You are on page 1of 5

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Sepsis merupakan suatu kondisi yang mengancam terjadinya disfungsi

organ disebabkan oleh kegagalan terhadap respon infeksi. syok septik merupakan

kondisi sepsis dengan mortalitas yang lebih berat ditandai dengan adanya gangguan

atau abnormalitas pada tingkat seluler, metabolik, dan sirkulasi (Sirengar et al, 2016).

Definisi tersebut merupakan definisi terbaru yang dikeluarkan oleh European Society

of Intensive Care Medicine (ESICM) dan Society of Critical Care Medicine (SSCM)

pada tahun 2016. Pada pembaruan tersebut pembagian sepsis hanya berfokus pada

sepsis dan syok septik dengan menghilangkan sepsis berat (severe sepsis) dari definisi

sebelumnya pada tahun 2012 (Singer et al, 2016).

Organisme penyebab sepsis adalah bakteri gram negatif yang paling umum,

kemudian bakteri gram positif. Hal tersebut dibuktikan dalam penelitian The

Extended Prevalence of Infection in Intensive Care (EPIC II) pada 1.256 jumlah ICU

dari 75 negara pada tahun 2007 menemukan bakteri gram negatif (Pseudomonas spp

dan Eschericia coli) menjadi penyebab terbanyak, kemudian bakteri gram positif

(Staphilococcus aureus), dan jamur. Streptococcus pneumonia dianggap penyebab

paling umum bakteri pneumonia yang sering diidentifikasi dalam spesimen klinis

(Vincent et al, 2009). Hal yang sama ditemukan pada sepsis berat, menurut penelitian

di rumah sakit umum Amerika Serikat pada tahun 1999-2008, bakteri gram negatif

1

Wales dan Irlandia Utara pada tahun 1996-2004 memperoleh jumlah bahwa terjadi peningkatan angka kejadian pada pasien sepsis berat yaitu dari 46 individu menjadi 66 individu per 10. ras kulit hitam.000 populasi.6 menjadi 24 per 10. seperti penelitian di Amerika Serikat dan Jerman bahwa pada sepsis yang berat.883 pasien dalam 93 rumah sakit di Jerman (SepNet Critical Care Trials Group. Biaya perawatan pada sepsis merupakan biaya yang sangat tinggi utamanya jika memasuki tahap sepsis yang berat.000 yang didiagnosis sepsis sekunder.adalah penyebab utama diikuti oleh bakteri gram positif. bakteri anaerob. diadakan setiap tahun oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) yang dikutip oleh Hall MJ menunjukkan bahwa terjadi peningkatan 100% yang didiagnosis sepsis primer dari tahun 2000- 2008 yaitu meningkat dari 11. 2014).6% pasien yang terdiagnosis syok septik dari 11. Data dari National Center For Health Statistics (NCHS) tahun 2000-2008 dalam sebuah survei sampel nasional di rumah sakit nonfederal jangka pendek atau rumah sakit umum di Amerika Serikat. jenis kelamin laki- laki. Penelitian di negara lain seperti Inggris.000 penduduk. 2006). 2016) Keadaan yang dimiliki pasien misalnya dari usia tua. dan peningkatan 70% prevalensi pasien tiap 100. (Harrison DA et al. 2014).000 penduduk (Hall MJ et al. lama perawatan akan lebih lama yang akan berdampak pada 2 .7 per 10.1 menjadi 37. Penelitian yang dilakukan di Jerman mendapatkan 12. dan jamur (Ani et al. dan sudah ada penyakit komorbid yang kronis menyebabkan tingginya kemungkinanan untuk terjadinya sepsis berat (Mayr et al. 2011). yaitu dari 22.

tingginya biaya perawatan ICU. (Moerer & Burchardi. perkiraan kasar dari tingkat fatalitas (presentase pasien yang mati) adalah sebagai berikut. Setiap tahunnya pengeluaran yang harus dikeluarkan oleh negara tersebut sekitar 3. Dari analisis masalah yang telah dijelaskan diatas.3 hinga 7. maka penulis menganggap penting untuk mengetahui karakteristik dari pasien sepsis dengan insiden kejadiannya selalu meningkat setiap tahun. dan syok septik : 40-80% (Martin GS.503 total penderita syok septik (SepNet Critical Care Trials Group. 2012). 2006). 2016). sepsis: 10- 20%. Pada syok septik dalam penelitian di 93 rumah sakit di Jerman memperoleh bahwa mortalitas pada penderita syok septik adalah 40. gangguan fungsi organ yang mengakibatkan rendahnya kualitas hidup (Iwashyna TJ et al. angka mortalitasnya tinggi jika memasuki syok septik serta bisa mengakibatkan kecacatan serta biaya perawatan yang sangat mahal khususnya di rumah sakit tersier di Intensive Care Unit (ICU).7 milliar euro pertahun. Angka mortalitas sepsis semakin meningkat sesuai derajat keparahan sepsis.4% dari 1. Wahidin Sudirohusodo dari 1 Januari 2015 – 31 Desember 2015. Penderita dengan sepsis yang berat setelah perawatan rumah sakit akan mengalami gangguan fungsi fisik atau neurokognitif. 2010). Jadi peneliti akan mencoba melakukan penelitian untuk melihat karakteristik pasien sepsis di ICU RSUP dr. sepsis berat: 20-50% . 3 .

6. Mengetahui karakteristik penderita berdasar fokus infeksi. Wahidin Sudirohusodo dari 1 Januari hingga 31 Desember 2015 .4 Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan memberikan manfaat untuk : 1. 5. 3.2 Tujuan Penelitian 1. yang dirawat di ICU RSUP Dr. Mengetahui distribusi penderita sepsis.3. 1. Mengetahui karakteristik penderita berdasar jenis kelamin. 7. 1. Mengetahui karakteristik penderita berdasar peyakit komorbid pasien. Mengetahui karakteristik penderita berdasar umur. 8.2 Tujuan Khusus Yang menjadi tujuan khusus pada penelitian ini adalah : 1. Mengetahui karakteristik penderita berdasar penyebab . 2. 4. Wahidin Sudirohusodo pada 1 Januari hingga 31 Desember 2015 1. Wahidin Sudirohusodo selama tahun 2015 berdasar klasifikasi sepsis. Mengetahui karakteristik penderita berdasar hasil kultur darah. Mengetahui karakteristik penderita berdasar diagnosis keluar pasien.1 Tujuan Umum Mengetahui karakteristik pasien sepsis yang di rawat di ICU RSUP Dr.4.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas. maka penulis ingin mengetahui bagaimana karakteristik pasien sepsis yang di rawat di Intensive Care Unit (ICU) RSUP Dr.1 Bagi Rumah Sakit 4 .1.3.

3 Bagi Peneliti 1. Dapat digunakan sebagai referensi 3. Mengetahui karakteristik penderita sepsis yang pernah dirawat di ICU RSUP Dr.4. Wahidin Sudirohusodo . 1. Bagi Masyarakat Memberikan informasi mengenai karakteristik penyakit sepsis yang di rawat di ICU RSUP Dr.4. Memberi masukan mengenai karakteristik penderita sepsis yang pernah dirawat di ICU RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo tahun 2015 2. Sebagai rujukan dan pengembangan keilmuan 1.2. 1. Wahidin Sudirohusodo tahun 2015 2. Memberi pengetahuan tentang penyakit tersebut dan pengetahuan pada peneliti 5 .