You are on page 1of 7

Farmakokinetik

Sifat Kimiawi Fenitoin
Fenitoin adalah asam lemah dengan pKa 8.3 (Evans, 1990). Literatur lain
menyatakan pKa nya 9. Fenitoin sangat sukar larut dalam air, hanya kira-kira 4 mg fenitoin larut
dalam 10 ml air pada 37o C, tapi larutannya bersifat alkali. Fenitoin-Na lebih larut dalam air
panas dan berubah cepat menjadi asam fenitoin dalam asam lambung dengan menghasilkan
presipitat (Gibaldi, 1983).
Kelarutanfenitoin yang kecil dalam cairan gastrointestinal memperlihatkan alasan
utama bahwa faktor formulasi yang berbeda akan mempengaruhi bioavailabilitas produk fenitoin
yang dihasilkan oleh produsen berbeda (Gibaldi, 1983; Evans, 1990).
Fenitoin dapat membentuk khelat dengan logam tembaga dan garam kobalt, tapi
tidak ada indikasi adanya pembentukan khelat dengan Ca, Mg, Fe.Fenitoin mempunyai indeks
terapetik sempit yaitu 10-20 mg/L (obat bebas dan obat terikat).Selain itu fenitoin juga
mempunyai kinetika eliminasi non-linier (Gibaldi, 1983).
Absorpsi dan Distribusi
Fenitoin diserap terutama dari bagian proksimal saluran intestinal, tapi
absorpsinya agak lambat dan bervariasi tergantung konsentrasi. Absorpsi hampir sempurna
setelah diberikan dosis oral 400, 800, 1600 mg dari fenitoin-Na dalam bentuk kapsul, tapi waktu
mencapai konsentrasi serum maksimum memerlukan waktu 8.4 jam untuk dosis 400 mg, 13.2
jam untuk dosis 800 mg, dan 31.5 jam untuk dosis 1600 mg (Gibaldi, 1983).
Fenitoin mengalami metabolisme lintas pertama di hati.Bioavailabilitas setelah
pemberian oral cukup sempurna yaitu sekitar 80-95%, hal ini terjadi pada produk fenitoin
dengan kualitas yang tinggi (Gibaldi, 1983; Evans, 1990).
Pemberian fenitoin secara IM, menyebabkan fenitoin mengendap di tempat
suntikan kira-kira 5 hari dan absorpsi berlangsung lambat. Fenitoin didistribusikan ke berbagai
jaringan tubuh dalam kadar yang berbeda-beda (Ganiswara, 1995; Katzung, 1995). Setelah
suntikan IV, kadar yang terdapat dalam otak, otot skelet dan jaringan lemak lebih rendah
daripada dalam hati, ginjal dan kelenjar ludah (Gibaldi, 1983;Ganiswara, 1995).

tapi mula kerja lebih lambat dari fenobarbital (Ganiswara.Kinetika eliminasi seperti ini menyebabkan masalah bioavailabilitas pada fenitoin (Gibaldi. Gilman.8-12. Fenitoin dalam tubuh terikat dengan protein yaitu albumin plasma kira-kira 90%. Sebagian metabolit fenitoin diekresikan bersama empedu.Fenitoin terikat kuat pada jaringan saraf sehingga kerjanya bertahan lebih lama. 1995). Ganiswara. Evans. Gilman. Sedangkan pasien dengan penyakit ginjal. Hal yang berpengaruh pada absorpsi fenitoin dari aspek formulasinya adalah ukuran partikel dan jenis eksipien yang digunakan (Gibaldi.Eliminasi fenitoin mengikuti kinetika tergantung dosis pada konsentrasi mencapai rentang terapetik. fraksi bebas kira-kira 10% (Evans. Biotransformasi dan Eliminasi Biotransformasi terutama berlangsung dengan cara hidroksilasi oleh enzim mikrosom hati yaitu sitokrom P450 (Ganiswara. .6%. sedangkan bentuk utuhnya mengalami reabsorpsi (Ganiswara. 1983. penyakit hati atau penyakit hepatorenal dan neonatus fraksi bebas kira-kira di atas 15%.Waktu untuk mencapai konsentrasi yang tetap dalam serum (steady-state) dibutuhkan waktu 5-10 hari (Watts. kemudian mengalami reabsorpsi dan biotransformasi lanjutan dan diekresikan melalui ginjal. 1995). 1995).Selanjutnya digabung dengan glukoronat dan dikeluarkan melalaui urin (Wibowo. 2001). Oksidasi pada satu gugus dapat menghilangkan efek antikonvulsinya (Ganiswara. Ganiswara. 1995). 1990. 2001).Pada orang sehat termasuk wanita hamil dan wanita pemakai obat kontrasepsi oral. fraksi bebas berkisar antra 5. 2001).Di ginjal metabolit utamanya mengalami sekresi oleh tubuli. sehingga peninggian dosis akan sangat meningkatkan kadar fenitoin dalam serum secara tidak proporsional (Gibaldi. Katzung. 1984). 1995. 1995). 1983. Bitransformasi oleh enzim mikrosom hati dapat mengalami kejenuhan pada kadar terapi.Fenitoin mempunyai waktu paruh 12-36 jam (Katzung. 1983.Pada pasien epilepsi. 1995). derifat 3-metoksi dihidrokhol. 1990). Metabolitnya adalah derivat parahidroksifenol. 1995.

4. Bioavabilitas tablet extended release dilaporkan 89% dari suspense. suspense. 2 PHARMACOKINETICS CARBAMAZEPINE ABSORPSI Bioavailability Diabsorpsi secara lamat didalam saluran Gastrointestinal.kini juga tersedia fenitoin lepas dalam bentuk kapsul 200 mg dan 300 mg dan suntikan fosfenitoin 75 mg/ml yang dapat diberikan secara intramuskular ataupun intravena. .5. Penggunaan oral tablet. Sedangkan sediaan suntik 100 mg/2 ml. meskipun kecepatan absorpsi lebih cepat susupensi. Konsentrasi peak plasma dicapai pada 4. tablet atau extended relesse.  Fenitoin tersedia sebagai garam Na dalam bentuk kapsul 100 mg dan tablet kunyah 50 mg untuk pemberian oral.7 jam secara berurutan. 3-12.1. disamping itu juga tersedia bentuk sirup dengan takaran 125 mg/5 ml dan sirup untuk anak 30 mg/5 ml. Bioavaibilitas oral tablet dan suspensi dilaporkan sama.5.1-7.

hanya 1-3% diekskresikan secara utuh (tidak berugah) didalam urin. Secara cepat melewati plasenta dan terakumulasi pada jaringa janin. which is almost completely metabolized to trans-10.11- dihydrocarbamazepine. Konsentrasi Plasma Konsentrasi plasma terapetik yang optimal untuk semua pasien tidak diketahui. autoinduction is complete after 3-5 weeks of a fixed dosage regimen. dizziness. Nystagmus frequently terjadi pada konsentrasi plasma >4 mcg/mL.114 METABOLISM Metabolic fate not completely elucidated.Terapi 2-4 hari dibutuhkan untuk mencapai konsentrasi steady state. 72% dan 28% di urin dan feses. Makanan Makanan mempengaruhi kecepatan absorpsi tetapi tidak secara luas meningkatkan kecepatan pada kapsul extended release dengan makana tinggi lemak.114. but major metabolic pathway appears to be oxidation by CYP3A4 to form CBZ-E.11-dihydroxy-10. Carbamazepine 10.114 Induces own metabolism. Ataxia. usus dan saliva. Ikatan dengan Protein Plasma 75-90%. . cairan duodenum.114 ELIMINASI Rute Eliminasi Setelah penggunaan oral. konsentrasi plasma biasanya 3-14 mcg/mL. a CBZ-E has anticonvulsant activity in animals. Otak. DISTRIBUSI Secara luas didistribusikan ke tubuh. dengan konsentrasi yang lebih tinggi pada hari dan ginjal daripada otak dan paru-paru. Carbamazepine dan metabolit epoxide didistribusikan kedalam susu ibu (ASI).11-epoxide (CBZ-E) juga dideteksi di CSF. dideteksi di CSF. Untuk efek antikonvulsan dan pereda nyeri trigeminal neuralgia. and anorexia sering terjadi pada konsentrasi plasma ≥10 mcg/mL.

Prinsip Terapi Obat Terapi dimulai dengan monoterapi. Asam valproate Asam valproat dapat meningkatkan GABA dengan menghambat degradasi nya atau mengaktivasi sintesis GABA. yaitu memberikan 1 jenis OAE pilihan sesuai dengan jenis bangkitan atau sesuai dengan jenis sindrom epilepsi. Asam valproat juga berpotensi terhadap respon GABA post sinaptik yang langsung menstabilkan membran serta mempengaruhi kanal kalium.Umumnya. fenobarbital juga menekan glutamate excitability dan meningkatkan postsynaptic GABAergic inhibition. sedangkan 30% sulit diatasi meskipun dengan 3 atau lebih OAE yang kita sebut sebagai epilepsi refrakter. Adme Fenobarbital menurunkan konduktan Na dan K. yang mengakibatkan influk (pemasukan) ion Na+ kedalam membran sel berkurang dan menghambat terjadinya potensial aksi oleh depolarisasi terus-menerus pada neuron. Asam valproat juga berpotensi terhadap respon GABA post sinaptik yang langsung menstabilkan membran serta mempengaruhi kanal kalium Karbamazepin Karbamazepin menghambat kanal Na+. Fenitoin Asam valproat dapat meningkatkan GABA dengan menghambat degradasi nya atau mengaktivasi sintesis GABA. Selain itu. . 70% bangkitan dapat teratasi dengan 1 jenis OAE. Fenobarbital menurunkan influks kalsium dan mempunyai efek langsung terhadap reseptor GABA (aktivasi reseptor barbiturat akan meningkatkan durasi pembukaan reseptor GABAA dan meningkatkan konduktan post-sinap klorida). Dimulai dari dosis rendah dan dinaikkan secara bertahap hingga dosis efektif tercapai atau timbul efek samping.

Obat Dosis awal Dosis yang Dosis Frekuensi (mg/hari) paling umum maintenance pemberian (mg/hari) (mg/hari) (kali/hari) Fenitoin 3-4 mg 300-400 600 1-2 Karbamazepin 100-200 800-1200 2000 1-2 Fenobarbital 60 60-200 600 1-2 Valproat 15 5-10 60-250 2-3 .