You are on page 1of 8

Jurnal Sipil Statik Vol.3 No.

1, Januari 2015 (77-84) ISSN: 2337-6732

PENGARUH VISKOSITAS ASPAL DAN DAMPAKNYA TERHADAP
KARAKTERISTIK MARSHALL
Novita Lucia Senduk
Oscar H. Kaseke, Theo K. Sendow
Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Sam Ratulangi Manado
Email :senduk_novita@yahoo.com

ABSTRAK
Campuran beraspal panas (hotmix) adalah campuran dari agregat dan aspal yang dicampur,
dihampar dan dipadatkan dalam keadaan panas. Tujuan dari pemanasan aspal adalah untuk
menurunkan kekentalan (viskositas) sehingga mudah untuk dicampurkan dengan material lain
(workabilitas tinggi). Viskositas aspal berhubungan dengan temperatur pemanasan; pada temperatur
rendah viskositas tinggi sedangkan pada temperatur tinggi viskositas rendah. Viskositas merupakan
salah satu faktor penting dalam pelaksanaan campuran, dan mempengaruhi karakteristik Marshall.
Pengaruh viskositas terhadap karakteristik Marshall inilah yang akan menjadi topik penelitian.
Penelitian ini menggunakan material dari dua lokasi yaitu Lolan dan Tateli dan menggunakan aspal
pertamina penetrasi 60/70. Penelitian dimulai dengan pemeriksaan fisik terhadap material dan aspal
yang akan digunakan berdasarkan Spesifikasi Bina Marga 2010 revisi 2012, termasuk dengan
pemeriksaan viskositas aspal dengan alat Saybolt Furol. Berdasarkan gradasi agregat yang didapat,
dibuat komposisi agregat terbaik dan kadar aspal terbaik untuk campuran ideal. Selanjutnya dibuat
masing-masing 3 benda uji berdasarkan campuran ideal dengan variasi viskositas aspal dan diuji
Marshall untuk mendapatkan kadar aspal terbaik. Berdasarkan kadar aspal terbaik, dibuat benda uji
dengan variasi viskositas aspal yang kemudian diuji, diperiksa dan didapatkan hasil uji Marshall dari
masing-masing benda uji.
Dengan variasi pemanasan aspal yaitu antara 1200C-2000C yang menghasilkan nilai viskositas
aspal antara 41,40cSt-170,00cSt diperoleh hasil uji Marshall; dimana nilai stabilitas, flow, dan VFB
cenderung meningkat seiring berkurangnya viskositas aspal sedangkan nilai MQ, VIM, dan VMA
cenderung turun seiring berkurangnya viskositas. Pada viskositas 170cSt (temperatur 1500C)
merupakan titik dimana semua karakteristik Marshall mencapai titik maksimum dan menghasilkan
benda uji yang bermutu baik.
Dapat disimpulkan bahwa batasan viskositas pencampuran yang baik berada pada rentang 41,40cSt-
170,00cSt (temperatur 1200C-2000C) dengan suhu pemadatan 50C dibawah suhu pencampuran.
Disarankan untuk sesegera mungkin mencampur dan memadatkan benda uji jika temperatur yang
menghasilkan viskositas yang baik telah tercapai.
Kata kunci: viskositas, temperatur, workabilitas, karakteristik Marshall

PENDAHULUAN Viskositas adalah sifat kekentalan dari
material aspal yang merupakan salah satu faktor
Campuran beraspal panas adalah campuran penting dalam pelaksanaan perencanaan
antara aspal sebagai bahan pengikat dengan campuran. Viskositas aspal berhubungan dengan
agregat sebagai bahan pengisi; yang di- temperatur dari pemanasan aspal tersebut. Pada
campurkan, dihamparkan dan dipadatkan harus temperatur ruangan (±250C) viskositas aspal
dalam keadaan panas. Karena dicampur dalam relatif tinggi dan sulit untuk dicampur dengan
keadaan panas maka seringkali disebut sebagai material lain, dengan kata lain tingkat work-
hot mix. Tujuan dari pemanasan agregat adalah abilitasnya rendah. Itu sebabnya aspal perlu
untuk mengeringkan agregat agar kadar airnya dipanaskan untuk meningkatkan atau menurun-
menjadi nol (kering oven) dan tujuan dari kan kekentalannya supaya mudah dicampur
pemanasan aspal adalah untuk menurunkan dengan material lain, namun temperatur
kekentalan (viskositas) sehingga workabilitasnya pemanasan aspal harus dibatasi agar tidak
meningkat. mencapai titik nyala dan titik bakar.

77

temperatur 770F atau 250C. dari tingkatan padat. flow. Viskositas kinematik dinyatakan dalam satuan cm2/detik dan stokes atau centistokes (1stokes = 100 centistokes = 1 cm2/detik). Sebelum dilakukan perencanaan campuran. Void in Hubungan Temperatur dan Viskositas Aspal Mineral Aggregate (VMA). Kekentalan absolut atau kekentalan dinamik dinyatakan dalam satuan Pa detik atau poises (1 poises = 0. Sebaliknya pada temperatur tersebut. itu setiap hasil produksi aspal berbeda-beda sebabnya dalam penelitian ini akan diangkat tergantung dari asalnya. Karena Gambar 2. Hubungan antara kekentalan dan temperatur adalah sangat penting dalam perencanaan penggunaan material aspal. encer sampai tingkat cair. maka aspal tersebut dengan Nilai Penetrasi yang Sama menjadi kurang berperan sebagai bahan perekat pada campuran dan ini akan mengurangi stabilitas campuran. Kekentalan aspal sangat bervariasi terhadap temperatur. Kepekaan terhadap temperatur dari mempengaruhi karakteristik Marshall.1 Pa detik). maka akan menyulitkan dalam pelaksanaan campuran. dan akan lunak atau lebih cair jika temperatur penghamparan.3 No.1. permasalahan hubungan antara pemanasan dan Pada Gambar 1. Kekentalan akan berkurang (dalam hal ini aspal menjadi lebih encer) ketika temperatur meningkat. biasanya kekentalan material aspal harus diten- tukan dulu karena bila tidak akan mempengaruhi sifat campuran aspal itu selanjutnya. apabila viskositasnya terlalu tinggi. diperoleh dari pengujian Marshall meliputi: stabilitas. Grafik Viskositas vs Dua Macam Aspal viskositasnya terlalu rendah. dan pemadatan kemungkinan bertambah. Tingkatan material aspal yang digunakan tergantung pada kekentalannya. Jurnal Sipil Statik Vol. LANDASAN TEORI Viskositas Aspal Sifat kekentalan material aspal merupakan salah satu faktor penting dalam pelaksanaan perencanaan campuran maupun dalam pelaksanaan di lapangan. Januari 2015 (77-84) ISSN: 2337-6732 Sampai saat ini Metode Marshall masih bisa cm2/detik untuk aspal). kekentalan atau keras atau lebih kental jika temperatur berkurang viskositas aspal pada saat pencampuran. berarti akan menjadi Dalam campuran beraspal panas. Parameter-parameter yang masing-masing dalam poises dan stokes. ini terdapat dua kelompok viskositas aspal untuk dikaji lebih lanjut terhadap aspal dengan nilai penetrasi yang sama pada karakteristik Marshall. Grafik Viskositas vs Temperatur pada Dua kekentalan kinematik sama dengan kekentalan Macam Aspal yang Sama Viskositasnya absolut dibagi dengan berat jenis (kira-kira 1 78 . apabila Gambar 1. kekentalan absolut dan diterima secara luas untuk mengukur dan kekentalan kinematik mempunyai harga yang menguji mutu atau performance dari campuran relatif sama apabila kedua-duanya dinyatakan beraspal panas. tetapi tidak berasal dari sumber yang sama. peka terhadap temperatur. Misalnya pada temperatur campuran tertentu. Void in Mix (VIM). dan Marshall Quotient (MQ). Void Filled by Aspal adalah material yang termoplastis atau Bitumen (VFB). Disini hubungan antara kekentalan dan temperatur memegang peranan penting.

Aspal yang digunakan adalah aspal penetrasi 60/70 hasil produk Pemeriksaan Viskositas Aspal pertamina yang telah tersedia di Laboratorium Pemeriksaan viskositas aspal bertujuan untuk Perkerasan Material Jalan. maka tahap pertama dalam aspal A untuk pencampuran dengan agregat lebih penelitian ini adalah mencari komposisi agregat rendah dan aspal A dapat dipadatkan dengan baik yang paling memberikan kondisi terbaik dari segi pada temperatur yang lebih rendah dari aspal B. Berarti Lolan dan Tateli. Pada Gambar 2. Aspal D kurang rendah sedangkan material dari Tateli termasuk peka terhadap temperatur dibandingkan dengan agregat yang relatif berpori besar dan memiliki aspal C. Hal ini disebabkan suatu koefisien kalibrasi tertentu dan selanjutnya karena kepekaan terhadap temperaturnya dilaporkan sebagai nilai Viskositas dari benda uji berbeda. maka digunakan untuk mengukur ketahanan relatif agregat dan aspal diusahakan mempunyai terhadap perputaran dalam tabung benda uji. Campuran dari komposisi agregat terbaik dan Pemeriksaan viskositas dapat dilakukan kadar aspal terbaik yang dipadatkan kemudian dengan 2 metode. Kedua material ini dipilih aspal C cepat mengeras dan cepat pula mencair. yaitu dengan menggunakan dibuat benda uji berdasarkan variasi viskositas- Brookfield Thermosel dan Saybolt Furol. memeriksa kekentalan aspal dan dilakukan pada Metode Marshall menurut SNI 06-2489-1991 temperatur 600C dan 1350C. menetes (dalam detik) yang diperlukan oleh 60 Benda uji yang dibuat kemudian diuji ml benda uji untuk melalui suatu lubang yang Marshall dan diperiksa terhadap banyak tahapan telah dikalibrasi. Jurnal Sipil Statik Vol. karena material dari Lolan termasuk agregat sehingga waktu pelaksanaan harus lebih pendek. terlihat bahwa pada tem. dalam hal jika menggunakan aspal C. aspal C lebih keras. sehingga temperatur yang dibutuhkan oleh dari komposisinya. nya. kemudian yang kemudian dibuat variasi temperatur yang dikonversi de dalam satuan stokes atau poise. terlihat bahwa pada aspal terbaik. selanjutnya Nilai viskositas aspal dalam milipascal sekon dilakukan percobaan dengan pencampuran (MPPa. sedangkan 1350C adalah temperatur mendapatkan komposisi agregat terbaik dan dimana proses pencampuran atau penyemprotan kadar aspal terbaik. Brookfield Thermosel digunakan untuk maka dilakukan variasi terhadap perubahan mengukur viskositas dengan cara torsi pada temperatur atau fluktuasi temperatur. Dengan diketahuinya METODE PENELITIAN kepekaan terhadap temperatur dapatlah ditentukan pada temperatur mana sebaiknya Pada penelitian ini. berkaitan dengan viskositas. sehingga temperatur yang viskositas.1.3 No. kadar aspal yang sama pembacaan torsi dengan suatu faktor. terlihat dua kelompok tersebut pada temperatur tertentu. dibutuhkan untuk pencampuran menggunakan Penelitian dimulai dengan memilih material aspal D akan lebih rendah dibandingkan dengan agregat yang sudah sering digunakan. dengan cara membuat campuran beraspal panas Pada Gambar 1. Januari 2015 (77-84) ISSN: 2337-6732 Pada temperatur selain 250C viskositas dari tertentu. diukur dibawah kondisi 79 .s) diperoleh dengan mengalikan hasil komposisi yang sama. Tetapi dibawah ini menggunakan material dari 2 lokasi yaitu temperatur 600C. aspal umumnya dilakukan. yang berpori kecil dan memiliki daya resapan dibandingkan dengan aspal D. Waktu ini kemudian dikoreksi dengan kedua aspal tersebut berbeda. daya resapan tinggi. dengan temperatur Sedangkan kekentalan atau Viskositas absolut pemadatan 50C dibawah temperatur pen- pada alat Saybolt Furol dinyatakan oleh waktu campuran. Campuran beraspal panas tergantung B. 600C adalah dan ASSHTO T-245-90 menjadi acuan dalam temperatur maksimal perkerasan selama masa pemeriksaan material agregat dan aspal untuk pelayanan. kriteria Marshall dan dihubungkan dengan kadar Sedangkan pada Gambar 2. akan dicari hubungan campuran dipadatkan sehingga menghasilkan antara viskositas dengan karakteristik Marshall hasil yang baik. temperatur pencampuran yang sama. aspal dengan nilai viskositas yang sama pada temperatur 1400F atau 600C. tetapi berbeda pada temperatur yang lain. Mengingat spindle yang berputar pada temperatur tertentu viskositas tergantung pada temperatur. Viskositas aspal tergantung temperatur. Pada komposisi agregat terbaik dan temperatur diatas temperatur 600C aspal C lebih pada kadar aspal terbaik kemudian dibuat variasi lembek dari aspal D. menggunakan campuran agregat dan aspal peratur diatas 250C aspal A lebih cair dari aspal tertentu.

dianalisis hubungan antara viskositas dengan Jika temperatur pencampuran 120 0 C maka hasil Marshall yang diperoleh kemudian dibuat temperatur pencampurannya adalah 115 0 C. viskositas. dimana ada perbandingan terbalik pencampuran adalah 50C dibawah temperatur antara temperatur pemanasan aspal dengan pencampuran.42 2.81 2.42 5 180 18.18 2 135 128. lapangan 140 0 C-150 0C dan temperatur Tabel 1. sedangkan untuk temperatur sitas aspal.180 32.06 2. temperatur pemadatan Hasil tersebut kemudian dievaluasi atau adalah 5 0 C dibawah temperatur pencampuran.3 No. Dari hasil pengujian viskositas yang dilakukan pada beberapa temperatur pemana- san aspal yang berbeda.180 105.180 170. aspal yang disajikan dalam bentuk grafik.180 41. terlihat hubungan Rekapitulasi hubungan viskositas dengan antara viskositas dan temperatur pemanasan Stabilitas. Flow.83 7 200 14.81 3 150 77.83 32.99 2.180 280. Viskositas Aspal Campuran dengan Variasi Viskositas Aspal Dari proses pengujian viskositas. ringkasan dan kesimpulan.42 100 41. Pada Gambar 1. nilai rongga di Menurut SNI untuk Manual Konstruksi dan antara agregat (VMA). temperatur pemanasan aspal di aspal (VFB) diperlihatkan pada Tabel 3 dan 4 AMP 1600 C. dilanjutkan dengan membuat dimulai pada temperatur 1200C sampai dengan campuran dengan menggunakan variasi temperatur 2000C dengan rentang 150C.180 32.98 2. rongga dalam campuran (VIM).180 343.00 105.87 2. Jurnal Sipil Statik Vol.40 32. dibuat masing-masing HASIL DAN PEMBAHASAN 3 benda uji untuk tiap variasi viskositas.40 6 195 15. Januari 2015 (77-84) ISSN: 2337-6732 temperatur kemudian didapatkan hasil uji pemadatan di lapangan 120 0C-135 0 C.1. Grafik Hubungan Viskositas vs Temperatur 80 .00 4 165 48.18 300 280. dilakukan Setelah mendapatkan kadar aspal terbaik dari beberapa kali pengujian viskositas aspal yaitu kedua material.36 2. Dalam Marshall dari masing-masing variasi benda uji. pencampuran. dan nilai rongga terisi Bangunan. Hasil Pengujian Viskositas Aspal Pen 60/70 Temperatur Waktu Alir Angka Viskositas Kinematik No Pengujian ( 0 C) (detik) Koreksi (cSt) 1 120 157. viskositas aspal.42 0 110 120 130 140 150 160 170 180 190 200 210 220 Temperatur ( C ) Gambar 1.81 Viskositas (cSt) 200 170. Temperatur yang dicantumkan Tabel 1. penerapan di lapangan. Marshall Quotient (MQ). memperlihatkan hubungan antara dalam penelitian ini merupakan temperatur temperatur pemanasan aspal dengan visko. temperatur pencampuran di pada halaman berikut.41 HUBUNGAN VISKOSITAS vs TEMPERATUR 400 343.

Rekapitulasi Data Hasil Pengujian Marshall pada Campuran AC-WC dengan Variasi Viskositas Aspal (Lolan) Viskositas Stabilitas Flow Marshall Quotient VIM VMA VFB Aspal (kg) (mm) (kg/mm) (%) (%) (%) 343.75 15.32 41.84 15.43 41.40 32.26 4.30 4.00 105.00 centiStokes atau pada temperatur 1500C dan kemudian berangsur.72 Dari Gambar 2.42 1302.88 68.00 105 120 135 150 165 180 195 210 1.53 stabilitas material Lolan dan material Tateli 1220.69 15.64 352.75 16.07 377.46 18.16 392.52 105. Hubungan antara Viskositas Aspal dengan 1317.20 280.00 1290.57 359.40 1311.23 cenderung naik seiring dengan berkurangnya 1239.93 60.36 67.18 280.50 375.97 15.74 32.57 369.81 1250.59 3.40 1271.55 1311.59 1250.67 1200.00 viskositas aspal.53 3.66 6.41 1320. Gambar 2.18 1271.01 405.55 Stabilitas 1300.83 1317.00 1290.81 1211.73 105.45 54.09 68.69 15.12 388.98 1302. Jurnal Sipil Statik Vol.34 4.1.52 70.18 68.93 Sumber: Hasil Penelitian Tabel 3.02 3.25 4.64 70.47 4. Rekapitulasi Data Hasil Pengujian Marshall Pada Campuran AC-WC dengan Variasi Viskositas Aspal (Tateli) Viskositas Stabilitas Flow Marshall Quotient VIM VMA VFB Aspal (kg) (mm) (kg/mm) (%) (%) (%) 343.83 3.23 3. Hubungan Viskositas dengan Stabilitas Sumber: Hasil Penelitian 81 . 1100.05 3.55 3.79 15.05 Peningkatan stabilitas maksimum berada 1157.96 8.62 Sumber: Hasil Penelitian Hubungan Variasi Viskositas Aspal dengan SUHU (0C) Parameter Marshall 1400.05 3.56 15.00 32.83 32.16 7.42 41.18 1220.17 170.40 374.55 3.23 403.77 69.41 1283.97 4.88 4.81 170.75 3.02 1250.3 No.05 409.75 pada viskositas 170.88 32.98 3. 1211.69 69.18 19.41 angsur mengalami peningkatan yang kecil Material Lolan VISKOSITAS (cSt) seiring berkurannya viskositas atau pada saat Material Tateli bertambahnya temperatur aspal.78 4.58 3.10 68. Januari 2015 (77-84) ISSN: 2337-6732 Tabel 2.38 18.74 15.61 53.05 170.83 1282.83 1282.32 280.72 3. dapat dilihat bahwa nilai STABILITAS 1283.67 3.12 9.99 15.48 4.05 1320.09 417.33 393.94 4.70 15.00 343.18 1157.30 378.70 32.02 59.13 68.42 1270.00 1239.

Jurnal Sipil Statik Vol.00 105.10 3.50 3.83 32.80 343.60 3. dimana semakin dungan rongga dalam campuran cenderung rendahnya viskositas atau semakin tingginya lebih rendah seiring dengan berkurangnya temperatur aspal maka nilai flow juga viskositas aspal pada masing-masing material.00 409.57 3.18 280. Hubungan Viskositas dengan VMA Sumber: Hasil Penelitian Sumber: Hasil Penelitian 82 .00 350.52 359. dan seterusnya mengalami SUHU (0C) penurunan dengan perlahan.3 No.01 5.18 280.42 41.61 400.40 32.36 15. ditunjukkan bahwa dari Marshall Quotient dari kedua material hasil penelitian diperoleh kandungan rongga mengalami titik maksimum pada viskositas dalam agregat cenderung lebih rendah seiring 170. Pada viskositas 170.77 15.00 4.20 3.30 7.42 41.41 Material Lolan VISKOSITAS (cSt) 3.00 VISKOSITAS (cSt) 343.50 9.1.09 6. dan mulai menurun perlahan seiring material Lolan dan juga material Tateli.94 17.45 392.00 4.00 MQ 393.69 4.69 3.84 4.18 15.00 4.00 105.40 32.41 13.57 3.40 32.16 7.83 32.33 3.12 6.26 16.79 4.42 343.00 105 120 135 150 165 180 195 210 420. dapat dilihat bahwa flow Dari Gambar 5.40 3.99 4. Hubungan Viskositas Aspal dengan VMA Dari Gambar 4.05 4. Pada berkurangnya viskositas.12 378.00 19.90 4.42 41.93 15.00 18.41 Material Lolan VISKOSITAS (cSt) Material Lolan Material Tateli Material Tateli Gambar 4. dapat dilihat bahwa kan- mengalami peningkatan.56 2.00 105. dapat dilihat bahwa nilai Pada Gambar 6.00 18.00 SUHU (0C) 430. viskositas 170.00 403.09 352.81 170.83 32.00 41.64 105 120 135 150 165 180 195 210 10.30 3.00 21.00 105.70 3.97 3.40 32.25 15.02 18.00 388.66 417.23 VIM 3.00 15.96 20. meningkat dengan perlahan. Januari 2015 (77-84) ISSN: 2337-6732 2. Hubungan Viskositas dengan MQ Gambar 6.00 15. Hubungan Viskositas Aspal dengan Marshall Quotient (MQ) 5.70 4.00 centiStokes nilai VIM menurun.41 Material Tateli Material Lolan VISKOSITAS (cSt) Gambar 3.00 405.00 15.18 280.75 3.88 16.40 8.78 19.18 3.00 340.81 170.00 9. Hubungan Viskositas dengan VIM Sumber: Hasil Penelitian 3. 105 120 135 150 165 180 195 210 440.16 375. 105 120 135 150 165 180 195 210 3. Hubungan Viskositas Aspal dengan VIM Dari Gambar 3.46 FLOW 3.64 360. Hubungan Viskositas dengan Flow Material Tateli Sumber: Hasil Penelitian Gambar 5. Hubungan Viskositas Aspal Dengan Flow 4.00 343.38 3.18 280.00 3.13 14.74 2.83 32.47 390.00 3.00 8.80 SUHU (0C) 3.69 15.10 15.00 369.00 3.00 centiStokes atau pada temperatur aspal dengan berkurangnya viskositas aspal pada 1500C.30 VMA 380.97 374.88 370.81 170.48 15.34 410.81 170.00 centiStokes atau pada suhu 1500C nilai VMA mulai menurun secara SUHU (0C) perlahan.00 377.07 3.75 4.

Semakin rendah viskositas aspal maka Pada Gambar 7. Pemanasan Kesimpulan aspal pada pada viskositas 32.00 centiStokes nilai VFB mengalami dimana semua karakteristik Marshall meng- peningkatan maksimum dan pada viskositas alami titik maksimum.74 70.42 41. SpesifikasiUmum. Jakarta. Hubungan Viskositas Aspal dengan VFB 2.00 67. Modul.83 32.88 Saran 59.30 centiStokes dan PENUTUP maksimum 170. 300 centiStokes.41 centiStokes (atau pada 1. flow dan VFB yang diperoleh akan dari kedua material akan cenderung naik cenderung naik dan nilai VIM dan VMA akan sesuai dengan berkurangnya viskositas. 2010. 2001. Jurnal Sipil Statik Vol. Batasan viskositas pencampuran yang baik temperatur 2000C) tidak disarankan karena berada pada rentang viskositas 41. Jakarta. flow dan nilai VFB yang rendah SUHU (0C) 105 120 135 150 165 180 195 210 dan nilai VIM dan nilai VMA yang tinggi.00 69.83 centiStokes Dari penelitian yang dilakukan dapat ditarik (atau pada temperatur 1950C) dan pada kesimpulan sebagai berikut: viskositas 32.20 60. Direktorat Jenderal Bina Marga. Jika temperatur pemanasan aspal yang 53. Bandung.05 1. 105.00 pada rentang 41.3 No. Kementerian Pekerjaan Umum.17 menghasilkan viskositas yang baik yaitu 55. Untuk mendapatkan hasil yang optimal pada Sumber: Hasil Penelitian saat pengerjaannya.40centi hampir mencapai titik nyala dan titik bakar Stokes-170.73 VFB 68. Perlu diadakan penelitian lanjutan yang temperatur pencampuran. dapat dilihat bahwa VFB stabilitas. Laboratorium Rekayasa Jalan Jurusan Teknik Sipil ITB. maka harus sesegera 45. Gambar 7.00 VFB pada viskositas yang tinggi akan lebih centiStokes yaitu pada suhu pencampuran besar daripada nilai VFB yang dihasilkan oleh 1500C dan suhu pemadatan 50C dibawah viskositas yang rendah.00 70.81 170. Pada viskositas suhu pencampuran merupakan viskositas 170.18 280.30centiStokes-170. Hasil ini sudah mengkaji tentang pengaruh variasi sesuai dengan Spesifikasi Bina Marga 2010 temperatur pencampuran dan pemadatan revisi 2012.40 32. Januari 2015 (77-84) ISSN: 2337-6732 6. Training Of Trainer (TOT).32 Stokes telah tercapai.41 viskositasnya tidak naik terlalu jauh dari Material Lolan VISKOSITAS (cSt) batasan viskositas pencampuran yang telah Material Tateli ada.1. Nilai cenderung menurun. 83 .. Buku Besar.62 VIM dan VMA yang rendah. DAFTAR PUSTAKA BALITBANG-PU dan Direktorat Jenderal Bina Marga.43 68.00 105.70 68. Hubungan Viskositas dengan VFB 2.00 mungkin dicampur dan dipadatkan agar 343. 85.93 65.00 centiStokes atau berkisar antara temperatur 1500C-1800C.42 centiStokes nilai VFB mulai konstan.52 68.00centi- 54. Campuran beraspal panas dengan viskositas aspal yang besar akan menghasilkan nilai stabilitas . dimana dikatakan bahwa terhadap viskositas aspal pada campuran viskositas pada temperatur 1350C adalah ≤ beraspal panas.32 69.00centiStokes atau pada aspal yang akan mengakibatkan rusaknya temperatur 1500C-1800C dan temperatur aspal sebelum dicampur. Pada viskositas 170. batasan viskositas aspal yang digunakan dalam pencampuran yang digunakan minimum 41. 2007.00 Sebaliknya campuran beraspal panas dengan viskositas rendah akan menghasilkan nilai stabilitas dan nilai VFB yang tinggi dan nilai 75. pemadatan pada suhu 50C dibawah 3. 68.

Hence Rudolf. Tumbelaka. Sukirman S. SNI 06-6721-2002. Pengaruh Temperatur Pemadatan terhadap Karakteristik Campuran HRS-WC. BSNi.. Manual Pekerjaan Campuran Beraspal Panas.1. Manado. Jurnal Sipil Statik Vol. Jakarta. Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Sam Ratulangi. Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Sam Ratulangi. Saybolt Viscocity. Viskositas Brookfield. Kajian Laboratorium Pengaruh Temperatur Pemadatan Lasbutag Campuran Panas. SNI. Tayuyung. 1992. Jakarta. Nova. Jakarta. BSNi. Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Sam Ratulangi. Bandung.3 No.. 84 . Januari 2015 (77-84) ISSN: 2337-6732 SNI 03-6441-2000. Pengaruh Variasi Suhu Aspal dan Suhu Agregat pada Saat Pencampuran untuk Jenis Campuran AC-WC. Manado. BSNi. Perkerasan Lentur Jalan Raya. Jumiaty. Yechika Chisilia. Manado. 2010.