You are on page 1of 16

PENGUJIAN HUBUNGAN MEKANISME CORPORATE

GOVERNANCE, KINERJA KEUANGAN DAN CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY DALAM MENCAPAI NILAI PERUSAHAAN

PROPOSAL PENELITIAN

Untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah Business Research Methodology

Oleh:
DANNY ACHMAD FAUZI
NIM: 1415102027

PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN
UNIVERSITAS WIDYATAMA
BANDUNG
2017
1

...............14 3..........................................................................2..............................3........1 Teori Keagenan (Agency Theory).........................10 2.................6 Corporate Social Responsibility.....................1 Tujuan Penelitian.....................................................................................................................12 3..........................1 Latar Belakang Masalah................13 3...........................................................3 1..................................................................................................................8 2.14 3.......6 1.................7 BAB II LANDASAN TEORI...................5 Tingkat Profitabilitas.......................................................................................12 3.........................................................................................................................6 1.............................2......14 DAFTAR PUSTAKA.........12 3............................................................2..............................................2 Kepemilikan Institusional.......5 Nilai Perusahaan................................................................................................2........................................12 3........................................................................................................2 BAB I PENDAHULUAN.....................................................................13 3..................................................................................10 2....................1............................1 Populasi dan Sampel Penelitian.................1 Populasi Penelitian...................................................................2 Perumusan Masalah........4 Ukuran Dewan Komisaris....................................................13 3...............................3...............................................2 Kegunaan Penelitian............6 Corporate Social Responsibility (CSR).......................................................2 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel...........10 2.........5 1......................................................................................1..........3 Komposisi Dewan Komisaris Independen.....................2......2 Sampel Penelitian.........11 BAB III METODOLOGI PENELITIAN.....................................8 2.................................................................................4 Kinerja Keuangan Perusahaan..............................3 Teori Sinyal (Signal Theory).............................12 3.... DAFTAR ISI DAFTAR ISI....................3 Metode Analisis Data........................................................................2................................15 2 ......3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian.........................3 1.......................................8 2.........................1 Nilai Perusahaan..................2 Mekanisme Good Corporate Governance......................................................12 3.........

dan Prince of Wales Business Leader Forum (London) tentang faktor pembentuk opini perusahaan. menjunjung tinggi integritas. dan sustainable secara ekonomi.000 responden di 23 negara. 2004). mematuhi hukum. praktik terhadap karyawan. CSR telah menjadi isu global. 2005). menunjukkan hasil 60% mengatakan bahwa etika bisnis. dan tanggung jawab sosial perusahaan 3 . dampak lingkungan. World Business Council for Sustainable Development (WBCSD) mendefiniskan Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai komitmen berkelanjutan kalangan bisnis untuk berperilaku etis dan memberikan sumbangan pada pembangunan ekonomi sekaligus memperbaiki mutu hidup angkatan kerja dan keluarganya serta komunitas lokal dan masyarakat secara keseluruhan (Iriantara. dimana kepekaan serta kepedulian terhadap sosial. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang berbunyi. Penelitian sebelumnya tentang CSR sudah banyak dilakukan. dan lingkungan (Yakup. BAB I PENDAHULUAN 1. Secara singkat. Corporate Social Responsibility (CSR) mengandung makna bahwa sebagaimana seorang individu. Coverence Board (New York). 2004). dan juga etika bisnis telah menjadi suatu hal yang fundamental. Corporate Social Responsibility adalah komitmen perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas melalui praktik bisnis yang baik dan mengkontribusikan sebagian sumber daya perusahaan (Kotler dan Nancy. lingkungan. CSR menekankan bahwa perusahaan harus mengembangkan praktik bisnis yang etis. Pasal 15 huruf (b) UU No. namun belum menunjukkan hasil yang konsisten. Survey The Millennium Poll on CSR (1999) oleh Environics International (Toronto). perusahaan juga memiliki tugas moral untuk berlaku jujur. 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal juga mengatur mengenai CSR yang berisi “Setiap penanaman modal berkewajiban melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan”. Di Indonesia CSR diatur dalam regulasi melalui Pasal 74 UU No.1 Latar Belakang Masalah Pelaksanaan Corporate Sosial Responsibily (CSR) merupakan salah satu bentuk implementasi dari konsep Good Corporate Governance (GCG). sosial. dan tidak korup. terhadap 25.

et al.  Hasil penelitian Ramadhani dan Prajitno (2012) menemukan bukti bahwa kepemilikan manajerial secara positif memoderasi hubungan antara CSR dan nilai perusahaan. sebagai berikut:  Hasil penelitian Rahayu (2010) menyimpulkan bahwa. Penelitian ini berbeda dengan beberapa penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya. sedangkan 40% nya berpendapat bahwa citra perusahaan dan brand image yang paling mempengaruhi (Widyanti. namun GCG tidak berpengaruh pada nilai perusahaan yang diproksi PBV. Hasil yang tidak konsisten pada penelitian tentang CSR yang berhubungan dengan kinerja keuangan perusahaan. Hasil survey tersebut menunjukkan implementasi CSR pada perusahaan berpengaruh besar dalam pembentukan opini publik.(CSR) yang paling berperan. 2014). dan struktur kepemilikan saham tidak memoderasi hubungan antara ROE dan nilai perusahaan. (2013) menunjukkan bahwa pengungkapan CSR berpengaruh pada Price to Book Value (PBV).  Hasil penelitian Anggitasari dan Mutmainah (2012) menunjukkan bahwa. Return on Asset (ROA) dan CSR berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.  Namun.  Hasil penelitian Yuniasih dan Wirakusuma (2010) menyimpulkan bahwa. kinerja keuangan perusahaan. diantaranya adalah: 4 . kepemilikan manajerial tidak memoderasi hubungan antara ROA dan Tobins Q. penelitian ini mencoba menguji kembali hubungan kausalitas antara konsep variabel Good Corporate Governance (GCG). Corporate Social Responsibility (CSR) dan pencapaian nilai perusahaan. pengungkapan CSR tidak memoderasi hubungan antara ROE dan nilai perusahaan. studi Nandya (2012) membuktikan bahwa ROA berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Namun demikian. kepemilikan manajerial tidak memoderasi hubungan antara ROA dan nilai perusahaan. CSR dapat memoderasi positif. hubungan antara ROA dan nilai perusahaan. ROA tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Return on Equity (ROE) tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.  Hasil penelitian Bayu P. Berkaitan dengan kondisi yang dikemukakan di atas.

Secara ringkas masalah penelitian ini dapat dirumuskan dalam beberapa pertanyaan penelitian (research questions) sebagai berikut: 1. 5. dengan periode waktu yang dianalisis meliputi tahun 2010 sampai dengan tahun 2015. Subyek penelitian adalah perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.1. Apakah CSR memediasi hubungan kausalitas antara kinerja keuangan dan nilai perusahaan? 5 . 2. Hubungan antar variable yang bersifat interdependensi (saling ketergantungan). Apakah Mekanisme GCG dan kinerja keuangan perusahaan berpengaruh terhadap CSR? 3.2 Perumusan Masalah Diterapkannya GCG yang tepat dan konsisten diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan. 3. Menempatkan CSR sebagai variabel intervening pada hubungan kausalitas antara kinerja keuangan dan nilai perusahaan. Menempatkan kinerja keuangan sebagai variabel intervening (variabel yang mempengarhui hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati dan diukur) pada hubungan kausalitas antara GCG dan CSR. Naiknya kinerja keuangan perusahaan diharapkan dapat meningkatkan pelak-sanaan CSR dan pada giliranya secara simultan dapat memaksimumkan nilai perusahaan. 4. kinerja keuangan dan CSR berpengaruh terhadap nilai perusahaan? 4. Apakah Mekanisme GCG berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan? 2. Menempatkan CSR sebagai variabel intervening pada hubungan kausalitas GCG dan nilai perusahaan. 1. Apakah CSR memediasi hubungan antara Mekanisme GCG dan nilai perusahaan? 6. Apakah kinerja keuangan perusahaan memediasi hubungan kausalitas antara Mekanisme GCG dan CSR? 5. Apakah Mekanisme GCG.

1 Tujuan Penelitian Berdasarkan perumusan masalah yang telah dikemukakan dalam beberapa pertanyaan penelitian. Menganalisis mediasi CSR dalam hubungan kausalitas antara kinerja keuangan perusahaan dan nilai perusahaan. 5. Kinerja Keuangan perusahaan diproksi Return on Invesment (ROI) dan Return on Equity (ROE). Mekanisme Good Corporate Governance diproksi Institutional Ownership (INWN). Menganalisis pengaruh mekanisme GCG dan kinerja keuangan perusahaan terhadap CSR. Menganalisis mediasi CSR. 6. Board Independent (BIND). Selanjutnya. 6 . 2. 2. 4. kinerja keuangan perusahaan. Nilai Perusahaan diproksi dengan Price to Book Value (PBV). dalam hubungan kausalitas antara mekanisme GCG dan CSR. 3. maka ditetapkan beberapa proksi sebagai berikut: 1. dan Board Size (BSIZE). 4. 3. Menganalisis pengaruh mekanisme GCG.3. 1. baik langsung maupun melalui mediasi. maka tujuan penelitian ini adalah untuk: 1. Menganalisis mediasi kinerja keuangan perusahaan. Corporate Social Responsibility diproksi Corporate Social Responsibility Disclosure Index (CSR-DI). agar dapat diuji secara empiris hubungan kausalitas antar variabel yang terdapat pada penelitian ini.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1. dan Corporate Social Responsibility terhadap nilai perusahaan. dalam hubungan kausalitas antara mekanisme GCG dan nilai perusahaan. Menganalisis pengaruh mekanisme GCG terhadap kinerja keuangan perusahaan.

hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam menerapkan Good Corporate Governance dan Corporate Social Responsibility. dalam mencapai nilai perusahaan. diantaranya dapat dikemukakan.  Bagi Investor Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran kepada investor atau calon investor. 7 .2 Kegunaan Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan banyak manfaat bagi berbagai pihak yang terkait. dapat berguna sebagai bahan pertimbangan untuk membuat keputusan investasi dan sebagai bahan pertimbangan apakah kehadiran investor selama ini cukup efektif dalam melakukan monitoring terhadap kinerja manajemen. diantaranya sebagai berikut:  Bagi Akademisi Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk pengembangan kajian teori manajemen keuangan.1.  Bagi Perusahaan Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi berupa informasi atau sebagai bahan pertimbangan dalam menetapkan berbagai kebijakan dalam pengelolaan keuangan perusahaan. Khususnya. kaitannya dengan kinerja keuangan perusahaan serta capaian nilai perusahaan. khususnya tentang bagaimana proses implementasi Good Corporate Governance berinteraksi dengan kinerja keuangan perusahaan dan implementasi dari Corporate Social Responsibility. Khususnya.3.

2. yang disebut sebagai prinsipal menyewa individu atau organisasi lain. Artinya. Menurut Brigham dan Gapenski (2001) manajer diberi kekuasaaan oleh pemilik perusahaan yaitu investor untuk membuat keputusan. tanggung jawab pemilik hanya terbatas pada modal yang disetorkan. Agency relationship terjadi ketika satu atau lebih individu. perusahaan harus menyediakan informasi relevan dengan cara yang mudah diakses dan dipahami oleh pemangku kepentingan. tetapi kekayaan pribadi pemilik tidak akan diikutsertakan untuk menutup kerugian tersebut. yaitu antara pemilik perusahaan (principals) dengan pihak manajemen (agent). yang disebut sebagai agen. Perusahaan harus mengambil inisiatif untuk 8 . untuk menjaga objektivitas dalam menjalankan bisnis. maka modal sendiri (ekuitas) yang telah disetorkan oleh para pemilik perusahaan mungkin sekali akan hilang. Transparancy. Masalah keagenan (agency problems) muncul dalam dua bentuk.1 Teori Keagenan (Agency Theory) Husnan dan Pudjiastuti (2004) mengatakan bahwa perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas sering menerapkan pemisahan pengelolaan antara perusahaan (pihak manajemen) dengan pemilik perusahaan (atau pemegang saham). apabila perusahaan mengalami kebangkrutkan. dan antara pemegang saham dengan pemegang obligasi. untuk melakukan sejumlah jasa dan mendelegasikan kewenangan untuk membuat keputusan kepada agen tersebut.2 Mekanisme Good Corporate Governance Berdasarkan Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia yang dikemukan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) (2006). Dengan demikin dimungkinkan terjadinya masalah-masalah yang disebut dengan masalah-masalah keagenan (agency problems). BAB II LANDASAN TEORI 2. hal ini menciptakan potensi konflik kepentingan yang dikenal sebagai agency problem. Selain itu. Good Corporate Governance memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut: 1. untuk perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas.

perusahaan harus dapat mempertanggungjawabkan kinerjanya secara transparan dan wajar. kepemilikan. Dengan penerapan Good Corporate Governance diyakini dapat menciptakan kondisi yang kondusif dan landasan yang kokoh untuk menjalankan operasional perusahaan dengan baik. 4. dalam arti efektif dan efisien. 3. Kedua. tepat waktu. tetapi juga hal yang penting untuk pengambilan keputusan oleh pemegang saham. Responsibility. Akuntabilitas merupakan pra-syarat yang diperlukan untuk mencapai kinerja yang berkesinambungan. 2. Accountability. Untuk itu perusahaan harus dikelola secara benar. pentingnya hak pemegang saham untuk memperoleh informasi dengan benar dan tepat pada waktunya. terukur dan sesuai dengan kepentingan perusahaan dengan tetap memperhitungkan kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan lain. mengungkapkan tidak hanya masalah yang disyaratkan oleh peraturan perundang- undangan. 5. sebagai upaya untuk melancarkan pelaksanaan Good Corporate Governance. perusahaan harus senantiasa memperhatikan kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya berdasarkan asas kewajaran dan kesetaraan. perusahaan harus mematuhi peraturan perundang-undangan serta melaksanakan tanggungjawab terhadap masyarakat dan lingkungan sehingga dapat terpelihara kesinambungan usaha dalam jangka panjang dan dapat pengakuan sebagai Good Corporate Governance. 9 . Pertama. dan pemangku kepentingan lainnya. dan para stakeholder. kreditur. Fairness. perusahaan harus dikelola secara independen sehingga masing-masing organ perusahaan tidak saling mendominasi dan dapat diintervensi oleh pihak lain. dalam melaksanakan kegiatannya. transparan terhadap semua informasi kinerja perusahaan. Independency. Amanti (2012) menjelaskan bahwa ada dua hal yang ditekankan dalam konsep GCG. kewajiban perusahaan untuk melakukan disclosure (informasi yang diberikan oleh perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai keadaan perusahaan) secara akurat. serta menguntungkan.

Rasio ini merupakan ukuran profitabilitas bagi investor. Rasio penilaian sangat penting karena berkaitan langsung dengan tujuan memaksimalkan nilai perusahaan dan kekayaan para pemegang saham (Weston dan Copeland. dan modal saham tertentu. Menurut Weston dan Copeland (1999). Optimisme perusahaan akan prospek yang lebih baik di masa depan ini akan ditunjukkan dengan peningkatan harga saham. Teori ini mengungkapkan bahwa investor dapat membedakan antara perusahaan yang memiliki nilai tinggi dengan perusahaan yang memiliki nilai rendah. karena rasio tersebut mencerminkan risiko dengan hasil pengembalian. yaitu rasio keuangan yang berfungsi mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan dengan modal tertentu. 1999). karena rasio ini menunjukkan tingkat pengembalian yang dihasilkan oleh manajemen dari modal yang disediakan oleh pemilik perusahaan. sinyal adalah sebuah tindakan yang diambil oleh manajemen perusahaan yang memberikan petunjuk kepada investor tentang bagaimana manajemen memandang prospek perusahaan. 2. ada dua macam rasio penilaian yang digunakan untuk menentukan nilai intrinsik suatu saham.5 Nilai Perusahaan Ukuran yang paling tepat digunakan dalam menetukan nilai perusahaan adalah ratio valuation.3 Teori Sinyal (Signal Theory) Menurut Brigham dan Gapenski (2001). ROE merupakan rasio yang sangat penting bagi pemilik perusahaan (the common stockholder). yaitu: Price to Earning Ratio 10 . Perusahaan yang profitable memberikan sinyal tentang perusahaannya yang relatif tidak mudah mengalami financial distress dibandingkan dengan perusahaan yang kurang profitable. aset. 2.4 Kinerja Keuangan Perusahaan Hanafi dan Halim (1996) menjelaskan bahwa rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan keuangan pada tingkat penjualan. Adanya pertumbuhan ROE menunjukkan prospek perusahaan yang semakin baik karena berarti adanya potensi peningkatan keuntungan yang diperoleh perusahaan (Nasehah. rasio yang sering digunakan adalah ROE (Return on Investment).2. 2012).

Sustainability reporting merupakan terminologi yang luas mengenai pengungkapan kinerja ekonomi. 2005). produk.(PER) dan Market to Book Ratio atau disebut juga Price Book Value Ratio (PBV). misalnya Price Earning Ratio (PER). 2006). 2. yang diimbangi dengan peningkatan kualitas hidup karyawan beserta keluarganya. 7 item energi. Definisi tersebut menunjukkan bahwa CSR adalah suatu bentuk tindakan yang berangkat dari pertimbangan etis perusahaan untuk meningkatkan ekonomi. Market to Sales Ratio. kesehatan dan keselamatan tenaga kerja. keterlibatan masyarakat. lain-lain tenaga kerja. selanjutnya CSR dibandingkan dengan jumlah pengungkapan yang diharapkan. dan peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar maupun masyarakat secara luas. sosial. Global Reporting Initiative (GRI) merupakan salah satu dari lembaga yang serius menangani masalah yang berhubungan dengan sustainability. lingkungan. dan sosial (GRI. Tobin’s Q dan Price Flow Ratio. Pengungkapan CSR adalah pengungkapan informasi yang berkaitan dengan tanggung jawab perusahaan di dalam laporan tahunan. dan lingkungan. Pengungkapan sosial merupakan data yang diungkap oleh perusahaam berkaitan dengan aktifitas sosialnya yang meliputi 13 item lingkungan. dan umum. yaitu: lingkungan. Dan menurut Sukamulja (2004) ada beberapa rasio untuk mengukur nilai perusahaan. CSR merupakan komitmen perusahaan dalam berkontribusi membangun perekonomian yang baik dengan memperhatikan aspek ekonomi.6 Corporate Social Responsibility (CSR) The World Business Council for Suitainable Development (2005) mendefinisikan corporate social responsibility: “Continuing commitment by business to behave ethically and contributed to economic development while improving the quality of life of the workforce and their families as well as of the local community and society at large”. 8 item 11 . Isu mengenai CSR terkait erat dengan sustainability reporting. Dari tujuh tema tersebut dijabarkan kedalam 78 item pengungkapan yang telah disesuaikan dengan kondisi Indonesia (Sembiring. Pengukuran variabel ini dengan indeks pengungkapan sosial. Pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan terdiri dari tujuh tema. Market to Book Ratio atau Price Book Value (PBV). energi.

1 Populasi Penelitian Populasi dari penelitian ini adalah seluruh perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). 29 item lain-lain tenaga kerja.2 Sampel Penelitian Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. proporsi dewan komisaris independen. (3) perusahaan memiliki data tentang jumlah seluruh anggota dewan komisaris (boards size). 12 . 10 item produk. (2) perusahaan memiliki data tentang persentase saham yang dimiliki oleh institusi (institutional ownership). dan ukuran dewan komisaris. suatu model yang dibentuk melalui lebih dari satu variabel dependen yang dijelaskan oleh satu atau beberapa variabel independen.1 Populasi dan Sampel Penelitian 3. 3.2 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Masalah dalam penelitian ini dirumuskan menjadi model yang bersifat simultan.1. yaitu price to book value.1. Adapun kriteria sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah. Periode pengamatan mulai tahun 2010 sampai tahun 2015. sebagai berikut: (1) perusahaan mempublikasikan laporan keuangan per 31 Desember untuk tahun 2010 sampai dengan tahun 2015. (4) perusahaan memiliki data tentang jumlah anggota dewan komisaris independen (boards independent). Sedangkan variabel yang benar-benar merupakan variabel dependen adalah variabel yang merupakan proksi dari nilai perusahaan. Augusty.kesehatan dan keselamatan. Sebuah variabel dependen pada saat yang sama akan berperan sebagai variabel independen bagi hubungan berjenjang lainnya (Ferdinand. 3. Mekanisme corporate governance yang digunakan adalah bersifat internal yang diproksi kepemilikan institusional. 2011). 9 item keterlibatan masyarakat dan 2 item umum.

anggota dewan komisaris lainnya dan pemegang saham pengendali. kepemilikan institusional diukur dengan menggunakan indikator persentase jumlah saham yang dimiliki institusi dari seluruh modal saham yang beredar.2.1 Nilai Perusahaan Banyak alternatif yang dapat digunakan untuk menentukan proksi dari nilai perusahaan.3.2.2 Kepemilikan Institusional Institutional ownership sebagai salah satu variabel yang menjadi proksi dari mekanisme corporate governance dan sering disebut sebagai investor yang canggih (sophisticated) diprediksi berpengaruh terhadap variabel-variabel yang menjadi proksi dari kinerja keuangan. Tobin’s q ditentukan sebagai rasio nilai pasar dari aktiva dengan nilai buku dari aktiva tersebut.2. komisaris independen adalah anggota dewan komisaris yang tidak terafiliasi dengan manajemen. Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG. 3. 2004) menyatakan. dan bebas dari hubungan bisnis atau hubungan lainnya yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen atau bertindak semata-mata demi kepentingan perusahaan. salah satunya adalah dengan menghadirkan anggota dewan komisaris independen dalam komposisi dewan komisarisnya. 13 . Dalam penelitian ini. 2001).. salah satunya Tobin’s q yang dikembangkan oleh James Tobin (1967). 2003). Proporsi dewan komisaris independen diukur menggunakan indikator persentase anggota dewan komisaris berasal dari luar perusahaan atas seluruh ukuran anggota dewan komisaris.3 Komposisi Dewan Komisaris Independen Corporate governance merupakan mekanisme pengendalian untuk mengatur dan mengelola perusahaan dengan maksud untuk meningkatkan kemakmuran dan akuntabilitas perusahaan. Fan dan Claessens (2002) mengemukakan. Kepemilikan institusional merupakan persentase hak suara yang dimiliki oleh institusi (Beiner et al. terdapat beberapa mekanisme corporate governance yang dapat digunakan. corporate social responsibility dan nilai perusahaan. 3. yang tujuan akhirnya untuk mewujudkan shareholders value (Monk dan Minow.

3. 7 item energi. Pengungkapan ini merupakan data yang diungkap oleh perusahaam berkaitan dengan aktifitas sosialnya yang meliputi 13 item lingkungan. 2005). Nilai variabel yang menjadi proksi profitabilitas ini. Penilaian pengungkapan menggunakan pendekatan dikotomi yaitu setiap item CSR dalam instrumen penelitian diberi nilai 1 jika diungkapkan.3. dan nilai 0 jika tidak diungkapkan. 29 item lain- lain tenaga kerja. skor dari setiap item pengungkapan untuk masing-masing dimensi dijumlahkan dibagi skor yang diharapkan untuk memperoleh indeks setiap dimensi pengungkapan pada masing-masing perubahan sampel.3 Metode Analisis Data Penelitian ini menggunakan analisis jalur (path analysis) untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh dari variabel-variabel independen terhadap variabel-variabel 14 . 8 item kesehatan dan keselamatan. 3. Selanjutnya. 9 item keterlibatan masyarakat dan 2 item umum.6 Corporate Social Responsibility Corporate Social Responsibility (CSR) adalah pengungkapan informasi yang pengukurannya mengacu pada 79 item pengungkapan (Sembiring. dihitung menggunakan rumus: Earnings Before Interest∧Tax ROI= Total Assets Earnings After Tax ROE= Total Equity 3. ukuran dewan komisaris akan ditentukan dengan menggunakan indikator jumlah anggota dewan komisaris suatu perusahaan.5 Tingkat Profitabilitas Penelitian ini proksi dari profitabilitas adalah return on invesment (ROI) dan return on equity (ROE).2. Dalam penelitian ini.2.2. 10 item produk. (2003) menyatakan bahwa ukuran dewan komisaris adalah merupakan jumlah seluruh anggota dewan komisaris perusahaan.4 Ukuran Dewan Komisaris Beiner et al.

Schmidt dan H. 2012.dependen.. Joseph. dan Stijin Claessens. Zimmermann. -------. 2: pp. Manajemen Pemasaran edisi kesebelas. S. Jakarta. Penerbit Erlangga. “Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Nilai Perusahaan dengan Pengungkapan Corporate Social Responsibility dan Struktur Good Corporate Governance sebagai Variabel Pemoderasi”. Jurusan Statistika. 71-103. 2003. 2002. dalam Bachrudin dan Tobing. No.H. Bachrudin. 2012. Lutfilah. “Dasar-Dasar Manajemen Keuangan”.2007. Weston J. L. P.2: Halaman 1-9. Beiner. 2003) dengan tujuan untuk menerangkan akibat langsung dan tidak langsung (melalui variabel intervening) dari seperangkat variabel.”Is Board Size An Independent Corporate Governance Mechanism”? http://www. 1 No. Phillip dan Nancy. Peter. 3. Komite Nasional Kebijakan Governance. dan Houston. Joel F. A dan Tobing. Jakarta: Salemba Empat Brigham and Gapenski. Strategic Management Journal.. dan Ferris. H. 1999. dan Brigham Eugene F.2: Halaman 1-15. Wright. 2001.wwz. FMIPA UNPAD.” Edisi Kesembilan. 18: pp. “Corporate Governance in Asia: A Survey”. ch/cofi/publications/papers/2003/06. Indeks : Jakarta. International Review of Finance. 2001. Vol. Niyanti dan Siti Mutmainah. sebagai variabel penyebab. terhadap seperangkat variabel lain yang merupakan variabel akibat. W. “Analisis Data untuk Penelitian Survei dengan Menggunakan LISREL 8”. ”Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Anggitasari. Jilid 1. XII. Alih Bahasa : Benyamin Molan. Volume 1 No. Drobetz.unibaz. Diponegoro Journal of Accounting. 77-83. “Pengaruh Good Corporate Governance terhadap Nilai Perusahaan dengan Pengungkapan Corporate Social Responsibility sebagai Variabel Pemoderasi”. 2003. Vol. “Intermediate Financial Management”. ”Agency Conflict & Corporate Stategy: The Effect of Divestment on Corporate Value”. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 & 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas. Brigham. Pedoman Umun Good Corporate Governance di Indonesia 2006. Kotler. 15 . Eugene F. DAFTAR PUSTAKA Amanti. Fan. 2005. 1997. Vol. Diponegoro Journal of Accounting.pdf. F. 2006.03. Path analysis dikembangkan oleh Sewall Wright (1934. Fred. Stephen P.

16 . dan M.Yuniasih. W. http://gunadarma. G.id. 2010. Wirakusuma.ac. N. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan dengan Pengungkapan Corporate Social Responsibility dan Good Corporate Governance sebagai Variabel Pemoderasi.