wira Hadinata1, Mayun Nadiasa2, Ida Ayu Rai Widhiawati2
1
Alumni Teknik Sipil, Universitas Udayana, Denpasar
2
Dosen Teknik Sipil, Universitas Udayana, Denpasar
e-mail : hadinata_wira@yahoo.com

Abstrak : Pada pelaksanaan proyek konstruksi, pembiayaan merupakan bahan pertimbangan utama
karena biasanya menyangkut jumlah yang besar dan rentan terhadap resiko kegagalan. Dalam hal ini,
pihak kontraktor harus dapat mengelola proyek yang dikerjakan agar tidak terjadi pembengkakan
realisasi biaya proyek (RBP).
Penelitian ini menganalisis hubungan faktor-faktor serta sub faktor yang paling dominan
mempengaruhi pembengkakan RBP terhadap RAP. Penelitian dilakukan pada kontraktor yang
berdomisili di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Data primer diperoleh dengan cara melakukan
survai pada 30 perusahaan kontraktor dengan grade 4, 5, 6, dan 7 yang mengerjakan proyek
konstruksi gedung diatas Rp 400.000.000,-. Data diolah dengan menggunakan Skala Likert. Untuk
mengetahui sejauh mana hubungan faktor-faktor digunakan analisis Regresi Ganda dan Korelasi
Ganda. Sedangkan untuk mengetahui sub faktor yang paling dominan penyebab terjadinya
pembengkakan RBP terhadap RAP, digunakan metode Analisis Faktor yang dibantu dengan
menggunakan program SPSS 16.0.
Hasil dari Analisis sub faktor didapatkan hasil 4 kelas yang menjadi faktor penyebab
pembengkakan realisasi biaya. 4 kelas tersebut mempunyai nilai persent of varian masing-masing
45,899% untuk kelas 1, 10,559% untuk kelas 2, 9,468 untuk kelas 3, dan 7,685% untuk kelas 4. Hasil
perhitungan analisis Korelasi Ganda didapat pengaruh hubungan faktor-faktor penyebab
pembengkakan realisasi biaya proyek terhadap RAP sebesar 0,539 (Sedang), dengan uji Fhitung =
3,557 > Ftabel = 1,49 menyatakan hubungan yang signifikan. Dari perhitungan Analisis sub faktor
diperoleh hasil Pemilihan alat berat sebagai sub faktor paling dominan penyebab pembengkakan
realisasi biaya proyek.

Kata kunci: Pembengkakan biaya terhadap RAP, Faktor, Sub Faktor, Biaya, Mutu, Waktu.

THE ANALYSIS FACTORS COUSE FOR COST OVERRUN REALITATION IN THE
IMPLEMENTATION BUDGETING PLAN OF THE CONSTRUCTION BUILDING
PROJECT.

Abstrack : On the implementation of construction projects, financing is a major consideration
because it usually involves large amount and vulnerable to the risk of failure. In this case, the
contractor must be able to manage a project done in order to avoid cost overrun in the realization of
the project cost (RBP).
This research analyzes the relationship factors and sub factors of the most dominant
influence on cost overrun in RBP against RAP. The research was conducted at the contractor
domiciled in Denpasar and Badung regency. Primary data was way acquired by conducting a survey
on 30 companies contracting with the grade 4, 5, 6, and 7 are working on building construction
projects more than Rp 400 million, -. The data is processed by using the Scale Likert. To determine
the extent of the relationship factors used Regression Multiple Analysis and Correlation Multiple
Analysis. While to know the most dominant sub factor causes of cost overrun in RBP against RAP,
the method Factor Analysis using the SPSS program version 16.0.
The results of the sub factor analysis obtained results 4 classes a factor causing of cost
overrun realization. 4 Class is has a value persent of variants respectively 45.899% for grade 1,
10.559% for grade 2, 9.468 for grade 3, and 7.685% for grade 4. The calculation results Correlation
Multiple Analysis obtained effect the relationship factors that cause of cost overrun in RBP against
RAP amounted to 0.539 (Medium), with test Fhitung = 3.557 > Ftable = 1.49 states a significant
relationship. Results the calculation of analysis obtained of sub factors the selection of machine as a
sub factor most dominant causing of cost overrun in RBP.

Keywords: Cost overrun in the realization of the project cost, Factor, Sub factor, Cost, Quality, Time.

XIV-1

khususnya proyek konstruksi gedung yang dari pengaruh situasi ekonomi. 1996).(Mentalini. 2001). kriteria mutunya telah digariskan dengan jelas.Analisis Faktor-faktor Penyebab Pembengkakan Realisasi Biaya …………(Hadinata. kemudian menggunakan sumber daya dalam pelaksanaanya. Pada pembiayaan dikerjakan oleh kontraktor yang berdomisili di suatu proyek konstruksi terdapat beberapa jenis Kota Denpasar dan Kabupaten Badung yang anggaran proyek yang fungsinya untuk menangani proyek dengan nilai diatas Rp mendapatkan suatu perkiraan biaya atau anggaran. 400. Setelah penawaran dari pihak kontraktor keterbatasan pendanaan atau anggaran kepada owner mencapai kesepakatan. misalnya masalah 2008). RAP merupakan sebagaimana layaknya pelayanan jasa.000. mutu. pihak kontraktor merancang rencana anggaran organisasi baik formal maupun non formal. Pada industri konstruksi aktual (Dipohusosdo. Oleh hubungan yang tidak signifikan. dilakukan penelitian konstruksi perlu perencanaan yang matang agar untuk mengetahui faktor-faktor apa yang proyek tersebut dapat berjalan dengan lancar. Widhiawati) PENDAHULUAN Pada penelitian sebelumnya mengenai perubahan realisasi biaya proyek yang dilakukan di Latar Belakang Kabupaten Gianyar pada tahun 2010 didapat Proyek merupakan suatu kegiatan sementara komponen-komponen yang sangat memepengaruhi yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas. Sedangkan dari faktor waktu adalah proyek konstruksi.-. Rencana anggaran biaya (RAB) merupakan besarnya biaya yang diperkirakan akan digunakan MATERI DAN METODE dalam pekerjaan suatu proyek konstruksi yang disusun berdasarkan gambar. Pengendalian biaya merupakan langkah akhir dari proses pengolahan Jasa Konstruksi biaya proyek. pembengkakan biaya pada proyek konstruksi Pembiayaan suatu proyek konstruksi tidak terlepas gedung. klasifikasi dan Terdapat beberapa masalah yang sering timbul kualifikasi usaha jasa pelaksana konstruksi (LPJK. yang ditetapkan (Soeharto. sementara yang mempunyai karakteristik. dan sangat besar. kualitas. dibedakan menurut bentuk usaha. hubungan antara faktor-faktor penyebab pembiayaan merupakan bahan pertimbangan pembengkakan biaya proyek. 2010). dan kualitas yang diisyaratkan. dan waktu (Mentalini. maka dapat berpotensi kondisi cuaca dengan skor 198. sebelum melaksanakan proyek Dari penjelasan diatas. dan pelaksanaan (RAP) yang merupakan estimasi keterbatasan waktu yang jelas antara permulaan akurat. Suatu proyek konstruksi dapat jumlah tenaga kerja dengan skor 190. Untuk faktor mutu yaitu kualitas bahan dengan Dengan banyaknya pihak yang terlibat pada skor 196. Pada penyelenggaraan proyek konstruksi. RAB merupakan Proyek Konstruksi biaya yang dipakai kontraktor untuk menetapkan Proyek konstruksi merupakan suatu kegiatan harga penawaran kepada owner. dan waktu penyelesaian oleh kontraktor. RAB faktor biaya. dalam arti yang paling dekat dengan biaya dan akhir proyek. serta mengetahui sub utama karena biasanya menyangkut jumlah yang faktor yang paling dominan penyebab besar dan rentan terhadap resiko kegagalan. melaikan biaya yang dipakai kontraktor untuk XIV-2 . menyebabkan pembengkakan biaya proyek. ketentuan tugas penting yang harus dipertanggung jawabkan mengenai biaya. untuk faktor biaya adalah kenaikan harga material dengan alokasi sumber daya tertentu dan dengan skor 205 dan kesalahan dimensi/ukuran dimaksudkan untuk menghasilkan produk yang pekerjaan dalam pelaksanaan dengan skor 183. yaitu mengusahakan agar Usaha Jasa Pelaksana Konstruksi adalah jenis penggunaan dan pengeluaran biaya sesuai dengan usaha jasa konstruksi yang menyediakan layanan perencanaan. perubahan desain terjadinya masalah dalam melaksanakan proyek selama pelaksanaan proyek dengan skor 190. karena itu. bukan merupakan biaya yang sebenarnya. Nadiasa. sesuai dengan biaya yang terhadap RAP adalah rendah dan menyatakan direncanakan. karena RAP merupakan estimasi kontruksi sudah diikat didalam kontrak dan biaya yang paling mendekati dengan biaya ditetapkan sebelum pelaksanaan konstruksi kenyataan yang menjadi patokan dalam kegiatan dimulai (Dipohusodo. 1996).00. perubahan biaya proyek sehingga pengendalian biaya proyek merupakan hal yang sangat penting Rencana Anggaran Biaya menentukan keberhasilan kontraktor dalam proyek Rencana anggaran biaya (RAB) adalah yang ditanganinya. Perubahan realisasi biaya besarnya biaya yang diperkirakan akan digunakan proyek terhadap rencana anggaran pelaksanaan dalam pekerjaan suatu proyek konstruksi yang (RAP) dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu disusun berdasarkan gambar atau bestek. Hasil dikatakan berhasil apabila mampu memenuhi analisis pengaruh hubungan faktor-faktor tujuan suatu proyek yaitu: proyek dapat penyebab perubahan realisasi biaya proyek diselesaikan tepat waktu. dalam proyek konstruksi. pengendalian biaya. 2010). berupa anggaran yang telah jasa pelaksanaan pekerjaan konstruksi.

tetapi diperlukan dalam proses kemudian mengambil tindakan pembetulan yang pembangunan proyek (Soeharto. 1999). Kegiatan proyek merupakan suatu kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu Pengendalian Biaya/Cost Control terbatas. Pengendalian/Control Pengendaliaan atau control adalah usaha yang Biaya Tidak Langsung sistematis untuk menentukan standar yang sesuai Biaya tidak langsung adalah pengeluaran untuk dengan sasaran perencanaan. No. Data Primer urutan pekerjaan itu sendiri (Soeharto. jadwal. Ketiga hal tersebut dikeluarkan agar tidak melebihi anggaran merupakan parameter yang penting bagi keuangan proyek (Dipohusodo. pekerjaan untuk di selesaikan. tetapi dapat mencapai kualitas mutu Biaya Langsung dan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi yang telah Biaya langsung adalah biaya untuk segala ditetapkan dalam kontrak. biaya tidak melampaui anggaran batas yang disediakan. penyelenggara proyek yang sering diasosiasikan sebagai sasaran proyek (Soeharto. (Riduwan. April 2013 menetapkan harga penawaran. 1997). Peneliti dapat mengubah salah satu waktu pemberian kontrak. ada karena itu diperlukan pengendalian biaya pada batasan yang harus di penuhi yaitu biaya proyek konstruksi. 2008): Perencanaan atau penjadwalan merupakan bagian . dan pembayaran material informasi. sehingga dalam Perubahan Biaya pelaksanaan nantinya tidak menghabiskan biaya Dalam pelaksanaan proyek konstruksi. 2. Pengendalian biaya adalah (anggaran) yang dialokasikan. membandingkan pelaksanaan dengan serta jasa untuk pengadaan bagian proyek yang standar menganalisis kemungkinan adanya tidak akan menjadi instalasi atau produk penyimpangan antara pelaksanaan dengan standar. Volume 2. Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil. serta mutu suatu kegiatan proyek mengenai biaya yang akan yang harus dipenuhi. wawancara. Biaya yang memungkinkan biaya kurang dari penawaran yang sudah di rencanakan bisa berubah menjadi lebih di tetapkan. Pada penelitian ini XIV-3 . diperlukan untuk melaksanakan suatu rencana. Sumber data yang diperoleh seperti subkontrak diadakan atau sampai konstruksi. 2001). tempat kerja. permanen. diperlukan agar sumber daya digunakan secara efektif dan efisien dalam rangka mencapai sasaran Pembengkakan Biaya Proyek (Soeharto. antara lain karena dibutuhkan dalam pelaksanaan proyek konstruksi. dan penyimpangan mutu digunakan sebagai pedoman agar pengeluaran hasil (Dipohusodo.Wawancara menghitung lamanya kegiatan pada jadwal itu. dalam pengendalian biaya proyek konstruksi. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini Jadwal itu menunjukkan persentase pekerjaan di terdiri dari data primer dan data sekunder. keterlambatan Rencana anggaran pelaksanaan direncanakan dan penyelesaian proyek.Data Sekunder hour) dari perkiraan biaya adalah dasar untuk . (Mentalini. 2001). kemudian digunakan atau gabungan tergantung dari masalah yang sebagai dasar pengendalian sewaktu pemberi dihadapi. dengan alokasi sumber daya tertentu dan Rencana keuangan atau anggaran proyek dimaksudkan untuk menghasilkan produk yang merupakan salah satu yang harus diperhatikan kriteria mutunya telah digariskan dengan jelas. Metode untuk menunjuk suatu kata yang abstrak dan tidak diwujudkan Pengendalian Waktu/Jadwal dalam benda. oleh Didalam proses mencapai tujuan tersebut. supervisor. pengamatan. sesuatu yang akan menjadi komponen permanen hasil akhir proyek (Soeharto.Data Primer dari penyusunan biaya integral. Dimulai dengan tarif desain. ujian (test). 2001). yang lebih tinggi dari penawaran dan bila perubahan biaya sering kali terjadi. Dengan kurangnya pengontrolan Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) dalam proyek konstruksi dapat menimbulkan Pengertian anggaran pelaksanaan adalah suatu berbagai macam kerugian yang dapat menghambat perencanaan tentang besarnya biaya yang pekerjaan proyek tersebut. pembengkakan biaya/cost. Data primer merupakan data yang dihimpun langsung oleh peneliti. . 1996). mengumpulkan data. 1996). dokumentasi. 2010). merancang sistem manajemen. dikembangkan pada dan lainnya. kecil atau lebih besar dari biaya yang sudah direncanakan. Pengendalian Mutu/Kualitas Kualitas adalah kecocokan atau kesesuaian Metode Pengumpulan Data antara produk yang dihasilkan oleh perusahaan Metode pengumpulan data adalah teknik atau dengan kebutuhan yang diinginkan oleh cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk konsumen. Jam-orang (man. tapi hanya dapat dilihat Penjadwalan adalah pengaturan perincian yang penggunaanya melalui: angket (kuisioner). dan 1.

000. yang diteliti melainkan cukup dengan Dalam mengukur faktor-faktor penyebab menggunakan sampel yang mewakilinya pembengkakan biaya proyek pada konstruksi ini (Riduwan. dengan melihat dokumen rekanan GAPENSI Probability sampling adalah teknik pengambilan yang berhubungan dengan penelitian yaitu data sampel yang memberikan peluang yang sama bagi jumlah kontraktor grade 4.. penulis menggunakan Skala Likert yang digunakan Populasi adalah wilayah generalisasi yang untuk mengukur sikap. Data sekunder didapat ini digunakan teknik probability sampling. Data menggunakan teknik tertentu yang disebut dengan tersebut diklasifikasi menjadi lima tingkatan dan teknik sampling. 5. Sehingga dalam XIV-4 . populasi. diberi skor sebagai berikut : Teknik pengambilan sampel adalah suatu cara 1.yang berdomisili di Kota dengan nilai proyek diatas Rp. 5. Jenis teknik probability sampling nilai diatas Rp 400.-. dan 7 yang berdomisili di kota Denpasar dan 3. Widhiawati) sumber yang dianalisis adalah sampel penelitian ini diambil sampel sebanyak 30 kontraktor sebagai pengisi kuisioner. 5. 2009). Dengan Maksud dari pengukuran ini untuk meneliti secara sampel diharapkan hasil yang telah mengklasifikasikan variable yang diukur supaya diperoleh akan memberikan kesimpulan dan tidak terjadi kesalahan dalam menentukan analisis gambaran yang sesuai dengan karakteristik data dan langkah penelitian selanjutnya (Riduwan.. 2. Karena tidak semua orang atau benda 2008). Sangat pengaruh= 5 nama dan alamat perusahaan kontraktor grade 4. Setiap jawaban dihubungkan dengan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik bentuk pernyataan atau dukungan sikap yang kesimpulannya (Riduwan. Denpasar dan Kabupaten Badung. Realisasi biaya proyek 10% sampai 15% mengambil sampel yang representatif dari dibawah rencana anggaran pelaksanaan populasi. Tidak pengaruh = 2 adalah 279 kontraktor. 6.000.000. 2008). kuisioner terdapat daftar pertanyaan dan Pada penelitian ini obyek yang diambil adalah permasalahan yang dibahas dengan kontraktor kontraktor yang bergerak pada bidang pekerjaan grade 4. Nadiasa. Sangat tidak pengaruh = 1 Sedangkan untuk variabel perubahan rencana Teknik Pengambilan Sampel anggaran pelaksanaan proyek didapat dengan Sampel (contoh) adalah bagian dari jumlah dan menggunakan data hasil pernyataan kuisioner karakteristik yang dimiliki oleh populasi dengan mengenai data biaya pelaksanaan proyek.. Pada kontraktor. pendapat. Lokasi penelitian berada di kota Denpasar dan 2.000. dan 7 setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi menangani proyek konstruksi gedung dengan anggota sampel. menerangkan bahwa 4.yang berdomisili yang digunakan adalah simple random sampling di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Ragu-ragu = 3 Kabupaten Badung.Analisis Faktor-faktor Penyebab Pembengkakan Realisasi Biaya …………(Hadinata. 3. Data sekunder merupakan data yang dihimpun Dalam pengambilan sampel pada tugas akhir melalui tangan kedua. karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Pengambilan sampel ini dilakukan (RAP) = 1 sedemikian rupa sehingga diperoleh sampel yang 2. 5. 2008) : dengan menggunakan data yang diperoleh dari Pernyataan Positif GAPENSI Provinsi Bali tahun 2011 yaitu data 1.000. 2008). Data Sekunder kabupaten Badung. dan 7 yang menangani proyek konstruksi gedung yang sedang ataupun telah konstruksi gedung dengan nilai diatas Rp selesai mengerjakan proyek konstruksi tersebut 400.000. dalam penelitian ini. diungkapkan dengan berisi lima tingkat jawaban Dalam penelitian ini populasi didapatkan yaitu (Riduwan. Dari yaitu pengambilan anggota sampel dari populasi data tersebut dapat dipakai sebagai acuan untuk dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata memperkirakan jumlah sampel yang diambil yang ada dalam populasi itu. Pengaruh = 4 6. Adapun jumlah total populasi 4. Skala Pengukuran Desain Sampel Pengukuran adalah penetapan atau pemberian Sampel adalah sebagian dari jumlah dan angka terhadap obyek menurut aturan tertentu. 6. Realisasi biaya proyek 1% sampai 10% diatas jumlah sampel yang dapat di ambil dalam suatu rencana anggaran pelaksanaan (RAP) = 4 penelitian adalah 30 sampai 500. Realisasi biaya proyek sama dengan rencana Roscoe dalam buku Research Methods For anggaran pelaksanaan (RAP) =3 Business (Sugiyono.400. dan persepsi terdiri dari obyek atau subyek yang menjadi seseorang atau kelompok tentang kejadian atau kualitas dan karakteristik tertentu yang di tetapkan gejala sosial. Realisasi biaya proyek 1% sampai 10% benar-benar dapat mewakili dan dapat dibawah rencana anggaran pelaksanaan menggambarkan keadaan populasi yang (RAP) = 2 sebenarnya.

umumnya tertarik terhadap peristiwa-peristiwa Langkah-langkah dalam pengolahan data dapat yang terjadi dan mencoba untuk dilakukan seperti menyusun data. 2008).40 – 0. Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil. April 2013 5. klasifikasi data. maka dapat berpedoman pada ketentuan penyebaran kuisioner kepada 30 responden. 0. 2 2 55 26 33 Adapun persamaan Regresi Ganda dapat 3 3 56 29 37 4 5 79 31 41 dirumuskan sebagai berikut (Riduwan. 2007). 2008). Bila (+) maka naik. 2. Tabulasi Data Pengolahan data dari hasil penelitian dengan Metode Regresi menggunakan tabel merupakan penyajian yang Jika kita mempunyai dua buah variabel atau banyak digunakan. dan HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Faktor yang dibantu dengan Program SPSS 16. Pengaruh : 102 -126 Ragu-ragu : 78 -102 Metode Korelasi Tidak pengaruh : 54 -78 Korelasi adalah istilah statistik yang Sangat tidak pengaruh : 30 -54 menyatakan hubungan drajad linier antara dua variabel atau lebih. karena data sampel yang digunakan untuk mengurangi dan meringkas dipilih secara acak dan menggunakan analisis data tanpa kehilangan infonnasi yang penting Regresi Ganda (Riduwan. 2006). menghubungkannya (Usman dan Akbar.20 – 0.599 Sedang 0. Korelasi Ganda. Metode analisis (Sugiyono.000 Sangat Kuat statistik inferensi adalah statistik yang digunakan (Sumber : Sugiyono. Teknik statistik yang digunakan penulis Analisis faktor adalah serangkaian prosedur adalah statistik parametrik. No. karena peneliti terpenting dalam proses dan kegiatan penelitian. Korelasi adalah merupakan Pengolahan Data suatu teknik analisis statistik yang paling banyak Pengolahan data merupakan kegiatan digunakan oleh para peneliti. yang tertera pada tabel dilakukan tabulasi data dan pengolahan data yang Tabel Pedoman Untuk Memberikan Interprestasi diubah menjadi angka-angka yang disesuaikan Terhadap Koefisien Korelasi dengan Skala Likert. untuk mempelajari bagaimana variabel-variabel tersebut tabulasinya dapat dilihat pada tabel di bawah: berhubungan atau dapat diramalkan.80 – 1.799 Kuat tugas akhir ini adalah statistik inferensi. 2006). yang 15 2 60 22 36 16 4 60 31 33 XIV-5 .60 – 0. koefisien korelasi yang ditemukan tersebut besar Dari jawaban yang diterima melalui atau kecil. 13 2 58 29 36 a : Harga Y bila X = 0 (harga konstanta) 14 3 63 30 41 b : Harga arah atau Koefisien Regresi. Realisasi biaya proyek 10% sampai 15% menunjukkan peningkatan atau penurunan diatas rencana anggaran pelaksanaan (RAP) variabel realisasi biaya. Dimana 0. Data yang ditampilakan Interval Koefisien Tingkat Hubungan dalam bentuk tabel. 2008) : 5 2 45 27 32 Untuk 2 prediktor : Y = a + b1 X1 + b2 X2 6 4 76 35 42 Untuk 3 prediktor : Y = a + b1 X1 + b2 X2 + b3 X3 7 4 74 31 36 Untuk n prediktor : Y = a + b1 X1 + b2 X2 + b3 X3 8 2 56 25 31 + b 4 X 3… + b n X n 9 2 74 35 44 10 4 54 23 33 Dimana : 11 4 75 33 43 Y : Variabel jumlah nilai perubahan rencana 12 4 61 29 37 anggaran pelaksanaan proyek. data yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode Regresi ganda. Hubungan fungsional antara satu variabel prediktor dengan Nama Skor Nilai Jumlah Nilai Faktor satu variabel kriterium disebut analisis Regresi Kontraktor RAP (No) (Y) Biaya Mutu Waktu Tunggal. pengolahan data.0. karena lebih efisien dan cukup lebih. =5 bila (-) maka terjadi penurunan Interval skor X : Variabel jumlah faktor-faktor penyebab Dapat diperoleh interval skor sebagai berikut: Perubahan realisasi biaya yang mempunyai Sangat pengaruh : 126 -150 nilai tertentu. dan interpretasi hasil pengolahan Untuk dapat memberikan penafsiran terhadap data (Riduwan. Data dari hasil kuisioner.00 – 0.399 Rendah menganalisis data sampel hasil kuisioner pada 0.199 Sangat Rendah Statistik yang dipakai penulis untuk 0. 2012) untuk menganalisis data sampel dan hasilnya dapat digeneralisasikan untuk populasi dimana sampel Analisis Faktor diambil. maka sudah sewajarnya kalau kita ingin komunikatif. sedangkan hubungan fungsional yang (X1) (X2) (X3) lebih dari satu variabel disebut analiasa Regresi 1 4 70 29 41 Ganda (Usman dan Akbar. Volume 2.

Adapun bentuk persamaan analisis Regresi 2011) : Ganda yang dipergunakan adalah sebagai berikut: ௞ ∑௦ మ ௜ Untuk 3 prediktor : Y = a + b1 X1 + b2 X2 + b3 X3 α=ቀ ቁ (1 − ) ௞ିଵ ∑௦ మ ௧ Berdasarkan perhitungan eliminasi substitusi Sebuah instrumen dikatakan reliabel dan dapat didapatkan nilai b1 = 0. Perhitungan Analisis Regresi Ganda Pada penyusunan tugas akhir ini.815 > 0. didapatkan hasil koefisien faktor biaya (b1= 0. b2= 0. dari X2= Faktor Mutu faktor mutu adalah kelalaian dalam memenuhi X3= Faktor Waktu spesifikasi material dengan skor 139.043). maka alat 19 2 59 24 34 20 2 55 21 30 21 4 72 33 43 pengumpul data itu valid untuk mengukur variabel 22 3 66 34 31 tersebut.70 1.3 yang berarti bahwa apabila tidak ada 2 Mutu 0.007X3 Dari persamaan diatas didapatkan konstanta (a) 1 Biaya 0. menguji reliabilitas instrumen skala Likert (1 mencari hubungan fungsional dua variabel sampai 5) atau instrumen yang item-itemnya dalam prediktor atau lebih dengan variabel kriteriumnya.007 yang kemudian dimasukkan ke dalam nilai α-nya lebih besar dari 0.053.8 Ok pengaruh nilai pada faktor biaya. apa yang hendak kita ukur. mutu dan waktu 3 Waktu 0. Cronbach Alpha dapat digunakan untuk mendapatkan pengaruh dua variabel kriteriumnya. Dalam penelitian ini.70 28 2 57 25 32 29 4 66 31 41 thitung 8. Nadiasa.007) menunjukkan nilai positif (+) yang tidaknya suatu kuesioner. mutu.3 + 0. Suatu kuesioner menerangkan bahwa pembengkakan realisasi biaya dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner proyek terhadap RAP akan naik. analisis Perhitungan Uji Reliabilitas Instrumen Regresi yang digunakan adalah analisis Regresi Pada penelitian ini digunakan jenis Cronbach Ganda.043.043X1 + 0. untuk komponen yang memiliki interval dan Kabupaten Badung. dan b3 = diberlakukan ke semua sampel penelitian apabila 0. Berdasarkan hasil perhitungan Regresi Ganda. maka pembengkakan rencana (Sumber : Hasil uji kuesioner) anggaran pelaksanaan nilainya sama dengan -1. bentuk esai. Rumusnya adalah (Usman dan Akbar. dan waktu.8 Ok atau pada saat x = 0. 23 4 60 30 40 Berikut merupakan rekap nilai uji Validitas: 24 4 66 28 35 25 3 63 30 41 Biaya Mutu Waktu 26 3 65 31 36 27 3 68 34 44 ttabel 1. dan faktor waktu (b3= Uji validitas digunakan untuk mengukur valid 0. dari faktor Y: Adalah skor nilai pembengkakan realisasi waktu adalah perubahan desain selama biaya proyek terhadap rencana anggaran pelaksanaan proyek dengan skor 139.053X2 + 0. Jika : ‫ݐ‬௛௜௧௨௡௚ > +‫ݐ‬௧௔௕௘௟ atau t > + ‫ݐ‬௧௔௕௘௟ . pelaksanaan (RAP) didapatkan atas jawaban resonden. persamaan sebagai berikut: Berikut merupakan rekap nilai uji Reliabilitas: Y = a + b 1 X1 + b 2 X2 + b 3 X3 No Hasil uji kuesioner reliabilitas Y = -1.33 4.677 2.8 Ok = -1. Perhitungan Uji Validitas faktor mutu (b2= 0.70 1. Analisis Faktor-faktor Penyebab Pembengkakan Realisasi Biaya …………(Hadinata. skor sangat pengaruh (126-150) dari faktor biaya adalah kenaikan harga material utama dalam Dimana: X1= Faktor Biaya pekerjaan konstruksi gedung dengan skor 146. ukur oleh kuesioner tersebut. apabila terdapat mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang di pengaruh pada faktor biaya. Jadi validitas ingin sehingga akan memberi peningkatan pada mengukur apakah pertanyaan dalam kuesioner pengaruh pembengkakan realisasi biaya proyek yang sudah kita buat betul-betul dapat mengukur terhadap RAP. Widhiawati) 17 5 63 32 38 membedakan 27% skor tertinggi dengan 27% skor 18 4 61 32 40 terendah. uji validitas dilakukan dengan uji t yaitu dengan XIV-6 .80.3.845 > 0.053).938 30 3 72 33 42 (Sumber: Hasil survai kuisioner) hasil thitung > t tabel thitung > t tabel thitung > t tabel Keterangan: Valid Valid Valid (Sumber : Hasil uji kuesioner) X: Adalah skor jawaban responden terhadap faktor-faktor penyebab terjadinya pembengkakan realisasi biaya proyek pada Hasil Perhitungan Skala Likert proyek konstruksi gedung yang dikerjakan oleh Hasil perhitungan Skala Likert dengan cara kontraktor yang berdomisili di Kota Denpasar manual.862 > 0. Analisis Regresi Ganda berguna untuk Alpha (α).

0. Kesimpulan Setelah mendapatkan nilai Fhitung dan Ftabel dapat Berdasarkan hasil analisis pada penelitian yang dibuat kurva/atau gambar daerah Tolak atau telah penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa: Terima H0 dan Ha. Pemilihan alat berat merupakan sub faktor Analisis Sub Faktor yang paling dominan penyebab Pada penelitian ini Analisis Sub-faktor akan pembengkakan realisasi biaya proyek. 2. Dalam penelitian ini diperoleh 4 kelas yang hubungan/Korelasi yang sedang antara faktor. dengan total varian proyek terhadap RAP karena berada diantara 73. biaya sewa peralatan dengan ோ మ (ேି௠ିଵ) F= loading factor sebesar 0. 2. dan pemilihan material Daerah Tolak H0 yang digunakan. mutu. 3.539 Ftabel Fhitung Gambar Daerah Tolak atau Terima H0 dengan (α/2) = 5% yang bermakna hubungannya sedang. Maka dengan diwakili 14 sub faktor dari (0.49 0 1. Dari hasil analisis sub faktor Untuk menguji apakah harga R = 0. analisis Korelasi yang dari masing-masing faktor yaitu biaya.619.557 -1. Hubungan yang terjadi antara faktor-faktor pada poin 1 yang menyebabkan pembengkakan realisasi biaya proyek -3. 3) = Ʃ୷మ (MSA) dengan nilai > 0. nilai Keiser-Meyer-Olkin (KMO) > ඥୠభ Ʃ୶భ ୷ ା ୠమ Ʃ୶మ ୷ ା ୠయ Ʃ୶య ୷ 0. Faktor-faktor yang menjadi penyebab kurva/gambar pada gambar: pembengkakan realisasi biaya proyek terhadap RAP terdiri dari 32 faktor Daerah Terima H0 diantaranya adalah Pemilihan alat berat.611%. H0 dan menerima Ha) yaitu terdapat pengaruh hubungan yang signifikan antara faktor-faktor SIMPULAN DAN SARAN penyebab pembengkakan realisasi biaya proyek terhadap RAP. a. Pengujian Signifikan Koefisien Korelasi Ganda biaya proyek secara signifikan dipengaruhi oleh 14 dengan Uji F: variabel tersebut. komponen-komponen Pada tugas akhir ini.708. sebagai berikut: Untuk menguji variabel yang saling berhubungan. Berdasarkan tabel dilakukan sebanyak empat kali yang dikarenakan Interpretasi dari Nilai Korelasi (r). Untuk XIV-7 . dan koefisien Korelasi Ganda dengan tingkat kesalahan kontrol kualitas pada hasil akhir produk dengan (α/2) = 0.05. dengan belum diketahui.05.539. No.611%.701. Volume 2. 2. dapat dilihat pada 1. demikian dikatakan bahwa pembengkakan realisasi b.863. dapat terdapat 18 item yang tidak memenuhi kriteria disimpulkan bahwa nilai R = 0.539 memiliki MSA.05 yang diuji adalah signifikan (menolak loading factor sebesar 0.599).557 terhadap RAP dimana nilai R sebesar 0.9% ditentukan oleh faktor yang lain yang Kabupaten Badung yaitu sebesar 73.49 3. pemilihan material ௠(ଵି ோ మ ) yang digunakan dengan loading factor sebesar Berdasarkan memasukkan nilai ke rumus diatas 0. waktu akan digabung sehingga menjadi 32 Langkah-langkah untuk menyelesaikan variabel. Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil. sedangkan kontraktor yang berdomisili di Kota Denpasar dan 70. Mencari koefisien R dan koefisien determinasi hal ini dapat dilihat dari nilai besaran Bartlett’s R2: Test of Sphericity dengan Significance yang lebih Rumus Korelasi Ganda: Untuk 3 prediktor kecil dari 0.1% yang ditentukan oleh tiga faktor yaitu faktor rencana anggaran pelaksanaan yang kerjakan oleh biaya.40–0. Pada hasil perhitungan diperoleh 32 sub faktor yang masuk kriteria MSA ini besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0. biaya sewa peralatan.291 menujukkan bahwa penelitian ini mampu yang menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab menjelaskan faktor-faktor sebagai penentu pembengkakan realisasi biaya proyek sebesar pembengkakan realisasi biaya proyek terhadap 29. Variabel yang tidak saling berhubungan persamaan dalam analisis Korelasi Ganda adalah dengan variabel lain akan dikeluarkan dari analisis. Sehingga untuk singkat) dengan loading factor sebesar 0. 14 variabel tersebut faktor penyebab pembengkakan realisasi biaya tersebar kedalam 4 kelas. dan uji Measure of Sampling Adequanty ܴ‫(ݕ‬1. hasil menggunakan metode Analisis Faktor yang ini didapat pada analisis sub faktor yang dibantu dengan Program SPSS 16. mengandung 14 variabel. Dari perhitungan menggunakan rumus diatas Pada penelian kali ini analisis sub faktor didapatkan nilai R = 0. April 2013 Perhitungan Analisis Korelasi Ganda menganalisis sub faktor. mutu.49 dengan dokumen kontrak menuntut jadwal kerja yang tingkat kesalahan (α/2) = 0. dan digunakan adalah Korelasi Ganda.5.539 didapatkan sub faktor yang termasuk dalam kelas signifikan atau tidak maka dilakukan uji F dengan 1 adalah pemilihan alat berat dengan loading rumus persamaan : factor sebesar 0.5. persyaratan jadwal lembur (Apabila didapatkan Fhitung = 3.557 > Ftabel = 1. dan waktu terhadap RAP.420.

2007. yang telah dibahas. Erlangga. hubungan faktor-faktor dan sub faktor Jakarta. menyelesaikan Jurnal Ilmiah yang berjudul Erlangga. Usman dan Akbar. Pelaksanaan pada Proyek Konstruksi Gedung”. Bandung. Jakarta. Teori Aplikasi dimana pihak kontraktor harus dapat Manajemen Proyek Konstruksi Sains dan mengelola dan memilih kapasitas alat berat Teknologi. Ibu beserta keluarga. Imam. Ervianto. 2011. penyebab pembengkakan realisasi biaya Mentalini. Puji syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Soeharto. Statistika Untuk Penelitian. R. langsung dalam penyelesaian jurnal ilmiah ini. Jakarta. berat perlu mendapatkan perhatian lebih. Istimawan. Andi. 1997. Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Udayana. yaitu: Dipohusodo. Perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai Perencanaan atau Pengawas Konstruksi. CV Alfabeta. Statistika Untuk Penelitian. 1996. karena berkat rahmat-Nya penulis dapat Konsepsual Sampai Operasional. Dari simpulan diatas ada beberapa hal yang PT Bumi Aksara. Manajemen Proyek dari Realisasi Biaya Terhadap Rencana Anggaran Konsepsual Sampai Operasional Jilid 1. Jakarta. Saran 2006. Untuk Konsepsual Sampai Operasional Jilid 2. Nasional. 2008. 2012. Manajemen Proyek 1. dalam kesempatan ini penulis mengucapkan Erlangga. Kadek Dewi Yunita 2010. I Wulfram. Manajemen Proyek dari Esa. Pengantar Statistik.Analisis Faktor-faktor Penyebab Pembengkakan Realisasi Biaya …………(Hadinata. Jakarta. terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa.863. CV dukungan baik secara langsung maupun tidak Alfabeta. Imam. Metode Penelitian Bisnis. Sugiyono. Analisis proyek dengan mengambil sampel Penyebab Perubahan Realisasi Biaya perusahaan kontraktor untuk wilayah yang Proyek pada Konstruksi Bangunan lain dan mencari tahu penyebab selain faktor Gedung di Kota Gianyar. teman-teman sipil angkatan Bandung : Alfabeta. Tersusunnya Jurnal Ilmiah ini adalah berkat Soeharto. Dalam pelaksanaan proyek konstruksi dan Konstruksi Jilid 2. sub faktor pemilihan alat Yogyakarta. CV Alfabeta. 2001. Pengantar Statistika Edisi Kedua. Jakarta. dan Husaini Usman. XIV-8 . 2009. Imam. 2008 dan semua pihak yang selalu memberikan Sugiyono. Kanisius. Bapak Sugiyono. itu. yang sesuai dengan kebutuhan pada Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi pelaksanaan proyek konstruksi gedung. Bandung. 1999. 2008. Bandung. bangunan gedung. Nadiasa. Yogyakarta. Dasar-dasar Statistika. 2007. Manajemen Proyek dari bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Tugas Akhir. “Analisis Faktor-faktor Penyebab Pembengkakan Soeharto. Bumi Aksara. UCAPAN TERIMA KASIH Riduwan. dapat menjadi saran dalam penelitian ini. Registrasi Usaha Jasa 2. Akbar. Purnomo Setiady. Widhiawati) termasuk dalam kelas 1 dan mempunyai nilai DAFTAR PUSTAKA loading factor sebesar 0.