You are on page 1of 13

Tugas Kelompok

Analisa Materi Kegawat Daruratan

Ventilator Dan BHD

Nama Kelompok :

Senda Lana Matulessi 14901-16119

Joshua D. Kappy 14901-16144

Veralin J. Rompis 14901-16133

Fengki 14901-16051

Aproni Y. Taneo 14901-16017

Kasparina Batjefwal 14901-16074

Sitti Aisya 14901-16128

Joice Langer 14901-16068

Hesty P. Sinaga 14901-16021

Andre Tijahahu 14901-16008

Agutinus Telupere 14901-16002

Charlin Tuarissa 14901-16030

Program Studi Profesi Ners
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Immanuel
Bandung
2016

A. Pengertian

yaitu: 1. Disfungsi neurologist. Tujuan pemasangan ventilator mekanik adalah mempertahankan ventilasi alveolar secara optimal dalam rangka memenuhi kebutuhan metabolik pasien. Insufisiensi jantung. 2010). Pada pasien dengan syok kardiogenik dan CHF. Distres pernapasan disebabkan ketidakadekuatan ventilasi dan atau oksigensasi. henti nafas (apnue) maupun hipoksemia yang tidak teratasi dengan pemberian oksigen merupakan indikasi ventilator mekanik. B. pasien dengan distres pernafasan gagal nafas. Pemberian ventilator untuk mengurangi beban kerja sistem pernafasan sehingga beban kerja jantung juga berkurang. dan memaksimalkan transportasi oksigen (Purnawan &Saryono. Berdasarkan Mekanisme Kerjanya Ventilator Mekanik Dibagi Menjadi 2. 2. Ventilator mekanik juga memungkinkan pemberian hiperventilasi padan klien dengan peningkatan tekanan intra cranial. Selain itu ventilator mekanik juga berfungsi untuk menjaga jalan nafas pasien. Alat ini berfungsi menciptakan tekanan negatif pada ruangan tabung yang menutupi tubuh hingga leher . Gagal nafas. Indikasi Pemasangan 1. Tidak semua pasien dengan ventilator mekanik memiliki kelainan pernafasan primer. Proses dapat berupa kerusakan paru (seperti pada pneumonia) maupun karena kelemahan otot pernafasan dada (kegagalan memompa udara karena distrofi otot). 3. Idealnya pasien telah mendapat intubasi dan pemasangan ventilator mekanik sebelum terjadi gagal nafas yang sebenarnya. memperbaiki hipoksemia. peningkatan kebutuhan aliran darag pada sistem pernafasan (sebagai akibat peningkatan kerja nafas dan konsumsi oksigen) dapat mengakibatkan jantung kolaps. C. Ventilator mekanik merupakan alat bantu pernapasan bertekanan positf atau negatif yang menghasilkan aliran udara terkontrol pada jalan napas pasien sehingga mampu mempertahankan ventilasi dan pemberian oksigen dalam jangka waktu yang lama (Purnawan & Saryono. 2010). Ventilator Tekanan Negatif Ventilator tekanan negatif merupakan jenis ventilator yang pertama kali ditemukan dan sering dikenal sebagai iron lung. pasien dengan GCS 8 atau kurang yang beresiko mengalami apnue berulang juga mendapatkan ventilator mekanik.

Volume Tidal Jumlah udara yang keluar masuk paru dalam satu kali nafas. Sedangkan yang tidak membutuhkan pemasangan jalan nafas buatan terbatas hanya pada mode bilevel ventilation dan CPAP (continues positive airway pressure). maka tekanan intratorakal meningkat sehingga udara terdorong keluar dari paru-paru. Nilai normal 10-15 ml per kgBB untuk dewasa dan 6-8 ml per kgBB untuk anak. Ventilator Tekanan Positif Ventilator ini bekerja dengan memberikan tekanan positif pada daerah diluar paru- paru yakni jalan napas. sehingga udara dengan mudah masuk memasuki paru-paru. FiO2 adalah fraksi atau konsentrasi oksigen dalam udara yangdiberikan kepada pasien. Penggunaan ventilator mekanik tekanan positif pada umumnya membutuhkan tindakan intubasi (pemasangan selang ETT). 2. pasien. atau sama dengan jumlah udara yang diberikan ventilator dalam satu kali nafas. ketika tekanan negatif dari ventilator dihentikan . I:E Ratio Perbandingan antara waktu inspirasi dan ekspirasi. D. ISTILAH-ISTILAH DALAM VENTILATOR MEKANIK 1. 2. Ventilator tekanan positif inilah yang kemudian mengalami perkembangan dalam hal fungsinya. Ventilator ini digunakan untuk mengatasi gagal napas yang disebabkan oleh gangguan ventilasi. 4. Keuntungan dari ventilator tekanan negatif adalah bekerja layaknya pernapasan normal sehingga tidak membuthkan tindakan intubasi. Sedangkan ekpsorasi terjadi secara pasif. Sedangkan PaO2 adalah tekanan parsial oksigen yaitu perbedaan konsentrasi antara oksigen di alveolus dan membran. Kondisi ini membuat tekanan intrapleural semakin lebih negatif dibandingkan dengan tekanan atmosfer. FiO2 dan PaO2. Kasus-kasus yang berkaitan dengan gangguan ventilasi terutama disebabkan oleh penyakit neuromuskuler dan penyakit saraf pusat. Minute Volume . Nilai normal 1:2 3.Tekanan negatif yang dihasilkan dapat memperbesar rongga dada sehingga menimbulkal tekanan negatif intratorakal yang kemudian memicu aliran udara dari atmosfer menuju paru-paru.

Nilainya = volume tidal x RR. Variabel yang dibatasi antara lain b. Aliran udara mencapai setting e. Waktu 4. Menentukan setting mode ventiulator c. Volume c. Cycling (perpindahan dari fase inspirasi ke ekspirasi) fase ekspirasi dimulai setelah : a. Pada fase ini bisa diberikan tekanan (PEEP) ataupun tidak Peran perawat dalam tindakan ventilator. Menurut sifatnya ventilator dibagi tiga type yaitu: . Jumlah udara yang keluar masuk dalam satu menit. Cara Kerja Ventilator Mekanik 1. yaitu pemberian tekanan positif pada saluran nafas selama siklus pernafasan. 5. a. Pembatasan/limitation a. Menetapkan ventilasi mekanik siap pakai b. Memposisikan pasien agar merasa nyaman F. Nilai antara 5-15 mmHg. Mengatur alarm pada posisi ON e. 6. Triggering/ inisiating a. Pressure 3. Volume yang masuk tercapai b.Continuous positive airway pressure (CPAP) identik dengan PEEP. Volume inspirasi terlampaui d. pemicunya bisa berasal dari : Mesin : Atas dasar waktu Pasien : Karena terjadi perubahan aliran udara/tekanan 2. Tekanan (pressure) yang masuk tercapai c. Volume limit yang terlalu tinggi dapat berakibat trauma paru E. Prinsipnya memulai/ memerintah sehingga ventilator bekerja. Menentukan parameter mode ventilator d. maksimal 12 mmHg untuk anak. atau jumlah udara yang diberikan ventilator dalam satu menit. Pressure atau Volume Limit Batas atas tekanan atau volume yang diberikan pada pasien. Macam-macam Ventilator. Fase ekspirasi. PEEP dan CPAP Positive end expiratory pressure (PEEP) atau tekanan positifakhir ekspirasi digunakan untuk mepertahankan tekanan paru positif pada akhi rekspirasi untuk mencegah terjadiya kolaps paru dan meningkatkan pertukaran gas dalam alveoli.

. Volume Cycled Ventilator. Bila pasien sadar. Mode Control. Mesin berhenti bekerja dan terjadi ekspirasi bila telah mencapai tekanan yang telah ditentukan. 3. Mode mode tersebut adalah sebagai berikut: 1. Mesin berhenti bekerja dan terjadi ekspirasi bila telah mencapai volume yang ditentukan. katup inspirasi tertutup dan ekspirasi terjadi dengan pasif. Ini diberikan pada pasien yang pernafasannya masih sangat jelek. lemah sekali atau bahkan apnea Pada mode ini ventilator mengontrol pasien. Mode-Mode Ventilator. tetapi tergantung dari mode yang kita setting. Time Cycled Ventilator Prinsip kerja dari ventilator type ini adalah cyclusnya berdasarkan wamtu ekspirasi atau waktu inspirasi yang telah ditentukan. mode ini dapat menimbulkan ansietas tinggi dan ketidaknyamanan dan bila pasien berusaha nafas sendiri bisa terjadi fighting (tabrakan antara udara inspirasi dan ekspirasi). 2. penggunaan ventilator tipe ini tidak dianjurkan. Waktu inspirasi ditentukan oleh waktu dan kecepatan inspirasi (jumlah napas permenit) Normal ratio I : E (inspirasi : ekspirasi ) 1 : 2 G . tekanan dalam paru meningkat dan bisa berakibat alveoli pecah dan terjadi pneumothorax. Sehingga pada pasien yang setatus parunya tidak stabil. tanpa menghiraukan upaya pasien untuk mengawali inspirasi. Pada mode kontrol mesin secara terus menerus membantu pernafasan pasien. Pada titik tekanan ini. Pasien yang mendapatkan bantuan ventilasi mekanik dengan menggunakan ventilator tidak selalu dibantu sepenuhnya oleh mesin ventilator. Keuntungan volume cycled ventilator adalah perubahan pada komplain paru pasien tetap memberikan volume tidal yang konsisten. pernafasan diberikan ke pasien pada frekwensi dan volume yang telah ditentukan pada ventilator. Contoh mode control ini adalah: CR (Controlled Respiration). maka volume udara yang diberikan juga berubah. Pressure Cycled Ventilator Prinsip dasar ventilator type ini adalah cyclusnya menggunakan tekanan. Prinsip dasar ventilator ini adalah cyclusnya berdasarkan volume. 1. Kerugian pada type ini bila ada perubahan komplain paru.

Alarm volume rendah menandakan kebocoran. Pada mode ini mesin hanya memberikan tekanan positif dan diberikan pada pasien yang sudah bisa bernafas dengan adekuat. cubing tertekuk. Pada mode ini pasien harus mempunyai kendali untuk bernafas. Dua proses ini harus . misalnya pasien batuk. 4. 3. Sistem alarm perlu untuk mewaspadakan perawat tentang adanya masalah. Pelembaban dan suhu. Tujuan pemberian mode ini adalah untuk mencegah atelektasis dan melatih otot-otot pernafasan sebelum pasien dilepas dari ventilator. Mode IMV/SIMV diberikan pada pasien yang sudah bisa nafas spontan tetapi belum normal sehingga masih memerlukan bantuan. Sistem Alarm Ventilator digunakan untuk mendukung hidup. Sehingga pernafasan mandatory diberikan sinkron dengan picuan pasien. H. IPPV (Intermitten Positive Pressure Ventilation) 2. Alarm tekanan rendah menandakan adanya pemutusan dari pasien (ventilator terlepas dari pasien). Mode IMV / SIMV: Intermitten Mandatory Ventilation/Sincronized Intermitten Mandatory Ventilation. Mode ASB / PS : (Assisted Spontaneus Breathing / Pressure Suport Mode ini diberikan pada pasien yang sudah bisa nafas spontan atau pasien yang masih bisa bernafas tetapi tidal volumnenya tidak cukup karena nafasnya dangkal. Bila pasien tidak mampu untuk memicu trigger maka udara pernafasan tidak diberikan. Pada mode ini ventilator memberikan bantuan nafas secara selang seling dengan nafas pasien itu sendiri. I. terjadi fighting. dll. Oleh karena itu pada ventilator generasi terakhir mode IMVnya disinkronisasi (SIMV). CPAP : Continous Positive Air Pressure. Pada mode IMV pernafasan mandatory diberikan pada frekwensi yang di set tanpa menghiraukan apakah pasien pada saat inspirasi atau ekspirasi sehingga bisa terjadi fighting dengan segala akibatnya. Alarm jangan pernah diabaikan tidak dianggap dan harus dipasang dalam kondisi siap. CMV (Controlled Mandatory Ventilation). Ventilasi mekanis yang melewati jalan nafas buatan meniadakan mekanisme pertahanan tubuh unmtuk pelembaban dan penghangatan. sedangkan alarm tekanan tinggi menandakan adanya peningkatan tekanan.

Pada kasus hipotermi berat. Efek Ventilasi mekanik Akibat dari tekanan positif pada rongga thorax. rongga dada mengembang dan terjadi tekanan negatif sehingga aliran udara masuk ke paru. ginjal dengan segala akibatnya. Suhu udara diatur kurang lebih sama dengan suhu tubuh. Selain itu bila volume tidal terlalu tinggi yaitu lebih dari 10-12 ml/kg BB dan tekanan lebih besar dari 40 CmH2O. Fisiologi Pernapasan Ventilasi Mekanik Pada pernafasan spontan inspirasi terjadi karena diafragma dan otot intercostalis berkontrkasi. sedangkan fase ekspirasi berjalan secara pasif. Suhu yang terlalu itnggi dapat menyebabkan luka bakar pada trachea dan bila suhu terlalu rendah bisa mengakibatkan kekeringan jalan nafas dan sekresi menjadi kental sehingga sulit dilakukan penghisapan. Semua udara yang dialirkan dari ventilator melalui air dalam humidifier dihangatkan dan dijenuhkan. perfusi ke organ-organ lainpun menurun seperti hepar. maka bisa mengakibatkan hipotensi. Akibat tekanan positif di rongga thorax darah yang kembali dari otak terhambat sehingga tekanan intrakranial meningkat. sehingga tekanan sselama inspirasi adalah positif dan menyebabkan tekanan intra thorakal meningkat. Darah yang lewat paru juga berkurang karena ada kompresi microvaskuler akibat tekanan positif sehingga darah yang menuju atrium kiri berkurang. Bila kondisi penurunan respon simpatis (misalnya karena hipovolemia. ventilator mengirimkan udara dengan memompakan ke paru pasien. Pada pernafasan dengan ventilasi mekanik. L. darah yang kembali ke jantung terhambat. akibatnya cardiac output juga berkurang. digantikan dengan suatu alat yang disebut humidifier. tidak hanya mempengaruhi cardiac output (curah jantung) tetapi juga resiko terjadinya pneumothorax. obat dan usia lanjut). Pada akhir inspirasi tekanan dalam rongga thorax paling positif. Bila tekanan terlalu tinggi bisa terjadi gangguan oksigenasi. pengaturan suhu udara dapat ditingkatkan. venous return menurun. Komplikasi Ventilasi Mekanik (Ventilator) . Efek pada organ lain: Akibat cardiac output menurun. J. maka cardiac output juga menurun. K.

4. menurunya cardiac output dikarenakan menurunnya aliran balik vena akibat meningkatnya tekanan intra thorax pada pemberian ventilasi mekanik dengan tekanan tinggi. f. Prosedur Pemberian Ventilator . Vasokonstriksi cerebral Terjadi karena penurunan tekanan CO2 arteri (PaCO2) dibawah normal akibat dari hiperventilasi. b. Ventilator adalah alat untuk membantu pernafasan pasien. menimbulkan komplikasi seperti: 1. Gangguan psikologi L. tapi bila perawatannya tidak tepat bisa. 3. Peningkatan tekanan intra kranial d. Distensi lambung. c. b. emboli udara vaskuler. Tidak berfungsinya penggunaan ventilator h. Gangguan tidur. Baro trauma: tension pneumothorax. Pada sistem gastrointestinal a. Pada paru a. Perdarahan lambung. Infeksi paru d. tersumbat. Oedema cerebral Terjadi karena peningkatan tekanan CO2 arteri diatas normal akibat dari hipoventilasi. Jalan nafas buatan: king-king (tertekuk).Atelektasis/kolaps alveoli diffuse c. terekstubasi. empisema sub cutis. Kerusakan jalan nafas bagian atas 2. Aspirasi cairan lambung g. Pada sistem saraf pusat a. Keracunan oksigen e. Pada sistem kardiovaskuler Hipotensi. Gangguan kesadaran e. 5. illeus b.

Volume Tidal: 4-5 ml/kg BB 3. Pernapasan dengan ventilasi mekanik . FISIOLOGI PERNAPASAN VENTILASI MEKANIK Napas Spontan Diafragma dan otot intercostalis berkontraksi  rongga dada mengembang terjadi tekanan (-) aliran udara masuk ke paru dan berhenti pada akhir inspirasi fase ekspirasi berjalan secara pasif. Frekwensi pernafasan: 10-15 kali/menit 4. . sehingga tekanan rongga thorax (+) . Lakukan tes paru pada ventilator untuk memastikan pengesetan sesuai pedoman standar. Sebelum memasang ventilator pada pasien. Sedangkan pengesetan awal adalah sebagai berikut: 1.pada akhir inspirasi tekanan dalam rongga thorax paling positif . Fraksi oksigen inspirasi (FiO2) 100% 2. PEEP (Possitive End Expiratory Pressure) atau tekanan positif akhir ekspirasi: 0-5 Cm.udara masuk ke dalam paru karena ditiup. Aliran inspirasi: 40-60 liter/detik 5. Kriteria Penyapihan Pasien yang mendapat bantuan ventilasi mekanik dapat dilakukan penyapihan bila memenuhi kriteria sebagai berikut:  Kapasitas vital 10-15 ml/kg BB  Volume tidal 4-5 ml/kg BB  Kekuatan inspirasi 20 cm H2O atau lebih besar  Frekwensi pernafasan kurang dari 20 kali/menit.ekspirasi berjalan pasif. Pengesetan untuk pasien ditentukan oleh tujuan terapi dan perubahan pengesetan ditentukan oleh respon pasien yang ditujunkan oleh hasil analisa gas darah (Blood Gas) M. ini diberikan pada pasien yang mengalami oedema paru dan untuk mencegah atelektasis.

25 25 .Darah yang lewat paru juga berkurang karena ada kompresi microvaskuler akibat tekanan (+)  sehingga darah berkurang  cardiac out put menurun.Akibat cardiac out put menurun  perfusi ke organ lainpun akan menurun seperti.Bila tekanan terlalu tinggi  bisa terjadi ex oksigenasi.30 30 . . maka selanjutnya tergantung dari derajat hipoksia atau hiperkabinya serta keadaan penderita. Pontiopidan memberi batasan mekanik. otak dan segala akibatnya. TERAPI TRACHEOSTOMI PERLU TERAPI OKSIGEN. .35 > 35 Vital capacity (ml/kg)70 . TERAPI OXIGEN Setelah jalan nafas bebas. EFEK VENTILASI MEKANIK Pada Kardiovaskuler . oksigenasi dan ventilasi untuk menentukan tindakan selanjutnya (lihat tabel) : PARAMETER ACCAPTABLE FISIOTERAPI INTUBASI RANGE (TIDAK DADA. VENTILASI KHUSUS) MONITORING MEKANIK. .15 < 15 Inspiratori force.Akibat dari tekanan posistif pada rongga thorax  Darah yang kembali ke jantung terhambat  Venous return menurun maka cardiac out put menurun. Pada organ Lain . hepar. MEKANIK Frekwensi nafas 12 .ginjal. .Akibat tekanan (+) di rongga thorax darah yang kembali dari otak terhambat  TIK meningkat. KETAT 1.

200 200 . CmH2O 100 . operator harus menanyakan tiak ada atau tidaknya reaksi korban dan kualitas pernapasan ( normal / tidak normal) . 0.70 < 70 3.aDO2 100% O2 mmHg 50 . OKSIGENASI A .4 0. disarankan untuk memperbaiki tingkat kelangsungan hidup pasien serangngan jantung mendadak diluar rumah sakit.0.350 > 350 PaO2 mmHg 100 .25 < 25 2.50 50 .6 35 .6 0. VENTILASI (Air) ( O2 Mask) ( O2 Mask ) VD / VT PaCO2 0. 45 5 .3 . jika .60 60 Program AED untuk Penolong tidak terlatih dalam komunitas 2015 (diperbaharui) Disarankan bahwa program PAD untuk pasien dengan OHCH di terapkan di lokasi umum tempat adanya kemungkinan pasien serang jantung terlihat relative tinggi 2010 (lama) CPR dalam penggunaan defiblirator external otomatis oleh tenaga medis pertama untuk keselamatan umum. Identifikasi Operator atas tarikan napas agonal 2015 (diperbaharui) Untuk mengganti pendamping mengenali serangan jantung.75 200 .4 .

Selain itu jika penolong terlatih mampu melakukan napas buatan . penyedia EMS mengambil alih perawatan korban mulai bergerak. penolong dan operator akan mengganggap bahwa korban mengalami serangan jantung. kompresi dan napas buatan harus diberikan dalam rasio 30 kompresi berbanding 2 napas buatan. Penolong harus melanjutan CPR hanya kompresi hingga AED tiba dan siap igunakan atau penyedia EMS mengambil ahli perawatan korban . penolong harus melanjutkan CPR hingga AED tiba dan siap digunakan. 2010 (lama) Jika tidak menerima pelatihan tentang CPR . semua penolong tidak terlatih.jika penolong terlatih mampuh melakukan napas buatan . pada tingkat minimum .korban tidak bereaksi dengan napas terhenti atau tidak normal. Penolong harus memberikan .selain itu . semua penolong terlatih. agar dapat membedakan korban dengan tarikan napas agonal( misalnya korban yang memerlukan CPR ) dari korban yang bernapas normal dan tidak memerlukan CPR Penekanann pada kompresi dada 2015 ( diperbarui) Penolong yang tidak terlatih harus memberikan CPR hanya kompres (hands only) dengan atau tanpa panduan operator untuk korban serangan jantung dewasa. harus memberikan kompresi dada untuk korban serangan jantung. apakah korban bernapas dan apakah bernapas normal . ini harus menambahkan napas buatan dalam rasio 30 kompresi berbanding 2 napas buatan . pendamping harus harus memberikan CPR hanya kompresi untuk korban dewasa yang jatuh mendadak dengan menegaskan untuk “menekan dengan kuat dan cepat “ di tengah bagian dada atau ikuti petunjuk dari operator EMS. Penolong harus melanjutkan CPR hanya kompresi hingga AED atau penolong dengan pelatihan tambahan tiba . 2010 (lama) Untuk membantu pendamping mengenali serangan janntung. pada tingkat minimum harus memberikan kompresi dada untuk korban serangan jantung .

penolong harus melakukan kompresi dada hingga kedalaman minimum 2 inchi ( 5 cm) untuk dewasa rata-rata.CPR hingga AED tiba dan siap digunakan atau penyedia EMS mengambil alih perawatan korban. Kecepatan komprsi dada 2015(diperbarui) Pada orang dewasa yang menjadi korban serangan jantung. dengan tetap menghindari kedalaman kompresi dada yang berlebihan( lebih dari 2.4 inchi [6 cm]) 2010(lama) Tulang dada orang dewasa harus ditekan seadalam 2 inchi (5cm) BAB III KESIMPULAN Ventilator dan BHD merupakan alat dan tindakan yang diaplikasikan guna mensuport kehidupan manusia bagi klien-klien yang memiliki gangguan fentilasi dan henti jantung. Pada hakekatnya ventilator dan BHD merupakan etik legal pada profesi keperawatan dalam melaksanakan asuhannya untuk menunjang derajat kehidupan manusia. . penolong perlu melakukan kompresi dada pada kecepatan 100-120 / menit 2010(lama) Penolong tidak terlatih dan HCP perlu melakukan kompresi dada pada kecepatan minimum 100/menit Kedalaman kompresi dada 2015(diperbarui) Sewaktu melakukan CPR secara manual.