You are on page 1of 8

INSPEKSI DI TEMPAT KERJA

D
I
S
U
S
U
N

OLEH:
EKO P HUTABARAT 141000514
HELENA MARINA 141000600

TAHUN AJARAN 2016/2017
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

BAB I

Kegiatan inspeksi merupakan salah satu upaya yang bersifat proactive bertujuan untuk memastikan apakah fasilitas kerja yang ada dilapangan telah dikelola dengan baik (well- managed). Tujuan Penulisan Untuk mengetahui apa itu inspeksi program K3 di tempat kerja. BAB II PEMBAHASAN . Latar Belakang Setiap perusahaan selalu berusaha meningkatkan kualitas pekerjaan yang ada dan memperluas lapangan kerja untuk menampung tenaga kerja yang terus bertambah serta perusahaan selalu menginginkan tidak terjadinya kecelakaan kerja. B. Bagaimana Inspeksi Program K3 di Tempat Kerja? 2. Dengan inspeksi. Dari uraian diatas maka penulis pada kesempatan ini ingin membahas tentang “Inspeksi di tempat Kerja“ .. Apa tujuan Program Inspeksi K3 di Tempat Kerja? 3. Rumusan Masalah 1. tetapi masih sangat relevan dan secara luas sudah banyak diterapkan dalam upaya menemukan masalah yang dihadapi dilapangan. termasuk untuk memperkirakan besarnya resiko. Apa manfaat Program Inspeksi K3 di Tempat Kerja? C. kita akan memperoleh umpan-balik yang sangat berharga bagi manajemen dalam merencakan tindakan perbaikan. PENDAHULUAN A. yang lebih fatal adalah timbulnya kecelakaan kerja baik operator peralatan itu sendiri maupun masyarakat di sekitar perusahaan. Inspeksi merupakan salah satu alat kontrol manajemen yang bersifat klasik.

dilaporkan dan segera dapat dilakukan tindakan korektif. 2) Inspeksi Terencana a. 2) Untuk menggairahkan kembali (interest) terhadap keselamatan kerja. Germain. Tujuan Program Inspeksi K3 1) Mencegah terjadinya kecelakaan kerja 2) Mencegah terjadinya Penyakit Akibat Kerja (PAK) 3) Memelihara keamanan lingkungan kerja 4) Mencegah tindakan tidak aman 5) Memelihara kelancaran proses dan produktivitas kerja C. Manfaat Inspeksi K3 1) Untuk mengecek apakah ada suatu penyimpangan/pertentangan dari program yang sudah ditentukan. (Bird.  Keterbatasan : Inspeksi tidak dilakukan secara sistematik sehingga tidak bisa mencakup gambaran permasalahan secara keseluruhan. 3) Mengevaluasi kembali semua safety standard yang ada. 5) Guna memeriksa fasilitas-fasilitas baru.  Akan sangat efektif bila inspeksi informal ini dijadikan kebijakan manajemen. B. Pengertian Inspeksi K3 Inspeksi adalah sistem yang baik untuk menemukan suatu masalah dan menaksir jumlah risiko sebelum terjadi accident dan kerugian lain yang dapat muncul.A. Frank E. Inspeksi Rutin / Umum  Dilakukan terhadap sumber-sumber bahaya ( Hazard) di tempat kerja secara menyeluruh  Direncakan dengan cara WALK-THROUGH SURVEY keseluruh area kerja dan bersifat komprehensif . 6) Untuk menilai tingkat kesadaran keselamatan kerja pada karyawan.  Masalah-masalah yang ditemukan langsung dapat didokumentasikan berupa catatan singkat / foto sesuai prosedur dan di buat laporan secara sederhana. D. 4) Sebagai bahan untuk safety meeting. 1990) Inspeksi K3 adalah suatu proses untuk menemukan potensi bahaya yang ada ditempat kerja untuk mencegah terjadinya kerugian maupun kecelakaan di tempat kerja dalam penerapan keselamatan dan kesehatan di tempat kerja. and George L. Jenis Inspeksi Pada Umumnya Meliputi: 1) Inspeksi Informal  Merupakan inspeksi yang tidak terencana  Inspeksi yang bersifat sederhana  Dilakukan atas kesadaran orang-orang yang menemukan atau melihat masalah K3 di dalam pekerjaanya sehari – hari  Jika ditemukan masalah maka langsung dapat dideteksi.

 Hasil yang ditemukan segera ditindak lanjuti. dapat menggunakan ahli K3 dari luar perusahaan yang akan membantu memberikan saran-saran tentang penanganan masalah-masalah K3 di tempat kerja. alat kerja dan tempat-tempat khusus yang meiliki resiko kerja tinggi. Inspeksi Khusus Dilakukan terhadap objek-objek atau area tertentu mempunyai resiko tinggi terhadap kerugian dan kecelakaan kerja.  Jadwal pelaksanakan rutin ( Sudah ditentukan : 1x bulan)  Dilakukan bersama-sama ahli K3 atau perwakilan tenaga kerja dengan pihak manajemen.  Inspektur dapat melakukan observasi menyeluruh tentang K3 di tempat kerja  Checklist yang akan digunakan untuk inspeksi telah disiapkan dengan baik. Direncanakan hanya untuk diarahakan kepada kondisi-kondisi tertentu. Langkah dalam membuat daftar inventarisasi objek inspeksi khusus adalah:  Kategorikan dan buat daftar objek yang dianggap penting & krusial di perusahaan  Rencanakan atau gambarkan area yang menjadi tanggung jawab masing- masing unit kerja  Susun daftar inventarisasi dengan baik dan terstruktur.  Pelaksanaan Inspeksi terhadap sumber-sumber bahaya pada area khusus sebaiknya dilakukan dengan melibatkan seseorang yang mempunyai keahlian khusus. Dilakukan berdasarkan adanya keluhan atau komplain dari tenaga kerja di suatu unit kerja. b.  Bagi perusahaan yang tidak memiliki ahli K3 sendiri. serta tindakan korektif yang sesuai segera di implementasikan dalam upaya mengadakan sarana pencegahan kecelakaan dan kerugian yang lebih besar. Dilakukan berdasarkan adanya permintaan atau instruksi dari pengurus perusahaan. dan setiap permasalahan yang telah diidentifikasi dari hasil survey harus selalu tercatat dan dibukukan.laporan temuan dan rekomendasi segera dapat dibuat untuk meningkatkan kesadaran tentang adanya bahaya di tempat kerja. . sehingga langkah perbaikan segera dilakukan Keuntungan :  Inspektur dapat mencurahkan segala perhatiannya untuk melakukan inspeksi.  Setiap laporan inspeksi harus inspeksi harus ditandatangani oleh penanggung jawab kegiatan inspeksi  Hasil inspeksi yang telah ditulis dalam bentuk laporan harus disampaiakan kepada pihak manajemen. seperti : Mesin-mesin.

4) Bila memungkinkan.  Buatlah Recordkeeping : Identifikasi setiap mesin & peralatan. identifikasi siapa petugas dan penanggung jawab inspeksi n berapa sering dilakukan inspeksi. 2) Siapkan Checklist sesuai dengan kebutuhan Inspeksi 3) Pada waktu membuat checklist. . dengan membuat persiapan-persiapan inspeksi seperti menentukan jenis inspeksi. indikasi apa yang akan di inspeksi. 3) Check atau Pelaporan Inspeksi dilakukan melalui suatu alat atau sarana yang dapat digunakan sebagai bahan informasi dan komunikasi yang efektif. secepatnya hal tersebut dilaporkan kepada senior manajer. dan formulir inspeksi atau inspection checklist. beri saran praktis dan petunjuk keselamatan kepada tenaga kerja terhadap metode atau cara kerja yang benar & aman dari permasalahan K3.Poin-Poin Penting Dalam Kegiatan Inspeksi 1) Buat Standart Prosedur Inspeksi ( SPI) secara jelas sebelum melulai inspeksi. befokuslah pada area yang telah ditentukan dan periksa bahwa seluruh isi checklist inspeksi telah diperikasa. TK perlu diajak diskusi sehingga kita tahu isu-isu K3 yang sedang dihadapi. Kualifikasi personil Inspektor K3: 1) Mempunyai pengetahuan tentang obyek yang akan diperiksa 2) Mempunyai pengetahuan tentang syarat-syarat K3 serta peraturan yang berkaitan 3) Dapat berkomunikasi secara baik 4) Memiliki integritas yang tinggi 5) Mengetahui prosedur inspeksi K3 G. F. lokasi/area tempat kerja. 5) Jika pada waktu inspeksi ditemukan kondisi-kondisi yang tidak selamat atau tidak sehat. frekuensi inspeksi. 4) Action atau Tindak lanjut atau Pemantauan dengan membuat skala prioritas upaya- upaya perbaikan yang harus dikerjakan dan memantau program perbaikan dan anggaran biaya hingga implementasi perbaikan selesai. E. Tahapan pelaksanaan inspeksi dilakukan dengan konsep managemen PDCA (Plan – Do – Check – Action) 1) Plan atau Perencanaan Inspeksi. 2) Do atau Pelaksanaan Inspeksi.

Suatu alat atau sarana yang dapat digunakan sebagai bahan . Jelaskan hasil temuan 5. Klasifikasikan hazard & tentukan faktor penyebab. Monitoring terhadap program perbaikan dan anggaran beaya sampai implementasi perbaikan selesai 3. LANGKAH . Tentukan apa yang dilihat & pahami apa yang akan dicari 4. 7) Segera lakukan tindakan korektif berdasarkan skala prioritas tingkat resiko. Verifikasi / pembuktian bahwa tindakan perbaikan dimulai sesuai jadwal yang telah direncanakan. Buat checklist & siapkan peralatan serta bahan nspesksi. Upaya pengendalian dapat terus dikembangkan dari waktu ke waktu sampai ditemukan sistem pengendalian yang efektif. Membuat skala prioritas upaya-upaya perbaikan yang harus dikerjakan 2. Perlu melakukan sesuatu untuk mencegah terjadinya Upaya Perbaikan kerugian nyata. Tindakan Korektif 1. 8) Arsipkan laporan sebagai dokumentasi K3 dan juga bisa di share / di publikasikan dengan informasi yang relevan lainnya. 5. Rencanakan inspeksi 3. Lakukan uji kelayakan setelah selesai implementasi sarana perbaikan Laporan Inspeksi 1. Berpedoman pada peta pabrik ( Work place mapping ) & Inspeksi checklist 2. Ambil tindakan perbaikan sementara bila ada masalah K3 4. Monitoring selama pengembangan tindakan korektif 5. Lihat laporan inspeksi sebelumnya Pelaksanaan 1. 4. Pengembangan 1. Cek setiap point checklist 3. 6) Buatlah laporan inspeksi dan laporkan kepada manajemen yang menangani bidang K3 untuk segera dilakukan tindakan korektif.LANGKAH EFEKTIF AKTIVITAS INSPEKSI Tahap Persiapan 1. Mulai dengan sikap & perilaku positif 2.

Kesimpulan Inspeksi Program K3 adalah suatu proses untuk menemukan potensi bahaya yang ada ditempat kerja untuk mencegah terjadinya kerugian maupun kecelakaan di tempat kerja dalam penerapan keselamatan dan kesehatan di tempat kerja Tujuan: Mencegah terjadinya kecelakaan kerja Manfaat: Untuk menggairahkan kembali (interest) terhadap keselamatan kerja. 2.. berkala untuk memastikan bahwa tidak ada masalah lain yang ditimbulkan. Setiap perusahaan sebaiknya menerapkan sistem inspeksi K3 di perusahaannya. Saran 1. Lakukan tindakan review terhadap implementasi sarana perbaikan secara 2. BAB III PENUTUP A. B. Review 1. DAFTAR PUSTAKA . Penerapan sistem inspeksi K3 dilaksanakan dengan baik sesuai tahapannya. informasi dan komunikasi yang efektif .

Hseplib. Inspeksi Tempat Kerja (online.wordpress.com/). 2012. 3. 2012.html). Jakarta Utara. 2011. Shefocus.http://yusufbrofifteen. http://hseplib. Yusuf. Inspeksi K3 (online. Dasar Inspeksi (online.com/2011/07/inspeksi-tempat-kerja.1.blogspot.com/2012/10/31/dasarinspeksi/). Jakarta. http://shefocus. Jakarta.blogspot. . Muhammad. 2.