You are on page 1of 11

PERAN KOPERASI UNIT DESA ( K.U.

D )
DAN KOMODITAS MASYARAKAT
KRUCIL PROBOLINGGO SEBAGAI
PETERNAK SAPI PERAH 1980-2013
Author - Bungaz99 Date - 9/01/2016 01:31:00 pm perpus

80.

Key Ward : Koperasi unit desa (KUD), Sapi perah, Masyarakat Krucil

Dalam melakukan penelitian ini, penulis membuat artikel melalui tahap-tahap


berdasarkan keilmuan sejarah yaitu : Heuristik, Verifikasi ( kritik sumber), interpretasi dan
historiografi. Dalam pembuatan historiografi pada sejarah lokal. Metodelogi sejarah berbeda,
berdasarkan penjelasan Abd. Rahman Hamid kalau metodelogi berkenaan tentang how to know
something sedangkan metode ilmiah dalam membuat penulisan tertentu, harus di ikuti dalam
sebuah keilmuan dan bersifat bertahap. untuk heuristik penulis mengumpulkan bahan-bahan
berupa rujukan dari internet untuk memperkuat artikelnya sehingga penulis punya sebuah
rujukan dari pustaka atau bahan-bahan yang berupa artikel dari internet. Khusus dalam
mengobservasi tujuan yaitu KUD dan komoditas masyarakat krucil sebagai peternak sapi perah,
penulis memang sudah terjun langsung ke lapangan yang selanjutnya melaku.

Masyarakat bremi kecamatan krucil kabupaten probolinggo tergolong masyarakat yang


primitif, karena berada di daerah yang terpencil tepatnya sekitaran 4 Km di bawah kawah
gunung argopuro kabupaten probolinggo. Transportasi yang di gunakan pun kebanyakan adalah
ojek, karena memang sulit sekali kendaraan seperti mobil dan mikrolet yang beroprasi di daerah
ini. Pekerjaan sehari-hari masyarakatnya kebanyakan sebagai peternak dan pengelola sapi perah.
Letak geografisnya yang tergolong pedesaan dan cuacanya yang dingin membuat daerah ini
cocok sekali untuk beternak dalam pengelolaan sapi perah (sapi susu). Meskipun kendaraan
transportasi seperti mobil jarang beroperasi di daerah ini, Namun mobil-mobil besar seperti
mobil pertamina sering sekali dapat kita temui, karena mobil-mobil 6ini beroperasi bukanlah
untuk mengangkut bensin seperti di SPBU, akan tetapi mobil-mobil ini beroperasi sebagai
pengangkut susu yang di produksi di K.U.D Argopuro yang terletak di Desa Bremi Kec. Krucil
Kab. Probolinggo.

Jalan berkelok menuju lokasi K.U.D Argopuro Krucil Probolinggo, yang dipenuhi
pepohonan, semak belukar yang sangat alami di lereng gunung, sejenak membuat kita mendecak
kagum atas segala karunia Yang Maha Kuasa terhadap alam yang penuh pesona. Memang
kelihatannya berada di lokasi pegunungan jauh dari perkotaan, namun siapa sangka disana ada
sebuah kegiatan usaha yang dalam perjalanannya mampu eksis dalam menjalankan roda
ekonomi, khususnya bagi masyarakat desa disekitarnya. Sebuah Koperasi Unit Desa Argopuro
yang bergerak disektor sapi perah (sapi susu) ini tinggal, Suksesnya beternak sapi perah ( sapi
susu) tidaklah lepas dari keberadaan K.U.D itu sendiri yang membuat masyarakat krucil
khususnya bisa mencukupi kebutuhan hidup mereka sehari-hari yaitu dengan cara menjual hasil
perasan susu dari sapi-sapi perah mereka ke K.U.D. bisa di katakan berdirinya sebuah K.U.D di
desa krucil mampu menjalankan roda ekonomi khususnya di bidang pengelolaan sapi perah
( sapi susu ) yang tentunya sama-sama menguntungkan bagi masyarakat krucil dan K.U.D itu
sendiri.

Dalam mengelola sapi perah pun tidak bisa dibilang mudah, para peternak harus merawat
sapi-sapi mereka agar tetap sehat sehingga susu yang di hasilkannya juga berkualitas, cara para
peternak sapi susu dalam merawat sapi-sapinya biasanya di mulai dari hal-hal yang kecil dulu
seperti setiap hari memandikan sapi-sapinya serta kandang-kandangnya agar ketika memeras
susu tidak ada bakteri yang tercampur dalam susu tersebut, karena memang di dalam kandang
terdapat banyak bakteri, seperti kotoran sapi, kencing sapi dll. Sehingga ada upaya dari para
peternak sapi susu untuk merawat sapi-sapi mereka agar kualitas susu yang mereka kelola tetap
terjaga kebersihannya dan juga kualitasnya.

Koperasi unit desa ( K.U.D ) sudah berdiri sejak tahun 1980, namun, baru mengantongi
badan hukum yang di sahkan pada tanggal 06 September 1996. Usaha sapi ini terus meningkat
hingga mencapai 24%, bahkan pada tahun 2008-2009 usaha sapi perah ini mengalami
peningkatan produksi susu hingga 31% dan terdapat 984 peternak serta 2.867 ekor sapi perah,
yang setiap harinya menghasilkan 17.500 liter susu yang di kirim ke PT. Nestle kejayan
Pasuruan. Setiap tahunya produksi susu terus meningkat seiring dengan populasi perternak dan
sapi yang pada tahun 2011 mencapai 2700 peternak dan 5.045 ekor sapi. Namun terdapat 3.011
ekor sapi yang masuk produktif dalam menghasilkan susu segar.

Tentunya ada faktor lain yang mendukung diantaranya adalah tempat dan cuaca di daerah
krucil ini mendukung dan juga sangat strategis, selain geografisnya didaerah pegunungan, desa
krucil ini juga memiliki cuaca atau hawa dingin yang tentunya sangat cocok untuk beternak sapi
perah (sapi susu). Karena Hawa dingin memberikan kenyaman bagi sapi-sapi perah tersebut,
sehingga sapi perah mereka bisa bertahan hidup dan mampu memproduksi susu-susunya. Beda
dengan di daerah yang memiliki kelembaban tinggi seperti daerah yang berhawa panas, sapi
perah (sapi susu) tersebut tidak akan mampu memproduksi susunya jika berada di daerah yang
cuaca atau hawanya panas. Maka dari itu sangat cocok sekali apabila daerah krucil yang
memiliki cuaca atau hawa yang dingin di jadikan sebagai tempat beternak sapi susu itu. Proses
beternak sapi susu mulai dari perawatan sapi-sapi susu itu sendiri, misalnya di mandikan dalam
sehari minimal dua kali. Setelah itu sekitaran jam 06.00 pagi para peternak sapi susu melakukan
proses pemerasan sapi susu mereka yang pertama, biasanya proses di lakukan selama 1 jam
setengah.

Proses pemerasan sapi perah di lakukan 2 kali dalam sehari, seperti telah di jelaskan tadi
bahwa proses pemerasan di lakukan pada jam 06.00 dan jam 15.00 wib. Setelah proses
pemerasan di lakukan, Susu-susu yang di peroleh dari hasil perasan sapi di tuangkan ke dalam
sebuah wadah penampungan susu yang kira-kira berisi sekitar 15 liter. Ada upaya yang di
lakukan oleh para peternak dalam menjaga dan meningkatkan kualitas susunya seperti
memberikan semacam jamu yaitu SPA dan Ketela atau Pohong, tujuannya adalah ketika proses
pemerasan sapi, hasil susu yang di peroleh dari proses pemerasan lebih banyak jika di
bandingkan tidak memberikan SPA dan Ketela atau Pohong tersebut. Makanan pokok sapi perah
berupa rerumputan dan dedaunan melimpah di kawasan lereng Gunung Argopuro, Kabupaten
Probolinggo. Selain ditanam di lahan petani, KUD Argopuro pun bekerjasama dengan Perhutani
untuk menanam kaliandra, tanaman yang daunnya untuk pakan sapi. Kalau rumput dan daun-
daunan, peternak sapi perah tidak sampai kekurangan karena stoknya memang melimpah, namun
untuk pohong atau ketala sendiri mereka harus membeli kepada masyarakat yang memang
memliki usah jual-beli ketela atau pohong. Di samping itu selain menjalankan usaha susu dari
ternak sapi perahnya masyarakat krucil juga menjalankan usaha menjual ketela dan Pohong yang
di jual ke para peternak sapi perah ( sapi susu ).

Kemudian setelah susu tersebut di proses sendiri oleh para peternak, susu-susu tersebut di
bawa ke Koperasi Unit Desa ( K.U.D ) untuk di jual dengan harga jual perliter yang di tetapkan
di K.U.D adalah Rp.4500 per liter untuk umum. Sejak berdiri pada tahun 1980, dengan
mengantongi badan hukum No.4612/BH/II/1980, yang disahkan pada tanggal 06 September
1996, KUD Argopuro telah banyak mengenyam asam garam dunia usaha, yang akrab dengan
kerakyatan. Yang paling dominan dalam hal ini adalah usaha di bidang produksi susu, yang
mampu menghasilkan susu 19 ton per hari. Memang pemasaran masih tertuju dalam satu titik,
hanya ke IPS ( industri pengolahan susu ) PT. Nestle Kejayan Pasuruan, yang menyerap sebagian
besar produksi susu, sebesar 95%, sedangkan sisanya (5%) ke penduduk sekitar desa Krucil.

Namun, jika dirunut kebelakang, tidak mudah bagi sebuah koperasi desa yang mampu
mengajak masyarakat sekitar untuk menjalankan usaha dibidang peternakan, khususnya sapi
perah atau sapi susu. Sampai saat ini peternak yang menjadi anggota KUD Argopuro meliputi 4
desa, yakni desa Bremi, Krucil, Tambelang, dan Kalianan, dengan total peternak sekitar 1.131
orang, mengingat berbagai kendala menghadang, diantraranya masalah pakan ternak. Sistem
yang diterapkan cukup sederhana. Namun, cukup efektif dan efisien, yakni dengan sistem
pemberian kredit (subsidi) bagi peternak susu dalam memenuhi kebutuhan pakan bagi ternaknya.
Pada akhir bulan kredit akan dikompensasi dengan hasil susu yang disetor ke KUD Argopuro.
Untuk meringankan para anggotanya, KUD Argopuro mendirikan unit produksi pakan ternak
sendiri. Sekarang unit pakan ternak sudah mampu produksi sebesar 3,5 ton sekali proses, dengan
jumlah jam produksi rata-rata adalah 8 jam per hari, atau dalam sehari mampu 4 kali proses.

Tidak ketinggalan KUD Argopuro dalam mengantisipasi perkembangan produksi


susunya, telah melengkapi peralatan pendukungnya, telah mendapatkan bantuan dana bergulir
dari Pemprop Jatim, yang berasal dari dana APBD dengan bunga yang relatif sangat membantu,
yakni 6% per tahun. KUD yang diketuai Supriyadi ini juga pernah mendapatkan bantuan
peralatan produksi susu. Alat tersebut terbukti mampu meningkatkan kualitas produksi susu.
Khususnya dalam hal kandungan bakteri yang menjadi tolok ukurnya. Disamping faktor-faktor
seperti kebersihan kandang sapi, teknis pemerahan susu, maupun pembersihan bak penampungan
susu, sangatlah besar pengaruhnya terhadap kandungan lemak susu itu sendiri. Susu KUD
Argopuro sendiri dengan binaan dari berbagai pihak, diantaranya dari pihak PT Nestle Indonesia
(Kejayan) sendiri, mampu menghasilkan susu dengan grade I, dengan kandungan bakteri sekitar
1 juta per gram, yang mempunyai ketahanan sampai 7 jam per hari.Disamping usaha susu yang
masih menjadi primadona, tentunya masih ada usaha seperti simpan pinjam, kredit candak kulak
(KCK), yang berjalan sampai saat ini dengan bunga relatif ringan, sebesar 2% per bulan, yang
dapat diangsur secara mingguan, tanpa jaminan, atau dengan kata lain, jaminannya hanya
kepercayaan.

Ketua KUD Argopuro, Supriadi, mengatakan bahwa bisnis susu segar cukup
menguntungkan koperasi tersebut sekaligus anggotanya, sementara peluang meningkatkan
volume pasokan susu segar ke Nestle terbuka lebar. Hal itu disebabkan Nestle baru saja
meningkatkan kapasitas pabrik di Kejayan, Kab. Pasuruan. Kebutuhan Nestle atas bahan baku
susu segar mencapai 1 juta liter/hari dan pasokan ke perusahaan itu baru 625.000 liter/hari per 31
Maret tahun ini. Maka KUD memiliki peluang untuk menambah volume pasokan.

Selain melakukan usaha simpan pinjam bagi anggotanya, KUD Argopuro juga
melakukan penjualan sembako dan menjalankan pabrik mini pakan ternak. Dengan pasokan
susu segar yang disetorkan KUD Argopuro lebih dari 20 ribu liter per hari serta kurangnya
pasokan susu yang diperlukan oleh Industri Pengolah Susu (IPS), dinilai Ketua KUD Argopuro,
Supriadi, bahwa bisnis susu segar cukup menjanjikan. Sebagai upaya meningkatkan pendapatan
anggotanya adalah dengan menciptakan pakan sapi perah yang terjangkau sehingga KUD
Argopuro juga mengoperasikan pakan ternak dengan kapasitas mencapai 650 ton per bulan untuk
memenuhi kebutuhan tersebut. Tidak sedikit koperasi unit desa (KUD) di Jawa Timur yang eksis
bahkan mampu menghimpun pendapatan cukup besar sekaligus memberikan layanan kepada
anggota yang umumnya para petani. Sebagai contoh KUD Argopuro yang berlokasi di Krucil,
Kab. Probolinggo, yang bergerak di bidang budidaya sapi perah merupakan usaha inti.

KUD ini tersebut selama 18 tahun telah berperan menyerap susu segar dari para petani
peternak dan menyetorkannya ke PT Nestle Indonesia. yang dijalankan KUD Argopuro, selain
beberapa jenis usaha lain sebagai penunjang seperti simpan pinjam, penjualan sembako dan
pabrik mini pakan ternak. Sebagai pemasok susu segar ke PT. Nestle, KUD Argopuro pernah
meraih juara II sapi perah yang diadakan industri pngolah susu (IPS) berskala internasional itu.

Volume pasokan susu segar yang direalisasikan KUD Argopuro pada 2009 sebanyak 22.100 liter
per hari, dan tahun ini diupayakan dapat meningkat lagi melalui tambahan pemberian pakan
konsentrat dan hijauan kepada sapi perah milik petani peternak. Memang selain rumput dan
dedaunan, sapi perah juga mengonsumsi makanan tambahan berupa konsentrat. Setiap bulan,
KUD Argopuro mendatangkan sekitar 500 ton konsentrat untuk makanan tambahan bagi sapi-
sapi perah agar produksi susunya meningkat. Konsentrat untuk sapi perah terdiri atas sembilan
unsur di antaranya didominasi bungkil gandum. Selain itu juga terdiri atas kopra, gaplek, bekatul
(dedak halus), bungkil kedelai, hingga mineral. Karena tidak tersedia di Probolinggo, unsur-
unsur konsentrat itu harus dibeli dari berbagai tempat. Bungkil gandum misalnya, didatangkan
dari pabrik tepung terigu di Surabaya. Supriadi
menambahkan susu segar produksi KUD Argopuro memperoleh harga Rp3.149/liter di tingkat
peternak, dan margin koperasi tersebut Rp421/liter. Sedangkan susu segar yang dipasok ke
Nestle setiap hari sebanyak 22.100 liter yang diangkut 5 truk menuju Kejayan yang berjarak 110
km dari Krucil. Susu segar sebanyak itu diperah dari 2.117 ekor sapi perah yang mengalami
laktasi dari total sapi 3.719 ekor milik 1.879 anggota. Untuk menampung susu segar dari anggota
dibangun sejumlah pos penampungan dan 6 cooling unit.

Berdasarkan data di Dinas Koperasi dan UKM Kab. Probolinggo, di kabupaten tersebut ada 34
KUD. Tetapi yang bergerakdi bidang usaha sapi perah hanya KUD Argopuro. KUD tersebut
berdiri pada 1992 dengan volume pasokan perdana ke Nestle sebanyak 400 liter per hari.Supriadi
menyebutkan KUD Argopuro pada 2009 membukukan total pendapatan Rp37,8 miliar dan sisa
hasil usaha (SHU) Rp225 juta. Ditargetkan pendapatan tahun ini bisa naik 24%,dengan
meningkatkan volume pasokan susu segar 22.500 liter/hari paparnya. Akhir bulan Maret Tahun
2012 tercatat sebanyak 8.721 ekor sapi perah yang dibudidayakan di Kab.Probolinggo dan
sebanyak 6.854 ekor berada di Kecamatan Krucil. Di lokasi itulah koperasi yang bergerak di
bidang sapi perah telah lama berdiri. Dengan nama KUD Argopuro, selama 18 tahun koperasi ini
telah menyerap susu segar dari para peternak dan menyetorkannya ke PT. Nestle Indonesia di
kejayan pasuruan.
KUD Argopuro yang awalnya pada tahun 1976 hanya melayani kebutuhan petani secara
umum. Mulai pupuk, obat-obatan, hingga kredit usaha tani (KUT).

Barulah pada 1981, KUD tersebut bergerak menaungi peternak sapi perah. Awalnya, KUD hanya
mengelola susu yang dihasilkan 610 ekor sapi. Karena masih belum punya pasar khusus,
sebanyak 300 liter susu setiap hari dijajakan di pasar lokal. Dengan produksi susu sekecil itu,
KUD Argopuro tidak bisa langsung memasok susunya ke PT Nestle. Akhirnya disiasati, KUD
Argopuro menjadi anak angkat KUD Grati, Kab. Pasuruan yang memang sudah memasok
susunya ke PT Nestle.Barulah pada Maret 1992, setelah produksi susu KUD Argopuro mencapai
1.200 liter per hari, PT Nestle bersedia menerima langsung setoran susu dari KUD tersebut. Itu
pun setelah dilakukan survei terhadap potensi peternak di Kec. Krucil.

Dalam menjaga kesehatan sapi perah dan kualitas susu yang di produksinya, ada upaya
dari KUD itu sendiri yaitu ada semcam badan yang menyelenggarakan sebuah penelitian dalam
menjaga kesehatan sapi perah di antaranya bidang Kesehatan Hewan mempunyai tugas pokok
merencanakan, membiana, melaksanakan dan mengkoordinasikan kegiatan bidang kesehatan
hewan.Fungsi :

1. Pelaksanaan pembinaan dan pengawasan penerapan kebijakan dan pedoman kesehatan


hewan

2. PelaKsanaan pembinaan dan pengawasan pengamatan, penyelidikan dan pemetaan penyakit


hewan

3. Pelaksanaan pembinaan penerapan dan pengawasan norma dan standart teknis pelayanan
kesehatan hewan

4. Pelaksanaan fasilitas, pembinaan dan pengawasan pengelolaan laboratorium kesehatan


hewan

5. Pelaksanaan fasilitas teknologi alat dan mesin kesehatan hewan

6. Pelaksanaan penerapan kebijakan obat hewan


7. Pelaksanaan penerapan dan pengawasan standart mutu obat hewan

8. Pelaksanaan penanggulangan, pengawasan, pencegahan dan pemberantasan wabah dan


penyakuit hewan menular

9. Pelaksanaan koordinasi dengan intitusi terkait dalam penolakan, penanggulangan,


pencegahan, pemberantasan dan pengobatan penyakit hewan

10. Pelaksanaan fasilitas, pembinaan dan pengawasan lalu lintas hewan pada pos pemeriksaan
kesehatan hewan

11. Pelaksanaan fasilitas dan pembinaan tindakan karantina terhadap lalu lintas berupa
Pemeriksaan, pengasingan, pengamatan, perlakuan, penahaan, penolakan, pemusnahan dan
pembebasan

12. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh kepala dinas

Bidang Kesehatan Hewan terdiri atas :

1. Seksi Pengamatan Penyakit Hewan dan Pelayanan Medik Veteriner

2. Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan

3. Seksi Pengawasan Obat Hewan

Bidang Agribisnis terdiri atas:

1. seksi pelayanan keahlian, informasi dan perijinan

2. seksi kelembagaan, sdm dan penyuluhan

3. seksi bina usaha dan pembiayaan

Bidang Budidaya Pengembangan Ternak dan Hewan lainnya mempunyai tugas pokok
merencanakan, membina, melaksanakan dan mengkoordinasikan kegiatan bidang budidaya
pengembangan ternak dan hewan lainnya. yang berfungsi sebagai berikut :
1. Pelaksanaan pembinaan dan pengawasan dalam penerapan kebijakan peningkatan produksi
ternak, terutama dalam penetapan standar mutu bibit ternak

2. Pelaksanaan pengawasan peredaran lalu lintas bibit ternak dan hewan lainnya Pelaksanaan
pengawasan pengembangan penetapan kawasan peternakan dan kesehatan hewan

3. Pelaksanan penerapan dan pengawasan plaksanaan kebijakan pedoman, penyebaran dan


bimbingan Pengembangan peternakan dan kesehatan hewan

4. Pelaksanaan pembinaan, pengawasan dan pengembangan tekhnologi peningkatan serta mutu


pakan ternak dan hewan lainnya

5. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh kepala dinas

Bidang Budidaya dan Pengembangan Ternak terdiri atas:

1. seksi kawasan dan pembibitan

2. seksi pakan dan tehnologi

3. seksi penyebaran dan pengembangan ternak dan hewan lainnya.

Kamis, 28 Juni 2012 | 10:30 WIB | Penulis : Web Admin

Dibaca : 1576

KUD ARGOPURO PROBOLINGGO


TANGKAP PELUANG DALAM USAHA
SAPI PERAH
Akhir bulan Maret Tahun 2012 tercatat sebanyak 8.721 ekor sapi perah yang dibudidayakan di
Kab.Probolinggo dan sebanyak 6.854 ekor berada di Kecamatan Krucil. Di lokasi itulah koperasi
yang bergerak di bidang sapi perah telah lama berdiri. Dengan nama KUD Argopuro, selama 18
tahun koperasi ini telah berperan menyerap susu segar dari para petani peternak dan
menyetorkannya ke PT Nestle Indonesia.
Selain melakukan usaha simpan pinjam bagi anggotanya, KUD Argopuro juga melakukan
penjualan sembako dan menjalankan pabrik mini pakan ternak. Dengan pasokan susu segar yang
disetorkan KUD Argopuro lebih dari 20 ribu liter per hari serta kurangnya pasokan susu yang
diperlukan oleh Industri Pengolah Susu (IPS), dinilai Ketua KUD Argopuro, Supriadi, bahwa
bisnis susu segar cukup menjanjikan.

Sebagai upaya meningkatkan pendapatan anggotanya adalah dengan menciptakan pakan sapi
perah yang terjangkau sehingga KUD Argopuro juga mengoperasikan pakan ternak dengan
kapasitas mencapai 650 ton per bulan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. (dw)

Sumber: DISNAK JATIM

KUD Argopuro Kab. Probolinggo


Filed under: Uncategorized Leave a comment
November 29, 2011

Tidak sedikit koperasi unit desa (KUD) di Jawa Timur yang eksis bahkan mampu menghimpun
pendapatan cukup besar sekaligus memberikan layanan kepada anggota yang umumnya para
petani. Sebagai contoh KUD Argopuro yang berlokasi di Krucil, Kab. Probolinggo, yang
bergerak di bidang budidaya sapi perah merupakan usaha inti.

KUD tersebut selama 18 tahun telah berperan menyerap susu segar dari para petani peternak dan
menyetorkannya ke PT Nestle Indonesia. yang dijalankan KUD Argopuro, selain beberapa jenis
usaha lain sebagai penunjang seperti simpan pinjam, penjualan sembako dan pabrik mini pakan
ternak.Sebagai pemasok susu segar ke Nestle, KUD Argopuro pernah meraih juara II sapi perah
yang diadakan industri pngolah susu (IPS) berskala internasional itu.

Volume pasokan susu segar yang direalisasikan KUD Argopuro pada 2009 sebanyak 22.100 liter
per hari, dan tahun ini diupayakan dapat meningkat lagi melalui tambahan pemberian pakan
konsentrat dan hijauan kepada sapi perah milik petani peternak.

Ketua KUD Argopuro, Supriadi, mengatakan bahwa bisnis susu segar cukup menguntungkan
koperasi tersebut sekaligus anggotanya, sementara peluang meningkatkan volume pasokan susu
segar ke Nestle terbuka lebar. Hal itu disebabkan Nestle baru saja meningkatkan kapasitas pabrik
di Kejayan, Kab. Pasuruan.

Kebutuhan Nestle atas bahan baku susu segar mencapai 1 juta liter/hari dan pasokan ke
perusahaan itu baru 625.000 liter/hari per 31 Maret tahun ini. Maka KUD memiliki peluang
untuk menambah volume pasokan, tuturnya, belum lama ini.

Supriadi menambahkan susu segar produksi KUD Argopuro memperoleh harga Rp3.149/liter di
tingkat peternak, dan margin koperasi tersebut Rp421/liter. Sedangkan susu segar yang dipasok
ke Nestle setiap hari sebanyak 22.100 liter yang diangkut 5 truk menuju Kejayan yang berjarak
110 km dari Krucil.

Susu segar sebanyak itu diperah dari 2.117 ekor sapi perah [yang mengalami laktasi] dari total
sapi 3.719 ekor milik 1.879 anggota. Untuk menampung susu segar dari anggota dibangun
sejumlah pos penampungan dan 6 cooling unit.

Berdasarkan data di Dinas Koperasi dan UKM Kab. Probolinggo, di kabupaten tersebut ada 34
KUD. Tetapi yang bergerakdi bidang usaha sapi perah hanya KUD Argopuro. KUD tersebut
berdiri pada 1992 dengan volume pasokan perdana ke Nestle sebanyak 400 liter per hari.

Supriadi menyebutkan KUD Argopuro pada 2009 membukukan total pendapatan Rp37,8 miliar
dan sisa hasil usaha (SHU) Rp225 juta. Ditargetkan pendapatan tahun ini bisa naik 24%,dengan
meningkatkan volume pasokan susu segar 22.500 liter/hari paparnya.

Produksi Pakan
Salah satu upaya meningkatkan pendapatan adalah dengan memberikan pakan lebih banyak
kepada sapi perah. Untuk itu, KUD Argopuro juga mengoperasikan pakan ternak untuk
memenuhi kebutuhan pakan sapi perah, sebagai penyeimbang pakan hijauan. Lokasi pabrik
bersebelahan dengan kantor KUD tersebut. Dinas Koperasi & UKM Kab. Probolinggo
memberikan pinjaman lunak Rp300 juta untuk modal kerja.

Menurut Supriadi, kapasitas pabrik pakan konsentrat mencapai 650 ton per bulan, yang dijual
kepada petani dengan harga subsidi Rp1.415 per kg. Sementara biaya produksinya Rp1.800/kg.
Langkah tersebut dimaksudkan untuk memacu petani peternak meningkatkan volume produksi
susu segar.

Untuk memproduksi 1 liter susu segar, sapi perah membutuhkan pakan konsentrat 0,6 kg,
tuturnya.Sementara tingkat produksi susu segar KUG Argopuro saat sekarang rata-rata 11 liter
per ekor sapi. Melalui pemberian pakan berimbang, produksi susu segar diupayakan naik lagi
guna mencapai tujuan peningkatan volume usaha, sehingga KUD Argopuro dapat terus berperan
mengembangkan ekonomi para petani peternak.

Advertisements