You are on page 1of 10

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM KIMIA DASAR
PROGRAM STUDI ILMU GIZI

PERCOBAAN : VI
ANALISA VOLUMETRI BERDASARKAN REAKSI METATETIK DAN REAKSI
REDOKS

Disusun oleh :

Pipih Indriyamti H 22030114120019
Mailina Prima Sahara 22030114120020
Arini Dwi Purnamasari 22030114120021
Dwi Astuti 22030114120022
Galuh Dwi Astuti 22030114120023
Tia Sofa Rahmadhanti 22030114120024
Nadhea A.H 22030114120025

1 Oktober 2014

UNIVERSITAS DIPONEGORO
FAKULTAS KEDOKTERAN
LABORATORIUM KIMIA KEDOKTERAN
2014

Penetapan Kadar Ferrosulfat secara Permanganometri III. yaitu reaksi asam dan basa yang dapat dinyatakan: H+ + OH. Yang termasuk titrasi golongan ini antara lain argentometri. yaitu penitaran dengan menggunakan AgNO3 sebagai penitar. maka titrasi ini disebut alkalimetri. yaitu pembentukan senyawa rangkai (kompleks) yang mantap dan larut dalam . yaitu larutan penitar diteteskan setetes demi setetes ke dalam larutan sampel sampai tercapai titik akhir. TUJUAN PERCOBAAN : 1. DASAR TEORI Titrimetri adalah suatu cara analisis yang berdasarkan pengukuran volume larutan yang diketahui konsentrasinya secara teliti (titran/penitar/larutan baku) yang direaksikan dengan larutan sampel yang akan ditetapkan kadarnya. yaitu: 1) Titrasi asam-basa Reaksi dasar dalam titrasi asam-basa adalah netralisasi. Reaksi metatetik. JUDUL PERCOBAAN : Analisa Volumetri Berdasarkan Metatetik dan Reaksi Redoks II.→ H2O Bila larutan asam dengan kepekatan tertentu digunakan sebagai penitar maka titrasi ini disebut asidimetri.I. Jenis titrasi yang termasuk reaksi metatetik. sedangkan bila yang diketahui sebagai penitarnya adalah basa. maka titrasi dapat dibagi sebagai berikut: a. Berdasarkan jenis reaksi yang terjadi pada pelaksanaan titrasi. 3) Titrasi kompleksometri Titrasi kompleksometri disebut juga khelatometri. 2) Titrasi pengendapan (presipitimetri) Dasar penitaran pengendapan adalah reaksi-reaksi yang menghasilkan endapan yang sukar larut. Pelaksanaan pengukuran volume ini disebut juga titrasi. Penetapan Kadar Asam Asetat secara Alkalimetri 2. yaitu suatu reaksi berdasarkan pertukaran ion tanpa adanya perubahan bilangan oksidasi.

Jenis titrasi yang termasuk dalam reaksi redoks. Reaksi redoks. Dalam lingkungan asam dua molekul permanganat dapat melepaskan lima atom oksigen (bila ada zat yang dapat dioksidasikan oleh oksigen itu. Titik akhir ditunjukkan dengan terbentuknya larutan berwarna merah muda seulas. 4) Dikromatometri Sebagai penitar digunakan larutan kaliumdikromat. antara lain: 1) Titrasi Permanganatometri Sebagai penitar dipakai larutan kaliumpermanganat. maka tidak diperlukan penunjuk (indikator). 3) Serimetri Sebagai pengoksidasi dipakai larutan Ce(SO4)2. Senyawa Na/Ba- difenilaminasulfonat merupakan indikator yang sesuai bila besi dititrasi dalam suasana asam sulfat-asam fosfat. Sampel pereaksi pengkomplek yang banyak digunakan adalah Na-EDTA (Natrium Etilena Diamina Tetra Asetat). 2 KMnO4 + 3 H2SO4 → K2SO4 + 2 MnSO4 + 3 H2O + 5 O Karena larutan KMnO4 mempunyai warna tersendiri. Serium merupakan zat pengoksidasi yang kuat. b. yang dengan yod akan menghasilkan warna biru. Titrasi ini jarang dipakai karena selain kurang ekonomis juga memerlukan indikator redoks. dalam reaksi ini terjadi perpindahan elektron atau perubahan bilangan oksidasi. yang mengalami reaksi tunggal. 2) Titrasi Iodo/Iodimetri Yang dimaksud dengan golongan ini adalah penitaran dengan Iod (Iodimetri) atau Iod dititar dengan Natriumtiosulfat (Iodometri). Zat-zat yang bersifat pereduksi dapat langsung dititar dengan yod. . Pada cara titrasi ini digunakan larutan kanji sebagai penunjuk.air. Ion serium dipakai dalam larutan yang berkeasaman tinggi karena dalam larutan yang berkonsentrasi hidrogennya rendah terjadi pengendapan akibat hidrolisis. sedangkan zat-zat yang bersifat pengoksidasi dalam larutan asam akan membebaskan yod dari KI yang kemudian dititar dengan Natriumtiosulfat. Penggunaan utama adalah titrasi besi dalam larutan asam. bila larutan baku bereaksi dengan kation-kation yang ditetapkan kadarnya.

Titrasi kembali (Back titration). Berdasarkan jalannya reaksi yang terjadi. Titrasi penggantian (Displacement titration).Beberapa syarat yang harus dipenuhi pada penitaran: 1) Reaksi berlangsung sempurna. Permanganometri 1. cara ini dilakukan bila analat atau unsur yang akan ditetapkan tidak bereaksi langsung dengan larutan baku. Labu takar 2. Erlenmeyer . yaitu larutan sampel dapat langsung dititrasi dengan larutan standar/ baku. Titrasi tidak langsung (Indirect titration). Erlenmeyer 4. Indikator PP B. tunggal. c. d. titrasi dapat dibedakan atas: a. Natrium hidroksida 9. ALAT DAN BAHAN A. Gelas ukur 5. b. Titrasi langsung (Direct titration). Statik 8. IV. Asam oksalat 10. dan tidak saling mempengaruhi (not interact) dengan larutan penunjuk. 4) Ada larutan baku. tidak ada yang tersisa. Asam asetat 11. 3) Ada indikator yang sesuai. Buret 3. dan menurut persamaan reaksi yang jelas. reaksi yang cepat akan mempertajam perubahan warna yang terjadi pada titik akhir. 2) Reaksi berjalan cepat. Alkalimetri 1. Dengan demikian semua sampel bereaksi dengan penitar. cara ini dilakukan bila sampel tidak bereaksi dengan larutan baku atau reaksinya lambat. kemudian hasil reaksi dititrasi dengan larutan standar/ baku. tidak bereaksi secara stokiometri dengan larutan baku. Baker glass 6. Pipet 7. yaitu larutan sampel direaksikan dulu dengan pereaksi yang jumlah kepekatannya tertentu. Dalam hal ini ditambahkan zat ketiga yang telah diketahui kepekatannya dan jumlahnya diukur tetapi berlebihan dan kelebihannya dititrasi dengan larutan baku.

Asam Sulfat 8. Spirtus 10. 2. Natrium Oksalat 9.1000 N  Masukkan 100 mg asam oksalat dalam erlenmeyer  Tambahkan 75 ml aquadest bebas CO2 kedalam erlenmeyer tadi  Tambahkan 2 tetes indikator fenolftalein  Titrasi menggunakan larutan baku NaOH hingga berubah menjadi merah muda 2. CARA KERJA A. pindahkan larutan tersebut ke dalam tabung Erlenmeyer. Termometer 12. Sampel Ferrosulfat 6. Penetapan kadar asam asetat  Ambil dengan menggunakan pipet volume 10 ml asam asetat. Pipet 5. Permanganometri 1. Corong 15.  Lakukan 2X percobaan B. Statik 4. Korek 11. Kasa 14. tabung Erlenmeyer yang digunakan harus berkapasitas 500 ml . Kalium Permanganat 7. Pembakuan larutan KMnO4  Masukkan natrium oksalat sebanyak 200 gram ke dalam gelas ukur  Lalu larutkan dalam 250 ml aquadest  Aduk hingga semua natrium oksalat terlarut  Tambahkan 7 ml asam sulfat pekat ke dalam larutan tersebut  Setelah itu panaskan gelas ukur berisi larutan di atas api hingga suhu mencapai 70oC  Saat suhu telah mencapai 70oC. lalu encerkan dengan aquadest hingga volumnya menjadi 250 ml  Lalu ambil 25 ml larutan enceran tadi dan masukkan dalam erlenmeyer  Tambahkan 2 tetes indikator fenolftalein  Titrasi menggunakan larutan baku NaOH hingga berubah warna menjadi merah muda. Buret 3. Kaki tiga 13. Pembakuan larutan NaOH 0. Gelas beker V. Alkalimetri 1.

4 ml Normalitas sebenarnya NaOH adalah 0.097 gram 6.1 ml .  Lakukan titrasi menggunakan KMnO4 hingga didapatkan warna merah muda yang mantap  Pembakuan ini cukup dilakukan 1 kali 2.1 X =0.010 N b.3 ml 2 25 ml 2 Tetes 37. Alkalimetri 1.4 ml = 6. HASIL DAN PERHITUNGAN A. Penetapan Kadar Asam Asetat a.010 N N NaOH = 6. Penetapan Kadar Asam Asetat N Asam Asetat Indikator Larutan Baku O Fenolftalein NaOH 1 25 ml 2 Tetes 37.1N hingga muncul warna merah muda yang mantap  Ulangi hal yang sama sampai 2 kali percobaan VI. Penetapan kadar Fe2SO4  Ambil larutan ferosulfat sebanyak 25 ml dan ditaruh dalam tabung Erlenmeyer  Tambahkan 20 ml H2SO4 encer ke dalamnya  Titrasi menggunakan larutan baku KMnO4 0. Pembakuan Larutan NaOH N Asam Indikator Larutan Baku O Oksalat Fenolftalein NaOH 1 100 Mg 2 Tetes 16.097 gram asam oksalat setara dengan 1 ml NaOH gram asam oksalat M NaOH N NaOH = kesetraan asamoksalat dengan NaOH x Volum NaOH 100 0.097 16.4 ml Penetapan normalitas sebenarnya NaOH gr asam oksalat 100 gram Kesetaraan = ml larutan baku NaOH = 16.

372 m mol m CH3COOH = n CH3COOH x Mr CH3COOH = 0.3+37.010 m grek = 0. m grek = V NaOH x N NaOH ( 37.Permanganometri Penetapan Kadar Ferrosulfat .372m grek = 1 = 0.4 L massa C H 3 COOH x 100 Kadar CH3COOH = volume sampel C H 3 COOH 0.2 x 0.4 x 100% Kadar CH3COOH = 5.02232 = 0.58 % B.372 m grek m grek n CH3COOH = valensi CH 3 COOH 0.02232 gram 1000 V sampel CH3COOH = kadar CH3COOH (%) x 25 ml = 10% x 4 L V sampel CH3COOH = 0.010 N 2 = 37.1 ) = X 0.372 mmol x 60 = 0.

1 N KMnO 4= x =0.0275 mmol m Fe SO 4=n Fe SO 4 x Mr Fe SO 4 .1 N ) N Natrium Oksalat Larutan Baku KMnO4 O 1 200 mg 36.2 ml Normalitas sebenarnya KMnO4 adalah 0.0275 mgrek ¿ 1 n Fe SO 4 =0.0275 mgrek mgrek n Fe SO 4 = valensi Fe SO 4 0.30 ml mgrek =V KMnO 4 x N KMnO 4 ¿ 0.2 ml Penetapan Normalitas sebenarnya KMnO4 gr Natrium Oksalat 200 gr gr Kesetaraan= = =5.25 ml 2 25 ml 0.52 gr Natrium Oksalat setara dengan 1 ml KMnO4 gr NatriumOksalat M KMnO 4 N KMnO 4= x Kesetaraannatrium oksalat dengan KMnO 4 volum KMnO 4 200 gr 0.275 ml x 0.100 N mgrek =0.2 ml ml 5.100 N b.a.52 ml Larutan Baku KMnO 4 36.52 gr 36. Penetapan Ferrosulfat NO Sampel FeSO4 Larutan Baku KMnO4 1 25 ml 0.100 N 5. Pembakuan Larutan Kalium Permangat (KMnO4 0.

dilarutkan dalam aqua dest sebanyak 250 ml dan ditambahkan 7 ml H2SO4 pekat kemudian dipanaskan hingga 68oC dan didinginkan sebentar.58%. Dalam perhitungan didapatkan kesetaraan asam oksalat dengan titran NaOH 6.0275 mmol x 152 m Fe SO 4=4. asam oksalat yang digunakan sebanyak 100 mg.. asam asetat yang digunakan sebanyak 25 ml ditambahkan 2 tetes fenolftalein kemudian dititrasi dengan larutan baku NaOH 37. 3. Penetapan Kadar CH3COOH Pada percobaan ini.2 ml.097 gr.097 gr asam oksalat setara dengan 1 ml NaOH.372 mgrek. Pembakuan Larutan NaOH Dalam percobaan ini.18 mg ¿ x 100 500 mg Kadar Fe SO 4=0. Pembakuan Larutan KMnO4 Pada percobaan ini. ditambahkan aqua dest sebanyak 25 ml ditambah 2 tetes fenolftalein kemudian dititrasi dengan titran NaOH sebanyak 16.010 N.02232 g.372 mmol. yaitu 0. Dalam perhitungan (menggunakan hasil rata-rata) 37. titrat dititrasi dengan titran KMnO4 sebanyak 36. Artinya.836 VII.4 ml. 6. Dalam perhitungan didapatkan kesetaraan natrium oksalat dengan titran . Mol CH3COOH digunakan untuk mencari massa CH3COOH. PEMBAHASAN 1. 2.3 ml (pada percobaan pertama). 37. natrium oksalat yang digunakan sebanyak 200 mg. yaitu 0. Akhirnya didapatkan kadar CH3COOH sebanyak 5. Setelah dingin. Normalitas NaOH dapat dicari dengan cara membagi massa asam oksalat dengan kesetaraan kemudian dikali molaritas NaOH per volume NaOH. ¿ 0.18 mg Massa Fe SO 4 Kadar Fe SO 4= x 100 volume sample Fe SO 4 4. yaitu 0.2 didapatkan milligram ekivalen sebesar 0.1 ml (pada percobaan kedua). Dengan menggunakan mgrek dapat dicari mol CH3COOH.

Kadar Asam Asetat yang ditetapkan secara alkalimetri sebesar 5.30 ml (pada percobaan pertama).18 g. DAFTAR PUSTAKA . 0.275 didapatkan milligram ekivalen sebesar 0. Dengan menggunakan mgrek dapat dicari mol FeSO4.836 4 VII. yaitu 4. Dibutuhkan kecermatan dan konsentrasi pada saat melakukan titrasi. KESIMPULAN 1.1 N. Mol FeSO4 digunakan untuk mencari massa FeSO4. Normalitas Natrium Hidroksida pada percobaan ini sebesar 0.10 N 4. Penetapan Kadar FeSO4 Pada percobaan ini. Normalitas KMnO4 dapat dicari melalui membagi massa natrium oksalat dengan kesetaraan kemudian dikali molaritas KMnO4 per volume KMnO4.58 %. ferro sulfat yang digunakan sebanyak 25 ml dicampur dengan 20 ml asam sulfat encer kemudian dititrasi dengan titran KMnO4 0. 4.html .52 gr natrium oksalat setara dengan 1 ml KMnO4.com/2011/05/24/analisa-volumetri/ . http://tothelastbreath.KMnO4 5.Buku panduan praktikum kimia dasar program S1 ilmu gizi universitas Diponegoro . 5.836 VIII. Akhirnya didapatkan kadar FeSO sebesar 0.wordpress.http://anitanurdianingrum.25 ml (pada percobaan kedua).52gr. 2.com/2011/01/analisis- titrimetri. Artinya. Dalam perhitungan (menggunakan hasil rata-rata) 0. yaitu 0. Normalitas Kalium Permanganoat pada percobaan ini sebesar 0. Kadar Ferro Sulfat yang ditetapkan secara permanganometri sebesar 0.blogspot.0275 mmol.010 N. 3. yaitu 0. 5.0275 mgrek.