You are on page 1of 26

TUGAS 4

SISTEM BERKAS

“ORGANISASI BERKAS INDEXED SEQUENTIAL”

Oleh:

Nama : Muhammad Yasrun Afandi

NIM : 141.05.1090

Dosen : Edhy Sutanta, S.T., M.Kom.

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND

YOGYAKARTA

2016/ 2017
Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas

rahmat dan kehendak-Nya, sehingga Makalah sederhana ini dapat saya

selesaikan tepat pada waktunya.

Penulisan dan pembuatan Makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas yang
diberikan Edhy Sutanta, S.T., M.Kom. kepada kami serta untuk meningkatkan
pengetahuan tentang ORGANISASI BERKAS INDEXED SEQUENTIAL.

Penulis menyadari akan kemampuan penulis yang masih sedikit. Dalam

makalah ini penulis sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi penulis yakin

makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu penulis mengharapkan

saran dan juga kritik yang membangun agar penulis dapat mengintrospeksi

kekurangan laporan ini.

Penulis berharap agar laporan ini dapat menjadi referensi bagi penulis

serta, Penulis juga berharap agar laporan ini dapat berguna bagi orang lain

yang membacanya.

Yogyakarta,21 Maret 2017

Penyusun

Muhammad Yasrun Afandi

Tugas_4_Sistem_Berkas_141051090
Daftar Isi

Tugas_4_Sistem_Berkas_141051090
BAB I. PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

File/berkas adalah sekumpulan informasi yang saling berkaitan

dan didefenisikan oleh pembuatnya. Umumnya berkas adalah

sekumpulan bit, byte, record di mana artinya didefenisikan oleh

pembuat dan pemakainya. File data dapat berbentuk numeric,

alfabeth ataupun alfanumeric. File dapat berbentuk bebas seperti file

teks atau terstruktur. Suatu file mempunyai nama dan diacu

berdasarkan nama tersebut. Juga mempunyai komponen lain seperti

tipe, waktu pembuatan, nama dan nomor account dari pembuatnya,

besar ukuran file. Kita dapat menulis informasi, mengubah informasi,

menambah dan menghapus informasi dalam file.

Sistem berkas adalah suatu sistem untuk mengetahui

bagaimana cara menyimpan data dari file tertentu dan organisasi file

yang digunakan. Sistem berkas menyediakan pendukung yang

memungkinkan programmer mengakses file tanpa menyangkut

perincian karakteristik penyimpanan dan peralatan pewaktu. Sistem

berkas mengubah pernyataan akses file menjadi instruksi/output

level rendah. Atau dengan kata lain Sistem berkas adalah cara untuk

mengambil informasi dari suatu file.

Tugas_4_Sistem_Berkas_141051090
Pengertian Organisasi berkas adalah Suatu teknik/cara yang

digunakan untuk menyatakan/menggambarkan dan menyimpan

record-record dalam sebuah berkas.

Ada 4 teknik dasar organisasi berkas, yaitu: (1). Sequential File (2).

Relative File (3). Index Sequential File (4). Multi-Key File

Salah satu kegiatan dalam materi system berkas adalah bagaimana

mengorganisir sebuah record yang ada dalam berkas. Organisasi

berkas indeks sequential adalah Berkas/file yang disusun

sedemikian rupa sehingga dapat diakses secara sequential maupun

secara direct (langsung) atau kombinasi keduanya, direct dan

sequential . Organisasi berkas ini mempunyai semua keunggulan

dari sequential file. Tetapi kemampuan aksesnya jauh lebih baik

1.2.Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam makalah iniyaitu sebagai berikut:

1. Pengertian organisasi berkas indexed sequential?

2. Contoh dari indexed sequential?

3. Implementasi organisasi berkas indexs sequential?

4. Keuntungan dan kerugian penggunaan magnetic disk?

1.3.Maksud dan Tujuan

Secara umum tujuan penyusunan makalah ini bertujuan untuk :

Tugas_4_Sistem_Berkas_141051090
1. Sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas mata kuliah

Sistem Berkas

2. Agar dapat memahami menegenai tentang Organisasi Berkas

Indexed Sequential

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Organisasi Berkas Indexed Sequential

Organisasi berkas indeks sequential adalah berkas / file yang

disusun sedemikian rupa sehingga dapat diakses secara sequential

maupun secara direct (langsung) atau kombinasi keduanya, direct

dan sequential. Penyimpanan ataupun penulisan character demi

character yang ada didalam external memory, harus diatur

sedemikian rupa sehingga komputer bisa dengan mudah

menemukan kembali data-data yang tersimpan didalamnya. Aturan

inilah yang kemudian dikenal sebagai organisasi file. Dalam hal ini,

dikenal ada beberapa metoda, yaitu: Sequential File, Random File

dan Index Sequential File.

2.1.1. Sequential File

Sequential file merupakan suatu cara ataupun suatu metode

penyimpanan dan pembacaan data yang dilakukan secara berurutan.

Dalam hal ini, data yang ada akan disimpan sesuai dengan urutan

Tugas_4_Sistem_Berkas_141051090
masuknya. Data pertama dengan nomor berapapun, akan disimpan

ditempat pertama, demikian pula dengan data berikutnya yang juga

akan disimpan ditempat berikutnya. Dalam melakukan pembacaan

data, juga akan dilakukan secara berurutan, artinya, pembacaan

akan dimulai dari data paling awal dan dilanjutkan dengan data

berikutnya sehingga data yang dimaksud bisa diketemukan.

2.1.2. Random File

Random file merupakan suatu cara ataupun suatu metode

penyimpanan dan pembacaan data yang dilakukan secara random

atau langsung. Dengan demikian, random file juga disebut sebagai

Direct Access File (Bisa dibaca secara langsung). Dalam hal ini,

tempat penyimpanan data sudah diatur sedemikian rupa, sehingga

setiap data akan tersimpan didalam tempat-tempat yang telah

ditentukan sesuai dengan nomor data yang dimiliki-nya.

2.1.3. Index Sequential File

Index Sequential File merupakan perpaduan terbaik dari teknik

sequential dan random file. Teknik penyimpanan yang dilakukan,

menggunakan suatu index yang isinya berupa bagian dari data yang

sudah tersortir. Index ini diakhiri denga adanya suatu pointer

(penunjuk) yang bisa menunjukkan secara jelas posisi data yang

selengkapnya. Index yang ada juga merupakan record-key (kunci

Tugas_4_Sistem_Berkas_141051090
record), sehingga kalau record key ini dipanggil, maka seluruh data

juga akan ikut terpanggil. Untuk penyimpanan dan pembacaan data

secara sequential, dapat dilihat rekaman lagu yang tersimpan pada

kaset. Untuk mendengarkan lagu kelima, kita harus melalui lagu

kesatu, dua, tiga dan empat terlebih dahulu. Pembacaan seperti

inilah yang disebut sebagai sequential atau berurutan. Apabila

lagu-lagu yang ada kemudian disimpan didalam compack-disk, maka

untuk mendengar kan lagu yang ke-lima bisa langsung dilakukan

(dibaca secara random). Disamping itu, dengan compack-disk juga

bisa dilakukan pembacaan secara berurutan atau sequential.

Compack-disk menyimpan lagu secara random. Untuk penyimpanan

data dengan menggunakan teknik index sequential ini, kita bisa

mengibaratkan dengan melihat daftar isi pada sebuah buku. Pada

bagian disebelah kiri disebut sebagai index data yang berisi bagian

dari data yang ada. Index data kemudian diakhiri dengan pointer

yang menunjukkan posisi keseluruhan isi data. Sebuah data yang

terdiri Nomor, Nama, NL1, Nl2, dan NL3 bisa disimpan dengan

menggunakan Nomor sebagai Index. Apabila data tersebut dicetak,

maka akan dihasilkan suatu data yang berurutan berdasar Nomor.

Nomor yang ada akan tersusun dengan urutan dari kecil keurutan

yang lebih besar. Dari data yang ada, juga bisa dibuat Nama sebagai

Index. Apabila data tersebut dicetak, maka akan dihasilkan suatu

Tugas_4_Sistem_Berkas_141051090
data yang berurutan berdasar Nama. Nama yang ada akan tersusun

dengan urutan dari kecil keurutan yang lebih besar. Pulung yang

memiliki abjad terkecil, akan menempati posisi pertama dan Rino

pada posisi terakhir. Gambar yang ada menunjukkan bagaimana

record data nilai disimpan didalam media disk ataupun disket

dengan menggunakan teknik index sequential. Index data akan

dibaca pertama kali oleh computer dan dikarenakan didalam index

data juga terdapat address maka data yang dicari bisa segera

diketemukan. Sesuai dengan sifat media yang dimilikinya, maka

pada sebuah pita magnetic tape, hanya bisa menyimpan data secara

sequential. Dengan demikian, cara pembacaan yang dilakukan juga

hanya secara sequential, yaitu berurutan satu persatu sampai nomor

record yang dikehendaki diketemukan. Dengan menggunakan Direct

Access Methode (metode pembacaan/penulisan secara langsung),

maka, record yang tersimpan didalam sebuah disket, Hard-disk, CD

ROM ataupun Laser-Disk dapat di-access secara langsung dengan

tanpa harus membaca seluruh data yang dimilikinya. Access dengan

menggunakan methoda Index-sequential juga dapat dilakukan oleh

media ini. Dengan melakukan access pertama kali pada key-field

yang ada, maka akan diketemukan record yang dituju. Data yang

sudah terekam dalam methoda index-sequential juga dapat

dilakukan pembacaan secara sequential. Key-field akan dibaca

Tugas_4_Sistem_Berkas_141051090
pertama kali secara sequential, dan untuk selanjutnya record yang

dituju akan diketemukan.

2.2.Contoh dari indexed sequential

2.2.1. Struktur Pohon

Sebuah pohon (tree) adalah struktur dari sekumpulan elemen,

dengan salah satu elemennya merupakan akarnya atau root dan

sisanya yang lain merupakan bagian-bagian pohon yang

terorganisasi dalam susunan berhirarki dengan root sebagai

puncaknya.

Contoh umum dimana struktur pohon sering ditemukan adalah pada

penyusunan silsilah keluarga, hirarki suatu organisasi, daftar isi

suatu buku dan lain sebagainya.

Contoh :

Gambar II.1

Tugas_4_Sistem_Berkas_141051090
Secara rekursif suatu struktur pohon dapat didefinisikan sebagai

berikut :

Ø Sebuah simpul tunggal adalah sebuah pohon.

Ø Bila terdapat simpul n, dan beberapa sub pohon T1, T2, ..., Tk,

yang tidak saling berhubungan, yang masing-masing akarnya adalah

n1, n2, ..., nk, dari simpul / sub pohon ini dapat dibuat sebuah pohon

baru dengan n sebagai akar dari simpul-simpul n1, n2, ..., nk.

Gambar II.2

2.2.2. Pohon Biner

Salah satu tipe pohon yang paling banyak dipelajari adalah pohon

biner. Pohon Biner adalah pohon yang setiap simpulnya memiliki

paling banyak dua buah cabang / anak.

Tugas_4_Sistem_Berkas_141051090
Gambar II.3

Adapun jenis akses yang diperbolehkan, yaitu :

Ø Akses Sekuensial

Ø Akses Direct

Sedangkan jenis prosesnya adalah :

Ø Batch

Ø Interactive

Struktur Berkas Indeks sekuensial

Ø Indeks ® Binary Search Tree

Data ® Sekuensial

Lihat gambar berikut ini :

Gambar II.4

Tugas_4_Sistem_Berkas_141051090
Pada gambar tersebut memperlihatkan struktur berkas indeks

sequential dengan sebuah indeks berikut pointer yang menuju ke

berkas data sequential. Pada contoh gambar tersebut, indeksnya

disusun berdasarkan binary search tree. Indeksnya digunakan untuk

melayani sebuah permintaan untuk mengakses sebuah record

tertentu, sedangkan berkas data sequential digunakan untuk

mendukung akses sequential terhadap seluruh kumpulan

record-record.

2.3.Implementasi organisasi berkas indexed sequential

Ada 2 pendekatan dasar untuk mengimplementasikan konsep dari

organisasi berkas indeks sequential :

Ø Blok Indeks dan Data (Dinamik)

Ø Prime dan Overflow Data Area (Statik)

Kedua pendekatan tersebut menggunakan sebuah bagian indeks

dan sebuah bagian data, dimana masing-masing menempati berkas

yang terpisah.

Alasannya :

Karena mereka diimplementasikan pada organisasi internal yang

berbeda. Masing-masing berkas tersebut harus menempati pada alat

penyimpan yang bersifat Direct Access Storage Device (DASD).

Tugas_4_Sistem_Berkas_141051090
2.3.1. Blok Indeks Dan Data (Dinamik)

Pada pendekatan ini berkas indeks dan berkas data

diorganisasikan dalam blok. Berkas indeks mempunyai struktur tree,

sedangkan berkas data mempunyai struktur sequential dengan

ruang bebas yang didistribusikan antar populasi record.

Pada gambar tersebut ada N blok data dan 3 tingkat dari indeks.

Setiap entry pada indeks mempunyai bentuk (nilai key terendah,

pointer), dimana pointer menunjuk pada blok yang lain, dengan nilai

key-nya sebagai nilai key terendah. Setiap tingkat dari blok indeks

menunjuk seluruh blok, kecuali blok indeks pada tingkat terendah

yang menunjuk ke blok data.

Jika sebuah permintaan untuk mengakses record tertentu,

misal kita ingin mengakses dengan nilai key BAT, indeks dengan

tingkat tertinggi (dalam hal ini blok indeks 3-1) yang pertama yang

akan dicari pada contoh ini, pointer dari AARDVARK menunjuk blok

indeks 2-1. Pointer yang ditunjuk pada kotak tersebut adalah pointer

yang berisikan AARDVARK, yang akan menunjuk ke blok indeks 1-1.

POinter berikutnya yang akan ditunjuk adalah pointer yang berisi

BABOON, yang selanjutnya akan menunjuk blok data 2. Blok data ini

akan mencari untuk record dengan key tujuan, yaitu BAT, dimana

pada blok ini record tersebut ditemukan.

Tugas_4_Sistem_Berkas_141051090
Permintaan untuk akses data dalam urutan sequential

dilayani dengan mengakses blok data dalam urutan sequential.

Sebagai catatan blok data merupakan consecutive secara logik dan

bukan consecutive secara fisik. Dalam hal ini, blok data harus

dihubungkan secara bersama dalam urutan secara logik, seperti

terlihat pada gambar.

Misal :

Setiap blok data mempunyai ruang yang cukup untuk menampung 5

record dan setiap blok indeks mempunyai ruang yang cukup untuk

menyimpan 4 pasang (nilai key, pointer).

Parameter ini biasanya sudah dilengkapi dengan rutin

dukungan sistem manajemen data, pada saat berkas binatang ini

dibentuk.

Jika kita menginginkan penyisipan maupun penghapusan

terhadap isi berkas, maka blok indeks dan blok data akan dibuat

dengan sejumlah ruang bebas, yang biasanya disebut sebagai

padding dan pada gambar ditunjukkan sebagai irisan.

Permintaan : INSERT APE

INSERT AIREDALE

Hanya blok data 1 yang digunakan dan hasilnya ditunjukkan pada

gambar di bawah ini :

Tugas_4_Sistem_Berkas_141051090
Gambar II.5

Entry pada blok harus diletakkan berdasarkan urutan sequential

ascending.

Permintaan :

INSERT ARMADILLO

Pencarian dari struktur indeks menyatakan bahwa

ARMADILLO seharusnya menempati blok data 1, tetapi blok tersebut

sudah penuh.

Untuk mengatasi keadaan tersebut, blok data 1 dipecah dengan

memodifikasi blok indeks 1-1.

Tugas_4_Sistem_Berkas_141051090
Gambar II.6

Separuh dari isi blok data, tetap menempati blok tersebut dan

separuhnya lagi dipindahkan ke blok yang baru dibuat, yaitu blok

data 1A.

Hasilnya ditunjukkan pada gambar di bawah ini :

Tugas_4_Sistem_Berkas_141051090
Gambar II.7

permintaan :

INSERT CAT

INSERT BEAR

INSERT BOBCAT

Akan mengisi blok data 2, tetapi blok data tersebut harus

dipecah menjadi blok data 2 dan 2A

Blok indeks 1-1 sudah penuh dan tidak dapat memuat pointer

pada blok data 2A, sehingga inipun harus dipecah, dengan cara

mengubah penafsiran indeks pada tingkat 2.

Jika blok indeks pada tingkat paling tinggi (dalam hal ini

indeks tingkat 3) sudah penuh, maka harus dipecah, sehingga

sebuah indeks tingkat yang baru akan ditambahkan pada indeks

tree.

Tugas_4_Sistem_Berkas_141051090
Maka seluruh pencarian langsung memerlukan pengaksesan empat blok

indeks dan sebuah blok data.

Gambar II.8

2.3.2. Prime dan Overflow Data Area

Pendekatan lain untuk mengimplementasikan berkas indeks

sequential adalah berdasarkan struktur indeks dimana struktur

indeks ini lebih ditekankan pada karakteristik fisik dari penyimpanan,

dibandingkan dengan distribusi secara logik dari nilai key.

Indeksnya ada beberapa tingkat, misalnya tingkat cylinder

indeks dan tingkat track indeks. Berkas datanya secara umum

diimplementasikan sebagai 2 berkas, yaitu prime area dan overflow

area.

Misalnya setiap cylinder dari alat penyimpanan mempunyai 4 track.

Pada berkas binatang ada 6 cylinder yang dialokasikan pada prime

Tugas_4_Sistem_Berkas_141051090
data area. Track pertama (nomor 0) dari setiap cylinder berisi sebuah

indeks pada record key dalam cylinder tersebut.

Entry pada indeks ini adalah dalam bentuk :

nilai key terendah, nomor track

Gambar II.9

Dalam sebuah track data, tracknya disimpan secara urut

berdasarkan nilai key.

Tingkat pertama dari indeks dalam berkas indeks dinamakan

master indeks.

Entry pada indeks ini adalah dalam bentuk :

nilai key tertinggi, pointer

Tingkat kedua dari indeks dinamakan cylinder indeks.

Indeks ini berisi pointer pada berkas prime data dan entry-nya dalam

bentuk :

nilai key tertinggi, nomor cylinder
Tugas_4_Sistem_Berkas_141051090
Jika sebuah permintaan untuk mengakses record tertentu, misal kita

akan mengakses dengan nilai key BAT, pertama akan dicari pada

master indeks. Karena BAT ada di depan LYNX, maka pointer dari

LYNX akan menunjuk ke cylinder index. Karena BAT ada di depan

ELEPHANT, maka pointer dari ELEPHANT akan menunjuk ke track 0

dari cylinder 1. Karena BAT ada di belakang BABOON dan di depan

COW, maka pointer dari BABOON akan menunjuk ke track 2, yang

mencari secara sequential sampai BAT ditemukan.

Permintaan untuk mengakses data secara sequential akan

dilayani dengan mengakses cylinder dan track dari berkas data

prime secara urut.

Misal setiap track dari berkas prime data mempunyai ruang

yang cukup untuk menampung 5 record (jika penyisipan dan

penghapusan terhadap berkas dilakukan, maka akan dibentuk

padding).

Permintaan :

INSERT APE

INSERT AIREDALE

Akan mudah dilayani. Hanya track data 1 dari cylinder 1 yang akan

digunakan dan hasilnya ditunjukkan pada gambar di bawah ini :

Tugas_4_Sistem_Berkas_141051090
Gambar II.10

Permintaan :

INSERT ARMADILLO

Agak sulit ditangani. Pencarian struktur indeks menyatakan bahwa

ARMADILLO seharusnya menempati track 1 dari cylinder 1, tetapi

track tersebut sudah penuh.

Untuk mengatasi keadaan tersebut diperlukan overflow data

area. Overflow data area ini merupakan berkas yang terpisah dari

prime data area, tetapi overflow area ini ditunjukkan oleh entry

prime data area.

Hasilnya ditunjukkan pada gambar di bawah ini :

Tugas_4_Sistem_Berkas_141051090
Gambar II.11

Karena ARMADILLO seharusnya berada setelah kelima entry

pada track 1 dari cylinder 1, tetapi karena track ini sudah penuh,

maka ARMADILLO dipindahkan ke overflow data area. Indeks track

dari cylinder 1 harus dimodifikasi untuk memperlihatkan bahwa ada

sebuah record pada overflow area yang secara logik seharusnya

menempati pada akhir dari track 1, sehingga penambahan dari entry

itu adalah :

<ARMADILLO,ovfl-ptr>

Dengan ovfl-ptr adalah :

<cylinder, track, record>

Permintaan :

INSERT CAT

INSERT BEAR

INSERT BOBCAT

Akan mengisi track 2 dari cylinder 1 pada prime data area, tetapi pengisian

tersebut mengakibatkan penggunaan overflow area. Perhatikan CAT

dipindahkan ke overflow area, karena entry pada prime track tidak hanya

harus dalam urutan, tetapi juga entry tersebut harus mendahului suatu

entry overflow dari track tersebut.

Hasilnya ditunjukkan pada gambar di bawah ini :

Tugas_4_Sistem_Berkas_141051090
Gambar II.12

Permintaan :

INSERT ANT

Hasilnya ditunjukkan pada gambar di bawah ini :

2.4.Keuntungan Dan Kerugian Penggunaan Magnetic Disk

● Keuntungan Index Sequential File :

Sangat cocok untuk digunakan menyimpan batch data ataupun

individual data. Dibanding Sequential file, pemanggilan data menjadi

lebih cepat.

● Kerugian Index Sequential File :

Tugas_4_Sistem_Berkas_141051090
Access (pemanggilan) data tidak bisa disamakan dengan random

(direct access file). Memerlukan adanya ruangan extra didalam

memory untuk menyimpan index data. Memerlukan adanya

hardware dan software yang lebih kompleks.

· Secara rekursif suatu struktur pohon dapat didefinisikan sebagai

berikut :

- Sebuah simpul tunggal adalah sebuah pohon.

- Bila terdapat simpul n, dan beberapa sub pohon T1, T2, …, Tk,

yang tidak saling berhubungan, yang masing-masing akarnya adalah

n1, n2, …, nk, dari simpul / sub pohon ini dapat dibuat sebuah pohon

baru dengan n sebagai akar dari simpul-simpul n1, n2,.nk.

BAB III PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Organisasi berkas indeks sequential adalah berkas / file yang

disusun sedemikian rupa sehingga dapat diakses secara sequential

maupun secara direct (langsung) atau kombinasi keduanya, direct

dan sequential. Penyimpanan ataupun penulisan character demi

character yang ada didalam external memory, harus diatur

sedemikian rupa sehingga komputer bisa dengan mudah

menemukan kembali data-data yang tersimpan didalamnya. Aturan

Tugas_4_Sistem_Berkas_141051090
inilah yang kemudian dikenal sebagai organisasi file. Dalam hal ini,

dikenal ada beberapa metoda, yaitu: Sequential File, Random File

dan Index Sequential File.

3.2.Saran

Agar kita dapat menggunakan komputer dengan nyaman dan

sistem penyimpanan file dengan sistematika yang seragam. Maka

media penyimpanan logis yang tepat yaitu dengan menggunakan

Sistem Berkas.

DAFTAR PUSTAKA

- https://riantyfeliz.wordpress.com/about/ (diakses 22 Maret 2017)
- http://deagestano.blogspot.com/2009/11/organisasi-berkas-ind
eks-sequential.html (diakses 22 Maret 2017)
- http://firdan-ardiansyah.blogspot.com/2009/11/organiasi-berkas-in
dex-sequential.html (diakses 22 Maret 2017)
- http://anidotnet.blogspot.com/2009/11/organisasi-berkas-indek
s-sequential_01.html (diakses 22 Maret 2017)
- http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=we
b&cd=5&cad=rja&uact=8&ved=0CDMQFjAE&url=http%3A%2F
%2Fsaefudin.staff.jak-stik.ac.id%2Ffiles%2Fsistem-berkas[4].doc
&ei=VsMDVYzdPM2JuATWy4KQBA&usg=AFQjCNFeubprzxNS0-Q
4g5BxgiySK6KBow&bvm=bv.88198703,d.c2E (diakses 22 Maret
2017)
- http://ahmadpuriteknik.blogspot.com/2012/12/organisasi-berkas-
indeks-sequential.html (diakses 22 Maret 2017)

Tugas_4_Sistem_Berkas_141051090