You are on page 1of 14

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PPOK

Oleh :

I PUTU BAYU SUADNYANA
P07120215055
DIV KEPERAWATAN TINGKAT IIB
SEMESTER IV

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
TAHUN 2017

.

PPOK merupakan salah satu penyebab kematian yang bersaing dengan HIV/AIDS untuk menempati tempat ke-4 atau ke-5 setelah Penyakit Jantung Koroner. merokok. LATAR BELAKANG Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah penyakit yang mempunyai karakteristik keterbatasan jalan napas yang irreversibel atau reversibel parsial.1 juta orang dan di Asia Pasifik sebanyak 56.I. hiperresponsif saluran pernapasan. status merokok. dan pada tahun 2030 diperkirakan akan menduduki peringkat ketiga sebagai penyebab kematian (Papadopoulos. .7 juta orang (GOLD. PPOK adalah masalah kesehatan masyarakat yang signifikan dan menduduki peringkat keempat sebagai penyebab penyakit dan kematian di dunia. 2011).8 juta (5. dan faktor genetik. polusi udara. Menurut WHO.6%) penderita PPOK. Di level global. jenis kelamin. Prevalensi lebih tinggi pada laki-laki daripada perempuan dan meningkat dengan bertambahnya usia. menyajikan prevalensi PPOK berdasarkan usia. Jumlah penderita PPOK di Amerika Serikat 12. dan Infeksi Saluran Akut (COPD International. Dan ini diperkirakan akan terus meningkat. American Thoracic Society (ATS) melengkapi pengertian PPOK menjadi suatu penyakit yang dapat dicegah dan diobati ditandai dengan keterbatasan aliran udara yang tidak sepenuhnya reversible penderita PPOK. 2010). pemaparan akibat kerja. dan jumlah rokok yang dikonsumsi. PPOK lebih sering pada yang masih aktif merokok dan bekas perokok dan meningkat dengan banyak jumlah rokok yang dikonsumsi. 600 juta orang menderita PPOK di seluruh dunia. 2004). GOLD (2006). Di Indonesia. Faktor risiko terjadinya PPOK yaitu usia. Penyakit Serebrovaskuler. diperkirakan terdapat 4. WHO memperkirakan. jenis kelamin.

Pengertian PPOK 2. TUJUAN A. 4. semakin besar risiko dapat mengalami PPOK.MATERI PENYULUHAN 1. Perserta mampu menyebutkan kembali tanda dan gejala dari penyakit PPOK dengan benar. Cara penanganan PPOK 5. Perserta mampu menyebutkan kembali pengertian PPOK dengan benar. II.2016) dan berdasarkan catatan register di RSUD Klungkung khususnya di Ruang Kedongdong didapatkan 4 kasus PPOK dalam 2 bulan terakhir di tahun 2017. perserta mengerti apa yang telah disampaikan dengan kereteria hasil: 1. Dari hasil penelitian retrospektif dengan kajian rekam medis pasien yang menjalani rawat inaf di RSUP Sanglah bagian Penyakit Dalam didapatkan 4 kasus PPOK eksaserbasi akut pada bulan desember 2016 (Rai. Perserta mampu mendemonstrasikan cara perawatan PPOK di rumah III. Semakin banyak jumlah batang rokok yang dihisap dan makin lama masa waktu menjadi perokok. Cara perawatan PPOK . peserta penyuluhan diharapkan dapat memahami tentang PPOK dan cara perawatannya. B. 3. Di Bali sendiri PPOK merupakan penyakit infeksi yang cukup sering dijumpai. Penyebab PPOK 3.. Cara pencegahan PPOK 6. Tanda gejala PPOK 4. Tujuan instruksional khusus ( TIK ) Setelah dilakukan promosi kesehatan selama 1x30 menit. 2. Perserta mampu menyebutkan kembali penyebab PPOK dengan benar. Tujuan instruksional umum ( TIU ) Setelah dilakukan promosi kesehatan selama 1x30 menit.

memperhatikan. penyebab.  Mendengarkan. dari penyuluhan.  Menjelaskan tujuan  Memperhatikan. 3 5 menit Tanya jawab  Menjawab pertanyaan  Menanyakan dari peserta. cara perawatan PPOK di rumah. dan materi tanda gejala PPOK. KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN NO WAKTU KEGIATAN PENYULUH PESERTA 1 5 menit Pembukaan  Membuka kegiatan  Menjawab salam.  Mengevaluasi  Menjawab pemahaman peserta pertanyaan.IV. dan cara perawatan PPOK di rumah. 2 10 menit Pelaksanaan  Menjelaskan tentang  Mendengarkan Penyampaian pengertian. Perkenalan dengan mengucapkan salam. dengan memberi . cara perawatan PPOK di rumah. sehubungan dengan PPOK. 10 menit Redemonstrasi  Menilai kemampuan  Mempraktekkan peserta.  Memperkenalkan diri. 7 menit Demonstrasi  Mendemonstrasikan  Memperhatikan.

pertanyaan seputar materi penyuluhan. Leaflet 2. 2009. Volume 2.  Mengucapkan salam  Menjawab salam. . ALAT DAN BAHAN 1. Buku Saku Patofisiologi (Edisi 3). Demonstrasi VI. 4 3 menit Penutup  Mengucapkan  Mendengarkan. V. Dalam: Kapita Selekta COPD International. Tanya jawab 3. Jakarta: EGC Engram. 2002. Ceramah 2.com/library/statistics. penutup. Rencana Asuhan Keperawatan Medikal Bedah. B. Available from: http://www. 1998. dkk. Lembar balik VII. Askariasis. Jakarta: EGC. MEDIA 1. Kursi VIII. 2004. COPD Statical Information. SUMBER: Arief Mansjoer. METODE 1. Elizabeth J. terimakasih atas peran serta peserta.htm [Accessed 7 Maret 2017] Corwin.copd-international.

Ketrampilan dan Prosedur Laboratorium. and Prevention of Chronic Obstructive Pulmonary Disease. Arif. 2010. Penyakit Infeksi Saluran Nafas yang dirawat di RSUP Sanglah-Denpasar-Bali. Management. Denpasar : RSUP Sanglah IX. Jakarta: Media Aesculapius FKUI. and Prevention of Chronic Obstructive Pulmonary Disease.html [Accessed 07 Maret 2017] Kedokteran. BMC Pulmonary Medicine. Jakarta: Salemba Medika Papadopoulos et al.pdf [Accessed 07 Maret 2017] Rai. Management. Available from: http://www. 2011. 2008.goldcopd. Available from: http://www. Ida Bagus Ngurah.biomedcentral.goldcopd.com [Accessed 07 Maret 2017] GOLD. GOLD. Global Strategy for The Diagnosis. E. Edisi 3. 2016.Jakarta: EGC Muttaqin. Jilid 1. X. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien Dengan Gangguan Sistem Imunologi. WAKTU Hari : Kamis . 2006. PESERTA Sasaran penyuluhan tetang PPOK ini adalah masyarakat sehat serta masyarakat yang memiliki resiko tinggi mengalami PPOK berserta dengan anggota keluarganya.com/1471- 2466/11/13. Available from: http://www. Global Strategy for The Diagnosis. Smoking Cessation Can Improve Quality of Life among COPD Patients: Validation of The Clinical COPD Questionnaire into Greek. Kusyati. 2006.org/Guidelines/guidelines-global- strategy-for-diagnosis-management.

Struktur : 1. Penyaji 2. Moderator 4. Persiapan media Media yang akan digunakan dalam penyuluhan semuanya lengkap dan siap digunakan. TEMPAT : Di ruang Kedongdo RSUD KLungkung Setting Tempat: Keterangan : 1. RENCANA EVALUASI A. Fasilitator 6. Tanggal : 09 Maret 2017 Jam : 11:00-11. Media yang digunakan adalah lembar balik dan leaflet.30 WITA XI. Observer XII. Kurun waktu dalam persiapan media adalah 2 hari . Notulen 5. Peserta 3.

Persiapan materi Materi yang akan diberikan dalam penyuluhan sudah disiapkan dan akan disebarluaskan dalam bentuk lembar balik dan leaflet yang berisi gambar dan tulisan. Peserta diharapkan memperhatikan materi yang diberikan. Kegiatan penyuluhan yang akan diberikan diharapkan berjalan lancar dan sasaran memahami tentang penyuluhan yang diberikan. B. Sasaran diaharapkan mampu mengerti dan memahami penyuluhan dan 50% bisa menjawab 2. Dalam proses penyuluhan diharapkan terjadi interaksi antara penyuluh dan sasaran yang akan diharapkan penyuluhan 3. Proses penyuluhan : 1. Sasaran paham dan bisa mengetahicara mencegah dan perawatan PPOK 3. Hasil penyuluhan : 1. Cara penanganan PPOK e. Sasaran dapat menjelaskan ulang tentang : a. Tanda gejala PPOK d. 2. Diharapkan dalam proses penyuluhan terdapat 9 orang atau lebih peserta 4. Cara pencegahan PPOK f. Cara perawatan PPOK . Sasaran paham seluruh materi yang diberikan 2. Penyebab PPOK c. C. Pengertian PPOK b. Kurun waktu dalam persiapan materi 3 hari.

Gangguan yang penting adalah bronchitis obstruktif. Pengertian Menurut Black (1993) yang dikutip oleh Muttaqin (2008:156) Penyakit Paru Obstruktif Menahun (PPOK) merupakan sejumlah gangguan yang memengaruhi pergerakan udara dari dan ke luar paru. Suatu kondisi dimana aliran udara pada paru tersumbat secara terus menerus. dan asma bronkhial.Lampiran I LAMPIRAN MATERI TENTANG PPOK DI RUANG KEDONDONG RSUD KLUNGKUNG 1. emfisema. Proses penyakit ini adalah seringkali kombinasi dari 2 atau 3 kondisi .

1998). berikut ini (Bronkhitis Obstruktif Kronis. Tanda dan Gejala Menurut Mansjoer (2008:480) tanda dan gejala pada penderita PPOK adalah:  Batuk.  Riwayat infeksi saluran napas.  Faktor herediter. Emphysema dan Asthma Bronkiale) dengan suatu penyebab primer dan yang lain adalah komplikasi dari penyakit primer (Engram. . Penyebab Menurut Mansjoer (2002) faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya PPOK adalah :  Kebiasaan merokok. paling sedikit 2 tahun berturut– turut.  Faktor yang tidak diketahui. Emphysema Perubahan anatomis parenkim paru yang ditandai pelebaran dinding alveolus. 2. Bronkhitis Kronis Gangguan klinis yang ditandai dengan pembentukan mucus yang berlebihan dalam bronkus dan termanifestasikan dalam bentuk batuk kronis dan pembentuk sputum selama 3 bulan dalam setahun. asap.  Paparan debu. dan gas-gas kimiawi akibat bekerja.  Polusi udara. B. 3. duktus alveolaris dan destruksi dinding alveolar Asthma Bronkiale Suatu penyakit yang ditandai dengan tanggap reaksi yang meningkat dari trachea dan bronkus terhadap berbagai macam rangsangan dengan manifestasi berupa kesukaran bernafas yang disebabkan oleh penyempitan yang menyeluruh dari saluran nafas.

Pendidikan dan penyuluhan kesehatan b.  Sputum putih atau mukoid. sampai menggunakan otot-otot pernapasan tambahan untuk bernapas. Hindari merokok b. jika ada infeksi menjadi purulent atau mukopurulen. lakukan 10-15 menit. 4. vibrasi dan latihan batuk efektif. Mengurangi sekresi lendir Minum yang cukup supaya tidak terjadi dehidrasi dan sekret encer b. Vibrasi dilakukan dengan cara melakukan getaran- getaran lembut disamping depan cekungan iga saat klien menarik napas dalam. Minum obat secara teratur 6. Menghindari lingkungan yang polusi c.  Postural drainage Pengeluaran sekret dengan prinsip gravitasi bumi Caranya: Posisikan klien sesuai bagian paru yang mengandung banyak sekret (untuk membersihkan paru kanan maka klien miring kiri dan begitu jg sebaliknya).  Clapping dan vibrasi Caranya: Atur posisi klien.  Sesak. duduk atau miring. lanjutkan dengan prosedur clapping dan vibrasi. Pemasangan alat bantu napas e. Perawatan di Rumah Sakit 5. Obat-obatan c. sampai ada rangsangan batuk. Cara Penanganan a. Pengeluaran sekresi bronkial dengan cara: postural drainage. Cara Perawatan a. Menepuk punggung dengan kedua tangan masing-masing sisi 30 kali tepukan. clapping. . Cara Pencegahan a. Terapi Oksigen d. Nutrisi (Diit TKTP) f.

Paparan debu. Sputum putih atau mukoid. Lampiran 2 EVALUASI A. Bagaimana cara penanganan PPOK? 5. 3. jika ada infeksi menjadi purulent atau mukopurulen. Kebiasaan merokok. 2. . Sebutkan minimal 2 cara perawatan PPOK? B. Sebutkan 3 tanda gejala PPOK? 4. 2006:263).  Batuk Efektif Batuk efektif merupakan latihan batuk yang mengeluarkan sekret (Kusyati. Sesak. Sekret ditampung dalam sputum pot Postural drainase. vibrasi dan batuk efektif dilakukan secara berurutan sebagai suatu paket manajemen pengeluaran sekret. asap. dan gas-gas kimiawi akibat bekerja. Polusi udara. Batuk. Bagaimana cara pencegahan PPOK? 6. Sebutkan 3 penyebab PPOK? 3. sampai menggunakan otot-otot pernapasan tambahan untuk bernapas. Apa yang dimaksud dengan PPOK? 2. clapping. tahan selama 3 detik dan batukkan. Riwayat infeksi saluran napas. Caranya: Anjurkan klien menarik napas dalam. Kunci Jawaban 1. Pertanyaan 1. Sejumlah gangguan yang memengaruhi pergerakan udara dari dan ke luar paru ditandai dengan pembentukan mucus yang berlebihan dalam bronkus dan termanifestasikan dalam bentuk batuk kronis dan pembentuk sputum selama 3 bulan dalam setahun.

Terapi Oksigen. Hindari merokok. Obat-obatan.4. Perawatan di Rumah Sakit 5. Batuk Efektif . Minum obat secara teratur 6. Pendidikan dan penyuluhan kesehatan. Pemasangan alat bantu napas. Nutrisi (Diit TKTP). Clapping dan vibrasi. Menghindari lingkungan yang polusi. Postural drainage.