You are on page 1of 11

SALINAN

FRESIDEN
I{E['TUI:,!I_IK INDONESIA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 90 TAHUN 2016
TENTANG

BADAN PENINGKATAN PENYELENGGARAAN
SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM

DENGAN RAHMATTUHAN YANG MAHA ESA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 37 ayat (21
Peraturan Pemerintah Nomor 122 Tatlun 2015 tentang
Sistem Penyediaan Air Minum, perlu menetapkan Peraturan
Presiden tentang Badan Peningkatan Penyelenggaraan
Sistem Penyediaan Air Minum;

Mengingat 1. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945;

2. Undang-Undang Nomor l1 Tahun 1974 tentang
Pengairan (kmbaran Negara Republik Indonesia
Tahun 1974 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 3046);

3. Peraturan Pemerintah Nomor 122 Tahun 2015 tentang
Sistem Penyediaan Air Minum (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 345, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5802);

MEMUTUSKAN:

McnetapKan: PERATURAN PRESIDEN TENTANG BADAN PENINGKATAN
PEI{YELENGGARAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM.

BAB I

Pasal 5 . 2. Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pekerjaan umum. Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum yang selanjutnya disingkat BPPSPAM adalah Badan yang dibentuk untuk meningkatkan penyelenggaraan sistem penyediaan air minum. Pasal 4 BPPSPAM berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia. TUGAS. pasal 3 BPPSPAM merupakan lembaga non struktural yang berada di baWah dan bertanggung jawab kepada Menteri. BAB II PEMBENTUKAN. Pemerintah Daerah adalah kepala daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah otonom. PRESIDEN REPU BLIK INDONESIA -2- BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Presiden ini yang dimaksud dengan: 1. 3. KEDUDUKAN. Pemerintah Pusat adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia yang dibantu oleh Wakil Presiden dan menteri sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. DAN FUNGSI pasal 2 Dengan Peraturan Presiden ini dibentuk BppSpAM. 4.

fasilitasi peningkatan kinerja penyelenggaraan sistem penyediaan air minum oleh badan usaha milik negara dan/atau badan usaha milik daerah dalam rangka pemenuhan persyaratan kualitas. penilaian kinerja penyelenggaraan sistem penyediaan air minum oleh badan usaha milik negara dan/atau badan usaha milik daerah dalam rangka pemenuhan persyaratan kualitas. Ketua. dan d. pemberian rekomendasi kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah dalam rangka menjaga kepentingan yang seimbang antara penyelenggara dengan pelanggan. (3) Anggota. pemberian rekomendasi kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah dalam rangka peningkatan penyelenggaraan sistem penyediaan air minum.yang diselenggarakan oleh badan usaha milik negara aan/Ltau badan usaha milik daerah. . b. pasal 6 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5. BPPSPAM menyelenggarakan fungsi: a. BAB III SUSUNAN ORGANISASI pasal 7 (1) Susunan organisasi BPPSPAM terdiri atas: a. dan b. (2) Ketua sebagaimana dimaksud pada ayat (l) huruf a merangkap sebagai anggota. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA 3- pasal 5 BPPSPAM mempunyai tugas membantu pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah dalam rangka meningkatkan penyelenggaraan sistem penyediaan air minum yang dilaksanakan oleh badan usaha milik negara dan/atau badan usaha milik daerah penyelenggara sistem penyediaan air mrnum. kuantitas dan kontinuitas pelayanan sistem penyediaan air minum. dan kontinuitas pelayanan sistem penyediaan air minum. Anggota. c. kuantitas.

. dan d..JrTntt lort}*=. minum. masyarakat profesi yang mewakili asosiasi profesi yang berkaitan dengan bidang penyelenggaraan sistem penyediaan air minum sebanyak I (satu) orang. pemerintah sebanyak 2 (dua) orang. unsur masyarakat profesi. Pasal 9 (1) Dalam hal anggota BPPSPAM berasal dari pegawai negeri sipil maka pegawai negeri sipil tersebut diberhentikan dari jabatan organiknya selama menjadi anggota BppSpAM tanpa kehilangan statusnya sebagai pegawai negeri sipil. Pasal 10.. (2) Pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dinaikkan pangkatnya setiap kali setingkat lebih tinggi tanpa terikat jenjang pangkat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang telah mencapai batas usia pensiun. pelanggan yang terdaftar sebagai penerima layanan air minum dari penyelenggara sistem penyediaan air minum yang berasal dari badan usaha milik negara atau badan usaha milik daerah sebanyak 1 (satu) orang. (41 Anggota dari unsur pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a berasal dari pegawai negeri sipil. b. c.o -4- (3) Anggota BPPSPAM sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berjumlah 5 (lima) orang yang terdiri atas unsur: a. dan huruf d tidak berstatus sebagai pegawai negeri sipil. (s) Anggota dari unsur penyelenggara sistem penyediaan air minum. penyelenggara sistem penyediaan air minum yang berasal dari badan usaha milik negara atau badan usaha milik daerah sebanyak 1 (satu) orang. dan unsur pelanggan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b. . dapat tetap menduduki jabatan sampai dengan masa periode jabatan berakhir. Pasal 8 Ketua BPPSPAM sebagaimana dimaksud dalam pasal r ayat (L) huruf a berasal dari unsur Pemerintah pusat yang menangani penyelenggaraan sistem penyediaan air. huruf c. REP.

meninggal dunia. g.Tn= *t o =. d. h. kepengusahaan. h. mempunyai integritas dan dedikasi yang tinggi. melakukan tindakan atau sikap bertentangan dengan kepentingan negara. b. tidak menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik. dan j. calon anggota juga harus melalui uji kelayakan dan kepatutan oleh Menteri. -5- Pasal 10 (1) Untuk dapat diangkat menjadi anggota BppSpAM. sehat jasmani dan rohani. mengundurkan diri atas permintaan sendiri. kelembagaan. c. hukum. tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana kejahatan. mempunyai kualifikasi kemampuan. i. berakhir masa jabatannya dan tidak diangkat lagi. warga negara Indonesia. dan/atau . tidak cakap jasmani atau rohani. d. e. t. tidak menjalankan tugas sebagai anggota BppspAM selama 5 (lima) hari berturut-turut tanpa alasan yang sah. b. bertempat tinggal di wilayah Republik Indonesia. dan pengalaman di bidang air minum dan/atau sanitasi yang menguasai keahlian di bidang teknik. dipidana . pengetahuan.l'ot} REP u J. c. g. Pasal 11 Anggota BPPSPAM berhenti dan/atau diberhentikan karena: a. . ekonomi. keuangan. e. calon anggota harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. f. melakukan perbuatan atau sikap yang merugikan BPPSPAM. tidak merangkap jabatan sebagai direksi/komisaris. (2) selain harus memenuhi syarat sebagaimana dimaksud pada ayat (1). f. belum berusia 60 (enam puluh) tahun. bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

melanggar sumpah ljanji sebagai anggota BppSpAM. Pasal 12 (1) Masa jabatan Anggota BPPSPAM 4 (empat) tahun dan dapat diangkat kembali dalam jabatan yang sama untuk satu kali masa jabatan setelah melalui uji kelayakan dan kepatutan oleh Menteri. Pasal 14 (1) Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi. (2) sekretariat BPPSPAM sebagaimana dimaksud pada ayat (1) secara fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Ketua BPPSPAM dan secara administratif bertanggung jawab kepada Menteri.'. Pasal 15 sekretariat BPPSPAM mempunyai tugas memberikan dukungan administratif dan teknis operasional kepada BppSpAM Pasal 16 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 15. (3) sekretariat BPPSPAM dipimpin oleh Kepala sekretariat. penyiapan . (21 Dalam hal terdapat anggota BPPSPAM yang diangkat untuk menggantikan anggota BPPSPAM yang diberhentikan.?o=5*=r. Sekretariat BPPSPAM menyelenggarakan fungsi: a. dipidana karena melakukan kejahatan dengan ancaman hukuman di atas 5 (lima) tahun. BPPSPAM dibantu oleh sekretariat BppspAM yang berada di lingkungan Kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pekerjaan umum.o -6- h. Pasal 13 Pengangkatan dan pemberhentian Ketua dan/atau anggota BPPSPAM ditetapkan oleh Menteri. masa jabatan anggota BPPSPAM pengganti berlaku sampai dengan sisa masa jabatan anggota BPPSPAM yang digantikan. REPUJSI=. dan/atau l.

DAN PEMBERHENTIAN Pasal 21 (1) Kepala sekretariat merupakan jabatan struktural eselon II. BAB IV JABATAN. keuangan. t. penyiapan bahan pen5rusunan rencana dan program kerja serta laporan kegiatan BPPSPAM. sarana dan prasarana Sekretariat BPPSPAM. Pasal t7 (1) Sekretariat BPPSPAM terdiri atas paling banyak 4 (empat) Bagian. susunan organisasi dan tata kerja BPPSPAM dan sekretariat BppSpAM diatur dengan Peraturan Menteri setelah mendapat persetujuan dari menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang a. REP u J.[ * o =.T. c. (21 Bagian sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 20 Ketentuan lebih lanjut mengenai tugas. administrasi kepegawaian. fungsi.a atau Jabatan Pimpinan Tinggi pratama. b. Pasal 18 Di lingkungan Sekretariat BPPSPAM dapat ditetapkan jabatan fungsional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.. pemberian dukungan teknis operasional kepada BPPSPAM. pengolahan.paratur negara. -7 - a.35f. pelaksanaan pembinaan organisasi. pemberian dukungan administratif kepada BPPSPAM. dan e. dan penyajian data serta pen5rusunan laporan kegiatan Sekretariat BPPSPAM. PENGANGKATAN. Pasal 19 Jumlah unit organisasi di lingkungan Sekretariat BppspAM disusun berdasarkan analisis organisasi dan beban kerja. (2) Kepala . d. pengumpulan.'. terdiri atas paling banyak 2 (dua) Subbagian.

dan pegawai di lingkungan Sekretariat BPPSPAM diangkat dan diberhentikan oleh Menteri atas usul Kepala Sekretariat. dan sinkronisasi baik secara internal maupun eksternal sesuai dengan bidang tugas masing-masing.a atau Jabatan Administrator.'*"Sf. (2) Dalam . BAB V TATA KERJA Bagian Kesatu Tata Kerja BPPSPAM Pasal 24 Dalam melaksanakan tugas.a atau Jabatan Pengawas. (3) Kepala Subbagian merupakan jabatan struktural eselon IV. (2t Ketentuan lebih lanjut mengenai pembentukan dan tugas kelompok kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Ketua BPPSPAM. Pasal 25 (1) BPPSPAM melakukan rapat paling sedikit 1 (satu) kali dalam 1 (satu) bulan dan/atau sewaktu-waktr.r jika diperlukan. n r p u Jr-Tr< * r. Ketua BPPSPAM dapat membentuk kelompok kerja yang terdiri dari tenaga profesional di bidang penyelenggaraan SPAM. t. Kepala Subbagian.. Pasal 23 (1) Untuk mendukung penyelenggaraan tugas dan fungsi BPPSPAM. (2) Kepala Bagian. o -8- (2) Kepala Bagian merupakan jabatan struktural eselon III. integrasi. Pasal 22 (1) Kepala Sekretariat diangkat dan diberhentikan oleh Menteri. Ketua dan anggota BPPSPAM wajib menerapkan prinsip koordinasi.

Bagian Kedua Tata Kerja Sekretariat BPPSPAM Pasal 27 Dalam melaksanakan tugas. Pasal 31 . terkait. baik di lingkungan internal Sekretariat BPPSPAM maupun dengan satuan organisasi lain di luar Sekretariat BPPSPAM. (2) Setiap akhir tahun anggaran BPPSPAM menyampaikan laporan kepada Menteri. =. Pasal 3O Kepala Sekretariat wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk pimpinan dan bertanggung jawab kepada pimpinan serta menyampaikan laporan secara tepat waktu.'. REP u J5. memberikan bimbingan. dan sinkronisasi. dengan disertai rangkuman rinci atas masing-masing bidang tugas yang menjadi tanggung jawab BPPSPAM. Kepala Sekretariat wajib menerapkan prinsip koordinasi. Pasal 29 Kepala Sekretariat wajib bertanggung jawab. mengoordinasikan.?rtS*. integrasi. Pasal 28 Kepala Sekretariat wqjib mengawasi staf dan mengambil langkah-langkah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. memimpin. t. (21 Dalam rapat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) BPPSPAM dapat mengundang instansi dan/atau pihak .[ o -9. Pasal 26 (1) BPPSPAM melaporkan pelaksanaan tugas kepada Menteri setiap 3 (tiga) bulan sekali dan/atau sewaktu-waktu dibutuhkan. dan petunjuk bagi pelaksanaan tugas staf.

BAB VII KETENTUAN PENUTUP Pasal 33 Peraturan Presiden ini mulai berlaku sejak tanggal diundangkan. Agar . #D PRES IDEN REPUBLIK INDONESIA _10_ Pasal 31 Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan unit organisasi dari staf di lingkungan Sekretariat BPPSPAM wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan penyusunan laporan lebih lanjut dan bahan pemberian petunjuk kepada stafnya. BAB VI PENDANAAN Pasal 32 Segala pendanaan yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas dan fungsi BPPSPAM dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

YASONNA H. ttd. PRESIDEN REPU BLIK INDONESIA . Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 3l Oktober2016 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA.11- Agar setiap orang mengetahuinya. . LAOLY LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2016 NOMOR 232 Salinan sesuai dengan aslinya KEMENTEzuAN SEKRETARIAT NEGARA REPUBLIK INDONESIA Asisten Deputi Bidang Perekonomian. memerintahkan pengundangan Peraturan Presiden ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. trd. JOKO WIDODO Diundangkan di Jakarta pada tanggal 31 Oktober 2O16 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA. Bidang Hukum dan Perundang- undangan.