You are on page 1of 17

Teori Perkembangan Kognitif Piaget

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

“Pengetahuan itu bukanlah salinan dari obyek dan juga bukan berbentuk kesadaran apriori yang sudah
ditetapkan di dalam diri subyek, ia bentukan perseptual, oleh pertukaran antara organisme dan
lingkungan dari sudut tinjauan biologi dan antara fikiran dan obyeknya menurut tinjauan kognitif.”
Piaget,dalamBringuier, 1980, hlm. 110.
Teori Jean Piaget tentang perkembangan kognitif memberikan batasan kembali tentang kecerdasan,
pengetahuan dan hubungan anak didik dengan lingkungannya. Kecerdasan merupakan proses yang
berkesinambungan yang membentuk struktur yang diperlukan dalam interaksi terus menerus dengan
lingkungan. Struktur yang dibentuk oleh kecerdasan, pengetahuan sangat subjektif waktu masih bayi
dan masa kanak – kanak awal dan menjadi objektif dalam masa dewasa awal.
Perkembangan cara berfikir yang berlainan dari masa bayi sampai usia dewasa meliputi tindakan dari
bayi, pra operasi, operasi kongkrit dan opersai formal. Proses dibentuknya setiap struktur yang lebih
kompleks ini adalah asimilasi dan akomodasi, yang diatur oleh ekuilibrasi.
Piaget juga memberikan proses pembentukan pengetahuan dari pandangan yang lain, ia menguraikan
pengalaman fisik atau pengetahuan eksogen, yang merupakan abstraksi dari ciri – ciri dari obyek,
pengalaman logis matematis atau pengetahuan endogen disusun melalui reorganisasi proses pemikiran
anak didik . Sruktur tindakan, operasi kongkrit dan operasai formal dibangun dengan jalan logis –
matematis.
Sumbangan bagi praktek pendidikan untuk karya – karya Piaget mengenali pengetahuan yang
disosialisasikan dari sudut pandangan anak. Implementasi kurikulum menjadi pelik oleh kenyataan
bahwa teorinya tidak memasukan hubungan antara berfikir logis dan pelajaran – pelajaran pokok
seperti membaca dan menulis.

B. Rumusan Makalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat diuraikan pembahasannya sebagai rumusan masalah sebagai
berikut:
1. Apa pengertian dari kognitif itu?
2. Bagaimana perkembanagan kognitif itu?
3. Bagaimana teori perkembangan Piaget?
4. Bagaimana implementasi teori perkembangan kognitif Piaget dalam pembelajaran?

C. Tujuan
Setelah dirumuskan masalah tersebut maka pembuatan makalah ini bertujuan untuk:
1. Menjelaskan pengertian dari kognitif.
2. Menjelaskan perkembangan kognitif.
3. Menjelaskan tentang teori perkembangan Piaget.
4. Menjelaskan implementasi teori perkembangan kognitif Piaget dalam pembelajaran.

Piaget mengambil perspektif organismik. Organisasi. Pertumbuhan atau perkembangan kognitif terjadi melalui tiga proses yang saling berhubungan. Anak tidak pasif menerima informasi. Contoh: anak laki-laki yang baru berumur 4 bulan mampu untuk menatap dan menggenggam objek. Bagaimana anak mempelajari ciri-ciri dan fungsi dari objek-objek seperti mainan. evaluasi (evaluation). seperti penguasaan materi pelajaran. pengetahuan cara menilai siswa dan sebagainya . B. namun anak juga berperan aktif dalam menginterpretasikan informasi yang ia peroleh melalui pengalaman. Oleh sebab itu kognitif berbeda dengan teori behavioristik. Teori kognitif lebih menekankan bagaimana proses atau upaya untuk mengoptimalkan kemampuan aspek rasional yang dimiliki oleh orang lain. bahwa perkembangan kognitif dimulai dengan kemampuan bawaan untuk beradaptasi dengan lingkungan. maka pendekatan dan uraian dari teorinya terpengaruh aspek biologi. yang lebih menekankan pada aspek kemampuan perilaku yang diwujudkan dengan cara kemampuan merespons terhadap stimulus yang datang kepada dirinya. yaitu biologis.BAB II TEORI PERKEMBANGAN KOGNITIF PIAGET A. selalu tetap. Merupakan istilah yang digunakan Piaget untuk mengintegrasikan pengetahuan kedalam system-sistem. Sebagai seorang yang memperoleh pendidikan dasar dalam bidang eksakta. yaitu: 1. analisa (analysis). penerapan (aplication). Dengan kemampuan bawaan yang bersifat biologis itu. Menurut Piaget. Kognitif berarti persoalan yang menyangkut kemampuan untuk mengembangkan kemampuan rasional (akal). Struktur-struktur kognitif disebut skema. Secara umum kognitif diartikan potensi intelektual yang terdiri dari tahapan : pengetahuan (knowledge). pengetahuan mengenai cara mengajar. tidak melompat atau mundur. perabot. Dalam sistem kognitif. Seorang guru diharuskan memiliki kompetensi bidang kognitif. dan makanan serta objek-objek sosial seperti diri. untuk memahami penyebab terjadinya perubahan dalam objek- objek dan perisiwa-peristiwa dan untuk membentuk perkiraan tentang objek dan peristiwa tersebut. Artinya seorang guru harus memiliki kemampuan intelektual. Bagaimana cara anak mengelompokan objek-objek untuk mengetahui persamaan- persamaan dan perbedaan-perbedaannya. Skema adalah pola prilaku terorganisir yang digunakan seseorang untuk memikirkan dan melakukan tindakan dalam situasi tertentu. Piaget mengamati bayi-bayi mewarisi reflek-reflek seperti reflek menghisap. Teori Piaget merupakan akar revolusi kognitif saat ini yang menekankan pada proses mental. Perkembangan Kognitif Teori perkembangan kognitif Piaget adalah salah satu teori yang menjelasakan bagaimana anak beradaptasi dengan dan menginterpretasikan objek dan kejadian-kejadian sekitarnya. Piaget percaya bahawa pemikiran anak-anak berkembang menurut tahap-tahap atau priode-periode yang terus bertambah kompleks. Dari aspek tenaga pendidik misalnya. Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar kata kognitif. Menurut teori tahapan Piaget. organisasi memiliki kecenderungan untuk membuat struktur kognitif menjadi semakin komplek. serta dalam mengadaptasikannya pada pengetahuan dan konsepsi mengenai dunia yang telah ia punya. sintesa (sinthesis). yang memandang perkembangan kognitif sebagai produk usaha anak untuk memahami dan bertindak dalam dunia mereka. namun semakin berkurang signifikansinya pada perkembangan selanjutnya. . Walaupun proses berfikir dalam konsepsi anak mengenai realitas telah dimodifikasi oleh pengalaman dengan dunia sekitarnya. Pengertian Kognitif Kognitif adalah salah satu ranah dalam taksonomi pendidikan. Contoh: gerakan reflek menyedot pada bayi yaitu gerakan otot pada pipi dan bibir yang menimbulkan gerakan menarik. orangtua dan teman. setiap individu akan melewati serangkaian perubahan kualitatif yang bersifat invariant. Dengan kata lain. pemahaman (comprehention). Piaget memandang bahwa anak memainkan peran aktif dalam menyusun pengetahuannya mengenai realitas. Perubahan kualitatif ini terjadi karena tekanan biologis untuk menyesuaikan diri dengan lingkunagn serta adanya pengorganisasian struktur berfikir. Setelah itu dia berusaha mengkombunasikan dua kegiatan ini (menatap dan menggenggam) dengan menggenggam objek-objek yang dilihatnya. Reflek ini sangat penting dalam bulan-bulan pertama kehidupan mereka. organisasi adalah system pengetahuan atau cara berfikir yang disertai dengan pencitraan realitas yang semakin akurat.

maka seorang bayi berada dalam keadaan siap untuk mengadakan hubungan dengan dunianya. Seorang individu dikatakan melakukan proses adaptasi melalui asimilasi. Ekuilibrasi Yaitu istilah yang merujuk pada kecenderungan untuk mencari keseimbangan pada elemen-elemen kognisi. Akomodasi Merupakan istilah yang digunakan Piaget untuk merujuk pada perubahan yang terjadi pada sebuah struktur kognitif dalam rangka menampung informasi baru. Contoh asimilasi kognitif: seorang anak yang diperlihatkan segi tiga sama sisi. b. yaitu: a. maka ia akan menggerakkan kepala kearah kanan. Misalnya jika pipi kanannya disentuh. bayi membangun suatu pemahaman tentang dunia dengan mengkoordinasikan pengalaman-pengalaman sensor (seperti melihat dan mendengar) dengan tindakan-tindakan fisik. jika individu tersebut menggabungkan informasi baru yag dia terima kedalam pengetahuan mereka yang telah ada. C. Contoh: menghisap jempol.2. Periode 1: Penggunaan Refleks-Refleks (Usia 0-1 bulan) Refleks yang paling jelas pada periode ini adalah refleks menghisap (bayi otomatis menghisap kapanpun bibir mereka disentuh) dan refleks mengarahkan kepala pada sumber rangsangan secara lebih tepat dan terarah. Tahap Sensori Motor. Dengan melakukan hal itu. struktur kognitif yang sudah ada dalam diri seseorang mengalami perubahan sesuai dengan rangsangan-rangsangan dari objeknya. yaitu: a. Dengan berfungsinya alat-alat indera serta kemampuan kemampuan-kemampuan melakukan gerak motorik dalam bentuk refleks ini. Tahap-Tahap Perkembangan Kognitif Menurut Piaget. Adaptasi ini dilakukan dengan dua langkah. . Adaptasi. Ekuilibrasi diartikan sebagai kemampuan yang mengatur dalam diri individu agar ia mampu mempertahankan keseimbangan dan menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. b. dikatakan akomodasi jika individu menyesuaikan diri dengan informasi baru. Melalui akomodasi ini. Agar terjadi ekuilibrasi antara diri dengan lingkungan. Penggunaan fungsi penglihatan untuk melihat jempol. Anak-anak memang harus berinteraksi dengan lingkungan untuk berkembang. Asimilasi terjadi jika si anak menjawab bahwa segitiga siku-siku yang diperlihatkan adalah segitiga sama sisi. pikiran anak-anak dibentuk bukan oleh ajaran orang dewasa atau pengaruh lingkungan lainnya. Gerakan motorik dari tangannya dan 2). namun merekalah yang membangun struktur-struktur kognitif baru dalam dirinya. maka si bayi telah melakukan adaptasi terhadap skema menghisap yang ia miliki dalam situasi baru yaitu gelas. bersama-sama dan komplementer. bayi mulai mengkoordinasikan 1). Piaget membagi tahap sensori motor ini kedalam 6 periode. maka si bayi akan mengakomodasi hal itu dengan akomodasi skema lama. kemudian setelah itu diperlihatkan segitiga yang lain yaitu siku-siku. c. Pada tahap ini. maka peristiwa asimilasi dan akomodasi harus terjadi secara terpadu. Piaget juga yakin bahwa individu melalui empat tahap dalam memahami dunia. Contoh: si anak bisa menjawab segitiga siku-siku pada segitiga yang diperlihatkan kedua. Ketika bayi menemukan bahwa menyedot air gelas membutuhkan gerakan mulut dan lidah yang berbeda dari yang biasa dilakukannya saat menyusu dari ibunya. Pada contoh menghisap jempol. Contoh: bayi yang biasanya mendapat susu dari payudara ibu ataupun botol. Periode 2: Reaksi Sirkuler Primer (Usia 1-4 bulan) Reaksi ini terjadi ketika bayi menghadapi sebuah pengalaman baru dan berusaha mengulanginya. Merupakan cara anak untuk memperlakukan informasi baru dengan mempertimbangkan apa yang telah mereka ketahui. Tahap ini dimulai sejak lahir sampai usia 2 tahun. kemudian diberi susu dengan gelas tertutup (untuk latihan minum dari gelas). Tahap ini merupakan tahap pertama. Dengan demikian asimilasi dan akomodasi bekerjasama untuk menghasilkan ekuilibrium dan pertumbuhan. Tahapan perkembangan kognitif menurut Piaget adalah sebagai berikut: 1. Jadi. Masing-masing tahap terkait dengan usia dan terdiri dari cara berfikir yang khas/berbeda. Asimilasi Merupakan istilah yang digunakan Piaget untuk merujuk pada peleburan informasi baru kedalam struktur kognitif yang sudah ada.

Pada awalnya Laurent mengabaikan tangan ayahnya. Periode 3: Reaksi Sirkuler sekunder (Usia 4-10 bulan) Reaksi sirkuler primer terjadi karena melibatkan koordinasi bagian-bagian tubuh bayi sendiri. Jadi. Contoh: Suatu hari Laurent tertarik dengan meja yang baru dibeli Piaget. Pada periode 5 ini bayi bereksperimen dengan tindakan-tindakan yang berbeda untuk mengamati hasil yang berbeda-beda. pada periode ini anak mulai bisa berfikir. Unsur pada permainan simbolis terletak pada segi “kesenangan” pada diri anak yang sedang menggambar. Bahasa Ucapan Anak menggunakan suara atau bahasa sebagai representasi benda atau kejadian. seakan-akan bonekanya adalah adiknya. Ini adalah hasil imitasi. Contoh: suatu hari Laurent (anak Piaget) ingin memeluk kotak mainan. e. Contoh: anak mulai menggambar sesuatu dengan pensil atau alat tulis lainnya. c. sedangkan reaksi sirkuler sekunder terjadi ketika bayi menemukan dan menghasilkan kembali peristiwa menarik diluar dirinya. yaitu anak mencoba meniru kejadian yang pernah dialami. walaupun anak-anak pra sekolah dapat secara simbolis melukiskan dunia. Sedangkan unsur gambaran mentalnya terletak pada “usaha anak untuk memulai meniru sesuatu yang riel”. Penggunaan simbol bagi anak pada tahap ini tampak dalam lima gejala berikut: a. 2. Permainan Simbolis Sifat permainan simbolis ini juga imitatif. d. namun Piaget menaruh tangannya ditengah jala.dalam mencapai lingkungan. Contoh yang digunakan Piaget adalah deretan lima kelereng putih dan hitam.c. Menggambar Pada tahap ini merupakan jembatan antara permainan simbolis dengan gambaran mental. Menurut Piaget. b. Mengibaskan perintang 2). Laurent terpaksa memukul kotak mainan itu sambil melambaikan tangan. Akhirnya setelah beberapa hari mencoba. Anak masih mempunyai kesalahan yang sistematis dalam mengambarkan kembali gerakan atau transformasi yang ia amati. pada periode 6 bayi kelihatannya mulai memikirkan situasi secara lebih internal sebelum pada akhirnya bertindak. Periode 4: Koordinasi skema-skema skunder (Usia 10-12 bulan) Pada periode ini bayi belajar untuk mengkoordinasikan dua skema terpisah untuk mendapatkan hasil. Tahap Pemikiran Pra-Operasional Tahap ini berada pada rentang usia antara 2-7 tahun. tetapi juga dengan koordinasi internal dalam gambaran atau pemikirannya. yaitu tindakan mental yang diinternalisasikan yang memungkinkan anak-anak melakukan secara mental yang sebelumnya dilakukan secara fisik. e. Periode 6: Permulaan Berfikir (Usia 18-24 bulan) Pada periode 5 semua temuan-temuan bayi terjadi lewat tindakan fisik. . Imitasi tidak langsung Anak mulai dapat menggambarkan sesuatu hal yang dialami atau dilihat. Jadi pemikiran anak sudah tidak dibatasi waktu sekarang dan tidak pula dibatasi oleh tindakan-tindakan indrawi sekarang. bayi memisahkan dua tindakan untuk mencapai satu hasil tunggal. Dia memukulnya dengan telapak tangannya beberapa kali. yang sekarang bendanya sudah tidak ada lagi. Dalam kasus ini. namun mereka masih belum mampu untuk melaksanakan “ Operation (operasi) ”. Gambaran mental anak pada tahap ini kebanyakan statis. pada periode ini anak sudah mulai dapat menentukan cara-cara baru yang tidak hanya berdasarkan rabaan fisis dan internal. Contoh: anak dapat bermain kue-kuean sendiri atau bermain pasar-pasaran. d. Memeluk kotak mainan. Pada tahap ini anak mulai melukiskan dunia dengan kata-kata dan gambar-gambar atau simbol. Ketika Piaget tetap menaruh tangannya untuk menghalangi anaknya. Contoh: anak perempuan yang bermain dengan bonekanya. Gambaran Mental Merupakan penggambaran secara pikiran suatu objek atau pengalaman yang lampau. Dia berusaha menerobos atau berputar mengelilinginya tanpa menggeser tangan ayahnya. Melalui bahasa anak dapat berkomunikasi dengan orang lain tentang peristiwa kepada orang lain. Laurent berhasil mengkoordinasikan dua skema terpisah yaitu: 1). Kadang keras dan kadang lembut untuk mendengarkan perbedaan bunyi yang dihasilkan oleh tindakannya. mengguncang tubuhnya sendiri dan mengibaskan kepalanya dari satu sisi ke sisi lain. Perbedaan tahap ini dengan tahap sebelumnya adalah “ kemampuan anak mempergunakan simbol”. Periode 5: Reaksi Sirkuler Tersier (Usia 12-18 bulan) Pada periode 4. Laurent berhasil menggerakkan perintang dengan mengibaskan tangan ayahnya dari jalan sebelum memeluk kotak mainan. f.

Lala menyimpan boneka di dalam kotak. Karakteristik tahap ini adalah diperolehnya kemampuan untuk berpikir secara abstrak. Untuk itu. Dalam tahapan ini. Implementasi Teori Perkembangan Kognitif Piaget Dalam Pembelajaran . atau ciri lainnya. Pada tahap ini. Sebagai contoh. dan menarik kesimpulan dari informasi yang tersedia. Tahap Operasi berfikir Kongkret Tahap ini berada pada rentang usia 7-11 tahun. Dan remaja dapat berfikir efektif karena dapat melihat pemikiran mana yang cocok untuk persoalan yang dihadapi. Pengurutan Yaitu kemampuan untuk mengurutkan objek menurut ukuran. f. Klasifikasi Kemampuan untuk memberi nama dan mengidentifikasi serangkaian benda menurut tampilannya. Remaja dapat berfikir fleksibel karena dapat melihat semua unsur dan kemungkinan yang ada. anak dapat dengan cepat menentukan bahwa 4+4 sama dengan 8. dan perkembangan sosial. menandai masuknya ke dunia dewasa secara fisiologis. atau jumlah benda-benda adalah tidak berhubungan dengan pengaturan atau tampilan dari objek atau benda-benda tersebut. dan nilai. ukurannya. Sebaliknya pada remaja yang berada pada tahap berfikir formal. 8-4 akan sama dengan 4. Anak tidak lagi memiliki keterbatasan logika berupa animisme (anggapan bahwa semua benda hidup dan berperasaan). Reversibility Anak mulai memahami bahwa jumlah atau benda-benda dapat diubah. lalu meninggalkan ruangan. Anak dalam tahap operasi konkrit akan mengatakan bahwa Lala akan tetap menganggap boneka itu ada di dalam kotak walau anak itu tahu bahwa boneka itu sudah dipindahkan ke dalam laci oleh Baim. Penghilangan sifat Egosentrisme Kemampuan untuk melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain (bahkan saat orang tersebut berpikir dengan cara yang salah). jumlah sebelumnya.3. mereka akan tahu bila air dituangkan ke gelas lain yang ukurannya berbeda. Beberapa orang tidak sepenuhnya mencapai perkembangan sampai tahap ini. sehingga ia dapat bepikir fleksibel dan efektif. c. b. Ia hanya menghubungkan sebab akibat dari satu rangkaian saja. seseorang dapat memahami hal-hal seperti cinta. kemudian Baim memindahkan boneka itu ke dalam laci. Sebagai contoh. yaitu bisa memikirkan semua kemungkinan untuk memecahkan suatu persoalan. remaja telah memiliki kemampuan untuk berpikir sistematis. e. panjang. ia akan berkesimpulan bahwa bensinnya habis. perkembangan psikoseksual. Anak sudah mengembangkan operasi logis. Sebagai contoh anak tidak akan lagi menganggap gelas lebar tapi pendek lebih sedikit isinya dibanding gelas kecil yang tinggi. Decentering Anak mulai mempertimbangkan beberapa aspek dari suatu permasalahan untuk bisa memecahkannya. serta mampu berhadapan dengan persoalan yang kompleks. Bisa jadi karena businya mati. 4. bukti logis. penalaran moral. Tahap Operasi berfikir Formal Tahap operasional formal adalah periode terakhir perkembangan kognitif dalam teori Piaget. tahapan ini muncul saat pubertas (saat terjadi berbagai perubahan besar lainnya). Seorang remaja pada tahap ini sudah mempunyai ekuilibrum yang tinggi. dll. ia akan memikirkan beberapa kemungkinan yang menyebabkan mobil itu mogok. air di gelas itu akan tetap sama banyak dengan isi gelas lain. Tahap ini mulai dialami anak dalam usia 11 tahun dan terus berlanjut sampai dewasa. kemudian kembali ke keadaan awal. mereka dapat mengurutkannya dari benda yang paling besar ke yang paling kecil.tahap ini dicirikan dengan perkembangan system pemikiran yang didasarkan pada aturan-aturan yang logis. maka jika penumpangnya adalah seorang anak yang masih dalam tahap operasi berpikir kongkret. Contohnya. menalar secara logis. Dilihat dari faktor biologis. sehingga ia tidak mempunyai keterampilan berpikir sebagai seorang dewasa dan tetap menggunakan penalaran dari tahap operasional konkrit. Contoh: ketika suatu saat mobil yang ditumpanginya mogok. D. bentuk. termasuk gagasan bahwa serangkaian benda-benda dapat menyertakan benda lainnya ke dalam rangkaian tersebut. d. atau karakteristik lain. atau karena platinanya. Proses-proses penting selama tahapan ini adalah: a. setelah itu baru Lala kembali ke ruangan. Konservasi Memahami bahwa kuantitas. kognitif. bila diberi benda berbeda ukuran. bila anak diberi gelas yang seukuran dan isinya sama banyak.

4. akomodasi dan equilibrasi.ico/Teori Kognitif Psikologi Perkembangan Jean Piaget/01 Maret 2013 9:05:32 . Dalam konteks seperti ini struktur kongitif perlu disesuaikan dengan pengetahuan baru yang diterima. Penerbit: Psikologi Press http://edukasi. Pekanbaru.psikologizone. Di samping kebenaran jawaban siswa. Beberapa implementasi yang harus diketahui dan diterapkan adalah sebagai berikut: 1. Pengenalan dan pengakuan atas peranan anak-anak yang penting sekali dalam inisiatif diri dan keterlibatan aktif dalam kegaiatan pembelajaran. Teori Psikologi Perkembangan. 3. Kesimpulan Dalam pandangan Piaget. 2. 2010. proses belajar berlangsung dalam tiga tahapan yakni: asimilasi. stuktur mental atau kognitif yang menyebabkan seseorang secara intelektual beradaptasi dan mengoordinasikan lingkungan sekitarnya. Bagi Piaget. melainkan sesuatu yang berasal dari dalam diri anak sendiri. DAFTAR PUSTAKA Mukhlis. dan anak-anak didorong untuk menemukan untuk dirinya sendiri melalui interaksi spontan dengan lingkungan.com/2011/03/12/teori-perkembangan-kognitif-jean-piaget-dan- implementasinya-dalam-pendidikan-346946. teori Piaget mengasumsikan bahwa seluruh anak berkembang melalui urutan perkembangan yang sama namun mereka memperolehnya dengan kecepatan yang berbeda. Tidak menekankan pada praktek .Dalam hail ini.praktek yang diarahkan untuk menjadikan anak-anak seperti orang dewasa dalam pemikirannya. Memfokuskan pada proses berfikir atau proses mental anak tidak sekedar pada produknya. Kompleksitas pengetahuan dan struktur kognitif tidak dengan sendirinya menyebabkan terjadinya asimiliasi secara mulus.html 01 Maret 2013 9:04:06 http://www. BAB III PENUTUP A. Belajar merupakan sebuah proses penyelidikan dan penemuan spontan. Skema pada prinsipnya tidak statis melainkan selalu mengalami perkembangan sejalan dengan perkembangan kognitif manusia. Dalam kasus tertentu asimilasi mungkin saja tidak terjadi karena informasi baru yang diperoleh tidak bersesuaian dengan stuktur kognitif yang sudah ada. Penerimaan terhadap perbedaan individu dalam kemajuan perkembangan. guru harus memahami proses yang digunakan anak sehingga sampai pada jawaban tersebut. Berkaitan dengan belajar. Piaget membangun teorinya berdasarkan pada konsep Skema yaitu. Proses semacam ini disebut akomodasi.com/favicon. Berdasarkan asumsi itulah. Penekanan Piaget tentang betapa pentingnya fungsi kognitif dalam belajar didasarkan pada tahap perkembangan kognitif manusia. Piaget berpendapat bahwa belajar merupakan proses menyesuaikan pengetahuan baru ke dalam struktur kognitif yang telah dipunyai seseorang. belajar yang sebenarnya bukanlah sesuatu yang diturunkan oleh guru. Hirmaningsih. Dalam kelas Piaget penyajian materi jadi (ready made) tidak diberi penekanan.kompasiana. peran seorang pendidik sangatlah vital.

Vygotsky menekankan bagaimana proses-proses perkembangan mental seperti ingatan. Struktur yang dibentuk oleh kecerdasan. Kecerdasan merupakan proses yang berkesinambungan yang membentuk struktur yang diperlukan dalam interaksi terus menerus dengan lingkungan. Teori Jean Piaget tentang perkembangan kognitif memberikan batasan kembali tentang kecerdasan. Piaget menekankan bahwa anak-anak secara aktif membangun dunia kognitif mereka sendiri. pengetahuan sangat subjektif waktu masih bayi dan masa kanak–kanak awal dan menjadi objektif dalam masa dewasa awal. Walaupun setuju dengan Piaget bahwa perkembangan kognitif terjadi secara bertahap dan dicirikan dengan gaya berpikir yang berbeda-beda. sistem matematika. BAB I PENDAHULUAN A. Teori Perkembangan Kognitif Piaget c. Penekanan Vygotsky pada peran kebudayaan dan masyarakat di dalam perkembangan kognitif berbeda dengan gambaran Piaget tentang anak sebagai ilmuwan kecil yang kesepian. saat seseorang memperoleh cara baru dalam merepresentasikan informasi secara mental. perhatian. informasi dari lingkungan tidak begitu saja dituangkan ke dalam pikiran-pikiran mereka. Teori ini digolongkan ke dalam konstruktivisme. Vygotsky adalah pengagum Piaget. Piaget berpendapat bahwa kita membangun kemampuan kognitif kita melalui tindakan yang termotivasi dengan sendirinya terhadap lingkungan. dan penalaran melibatkan pembelajaran menggunakan temuan-temuan masyarakat seperti bahasa. Menurut Vygotsky. Piaget berpikir sebagaimana tubuh fisik kita memiliki struktur yang memampukan kita beradaptasi dengan dunia. yang berarti tidak seperti teori nativisme (yang menggambarkan perkembangan kognitif sebagai pemunculan pengetahuan dan kemampuan bawaan). anak-anak lahir dengan fungsi mental yang relatif dasar seperti kemampuan untuk memahami dunia luar dan memusatkan perhatian. pengetahuan dan hubungan anak didik dengan lingkungannya. Piaget memandang anak-anak sebagai pembelajaran lewat penemuan individual. dan alat-alat ingatan. sedangkan Vygotsky lebih banyak menekankan peranan orang dewasa dan anak-anak lain dalam memudahkan perkembangan si anak. Teori Vygotsky menawarkan suatu potret perkembangan manusia sebagai sesuatu yang tidak terpisahkan dari kegiatan-kegiatan sosial dan budaya. berfikir dan menyelesaikan masalah. RUMUSAN MASALAH a. LATAR BELAKANG Teori perkembangan kognitif Jean Piaget (1896-1980) membahas munculnya dan diperolehnya skema tentang bagaimana seseorang mempersepsi lingkungannya dalam tahapan-tahapan perkembangan. anak-anak tak banyak memiliki fungsi mental yang lebih tinggi seperti ingatan. Teori Perkembangan Kognitif Vygotsky . Namun. B. tetapi Vygotsky tidak setuju dengan pandangan Piaget bahwa anak menjelajahi dunianya sendiri dan membentuk gambaran realitas batinnya sendiri. Lev Vygotsky (1896-1934) berpendapat bahwa perkembangan kognitif dan bahasa anak-anak tidak berkembang dalam suatu situasi sosial yang hampa. Pengertian Kognitif b.

berfikir dan menyelesaikan masalah. Mengetahui Pengertian Kognitif b. Artinya dosen tersebut harus memiliki kemampuan intelektual. mengatakan bahwa anak dapat membangun secara aktif dunia kognitif mereka sendiri. yang lebih menekankan pada aspek kemampuan perilaku yang diwujudkan dengan cara kemampuan merespons terhadap stimulus yang datang kepada dirinya. analisa (analysis). yaitu pengorganisasian dan penyesuaian (adaptasi). Sedangkan Lev Vygotsky (1896-1934) menekankan bagaimana proses-proses perkembangan mental seperti ingatan. Kognitif berarti persoalan yang menyangkut kemampuan untuk mengembangkan kemampuan rasional (akal). sintesa (sinthesis). Pengertian Kognitif Kognitif adalah salah satu ranah dalam taksonomi pendidikan. evaluasi (evaluation). Oleh sebab itu kognitif berbeda dengan teori behavioristik. Namun. Memahami Teori Perkembangan Kognitif Vygotsky BAB II PEMBAHASAN A. Ia juga menekankan bagaimana anak- anak dibantu berkembang dengan bimbingan dari orang-orang yang sudah terampil di dalam bidang-bidang tersebut. dan alat-alat ingatan. pengetahuan cara menilai mahasiswa dan sebagainya. Teori Perkembangan Kognitif Piaget . Secara umum kognitif diartikan sebagai potensi intelektual yang terdiri dari tahapan: pengetahuan (knowledge). Dari aspek tenaga pendidik misalnya. Penekanan Vygotsky pada peran kebudayaan dan masyarakat di dalam perkembangan kognitif berbeda dengan gambaran Piaget tentang anak sebagai ilmuwan kecil yang kesepian. perhatian. Teori kognitif lebih menekankan bagaimana proses atau upaya untuk mengoptimalkan kemampuan aspek rasional yang dimiliki oleh orang lain. pemahaman (comprehention). terdapat dua proses yang mendasari perkembangan dunia individu. Adaptasi dapat dilukiskan sebagai kecenderungan bawaan setiap organisme untuk memyesuaikan diri dengan lingkungan dan keadaan sosial. TUJUAN a. anak-anak tak banyak memiliki fungsi mental yang lebih tinggi seperti ingatan. Jean Piaget (1896-1980). B. Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar kata kognitif. seperti penguasaan materi perkuliahan.C. pakar psikologi dari Swiss. Memahami Teori Perkembangan Kognitif Piaget c. penerapan (aplication). sistem matematika. anak-anak lahir dengan fungsi mental yang relatif dasar seperti kemampuan untuk memahami dunia luar dan memusatkan perhatian. Seorang dosen diharuskan memiliki kompetensi bidang kognitif. Menurut Vygotsky. Kecenderungan organisasi dapat dilukiskan sebagai kecenderungan bawaan setiap organisme untuk mengintegasi proses- proses sendiri menjadi sistem-sistem yang koheren. pengetahuan mengenai cara mengajar. dan penalaran melibatkan pembelajaran menggunakan temuan-temuan masyarakat seperti bahasa. Dalam pandangan Piaget.

karena seseorang akan cenderung memodifikasi pengalaman atau informasi yang diperolehnya agar bisa masuk ke dalam skema yang sudah ada sebelumnya. asal perpindahanya terlihat. Piaget membagi perkembangan kognitif anak ke dalam 4 periode utama yang berkorelasi dengan dan semakin canggih seiring pertambahan usia: 1. Kematangan membuka kemungkinan untuk perkembangan sedangkan kalau kurang hal itu akan membatasi secara luas prestasi secara kognitif. 2) pengalaman. anak-anak secara aktif membangun dunia kognitif mereka dengan menggunakan skema untuk menjelaskan hal-hal yang mereka alami. Perkembangan selanjutnya ia mulai berusaha untuk mencari objek yang asalnya terlihat kemudian menghiang dari pandangannya. b. perkembangan kognitif mempunyai empat aspek. pengalaman sosial dan perkembangan jasmani yang menyebabkan perkembangan kognitif berjalan secara terpadu dan tersusun baik. Interaksi Sosial Lingkungan sosial termasuk peran bahasa dan pendidikan. Menurut Piaget. Kematangan Kematangan sistem syaraf menjadi penting karena memungkinkan anak memperoleh manfaat secara maksimum dari pengalaman fisik. Asimilasi adalah proses menambahkan informasi baru ke dalam skema yang sudah ada. Pengalaman Interaksi antara individu dan dunia luar merupakan sumber pengetahuan baru. Proses ini bersifat subjektif. yaitu adanya kemampuan atau sistem mengatur dalam diri organisme agar dia selalu mempau mempertahankan keseimbangan dan penyesuaian diri terhadap lingkungannya. yaitu 1) kematangan. Perkembangan berlangsung dengan kecepatan yang berlainan tergantung pada sifat kontak dengan lingkungan dan kegiatan belajar sendiri. yaitu pengaruh-pengaruh yang diperoleh dalam hubungannya dengan lingkungan sosial. a. ini berarti bahwa suatu objek itu ada bila ada pada penglihatannya. 3) interaksi sosial. pengalaman diperoleh melalui fisik (gerakan anggota tubuh) dan sensori (koordinasi alat indra). . c. Pada mulanya pengalaman itu bersatu dengan dirinya. 2. Dalam proses ini dapat pula terjadi pemunculan skema yang baru sama sekali. pengalaman fisik dapat memacu atau menghambat perkembangan struktur kognitif d. sebagai hasil perkembangan susunan syaraf. Periode sensorimotor (usia 0–2 tahun) Bagi anak yang berada pada tahap ini. mengatur interaksi spesifik dari individu dengan lingkungan maupun pengalaman fisik. dan 4) ekuilibrasi. Piaget (1952) mengatakan bahwa ada dua proses yang bertanggung jawab atas seseorang menggunakan dan mengadaptasi skema mereka: 1. yaitu hubungan timbal balik antara orgnisme dengan dunianya. tetapi kontak dengan dunia fisik itu tidak cukup untuk mengembangkan pengetahuan kecuali jika intelegensi individu dapat memanfaatkan pengalaman tersebut. Ekuilibrasi Proses pengaturan diri dan pengoreksi diri (ekuilibrasi). Skema adalah struktur kognitif yang digunakan oleh manusia untuk mengadaptasi diri terhadap lingkungan dan menata lingkungan ini secara intelektual. Akomodasi adalah bentuk penyesuaian lain yang melibatkan pengubahan atau penggantian skema akibat adanya informasi baru yang tidak sesuai dengan skema yang sudah ada. Dalam pandangan Piaget.

dan rasional sebagai akibat dari percakapan dengan seorang penolong yang ahli. dll. anak-anak pada tahap ini masih mengalami kesulitan besar dalam menyelesaikan tugas- tugas logika. Vygotsky berpendapat bahwa anak-anak mengembangkan konsep-konsep lebih sistematis. 3. Anak mampu bernalar tanpa harus berhadapan dengan dengan objek atau peristiwa berlangsung. Vygotsky menekankan bahwa anak-anak secara aktif menyusun pengetahuan mereka. Pada tahap ini anak masih berada pada tahap pra operasional belum memahami konsep kekekalan (conservation). Batas atas adalah tingkat tanggung jawab tambahan yang dapat diterima . Periode operasional konkrit (usia 7–11 tahun) pada umumnya anak-anak pada tahap ini telah memahami operasi logis dengan bantuan benda benda konkrit. dll. Akhir dari tahap ini ia mulai mencari objek yang hilang bila benda tersebut tidak terlihat perpindahannya. Teori Perkembangan Kognitif Vygotsky Seperti Piaget. ide-ide. Ia telah memiliki kemampuan-kemampuan untuk melakukan operasi-operasi yang menyatakan hubungan di antara hubungan-hubungan. 4. mampu memandang suatu objek dari sudut pandang yang berbeda secara objektif. Periode operasional formal (usia 11 tahun sampai dewasa) Anak pada tahap ini sudah mampu melakukan penalaran dengan menggunakan hal-hal yang abstrak dan menggunakan logika. misalnya mulai bisa berbicara meniru suara kendaraan. Penggunaan benda-benda konkret tidak diperlukan lagi. yaitu kekekalan panjang. Kemampuan ini terwujud dalam memahami konsep kekekalan. Ia mulai mampu untuk melambungkan objek fisik ke dalam symbol-simbol. fungsi-fungsi mental memiliki koneksi-koneksi sosial. tetapi hanya objek fisik yang ada saat ini (karena itu disebut tahap operasional konkrit). logis. Anak pada tahap ini sudah cukup matang untuk menggunakan pemikiran logika. Namun. Konsep Zona Perkembangan Proksimal (ZPD) Zona Perkembangan Proksimal adalah istilah Vygotsky untuk rangkaian tugas yang terlalu sulit dikuasai anak seorang diri tetapi dapat diipelajari dengan bantuan dan bimbingan orang dewasa atau anak- anak yang terlatih. tanpa objek fisik di hadapan mereka. kemampuan untuk mengklasifikasikan dan serasi. Menurut teori Vygotsky. astraksi dan generalisasi. 1. Zona Perkembangan Proksimal merupakan celah antara actual development dan potensial development. C. Selain dari itu. dimana antara apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu tanpa bantuan orang dewasa dan apakah seorang anak dapat melakukan sesuatu dengan arahan orang dewasa atau kerjasama dengan teman sebaya. memahami konsep promosi. kekekalan materi. Objek mulai terpisah dari dirinya dan bersamaan dengan itu konsep objek dalam struktur kognitifnya pun mulai dikatakan matang. Pada tahap ini pemikiran anak lebih banyak berdasarkan pada pengalaman konkrit daripada pemikiran logis. Penalaran terjadi dalam struktur kognitifnya telah mampu hanya dengan menggunakan simbol-simbol. maka ia mengatakanya berbeda pula. sehingga jika ia melihat objek-ojek yang kelihatannya berbeda. Batas bawah dari ZPD adalah tingkat keahlian yang dimiliki anak yang bekerja secara mandiri. cirri-ciri anak pada tahap ini belum memahami dan belum dapat memikirkan dua aspek atau lebih secara bersamaan. Periode praoperasional (usia 2–7 tahun) Tahap ini adalah tahap persiapan untuk pengorganisasian operasi konkrit. suara binatang. Akan tetapi menurut Vygotsky. 2. luas.

Pada masa kanak-kanak. dimana orang yang lebih terampil mengubah bimbingan sesuai tingkat kemampuan anak. skema dimodifikasi dan digabungkan untuk membentuk tingkah laku yang lebih kompleks. acak. Bayi lahir dengan refleks bawaan. 3. tetapi belum dapat menghadapi hal-hal yang abstrak (tak berwujud). dan spontan. Vygotsky menekankan bagaimana proses-proses perkembangan mental seperti ingatan. anak menggunakan pembicaraan bukan saja untuk komunikasi sosial. mengatakan bahwa anak dapat membangun secara aktif dunia kognitif mereka sendiri. Bahasa dan Pemikiran Menurut Vygotsky. tetapi juga untuk membantu mereka menyelesaikan tugas. Dalam dialog. Jean Piaget dikenal dengan teori perkembangan intelektual yang menyeluruh. Vygotsky memandang anak-anak kaya konsep tetapi tidak sistematis. konsep-konsep tersebut dapat dipertemukan dengan bimbingan yang sistematis. Anak telah dapat mengetahui simbol-simbol matematis. anak belum mempunyai konsepsi tentang objek yang tetap. oleh anak dengan bantuan seorang instruktur. Ia hanya dapat mengetahui hal-hal yang ditangkap dengan indranya. dan memonitor perilaku mereka. Konsep Scaffolding Scaffolding ialah perubahan tingkat dukungan.Dialog adalah alat yang penting dalam ZPD. Vygotsky tidak setuju dengan pandangan Piaget bahwa anak menjelajahi dunianya sendiri dan membentuk gambaran realitas batinnya sendiri. dan penalaran . Lev Vygotsky (1896-1934) berpendapat bahwa perkembangan kognitif dan bahasa anak-anak tidak berkembang dalam suatu situasi sosial yang hampa. logis dan rasional. membimbing. BAB III PENUTUP Jean Piaget (1896-1980) pakar psikologi dari Swiss. Scaffolding adalah istilah terkait perkembangan kognitif yang digunakan Vygotsky untuk mendeskripsikan perubahan dukungan selama sesi pembelajaran. Lebih jauh Vygotsky yakin bahwa anak pada usia dini menggunakan bahasa unuk merencanakan. Maksud dari ZPD adalah menitikberatkan ZPD pada interaksi sosial akan dapat memudahkan perkembangan anak. Anak harus menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan orang lain sebelum mereka dapat memfokuskan ke dalam pikiran-pikiran mereka sendiri. Anak juga harus berkomunikasi secara eksternal dan menggunakan bahasa untuk jangka waktu yang lama sebelum mereka membuat transisi dari kemampuan bicara ekternal menjadi internal. perhatian. 2. Vygotsky mengatakan bahwa bahasa dan pikiran pada awalnya berkembang terpisah dan kemudian menyatu. Teori Jean Piaget tentang perkembangan kognitif memberikan batasan kembali tentang kecerdasan. pengetahuan dan hubungan anak dengan lingkungannya. yang mencerminkan adanya kekuatan antara fungsi biologi & psikologis.

proses pengajaran dan falsafah pendidikan. anak-anak lahir dengan fungsi mental yang relatif dasar seperti kemampuan untuk memahami dunia luar dan memusatkan perhatian. Dasar Teori Jerome Bruner dilahirkan dalam tahun 1915. Pertumbuhan itu tergantung pada bagaimana seseorang menginternalisasi peristiwa-peristiwa menjadi suatu ”sistem simpanan” yang sesuai dengan lingkungan. motivasi.melibatkan pembelajaran menggunakan temuan-temuan masyarakat seperti bahasa. Pertumbuhan itu menyangkut peningkatan kemampuan seseorang untuk mengemukakan pada dirinya sendiri atau pada orang lain tentang apa yang telah atau akan dilakukannya. berfikir dan menyelesaikan masalah. seorang ahli psikologi yang terkenal telah banyak menyumbang dalam penulisan teori pembelajaran. belajar dan berfikir. dan alat-alat ingatan. Dalam mempelajarai manusia. Penekanan Vygotsky pada peran kebudayaan dan masyarakat di dalam perkembangan kognitif lebih banyak menekankan peranan orang dewasa dan anak-anak lain dalam memudahkan perkembangan si anak. Pengetahuan yang diperoleh melalui belajar penemuan bertahan lama. transformasi pengetahuan. Jerome Bruner. dan memainkan peranan penting dalam struktur Projek Madison di Amerika Syarikat. Menurut Bruner belajar bermakna hanya dapat terjadi melalui belajar penemuan. dan menguji relevansi dan ketepatan pengetahuan. Jerome S. Bruner menganggap. khususnya pokok bahasan pendidikan dan budaya. Beliau bertugas sebagai profesor psikologi di Universiti Harvard di Amerika Syarikat dan dilantik sebagai pengarah di Pusat Pengajaran Kognitif dari tahun 1961 sehingga 1972. Menurut Vygotsky. Namun. sistem matematika. Bruner adalah seorang ahli psikologi perkembangan dan ahli psikologi belajar kognitif. didasarkan pada dua prinsip. dan model-model itu diadaptasikan pada kegunaan bagi orang itu. Setelah itu. Bruner lebih menegaskan pembelajaran secara penemuan yaitu mengolah apa yang diketahui pelajar itu kepada satu corak dalam keadaan baru (lebih kepada prinsip konstruktivisme). C. yaitu pengetahuan orang tentang alam didasarkan pada model-model mengenai kenyataan yang dibangunnya. Pandangan terhadap belajar yang disebutnya sebagai konseptualisme instrumental itu. pemikir dan pencipta informasi. bahwa belajar itu meliputi tiga proses kognitif. Walau bagaimanapun. Pendekatannya tentang psikologi adalah eklektik. yaitu memperoleh informasi baru. dan mempunyai efek transfer yang lebih baik. Belajar . Pada intinya dapat disimpulkan bahwa dalam teori Vygotsky mengandung banyak unsur psikologi pendidikan. Pematangan intelektual atau pertumbuhan kognitif seseorang ditunjukkan oleh bertambahnya ketidaktergantungan respons dari sifat stimulus. Teori Bruner 1. ia menganggap manusia sebagai pemroses. beliau menjadi seorang profesor Psikologi di Universiti Oxford di England. anak-anak tak banyak memiliki fungsi mental yang lebih tinggi seperti ingatan. Bruner setuju dengan Piaget bahawa perkembangan kognitif anak-anak adalah melalui peringkat-peringkat tertentu. Penelitiannya yang demikian banyak itu meliputi persepsi manusia.

dengan memperhatikan faktor-faktor belajar sebelumnya. penemuan meningkatkan penalaran dan kemampuan berfikir secara bebas dan melatih keterampilan- keterampilan kognitif untuk menemukan dan memecahkan masalah. Menurut Bruner. pengajaran didasarkan kepada perangsang anak terhadap konsep itu dengan pengetahuan yang ada. perkembangan kognitif juga melalui peringkat-peringkat tertentu. 3) Tahap evaluasi. Teori instruksi menurut Bruner hendaknya mencakup: 1) Pengalaman-pengalaman optimal bagi siswa untuk mau dan dapat belajar. Beliau berpendapat bahawa seseorang anak belajar dengan cara menemui struktur konsep-konsep yang dipelajari.anak-anak membentuk konsep segiempat dengan mengenal segiempat mempunyai 4 sisi dan memasukkan semua bentuk bersisi empat kedalam kategori segiempat. kita dapat membuat inferens ( kesimpulan ) daripada rangsangan yang diterima. Dengan adanya sistem pengekodan.dan memasukkan bentuk-bentuk bersisi tiga kedalam kategori segitiga. . ekonomi dan kuasa. pemeliharaan dan pengarahan. Peringkat-peringkat tersebut adalah seperti berikut: a. yaitu untuk mengetahui apakah hasil tranformasi pada tahap kedua tadi benar atau tidak. Peringkat ikonik ( 2 – 4 tahun ) c. Anak-anak membentuk konsep dengan mengasingkan benda-benda mengikut ciri-ciri persamaan dan perbezaan. mencerna dan menganalisis pengetahuan baru serta ditransformasikan dalam bentuk baru yang mungkin bermanfaat untuk hal-hal yang lain. ditinjau dari segi aktivasi. Kajian Bruner menekankan perkembangan kognitif anak-anak. Peringkat simbolik ( 5 – 7 tahun ) Bruner amat menekankan pembelajaran konsep atau kategori. Selain itu. sifat materi pelajaran dan perbedaan individu. 4) Bentuk dan pemberian reinforsemen. Misalnya. 2) Penstrukturan pengetahuan untuk pemahaman optimal. Dalam teori belajarnya Jerome Bruner berpendapat bahwa kegiatan belajar akan berjalan baik dan kreatif jika anak dapat menemukan sendiri suatu aturan atau kesimpulan tertentu. Beliau juga mementingkan sistem pengekodan dalam uraiannya tentang pemikiran. Ia menekankan cara-cara manusia berinteraksi dalam alam sekitar dan menggambarkan pengalaman secara mendalam. ditinjau dari segi cara penyajian. tingkat perkembangan anak. Beliau mengutamakan pembelajaran secara induktif dengan menggunakan konsep atau kategori. yaitu tahap awal untuk memperoleh pengetahuan atau pengalaman baru. Ketiga tahap itu adalah: 1) Tahap informasi. Dalam hal ini Bruner membedakan menjadi tiga tahap. 2) Tahap transformasi. yaitu tahap memahami. Peringkat enaktif ( 0 – 2 tahun ) b. 2. Implikasi Teori Bruner ke atas pengajaran dan pembelajaran. 3) Perincian urutan-urutan penyajian materi pelajran secara optimal.

Hal ini perlu karena dengan struktur pengetahuan kita menolong anak untuk untuk melihat. Tema kedua adalah tentang kesiapan untuk belajar. guru perlu mengambil kira kesediaan belajar anak-anak ketika merancang proses pengajarannya. perubahan tidak hanya terjadi di lingkungan tetapi juga dalam diri orang itu sendiri. Tema keempat adalah tentang motivasi atau keingianan untuk belajar dan cara-cara yang tersedia pada para guru untuk merangsang motivasi itu. gambar. Maka kerja berkumpulan dan sesi perbincangan perlu diadakan dari masa ke semasa. Ciri khas Teori Pembelajaran Menurut Bruner a. Tema ketiga adalah menekankan nilai intuisi dalam proses pendidikan. nilai-nilai murni seperti bekerjasama. Dengan intuisi. cartu kata dan objek perlu digunakan bagi memudahkan pembentukan konsep. Bruner juga menekankan motivasi ekstrinsik dan motivasi intrinsik. Kesediaan belajar juga ditekankan oleh Bruner. mencium dan merasa. Bagi anak-anak di Tahap Satu. memegang. . Empat Tema tentang Pendidikan Tema pertama mengemukakan pentingnya arti struktur pengetahuan. interaksi dengan anak-anak lain dan interaksi dengan bahan pengajaran. Asumsi pertama adalah bahwa perolehan pengetahuan merupakan suatu proses interaktif. teknik- teknik intelektual untuk sampai pada formulasi-formulasi tentatif tanpa melalui langkah-langkah analitis untuk mengetahui apakah formulasi-formulasi itu merupaka kesimpulan yang sahih atau tidak. Menurut Bruner kesiapan terdiri atas penguasaan ketrampilan-ketrampilan yang lebih sederhana yang dapat mengizinkan seseorang untuk mencapai kerampilan-ketrampilan yang lebih tinggi. Ini bermakna guru perlu memberi ganjaran dan pujian apabila sesuatu tingkahlaku yang diingini dilakukan. Dengan itu guru perlu menyediakan peluang untuk anak menroka. b. Pengetahuan juga perlu disusun dan diperingkatkan agar pembentukan konsep bermula daripada peringkat yang mudah kepada peringkat yang rumit. Penglibatan anak-anak penting agar mereka dapat menikmati pembelajaran bermakna. Model dan Kategori Pendekatan Bruner terhadap belajar didasarkan pada dua asumsi. Ini bermakna guru perlu memeringkatkan isi pelajaran. Berlawanan dengan penganut teori perilakau Bruner yakin bahwa orang yang belajar berinteraksi dengan lingkungannya secara aktif. Anak belajar melalui pengalaman. bertolak ansur dan tolong-menolong akan dapat dipupuk dalam aktiviti pengumpulan maklumat projek dan perbincangan. Dengan itu. Pengalaman seperti ini mewujudkan proses pembelajaran yang bermakna. hukum dan prinsip perlu ditekankan agar murid-murid berupaya mengaplikasikannya dalam proses penyelesaian masalah. bagaimana fakta-fakta yang kelihatannya tidak ada hubungan. dapat dihubungkan satu dengan yang lain. Sementara itu. Bruner juga menekankan pembelajaran yang terhasil daripada interaksi anak dengan guru. Bagi anak-anak Tahun Enam ke atas.

Sebagai contoh dari ketiga cara penyajian ini. Ketiga cara itu ialah: cara enaktif. Informasi baru dapat merupaka penghalusan dari informasi sebelumnya yang dimiliki seseorang atau informasi itu dapat dersifat sedemikian rupa sehingga berlawanan dengan informasi sebelumnya yang dimiliki seseorang. Pengetahuan disajikan oleh sekumpulan gambar-gambar yang mewakili suatu konsep. cara ikonik dan cara simbolik. tentang pelajaran penggunaan timbangan. Akhirnya suatu timbangan dapat dijelaskan dengan menggunakan bahasa tanpa pertolongan gambar atau dapat juga dijelaskan secara matematik dengan menggunakan Hukum Newton tentang momen. apakah dengan cara ekstrapolasi atau dengan mengubah bentuk lain. Jadi cara ini terdiri atas penyajian kejadian-kejadian yang lampau melalui respon-respon motorik. Cara penyajian ikonik didasarkan atas pikiran internal. Model Bruner ini mendekati sekali struktur kognitif Aussebel. 1973). Dalam transformasi pengetahuan seseorang mempelakukan pengetahuan agar cocok dengan tugas baru. Misalnya sebuah segitiga menyatakan konsep kesegitigaan. c. Belajar sebagai Proses Kognitif Bruner mengemukakan bahwa belajar melibatkan tiga proses yang berlangsung hampir bersamaan. Dengan menghadapi berbagai aspek dari lingkungan kita. Penyajian simbolik dibuktikan oleh kemampuan seseorang lebih memperhatikan proposisi atau pernyataan daripada objek-objek. Anak yang lebih tua dapat menyajikan timbangan pada dirinya sendiri dengan suatu model atau gambaran. transformasi menyangkut cara kita memperlakukan pengetahuan. Hampir semua orang dewasa melalui penggunaan tiga sistem keterampilan untuk menyatakan kemampuannya secara sempurna. (2) transformasi informasi dan (3) menguji relevansi dan ketepatan pengetahuan (Bruner. Penyajian simbolik menggunakan kata-kata atau bahasa. Dengan cara ini seseorang mengetahui suatu aspek dari kenyataan tanpa menggunakan pikiran atau kata-kata. Cara penyajian enaktif ialah melalui tindakan. Asumsi kedua adalah bahwa orang mengkontruksi pengetahuannya dengan menghubungkan informasi yang masuk dengan informasi yang disimpan yang diperoleh sebelumnya. Ketiga sistem keterampilan itu adalah yang disebut tiga cara penyajian (modes of presentation) oleh Bruner (1966). Jadi. ”Bayangan” timbangan itu dapat diperinci seperti yang terdapat dalam buku pelajaran. Anak kecil hanya dapat bertindak berdasarkan ”prinsip-prinsip” timbangan dan menunjukkan hal itu dengan menaiki papan jungkat-jungkit. Setiap model seseorang khas bagi dirinya. suatu model alam (model of the world). kita akan membentuk suatu struktur atau model yang mengizinkan kita untuk mengelompokkan hal-hal tertentu atau membangun suatu hubungan antara hal-hal yang diketahui. jadi bersifat manipulatif. Misalnya seseorang anak yang enaktif mengetahui bagaimana mengendarai sepeda. Ketiga proses itu adalah (1) memperoleh informasi baru. tetapi tidak mendefinisikan sepenuhnya konsep itu. . memberikan struktur hirarkis pada konsep-konsep dan memperhatikan kemungkinan-kemungkinan alternatif dalam suatu cara kombinatorial. Ia tahu bahwa untuk dapat lebih jauh kebawah ia harus duduk lebih menjauhi pusat.

d. Model kognitif ini memiliki perspektif bahwa para peserta didik memproses infromasi dan pelajaran melalui upayanya mengorganisir. Belajar Penemuan Salah satu model kognitif yang sangat berpengaruh adalah model dari Jerome Bruner (1966) yang dikenal dengan nama belajar penemuan (discovery learning). Anak-anak membentuk konsep dengan melihat benda-benda berdasarkan ciri-ciri persamaan dan perbedaan. Bruner menyarankan agar anak hendaknya belajar melalui berpartisipasi aktif dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip agar mereka dianjurkan untuk memperoleh pengalaman dan melakukan eksperimen-eksperimen yang mengizinkan mereka untuk menemukan konsep dan prinsip itu sendiri. b. Model ini menekankan pada bagaimana informasi diproses. Model kognitif mulai berkembang pada abad terakhir sebagai protes terhadap teori perilaku yang yang telah berkembang sebelumnya. Belajar melibatkan adanya proses informasi (active learning). menyimpan. Diantaranya adalah: 1. 2. Selain itu. 3. c. Pemaknaan berdasarkan hubungan. Hasil belajar penemuan mempunyai efek transfer yang lebih baik. dan kemudian menemukan hubungan antara pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah ada. Secara singkat. Pengetahuan yang diperoleh dengan belajar penemuan menunjukkan beberapa kebaikan. maka desain yang berulang-ulang itu disebut ”kurikulum spiral kurikulum”. Ciri khas Teori Bruner dan perbedaannya dengan teori yang lain Teori Bruner mempunyai ciri khas daripada teori belajar yang lain yaitu tentang ”discovery” yaitu belajar dengan menemukan konsep sendiri. pembelajaran didasarkan kepada merangsang siswa menemukan konsep yang baru dengan menghubungkan kepada konsep yang lama melalui pembelajaran penemuan. dimana materi yang sebelumnya sudah diberikan suatu saat muncul kembali secara terintegrasi di dalam suatu materi baru yang lebih kompleks. kurikulum spiral menuntut guru untuk memberi materi pelajaran setahap demi setahap dari yang sederhana ke yang kompleks. Bruner menganggap bahwa belajar penemuan sesuai dengan pencarian pengetahuan secara aktif oleh manusia dan dengan sendirinya memberikan hasil yang paling baik. Pengetahuan itu bertahan lama atau lama dapat diingat. Asumsi umum tentang teori belajar kognitif: a. Bruner berpendapat bahwa seseorang murid belajar dengan cara menemui struktur konsep-konsep yang dipelajari. karena teori Bruner ini banyak menuntut pengulangan-penulangan. Demikian seterusnya sehingga siswa telah mempelajari suatu ilmu pengetahuan secara utuh. Disamping itu. Bahwa pembelajaran baru berasal dari proses pembelajaran sebelumnya. Proses kegiatan belajar mengajar menitikberatkan pada hubungan dan strategi. Secara menyeluruh belajar penemuan meningkatkan penalaran anak dan kemampuan untuk berfikir secara bebas. . d.

Bruner bekerja pada pengelompokkan atau penyediaan bentuk konsep sebagai suatu jawaban atas bagaimana peserta didik memperoleh informasi dari lingkungan. Diakses 12 Desember 2011. onim. siswa mempunyai gagasan-gagasan abstrak yang banyak dipengaruhi bahasa dan logika dan komunikasi dilkukan dengan pertolongan sistem simbol. Online. ng.com/piaget-dan-teorinya/. “Teori Perkembangan Kognitif Vigotsky”. “Teori Pendidikan: Teori Perkembangan Sosial Kognitif Lev Vygotsky”.com/2011/03/03/teori-pendidikan-teori-perkembangan-sosial-kognitif-lev- vygotsky/. Peneliti yang mengembangkan kognitif ini adalah Ausubel. ternyata teori kognitif melibatkan hal-hal mental atau pemikiran seseorang individu. Dari ketiga peneliti ini. Ausubel menekankan pada apsek pengelolaan (organizer) yang memiliki pengaruh utama terhadap belajar. Cara belajar yang terbaik menurut Bruner ini adalah dengan memahami konsep. http://edukasi. DAFTAR PUSTAKA ek. Jakarta: Salemba Humanika. Sejalan dengan pernyataan di atas. “Teori Piaget Tentang Perkembangan Kognitif”.multiply. dimana belajar terjadi melalui penggunaan model dan gambar 3. Dengan lain perkataan perkembangan kognitif seseorang dapat ditingkatkan dengan jalan mengatur bahan yang akan dipelajari dan menyajikannya sesuai dengan tingkat perkembangannya. r Azizah Fadhillah. Bruner mengembangkan teorinya tentang perkembangan intelektual. stiadi Utomo. Yang penting bahan pelajaran harus ditata dengan baik maka dapat diberikan padanya. anak melakukan aktifitas-aktifitasnya dalam usahanya memahami lingkungan. iconic. “Piaget dan Teorinya”. Diakses 14 Desember 2011. Teori ini ada kaitan dengan ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang.kompasiana. Laura A. Penerapan teori Bruner yang terkenal dalam dunia pendidikan adalah kurikulum spiral dimana materi pelajaran yang sama dapat diberikan mulai dari Sekolah Dasar sampai Perguruan tinggi disesuaikan dengan tingkap perkembangan kognitif mereka. . http://valmband. Bruner. Online. http://edukasi.com/2011/01/01/teori- piaget-dan-vygotsky/. Diakses 13 Desember 2011. http://ilmuwanmuda. Menurut Ausubel. masing-masing memiliki penekanan yang berbeda. Ausubel. dan gagne). dimana seorang peserta didik belajar tentang dunia melalui tindakannya pada objek. Semakin dewasa sistem simbol ini samakin dominan. Sesuatu pengetahuan yang diperolehi melalui pengalaman atau pendidikan formal akan disimpan dan disusun melalui proses pengumpulan pengetahuan supaya dapat digunakan kemudian. 2. enactive. Diakses 13 Desember 2011. arti dan hubungan melalui proses intuitif kemudian dapat dihasilkan suatu kesimpulan (discovery learning). 2010.wordpress. Psikologi Umum Sebuah Pandangan Apresiatif. Berdasarkan pendapat ketiga ahli di atas (Burner. maka untuk mengajar sesuatu tidak usah ditunggu sampai anak mancapai tahap perkembangan tertentu. konsep tersebut dimaksudkan untuk penyiapan struktur kognitif peserta didik untuk pengalaman belajar. symbolic yang mendeskripsikan kapasitas dalam berfikir abstrak. Online.com/journal/item/11? &show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem. dan Gagne. Online.kompasiana. yaitu: 1.