You are on page 1of 17

LAPORAN PRATIKUM TEKNIK RADIOGRAFI III

“ SISTEM BILLIARI ”

Tanggal pratikum : 2017

Dosen : Asri Indah Aryani,SKM

Disusun oleh kelompok 3:

1. Bagas Ramdhanuardi (P1337430315007)

2. Nafa Nurul Fatimah (P1337430315012)

3. Syara Aprilia Anggraeni (P1337430315014)

4. Frisca Ardianita (P1337430315017)

5. Dian Oktafiani (P1337430315023)

6. Lailatul Barid (P1337430315025)

7. Dian Bayu Aji (P1337430315026)

8. Deni Ratna Juwita (P1337430315028)

9. Wilda Yudha Hartari (P1337430315034)

10.Kurnia Eka Safitri (P1337430315042)

11. Bagas Ramadhan (P1337430315044)

12.Aiman Rifqi (P1337430315046)

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN SEMARANG JURUSAN TEKNIK RADIODIAGNOSTIK DAN RADIOTERAPI PRODI D III TEKNIK RADIODIAGNOSTIK DAN RADIOTERAPI PURWOKERTO 2017 .

30 s. 3.d 10. SKM 6) Ketua : 7) Anggota Kelompok : . Untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknik Radiografi IV. Tanggal : Rabu. BAB I PENDAHULUAN A. 15 Maret 2017 4) Tempat : Laboratorium TRR kampus VII 5) Dosen Pembimbing : Asri Indah Aryani. Kegiatan Praktek 1) Nama Praktikum : Teknik Pemeriksaan Caudografi 2) Jam Praktikum : 09. B. Tujuan Tujuan dari disusunnya laporan pratikum ini yaitu : 1. Untuk mengetahui teknik pemeriksaan radiografi Caudografi.30 WIB 3) Hari. Untuk mengetahui anatom dari caudo equine dan serabut saraf lumbal dan sacral. 2.

B. kandung empedu. Teknik pemeriksaan radiografi sistem billiary adalah teknik pemeriksaan secara radiologi kandung empedu dan ductus-ductusnya. Duktus hepatikus utama bergabung dengan saluran yang berasal dari kandung empedu (duktus sistikus) . BAB II PEMBAHASAN A. lalu keduanya bergabung membentuk duktus hepatikus utama. Definisi Sistem bilier terdiri dari organ-organ dan saluran (saluran empedu. dengan menggunakan media kontras positif menggunakan pesawat sinar-X untuk menegakkan diagnosa dari indikasi pemeriksaan. dan struktur terkait) yang terlibat dalam produksi dan transportasi empedu. Anatomi Fisiologi Kandung empedu merupakan kantong otot kecil yang berfungsi untuk menyimpan empedu (cairan pencernaan berwarna kuning kehijauan yang dihasilkan oleh hati). . Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk menggambarkan anatomi fisiologi dan upaya menetapkan patologi dari kandung empedu dan ductus ductusnya. Empedu mengalir dari hati melalui duktus hepatikus kiri dan kanan.

Sisanya langsung mengalir ke dalam saluran empedu utama. Batu juga bisa berpindah dari kandung empedu ke dalam saluran empedu.membentuk saluran empedu utama. Empedu terdiri dari: – garam-garam empedu – elektrolit – pigmen empedu (misalnya bilirubin) – kolesterol – lemak. sehingga . Sekitar separuh empedu dikeluarkan diantara jam-jam makan dan dialirkan melalui duktus sistikus ke dalam kandung empedu. dan menyebabkan nyeri (kolik bilier) atau peradangan kandung empedu (kolesistitis). Garam empedu menyebabkan meningkatnya kelarutan kolesterol. kandung empedu akan berkontraksi dan mengosongkan empedu ke dalam usus untuk membantu pencernaan lemak dan vitamin-vitamin tertentu. Hemoglobin yang berasal dari penghancuran sel darah merah dirubah menjadi bilirubin (pigmen utama dalam empedu) dan dibuang ke dalam empedu. sehingga membantu penyerapannya dari usus. menuju ke usus halus. Garam empedu adalah komponen aktual yang membantu memecah dan menyerap lemak. yang dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk kotoran. yang terletak beberapa sentimeter dibawah lambung. lemak dan vitamin yang larut dalam lemak. adalah apa yang memberikan kotoran warna gelapnya coklat. Empedu. Saluran empedu utama masuk ke usus bagian atas pada sfingter Oddi. Batu kandung empedu bisa menyumbat aliran empedu dari kandung empedu. Fungsi empedu adalah untuk membuang limbah tubuh tertentu (terutama pigmen hasil pemecahan sel darah merah dan kelebihan kolesterol) serta membantu pencernaan dan penyerapan lemak. Be rbagai protein yang memegang peranan penting dalam fungsi empedu juga disekresi dalam empedu. Jika kita makan.

dan struktur terkait) yang terlibat dalam produksi dan transportasi empedu. Sekitar 50% dari empedu yang dihasilkan oleh hati yang pertama di simpan di kantong empedu. 5. Berikut ini urutan transportasi empedu: 1. 2. Ketika makanan dikonsumsi.com) Sistem bilier terdiri dari organ-organ dan saluran (saluran empedu. untuk membantu dalam pencernaan dengan pelepasan terkontrol empedu Empedu merupakan cairan kehijauan-kuning (terdiri dari produk-produk limbah. Ketika sel-sel hati mengeluarkan empedu. termasuk yang berikut:  untuk membawa pergi limbah . organ berbentuk buah pir yang terletak tepat di bawah hati. Saluran ini akhirnya mengalir ke saluran hepatik umum. Duktus hepatika kemudian bergabung dengan duktus sistikus dari kandung empedu untuk membentuk saluran empedu umum. (source: medicastore. dan garam empedu) yang disekresikan oleh sel-sel hati untuk melakukan dua fungsi utama. Penyumbatan aliran empedu juga bisa terjadi karena adanya tumor. kandung empedu. kolesterol. kontrak kandung empedu dan rilis disimpan empedu ke duodenum untuk membantu memecah lemak. dikumpulkan oleh sistem saluran yang mengalir dari hati melalui saluran hati kanan dan kiri. 4. untuk mengeringkan produk limbah dari hati ke duodenum b. terjadi jaundice (sakit kuning) karena menyumbat aliran empedu yang normal ke usus. 3. Fungsi utama sistem bilier yang meliputi: a. yang berlangsung dari hati ke duodenum (bagian pertama dari usus kecil).

PENGERTIAN Oral cholecystografi adalah suatu pemeriksaan radiografi pada sistem biliari dengan menggunakan sinar-x dan bantuan media kontras positif secara oral untuk menegakkan diagnosa. 2 jam sebelum pemeriksaan diberikan pencahar supositoria atau dilakukan klisma tinggi. Teknik Radiografi Oral Cholecystography A.  Jika diperlukan.  untuk memecah lemak selama pencernaan C. PERSIAPAN PASIEN  24 Jam sebelum pemeriksaan pasien diet makanan berlemak dan berserat  12 jam sebelum pemeriksaan pasien minum obat kontras 6 tablet  8 jam sebelum pemeriksaan pasien minum obat pencahar (urus urus). Teknik Pemeriksaan 1. B. Kontraindikasi Pemeriksaan  KU (kondisi umum) pasien jelek  Sensitif terhadap bahan media kontras  Vomiting or diarrhea  Pyloric Obstruction  Severe Jaundice  Liver disfunction  Hepatocellular disease D. Indikasi dan Kontraindikasi Pemeriksaan 1. . Indikasi Pemeriksaan  Cholelithiasis  Cholecystitis  Billiary Neoplasia  Opasities atau massa quadrant atas  Billiary Stenosis  Penyumbatan pada ductus ductus  Kelainan fungsi kandung empedu 2. selanjutnya puasa.

PERSIAPAN ALAT DAN BAHAN  Pesawat Sinar-X  Kaset dan film 24 x 30 cm  Grid /lysolm  Gonag shield  Marker Media kontras yang dapat digunakan :  Biloptin(kapssul/liquid)  Solubiloptin (podwer sachet)  Telepaque  (tablet/podwer/liquid)  Biliody  Orabilix D. PROYEKSI YANG DIGUNAKAN 1) PA Projection (Scout)  Kaset : 24 x 30 cm. ½ bagian tubuh berada pada pertengahan kaset (STHENIC) . tungkai bawah lurus dengan support pada angkle  Posisi objek : . moving atau stationary grid  Posisi pasien : prone. kedua tangan disamping kepala. (HYPERSTHENIC) gall blader lebih horizontal & 5 cm lebih tinggi & lebih lateral .  Pastikan tidak ada rotasi pada pelvis  CR : tegak lurus kaset . (ASTHENIC) Gall Bladder vertikal. kepala diberi bantal. 5 cm lebih rendah & dekat midline.  Sebelum pemeriksaan pasien minum obat kontras lagi 6 tableT C.

tangan kiri disamping tubuh dan tangan kanan ditekuk di kepala. 35-40 derajat (ASTHENIC) .  CP : STHENIC setinggi L2 (Sekitar 1. Sentrasi kurang lebih 7. 20. dengan ¼ tubuh bagian kanan dipertengahan meja. Seperempat tubuh bagian kanan dipertengahan meja .5 cm dari margin terendah Costae) & 5 cm ke kanan dari MSP  FFD : 100cm  EKSPOSURE : tahan nafas saat ekspirasi 2) LEFT ANTERIOR OBLIQUE ( LAO )  Posisi pasien : PronE  Posisi Objek : .25 . . dan batas atas : diafragma.  Penyudutan badan dengan meja pemeriksaan: .2.5 cm ke arah kanan dari lumbal 3 . Batas bawah : SIAS. 15-20 derajat (HYPERSTENIC) .25 derajat (STHENIC/HYPOSTENIC) .

Kedua lengan difleksikan di atas kepala. Kepala pada bantal.pada pelvis .  Posisi obyek : . . Kedua knee ditekuk semaksimal mungkin.5 cm kearah kanan dari Lumbal ke-3  FFD : 100 CM  Ekspose : pasien tahan nafas saat ekspirasi.  Central Ray : Vertikal/tegak lurus  Central Point :Kurang lebih 7. Gall blader pada pertengahan kaset . . tidak ada rotasi. . 3) RIGHT LATERAL DECUBITUS POSITION (RLD)  Kaset : 24 x 30 cm  Posisi pasien : Pasien tidur miring ke arah kanan.

roti mentega dan telur)  2 jam sesudah makan dibuat foto dengan posisi yang sama (PA. Teknik Radiografi Intravena Cholecystography (IVC) A. 2.  Untuk evaluasi duktus biliaris pada non-cholecystectomi pasien. B. LAO dan RLD).INDIKASI  Untuk evaluasi duktus biliaris pada pasien dengan cholecystectomi.  Jika gambaran kandung empedu terlihat (terisi kontras) Pasien diberikan makanan lemak (susu. . . IVC jarang dilakukan karena angka kejadian reaksi media kontras cukup tinggi dan adanya prosedur/modalitas lainnya. PENGERTIAN Intravena Cholecystography (IVC) adalah pemeriksaaan radiografi pada traktus biliaris dengan memasukkan media kontras positif secara intravena dengan bantuan sinar-x untuk menegakkan diagnosa. pastikan shoulder dan Hip true lateral  CR : horizontal  CP : diarahkan pada ½ bagian kanan abdomen  FFD : 100 CM  EKSPOSI : tahan nafas saat ekspirasi.

PERSIAPAN ALAT DAN BAHAN  Pesawat sinar-x  Kaset dan film 24 x 30  Grid/lysolm  Marker  Kapas alkohol  Handuk atau spon untuk bantalan lengan  Gonad shield  Peralatan kegawat daruratan (tabung O2.  Media kontras tiba di liver melalui arteri hepatika dan vena porta  media kontras akan mengalami perubahan biokimia dan disekresikan oleh bile dan ditampung di gall bladder. dan lain-lain)  Spuit  Media Kontras yang digunakan : Biligrafin forte 50% dan biligrafin 30% E.C. alat suction.TEKNIK PEMASUKKAN MEDIA KONTRAS  Media kontras biasanya diinjeksi melalui vena cubiti yang selanjutnya melalui jantung dan diedarkan melalui arterial circulation. KONTRA INDIKASI  Pasien dengan liver desease. D. .  Pasien dengan peningkatan bilirubin (lebih dari 2 mg/dl).

5 cm lebih tinggi dan lateral untuk hypersthenik.  Posisi Paien : prone  Posisi Obyek • Kepala diberi bantal. • Tungkai bawah lurus dengan suport pada ankle. pemeriksaan bisa dilakukan hingga 2 jam post injeksi (gall bladder terisi penuh). G.5 cm dari margin terendah costae) dan 5 cm ke kanan dari MSP  FFD: 100 cm . • Setengah bagian kanan tubuh berada pada pertengahan kaset (sthenik) dan gallblader lebih horizontal.  Pada kasus-kasus tertentu.  Radiograf kembali diambil 10-20 menit setelah fatty meal dilakukan. untuk asthenic gallblader vertikal dan 5 cm lebih rendah dan dekat midline.  Opacity maximal biasanya pada 30-40 menit post injeksi.  Central Ray: Vertikal/tegak lurus  Central Point : Setinggi Lumbal ke-2 (sekitar 1.PROSEDUR PEMERIKSAAN  Radiograf dibuat dengan interval 10 menit sampai didapat gambaran yang optimal.25-2. • Kedua tangan di samping kepala.F.PROYEKSI YANG DIGUNAKAN 1). PA (scout) Untuk mengetahui menentukan posisi dan FE. • Pastikan tidak ada rotasi pada pelvis.

Kedua lengan difleksikan di atas kepala. Post injeksi (AP Oblique (RPO)  Posisi Pasien: Supine  Posisi Obyek: . 2).  FFD: 100 cm  Ekspose: pasien tahan nafas saat ekspirasi 3.  Ekspose: pasien tahan nafas saat ekspirasi.  Central Ray: Vertikal/tegak lurus  Central Point Sekitar 2 inchi superior dari prone oblique (sekitar 7. Oblique dengan bagian kanan belakang tubuh menempel di meja pemeriksaan . Teknik Radiografi Percutaneous Transhepatic Cholangiography  PENGERTIAN . Bagian kiri tubuh menyudut 10-20º dengan meja pemeriksaan .5cm kearah kanan dari lumbal ke-3 dan 2 inchi superior).

SENSITIF terhadap media kontras . Atresia Billiary  KONTRA INDIKASI . Pemeriksaan fungsi hati . Glaucoma .  INDIKASI . Fistula . Needle chateter . Alat fiksasi . Pesawat sinar x . Stricture . Buang air kecil sbelum pemeriksaan  PERSIAPAN ALAT DAN BAHAN . Acute pancreatistis  PERSIAPAN PASIEN . Puasa 5 jam sebelum pemeriksaan dimulai . Pemeriksaan darah dan urine lengkap . Cholangiocarcinoma . Pemeriksaan radiology sistem biliary sewaktu dilakukan cholesistectomi untuk memperlihatkan gall stone dalam biliary duct.

yakni pada 2/3 masuknya kontras. Plain foto AP dari abdomen kanan atas . Jarum dan kontras media disuntikan oleh dokter kedalam biliary tree biasanya melalui cystic duct. Foto diambil 2 kali. .  PROSEDUR PEMERIKSAAN . . Media kontras :Hypaque sekitar 20 cc tergantung ukuran ductusnya. Injeksi dilakukan dalam pengawasan fluoroscopi . . dan pada akhir pengisian kontras.

dengan menggunakan media kontras positif menggunakan pesawat sinar-X untuk menegakkan diagnosa dari indikasi pemeriksaan. alangkah baiknya kita mempelajari dan mempraktekannya di perkuliahan supaya lebih jelas. Didalam pemeriksaan teknik radiografi sistem billiary menggunakan beberapa teknik diantaranya Teknik Radiografi Oral Cholecystography. . Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk menggambarkan anatomi fisiologi dan upaya menetapkan patologi dari kandung empedu dan ductus ductusnya.dan Teknik Radiografi Percutaneous Transhepatic Cholangiography. BAB III PENUTUP A. Saran Teknik radiografi untuk Sistem Billiary sudah jarang digunakan. Teknik Radiografi Intravena Cholecystography (IVC). B. Kesimpulan Teknik pemeriksaan radiografi sistem billiary adalah teknik pemeriksaan secara radiologi kandung empedu dan ductus-ductusnya.