You are on page 1of 4

2.

2 Analisis Finansial
Asumsi :
1. Umur proyek selama 10 tahun
2. Produk dalam bentuk pasta dengan harga jual Rp. 55.000
3. Umur sarana dan prasarana 10 tahun
4. Peralatan kantor selama 5 tahun
5. Tingkat suku bunga 15%
6. Biaya pemeliharaan 2% dari awal
7. 50% modal kerja enam bulan pertama berasal dari pinjaman dengan waktu
pembayaran selama 5 tahun
8. Biaya asuransi 1,5%
9. Produksi tahun pertama sebesar 70% dengan kapasitas maksimal (91.000 kg), dan
meningkat setiap tahunnya sebanyak 10%.

2.2.1 Modal awal
Lahan yang diperlukan Rp. 1000 m2 dengan harga tanahnya Rp. 150.000 sehingga
dana yang dibutuhkan sebesar 150.000.000. biaya pembelian mesin dan peralatan Rp.
2.236.694.000. alat kantor memerlukan invetasi Rp. 19.220.000 sedangkan biaya pra
investasi Rp. 30.000.000
Sumber dana berasal dari peminjaman Bank menggunakan sistem Debt to Equity
Ratio (DER) sebesar 50:50. Toal biaya investasi sebesar Rp.2.437.414.000, sehingga akan
diperoleh kredit sebesar Rp. 1.218.707.000
Arus kas didaptakan berdasarkan pada asumsi produk yang terjual sebesar 100%.
Harga jual produk ditetapkan sebesar Rp. 550/sachet dengan berat 10 gram. (termasuk pajak
penjualan 10%).
2.2.2 Analisa Sensitivitas
Hasil perhitungan Net Present Value (NPV) berdasarkan aliran kas bersih dengan
DER 50:50 menghasilkan nilai sebesar Rp. 1.218.707.000. niali Payback Period (PP) selama
3,57 tahun. Nilai IRR yang diperoleh lebih besar dibandingkan suku bunga kredit yaitu
sebesar 29%. BEP pada tahun pertama sebesar 15.584 kg, tahun kedua 13.227 kg, tahun
ketiga 11.490 kg, dan tahun keempat 10.156 kg. Rasio B/C menunjukkan nilai posotif sebesar
1,958.
Beberapa skenario untuk analisa sensitivitas
Kriteria Berdasarkan Biaya Biaya Harga Jual

701 2.228 (Rupiah) PBP (tahun) 3.87 4.02 4.57 3.866.547.628.169.181. Analisis Analisa Variabel naik Operasional Turun 5% 5% Naik 5% IRR 29% 26% 25% 22% NPV 3.423.411.37 Tabel 3.125. Analisi Sensitivitas .732 3.952 3.

79400000 = 86.956. 50.521.000. Umur sarana dan prasarana 10 tahun 4.5% 9.000 @Rp. Biaya pemeliharaan 2% dari awal 7.000 Total Rp.2 Analisis Finansial Asumsi : 1. Produk dalam bentuk botol ukuran 360 ml dengan harga jual Rp. dan meningkat setiap tahunnya sebanyak 10%.79400000 = 7. 4.000 Alat kantor Rp.6000/kg Mesin dan peralatan Rp. Produksi tahun pertama sebesar 70% dengan kapasitas maksimal (6000 botol). 5. 100.000. Umur proyek selama 10 tahun 2.556. Tingkat suku bunga 15% 6. Peralatan kantor selama 5 tahun 5. Sedangkan asumsi nilai penerimaan dari investasi dapat diasumsikan produk terjual 100 % dengan keuntungan Rp. 20. 50% modal kerja enam bulan pertama berasal dari pinjaman dengan waktu pembayaran selama 5 tahun 8.521 .000 3.000 Dana berasal dari peminjaan di bank.400.2.000 per tahun Perhitungan NPV NPV = (A1/(1+r)) -A0 A0 : nilai awal investasi A1 : nilai penerimaan investasi R : tingkat suku bunga NPV = (100000000/(1+0. 79.400.000.15)) . Biaya asuransi 1. Modal awal Jenis barang Harga Jeruk siam per tahun 8400 kg Rp.000 Bahan Tambahan per tahun Rp 5000.

5000 = Rp.000 . BEP = 79.Jadi. apabila NPV > 0 maka usaha layak untuk dijalankan.000 dengan biaya produksi biaya produksi per botol diasumsikan Rp. 198.400.000 / ( 5000-3000) = 39700 BEP = 52934 x Rp.400.000.3500 dan harga jual Rp.5000 per botol. Sedangkan perhitunga IRR dengan waktu 5 tahun menghasilkan nilai IRR = 17% lebih besar dari suku bunga 15% jadi usaha tersebut diterima. Perhitungan BEP Modal awal 79.