You are on page 1of 9

1

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2014) 1-6

Studi Koordinasi Proteksi Pada Sistem
Kelistrikan Bandara Internasional Juanda
Surabaya
Rimawan Asri, Dr. Ir. Margo Pujiantara, MT. 1), Dimas Fajar Uman Putra, MT2).
Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111
Email: rimawan_578@yahoo.com, margo@ee.its.ac.id1), dimas@ee.its.ac.id2)

Abstrak – Bandara Internasional Juanda Surabaya koordinasi proteksi. Dengan sistem koordinasi proteksi yang
merupakan bandara terbesar dan tersibuk setelah Bandara tepat dan handal maka saat sistem kelistrikan mengalami
Internasional Soekarno-Hatta. Bandara ini juga berfungsi gangguan seperti hubung singkat, gangguan tersebut dapat
sebagai basis penerbangan militer TNI-AL. Bandara segera diisolir dari sistem sehingga sistemtetap mampu
Juanda diresmikan pada tahun 1964 sebagai pangkalan beroperasi dengan baik tanpa menimbulkan resiko gangguan
militer kemudian dialihkan sebagai bandara komersil pada terhadap pelayanan penerbangan.
tahun 1984 dan pada tahun 2000 dilaksanakan perbaikan
fasilitas dan pengembangan bandara secara besar-besaran
guna meningkatkan pelayanan publik. Untuk memberikan II. TEORI PENUNJANG
pelayanan yang handal maka dibutuhkan keandalan sistem A. Gangguan Hubung Singkat
kelistrikan yang tinggi untuk menyuplai tiap peralatan vital
Gangguan hubung singkat dapat digolongkan menjadi
dan fasilitas penting diantaranya sistem telekomunikasi
dua macam yaitu: gangguan hubung singkat simetri, dan tidak
pada menara kendali, lampu runway,komputer-komputer
simetri (asimetri)[1]. Gangguan ini dapat menyebabkan
pengolah data,sistem navigasi radar dan fasilitas publik.
mengalirnya arus lebih pada fasa yang terganggu. Selain itu,
Hingga saat ini sistem proteksi listrik Bandara belum
gangguan ini juga dapat menimbulkan
pernah distudi ulang apakah sudah mampu menjamin
kenaikan tegangan pada fasa yang tidak mengalami gangguan.
keandalan kelistrikan bandara. Sehingga diperlukan untuk
Hampir semua gangguan yang terjadi pada sistem
melaksanakan “Studi Koordinasi Proteksi pada Sistem
tenaga listrik merupakan gangguan tidak simetri (asimetri).
kelistrikan Bandara Juanda” untuk memperoleh
Analisa hubung singkat yang dipakai di berbagai bidang
rekomendasi setting rele khusunya rele arus dengan
seperti sistem utility, sistem kelistrikan industri, sistem
menggambarkan kurva karakteristik rele arus lebih
kelistrikan auxillary pada pembangkit maupun pada sistem
kelistrikan pada kapal. Analisa hubung singkat ini berfungsi
(overcurrent relay). Sebelum melakukan setting arus
untuk mengetahui dan menentukan nilai rating peralatan dan
beban penuh, arus hubung singkat, dan setting waktu
sebagai acuan terhadap koordinasi proteksi. Adapun cara untuk
dari rele arus lebih,maka perlu dilakukan perhitungan mengoreksi keamanan dari peralatan ini digunakan analisa dan
manual. Kemudian hasilnya akan ditampilkan dalam perhitungan arus hubung singkat maksimum. Sedangkan,
gambar grafis berbentuk kurva arus-waktu. Tugas akhir perhitungan arus hubung singkat minimum berfungsi untuk
ini akan merekomendasikan pengaturan koordinasi rele perhitungan guna mendapatkan nilaisetting rele pengaman arus
arus lebih di Bandara Juanda sehingga akan lebih.
mendapatkan koordinasi rele arus lebih yang handal.
B. Rele Arus Lebih
Kata Kunci : koordinasi proteksi, kurva arus-waktu, rele arus Rele arus lebih adalah rele yang beroperasi ketika arus
lebih. yang mengalir melebihi batas yang diizinkanRele. ini
dipilih karena gangguan ngya paling sering terjadi pada
I. PENDAHULUAN sistem diakibatkan oleh adanya hubung singkat dan beban
lebih yang akan menghasilkan arus yang sangat besar[5].
andara Internasional Juanda Surabaya sebagai bandara
Koordinasi waktu pada rele arus lebih yaitu proses
Btersibuk dituntut harus memiliki standar keselamatan
penentuan setting untuk rele agar dapat bekerja saat sistem
penerbangan sesuai standar Internasional dimanasistem mengalami gangguan[3]. Rele ini sering di gunakan di setiap
kelistrikan harus mensupply bandara selama 24 jam dalam zona proteksi. Rele akan bekerja apabila memenuhi keadaan
melayani penerbangan sipil dan militer.Pihak PT.Angkasa sebagai berikut[2]:
Pura I selaku pengelola bandara andaJu terus berbenah
dalam meningkatkan pelayanan baik dari segi fasilitas
penerbangan maupun fasilitas untuk kenyamanan seluruh If > Ip rele bekerja (trip)
pengguna jasa dan karyawandi bandara Internasional If < Ip tidak bekerja (block)
Juanda Surabaya
Hingga saat ini istem kelistrikan bandara Juanda Dimana PI merupakan arus kerja yang dinyatakan
yang mengandalkan sumber dari PLN sebesar 20 kV belum menurut gulungan sekunder dari transformator arus (CT).
pernah distudi ulang meskipun bandara sudah lama
Dan If merupakan arus gangguan yang juga dinyatakan
digunakan dan telah mengalami perubahan untuk perluasan
terhadap gulungan sekunder CTRele. arus lebih dapat
fasilitas bandara, sehinggadipandang perlu adanya studi

Pihak PT... Koordinasi Berdasarkan Arus dan Waktu CHL Cabin 1093 PUBLIK Chiller Dalam suatu sistem kelistrikan terdapat susunanrele PTB-1 Passenger Terminal Building 1287 PUBLIK pengaman yang terdiri darirele pengaman utama dan rele PTB-2 Passenger Terminal Building 1287 PUBLIK pengaman backup. Setting Rele Arus Lebih Waktu Invers Sistem kelistrikan Bandara Juanda merupakan sistem Batas penyetelan rele arus lebih adalah rele tidak bekerja yang terdiri dari 2 sumber yaitu dari PLN sebesar 20 kV pada saat beban maksimum. setting arusnya menggunakan 2 feeder utama sedati yang terhubung dengan harus lebih besar dari arus beban maksimum.00 1. Adapun B CG Cargo 235 PUBLIK koordinasi ini dilakukan pada setelan pickup dan time delay dari rele tersebut. Oleh karena itu. Rele arus lebih Main Power House utama sebagai Sumber utama untuk memiliki setelan pickup dan setelan time dial.(2) ∝ I � -1� β× �� Iset Di mana : td = waktu operasi (detik) T = time dial I = nilai arus (Ampere) Iset = arus pickup (Ampere) k = koefisien invers 1 (lihat tabel 1) α = koefisien invers 2 (lihat tabel 1) β = koefisien invers 3 (lihat tabel 1) Lum p 1 Lump 1 Lum p 1Lump 1Lum p 1 Lump 1Lump 1 Lum p 1Lump 1Lum p 1Lump 1 Lump 1 Lump 1 Lump 1Lump 1Lump 1Lump 1Lump 1Lump 1 Lump 1Lump 1 Lump 1Lump 1 Lump 1 Lump 1 Lump 1Lump 1 Lum p 1 Lump 1Lum p 1 Tabel 1.37 CREW time..0 2.1s (2-5 cycle) . Adapun untuk menentukan besarnyatap yang masing-masing 1500 kVA sebagai sumber cadangan. MPH-TO Main Power 18. No.808 ID SERVICE (kVA) KET.8 PUBLIK Iset A > Iset B > Iset C > Iset D………..PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur sebagai Setelan time dial menentukan waktu operasi rele. (2014) 1-6 berupa rele arus lebih waktu tertentu. rele arus lebih waktu III. SISTEM KELISTRIKAN BANDARA invers.87 CREW Antara rele pengaman utama dan rele pengaman TH10 Tower Area 50. OB Operational Building 2 282 CREW Untuk itu. diperlukan adanyatime delay antara rele utama RC Service Car Area 91.6 PUBLIK dan rele cadangan (backup). Antara rele pengaman utama dengan rele PTB-3 Passenger Terminal Building 1287 PUBLIK pengaman backup ini harus dikoordinasikan agar AO Operational Building 1 282 CREW menghasilkan sistem proteksi yang sempurna.5 PUBLIK berikut [6]: RB Building Area 22. JUANDA A.…………(3) R28 Run Way 28 110. Pada rele arus menyuplai seluruh sistem kelistrikBandara dan lebih.00 0. Perbedaan waktu kerja minimal antararele utama dan AP-2 Apron 96. Single line diagram Bandara Juanda Tipe Kurva Koefisien Adapun untuk data beban di Bandara Juanda k α β Standard Inverse 0.2 – 0.05-1.35 detik[7].91 CREW cadangan (backup) tidak boleh bekerja secara bersamaan. 2 JURNAL TEKNIK POMITS Vol.02 2.3 Iset.karena primary Iset adalah ar uspickup dalam Ampere. besarnya aruspickup ditentukan dengan pemilihan menggunakan Generator sebanyak 4 buah dengan kapasitas tap.970 dapat dilihat pada tabel 2. 891 CREW 1 sebagai berikut menurut standard IEEE 242 : SD-2 Hanggar. digunakan dapat menggunakan persamaan sebagai berikut : Generator hanya digunakan apabila PLN mengalami Iset gangguan dan hanya mensupplai sistem yang vital dalam Tap = ………(1) jangka waktu tertentu. Sistem kelistrikan Juanda sampai saat CT ini masih mengandalkan supplai dari PLN 20 kV. 241 CREW 2 Waktu buka CB : 0. POL Pertamina 788 AVTUR D. Untuk penangguang jawab Unit kerja distribusi PLN di Bandara menentukan time dial dari masing-masing kurva Juanda yang merupakan konsumen prioritas utama dalam karakteristik invers rele arus lebih dapat digunakan persamaan sebagai berikut [4]: pemakaian listrik td = k × T ………. Dengan spesifikasi SD-1 Hanggar.. 1. Time delay ini sering dikenal sebagai setelan setting kelambatan waktu (Δt) atau grading AP-1 Apron 83. Untuk memberikan koordinasi yang baik.Angkasa Pura I sebagai pengelola bandara Juanda Surabaya dengan British BS 142 batas penyetelannya adalah 1.5 CREW Building setelan pickup rele-rele tersebut harus memenuhi syarat RA Parking Area 22. 1. Menurut standart sudah adanya kesepakatan kerja antara Pihak PT.500 Tabel 2 Data beban Bandara Juanda Essential dan General Extremely Inverse 80.14 0. Very Inverse 13. dan rele arus lebih waktu instan.42 CREW rele backup adalah 0.04 – 0.5 1. Koefisien invers time dial Gambar 1. Sistem Kelistrikan Bandara Juanda C.

44 CREW Faktor keamanan : 0.Overtravel dari rele : 0.22s . 353 CREW 3 R10 Run Way 10 144.1s SD-3 Hanggar.12-0.

14  High Set Current Setting (I>>) Iset ≤ 0.14 × K td = 0.. CT : 20/5 FLA : 11. No.Untuktime A.97 × �� � -1� IEB td × 2.012 dipilih Iset = 13. HASIL SIMULASI DAN ANALISA • Kurva rele 18 adalah kurva yang berwarna hijau dimana pada kurva ini terdapat kesalahan.4 CT 20 y  Time Dial Dipilih waktu operasi (td) = 0. Tipikal 1 delay tidak sesuai karena settingan time delay hanya selisih 0.14 0.548 12.Dan untukPickup Instantinous diperbesar agar tidak BUS1 MPH3 20kV terkenadamage curve sehingga mampu melindungi trafo CB 12 T02-R28 CB18 • Kurva rele 1 adalah kurva yang berwarna kuning dimana time BUS R10-28 20 kV delay yang disetting masih kurang sempurna karena selish CB 16 antara rele yang dibawahnya belum sesuai dan settingan dariLow Set Current maupun Pickup Instantinous harus T02-R28 disetelan lebih baik karena sebagai backup terakhir BUS THR 28 380 V THR 28-1 Adapun perhitungan setting rele 18 sebagai berikut: Manufaktur : Micom Areva Gambar 2.rele 61.02 Isc Max bus R10-28 K= td × 2.8 x Isc min bus R10-28 Iset Gambar 3.5 kA Iset ≤ 10 kA dipilih Pada kondisi existing tipikal 1 masih ada beberapa Iset = 120 A Iset kekurangan antara lain: Tap = = 120 = 6 In CT 20 y  Time Delay .3 x FLA 1.1.1 Sistem pengaman pada tipikal 1berlaku dari PLN ke bus dari rele 16.4 A Iset Tap = = = 0.5 kA dilihat pada gambar 3.14 0.02 -1� �� � IEB K= 0. Hasil plot setelan rele existing tipikal 1 ≤ 0.05 x 11.125 ≤ Iset ≤ 15. 1.125s 0. kAdapunV gambar 2 merupakan single line diagram dari tipikal 1. Untuktime delay tidak sesuai karena settingan time delay hanya selisih 0. 1.Sedangkan kurvaLow set Current yang seharusnya R28 yang terdiri dari rele 16. (2014) 1-6 IV.97 × I 0.4 0.67 In 13. • Kurva rele 12 ad alah kurva yang berwarna ungu dimana pada kurva ini terdapat kesalahan.125× 2.97 × �� 14840 -1� � 0. CB 47 gradding time dengan rele 12 dan rele 18 hanya selisih CB 61 0.97 × �� tap x CT primary � -1� 0.548 A  Low Set Current Setting (I>) 1.rele 47 sama dengan rele 12 berfungsi sebagai rele backup rele 16 dan rele 1 pa da tegangan 20 .8 x 12.05 x FLA ≤ Iset ≤ 1.67 x 20 K= = 0.02 0.548 ≤ Iset ≤ 1.02 I 2.rele 18.3 x 11.1 dari rele 16 PLN 20 kV CB1 • Kurva rele 47 dan rele 61 adalah kurva yang berwarna BUS MPH M01 20 kV hijau dimana time delay yang disetting terdapat kesalahan. Single line tipikal Lump1 1 Model : P121 Kurva : Standar Inverse Adapun kurva hasil plot rele existing tipikal 1 dapat Isc min bus R10-28 : 12. 3 JURNAL TEKNIK POMITS Vol.rele 12.

Dipilih time delay = 0.3s .

7s Adapun kurva hasil plot rele resetting tipikal 1 dapat dilihat pada gambar 4.8 x Isc min bus MPH M01 Iset ≤ 0.14 × K td = 0.3 x FLA 1.9 x 500 = 0.97 × �� � -1� IEB Isc Max bus MPH M01 0.05 x 381.9 In 500 CB 59 CB 56 BUSPANEL PTB 20kV  High Set Current Setting (I>>) CB 53 Iset ≤ 0. 1. (2014) 1-6 Adapun perhitungan setting rele 1 sebagai berikut: B.72 In CT 500 PTB 3 y Lump 1 Gambar 5. Padahal seharusnya rele pengaman transformator T02 PTB ini tidak boleh bekerja saat inrush muncul. Gambar 6.8 x 12.05 ≤ Iset ≤ 1.325s Adapun kurva hasil plot rele existing tipikal 2 dapat dilihat pada gambar 6.14 14840 0. 4 JURNAL TEKNIK POMITS Vol.02 0. 0. No. 1. Tipikal 2 Tipikal ini dimulaiPLN sampai bus PTB.325× 2.054 PLN 20 kV 400 ≤ Iset ≤ 495 dipilih Iset = CB1 450 A BUS MPH M01 20 kV Tap = CT y Iset = 450 = 0.97 × �� tap x CT primary -1� � 0.5 0. Hasil plot setelan rele resetting tipikal 1 .5 kA T02-PTB Iset ≤ 10 kA dipilih Iset = 2860 A BUS PTB3 380 kV Iset Tap = = 2860 = 5.02 I 2. Terlihat bahwa rele ini terletak di sebelah kiri daridamage curve transformator T02 PTB serta titinrushk.05 x FLA ≤ Iset ≤ 1.14 Time Delay Dipilih time delay = 0. Rele ini akan selalu bekerja saat transformator T02 PTB energizing.3 x 381. Hal ini disebabkaninrush bukan merupakan gangguan dan hanya muncul saat Gambar 4. Single line tipikal 2  Time Dial Dipilih waktu operasi (td) = 0.02 K = td × 2. Adapun gambar  Low Set Current Setting (I>) 5 merupakan single line diagram dari tipikal 2. Hasil plot setelan rele existing tipikal 2 Pada kondisi existing tipikal 2 masih ada beberapa kekurangan antara lain: • Kurva rele 53 ad alah kurva yang berwarna hijau dimana pada kurva ini terdapat kesalahan. 1.97 × �� � -1� K= 0.

02 kesalahan.14 14840 0.8 x Isc min bus PTB3(in HV) Iset ≤ 0.05 x 187.97 × �� � -1� IEB I 0.02 I 2.15s • Kurva rele 56 dan rele 59 adalah kurva yang td = 0. (2014) 1-6 energizing sehingga disarankan kurva rele 53 Time Dial berada di sebelah kanan titik inrush.97 × �� tap x CT primary -1� dimana time delay yang disetting masih kurang 0.14 0.8 x 12.14 × K berwarna biru dimana pada kurva ini terdapat I 0.02 � • Kurva rele 1 adalah kurva yang berwarna kuning K= 0.02 0.576 A dipilih Iset = 750 A CT y 200 Tap = Iset = 75 = 8.63 kA x �020.821 Dipilih time delay = 0.3 Set Current maupun Pickup Instantinous harus  High Set Current Setting (I>>) disetelan lebih baik karena sebagai backup terakhir Iset ≤ 0.Untuk time delay tidak sesuai karena 2.02 sempurna karena selisih antarae yangrel K= 14840 dibawahnya belum sesuai dan settingan dariLow 0.05 x 72. No.3s dipilih Iset = 90 A Iset 90 Tap = = = In Adapun kurva hasil plot rele resetting tipikal 1 dapat CT y 90 dilihat pada gambar 4.05 x FLA ≤ Iset ≤ 1..3 x 187.97 × �� � -1� IEB K= 0.186 × 2.3 x 72. 1.1 dari rele 53 .3 x FLA 1.65 ≤ Iset ≤ 1.17 ≤ Iset ≤ 1.3 x FLA Tap = CT dipilih Iset = 1000 A = 5 In y = 200 Iset 1000 1.97 × �� Isc Max bus panel PTB tap x CT primary -1� � K= 0.05 x FLA ≤ Iset ≤ 1.14 0.97 × �� � -1� 1x 90 K= = 0.186s 0.1s Adapun perhitungan rele 56 sebagai berikut:  Low Set Current Setting (I>) 1.77 ≤ Iset ≤ 93. 1.Dan untuk Pickup Instantinous diubah td × 2. 5 JURNAL TEKNIK POMITS Vol.02 0.14  High Set Current Setting (I>>) Iset ≤ 0.186 × 2.97 × �� I � -1� settingannya dengan diperbesar agar mapuK = 0.65 197 ≤ Iset ≤ 244 dipilih Iset = 200 A Iset 200 Tap = = = In .14 × K td = 0.14 Isc Max Bus 1MPH3 0.8 x Isc min bus 1MPH3 Adapun perhitungan setting rele 53 sebagai berikut: Iset ≤ 0.8 x 50.02 IEB membackup rele 53 0.  Time Dial Dipilih waktu operasi (td ) = 0.333 In 0 CT 90 y Time Delay Dipilih time delay = 0.425 0.5 kA Iset ≤ 10 kA  Low Set Current Setting (I>) 1.15 × 2. Dipilih waktu operasi (td ) = 0.97 × ��1x 0.17 Time Delay 75.15× 2.38� Iset ≤ 769.97 × �� � IEB -1� settingan time delay hanya selisih 0.02 td × 2.14 200� -1� = 0.

Gambar 7. Hasil plot setelan rele resetting tipikal 2 Dari hasil resetting diatas maka koordinasi proteksi antar rele akan bekerja sesuai standar. . dimana saat terjadi arus hubung singkat maka rele akan bekerja dengan grading time yang sesuai dan mampu mengisolir sistem yang trouble dengan cepat sehingga peralatan listrik tidak rusak.

2006 BIODATA PENULIS Penulis memiliki nama lengkap Rimawan Asri. 1980 [2] Sutherland. Schneider Electric. Ch. Ch. karena belum mencakup seluruh level arus hubung singkat. maka diperlukan pengaturan ulang untuk mencapai koordinasi yang baik. Penulis dilahirkan di Sajoanging . 3. Canada. “Electrical System Analysis and D esign for Industrial Plant”. (2014) 1-6 6 V. Ch. Power“ System Protection”.Pada beberapa rele. KESIMPULAN Kepala Seksi Komunikasi Perang Elektronika Dinas Operasi Dari simulasi dan analis koordinasi proteksi pada sistem Satuan Radar 214 TNI AU di Pemalang-Tegal Jawa Tengah.Propinsi Sulawesi Selatan pada tanggal 21-Oktober-1986. Email penulis rimawan_578@yahoo. Protective Device Coordination in an Industrial Power System with Multiple Sources. 1. McGraw-Hill Inc. terutama pada setelan pickup dan grading time antar rele pengaman. Penulis mengawali pendidikannya di SDN 211 Sajoanging kabupaten Wajo (lulus tahun 1998).. 7. Hal ini dapat menyebabkan koordinasi yang kurang baik sebab ada kemungkinan relebackup juga ikut trip karena tidak memberikan waktu yang cukup untuk rele pengaman utama selesai memutus ganguan terlebih dahulu.JURNAL TEKNIK POMITS Vol.. SMPNegeri 1 Sajoanging (lulus tahun 2001). Terdapat beberapa setelan rele yang belum tepatElektro (FTI-ITS) dan mengambil bidang studi Teknik Sistem Tenaga. kemudian melanjutkan ke Solo berdinas di Depohar 50 Sathar Radar Plessey Inggris. Inc. SMK Teknologi Penerbangan Hasanuddin Makassar (lulus tahun 2004). Principle and Application”. Jurusan Teknik 1. USA. IEC“-SIT-SIT-A-10PU_1”.. Ch. Electric“ Relays. yakni 0. 4. Peter E. 2006 [7] Gurevich. Yogyakarta. DAFTAR PUSTAKA [1] Lazar. ISTE Ltd. ITS. Vladimir. John Wiley & Sons. “Protection of Electrical Networks”.M. P. 2008 [5] Erik bramadin. Hal ini dapat menyebabkan rele tersebut trip meski tidak terjadi gangguan. Pada tahun 2008 berdinas di Lanud Sulaiman Bandung.” Studi Koordinasi Proteksi Pada Pabrik Alumina PT Antam (persero) TBK”tugas akhir. USA. 1998 [4] Trip Curve..com dan koordinasi yang kurang baik. Kemudian enulisp melanjutkan pendidikan militer di Akademi Angkatan Udara. Tahun 2009-2012 menjabat sebagai Perwira . [3] Anderson.1 detik. 1. No. CRC Press.Kabupaten Wajo . kelistrikan Bandara Internasional Juanda Surabayadapat Saat ini penulis berdinas di Lanud Juanda abayaSur dan kesimpulan sebagai berikut: melanjutkan studi sarjana melalui programLintas Jalur di Institut Teknologi Sepuluh Nopember. 10. 2012 [6] Prévé. Irwin. 1. 9. London. setelanpickup kurva inversnya masih menyentuh arus full load beban. New York : General Electric Co. Terdapat setelan instan pada beberapa rele yang belum maksimal. Christophe. Hal ini mengakibatkan rele tidak dapat bekerja secepat mungkin untuk mengamankan peralatan ketika terjadi gangguan hubung singkat minimum. dan lulus pada tahun 2007 sebagai perwira TNIAU. Dari kesalahan eksisting relearus lebih yang kurang terkoordinasi. 3. 2. Grading time yang diberikan terlalu sempit.