You are on page 1of 16

Sutarno dan Mukhidin, Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif 203

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA
INTERAKTIF PENGUKURAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL DAN
KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMP DI KOTA BANDUNG

Erwan Sutarno dan Mukhidin
Undiksa Bali, UPI
mukidhin@upi.edu

ABSTRACT
      

<3  
$ 
$ >      

% 
V33R 
K 
"  
'     

R 
K 
<  

 >#    $ &  % 2        $ # 2*/.$%  ' '     $ = %" Keywords?  23   $  26     .  $      62*(.3   $     $        $ = %'       &2*0. %&% M  $  "  '  %%2$ 2  "    %%' $ '  &$  "$ '   2   2 6  " $    '  &%     "   ' 6     % %J&*+.3   $  '    $                %2*(.  %&      2  # "  $  ' <3   $    $      %"      '*+.&  %  $   $ &        '#"     2  2 $  '*+.    $  >       $ 2*0.."    '*+.3   $       %  #  ' 2*4.'#&&%2*/.   >  6        6  2*0. '     $%   #   %   2*/.(.

tahap pengembangan model dilakukan berupa penyusunan draf awal model. Penelitian dilaksanakan di SMP di Kota Bandung menggunakan pendekatan   $ .% " ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model pembelajaran pengukuran berbasis multimedia interaktif yang dapat meningkatkan hasil dan kemandirian belajar siswa di SMP kelas VII. dan pengujian. tahap validasi model berupa eksperimen pre-test treatment post-test dengan menggunakan         . Proses dilaksanakan melalui tahapan: studi pendahuluan. pengembangan. Instrumen yang digunakan pada tahap studi pendahuluan adalah studi pustaka dan survei lapangan. uji-coba terbatas. dan uji-coba diperluas.

Hasil uji efektivitas melalui model pembelajaran berbasis multimedia interaktif dapat meningkatkan hasil belajar dan kemandirian belajar siswa. Beberapa temuan terpenting adalah: (1) model ini dapat meningkatkan kompetensi belajar siswa pada ranah kognitif. (2) belajar sambil bekerja ('#&&%). meter.       Z Z  pembelajaran experiential learning cycle dari teori belajar Kolb (1994) dengan karakteristik: (1) mengintegrasikan pengalaman awal siswa dengan pengalaman     (ilmiah). dan (4) menjamin penguasaan kompetensi dasar pengukuran arus. kilogram yang memadai. . (2) melalui perangkat lunak keterampilan siswa dapat meningkatkan kemampuan bekerjasama dalam kelompok belajar. dan (3) pendidikan yang bersifat kooperatif (bekerja sama) dalam konteks sosial.

! G   .

&  G Z & <     G G    .

  .

pemerintah adalah: (1) Multimedia interaktif melalui animasi yang didisain secara menarik mampu meningkatkan pembelajaran. 203 . Beberapa rekomendasi penelitian untuk guru. Multimedia Interaktif. (4) multimedia interaktif ini dapat meningkatkan hasil belajar. sekolah. (3) Multimedia interaktif dengan bahasa yang komunikatif dan mengandung ilustrasi-ilustrasi menarik akan efektif untuk disimak. sehingga siswa dengan mudah dapat mengecek keberhasilannya secara mandiri. dan (5) multimedia interaktif ini setiap bagian/penggalan ada reinforcement (penguatan). Kata Kunci: Model Pembelajaran. sehingga merangsang siswa untuk belajar mandiri. Experiential Learning Cycle. (2) Multimedia interaktif ini didisain berdasarkan bagian- bagian dan penggalan-penggalan menjadi unit terkecil. sehingga siswa serius menyimak pelajaran dengan baik dan tidak membosankan. sehingga siswa akan dapat meningkatkan hasil belajarnya. mengerjakan LKS. sehingga siswa dengan mudah dapat memahami isi materi yang disampaikan.

Walaupun dari orang-orang dewasa yang bertanggung fasilitas pembelajaran dan potensi akademik jawab atas pendidikannya. Hal penting lainnya yang perlu diingat terbukti masih banyaknya keluhan yang datang dalam proses belajar. maka dalam pelaksanaan pem. Volume 21. Ketika yang maksimal. Semakin meningkat siswa cukup memadai. daya dukung. # (masukan) peserta didik untuk mencapai belajaran di kelas masih mengalami banyak ketuntasan standar kompetensi dan kompetensi kendala dari segi teknis maupun non teknis. semakin meningkat usia dari guru maupun siswa karena pembelajaran yang seseorang maka selayaknya makin bertanggung dicanangkan belum memberikan hasil belajar jawab ia akan proses belajarnya sendiri. dan selama 6 tahun. seperti yang terjadi pada kelas di usia sekolah dasar ketergantungan pada arahan VII SMP Negeri di Kota Bandung.204 Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. dasar. tetapi kompetensi dasar jenjang pendidikan seorang sedikit demi sedikit    Z . Nomor 3. Mei 2013 PENDAHULUAN minimal pada setiap indikator kompetensi dengan Meskipun kurikulum 2006 telah berjalan memperhatikan kompleksitas.

& ZZ.

(2) rendahnya pengalaman belajar sains tes. (2) ketika mengerjakan suatu materi yang yang diperoleh siswa lewat kegiatan eksperimen diterapkan pada persoalan nyata para siswa di laboratorium (&%&   $ %). masih banyak siswa pada tingkatan pelajaran IPA pokok bahasan pengukuran belum SMP yang belum mampu menjadi pembelajar optimal. oleh karena itu seseorang perlu me- seperti ditunjukkan berdasarkan kenyataan di ningkatkan kemandirian dalam belajarnya. sehingga dijadikan pembenaran teman yang lain untuk mengerjakan di depan bagi guru untuk pembelajaran sains secara kon. Hal ini. lapangan rata-rata hasil belajar siswa untuk mata Hal inilah. (3) minimnya sumber-sumber belajar pembelajaran.Z &  ketergantungan tersebut dalam belajar perlu afektif yang dicapai siswa relatif masih rendah. dan mempelajari materi menariknya keemasan pembelajaran sains di pelajaran hanya apabila akan dilaksanakan kelas. dikurangi. Sebagai contoh. sebenarnya sama dengan persoalan yang ada pada torium. pembelajaran berlangsung. Pembelajaran sains mata pelajaran IPA vensional melalui metode ceramah dan (4)    G! . (1) sebagian besar kan salah satu pelajaran yang sangat sulit dan siswa tidak melakukan persiapan sebelum meng- tidak disenangi oleh siswa. ditunjukkan dengan masih mandiri. (3) ketika diminta untuk maju ke sains (   ) yang    dan depan mengerjakan suatu soal hanya menunggu mengglobal. cenderung kesulitan untuk mengerjakan walaupun disebabkan keterbatasan sarana/prasarana labora. karena (1) kurang hadapi pembelajaran. ketika peneliti mela- banyaknya siswa yang beranggapan bahwa mata kukan observasi di kelas terpantau ketika proses pelajaran ini dalam pembelajaran sains merupa. kelas.

    .

23 sedangkan KKM yang sudah meningkatkan keaktifan belajar siswa sehingga ditetapkan sekolah pada awal tahun pelajaran di hasil belajar dan kemandirian belajar siswa juga SMP N 45 dan SMP N 2 di Kota Bandung yaitu meningkat. kurangnya komunitas dan lingkungan belajar dan kondisi sekolah yang bersangkutan.        +. dalam arti dan kemandirian belajar. sehingga penguasaan dalam mata haman dan penguasaan materi serta hasil belajar pelajaran ini menjadi sangat kurang.5. Keberhasilan itu dapat dilihat secara optimal dan bermakna pada diri siswa. Perolehan nyata rata-rata hasil belajar yang pembelajaran yang inovatif dan kreatif yang dapat dicapai adalah 6. penguasaan materi Hal ini mengakibatkan rendahnya hasil belajar serta hasil belajar siswa. KKM merupakan acuan empiris Persoalan sekarang adalah sampai sejauh tingkat ketuntasan belajar paling rendah yang mana penguasaan mata pelajaran Pokok Bahasan harus dicapai oleh siswa dalam hal penilaian. Hal ini (KKM) yang sudah ditetapkan sekolah pada awal juga dapat ditunjang dari penggunaan model tahun. maka semakin tinggi belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal pula tingkat keberhasilan pembelajaran. Semakin tinggi pema- pelajaran sains. dari tingkat pemahaman. Anggapan (   %  $   ) yang dapat tersebut dapat mempengaruhi keberhasilan siswa mendukung rekonstruksi konsep dan proses sains dalam belajar sains. dikisaran 7.

salah satu contoh Pendidikan (BSNP). kadang kala . diserahkan kepada masing. untuk memperoleh tingkat pencapaian standar masing sekolah melalui analisis ketuntasan belajar kompetensi sains siswa misalnya.  Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) ini sesuai Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) dengan pedoman dari Badan Standar Nasional sudah dicapai oleh para siswa?.

karena komputer itu netral (tidak memvisualisasikan materi pelajaran tersebut dalam akan memaki. Salah satu berikut: a) Apakah model pembelajaran berbasis hal yang dapat meningkatkan kemampuan siswa multimedia interaktif hasil pengembangan dapat untuk menguasai suatu konsep pembelajaran meningkatkan hasil belajar siswa di SMP? dan adalah menerapkan suatu media pembelajaran b) Apakah model pembelajaran berbasis multi- yang tepat dalam suatu proses pembelajaran. Media pembelajaran tersebut berbasis multimedia interaktif hasil belajar siswa harus membuat siswa merasa tertarik terhadap di SMP?. dan bentuk animasi pelajaran secara interaktif. 2) bagaimanakah guru dalam proses pembelajaran cenderung model pembelajaran berbasis multimedia interaktif hanya menjelaskan atau memberitahukan segala pengukuran yang dapat meningkatkan hasil sesuatu kepada siswa dan guru kurang memberi belajar siswa SMP?. bertanya kepada/menyuruh terus komputer. serta tidak merasa dibebani interaktif pengukuran yang bagaimanakah yang oleh tugas-tugas pekerjaan rumah. Fokus masalah penelitian ini diuraikan materi pelajaran dan siswa tidak merasa bosan menjadi beberapa pertanyaan penelitian sebagai selama mengikuti proses pembelajaran. (Fokus masalah penelitian ini kesempatan pada siswa untuk melatih siswa dalam diuraikan menjadi beberapa pertanyaan penelitian belajar untuk belajar menemukan jawabannya sebagai berikut: a) Bagaimanakah disain pem- sendiri. menyindir. yang sekarang tersebar luas untuk membantu dalam Disamping itu. Seperti belajar siswa di SMP dengan menggunakan model kita ketahui seorang guru dituntut untuk mampu pembelajaran berbasis multimedia interaktif ?) 3) menentukan media pembelajaran yang tepat dalam Bagaimanakah efektivitas model pembelajaran proses pembelajaran. Namun yang terjadi di berikut: 1) bagaimanakah proses pembelajaran sekolah-sekolah pada masa kini cenderung banyak pengukuran selama ini di SMP?. Siswa susah aktif Pengukuran untuk meningkatkan hasil membayangkan seperti apa gerak dari mobil yang dan kemandirian belajar siswa SMP Negeri di memiliki kecepatan dan percepatan tertentu. penelitian ini dirumuskan dengan merujuk Melalui penguasaan strategi pembelajaran kepada fokus masalah yang berkenaan dengan yang baik. Guru seterusnya) maka siswa akan cenderung terus maupun siswa dapat mensimulasikan perilaku. membuka peluang bagi katkan kemauan siswa untuk belajar sains ''animasi semacam Adobe Flash karena adanya umpan balik secara langsung. bermuka masam. maka masalah maupun hukum-hukum alam lainnya. Dengan model pembelajaran seperti itu belajaran berbasis multimedia interaktif dapat banyak diantara siswa yang semakin pasif dan meningkatkan hasil belajar siswa di SMP? b) cenderung merasa bosan. ketika ingin melakukan experiential learning. Sutarno dan Mukhidin. Bagaimanakah mengimplementasikan disain Peneliti merasa tertarik untuk memecahkan pembelajaran berbasis multimedia interaktif untuk permasalahan tersebut yaitu dengan memilih meningkatkan hasil dan kemandirian belajar siswa media pembelajaran yang tepat untuk memfasilitasi di SMP ? dan c) Bagaimanakah mengevaluasi hasil siswa dalam memahami materi pelajaran. Lebih lanjut dikatakan bahwa penggunaan terdapat kendala jika kita mempraktikannya di komputer dalam pengajaran sains akan mening- laboratorium. Dan Bandung.    ! &     tetapi hendaknya memahami semua karakteristik siswa SMP?. Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif 205 siswa susah dalam melakukan abstraksi terhadap model pembelajaran berbasis multimedia inter- materi gerak lurus berubah beraturan. Guru tidak dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran hanya memahami bahan materi yang diajarkan.   G  G   !Y!  Berdasarkan uraian di atas.” Dari rumusan masalah sebagaimana yang terkandung di dalamnya sehingga dapat dikemukakan di atas. Hal ini. media interaktif hasil pengembangan dapat Media yang dianggap tepat oleh peneliti adalah meningkatkan kemandirian belajar siswa di SMP? Multimedia Interaktif (3) yang menggunakan sistem pembelajaran dengan bantuan komputer atau      (. diturunkan menjadi beberapa dengan mudah menerapkan kerangka berpikir baru pertanyaan penelitian yang lebih rinci sebagai dalam proses pembelajaran. diharapkan siswa akan mampu berpikir judul: “model pembelajaran berbasis multimedia secara kritis dan kreatif.

penelitian yang dilakukan adalah mengenai pengembangan . Pada kesempatan kali ini.!3).

(2) belajar sambil pendekatan   $ dari Borg bekerja ('#&&%). (3) pendidikan and Gall (1989). Instrumen yang digunakan pada tahap Z. dan (4) menjamin penguasaan pengujian. dan konteks sosial. Volume 21. Proses dilaksanakan melalui yang bersifat kooperatif (bekerja sama) dalam tahapan: studi pendahuluan. Nomor 3.206 Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. metode penelitian menggunakan pengalaman     (ilmiah). pengembangan. Mei 2013 METODE teori belajar Kolb (1994) dengan karakteristik: (1) Penelitian dilaksanakan di SMP di Kota mengintegrasikan pengalaman awal siswa dengan Bandung.

        ‚  .

Sukmadinata (2012 : h. #{[ Z   . tahap validasi dan proses). Borg dan Gall (1989). studi pendahuluan adalah studi pustaka dan survei Kolb (1994).     . tahap pengembangan model dilakukan proses transformasi pengalaman IPA pada diri berupa penyusunan draf awal model. dan uji-coba diperluas. uji-coba siswa menuju penguasaan kompetensi (produk terbatas. belajar sains (IPA) merupakan lapangan. model akhir berupa eksperimen pre-test treatment Berdasarkan pada tahapan penelitian dari post-test dengan menggunakan matching pretest.

kondisi siswa SMP Negeri di Kota Bandung. siswa pelajaran tersebut membosankan.    !   Penelitian ini dirancang dengan meng. metode pembelajaran. akibatnya keterlaksanaan rencana aspek aspek yang dikaji sebagaimana disebutkan pembelajaran di kelas relatif rendah. seperti gambar 3. sehingga di atas: pembelajaran menjadi kurang berkembang bahkan Bentuk rancangan awal pembelajaran di. Desain Penelitian dan Pengembangan HASIL DAN PEMBAHASAN jaran. dan 3) Uji laman belajar (6     % ) dari Validitas Model.1. rencana guru. Namun demikian. pembelajaran ini hanya disusun di awal semes- sumber belajar dan fasilitas pendukung. susun oleh guru mengacu pada standar proses . yaitu: 1) Studi Pen-    Z Z  G    Y dahuluan. berikut di bawah ini: Gambar 1. (2) ter dan setelah itu tidak lagi diperbaiki oleh guru. menjadi tiga tahap utama. Hasil studi pendahuluan. meliputi: (1) data evaluasi hasil belajar. penerapan pembelajaran yang sedang berlangsung bahkan hanya untuk memenuhi syarat admi- Berikut rincian hasil studi pendahuluan atas nistratif guru. sumber belajar. 2) Pengembangan Model.

.

materi ajar. . lain pembelajaran banyak didominasi oleh guru. mendengarkan guru menjelaskan dengan kata an pembelajaran. z &     !  pembelajaran dari BSNP yang terdiri dari tuju. scenario pembela.

Berdasarkan penelitian ini bahwa guru nya. Pemanfaatan sarana untuk dapat mengajar dengan cara yang baru. pada umumnya res- belum digunakan secara maksimal. Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif 207 Kinerja guru dalam pelaksanaan kurikulum mata yang diampunya. Hal ter- maksimal oleh guru. mengindikasikan adanya mata pelajaran IPA belum menggunakan prinsip suatu motivasi yang besar dari seluruh guru pembelajaran kontekstual. Hal tersebut. Sutarno dan Mukhidin. Berdasarkan ponden menyatakan dapat mengelola dengan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sarana baik dan sebagian kecil responden menyatakan prasarana belajar belum dimanfaatkan secara belum dapat mengelola dengan baik. pelajaran IPA cenderung mengikuti struktur Aspek keinginan untuk memperbaiki keilmuan yang bersifat deduktif. Guru hanya cara mengajar. seluruh responden menyatakan mengikuti sistematika dari buku pegangan keinginannya untuk memperbaiki cara mengajar- siswa. sebut. prasarana pendukung pembelajaran yang tersedia Aspek pengelolaan kelas. mengindikasikan perlunya suatu model .

penggunaan media pembelajaran. } &  Z        pembelajaran yang lebih bervariasi. diantaranya terdapat salah seorang guru yang Hasil observasi kelas. S-1 dengan berbagai ragam program studi. keterampilan guru dalam mengelola kelas Pada umumnya memiliki pengalaman mengajar diantaranya masih perlu pembenahan pada sebagai guru antara 10 . menunjukkan bahwa sudah menyandang magister pendidikan (S-2). sehingga SMP Negeri di Kota Bandung yang menjadi obyek membuat siswa tidak merasa bosan dan monoton penelitian berlatar belakang pendidikan beragam. } Y  . Hal tersebut.20 tahun. dengan pembelajaran yang selama ini para guru pada umumnya mereka menyandang pendidikan lakukan. walau Peneliti melaksanakan observasi kelas.

Meskipun jumlah guru sebagai pekerjaan rutin dari semester ke semester. Berdasarkan hasil penelitian pengetahuan kepada siswa. dan mengikuti lokakarya dan Ketiga. pembelajaran di laboratorium. dan media lainnya sebagai pada umumnya pernah mengikuti berbagai jenis alat bantu proses pembelajaran masih terlihat pelatihan/penataran. mentransfer ilmu pembelajaran. diantara para guru masih jarang menggunakan Tujuan mengajar bagi guru adalah melak. Pengalaman mengajar di SMP media pembelajaran seperti: ' . para guru peraga pembelajaran. Sasaran yang ingin 182) bahwa terdapat kesenjangan yang tinggi dicapai sebagai guru adalah agar siswa didiknya antara ketersedian media dengan keterpakaian menjadi siswa yang mandiri.20 tahun. yang lebih tinggi. umumnya berlatar belakang model pembelajaran yang biasa mereka lakukan. dan pembelajaran. seminar dan lokakarya baik canggung. media pembelajaran sebagai alat bantu proses sanakan tugas profesinya. sudah diantisipasi dengan melihat pada umur dan Beberapa alasan dikemukakan oleh guru lamanya responden tersebut. yang menyatakan bahwa sekolah memiliki diantaranya menyatakan sebagai suatu kewajiban sarana-sarana yang diperlukan untuk menunjang yang harus dilakukan berdasarkan perintah. dan patuh. namun dari hasil observasi terhadap sebagian lainnya menyatakan tantangan untuk pembelajaran hanya sedikit guru menggunakan mengembangkan profesi sebagai guru. mereka menyatakan mereka langsungkan. KIT Pelajaran Pengukuran baca. alat pada umumnya antara 10 . beberapa hal praktis jangka sorong dan mikrometer skrup). menunjukkan sebahagian tingkat propinsi maupun nasional. meskipun multimedia yang .       terpantau ketika guru mengajar menggunakan menjadi responden. Hal tersebut. Hal ini. mengabdi sebagai untuk keterpakaian media. untuk semakin menambah media tersebut tidak layak untuk digunakan dalam pengetahuan mereka. ada di sekolah kondisinya sudah rusak (misalnya berdasarkan hasil wawancara. pendidikan S-1 sesuai dengan mata pelajaran Bahkan saat guru sedang mengajar menggunakan yang diampunya. sehingga guru tidak sama. berdiskusi dengan guru mata pelajaran yang kondisinya tidak lengkap. sehingga yang mereka lakukan. laku siswa ke arah positif. mengikuti kuliah pada jenjang pendidikan pernah menggunakannya dalam pembelajaran. media oleh guru dalam pembelajaran IPA yang Aspek pemberian tugas. media pembelajarannya. diantaranya: melalui mem. terlalu direpotkan dengan mengoperasikan penataran yang berkaitan dengan mata pelajaran multimedia interaktif. dan mengubah tingkah terdahulu yang dilakukan oleh Diana (2010: h. Kedua. pembelajaran. sebagai alat bantu guru. Pertama media yang Aspek penguasaan materi pelajaran. pintar.

Penggunaan media asli me. dalam mempelajari benda-benda membantu mereka untuk dapat lebih menguasai alam dengan menggunakan peralatan. Hal ini dijelaskan sebagai berikut: pada umumnya para siswa menyatakan terlalu Pertama. sehingga gunakannya. tetapi di sisi lain para siswa kerangka bangun konsep awal untuk memahami juga menyadari bahwa pemberian tugas dapat prosedur ilmiah. yang sedang digunakan. namun demikian ada Kalaupun ada sekolah yang menyediakan media sebagian kecil siswa menganggap mata pelajaran interaktif. Nomor 3. pada umumnya di bahwa sekolah merupakan tempat yang sangat sekolah tidak terdapat fasilitas pendukung pem- menyenangkan. interaktif. melainkan menggunakan minimal 2 buku sumber Kondisi siswa SMP Kota Bandung. 2008. H. Dari Penerbit Pusat materi yang harus dipelajari dan dihapal. suhu. sebelumnya. Hal tersebut. landasan guru. karena dengan bersekolah mereka belajaran IPA yang dapat digunakan oleh guru. tercermin bahwa untuk Kelas VII dengan pengarang Krisno. Media asli akan membantu hal ini sesuai dengan keperluan di lapangan. Dari Penerbit menimba ilmu pengetahuan yang lebih baik dari Pusat Perbukuan Depdiknas Jakarta. IPA hanya merupakan kumpulan dari Yuli Irianto Wasis. oleh karena model pembelajaran sains. 2) Ilmu Pengetahuan bahwa dengan bersekolah. Mei 2013 dimiliki oleh sekolah dalam kondisi baik. akibat terparah siswa menjadi verbalisme terhadap Penggunaan buku sumber para guru beragam. dan Perbukuan Depdiknas Provinsi Jawa Barat. seluruh siswa itu. dan Untuk tugas-tugas mata pelajaran IPA pengukuran perlu diajarkan melalui multimedia Pengukuran yang diberikan oleh para guru. siswa menganggap Penerbit Depdiknas Jakarta. 2008. Agar siswa mengenal lebih dekat tentang diri siswa pembaharuan model pembelajaran sains berhasil dan lingkungan sekitarnya. menganggap pokok bahasan besaran. 2008. Volume 21. pelajaran IPA Pengukuran tersebut. Sebagian besar siswa menyatakan Fasilitas Pendukung. guru jarang bahkan tidak pernah meng- IPA Pengukuran di sekolah terlalu padat. Keempat. 2008). terutama media maka beberapa hal perlu dipertimbangkan dalam asli dalam pembelajaran yang dilangsungkan oleh pembaharuan seperti rasional teoritis. yaitu buku berdasarkan jawaban angket yang disebarkan berjudul: 1) Ilmu Pengetahuan Alam: SMP/MTs kepada para siswa. pokok bahasan: Besaran. menjadi semakin pandai. kurang dari satu jam. kalaupun lebih dari satu jam multimedia interaktif mata pelajaran IPA dengan biasanya maksimal adalah dua jam saja. maka dapat menjadikan pembelajaran IPA pemikiran pembelajaran dan lingkungan belajar. menjadi sesuatu yang sifatnya abstrak. Pernyataan bahwa siswa Hanya sebagian kecil guru yang meman. dan pengukuran Untuk pertanyaan pembaharuan di SMP tersebut belum memiliki.208 Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Dengan ketidak maksimal sesuai dengan tujuan yang diinginkan maksimalnya penggunaan media. merupakan kesan penting bagi peneliti untuk Hasil ini menunjukkan bahwa guru SMP di dapat melanjutkan pengembangan model Kota Bandung belum memanfaatkan media pembelajara berbasis multimedia interaktif asli secara optimal. mereka selain dapat Alam Jilid 1 untuk SMP/MTs Kelas VII dengan berkumpul dengan teman-teman juga untuk pengarang Teguh Sugiyarto. seluruhnya menyetujui adanya pembaharuan faatkan media asli sebagai alat pembelajaran model pembelajaran sains tersebut. model pembelajaran. suhu dan pengukuran di banyak sehingga dirasakan mereka tidak sempat SMP dipandang menempati posisi strategis dalam mengerjakannya. dari penulis dan penerbit yang berbeda. sebagaimana yang dirancang oleh peneliti dalam rupakan hal utama dalam pembelajaran IPA di penelitiannya. suhu. karena memang dari hasil angket SMP (Marsh. Dari aspek tujuan bersekolah. pada umumnya yang terdiri atas: a) Mendeskripsikan besaran . guru-guru IPA di SMP berpendapat perlu menyatakan perlu adanya suatu pembaharuan dibuatkan multimedia interaktif tersebut. besaran. merupakan standar kompetensi mata pelajaran Mengenai alokasi waktu tentang aspek IPA dengan tujuan menguasai kompetensi dasar jumlah jam belajar di rumah. keadaan sebenarnya akan kegunaan dari peralatan tidak hanya mengacu pada satu sumber saja. tetapi para siswa menyatakan jam belajar di rumah tidak digunakan dalam pembelajaran. Hal ini Sumber Belajar yang digunakan adalah dapat mengakibatkan siswa memiliki anggapan buku paket Ilmu Pengetahuan Alam Jilid 1 untuk bahwa IPA tidak berkaitan erat dengan kehidupan SMP/MTs Kelas VII dengan pengarang Sugeng mereka. Berdasarkan hasil penelitian. sehingga (seperti: jangka sorong dan micrometer skrup). peneliti mereka terlalu berat untuk mengikutinya.

Sutarno dan Mukhidin. Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif 209 pokok dan besaran turunan beserta satuannya. .

suhu. dan peng.     !     b) Mendeskripsikan pengertian suhu dan peng. cakupan materi yang cukup banyak dan Hasil wawancara dengan Kepala Sekolah kompleks dikhawatirkan akan mengkonsumsi dan guru tentang kurikulum mata pelajaran IPA lebih banyak jam pelajaran dari alokasi waktu . c) Melakukan pengukuran dasar berpusat pada guru (teacher centered). masih kurang optimal. berlangsung konvensional. hanya sebatas dokumen tertulis yang berisi ukurannya. praktikum yang lebih luas terkait target kurikulum yang telah disusun. Guru cenderung mengejar Kedua. Hal ini membuat pembelajaran berjalan kaku. Ketiga. sesuai dan sering digunakan dalam kehidupan Keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran sehari-hari. memahami materi yang akan dipraktikumkan. kurikulum dengan pokok bahasan besaran. pem- secara teliti dengan menggunakan alat ukur yang belajaran berjalan satu arah (  '%  ). Pembelajaran masih ukurannya. sehingga dengan bantuan media serangkaian materi yang diberikan kepada para pembelajaran akan mempermudah siswa dalam siswa sesuai dengan alokasi waktu yang tersedia.

 .

   G   & .

Muatan-muatan materi pembelajaran agar pembelajaran menjadi lebih yang harus dikuasai siswa cukup banyak dan . sehingga penggunaan media materi tidak seimbang dengan alokasi waktu pembelajaran untuk menengahi dalam proses dan tuntutan kompetensi.   G!z yang ditargetkan.

 .

  .

 G.

berupa rumus-rumus matematik yang yang telah mengajar selama bertahun-tahun ketika sulit dikuasai para siswa. . akibatnya penguasaan dilakukan wawancara.&   ƒ padat. terutama materi yang menuntut adanya yang terungkap dari pengalaman guru-guru sains perhitungan. siswa terhadap materi bersifat abstrak dan praktek Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang di laboratorium belum optimal.

Media Kerja kelompok sama sekali tidak dilakukan. sehingga adanya memiliki 6 tahap yaitu: concept. sedangkan prasarana pembelajaran.       ! Z!& Metode belajar yang digunakan pada di antaranya berupa kelengkapan sarana dan umumnya ceramah dan tanya jawab. proses pembuatan produk. pembelajaran dapat memotivasi siswa dalam belajar. karena dengan belajar melalui multi. Adapun penjelasan masing-masing langkah pada bantuan komputer ini. design. Hasil Pengembangan Produk media interaktif mengundang ketertarikan para Proses pengembangan produk multimedia siswa untuk belajar dan bermain. termasuk media pem. belajaran yang memadai untuk digunakan. sebagai berikut: a) Hasil jawaban yang diperoleh dari para Tahap concept adalah merupakan tahap dilakukan guru berkaitan dengan sarana prasarana di seko.   . material keasikan tersendiri dalam menyimak pelajaran   2 &%2  2     &  " yang sedang dipelajarinya melalui animasi ber. penugasan dan demonstrasi jarang dilakukan.

        .

.

  $  G . pe- Penerapan Pembelajaran yang Sedang Ber. (Dalam memperoleh kesan konsistensi. (3) peng- yang diharapkan memadai. baik dari aspek ruang kelas. menyenangkan. menggambarkan suatu rangkaian ceritera). tercermin bahwa pada umumnya para nempatan menu navigasi yang strategis. tetapi masih terdapat gunaan tombol secara konsisten untuk operasi sebagian kecil siswa yang menyatakan sarana yang sama). (2) pe- sekolah. dasarkan kepentingan siswa. dengan memunculkan design tampilan sebagai Hasil jawaban angket yang disebarkan pada berikut: (1) penggunaan warna & #  tidak para siswa berkaitan dengan sarana prasarana berubah-ubah dan mudah ditemukan. tercermin bahwa pada umumnya para guru pembelajaran yang akan dikembangkan ber- cukup memadai. ngumpulan bahan seperti 2  2 2 langsung. dan suasana sekolah yang adalah tahap merancang kerangka dari multimedia mendukung pembelajaran dengan baik dan interaktif. c) Tahap material collecting yang prasarana untuk aspek ruang kelas tidak memadai. tidak siswa menyatakan sarana prasarana di sekolah berubah-ubah dan mudah ditemukan. b) Tahap design media pembelajaran. meliputi pengetikan %& (naskah yang dan suasana sekolah yang tidak mendukung.   lah.

G.

 2 dan lain-lain yang diperlukan untuk di lapangan. implementasi pembelajaran tahap selanjutnya. G  & Berdasarkan hasil pengamatan peneliti foto. d) Tahap !&%. pada .

berdasarkan vensional). Hasil uji- pembelajaran. gunakan 6     % . para siswa.   oleh programmer. serta pembuatan aplikasi dan struktur pengembangan multimedia perlu dilakukan testing navigasi yang berasal dari tahap design. 1994) Hasil Judgement Ahli Hasil Pendapat/Pengguna Serangkaian dengan kegiatan ini. penilaian dari guru mata pelajaran. maka dilakukan validasi mo. isi. dokumentasi serta penggandaan produk. f) Tahap   &  2 tahap ini juga dilakukan pembuatan program pada tahap ini dilakukan pembuatan master 2pedoman penggunaan model pembelajaran.210 Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. dan aspek media. dan den penilai. ' multimedia interaktif besaran. dasi model yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas. penilaian dari ahli desain pem. pada pemahaman. penilaian persentase respon siswa terhadap ' yang kelompok. aktif. e) Tahap testing. Hal ini menunjukkan bahwa ' nilaian media pembelajaran pada tahap uji-coba tersebut. yaitu para siswa kelas VII SMP Negeri di lajaran. Uji-coba dilaksanakan dengan meng- uji-coba tersebut. skor ideal. sudah dapat untuk dipergunakan oleh model ini digunakan untuk merevisi produk se. kelebihan atau keunggulan dari model Perancangan Model Awal dalam mengoptimalkan pembelajaran berbasis Pengembangan model pembelajaran multimedia interaktif IPA dibandingkan dengan berbasis multimedia interaktif dengan meng- model yang biasa dilakukan oleh guru-guru (kon. Selanjutnya diperoleh hasil vali. Instrumen yang diguna- del yang meliputi: evaluasi (penilaian) dari kan dalam uji-coba ini berupa angket respon ahli isi pembelajaran. bahwa dalam mempelajari . penilaian dari ahli media siswa terhadap multimedia interaktif. ikutkan 7 orang siswa.Arch. Mei 2013 tahap ini dilakukan pembuatan ilustrasi. pengukuran. Dalam (uji-coba) setelah produksi. dalam tahap dan $ . 2 Design 3 1 Material Concept Collecting 6 Distribution 4 Assembly 5 Testing Gambar 2. Nomor 3. peroleh respon dari pengguna multimedia inter- perbaiki kualitas produk dari aspek pembe. penilaian perorangan. Secara rinci respon siswa terhadap suai dengan saran dan masukan dari respon. Hasil analisis pe. dikembangkan pada kategori baik sekali dari dan uji coba lapangan (kelas). peneliti Uji-coba terbatas dilakukan untuk mem- melakukan uji-coba model dalam rangka mem. Volume 21. coba multimedia interaktif memperoleh hasil belajaran. suhu. Berdasarkan hasil Bandung. Proses Pengembangan Produk (Luther. kemasan.

    & z .

  .

Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif 211 sekedar menghafal saja. merupakan model adalah lebih penting daripada apa yang dipahami pembelajaran dengan menggunakan media pem. yaitu: Perancangan. Penggunaan model pembelajaran berbasis multimedia interaktif pada prinsipnya sejalan Penyusunan Model Awal dengan keperluan para siswa dan keperluan Penyusunan model pembelajaran dilakukan sekolah. mengajar seperti: sarana dan prasarana belajar    . hubungan diantara ide dan konsep sebagai peneliti dan guru menetapkan pokok bahasan suatu keterampilan inti dalam pembelajaran. Dalam menyusun rancangan model. Suhu dan Pengukuran. dan sub pokok bahasan yang disesuaikan dengan g) Keterkinian (keakuratan dan pengetahuan materi yang sudah dirancang dan direkam pada mutakhir) adalah sesuatu yang utama di dalam CD multimedia interaktif mengingat permintaan belajar. Pengembangan model pembelajaran c) Pembelajaran dapat terjadi dari sesuatu di berbasis multimedia interaktif dengan pendekatan luar manusia. dan sumber-sumber yang menunjang proses belajar evaluasi.33). hal ini banjaknya informasi. Sutarno dan Mukhidin. merupakan telah sesuai dengan program pengajaran yang penggunaan dalam implementasi model pem- berlangsung dan disusun sebelumnya oleh para belajaran berbasis multimedia interaktif. d) Kemampuan untuk memahami 6      % . Model pembelajaran berbasis multi. ditetapkan sesuai rumusan tujuan dan tuntutan kompetensi peserta jadwal yang telah dipersiapkan sebelumnya. Berdasarkan kesepakatan antara peneliti gunakan media pembelajaran yang relevan dengan dengan masing-masing guru. f) Kemampuan untuk melihat siswa. tatap muka antara guru dan pembelajaran. pengelolaan merupakan dengan memperhatikan komponen-komponen kegiatan dalam pembelajaran berbasis multimedia sebagaimana yang dikemukakan Seels dan M % interaktif mencakup: sistem penyampaian (1994: h. e) Menjaga kesinambungan dalam belajaran yang menggabungkan dengan pem. manajemen (pengelolaan). internet. meng- guru. 3) Pemanfaatan. belajar sangat diperlukan untuk kelanjutan belajaran di kelas. sekarang. ataupun dari hasil informasi merupakan suatu proses menghubungkan sumber- yang diperoleh di buku-buku kepustakaan dan sumber informasi terutama simpul-simpul khusus. menghubungkan pengetahuan yang kontekstual yaitu: a) Pembelajaran dan pengetahuan berada dari apa yang sudah siswa dapatkan dari pertemuan dalam keanekaragaman pendapat. dan h) Pengambilan keputusan dalam dari para guru dan siswa berdasarkan angket yang memilih apa yang akan dipelajari sangat penting disebarkan sebelumnya. tetapi juga harus dapat George (2004) tentang asas-asas pembelajaran. alokasi waktu yang tepat. didik. pengembangan. 4) Manajemen. dan pemanfaatan. Isi multimedia interaktif dalam proses pembelajaran dalam menghadapi adalah: Besaran. b) Pembelajaran di dalam kelas. pembelajaran.

 .

  .

     yang digunakan. 5) Evaluasi. evaluasi model diharapkan mencapai sasaran sebagai berikut:   .

 !.

.

.

Evaluasi digunakan dengan belajaran berbasis multimedia interaktif dapat test kemampuan dan pemahaman siswa. model pembelajaran. Penyusunan alat evaluasi multimedia interaktif. dan motivasi pembelajaran yang dihadapinya.    1) Perancangan. strategi pembelajaran dilakukan peneliti dan mendapat persetujuan dengan memperhatikan karakteristik para siswa. serta mengintegrasikan kemampuan siswa dalam observasi ketika proses pembelajaran berlangsung G    ! G G  Z diharapkan muncul aktivitas siswa. berdasarkan siswa dalam pembelajaran sains. Sedangkan pada informasi dan solusi alternatif yang terkini. hasil belajar siswa merupakan parameter ke- Penyusunan rancangan ini mencakup: perumusan mampuan belajar yang dicapai oleh siswa tujuan yang sejalan dengan pembelajaran berbasis setelah pembelajaran.       „Q G G . penyusunan rancangan pem.

Penyusunan ganda dan uraian. Disamping itu. ! bahan ajar dan lingkungan belajar. evaluasi secara rancangan ini tertuang dalam rencana pembelajaran  !     .

 !G.

 Y yang dibuat guru. . Perumusan tujuan pembelajaran hambatan pembelajaran. dilakukan untuk membantu pemahaman siswa Berdasarkan pada uraian tersebut di atas.

 !  Z      ! .

    gambaran model awal yang dikembangkan untuk akan dipelajari. 2) Pengembangan. pengembangan kemudian akan dilakukan uji-coba adalah seperti model pembelajaran berbasis multimedia inter. terlihat pada gambar berikut: aktif sebagaimana yang dikemukakan oleh .

Perilaku siswa mencakup: dirasakan sudah cukup layak untuk digunakan. Sosok menit atau 2 jam pelajaran. dan model yang diberikan. setiap pertemuan dialokasi waktu 80 multimedia interaktif di Kota Bandung. pengembangan. Volume 21. siklus. tetapkan. maka model evaluasi pembelajaran. menjaring prior melihat hasil uji-coba model difokuskan pada experience siswa kegiatan yang meliputi: perencanaan. Uji-coba terbatas dilakukan 3 kali perte. sebagai upaya meningkatkan penguasaan Pada pelaksanaan uji-coba terbatas ini mata pelajaran IPA (Pengukuran ) di SMP. yang berlaku. Setelah diuji-cobakan sebanyak 3 siklus implementasi pembelajaran.212 Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. peneliti melakukan observasi untuk melihat pro. imple- mentasi dan evaluasi. MPBMMI sesuai dengan tujuan yang telah di- cangan pembelajaran yang dibuat. serta bagian akhir disajikan tentang perbaikan model REFLECTIVE E OBSERVATION OB (RO) pembelajaran berdasarkan hasil deskripsi maupun tafsiran hasil uji-coba terbatas. Draf awal model yang (AE) dirancang di sini adalah Model Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif (MPBMMI). Di samping itu pula pada uji-coba memiliki tujuan untuk melihat dan mengetahui praktis. Evaluasi dan refleksi prior experience. kompetensi dasar IPA (fisika). Nomor 3. Penentuan banyaknya siklus berdasarkan implementasi dan evaluasi yang menggambarkan keberhasilan guru mengimplementasikan penggunaan teknologi pembelajaran yakni: peran. Model Awal Tujuan pada tahap ini adalah menemukan sosok model pembelajaran yang dapat mening- Hasil Uji-Coba Terbatas katkan hasil belajar dan kemandirian belajar. Uji-coba terbatas dilaksanakan di SMP ses pembelajaran. ABSTRACT STRA CONCEPTUSLIZATION Uji-coba terbatas merupakan uji-coba yang (AC) dilakukan untuk mengembangkan draf model ACTIVE EXPERIMENTATION PERIM awal yang telah dirancang. mampuan siswa sebelum dilaksanakan proses Proses uji-coba dilakukan dengan fokus pembelajaran. Pada akhir setiap uji-coba model pada proses pengembangan model pembelajaran diberikan posttest untuk mengetahui sejauh mana berbasis multimedia interaktif oleh guru untuk model tersebut berpengaruh terhadap hasil belajar meningkatkan hasil belajar dan kemandirian siswa. belajar. aktivitas.IPA (Pengukuran ) melalui pertemuan. bagaimana respon siswa terhadap pembelajaran Setelah uji-coba terbatas dihentikan. Uji-coba dilaksanakan 3 siswa. pengelolaan dan model tidak ada perbaikan lagi. MPBMMI dirancang untuk meningkatkan hasil proses pembelajaran. Gambar 3. dan respon belajar dan kemandirian belajar siswa di SMP di Kota Bandung. Hasil Uji-Coba Diperluas   . sebagai upaya meningkatkan penguasaan mata muan dan uji-coba diperluas dilakukan 1 kali pelajaran Pengukuran .   Z    G    merumuskan konsep yang esensial dan kontekstual. Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif dengan Menggunakan Pada bagian ini disajikan deskripsi me- Experiential Learning Cycle ngenai hasil uji-coba terbatas. dilanjutkan uraian CONCRETE EXPERIENCE (CE) tentang tafsiran hasil uji-coba terbatas. yang ditemukan dianggap sudah memadai. aktivitas guru dan perilaku Negeri 2 Kota Bandung. Mei 2013 diharapkan dapat mengetahui keefektifan dan Menetapkan kompetensi sains. Pada awal uji-coba model pembelajaran ini dikembangkan sesuai (pertemuan/siklus pertama) dilakukan pretest dengan kondisi lapangan yang ada dan kurikulum untuk mengetahui penguasaan materi dan ke. Aktivitas guru meliputi: Perencanaan.

Ketiga sekolah tersebut penyempurnaan model ini dapat disajikan dalam adalah (1) SMP Negeri 1 Kota Bandung yang uji-coba diperluas.  Z    G   Uji-coba diperluas model (siklus-IV) Melalui uji-coba model ini guru dan peneliti dapat dilaksanakan pada tiga SMP di Kota Bandung melakukan perbaikan pada uji-coba berikutnya yang mewakili sekolah dengan kategori tinggi. (2) SMP . Hasil menengah dan rendah. sebagai upaya penyempurnaan model. Dengan uji-coba diperluas mewakili sekolah dengan kategori tinggi.

alat dan media SMP Kota Bandung. baik secara meliputi: perancangan. mengkaji dan mendiskusikan silabus sebagaimana dijelaskan di atas. Guru juga diminta untuk mengkaji dan Secara umum kondisi/latar belakang guru mendiskusikan mengenai sumber. implementasi. dengan spesialisasi bidang studi pendidikan juga bahan-bahan tertulis yang ada termasuk buku &  . dan (3) SMP Negeri yang dihasilkan pada uji-coba terbatas model 31 Kota Bandung yang mewakili sekolah dengan ketiga (siklus III). konsep yang mendasari. Sutarno dan Mukhidin. Pembahasan Hasil Studi Pendahuluan Sementara secara operasional guru diminta untuk Berdasarkan data hasil studi pendahuluan membaca. diadakan pelatihan untuk para guru dan evaluasi. terutama dari sisi perencanaan. model seharusnya guru dan siswa harus lebih siap Sebelum proses uji-coba diperluas dilak. diperoleh bebe- dan RPP yang sudah digunakan pada uji-coba rapa masukan dan gambaran bahwa: terbatas. sanakan. Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif 213 Negeri 10 Kota Bandung yang mewakili sekolah Mengingat hasil evaluasi dan rekomendasi dengan kategori menengah. Di samping itu pula tetap mengacu yang terlibat. manajemen konsepsional maupun operasional mengenai (pengelolaan) dan evaluasi pada tahapan peren- MPBMMI. penjelasan tentang latar belakang. Secara konsepsional disampaikan canaan dan implementasi. penggunaan. serta tujuan dan sasaran MPBMMI. Pelatihan ini bertujuan untuk kepada teknologi pembelajaran yang digunakan menyamakan persepsi para guru. berpendidikan tinggi S-1 yang tersedia berupa CD multimedia interaktif. maka pada uji-coba diperluas kategori rendah.

!      sumber  " Dalam proses pengkajian dan mata pelajaran IPA (Pengukuran ) di SMP sekitar diskusi juga dikemukakan mengenai temuan. Bahkan dalam usaha meningkatkan temuan lapangan. memperbaiki pengelolaan pembelajaran atau cara G . 20 tahun. dan lokakarya baik tingkat provinsi maupun latihan ini. guru kemudian menyusun RPP setiap tingkat nasional. penataran serta seminar. Para guru berdasarkan angket pertemuan yang akan dilaksanakannya. dan pengalaman guru maupun kompetensi dan profesionalnya mereka mengikuti siswa pada proses uji-coba terbatas. Berdasarkan berbagai jenis pelatihan. hasil pengkajian dan diskusi pada kegiatan pe. yang disebarkan. tergambar bahwa pada dasar- Uji-coba diperluas dimaksudkan untuk nya mereka memiliki keinginan untuk dapat menghasilkan suatu model pembelajaran ber.

   .

 .

    .

yang akan dilakukan peneliti sudah memiliki   &  . dari aspek keadaan guru. pengembangan model belajaran yang telah ditetapkan. Kepraktisan.&  & mengajar yang lebih baik lagi dan inovatif. Ber- dan efektif serta sesuai dengan kondisi siswa dasarkan hasil data tersebut. disimpulkan bahwa dan lingkungan belajar berdasarkan tujuan pem.

 !.

penggunaan.     dasar yang baik serta dukungan dari para guru. implementasi dan evaluasi model siswa. ponen: perancangan. Mengenai yang berkaitan dengan aspek . Sebagaimana uji-coba terbatas. Mengenai kondisi aktivitas belajar siswa. pengembangan. peneliti memperoleh gambaran bahwa para siswa pengelolaan dan evaluasi pada perencanaan dan memiliki keinginan untuk belajar dan bersekolah. basis multimedia interaktif IPA yang berkualitas Berdasarkan hasil data tersebut. Terdapat adanya kesempurnaan. suatu model pembelajaran yang baru dan inovatif. pembelajaran yang bertujuan melihat praktis. dan menginginkan menghasilkan produk model pembelajaran ber. diharapkan yang selama ini berlangsung. sudah me- uji-coba diperluas meliputi: perencanaan model miliki dasar yang baik serta dukungan dari para pembelajaran. kegiatan belajar dan bersekolah yang akan membuat ini dilakukan melalui jalan yang panjang pada mereka menjadi tambah pandai. implementasi. disimpulkan dan mampu meningkatkan kompetensi siswa dan bahwa aspek keadaan siswa untuk pengembangan hasil belajar siswa. pembelajaran yang diterapkan dengan lima kom. model yang telah dilakukan peneliti. karena mereka menyadari bahwa akan pentingnya Pada kegiatan uji-coba diperluas. Melalui serangkaian perbaikan jawaban siswa dari hasil angket bahwa mereka dimaksudkan untuk menuju penyempurnaan yang kadang merasa bosan dengan model pembelajaran dilakukan pada setiap akhir kegiatan.

   .

 Z  G    sumber belajar. para siswa hanya menggunakan hakikat media pembelajaran yang diaplikasikan. buku paket Ilmu Pengetahuan Alam Jilid 1 untuk . dari hasil observasi diperoleh dikembangkan serta kesesuaian model dengan bahwa selama ini.

ukuran). dapat dilaksanakan dan tidak hanya Terdapat hal yang menarik bahwa dari didukung oleh para guru dan siswa. Nomor 3. dan juga dari hasil juga sarana dan prasarana yang ada untuk dapat penyebaran angket kepada para guru dan siswa. dioptimalkan dalam proses pembelajaran. dan Hasil yang diperoleh antara kenyataan dan hasil tidak ada usaha untuk mendapatkan pengetahuan angket menunjukkan hal yang bertolak belakang. Ruang kelas capai dan hasil belajar lebih optimal. peneliti perlu dibenahi. 2008. guru secara Yuli Irianto Wasis. melainkan an saja. ulang untuk memperoleh pengalaman belajar Kesimpulan peneliti. Mei 2013 SMP/MTs Kelas VII dengan pengarang Sugeng peran guru terlihat sangat dominan.214 Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. 4). dan sering digunakan dalam kehidupan model pembelajaran mata pelajaran IPA (Peng- sehari-hari.   . menurut pemikiran peneliti ada sesuatu yang Berdasarkan hasil observasi ini. agar benar-benar dapat pengetahuan yang dapat digunakan berulang. Melihat kenyataan Berdasarkan dari hasil wawancara. terutama bagaimana guru yang semakin yakin bahwa pengembangan model pada dasarnya sudah mengetahui beberapa model yang akan dilakukan dapat memiliki kesempatan pembelajaran termasuk pembelajaran berbasis yang baik dalam memberikan wawasan. berkembang dalam memperoleh informasi. Hal ini menyebabkan siswa cenderung menggunakan sedikitnya 2 buku sumber dari bersikap pasif dan hanya mengikuti dan men- penulis dan penerbit yang berbeda (sesuai dengarkan apa yang dijelaskan oleh guru. memadai. pada seperti itu. seluruh ruangan tersedia LCD Proyektor. diterapkan dan dipraktekkan dalam pembelajaran. dan multimedia interaktif . Volume 21. tidak mencatat atau memberi tanda pada buku pegang- hanya mengacu pada satu sumber saja. terkini dengan baik. bahwa pengembangan sesuai dengan fenomena yang ada di lingkungan model sebagai salah satu alternatif pembaharuan sekitar. buku sumber oleh para guru beragam. Sedangkan penggunaan bentuk ceramah dan siswa hanya mendengarkan. peneliti mengomentari untuk sumber dasarnya guru sudah mengetahui beberapa model pelajaran yang didapat para siswa cenderung tidak pelajaran yang lebih komunikatif dan atraktif. penjelasan di atas pada hal. akan tetapi hasil observasi di lapangan. dari penerbit Pusat searah menyampaikan materi pelajaran dalam Perbukuan Depdiknas. se- hal aspek sarana prasarana sekolah serta media hingga kompetensi siswa akan mampu lebih ter- pembelajaran sangat memadai.

Z.

baik di setiap kelas terpasang Pengembangan Model Pembelajaran Ber- satu unit komputer untuk presentasi pembelajaran.      Pembahasan Hasil Pengembangan Produk prosesor pentium 4. basis Multimedia Interaktif dengan Pendekatan sedangkan di laboratorium komputer dengan rasio 6     .

1994: h. adalah: perancangan model dan penyusunan model pendahuluan. terkoneksi dengan jaringan internet. dan dapat dilaku. bahwa Hasil angket ini dilengkapi dengan hasil pengembangan model pembelajaran berbasis observasi yang dilakukan peneliti menunjukkan. pemanfaatan. dan evaluasi (Seels meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan M %. sebanyak Mata Pelajaran IPA (Fisika) tiga puluh lima unit dan masing-masing unit Berdasarkan data dari studi pendahuluan.%  pada Pembelajaran satu unit komputer untuk setiap siswa. Kegiatan-kegiatan yang (SDM) untuk dapat terlaksananya proses pem. terbukti masih konvensional dimana terbatas dilakukan 3 kali pertemuan dan uji- . peneliti menindaklanjuti simpulan di atas. multimedia interaktif dengan menggunakan pen- bahwa aspek sarana prasarana sekolah di SMP dekatan 6      %  pada mata tersebut benar-benar memadai. Pelaksanaan Pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran Pembahasan Hasil Uji-Coba Terbatas   !    †& G   Hasil uji-coba model dilakukan melalui wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti uji coba terbatas dan uji-coba diperluas.33). ditempuh sebelum mengimplementasikan model belajaran dengan menggunakan model pem. maka perlu manajemen (pengelolaan). dengan memperhatikan komponen-komponen: media interaktif . pengembangan. pelajaran IPA (Pengukuran) dapat dilakukan kan untuk proses pembelajaran berbasis multi. Berdasarkan hasil observasi. pembelajaran berbasis multimedia interaktif belajaran berbasis multimedia interaktif ini. Uji-coba dengan guru. perancangan.

Aktivitas siswa model ini dapat meningkatkan kompetensi belajar mencakup: bagaimana respon siswa terhadap siswa pada ranah kognitif. miliki tujuan untuk melihat dan mengetahui . pada uji-coba model me. maka penulis akhir setiap uji-coba model diberikan posttest memaparkan temuan hasil penelitian dengan untuk mengetahui sejauh mana model tersebut tetap memperhatikan tiga pokok kajian. Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif 215 coba diperluas dilakukan 1 kali pertemuan saja. berbagai data dan informasi terbaru untuk setiap pertemuan dialokasi waktu 80 menit atau diaplikasikan dalam memecahkan masalah. aktivitas guru dan aktivitas antara kajian teoritik dengan praktik teknologi siswa. penguasaan materi dan kemampuan siswa Untuk mengkaji berbagai hasil penelitian sebelum dilaksanakan proses pembelajaran. penge. perencanaan pembelajaran. kemampuan bekerjasama dalam kelompok belajar. pengelolaan. 2 jam pelajaran. implementasi dan evaluasi yang menggambarkan pengembangan. dan penggunaan teknologi pembelajaran yakni: evaluasi. hasil implementasi Pada pelaksanaan uji-coba terbatas ini dan pengaruh model pembelajaran terhadap hasil peneliti melakukan observasi untuk melihat belajar siswa. pengem. lunak keterampilan siswa dapat meningkatkan Di samping itu. pembelajaran yang meliputi: perancangan. Pada awal uji-coba (pertemuan/ Aktivitas itulah yang ditawarkan oleh model siklus I) dilakukan pretest untuk mengetahui pembelajaran berbasis teknologi pembelajaran. Pada yang telah dilakukan secara teoritik. Aktivitas guru meliputi: Perencanaan. Berdasarkan beberapa temuan penelitian bangan. yaitu berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Di samping itu pula ada kesesuaian proses pembelajaran. Sutarno dan Mukhidin. perancangan pembelajaran yang dibuat. (2) melalui perangkat pembelajaran yang diberikan. terpenting berupa prinsip-prinsip adalah: (1) lolaan dan evaluasi pembelajaran. implementasi. implementasi pembelajaran.

! G   .

&  G Z & <  .

&  &  .

terampil ketika mengerjakan LKS. Melalui uji-coba model ini. Hasil penyempurnaan ini. guru dan peneliti dapat melakukan perbaikan Selanjutnya dalam pelaksanaan proses pada uji-coba model berikutnya sebagai upaya pembelajaran berbasis multimedia interaktif penyempurnaan model.  Z    mampu menerapkan berbagai kemampuan dengan dikembangkan. maka untuk mencapai tujuan pembelajaran model ini dapat disajikan dalam uji-coba model   .

G      .       ! diperluas. sehingga siswa serius menyimak implementasi dan evaluasi. dan selanjutnya komunikatif dan mengandung ilustrasi-ilustrasi model terakhir ini akan dilakukan validasi untuk menarik akan efektif untuk disimak. dan (5) multimedia interaktif ini setiap siswa merupakan alat untuk meningkatkan cara bagian/penggalan ada reinforcement (penguatan). mengalami revisi terutama pada kegiatan inti (3) multimedia interaktif dengan bahasa yang pembelajaran. pelajaran dengan baik dan tidak membosankan. pembelajaran. diantaranya: (1)   Z    G   multimedia interaktif melalui animasi yang Dalam melihat hasil uji-coba model difokus. sebagai berikut. Ilmu yang diajarkan kepada mandiri. dan memotivasi siswa dalam belajar. didisain secara menarik mampu meningkatkan kan pada kegiatan yang meliputi: perencanaan. maka model dapat memahami isi materi yang disampaikan. sehingga siswa dengan mudah uji-coba terbatas tersebut dilakukan. multimedia interaktif ini dapat meningkatkan Suatu model pembelajaran dikatakan baik hasil belajar. Dengan uji-coba model diperluas sekolah berupa media pembelajaran yang dapat diharapkan dapat mengetahui keefektifan. Berdasarkan tiga kali uji-coba terbatas yang (2) multimedia interaktif ini didisain berdasarkan dilakukan serta memperhatikan rekomendasi dan bagian-bagian dan penggalan-penggalan menjadi temuan perbaikan atas apa yang terjadi pada saat unit terkecil. sehingga siswa dengan mudah apabila dilaksanakan sesuai dengan hakikat dari dapat mengecek keberhasilan belajarnya secara ilmu yang di ajarkan. (4) belajar siswa. sehingga melihat dampak model terhadap peningkatan hasil merangsang siswa untuk belajar mandiri.

  .

   sehingga siswa akan dapat meningkatkan hasil hanya mentransfer ilmu kepada siswa. sementara belajarnya. tetapi siswa harus diberikan kesempatan untuk aktif melakukan pencarian . siswa dibiarkan pasif dan hanya berperan sebagai penerima ilmu.

Fasilitas dan menarik akan efektif untuk disimak. dengan model pembelajaran pembelajaran. dapat disimpulkan bahwa fasilitas akses mandiri. jawab yang lebih tinggi terhadap peningkatan pok untuk banyak pokok bahasan. Nomor 3. (3). Dari hasil dapat mengecek keberhasilan belajarnya secara penelitian. (e) aktivitas mutu pembelajaran. akan melihat model ini individual untuk satu pokok bahasan. proses belajarpun dirasakan menarik . Kemampuan guru yang 1) multimedia interaktif melalui animasi yang tadinya hanya mengacu pada buku teks atau buku didisain secara menarik mampu meningkatkan pegangan siswa. sehingga lingkungan yang memiliki koneksi akses internet merangsang siswa untuk belajar mandiri. semakin meningkat. multimedia interaktif ini didisain berdasarkan Dengan penelitian dan temuan penelitian. (3) Siswa bahwa penggalian pengalaman belajar kelompok memandang model pembelajaran berbasis berpengaruh terhadap pengetahuan baru siswa multimedia interaktif dengan prinsip teknologi secara individual. (c) aktivitas kelompok bahwa bagi guru yang memiliki dedikasi tanggung untuk satu pokok bahasan. 5) multimedia interaktif ini setiap internet yang sudah disediakan oleh pihak sekolah bagian/penggalan ada reinforcement (penguatan). terutama pada tahap elaborasi pembelajaran sebagai suatu pembelajaran yang  Z   menyenangkan. serta siswa dapat scenario pembelajaran yang dapat dipilih guru belajar sesuai tingkat kecepatan belajar masing- dalam implentasi yaitu (a) aktivitas belajar untuk masing siswa itu sendiri. 2) semakin menguasai materi yang berkembang. (2). dan aktif. siswa pada ranah kognitif. Berdasarkan diakomodasikan oleh model ini seperti siswa hasil kajian ditemukan beberapa pola alternatif dapat berpikir kreatif. sehingga siswa dengan mudah berbasis multimedia interaktif ini kemampuan guru dapat memahami isi materi yang disampaikan. dan berbagai hal lainnya. dapat bagian-bagian dan penggalan-penggalan menjadi sisimpulkan bahwa dengan model pembelajaran unit terkecil. melatih multimedia interaktif dengan prinsip teknologi berpikir kreatif.216 Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan.) melalui ' Berdasarkan pada hasil penelitian disimpulkan keterampilan siswa dapat meningkat kemampuan bahwa dengan model pembelajaran berbasis bekerjasama dalam kelompok belajar. dan (f) sebagai siatu cara dalam mengembangkan ke- aktivitas individual untuk banyak pokok bahasan. c) mampu pembelajaran minat siswa dalam belajar semakin meningkat. melakukan inovasi dan Berdasarkan temuan tersebut. kompetensi diri sebagai seorang guru yang faatan teknologi pembelajaran memiliki peluang professional. Beberapa prinsip berbasis multimedia interaktif yang merupakan dalam pengembangan model pembelajar ber- pemanfaatan teknologi pendidikan dapat disimpul. dan berkomunikasi. karena sumber pengetahuan 3) multimedia interaktif dengan bahasa yang yang perlu diketahui oleh guru dengan model komunikatif dan mengandung ilustrasi-ilustrasi ini menjadi tidak terbatas. b. satu pokok bahasan. basis multimedia interaktif ini. dapat disimpulkan pengembangan dalam pembelajaran. Berbagai tujuan pembelajaran dapat untuk dikembangkan lebih lanjut. sehingga siswa dengan mudah dengan prinsip teknologi pembelajaran. Volume 21. Mei 2013 SIMPULAN menerapkan berbagai kemampuan dengan tram- Dalam hal pelaksanaan model pembelajaran pil ketika mengerjakan LKS. diantaranya: kan sebagai berikut: (1). mampuan dirinya. Skenario model pembelajaran saja tetapi juga wahana untuk pengembangan berbasis multimedia interaktif dengan peman. (2) Guru memandang model pem- pembelajaran ini semakin memaksimalkan belajaran berbasis multimedia interaktif sebagai sarana yang ada untuk proses pembelajaran suatu model yang baik karena bukan hanya dan peningkatan kualitas belajar para siswa dan pengembangan pembelajaran untuk siswanya juga gurunya. (b) aktivitas belajar untuk Berdasarkan penelitian. 4) merupakan syarat keberlangsungan dari model multimedia interaktif ini dapat meningkatkan pembelajaran berbasis multimedia interaktif hasil belajar. dan mereka terlibat langsung Dari hasil penelitian dapat disimpulkan dalam pembelajaran yang menyenangkan. dengan penerapan model pembelajaran berbasis sehingga siswa akan dapat meningkatkan hasil multimedia interaktif dengan prinsip teknologi belajarnya. sehingga siswa menyimak pelajar- berbasis multimedia interaktif ini menuntut guru an dengan baik dan tidak membosankan. (d) aktivitas kelom. maka dapat disimpulkan banyak pokok bahasan. dan bahwa: (1) Beberapa temuan penting bahwa: a) mereka terlibat langsung dalam pembelajaran model ini dapat meningkatkan kompetensi belajar dan pembentukan pengalaman belajarnya sendiri.

!  3   $   " Boston: AP Professional.Arc C. 2003.A. A. Luther. R. U  '& 0"5X 32       3     Mohandas. M     # 2 Bandung.Y. Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif 217 dan tidak membosankan karena siswa secara aktif Kolb. com/research-library/ Diakses pada tanggal Ali. 2010.   %  terlibat dalam pembelajaran.   ! # 2 13 November 2011. Pustaka Cendekia Utama. Mohammad. Anderson P. Learning Spaces: Enhancing Experimental    K     " Tersedia DAFTAR RUJUKAN pada http://www. 2005. 3. D.learningfromexperience. 2007. & Kolb. 1994.. Sutarno dan Mukhidin.

2007. Munir.org/ Sarjana-UPI. exam.      2 ' 2 Watch. 040-" Badan Standar Nasional Pendidikan. 2011. Diakses pada tanggal 9 Desember ˆ Z „ . Feb.          "JISC Technology and Standards 3   . 2008. J # <&  #     )        05++" 3     #  " Sekolah Pasca Tersedia pada http://www.bsnp-indonesia.php. Bandung: Alfabeta.

R.Z  |! ZZ $\\# A 2011. 6 %   %  %" [Online]. www.. M  $ ' %Z    Bloom. . & Krathwohl.      &)  $? K &# +? nationaledtechplan. B.S. 1984. D.org/ participate/20years.

Longman. Peter F. 1992. $ .  $  " White Plains. Oliva.. NY: pdf.

New York. 2000. 6% Pannen. Chou.Pao-Nan.   . Fifth Edition. Boston: Ally & Bacon. Chen Wei-Fan 2008. Harper Collins Edition. P. 2 Bruce Joyce et al. 2005.    3. Publishers.

  %   M    &'  &) . Presentasi pada Seminar Self Directed Learning and Academic   .

              U&<   M 3 %2Jakarta. Volume Self Regulation untuk Meningkatkan XI. Kartasasmita. All. Bandung. & Sanjaya Mishra. Robert. Makalah Reilgeluth. E-Learning. University of Keberhasilan Akademik Pebelajar. Mengembangkan Kemampuan Learning Administration. 64-71.jhargis. 2003.        ! K &# Hargis. Emzir.  $    . et. Jakarta: Rajawali Pers.        J   Reddi. Heinich. 1985. Analisis Data. Spring 2008. B. .co/). Santoso 2004. (http:/www.Number I. The Self. 3     Rusman. Distance Education Center. 1983.M.    #  &"5(7). 2008. 2009. Harry B.   $" New Delhi: M   !$ ?   The Commonwealth of Learning-   3  " Commonwealth Educational – Media Centre for Asia. Online Journal of Distance Prambudi. Usha V. 2003. 29 Juni. J. R  West Georgia . #   3            " New J #   &) " UPI. 2010. C. Jersey: A Simon & Schuster Company. Belajar Kapan Saja dan Dimana Saja. 3        disampaikan dalam Seminar E-Learning   "New Jersey: Lawrence di UNS Erlabaum Associaties.

&)  <&     <% <) J " #   3     J #  Makalah Seminar pada tanggal 8 Desember  & #      D. D. 2011.  &)  from Experience. ‹ . Kolb. Tersedia pada htt://www. 2003 di ITB Bandung.com/research. Jakarta: Rajawali Pers. 2011. &  ?   Rusman.  &   Rusman.  & #     D" Learningfromexperience. 1984.A.

." | ]  Z    library/. 2009. Diakses pada tanggal 13 November Sanjaya. W. J # &) " 2011. .

Volume 21. Budi.218 Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Nomor 3.   # #!    J #  #      #        #  . Mei 2013     ##  &   Susetyo. 2010.

]  .     *J ." Jakarta: Kencana Prenada Media       B 6" Bandung: Group.

Jur. & Riyana." Jakarta: PT. Kurekpen- FIP-UPI.J Zimmerman. 042. E-learning (Pembelajaran Field.  2 <   #& #      #" Seminar Nasional Shunck. 1998.H.. No.   #  3    *  J. DC: Association Elektronik) Sebagai Salah Satu Alternatif for Educationnal Commnications and Kegiatan Pembelajaran. Santyasa. . Bandung. D. C. Hassan.. & Richey. 2003. Shadily. 1994. 2011.FPMIPA UPI 3     M   * M . Seel. & B. Sumarmo Utari. R.. I. S.al.W. &) 3 $ " Buku Susilana.   Ajar – (Tidak Diterbitkan). 2004. et. Program Pasca &) K# #2  &  2 Sarjana Undiksha Singaraja..   J&% . Mei 2003. 3      %?            Siahaan. R    #  Technology. Washington. Ichtiar Baru. Tahun Ke-9. 2008. Pemanfaatan dan Penilaian. J    <)?!2 Van Hoeve.

! . Hill Janette 2007.% " Song Liyan.

E.     # www. Penelitian dan       # 2Sinar Baru Bandung. <)  )"Bandung: Sinar Baru. Undiksha Singaraja. Nana Syaodih 2012.            Sugiyono. Number 1. 1991. 2006. Remaja Rosda Karya. M\"Bandung: Penerbit Alfabeta. Nana. Sujana Nana. Elex Media Sutarno. 2011.        #    B   $   ""Journal  #  J  2 J  2   of Interactive Online Learning . Nana Syaodih 2009. Diterbitkan). Nana. Laporan Penelitian – (Tidak diterbitkan). Penilaian Hasil Proses <)  # ' !  J <)  )" Bandung: Remaja )" Laporan Penelitian-(Tidak Rosdakarya.  &   # #   # <&  J  . E.org/jioi  V +-25" Jakarta: PT. 6   &)  Sukmadinata.     # <) Komputindo.  Sutarno. Sukmadinata. Ibrahim 1989. Santoso. Singgih. Bandung: Remaja !   <& U& # Rosda Karya  ##      K  Sujana. J #?  ##2Bandung.Volume6. Spring 2007 ISSN: 1541-4914. Undiksha Singaraja.ncoir.  &             # . 1989. . 2009. 2008. Sujana.