You are on page 1of 41

AKUNTANSI KEPERILAKUAN

“ KONSEP KEPERILAKUAN DARI PSIKOLOGI DAN PSIKOLOGI
SOSIAL “

DISUSUN OLEH KELOMPOK 3 :

SYADAM MALIK B1C1 14 005
WILDA PRATIWI B1C1 14 011
FIRDA YUNINGSIH B1C1 14 016
BAYU SEGARA B1C1 15 042

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2017

1

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih dan lagi Maha Penyayang,
Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul “Konsep Akuntansi dan Hipotesis Keperilakuan”

Makalah ini kami susun dengan maksimal dan mendapatkan berbagai bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam
pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari bahwa sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan
tangan terbuka Kami menerima segala kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki
makalah ini.

Kendari, Maret 2017

Penulis

II
2

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL

KATA PENGANTAR…………………………………………………… …… II

DAFTAR ISI ………………………………………………………………….. III

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang …………………………………………………………........... 4

Rumusan Masalah …………………………………………………………….. 6

Tujuan Makalah ………………………………………………………………. 6

BAB II PEMBAHASAN

A. Sikap ………………………………………………………………………… 9

B. Beberapa Teori Terkait Dengan Sikap …………………………………… 11

C. Motivasi ……………………………………………………………………... 13

D. Teori Kontemporer Motivasi ………………………………………………. 19

E. Persepsi ………………………………………………………………………. 21

F. Nilai …………………………………………………………………………… 23

G. Pembelajaran………………………………………………………………… 25

BAB III PENUTUP

Kesimpulan ………………………………………………………………………30

3

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Persamaan dan perbedaan ilmu keperilakuan dan akuntansi keperilakuan
mempunyai kaitan dengan penjelasan dan prediksi keperilakuan manusia. Akuntansi
keperilakuan menghubungkan antara keperilakuan manusia dengan akuntansi. Ilmu
keperilakuan merupakan bagian dari ilmu social, sedangkan akuntansi keperilakuan
merupakan bagian dari ilmu akuntansi dan pengetahuan keperilakuan. Namun ilmu
keperilakuan dan akuntansi keperilakuan sama-sama menggunakan prinsip sosiologi
dan psikologi untuk menilai dan memecahkan permasalahan organisasi. Akuntansi
keperilakuan, dengan mempertimbangkan hubungan antara perilaku manusia dan
system akuntansi, mencerminkan dimensi social dan budaya manusia dalam suatu
organisasi.
Akuntansi keperilakuan (behavioral accounting) adalah cabang akuntansi yang
mempelajari hubungan antara perilaku manusia dengan system akuntansi yang
mempelajari hubungan antara perilaku manusia dengan system akuntansi (Siegel, G.
et all. 1989), istilah system akuntansi yang dimaksud di sini dalam arti yang uas yang
meliputi system pengendalian, system penganggaran, desain akuntansi pertanggung
jawaban, desain organisasi seperti desentralisasi atau sentralisasi, desain pengumpulan
biaya, desain penilaian kinerja serta serta pelaporan keuangan.
Sebagai bagian dari ilmu keperilakuan (Behavioral Science),teori-teori
akuntansi keperilakuan dikembangkan dari ilmu keperilakuan dikembangkan dari
penelitian empiris ayas perilaku manusia di organisasi. Dengan demikian, peranan
penelitian dalam pengembangan ilmu itu sendiri sudah tidak diragukan lagi. Ruang
lingkup penelitian di bidang akuntansi sangat luas sekali, tidak hanya meliputi
bidang akuntansi manajemen saja, tetapi juga menyagkut penelitian dalam bidang
etika, auditing (pemeriksaan akuntan), system informasi akuntansi bahkan juga
akuntansi keuangan.
Konsep keprilakuan dari psikologi dan psikologi social ini adalah bertujuan
untuk memberikan pengakuan terhadap beberapa aspek perilaku dari akuntansi untuk
memandang secara lebih luas terhadap bagian akuntansi yang lebih substansial
Menurut Robbins (2003), Ketiga hal tersebut, yaitu psikologi, sosiologi dan psikologi
sosial menjadi kontribusi utama dari ilmu keperilakuan. Ketiganya melakukan
4

arah dan motivasi individu. Mereka yang telah menyumbangkan dan terus menambah pengetahuan tentang perilaku organisasional teoritikus pembelajaran.konsep baik dari psikologi maupun sosiologi yang memusatkan perhatian pada perilaku kelompok sosial. desain tim kerja. merupakan ilmu pengetahuan yang berusaha mengukur.pencarian untuk menguraikan dan menjelaskan perilaku manusia. budaya organisasi. pemahaman. walaupun secara keseluruhan mereka memiliki perspektif yang berbeda mengenai kondisi manusia terutama merasa tertarik dengan bagaimana cara individu bertindak. Beberapa bidang dalam perilaku organisasi yang menerima masukan yang berharga dari para sosiolog adalah dinamika kelompok. teoritikus keperibadian. dan perubahan sikap. sosiologi mempelajari sistem sosial di mana individu-individu mengisi peran-peran mereka. Dan kalau berpikir tentang sosiologi. terutama organisasi yang formal dan rumit. dan yang sejenisnya. Psikologi. jadi sosiologi mempelajari orang-orang dalam hubungan dengan manusia-manusia sesamanya. komunikasi. Bila psikologi memfokuskan perhatian mereka pada individu. sosiolog telah memberikan sumbangan mereka yang terbesar kepada perilaku organisasi melalui studi mereka terhadap perilaku kelompok dalam organisasi. Fokusnya didasarkan pada tindakan orang-orang ketika mereka bereaksi terhadap stimuli dalam lingkungan mereka. Disamping itu para psikologi social memberikan sumbangan yang berarti dalam bidang-bidang pengukuran. Secara spesifik. dan perilaku manusia dijelaskan dalam kaitannya dengan ciri. pengaruh sosial dan ilmu dinamika kelompok. tetapi memadukan konsep. Penekanan keduanya adalah pada interaksi antara orang. pola komunikasi. menjelaskan dan kadang mengubah perilaku manusia. kekuasaan dan konflik. Psikologi sosial. cara- cara dalam kegiatan dapat memuaskan kebutuhan individu dan proses pengambilan keputusan kelompok. secara umum cenderung memikirkan persoalan 5 . Para psikolog memperhatikan studi dan upaya memahami perilaku individual. kepribadian.orang dan bukan pada rangsangan fisik. Kita sering berpikir bahwa yang namanya dunia psikologi adalah dunia yang berkaitan dengan persoalan perasaan. Perilaku diterangkan dalam hubungannya dengan ilmu sosial. motivasi. Keutamaan psikologi didasarkan pada seseorang sebagai suatu organisasi. adalah suatu bidang dalam psikologi. teknologi organisasi. psikologi konseling dan psikologi industri dan organisasi. birokrasi.

Apakah teori-teori yang terkait dengan sikap? 3. sedangkan sosiologi akan mengkonsentrasikan pada atribut dan dinamika seseorang. Namun karena perbedaan latar belakang maka para psikolog akan menekankan pengaruh situasi sosial terhadap proses dasar psikologikal . sebagai faktor-faktor yang saling mempengaruhi satu sama lainnya Rumusan Masalah Sesuai dengan latar belakang yang dikemukakan maka permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut : 1. kepribadian. Menjelaskan teori kontemporer motivasi? 4. Apakah yang dimaksud dengan sikap? 2. Menjelaskan yang dimaksud dengan sikap? 2. Kedua bidang ilmu tersebut bertemu di daerah yang dinamakan Dengan demikian para psikolog berwenang merambah bidang ini. struktur sosial. perilaku. Apakah yang dimaksud dengan persepsi. emosi. dan lalu bagaimana pola perilaku dan interaksi tadi mengubah budaya dan struktur sosial. Menjelaskan teori-teori yang terkait dengan sikap? 3. dan kepribadian. Kajian utama psikologi adalah pada persoalan kepribadian. Menjelaskan yang dimaksud dengan persepsi. mental. nilai. dan emosi? 6 .kemasyarakatan. Sedangkan para sosiolog akan lebih menekankan pada bagaimana budaya dan struktur sosial mempengaruhi perilaku dan interaksi para individu dalam konteks sosial. interaksi. nilai. perilaku. dan dimensi-dimensi lain yang ada dalam diri manusia sebagai individu. Jadi psikologi akan cenderung memusatkan pada atribut dinamis dari seseorang. pembelajaran. Apakah teori kontemporer motivasi? 4. pembelajaran. dan budaya. dan sejenisnya. perilaku. kognisi. kepribadian. dan emosi? Tujuan Makalah Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Sosiologi lebih mengabdikan kajiannya pada budaya dan struktur sosial yang keduanya mempengaruhi interaksi.persepsi. demikian pula para sosiolog.

7 .

8 .

sikap adalah penting karena sikap perilaku kerja. dan kepercayaan seseorang mengenai penolakan sikap. sikap menjadi suatu bentuk bagian dari pribadi individu yang dapat membantu konsistensi perilaku. persepsi. Susunan sikap yang dipandang berdasarkan ketiga komponen tersebut membantu untuk memahami kerumitan sikap dan hubungan potensial antara sikap dan perilaku. tujuan manusia.Misal. panutan. emosional. Sikap tidak sama dengan nilai. Komponen teori terdiri atas gagasan. orang tua. dan perilaku. Informasi yang dimiliki oleh seseorang mengenai penolakan sikap terhadap stereotip atau generalisasi. dan perilaku(behavior). Komponen emosional atau afektif mengacu pada perasaan seseorang yang mengarah pada objek sikap. komponen-komponen dari teori sikap yang menolak komputerisasi dapat mengatakan bahwa ”bisnis perusahaan tidaklah cukup besar untuk mengambil keuntungan atas komputerisasi. objek. atau situasi. Istilah objek dalam sikap digunakan untuk memasukkan semua objek yang mengarah pada reaksi seseorang. Sikap disusun oleh komponen teori. pengaruh(affect). telah menciptakan satu kekuatan. gagasan. Ketiga komponen sikap: pengertian (cognition). tetapi keduanya saling berhubungan.baik yang akurat maupun yang tidak akurat. Para akuntan perilaku harus memahami sikap dalam rangka memahami dan memprediksikan perilaku. 9 . dan kelompok sosial. baik yang menguntungkan maupun yang kurang menguntungkan. BAB II PEMBAHASAN A. Komponen Sikap Dalam organisasi. Terdapat banyak cara bagi para akuntan perilaku untuk menggunakan sikap guna melakukan riset-riset dalam bidang ini. Ketika pertama sekali seseorang mempelajarinya. SIKAP Sikap adalah suatu hal yang mempelajari mengenai seluruh tendensi tindakan. Orang-orang memperoleh sikap dari pengalaman pribadi. Komponen perilaku mengacu pada bagaimana satu kekuatan bereaksi terhadap objek/sikap.

Sikap juga melayani fungsi defensive ego dengan melakukan pengembangan atau pengubahan guna melindungi manusia dari pengetahuan yang berlandaskan kebenaran mengenai dasar manusia itu sendiri atau dunianya. nilai. atau berdasarkan intuisi. kebiasaan. Manusia memperoleh kepuasan melalui pernyataan diri mereka dengan sikapnya. manusia cenderung untuk membentuk sikap positif terhadap objek dalam menemukan sikap negatif. dan pegulangan pola dari respon perilaku. Kepercayaan mungkin berdasarkan pada bukti ilmiah. Seperti kepercayaan. Misal. Opini Opini dan terkadang didefinisikan sebagai sinonim dari sikap dan kepercayaan. Siakp mengizinkan seseorang untuk menilai suatu situasi baru dengan cepat tanpa perlu mengumpulkan semua informasi yang relevan mengenai situasi tersebut. Pemahaman atau pengetahuan berfungsi untuk membantu seseorang dalam memberikan maksud atau memahami situasi atau peristiwa baru. Fungsi Sikap Sikap memiliki empat fungsi utama: pemahaman. Sikap juga melayani fungsi nilai ekspresi. dan ungkapan nilai. Sikap juga melayani suatu hal yang bermanfaat atau fungsi kebutuhan yang memuaskan. Nilai merupakan pijakan yang paling dalam dan sentimen dasar di mana orang-orang mengorlentasikan dirinya menuju tujuan yang lebih tinggi dan di mana mereka membedakan sesuatu yangterbaik. opini terkait dengan komponen kognitif dari sikap dan terkait dengan cara seseorang memperimbangkan atau mengevaluasi suatu objek. 10 . opini dipandang sebagai konsep terdekat dengan sikap. Kebiasaan Kebiasaan merupakan ketidakbimbangan. Kepercayaan Secara luas. opini.Konsep Terdekat Sikap Konsep terdekat terkait sikap merupakan konsep kepercayaan. Pada umumnya. respon otomatis. Apakah seseorang percaya atau tidak terhadap suatu fakta tertentu tidak memengaruhi potensi dari kepercayaan untuk membentuk sikap atau memengaruhi perilaku. Nilai Nilai merupakan tujuan hidupyang penting sekaligus standar perilaku. bukan merupakan perilaku. kepercayaan dapat didefinisikan sebagai komponen kognitif dari sikap. Orang akan bertindak sebagai pemikir tunggal yang energik terhadap kepercayaan sebagaimana halnya terhadap kepercayaan ilmiah. berdasarkan prasangka (prejudice). defensif ego. kebiasaan berbeda dengan sikap.kebutuhan akan kepuasan.

yaitu pengalaman yang menyenangka maupun tidak. frekuensi kejadian. B. Formasi Sikap dan Perubahan Formasi sikap mengacu pada pengembangan suatu sikap yang mengarah pada suatu objek yang tidak ada sebelumnya. Sikap dibentuk berdasarkan karakter faktor psikologis. 11 . Ini berarti bahwa individu-individu berusaha untuk menghubungkan sikap-sikap mereka yang terpisah dan menyelaraskan sikap dengan perilaku mereka sehingga mereka kelihatan rasional dan konsisten.Sikap dan Konsistensi Orang-orang mengusahakan konsistensi antara sikap-sikapnya serta antara sikap dan perilakunya. Perubahan sikap mengacu pada substitusi sikap baru untuk seseorang yang telah ditangani sebelumnya. tanggapan sepertinya diulangi jika tanggapan tersebut dihargai dan dikuatkan. kekuatan untuk mengemablikan individu itu ke keadaan seimbang terus digunakan agar sikap dan perilakunya menjadi konsisten lagi. pribadi dan sosial. Hal ini dapat dilakukan dengan mengubah sikap maupun perilaku atau dengan mengembangkan suatu rasionalisasi mengenai penyimpangan tersebut. dan pengembangan sikap tertentu yang mengarah pada gambaran hidup baru. Sikap. teori-teori ini diurutkan berdasarkan komponen stimulus dibandingkan tanggapan. mungkin dapat berubah sebagai hasil pendekatan dan keadaan. Hal pokok yang paling fundamental mengenai cara sikap dibentuk sepenuhnya berhubungan langsung dengan pengalaman pribadi terhadap suatu objek. Jika terdapat inkonsistensi. Teori Penguatan Dan Tanggapan Stimulus Teori penguatan dan tanggapan stimulus dari perubahan sikap terfokus pada bagaimana orang menanggapi rangsangan tersebut. traumatis. BEBERAPA TEORI TERKAIT DENGAN SIKAP Teori Perubahan Sikap Teori perubahan sikap dapat membantu untuk memprediksikan pendekatan yang paling efektif.

Jika komunikator memposisikan terlalu jauh dari jangka internal. Teori konsistensi menjaga hubungan antara sikap dan perilaku dalam ketidakstabilan walaupun tidak ada tekanan teori dalam sistem. Teori ini mempunyai kaitan dengan hubungan antara unsur-unsur teori. sebab perubahan tersebut akan menghasilkan ketidaknyamanan bagi subjek. perselisihan merupakan hal yang tidak menyenangkan sehingga orang-orang akan mencari cara menghindari itu. Teori disonansi ada ketika seseorang mengamati dua hal yang berlawanan. Secara psikologis. hasil yang dicapai mungkin bertentangan dan sikap tidak akan berubah. Jika komunikasi semakin dekat dengan jangka internal. Perilaku digaris bawahi asumsi dari beberapa teori yang ada. Teori perselisihan adalah suatu variasi dari teori konsistensi. sehingga mereka termotivasi untuk mengoreksi inkonsistensi tersebut dengan mengubah sikap maupun perilakunya kearah yang lebih baik. Teori ini menekankan pada pentingnya kepercayaan dan gagasan masyarakat. Konsistensi Dan Teori Perselisihan Beberapa teori perubahan sikap berasumsi bahwa orang-orang mencoba untuk memelihara konsistensi atau kesesuaian antara sikap dan perilaku mereka. Teori ini menganggap perselisihan memotivasi orang-orang untuk mengulangi atau menghapuskan perselisihan. maka asimilasi dapat dihasilkan karena subjek tidak mempersepsikan komunikasi persuasif tersebut sebagai ancaman yang ekstrem.Teori Pertimbangan Sosial Teori pertimbangan sosial ini merupakan suatu hasil perubahan mengenai bagaimana orang-orang merasa menjadi suatu objek dan bukannya hasil perubahan dalam memercayai suatu objek. 12 . Teori ini memandang perubahan sikapsebagai hal yang masuk akal dan merupakan proses yang mencerminkan orang-orang yang dibuat untuk menyadari inkonsistensi antara sikap dan perilaku mereka. di mana orang-orang tidak dapat memahami akan inkonsistensi tersebut. Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa usaha untuk menyebabkan suatu perubahan utama di dalam sikap kemungkinan akan gagal. sehingga orang tersebut akan mengevaluasi pesan itu secara positif dan kemungkinan akan mengubah sikapnya. Faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan adalah membujuk dan menengahi duaposisi bertentangan yang masing- masing didiukung oleh komunikator. Teori ini menjelaskan bahwa manusia dapat menciptakan perubahan dalam sikap individu jika mau memahami struktur yang menyangkut sikap orang laindan membuat pendekatan setidaknya untuk dapat mengubah ancaman.

derajat pengaruh yang diyakini dimiliki oleh individu terhadap unsur- unsur itu. manusia harus menemukan rangsangan terhadap apa yang akan dikembangkan berdasarkan pada kebutuhannya. Motivasi juga berkaitan dengan reaksi subjektif yang terjadi sepanjang proses ini. Disonansi dalam hal ini berarti adanya suatu inkonsistensi. Dalam rangka mengubah sikap.kemudian baru perubahan sikap akan terjadi. Menurut teori ini.tidak mengherankan jika masalah motivasi menjadi salah satu pokok pembahasan yang penting dalam manajemen. Disonansi kognitif mengacu pada setiap inkonsistensi yang dipersepsikan oleh seseorang terhadap dua atau lebih sikapnya. sebagaimana sering di definisikan oleh banyak buku manajemen. tetapi sikap itu dibentuk setelah perilaku itu terjadi guna menawarkan sikap yang konsisten dengan perilaku. adalah menyelesaikan sesuatu melalui orang lain. 13 . Teori fungsional terhadap perubahan sikap menyakini bahwa sikap melayani kebutuhan masyarakat. motivasi adalah suatu konsep penting untuk perilaku akuntan karena efektivitas organisasional bergantung pada orang yang membentuk sebagaimana karyawan mengharapkan untuk dibentuk. Teori Persepsi Diri Teori persepsi diru menganggap orang-orang mengembangkan sikap berdasarkan pada bagaimana mereka mengamati dan menginterprestasikan perilaku mereka sendiri. dan ganjaran yang mungkin terlibat dalam disonansi. Hal ini sangat penting karena arti manajer.Teori Disonansi Kognitif Leon Festinger pada tahun 1950-an mengemukakan teori Disonansi Kognitif.sikap hanya akan berubah setelah perilaku berubah. Teori ini dapat membantu kecenderungan untuk mengambil bagian dalam perubahan sikap dan perilaku. Teori Motivasi dan Aplikasinya Mengarahkan dan memotivasi orang lain adalah pekerjaan para manajer. para akuntan perilaku harus mengubah perilaku mereka. dan mau bekerja dengan giat. Oleh karena itu. atau terhadap perilaku dengan sikapnya. Festinger mengatakan bahwa hasrat untuk mengurangi disonansi akan ditentukan oleh pentingnya unsur-unsur yang menciptakan disonansi itu. Manajer dan akuntan keperilakuan harus memotivasi orang ke arah kinerja yang diharapkan dalam rangka memenuhi tujuan organisasi. Dengan kata lain. MOTIVASI Motivasi adalah proses yang dimulai dengan definisi fisiologis atau psikologis yang menggerakakn perilaku atau dorongan yang ditujukan untuk tujuan insentif. C. teori ini mengusulkan fakta bahwa sikap tidak menentukan perilaku. Teori ini menjelaskan hubungan antara sikap dan perilaku. Pertama. Manajer akan selalu berusaha agar bawahannya selalu rajin bekerja.

terkadang terdapat banyak kendala yang dihadapi seorang manajer. ancaman. dan kasih sayang.masing individu mempunyai beraneka ragam kebutuhan yang dapat mempengaruhi perilaku mereka. Terdapat keyakinan bahwa perilaku manusia ditimbulkan oleh motivasi. Teori-teori ini bersifat awal karena: 1) teori-teori ini mewakili suatu dasar dari mana teori-teori kontemporer berkembang. ada sesuatu yang mendorong (memotivasi) seseorang untuk berbuat sesuatu. Buku-buku manajemen banyak menguraikan teori motivasi. Teori Motivasi Awal Tiga teori spesifik dirumuskan selama kurun waktu tahu 1950-an. rasa haus. dan lain sebagainya. dan prestasi. reputasi. rasa kekeluargaan. minum. Teorinya menjelaskan bahwa masing. Dengan demikian. sistem pengendalian akuntansi mensyaratkan adanya suatu pemahaman tentang bagaimana individu-individu dapat termotivasi oleh teori akuntansi. dan teori motivasi higiene. kehormatan diri. pakaian. yaitu kebutuhan fisik . Kebanyakan dari teori-teori ini telah dibenarkan secara empiris dan berperan penting dalam mengakhiri pernyataan bahwa motivasi adalah masalah lengkap yang tidak dapat diatasi oleh satu teori pun. yaitu kebutuhan akan status atau kedudukan. yaitu kebutuhan akan rasa cinta dan kepuasan dalam menjalin hubunnga dengan orang lain. Teori Kebutuhan dan Kepuasan Moslow menjelaskan suatu bentuk teori kelas. Dalam memberikan motivasi. 14 . dan 2) para manajer mempraktikkan penggunaan teori dan istilah-istilah ini untuk menjelaskan motivasi karyawan secara teratur. perampasan atau pemecatan. tetapi pada dasarnya masih bersifat umum dan setiap unit dimasukkan ke sebuah kelompok. perlindungan.  Kebutuhan akan penghargaan (esteem needs ). Secara psikologis. dan sebagainya. yaitu akan kebutuhan keselamatan dan perlindungan dari bahaya.  Kebutuhan akan keamanan (safety needs ). persahabatan. Teori kebutuhan ini pada praktiknya merupakan bagian-bagian dari teori kebutuhan psikologis yang akan didominasi oleh kebutuhan- kebutuhan lain jika tidak dijumpai. kebutuhan merupakan syarat dasar untuk memenuhi kebutuhan sisik. seperti makan.  Kebutuhan sosial (social needs ).Terdapat beberapa teori umum yang digunakan dalam kelompok-kelompok teori yang ada pada saat ini. yang disebut sebagai kebutuhan dasar utama. Kelompok-kelompok teori tersebut masing-masing telah banyak ditulis dalam literatur. seperti rasa lapar. Hierarki kebutuhan manusia oleh Moslow:  Kebutuhan fisiologis (physiologis needs ). kebutuhan akan kepuasan dan perasaan memiliki serta diterima dalam suatu kelompok.teori X dan Y. Ketiga teori ini adalah teori hierarki kebutuhan. kebutuhan akan perumahan.

yaitu berupa variable. 1. sekalipun hal itu tidak menjelaskan apakah hasilnya merupakan cerminan dari suatu teori atau pengujian.1. Hierkiki Kebutuhan Maslow’s Teori tentang kebutuhan dan kepuasan ini mempunyai banyak pengaruh terhadap pengendalian akuntansi. penggunaan teori ini masih umum jika dihubungkan secara perlahan dengan pengajaran akuntansi. Teori X dan teori Y 15 . Seiringnya istilah motivasi menjadi catatan mendasar yang menjadi bahan perhitungan dalam pembayaran bonus akibat kemungkinan adanya motivasi. tingkatan kebutuhan yang dijabarkan oleh Maslow dapat dilihat pada Gambar 4. Pertanyaan yang berhubungan dengan konsep motivasi umum yang digunakan dalam buku-buku teks.  Kebutuhan akan aktualisasi diri (self actualization needs ). Beberapa orang telah mengkritik bahwa hal itu adalah sesuatu adalah sesuatu yang logis mendasar dari suatu alat ukur.1. yaitu kebutuhan pemenuhan diri untuk mempergunakan potensi ekspresi diri dan melakukan apa yang paling sesuai dengan dirinya. 2. Teori kebutuhan dan kepuasan telah menjadi subjek yang banyak dikritik. Kebutuhan Akan Aktualisasi diri Kebutuhan Akan Penghargaan Kebutuhan Sosial Kebutuhan Akan Keamanan Kebutuhan Fisiologis Gambar 4. Meskipun demikian. Secara singkat. Percobaan-percobaan terhadap teori lainnyatelah diuji secara empiris dengan tingkat keberhasilan yang dibatasi.

mereka lebih suka bekerja sendiri daripada dengan orang lain. Riset yang dilakukan oleh McClellandmembri hasil bahwa terdapat tiga karakreristik dari orang yang memiliki kebutuhan prestasi yang tinggi. promosi. Teori Kebutuhan McCelland Teori ini pada awalnya dikembangkan oleh McClelland pada awal tahun 1990. yaitu : Orang yang memiliki kebutuhan prestasi yang tinggi memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap pelaksanaan suatu tugas atau pencarian solusi atas suatu permasalahan. kekuatan dan afiliasi. McGroger menyimpulkan bahwa pandangan seorang manager mengenai kodrat manusia didasarkan pada suatu pengelompokan pengandaian- pengandaian tertentu dan manajer cenderung membentuk perilakunya terhadap bawahan menurut pengendalian-pengendaliantersebut. pengakuan. Asumsi terpenting dari bentuk teori Herzberg adalah factor yang mempunyai pengaruh positif dalam motivasi dan menjadi bahan perbedaan yang menyenangkan dari seluruh pengaruh negatif. terdapat tiga faktor yaitu prestasi. Herzberg juga menjelaskan bahwa hasil riset yang dilakukannya terhadap 200 responden yang terdiri atas akuntan dan insinyur menunjukkan bahwa terdapat dua hal yang terkait dengan kepuasan dan motivasi. 1. Teori ini dikemukakan oleh Dounglas McGroger. Akibatnya. Kedua faktor tersebut meliputi : Sejumlah kondisi kerja ekstrinsik yang apabila tidak 16 . Orang yang memiliki kebutuhan prestasi yang tinggi cenderung menetapkan tingkat kesulitan tugas yang moderat dan menghitung risikonya. kondisi pekerjaan. Setelah memandang cara manager menangani karyawan. hubungan perseorangan. Faktor-faktor ini meliputi : kebijakan perusahaan . dan tanggung jawab. Pandangan mengenai manusia menyimpulkan bahwa manusia memiliki dasar negative yang diberi tanda sebagai teori X dan yang lain positif. keamanan kerja dan gaji. Dalam kasus ini. Teori McClelland mempunyai suatu faktor hierarki yang memotivasi perilaku. yang ditandai dengan teori Y. Apabila suatu pekerjaan membutuhkan orang lain. Orang yang memiliki kebutuhan prestasi yang tinggi memiliki keinginan yang kuat untuk memperoleh umpan balik (feed back ) atau tanggapan atas pelaksanaan tugasnya. Teori Dua Faktor Pada pertengehan tahun 1960-an Herzberg mengajukan suatu teori motivasi yang di bagi kedalam beberapa faktor. Faktor motivasi meliputi : prestasi. mereka lebih suka memilih orang yang kompeten disbanding sahabatnya. tantangan pekerjaan.

karena kondisi atau faktor-faktor tersebut minimal dibutuhkan untuk menjaga agar ketidakpuasan tidak terjadi Sejumlah kondisi kerja instrinsik yang apabila ada berfungsi sebagai motivator dan dapat menghasilkan prestasi ketja yang baik. relatedness. Maslow mengatakan orang cenderung meningkat hierkiki kebutuhannya sejalan dengan terpuaskannya kebutuhan sebelumnya. maka timbul hasrat dalam individu itu untuk meningkatkan kebutuhannya di tingkat lebih rendah. Teori ERG (exsistence. kebutuhan akan keterikatan (relatedness needs). besarnya keridakpuasan akan memengaruhi motivasi. Alderfer tidak sependapat dengan Maslow. maka ketidakpuasan akan menimbulkan kemarahan dan frustasi atas kejadian tersebut. Ingat kembali bahwa Maslow beragumen tentang individu akan tetap pada suatu tingkat kebutuhan tertentu sampai suatu tingkat kebutuhan dari urutan yang lebih tinggi terhalang. yaitu kebutuhan akan eksistensi (existence needs). Ketidakmampuan untuk memuaskan suatu kebutuhan antar interaksi sosial. maka hal tersebut akan menimbulkan perasaan bersalah. maka hal tersebut tidak akan menyebabkan terjadinya ketidakpuasan. Dengan kata lain. yang disebut dengan istilah faktor pemuas. Teori ERG mengandung suatu dimensi frustrasi regresi. D. growth) menganggap kebutuhan manusia memiliki tiga hierarki kebutuhan. Secara umum. Apabila ketidakadilan dapat memengaruhi motivasi. Tetapi jika kondisi atau faktor tersebut tidak ada. teori keadilan merupakan bentuk dasar dari konsep hubungan pertukaran sosial. TEORI KONTEMPORER MOTIVASI Teori Keadilan Teori keadilan pertama kali dipublikasikan oleh Adam pada tahun 1963. kunci ketidakpuasan terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh seorang individu adalah jika orang tersebut membandingkan dengan lingkungan lainnya. Jika para individu merasa kualitas dan suatu kejadian adalah tidak layak. Para individu mempertimbangkan input dan output menjadi suatu nilai yang tidak sebanding. Teori ini menggambarkan kenyataan bahwa pembayaran-pembayaran relatif tidak mutlak menjadi perhitungan yang mempunyai pengaruh kuat. Teori ERG Teori dari Clayton Alderifer ini juga menganggap kebutuhan manusia tersusun dalam suatu hierkiki. ada menyebabkan terjadinya ketidakpuasan di antara para karyawan. Faktor-faktor tersebut berkaitan dengan isi pekerjaan. dan kebutuhan akan pertumbuhan (growth needs). jika mereka merasa kualitas dari suatu kejadian adalah tidak baik dan tidak menguntungkan. Alderfer menegaskan suatu kebutuhan tidak harus terpuaskan terlebih dahulu sebelum kebutuhan pada tingkat diatasnya muncul. Kondisi ini disebut dengan faktor penyebab ketidakpuasan atau faktor higiene. Dalam teori keadilan. Ketidakadilan dibagi menjadi dua bentuk dan keduanya diakibatkan dari peran motivasi yang merugikan satu sama lain. para individu akan termotivasi untuk mengurangi ketegangan yang disebapkan karena merasakan sesuatu yang tidak adil. 17 . Namun.

tanggapan. dan kosukuensi dari perilaku yang ditimbulkan. Ide dasar dari teori ini adalah motivsi ditentukan oleh hasil yang diharapkan akan diperoleh oleh seseorang sebagai akibat dari tindakannya. Variable- variabel kunci dalam teori harapan adalah usaha (effort). Namun. Bukti memperlihatkan bahwa orang-orang dalam budaya-budaya lain meringkat kategori kebutuhan dengan cara berbeda. Dalam hal ini. frustrasi (halangan) dapat mendorong ke suatu kemunduran yang lebih rendah. harapan (expectancy). tetapi menjadi dikenal dalam akuntansi setelah diperkenalkan oleh Ronen dan Livingstone (1975). teori penguatan memiliki konsep dasar berikut. kemudian secara kompherensif dan sistematik dirumuskan oleh Victor Vroom. karyawan termotivasi untuk melakukan perilaku yang diinginkan oleh organisasi. Kontijensi penguatan berkaitan dengan urutan-urutan antara stimulus. Variable seperti pendidikan. Teori ini dikembangkan sejak tahun 1930-an oleh Khurt Levin dan Edward Tolman. mungkin meningkatkan hasrat untuk memiliki lebih banyak uang atau kondisi kerja yang lebih baik. Suatu kondisi kerja tertentu dibentuk oleh organisasi (stimulus). dan lingkungan budaya dapat mengubah arti penting atau kekuatan dorong yang dimiliki sekelompok kebutuhan terhadap seorang individu tertentu. seperti jumlah yang dapat diperoduksi. teori ERG menyatukan suatu versi yang lebih valid dibandingkan dengan hierarki kebutuhan. Teori harapan disebut juga teori valensi atau instrumentalis. perilaku termotivasi melalui proses belajar. 1. kualitas produksi. Teori Penguatan Teori ini mengemukakan perilaku merupakan fungsi dari akibat yang berkaitan dengan perilaku tersebut. hasil ( income). ketepatan pelaksanaan jadwal produksi. latar belakang keluarga. 2. Teori ERG lebih konsisten dengan pengetahuan kita mengenai perbedaan individual di antara orang-orang.Misalnya. Jadi. kemudian karyawan bertindak sebagaimana diinginkan oleh organisasi (tanggapan). 18 . Dasar teori ini mempunyai sejarah yang panjang. Dari sudut pandang motivasi. secara keseluruhan. instrument-istrumen yang berkaitan dengan hubungan antara hasil tingkat pertama dengan hasil tingkat kedua. selanjutnya organisasi memberikan imbalan yang sesuai dengan tindakan atau perilaku karyawan tersebut (konsekuensi dari perilaku). dan sebagainya. serta valensi yang berkaitan dengan kadar kekuatan dan keinginan seorang terhadap hasil tertentu. Teori Harapan Teori harapan mungkin telah banyak digunakan oleh para peneliti akuntansi. Pusat perhatian adalah pada perilaku yang diukur . hubungan antara prestasi dan imbalan atas pencapaian prestasi. melalui penggunaan stimulus dan kosukuensi atau imbalan.

Akhirnya. Terdapat beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan konsep teori penetapan tujuan. Teori Penetapan Tujuan Teori ini dikembangkan oleh Edwin Locke (1989). dan kekuatan eksternal (external forces). Tempat pengandalian internal adalah perasaan yang personal melalui kemampuan. 3. Perbedaan (distinctiveness) Perbedaan mengacu pada apakah seseorang individu bertindak sama dalam berbagai keadaan. tempat pengendalian eksternal adalah perasaan yang dialami seseorang bahwa dipengaruhi oleh factor-faktor diluar kendalinya. Peran-Peran Penentu Atribusi Dalam mencoba menentukan apakah penyebap perilaku secara internal atau eksterna. Konsensus (consensus) Mempertimbangkan bagaimana perilaku seorang individu dibandingkan dengan individu lain pada situasi yang sama. Teori Atribusi Teori ini dikembangkan oleh Fritz Heider yang beragumentasi bahwa perilaku seseorang ditentukan oleh kombinasi antara kekuatan internal (internal forces). Sementara. seperti kemampuan atau usaha. yaitu penguatan negative dan hukuman. 3. seseorang akan termotivasi untuk memahami lingkungannya dan sebab-sebab kejadian tertentu. 19 . teori ini diterapkan dengan menggunakan variable tempat pengendalian (locusof control). seorang pengamat melihat konsistensipada satu tindakan yang diulangi sepanjang waktu. berdasarkan hal tersebut. maka semakin besar pengaruhnya terhadap perilaku. seperti kesulitan dalam pekerjaan atau keberuntungan . yaitu factor-faktor yang berasal dari dalam diri seseorang. Demikain pula halnya tujuan yang spesifik (jelas)dan menatang akan menghasilkan prestasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan tujuan yang bersifat abstrak. 2. yaitu factor-faktor yang berasal dari luar . kita mempercayakan pada tiga peran perilaku : 1. Semakin pendek interval waktu antara tanggapan dan respon karyawan (misalnya prestasi kerja) dengan pemberian penguatan (imbalan). Konsep dasar dari teori ini adalah karyawan yang memahami tujuan (apa yang diharapkan organisasi terhadapnya) akan memengaruhi perilaku kerjanya. Dalam riset keperilakuan. dan usahanya. variable tersebut terdiri atas dua komponen yaitu tempat pengendalian internal (internal locus of control) dan tempat pengendalian eksternal (external locus of control). Teori ini menguraikan hubungan antara tujuan yang ditetapkan dan prestasi kerja. Tujuan yang sulit menghasilakan prestasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan tujuan yang mudah. Terdapat tiga jenis penguatan yang dapat digunakan oleh manajer untuk memodifikasi motivasi karyawan. keahlian. Konsistensi (consistency).

Pendekatan tersebut juga mengakui bahwa atasan kemungkinan tidak memperlakukan seluruh bawaanya secara sama. antara kantor pusat dan kantor cabang. Definisi persepsi yang formal adalah proses diman seseorang memilih.dan menginterprestasikan ransangan kedalam suatu gambaran yang terpadu dan penuh arti. Teori ini didasarkan pada teori ekonomi. Dari sudut pandang teori agensi. Pendekatan ini dikembangkan oleh Danserau et al pada tahun 1975. Lebih lanjut lagi.orang melihat atau menginterprestasikan peristiwa. E.system pembayaran insetif berdasar output menjadi tidak efisien karena agenlah yang menanggung risiko jika ada factor lingkunganyang mengakibatkan penurunan output. atau adanya asimetri informasi yang memengaruhi penggunaan sistem akuntansi. teori ini mengasumsikan bahwa principal bersikap netral terhadap risiko sementara agen bersikap menolak usaha dan risiko.serta manusia. baik tertulis maupun tidak. PERSEPSI Persepsi adalah bagaiman orang. Namun kondisi ideal tersebut sangat sulit dicapai. principal (pemilik atau manajemen puncak) membawahi agen (karyawan atau manajer yang lebih rendah)untuk melaksanakan kinerja yang efisiensi. yang berperan dalam proses evaluasi kerja. Hal ini yang lebih banyak terjadi karena agen yang lebih memahami perusahaan sehingga menimbulkan kesenjangan informasi atau asimentri informasi ( information asymmetry) yang menyebabkan prisipial tidak mampu menentukan apakah usaha yang dilakukan agen memang benar-benar optimal.berbagai riset yang dihubungkan dengan system konpensasi biasanya dilakukan dalam konteks tidak adanya kontrak ideal.objek. Alokasi kinerja perusahaan antara prisipal dan agen didasarkan pada kontrak tersebut. Teori ini mengasumsikan kinerja yang efisiensi dan kinerja organisasi ditentukan oleh usaha dan pengaruh kondisi lingkungan. Danserau menyatakan pendekatan ini tepat untuk menganalisis hubungan antara atasan dan bawahan karena mencerminkan proses yang menghubungkan keduanya.Teori Agensi Riset akuntansi keperilakuan yang menggunakan teori agensi mendasarkan pemikirannya atas perbadaan informasi atara atasan dan bawahan. Sistem kompensasi kondisi yang ideal (first best) langsung dihubungkan dengan perilaku. Berbagai riset yang berhubungan dengan teori ini memfokuskan perhatian pada bagaimana agar sistem perjanjian kontrak kompensasi bisa mencapai keseimbangan. suatu kontrak ideal (first best contract) yang mendasarkan pembayaran gaji atas usaha yang telah dilakukan ini bisa dibuat.yaitu atasan (superior) dan bawaan (subordinate).berusaha. Jika principal bisa mengawasi usaha agen. Secara umum. 20 . karena factor-faktor lingkungan dan keahlian agenlah yang akan menentukan output. Pendekatan Dyadic Pendekatan Dyadic menyatakan ada dua pihak .

seperti penglikahatan dan sentuhan. Persepsi juga ditentukan oleh factor personal dan situasional.tingkat menegah. persepsi merupakan suatu proses yang melibatkan pengetahuan pengetahuan sebelum dalam memperoleh dan menginterprestasikan stimulus yang dtunjukan oleh pancaindra. Persepsi lebih banyak dipengaruhi oleh kesadaran.dan bahasa.arti penting. Persepsi juga merupakan pengalaman tentang objek atau hubungan hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan penafsiran pesan.yang menentukan persepsi bukanlah jenis atau bentuk stimuli. Perbedaan tersebut disebabkan oleh 2 faktor yaitu : 1. Persepsi memberikan makna pada stimuli ( sensor stimuli). factor structural berasal dari sifat fisik dan dan dampak saraf yang ditimbulkan pada system saraf individu.peredaan persepsi antara orang-orang karena perasaan individu yang menerimanya berbeda fungsi dan hal ini terutama sekali disebabkan oleh kecenderungan perbedaan. Oleh karena itu kebijakan perusahaan yang sama bisa saja dirasakan berbeda oleh para pekerja produksi. Empat factor lain yang berhubungan dengan kecenderungan individu adalah keakraban. Rangsangan fisik versus kecenderungan individu Ransangan fisik adalah imput yang berhubungan denga perasaan. Jika seseorang karyawan potensial merasa kebijakan ganti rugi dan promosi dari perusahaan tidak adil.tetapi karatesristik orang yang memberikan respons terhadap stimuli tersebut. Sementara itu. sikap.dan hal-hal lain yang termaksud dalam factor fungsional. pelajaran dari masa lalau.dan manajer tingkat puncak.oleh karena itu. Kecenderungan individu meliputi alasan. Kamus besar bahasa Indonesia (1995) mendefinisikan persepsi sebagai tanggapan langsung dari sesuatu atau proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pancaindra.faktor fungsional berasal dari kebutuhan. Akuntan perilaku harus memahami persepsi karena format persepsi orang-orang dikembangkan kedalam gagasan dan sikap yang mempengaruhiperilaku. Sementara itu dalam lingkup yang lebih luas.pengalaman masa lalu. Robins (1996) mengatakan bahwa persepsi suatu individu lain terhadap objek yang sama.persespi merupakan kombinasi antara factor utama dunia luar (stimulus visual)dan diri manusia itu sendiri (pengetahuan-pengetahuan sebelumnya).persepsi lebih banyak melibatkankegiatan kognitif. persepsi bukanlah cerminan yang tepat dari realitas. para manajer.pikiran. Dengan demikian. maka karyawan tersebut mungkin bekerja hanya dengan memberikan tenaga seadanya. Dari definisi persepsi di atas dapat disimpulkan bahwa persepsi setiap individu mengenai suatu objek atau peristiwa sangat tergantung pada kerangka ruang dan waktu yang berbeda.dengan kata lain. kebutuhan.kecenderungan perasaan masyarakat terhadap 21 . Factor luar ( aspek stimulus visual) Secara implisit. Factor dalam diriseseorang (aspek kogmitif) 2.perasaan.ingatan.dan emosi. dan harapan. Persepsi dikatakan rumit dan aktif karena walaupun persepsi merupakan pertemuan antara proses kognitif dan kenyataan.

bergantung pada makna yang dihubungkan dengan sesuatu perilaku tertent. Pilihan. 22 . Dengan demikian. semakin tersedianya informasi disekitar suatu obje. Persepsi Orang : MembuatPenilaian Mengenai Orang lain Dalam bahasan mengenai persepsi orang dalam membuat penilaian terhadap orang lain. Sifat dasra rangsangan meliputi hal-hal seperti factor atribut fisik dan desain. Pilihan untuk merasakan sesuatu secara khas tergantung pada rangsangan yang dialami. Resiko selalu ada dalam mengambil keputusan bisnis.dan Penafsiran Rangsangan Persepsi sebagaimanah tersebut diatas adalah proses dalam pemilihan. serta bertentangan dengan ramgsangan lainya. Keterkeaitan Persepsi Bagi Para Akuntan Para akuntan perilaku dapat menerapkan pengetahuan persepsi terhadap banyak aktivitas organisas. Orang-orang yang mempersepsikan resiko tinggi cenderung “membatasi kategori”.para manejer dalam membuat keputusan dipengaruhi oleh risiko yang mereka rasakan dan tingkat toleransi mereka terhadap resiko. Mereka yang mempersepsikan resiko yang rendahcenderung menjadi orang yang berkarakter luas dalam memilih rentang alternative yang lebih luas.pengorganisasian. kesalah penilaian mungkin diakibatkan oleh sandiwara yang mencoba menakut nakuti sehingga karnyawan tidak puas dan pada akhirnya meninggalkan perusahaan. manusia bisa merasa bimbang atau tidak bimbang dalam memilih persepsinya. Teori atribusi merupakan penjelasan dari cara-cara manusia menilai orang secara berlainan.misalnya dalam evaluasi kerja. Kesalahan persepsijuga dapat mendorong kearah ketegangan hubungan antara pribadi karyawan. seseorang penyelia perlu menentukan penyebab terjadinya peristiwa bisnis yang dipandang secara berbeda oleh orang-orang yang berbeda. Mereka membatasi alternative untuk keamanan dari alternative itu sendiri.harapan.terdapat kecenderungan orang-orang untuk mencari informasi lebih tentang objek yang bertujuan menjaga agar mereka tidak merasakan hal-hal negative. hal ini akan dikaitakan dengan teori atribusi.suatu objek tau orang juga memengaruhi persepsi.bawahan tertentu dapat mempengaruhi evaluasi mereka dan mereka harus waspada terhadap sumber penyimpangan persepsi ini.cara penilaian atas seseorang mungkin dipengaruhi oleh ketelitian persepsi si penyeli.ketika interaksi dilihat sebagai sesuatu yang menegangkan. Oleh karena itu. Manusia sering melihat apa yang diharakan.sehingga memotivasi mereka untuk mersasakan apa yang diperlukan atau diinginkan. Harapan didasarkan pada pengaruh keadaan dan pengalaman sebelumnya. manusia terkonsentrasi pada sesuatu yang dipilih dan menolak yang lain.Organisasi.dan pengiterprestasian ransangan.dan alasan dari individu bersangkutan. Dalam banyak kasus.maka persepsi tentang objek tersebut semakin lengkap.

individu-individu enderung menghubungkan sukses mereka sendiri dengan factor-faktor internal sementara untuk kegagalan mereka menyalakan faktor –faktor eksternal.baik. orang tersebut berusaha menentukan apakah perilaku itu disebabkan oleh factor internal atau eksternal.rasa hormat.tergantung apakah umpan balik tersebut positif atau negative. Kekhususan ( ketersendirian) merujuk pada apakah seseorang individu memperlihatkan perilaku-perilaku yang berlainan dalam sistuasi yang berlaianan.kejujuran kepatuhan dan kesamaan. Hal ini disebabkan kekeliruan atribusi mendasar dan dapat dijelaskan penyebab seseorang manajer penjualan cenderung menghubungkan kinerja yang buruk dari agen penjualannya dengan kemalasan dan bukan dengan deretan produk inovatif dari pesaing. NILAI Secara mendasar. Arti Penting Nilai Nilai penting karena meletakan dasar untuk memahami sikap serta motivasi dan karena nilai memengaruhi persepsi manusia. Konsistensi. Tentu saja. 3. Consensus. gagasan ini mengandung penafsiran benar dan salah. 2. Seseorang memasuki organisasi dengan gagasan yang dikonsepkan Sebelumnya mengenai apa yang seharusnya dan apa yang tidak seharusnya.hal ini disebut bias melayani diri sendiri dan menyatakan umpan balik yang diberikan kepada para karyawan dalam tinjauan ulang kinerja bisa diprediksikan akan diputar balikan oleh sipenerima. F. Lebih lanjut lagi. dicari konsistensi dari tindakan seseorang.nilai dinyatakan sebagai “suatu modus perilaku atau keadaan akhir dari eksistensi yang khas dan lebih disukai secara pribadi atau sosial dibandingkan dengan suatu modus perilaku atau keadaan akhir yang berlawanan. Dalam hal ini. Namun.seperti kebiasaan. gagasan-gagasan itu sendiri tidaklah bebas dari nilain.maka orang tersebut cenderung meremehkan pengaruh factor luar.sistem ini diidentifikasikan dengan kepentingan relative yang diberikan pada nilai-nilai semacam itu.yaitu jika semua orang yang menghadapi suatu situasi berupa bereaksi dengan cara yang sama. maka pengamat semakin cenderung menghubungkan hal hal tersebut dengan sebab-sebab internal. 23 .nilai mengandung suatu unsur pertimbangan dalam pengertian bahwa nilai mengemban gagasan gagasan seorang individu mengenai apa yang benar.semua manusia mempunyai hierarki nilai yang membentuk system nilai dari orang itu.kesengan. Bukti yang mengemukakan bahwa jika seseorang membuat pertimbangan atau penilaian mengenai perilaku orang lain.dan diinginkan. Pada dasarnya. Makin konsisten perilaku itu. Sebaliknya.teori ini menyarankan bahwa jika seseorang mengamati perilaku seseorang individu. penentuan tersebut sebagaian besar bergantung pada tiga factor sebagai berikut : 1.

permasalahan profesi akuntan diatas dapat disimpulkan disebabkan oleh masalah yang berhubungan dengan kemerosotan standar etika. krisis kepercayaan. dan Xerox. dan sebagainya. memang banyak orang yang berpikiran demikian. Ikhsan menambahkan bahwa cara yang lebih baik dan ideal dalam mengatasi dilema ini adalah mempertimbangkan kecukupan dan kesempatan yang ada. baik permasalahan profesi akuntan di dunia barat maupun di Indonesia sendiri. Dengan diketahuinya fakta ini. profesi akuntan pada tahun-tahun belakangan ini dihadapkan pada persoalan yang cukup rumit. Keprcayaan yang diberikan masyarakat terhadap organisasi profesi merupakan inti bagi beberapa profesi. profesi akuntan didunia menjadi gempar. nilai memperkeruh tujuan dan rasionalitas. nilai-nilai dari profesi akuntan hendaknya mempunyai kaitan yang berarti pada seluruh iklim etika di dalam suatu organisasi. Krisis kepercayaan ini seharusnya menjadi pelajaran bagi para anggota profesi akuntan untuk lebih berbenah diri. selanjutnya memberikan reaksi terhadap apa yang menjadi kekhawatiran di dalamnya. Pada kenyataannya. Kelihatannya. memperkeuat kedisiplinan. maka organisasi profesi tidak akan dapat bertahan sebagai suatu profesi. Hal ini disebabkan sejak terjadinya skandal Enron yang melibatkan Arthur Andersen. Jika kepercayaan dihancurkan. Lebih lanjut lagi. kejadian. Klien atau masyarakat umum seharusnya mempercayai keahlian profesi sepenuhnya dalam bertindak demi kepentingan klien dan masyarakat umum. Profesi ini dihadapkan pada krisis kepercayaa. Jauh lebih baik jika organisasi profesi dapat menempatkannya secara berdampingan dan seimbang guna mendeteksi standar perilaku yang melanggar kepercayaan. serta skandal Worldcom. tersebut masih ditempatkan sebagai perjalanan dari profesi akuntan. serta menjalin hubungan dengan baik dengan para klien atau masyarakat luas. maupun profesi itu sendiri. permasalahan profesi akuntan saat ini. 24 . Hubungan baik maksudnya adalah suatu hubungan khusus yang membedakan jasa profesi yang mempunyai tingkat keahlian intelektual yang lebih tinggi dibandingkan denga para klien. Disamping itu. “Suka atau tidak suka. Organisasi profesi sendiri perlu sdeikit kesabaran dalam membuat standar profesi yang berkualitas dalam aspek dan memberikan tindakan tegas terhadap anggota profesi yang membawa keburukan bagi profesi itu atau mereka yang tidak melakukan kewajiban sebagai anggota. Contohnya.” Secara umum. Merck. hal yang lebih menjadi perhatian utama dalam mengatasi krisis kepercayaan terhadpa profesi pada era pascamaterialistis adalah penekanan lebih pada pengaruh spiritualisme dan agama untuk nebekan pengaruh individualisme. Akibatnya.gagasan itu menyiratkan bahwa perilaku-perilaku atau hasil tertentu lebih disukai ketimbang yang lainnya. Nilai dan Dilema Etika Apakah Anda setuju bahwa masalah hangat yang diperdebatkan diduni pada tahun- tahunb elakangan ini adalah merosotnya etika bisnis. permasalahan profesi. mengatur dirinya dengan benar. Kesempatan dapat dilihat sebagai standar etika yang diharapkan. dimana dapat dilihat setiap perubahan perilaku didalam organisasi profesi itu sendiri serta setiap perubahan perilaku yang diharapkan dari yang lainnya.

Kemungkinan besar. prediksi-prediksi mengenai perilaku karyawan yang didasarkan pada sampel pekerja Amerika akan meleset jika diterapkan pada suatu populasi karyawan dinegara lain. Sebagian besar pendidikan mahasiswa Amerika adalah belajar berpikir. Pengkondisian Keadaan Klasik Dapat diringkaskan bahwa pengondisian klasik pada hakikatnya merupakan proses pembelajaran suatu respons dan suatu rangsangan yang tidak terkondisi. Sejak dini anak-anak di Amerika diajari mengenai nilai-nilai individualisme oleh keunikan. dan motivasi mereka sendiri. Kombinasi dari motivasi. pengaruh keadaan klasik. anak-anak Jepang diajari menjadi pemain tim.Nilai-nilai Sepanjang Budaya. dan pengulangan dalam merespons situasi. presepsi. dan pengulangan dalam merespons situasi ini terjadi dalam tiga bentuk. pengalaman. bekerja dalam kelompok. Sementara. Sebaliknya. Pola perilaku harus terbiasa dengan prinsip dan teori dalam rangka mengoreksi presepsi karyawan dan memodifikasi perilaku yang menyimpang. 25 . dan mempertanyakan. pengalaman. Dengan menggunakan rangsangan yang berpasangan. dan harus saling menyesuaikan diri. pengaruh keadaan operant. Praktik- praktik sosialisasi yang berbeda ini mencerminkan budaya yang berbeda dan tidaklah mengherankan jika menghasilkan tipe karyawan yang berlainan. menganalisis. Pembelajaran adalah proses dimana perilaku baru diperlukan. PEMBELAJARAN Pola berpikir teladan dan bertindak yang dibawa oleh orang-orang ke dalam lingkungan pekerjaan mereka mencerminkan pengalaman. Pekerja Amerika rata- rata lebih bersaing dan berfokus pada diri sendiri dibandingkan dengan pekerja Jepang. rangsangan yang netral menjadi suatu rangsangan terkondisi yang kemudian meneruskan sifat-sifat dari rangsangan tidak terkondisi. yang satu memaksa dan yang lain netral. G. Pembelajaran terjadi sebagai hasil dari motivasi. di Jepang mahasiswa diberikan penghargaan untuk menceritakan fakta-fakta. seperti karyawan Jepang yang kinerjanya lebih baik dalam tugas-tugas standar dan sebagai bagian dari suatu tim kerja dengan keputusan imbalan berdasarkan kelompok. dan pembelajaran sosial.

Misalnya. para karyawan akan menunjukkan perilaku mereka yang terbaik dan tampak prima serta benar bilamana fasilitas yang ada dibersihkan. Hal ini berlangsung selama bertahun-tahun. Orang belajar berperilaku untuk mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan atau menghindari sesuatu yang tidak mereka inginkan. Dalam suatu organisasi. Orang-orang 26 . penguatan memperkuat suatu perilaku dan meningkatkan kemungkinan hal itu untuk di ulangi. Pengondisian klasik dapat digunakan untuk menjelaskan penyebab dongeng- dongeng dan cerita rakyat sering membawa kenangan yang menyenangkan dari masa kanak-kanak. Perilaku operant berarti perlaku yang bersifat sukarela atau perilaku yang dipelajari sebagai kontras terhadap perilaku semacam itu. Sesuatu terjadi dam orang harus bereaksi dengan cara khusus. Ornag telah belajar mengaitkan pembersihan fasilitas yang ada dengan kunjungan kantor pusat. juga dapat dilihat beroperasinya pengondisian klasik. atasan. Misalnya dalam situasi dimana dinyatakan secara eksplisit maupun disarankan secara implisit. Hal itu dihasilkan sebagai respons terhadap peristiwa khusus yang dapat dikenali. meminta atasan membantu ketika ada masalah. banyak dari apa yang telah dipelajari manusia berasal dari observasi atas karakteristik-karakteristik orang tua. Pengondisian klasik bersifat pasif. Pembelajaran Sosial Individu-individu juga dapat belajar dengan mengamati kejadian pada orang lain dengan diberitahu maupun dengan mengalami secara langsung. Oleh karena itu. Pada akhirnya. setiap kali eksekutif puncak dari kantor pusat dijadwalkan untuk berkunjung. bahkan ketika pembersihan itu tidak dikaitkan dengan kunjungan pejabat puncak sekalipun. Pendangan bahwa manusia dapat belajar baik melalui pengamatan maupun pengalaman langsung ini telah disebut sebagai terori pembelajaran sosial. guru. dimana teori tersebut mengandaikan perilaku sebagai suatu fungsi dari konsekuensi-konsekuensi. disuatu pabrik manufaktur. Walaupun teori pembelajaran sosial merupakan suatu perpanjangan dari pengondisian operant. dipancarkan bukan secara refleks. Jadi. Pembelajaran perilaku ini dapat dipahami secara lebih baik dengan memandag pengondisian operant. hal itu dapat menjelaskan perilaku rumit dari individu-individu dalam organisasi. Pengondisian Operant Pengondisian operant menyatakan perilaku merupakan sauatu fungsi dari konsekuensi-konsekuensi. atau membuang waktu bila tidak ada orang yang mengamati. teman sekerja. dan seterusnya. para karyawan memilih untuk sampai ditempat kerja tepat waktu. yang dipengaruhi oleh ada atau tidak adanya penguatan yang ditimbulkan oleh konsekuensi-konsekuensi dari perilaku tersebut. Anda menyaksikan ilustrasi-ilustrasi dari pengondisian operant dimana-mana. Demikian pula. teori itu juga mengakui eksistensi pembelajaran observasional (lewat pengamatan) dan pentingnya presepsi dalam belajar. manajemen pabrik akan merapikan kantor administrasi dan membersihkan berbagai fasilitas yang ada. penguatan yang bersifat kontingen terhadap suatu tindakan melibatkan penggunaan pembelajaran operant. Misalnya.

Para akuntan perilaku dapat menghadapi efektivitas orang-orang jika mereka memahami bagaimana kepribadian dikembangkan dan bagaimana kepribadian tersebut dapat diubah. Sosok fisik. Penentu Kepribadian Suatu argumen dini dalam riset kepribadian adalah apakah kepribadian seseorang merupakan hasil keturunan atau lingkungan. norma-norma di antara keluarga. teman-teman. misalnya. Keturunan : Sedangkan besar peneliti mengemukakan bahwa keturunan merupakan penentu pada saat pembuahan. serta pengaruh lain yang dialami. Selain itu. yaiut faktor situasi. Konsep kepribadian dan pengetahuan tentang komponennya adalah penting karena memugkinkan untuk memprediksikan perilaku.menanggapi berdasarkan bagaimana mereka membayangkan dan mendefinisikan konsekuensi-konsekuensi. bagaimana pun juga. tingkat energi. dewasa ini dikenal dengan faktor keitga. dapat berubah. Aplikasi utama dari teori kepribadian dalam organisasi adalah memprediksikan perilaku. komposisi otot dan refleks. dan kelompok-kelompok sosial. Pengujian perilaku ditentukan oleh banyaknya efektivitas dalam tekanan pekerjaan. siapa yang kelihatannya dapat dipercaya. faali (fisiologi). Lingkungan : Di antara faktor-faktor yang menekankan pada pembentukan kepribadian adalah budaya dimana seseorang dibesarkan. Kepribadian cenderung bersifat konsisten dan ironis. temperamen. dan psikologis yang mendekat pada kedua orang tua Anda. Kepribadian. Lingkungan yang dipaparkan pada seseorang memainkan suatu peranan besar dalam membentuk kepribadian orang tersebut. Pendekatan keturunan berargumentasi bahwa penjelasan paling akhir dari kepribadian seorang individu adalah struktur molekul dari gen terletak dalam kromosom. siapa yang bekerja lebih baik dalam suatu lingkungan pekerjaan partisipatif. Semuanya itu merupakan bentuk-bentuk pemahaman atas kepribadian. dan ritme hayati merupakan karakteristik yang umumnya dianggap sebagai sesuatu yang sepenuhnya atau sebagian besar dipengaruhi oleh susunan hayati. KEPRIBADIAN Kepribadian mengacu pada bagian karakteristik psikologi dalam diri seseorang yang menentukan dan mencerminkan bagaimana orang tersebut merespons lingkungan nya. Jadi. Suatu peristiwa hidup utama. dapat menyebabkan suatu perubahan di dalam kepribadian. H. Pertimbangan yang saksama terhadap argumen-argumen yang mendukung keturunan maupun lingkungan sebagai penentu utama dari kepribadian mengarah pada kesimpulan bahwa keduanya adalah penting. siapa yang akan menanggapi kritikan dengan baik. Kepribadian tampaknya merupakan hasil dari kedua pengaruh tersebut. bukan pada konsekuensi objektif itu sendiri. Apakah kepribadian ditentukan sebelumnya saat kelahiran. kelsiyamin. ataukah kepribadian merupakan akibat dari interaksi individu itu dengan lingkungannya? Jelas. siapa yang menjadi seorang pemimpin potensial. pengondisian dini. daya tarik wajah. kepribadian seoranh dewasa umunya dianggap terbentuk dari faktor keturunan dan lingkungan yang diperlunak olej kondisi situasi. Kepribadian adalah inti sari dari perbedaan individu. tidak ada jawaban hitam putih yangs sederhana. dan seterusnya. 27 .

Kita berharap terdapat proporsi yang lebih besar secara internal atas kekuatan angkatan kerja orang Kanada dan Amerika dibandingkan dengan angkatan kekuatan kerja Indonesia atau kekuatan angkatan kerja orang-orang Malaysia. Namun. dan Vietnam. dan tidak ada 28 . pembahasan difokuskan pada emosi negatif yang kuat. hendaknya pola kepribadian tidak terlihat secar terpisah. Orang-orang pada masyarakat lain. memang diketahui bahwa situasi tertentu pada kenyataannya lebih relevan dibandingkan dengan situasi lain dalam memengaruhi kepribadian. seperti negara-negara Asia Tenggara. I. Kepribadian dan Budaya Nasional Terdapat kepastian bahwa tidak ada jenis kepribadian umum untuk satu negara tertentu. Sampai baru-baru ini. Brunei Darussalam. berubah dalam situasi yang berbeda. Kelihatannya adalah logis untuk mengandaikan bahwa situasi akan memengaruhi kepribadian seseorang. tidak mengubah hakekat karyawan untuk membawa satu komponen emosional ketika mereka bekerja setiap hari. walaupun pada umumnya mantap dan konsisten. hal ini sering mengejutkan kita sehingga kita tertarik mempelajarinya. EMOSI Setiap orang memiliki karakteristik kepribadian. percaya bahwa hidup sebenarnya ditentukan lebih dahulu. Ketika emosi dipertimbangkan. Oleh karena itu. tetapi potensi penuh seseorang akan ditentukan oleh seberapa fisik orang tersebut menyesuaikan diri dengan tuntutan dan persyaratan lingkungan. topik emosi telah memberikan sedikit atau tidak ada perhatian pada bidang perilaku organisasi. Singapura. Mari mengembangkan kasus ini dengan melihat pada atribut kepribadian lokus kontrol. Namun. tetapi karakteristik kepribadian itu sering kita campur adukkan dengan sikap emosi kita.Keturunan menentukan parameter-parameter atau batas-batas luar. Thailand. Tuntutan yang berbeda dari situasi yang berlainan memunculkan aspek-aspek yang berlainan dari kepribadian seseorang. Kepribadian seseorang. Beberapa emosi. khususnya kemarahan yang bercampur dengan kemampuan karyawan untuk melakukan pekerjaannya secara efektif. Bagaimana pun juga. budaya negara harus memengaruhi karakteristik kepribadian yang dominan dari populasinya. Ketika emosi memberikan peran nyata bagi kehidupan kita sehari-hari. Perhatikan paralel internal dan eksternal lokus kontrol. Situasi : Faktor ini memengaruhi dampak keturunan dan lingkungan terhadap kepribadian. seperti Amerika Utara. Dalam beberapa budaya. Dari beberapa klasifikasi yang ada dan dimiliki sampai saat ini. belum ada dampak dari berbagai tipe situasi. tentu dapat mengurangi kinerja karyawan. Emosi jarang dipandang bersifat membangun atau mampu merangsang perilaku kinerja. orang-orang percaya bahwa mereka dapat mendominasi lingkungan mereka. Terdapat bukti bahwa budaya berbeda dalam istilah dari hubungan orang-orang untuk lingkungan mereka. terutama ketika digambarkan pada waktu yang salah. Misalnya anda dapat menemukan tinggi dan rendahnya risiko yang hampir diambil dalam setiap budaya.

menyalahkan rekan kerja). politik (pergunjingan.studi dari perilaku organisasi yang dapat dilakukan secara komprehensif tanpa mempertimbangkan peran dari emosi dalam perilaku tempat kerja. Hal ini disusun dari lima dimensi berikut. Tindakan-tindakn ini disebut penyimpangan karyawan. hak milik ( penurian. Emosi berbeda dari suasana hati. atau keduanya. penyalahgunaan secara lisan). Kesadaran diri Manajemen diri Motivasi diri Empati Keterampilan sosial Emosi Negatif di Tempat Kerja Emosi negatif dapat mengarah pada sejumlah penyimpangan perilaku ditempat kerja. sengaja mengerjakan tugasnya secara perlahan). Emosi merupakan reaksi terhadap satu objek. sabotase). seperti produksi (sengaja meninggalkan tempat kerja lebih cepat. yaitu merasakan kecenderungan yang kurang intens dibandingkan emosi dan kekurangan satu rangsangan kontekstual. dan akhirnya tidak bertahan pada ciri kepribadiannya. dan agresi pribadi (pelecehan seksual. KESIMPULAN 29 . Apakah Emosi? Emosi adalah perasaan intens yang diarahkan pada seseorang atau sesuatu. Siapapun yang menghabiskan banyak waktu dalam organisasi akan menyadari orang- orang yang terlibat dalam tindakan sukarela yang melanggar norma yang telah ditetapkan serta mengancam organisasi. Intelegensi Emosional Intelegensi emosional mengacu pada berbagai keterampilan non-kognitif. serta kompetensi yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk berhasil dalam tuntutan lingkungan dan tekanan. Tindakan-tindakan tersebut masuk dalam kategori. BAB III PENUTUP A. anggota. kemampuan.

Kemudian.konsep yang ada pada wilayah psikologi dan psikologi psikologi social. presepsi. kemudian membandingkan perilaku-perilaku lain dalam organisasi. motivasi. 30 . pembelajaran. Pada bab ini kita telah menelaah mengenai beberapa bidang utama dari konsep. di mana sikap. dilihat bagaimana hal tersebut diterapkan terhadap system secara teoretis pada akuntansi keperilakuan. perunahan sikap. dan kepribadian dibicarakan. Juga telah dijelaskan konsep-konsep utama yang terdapat di dalamnya.

Akuntansi Keperilakua.DAFTAR PUSTAKA Ikhsan Lubis. Edisi 2. Arfan. Jakarta: Salemba Empa. 2010 31 .

32 .

33 .