You are on page 1of 18

ISOLASI DNA PADA BUAH JERUK, BUAH SEMANGKA DAN BUAH MELON

LAPORAN PRAKTIKUM
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH
Genetika 1
yang dibimbing oleh Prof. Dr. A. Duran Corebima, M. Pd.

Oleh kelompok 16 :
Aisyatur Robia (150341600791)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN BIOLOGI April 2017 .

DNA kloroplas memiliki struktur double helix. Struktur DNA yang digambarkan oleh Watson dan Crick dari hasil foto Rosalind Franklin yaitu berupa untaian double helix dengan gula – fosfat terletak di luar struktur double helix dan basa – basa nitrogen menghadap ke sebelah dalam struktur double helix (Klesger 2006 : 44). DNA terdapat pada nukleus. nDNA memiliki struktur double helix yang dilengkapi protein histon dan cenderung linear. Mengetahui teknik mengisolasi (memisahkan) DNA dari buah-buahan secara sederhana. Dasar Teori DNA (Deoxyribose Nucleic Acid) adalah molekul utama yang mengkode semua informasi yang dibutuhkan untuk proses metabolisme dalam setiap organisme (Jamilah. dan basa nitrogen. Ekstraksi dapat dilakukan secara . C. nDNA lebih sering digunakan dalam analisis forensik. struktur double helix. fosfat. Pelisisan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan NLS maupun melalui pemanasan. diwariskan hanya dari ibu. Basa yang ada pada DNA ada dua macam. dan berbentuk lingkaran. yaitu adenin dan guanin. dan melingkar. 2. yaitu timin dansitosin (Sadava dkk. yaitu purin dan pirimidin. pengendapan. Laju mutasi mDNA yang tinggi disebabkan karena mDNA tidak memiliki mekanisme reparasi yang efisien. dan pemurnian. Komponen nukleotida DNA terdiri atas gula. memiliki ukuran genom yang kecil.A. Komponen gula pada DNA adalah gula deoksiribosa. tidak memiliki protein histon. dan kloroplas. DNA mitokondria merupakan DNA yang terdapat di matriks mitokondria. Mengetahui pengaruh jenis detergen terhadap efektifitas hasil isolasi dan kecepatan waktu pembentukan isolasi DNA pada buah. Judul Isolasi Sederhana DNA pada Buah B. mDNA memiliki laju mutasi tinggi. 2005). Tujuan 1. mitokondria. DNA dapat diisolasi atau dipisahkan dari zat – zat lain selain DNA. Pirimidin terdiri dari dua jenis. DNA nukleus merupakan DNA yang terdapat dalam nukleus (nDNA). Purin terbagi lagi menjadi dua macam. yaitu gula ribose yang kehilangan satu atom oksigen.2004:219). Ekstraksi merupakan penghancuran sel. tidak memiliki protein histon. Pelisisan yang dimaksud yaitu menghancurkan dinding sel atau membran sel sehingga DNA di dalam sel tersebut dapat keluar dari sel. DNA kloroplas merupakan DNA yang terdapat pada kloroplas. 3. Prinsip – prinsip yang digunakan untuk mengisolasi DNA yaitu pelisisan. ekstraksi. Proses transkripsi dan translasi pada DNA kloroplas sama seperti pada prokariot (Snustad 2003 : 26). Mengetahui pengaruh jenis buah terhadap hasil isolasi DNA.

maka kadar air yang pada masing-masing buah berbeda. yaitu perusakan dinding sel (lisis). Isolasi DNA merupakan tahap awal dari DNA barcode. Zubaidah (2004) dalam Jamilah (2005) menyatakan bahwa isolasi DNA dapat dilakukan melauli tahapan-tahapan antara lain: preparasi esktrak sel.mekanik yaitu dengan menumbuk sel tersebut. dan metodenya harus sederhana dan cepat. DNA barcode merupakan teknik untuk mengidentifikasi suatu organisme melalui potongan gen tertentu. . Dalam Ardiana (2009) dan Surzycki (2000) pun menyatakan ada tiga langkah utama dalam ekstraksi DNA. pemisahan DNA dari bahan padat seperti selulosa dan protein. Buah dengan kadar air tinggi akan menghasilkan isolat yang berbeda jika dibandingkan dengan buah berkadar air rendah. secara tidak langsung isolasi DNA bermanfaat untuk mengidentifikasi semua bentuk tingkatan kehidupan mulai dari telur. Prinsip selanjutnya yaitu pengendapan. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses isolasi DNA antara lain harus menghasilkan DNA tanpa adanya kontaminan seperti protein dan RNA. sampai dewasa bahkan mampu digunakan untuk fragmen tubuh yang tidak diketahui asalnya. hal ini karena adanya senyawa polifenol dan polisakarida dalam konsentrasi tinggi yang dapat menghambat pemurnian DNA. Semakin tinggi kadar air maka sel yang terlarut di dalam ekstrak akan semakin sedikit. akan tetapi pada setiap jenis atau bagian tanaman dapat memberikan hasil yang berbeda. sehingga DNA yang terpretisipasi juga akan sedikit. pupa. Meskipun isolasi DNA dapat dilakukan dengan berbagai cara. Jika isolasi DNA dilakukan dengan sampel buah. pemurnian DNA dari ekstrak sel dan presipitasi DNA. Aplikasinya dalam kehidupan yaitu dalam analisis forensik atau analisis penyakit genetik (Zein 2013 : 49). Pengendapan tersebut dapat menggunakan sentrifugator (Juwita 2012 : 2) . Menurut Surzycki (2000). Pengendapan atau presipitasi bertujuan untuk memisahkan supernatant dengan pellet. Oleh karena itu. dapat memberi hasil yang berbeda pula. metodenya harus efektif dan bisa dilakukan untuk semua spesies metode yang dilakukan tidak boleh mengubah struktur dan fungsi molekul DNA. larva. serta pemurnian DNA.

D. Alat dan Bahan Bahan: Alat:  Buah semangka  Blender  Buah melon  Timbangan Kue  Buah jeruk  Gelas ukur 100ml  NaCl  Beaker glass 100ml  Alcohol dingin  Batang pengaduk  Detergen bubuk  Saringan  Detergen cair  Kain saring putih  Detergen cream  Kertas saring  NaCl  Corong kaca  Botol selai  Spatula  Tabung reaksi .

Masing-masing larutan diambil sebanyak 10 ml dan dimasukkan dalam tabung reaksi Ditambahkan alkohol dingin sebanyak 5 ml melalui dinding tabung Larutan diamati hingga terbentuk struktur putih Dicatat waktu terbentuknya dan kuantitas struktur putih . Ekstrak buah disaring kembali menggunakan kain saring. Ekstrak buah hasil saringan dibagi sama banyak ke dalam 3 beker glass masing-masing sebanyak 30ml Ditambahkan 1 spatula detergen pada masing-masing beker glass (detergen bubuk. disaring menggunakan kertas saring. Ekstrak buah disaring kembali menggunakan kertas saring. ditambahkan 1 spatula NaCl dan diaduk perlahan. diberi 200 ml aquades. Kemudian diblender hingga halus. Buah yang telah diblender.E. cair dan cream) Campuran sari buah dan detergen diaduk hingga homogen secara hati-hati agar tidak berbuih Setelah sari buah homogen dengan detergen. Prosedur Kerja Dipotong buah yang telah dikupas dan ditimbang 200 g.

berstruktur seperti kabut dan waktu yang dibutuhkan sampai terbentuk isolate yaitu 79 detik. Semangka detergen cream 21 + Kabut (Kelompok 1) detergen cair 65 ++ Kabut detergen bubuk 63 +++ Kapas Ket: + : Sedikit ++ : cukup tebal +++ : Sangat tebal F. Analisis data Pada praktikum isolasi DNA ini digunakan 3 jenis buah yang berbeda yaitu melon. Melon detergen cream 79 ++ Kabut detergen cair 26 ++ Kabut detergen bubuk 20 +++ Kapas 2. Jeruk detergen cream 11 + Kapas (Kelompok 4) detergen cair 57 + Benang detergen bubuk 13 +++ Kapas 3. dan semangka dengan tiga macam detergen yang berbeda yaitu detergen cream. berstruktur seperti kapas dan waktu yang dibutuhkan sampai terbentuk isolate yaitu 20 detik. Pada melon dengan penambahan detergen bubuk muncul partikel putih (isolate DNA) dengan kuantitas sangat tebal. E. berstruktur seperti kabut dan waktu yang dibutuhkan sampai terbentuk isolate yaitu 26 detik. . Data Pengamatan No Buah Detergen Waktu (s) Kuantitas Keterangan 1. detergen cair. Pada melon dengan penambahan reagen detergen cair muncul partikel putih (isolate DNA) dengan kuantitas cukup tebal. dan detergen bubuk. jeruk. Pada melon didapatkan hasil dengan penambahan detergen cream muncul partikel putih (isolate DNA) dengan kuantitas cukup tebal.

Pada jeruk dengan penambahan reagen detergen bubuk muncul partikel putih (isolate DNA) dengan kuantitas sangat tebal. berstruktur seperti kabut dan waktu yang dibutuhkan sampai terbentuk isolate yaitu 21 detik. Proses isolasi DNA diawali dengan proses ekstraksi DNA. Lisis dilakukan dengan cara mekanik yaitu . Pada jeruk dengan penambahan reagen detergen cair muncul partikel putih (isolate DNA) dengan kuantitas sedikit. Pada buah semangka dengan penambahan detergen cream muncul partikel putih (isolate DNA) dengan kuantitas sedikit. berstruktur seperti benang dan waktu yang dibutuhkan sampai terbentuk isolate yaitu 57 detik. Hal ini bertujuan untuk memisahkan DNA dengan partikel lain yang tidak diinginkan. cair. berstruktur seperti kapas dan waktu yang dibutuhkan sampai terbentuk isolate yaitu 13 detik. Proses ini harus dilakukan dengan hati-hati. membran plasma dan membran inti baik dengan cara mekanik maupun secara kimiawi (Holme dan Hazel. berstruktur seperti kabut dan waktu yang dibutuhkan sampai terbentuk isolate yaitu 65 detik. serta pemurnian DNA. yaitu perusakan dinding sel (lisis). berstruktur seperti kapas dan waktu yang dibutuhkan sampai terbentuk isolate yaitu 63 detik G. roses lisis atau perusakan dinding sel dan membran sel bertujuan untuk mengeluarkan DNA dari sel. Pada semangka dengan penambahan detergen cair muncul partikel putih (isolate DNA) dengan kuantitas cukup tebal. dan semangka dan menggunakan tiga jenis detergen yaitu detergen cream. sehingga tidak menyebabkan kerusakan pada DNA. dapat dilakukan dengan memecahkan dinding sel. Pada semangka dengan penambahan detergen bubuk muncul partikel putih (isolate DNA) dengan kuantitas sangat tebal. 1998). Pembahasan Praktikum isolasi DNA ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh macam buah dan jenis detergen terhadap efektifitas hasil isolasi DNA secara sederhana. jeruk. Dalam praktikum ini dilakukan dengan tiga jenis buah yang berbeda yaitu melon. bubuk. Prinsip dari praktikum isolasi DNA ini yaitu ada 3 sesuai dengan pernyataan Surzycki (2000) bahwa ada tiga langkah utama dalam ekstraksi DNA. sehingga tidak mempengaruhi hasil dari isolasi DNA dan isolate DNA yang dihasilkan dapat teramati dengan jelas. Pada buah jeruk dengan penambahan detergen cream muncul partikel putih (isolate DNA) dengan kuantitas sedikit. berstruktur seperti kapas dan waktu yang dibutuhkan sampai terbentuk isolate yaitu 11 detik. Ekstrak buah yang sudah didapatkan harus disaring terlebih dahulu agar didapatkan filtrate dengan kemurnian tinggi tanpa adanya residu. pemisahan DNA dari bahan padat seperti selulosa dan protein.

yaitu untuk memberikan kondisi ionik. selanjutnya yaitu ditambahkan dengan NaCl. 2000). Garam juga dapat digunakan untuk melarutkan DNA. jeruk dan juga semangka dan juga dengan cara kimiawi yaitu mencampurkan detergen ke dalam ekstrak buah. Pada proses lisis dengan menggunakan detergen. (Harley 2005: 410). Pada pengadukan detergen harus dilakukan dengan hati hati agar tidak menimbulkan buih. detergen yang lain seperti cetyl trimethylammonium bromide (CTAB) juga sering dipakai untuk melisiskan membran sel pada isolasi DNA tumbuhan (Bettelheim dan Landesberg. 2006). Senyawa tersebut dapat terbentuk karena protein dan lipid memiliki ujung hidrofilik dan hidrofobik. Detergen tersebut selain berperan dalam melisiskan membran sel juga dapat berperan dalam mengurangi aktivitas enzim nuklease yang merupakan enzim pendegradasi DNA (Switzer. Kutub ini dapat menyebabkan molekul-molekul saling tolak menolak satu sama lain sehingga pada saat ikatan ion Na+ terbentuk dengan ikatan kutub negative fosfat DNA. Apabila terdapat buih maka akan menyebabkan penghambatan pada isolasi DNA. 1999). demikian juga dengan detergen. maka . melalui ikatan yang dibentuk melalui sisi hidrofobik detergen dengan protein dan lemak pada membran membentuk senyawa ”lipid protein-detergen kompleks”. sehingga dapat membentuk suatu ikatan kimia (Machmud.memblender buah melon. sering digunakan sodium dodecyl sulphate (SDS) sebagai tahap pelisisan membran sel. Menurut Jamilah (2005) detergen bisa menyebabkan kerusakan membran sel dengan mengemulsi lipid dan protein sel serta menyela interaksi polar yang menyatukan membran sel karena detergen mengandung disodium EDTA dan lauryl sulfat yang memiliki fungsi yang sama dengan dodesil sulfat. DNA akan sulit diamati karena terhalangnya penyatuan DNA di daerah atas antara alkohol dengan campuran ekstrak buah. Penggunaan detergen yang dapat melarutkan lipid pada membran sel sehingga terjadi destabilisasi membran sel (Surzycki. karena ion Na + yang dikandung oleh garam mampu membentuk ikatan dengan kutub negative fosfat DNA. Setelah ekstrak buah dicampurkan dengan detergen. Penggunaan detergen tersebut berfungsi sebagai pelisis barrier (penghalang) sel secara kimia sebagai pengganti senyawa kimia yang mampu merusak dinding dan membran sel. 2007). Selain digunakan SDS. Pemberian NaCl tersebut memiliki fungsi yang sama dengan SDS pada isolasi DNA genom sel darah putih. sehingga reaksi berjalan lebih stabil. detergent dan garam akibat adanya rongga udara yang ditimbukan oleh adanya buih. Penambahan detergen dalam isolasi DNA dapat dilakukan karena detergen dapat menyebabkan rusaknya membran sel.

Jumlah isolate DNA yang paling sedikit adalah pada buah jeruk dengan detergen cream dalam waktu 11 detik juga pada detergen cair dalam waktu 57 detik dan pada buah semangka dengan detergen cream dalam waktu 21 detik. Jumlah DNA terbanyak yang dapat terisolasi adalah melon dengan detergen bubuk dalam waktu 20 detik. Dari pernyataan-pernyataan tersebut dapat diketahui bahwa semakin dingin alkohol. Waktu pengisolasian tercepat adalah pada buah jeruk dengan detergen cream yaitu dalam waktu 11 detik dan yang paling lama adalah pada buah melon dengan detergen cream. 1994 dalam Jamilah. misalnya . maka konsentrasi DNA yang akan terikat oleh alkohol tersebut akan semakin pekat atau tinggi sehingga DNA yang terisolasi dapat terlihat dengan jelas. Setelah itu campuran ekstraks buah. 2005). Alkohol yang ditambahkan harus dalam kondisi dingin. dan garam tersebut dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan ditetesi dengan alkohol dingin. ethanol absolut akan mempresipitasikan asam nukleat polimerik dengan baik. Pada hasil praktikum yang dilakukan didapatkan hasil yang berbeda-beda untuk masing-masing jenis buah dan detergen yang digunakan. sehingga perbedaan waktu terpisahnya DNA dari sel tersebut juga menunjukkan bahwa kemampuan setiap detergent dalam merusak membran sel tidak sama. dimana pigmen ini memiliki ukuran kemampuan yang berbeda dalam melepaskan diri dengan DNA pada setiap detergent. jeruk dengan detergen bubuk dalam waktu 13 detik dan semangka dengan detergen bubuk dalam waktu 63 detik. dan juga membantu proses pemekatan DNA. Penggunaan alkohol ini berfungsi untuk pengikatan strand DNA yang telah terkumpul karena pemekatan oleh garam. dengan adanya garam (kation kovalen seperti Na+) dan pada suhu di bawah 20 0C atau kurang. DNA yang terpresipitasi semakin pekat. Pencampuran antara garam dan detergen ini dimaksudkan untuk memperbesar pergerakan partikel sel dan detergen agar reaksi berlangsung cepat. Perbedaan detergen dalam mempengaruhi tingkat pemunculan DNA dalam isolasi DNA ini disebabkan karena kandungan detergen tersebut berbeda. karena detergent merupakan bahan yang dapat merusak membran sel. detergen. Adanya perbedan tersebut karena pada buah terdapat perbedaan pigmen yang masih berikatan dengan DNA. Jadi dapat disimpulkan bahwa garam dapat digunakan sebagai penghilang protein dan karbohidrat. (Jamilah.DNA tersebut akan terkumpul (Dollard. kabut. Sedangkan untuk struktur beranekaragam yaitu berupa kapas. Selain itu disebutkan juga bahwa semakin dingin ethanol. dan serabut. Menurut pernyataan Jamilah (2005: 14). 2005:21). menjaga kesetabilan pH lysing buffer.

sehingga isolasi DNA yang dihasilkan berwarna sama atau hampir sama dengan filtrat. jeruk dan melon. Pernyataan Jamilah tersebut dapat kita berikan pada isolasi DNA yang terjadi pada buah dengan konsentrasi air tinggi. .lauryl sulfat yang dapat berfungsi sama dengan dodesil sulfat dan disodium EDTA. konsentrasi dan viskositasnya sangat rendah. jeruk dan semangka. serta kandungan zat pewarna dan zat aktif pemutih yang biasanya ada dalam detergen. Semakin tinggi kadar air maka sel yang terlarut di dalam ekstrak akan semakin sedikit. kalaupun ada. Sementara pada isolat yang dihasilkan dari filtrat yang menggunakan detergen cair tidak menunjukkan adanya prespitasi DNA yang baik. Berdasarkan percobaan detergen bubuk memberikan pengaruh paling baik terhadap proses isolasi DNA buah melon. menghasilkan warna yang paling baik. yaitu putih. Melon menunjukkan bahwa jumlah isolate yang didapatkan dalam kuantitas yang sangat banyak sedangkan untuk jeruk dan melon didaptkan kuantitas isolate DNA yang cukup banyak. detergen krim memberikan warna yang kurang baik karena menyebabkan warna filtrat mendekati warna detergen. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan menurut Jamilah (2005: 95) diantara detergen bubuk. sehingga DNA yang terpretisipasi juga akan sedikit. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Jamilah (2005) bahwa jumlah isolate DNA yang dihasilkan juga dipengaruhi oleh kadar air dalam buah tersebut. Dari hasil percobaan tingkat kadar air yang paling tinggi ke rendah yaitu semangka. Pada penggunaan detergen bubuk dihasilkan isolate DNA dengan jumlah yang sangat banyak dan dalam waktu yang paing cepat.

Diskusi 1. 2. 5. Mengapa pengadukan campuran setelah ditambah detergen tidak boleh sampai berbusa? Jawab: Karena akan menyebabkan terhambatnya isolasi DNA. 4. demikian juga dengan detergen. maka konsentrasi DNA yang akan terikat oleh alkohol tersebut akan semakin pekat atau tinggi sehingga DNA yang terisolasi dapat terlihat dengan jelas. DNA yang terpresipitasi semakin pekat. Apakah kecepatan penggabungan DNA pada masing-masing buah dan masing- masing detergen berbeda? Mengapa? Jawab: Terdapat perbedaan kecepatan. Senyawa tersebut dapat terbentuk karena protein dan lipid memiliki ujung hidrofilik dan hidrofobik. Apakah yang dimaksud dengan isolasi DNA? Jawab: Isolasi DNA adalah proses pemisahan molekul DNA dari molekul-molekul lain di inti sel. Kutub ini dapat menyebabkan molekul- molekul saling tolak menolak satu sama lain sehingga pada saat ikatan ion Na+ terbentuk dengan ikatan kutub negative fosfat DNA. karena ion Na+ yang dikandung oleh garam mampu membentuk ikatan dengan kutub negative fosfat DNA. Garam juga dapat digunakan untuk melarutkan DNA. Apa fungsi penambahan detergen? Jawab: Penambahan detergen dalam isolasi DNA dapat dilakukan karena detergen dapat menyebabkan rusaknya membran sel. pembuatan pustaka genomik. 6. peninjauan pola fragmentasi DNA. Prosedur ini memiliki beberapa tujuan analisis yaitu visualisasi DNA.H. melalui ikatan yang dibentuk melalui sisi hidrofobik detergen dengan protein dan lemak pada membran membentuk senyawa”lipid protein-detergen kompleks”. ethanol absolut akan mempresipitasikan asam nukleat polimerik dengan baik. Alkohol yang ditambahkan harus dalam kondisi dingin dengan adanya garam (kation kovalen seperti Na+) dan pada suhu di bawah 20 0C atau kurang. yaitu preparasi ekstrak DNA (perusakan dinding sel dan lisis membran sel). karena masing-masing buah memiliki kadar air yang berbeda-beda dan setiap detergen juga memiliki kandungan dalam sutatu detergen berbeda produk satu dengan produk yang lain. Selain itu disebutkan juga bahwa semakin dingin ethanol. Terdapat tiga tahapan dasar dan dua tahapan tambahan dalam prosedur isolasi DNA ini. purifikasi DNA. garam juga membantu proses pemekatan DNA. detergent dan garam akibat adanya rongga udara yang ditimbukan oleh adanya buih. maka DNA tersebut akan terkumpul. Dengan adanya buih maka DNA akan sulit diamati karena terhalangnya penyatuan DNA di daerah atas antara alkohol dengan campuran ekstrak buah. sehingga kecepatan pembentukan DNA berbeda karena kecepatan pemecah sel juga berbeda. Semakin tinggi kadar air maka sel yang terlarut di . serta pemisahan terhadap protein (dengan protease) dan RNA (dengan RNAse). Buah dengan kadar air tinggi akan menghasilkan isolat yang berbeda jika dibandingkan dengan buah berkadar air rendah. Apakah fungsi dari penambahan alkohol? Mengapa alkohol yang ditambahkan harus dalam keadaan dingin? Jawab: Penggunaan alkohol ini berfungsi untuk pengikatan strand DNA yang telah terkumpul karena pemekatan oleh garam. Apakah fungsi dari penambahan garam? Jawab: penghilang protein dan karbohidrat. dan amplifikasi DNA. rekayasa gen. menjaga kesetabilan pH lysing buffer. dan presipitasi DNA. Dari pernyataan-pernyataan tersebut dapat diketahui bahwa semakin dingin alkohol. 3. sehingga dapat membentuk suatu ikatan kimia.

7. sehingga DNA yang terpretisipasi juga akan sedikit. Apakah kesimpulan dari praktikum isolasi DNA? Jawab: . dalam ekstrak akan semakin sedikit.

8. Mengapa pada macam detergen yang berbeda diperoleh kuantitas DNA dan waktu pembentukan yang berbeda? Jawab : Karena kandungan dalam sutatu detergen berbeda produk satu dengan produk yang lain. dimana pigmen ini memiliki ukuran kemampuan yang berbeda dalam melepaskan diri dengan DNA pada setiap detergen. 9. sehingga perbedaan waktu terpisahnya DNA dari sel tersebut juga menunjukkan bahwa kemampuan setiap detergent dalam merusak membran sel tidak sama. . Mengapa pada macam buah yang berbeda kuantitas DNA dan waktu pembentukan yang berbeda? Jawab : Karena pada buah terdapat perbedaan pigmen yang masih berikatan dengan DNA. sehingga kecepatan pembentukan DNA berbeda karena kecepatan pemecah sel juga berbeda.

Waktu pembentukan DNA yang paling cepat dihasilkan oleh sumber DNA buah jeruk. Kesimpulan 1. menghasilkan DNA dalam jumlah yang relatif sama yaitu cukup banyak. sedangkan detergen cair dan krim.I. serbuk. . Perbedaan jumlah DNA yang dihasilkan dalam proses isolasi disebabkan oleh jenis detergen yang digunakan serta macam buah yang dipakai sebagai sumber DNA. Adanya DNA ditandai dengan munculnya partikel putih menyerupai kabut. Detergen yang paling banyak menghasilkan DNA adalah detergen bubuk pada buah melon. Hal ini dikarenakan pada buah terdapat perbedaan pigmen yang masih berikatan dengan DNA. DNA dapat diisolasikan dari sumber DNA berupa buah dengan penambahan larutan detergen dan etanol/alkohol serta garam untuk membantu presipitasi DNA. dimana pigmen ini memiliki ukuran kemampuan yang berbeda dalam melepaskan diri dengan DNA pada setiap detergen. sehingga perbedaan waktu terpisahnya DNA dari sel tersebut juga menunjukkan bahwa kemampuan setiap detergent dalam merusak membran sel tidak sama. atau kapas pada larutan uji. jeruk dan semangka. 2.

Oxford : Blackwell Scientific Pub. Berlin. 2008. Hazel. Orians. Organic. Desertasi tidak diterbitkan.Pearson Education. and P. Annie. Jakarta: xii + 486 hlm.B. & Landesberg. M. D. G. Life: The science ofBiology. F. Pengaruh Berbagai Macam Detergen. and Biochemistry. Switzer. E. 2006. Heidelberg. dan Ekstrak Nanas (Ananas comusus (L) Merr) Terhadap Hasil Isolasi DNA Berbagai Macam Buah Sebagai Topik Praktikum Matakuliah Genetika. Bettelheim. Variasi Genetik. Englewood : Prentice-Hall Inc. .C. Wildan. & M. Cummings. Reece. 1999. Basic Techniques in Molecular Biology. Boston : McGraw-Hill Company Istanti. Heller. 6th edition. Penentuan LC 50 48 Jam Detergen dan Pengaruhnya Terhadap Mortalitas Larva Ikan Mas (Cyprus Corpio) Ras Punten dengan tipe Ploidi Yang Berbeda. 1998. Springer-Verlag. Purves. 1994. 1999.. Campbel. Regulatory exercises in microbiology. PT Gelora Aksara Pratama.A & J. Freeman Surzycki.K. Chaput. New York. 2004. & H. E-book: Analytical Biochemistry Third Edition. Sunderland. 2005. J. Identifikasi.T. 2007. Daftar Rujukan D. J. Penambahan Enzim. Malang: jurusan Biologi FMIPA UM. Skripsi tidak diterbitkan. Distribusi dan Upaya Eliminasi Bakteri Penyebab CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration). 2005. Laboratory Experiments for General. & W. W. England. Malang: Program Sarjana Biologi Zubaidah. Experimental biochemistry. Biologi Sel. Siti. Machmud. S.H. J. A. D. Sadava.. Holme.H. Terj dari Biology oleh Wulandari.C. Sinauer Associates. ISBN-13: 9780495015048. Malang: Program Pasca Sarjana Universitas Brawijaya. N. Malang: Universitas Negeri Malang Klug. Biologi. Harley. 7th ed. J. Concepts of Genetics.R.. 2000. 2004. Jamilah.S. Skripsi tidak diterbitkan. W.T.

Jakarta. 2012. 1990. Sinaga. pk 14.00 WIB. Komunikasi pribadi. Buletin Teknik Pertanian 14(1): 12-16. U. Jakarta : 242 hlm.W. Principles of genetics. pk 14. Mac millan publishing company. Doyle J. Juwita & R. 2007. R. 2006. L. Ardiana. Promega Corp. 30 April 2014.promega. & D. Isolation of plant DNA from fresh tissue.P. pk 14.J and Doyle J. Wizard genomic DNA purification kit. Focus. 29 April 2014. Teknik isolasi DNA genom tanaman papaya dan jeruk dengan menggunakan modifikasi buffer CTAB. : 27 hlm. & M. M. RNA Methodologies: A Laboratory Guide for Isolation and Characterization.com/: 1hlm. http://www. pk 13. 2012. Promega Corp. Clouse.N.46 WIB. Promega. 30 WIB.its. 30 April 2014. Purpose of Cell Lysis Solution. RNAse gene family. 2001.S : 840hlm.Klesger.ehow. 2014. 2004. . John Willey & Sons inc. 12(1):13-15. http://www. Farrel. DNA barcode fauna indonesia. 2009. Isolasi DNA dan teknik PCR.A.L. New York : 842 hlm. Kencana. http://worldwide. 2003.http://openwetware. 693-705. Simmons. 30 April 2014. Prawiradilaga.S.nlm. Zein. U. R. D. National Library of Medicine. 2013. Sanchez. D. pk 15.org/images/6/6d/Praktikum_DNA_pdf. Donata.S.M. DNA purification. Hal.com/about_6652172_purpose-cell-lysis-solution.J.html: 1hlm. Moscow. USA: 21 hlm Snustad. M. London. Third Edition. 2014. 1999.gov/geneFamily/rnase: 1hlm.pdf: 1hlm. http://ghr.Erlangga. Ciri-ciri DNA murni dan penyebab keberhasilan serta kegagalan dalam PCR dan elektroforesis.W. Genetics.nih.00 WIB.edu/~bjorker/Protocols/TCA_ppt_protocol.E. TCA protein precipitation protocol. Elsevier Academis Press.caltech.S.00 WIB. 29 April 2014.

Third Edition. Comparative analysis of different DNA extraction protocols in fresh and herbarium specimens of the genus Dalbergia. Elsevier Academic Press. Triwibowo. . Seputar Teknologi Rekayasa Genetika. Doyle JL. 12: 13-15. Genet. 1990. Pusataka Wirausaha Muda. Isolation of plant DNA from fresh tissue. M. Optimalisasi ekstraksi DNA dan PCR-RAPD pada grevillea spp. Plant Biochemistry. Jurnal Biologi 13(1): 12-16. 2004. (2002). 491Doyle JJ. Bandung. Hal. W. 2005. Yuwono. Focus. Muladno. Ribeiro RA. 2008. Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknik Nuklir. Mol. Biologi Molekuler.Heldt. (Proteaceae). California. H. Jakarta : Penerbit Erlangga Zubaidah. 6: 173- 187. Bogor Pharmawati. Isolasi dan karakterisasi Gen Perbaikan DNA Baru pada Bakteri Radioresisten Deinococcus radiodurans. 2009. Res. 2007. Lovato MB.