You are on page 1of 13

TAHAP – TAHAP AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN

 Penerimaan Perikatan Audit
Perikatan (engagement) adalah kesepakatan dua pihak untuk mengadakan suatu ikatan
perjanjian. Dalam perikatan audit klien yang memerlukan jasa auditing mengadakan suatu
ikatan perjanjian dengan auditor. Dalam ikatan perjanjian tersebut, klien menyerahkan
pekerjaan audit atas laporan keuangan kepada auditor dan auditor sanggup untuk
melaksanakan pekrjaan audit tersebut berdasarkan kompetensi profesionalnya.
 Perencanaan Audit
Langkah berikutnya adalah perencanaan audit. Keberhasilan penyelesaian perikatan audit
sangat ditentukan oleh kualitas perencanaan audit yang dibuat oleh auditor.
 Pelaksanaan Pengujian Audit
Tahap ketiga disebut juga dengan “pekerjaan lapangan”. Pelaksanaan pekerjaan lapangan ini
harus mengacu ke tiga standar auditing yang termasuk dalam kelompok “standar pekerjaan
lapangan”. Tujuan utama pelaksanaan pekerjaan lapangan ini adalah untuk memperoleh bukti
audit tentang efektivitas pengendalian intern klien dan kewajaran laporan keuangan klien.
 Pelaporan Audit
Ini adalah tahap akhir dari pekerjaan audit atas laporan keuangan. Pelaksanaan tahap ini harus
mengacu ke “standar pelaporan”. Ada 2 langkah penting yang dilaksakan auditor dalam
pelaporan audit ini yaitu :
 Menyelesaikan audit dengan meringkas semua hasil pengujian dan menarik simpulan
Auditor perlu menggabungkan informasi yang dihasilkan melalui berbagai prosedur audit
tersebut untuk menarik simpulan secara menyeluruh dan memberikan pendapat atas
kewajaran laporan keuangan auditan. Proses ini bersifat sangat subjektif , yang sangat
tergantung pada pertimbangan profesional auditor.
 Menerbitkan laporan audit
Akhir dari proses audit adalah penyajian laporan audit (audit report) yang berisi pernyataan
pendapat atau pernyataan tidak memberikan pendapat atas laporan keuangan auditan.

A. TAHAP – TAHAP PENERIMAAN PERIKATAN AUDIT
1. Mengevaluasi Integritas Manajemen
Auditor berkepentingan untuk mengevaluasi integritas manajemen, agar auditor
mendapatkan keyakinan bahwa manajemen perusahaan klien dapat dipercaya, sehingga
laporan keuangan yang diaudit bebas dari salah saji material sebagai akibat dari adanya
integritas manajemen.
Berbagai cara yang dapat ditempuh auditor dalam mengevaluasi integritas manajemen :
a. Melakukan komunikasi dengan auditor pendahulu
Sebelum menerima suatu perikatan audit, auditor pengganti harus mencoba
melaksanakan komunikasi tertentu berikut ini :
 Meminta keterangan kepada auditor pendahulu mengenai masalah – masalah spesifik.

1

terutama yang berkaitan dengan pergantian auditor. atas dasar fakta – fakta yang diketahuinya. menambah biaya audit. pejabat bank.  Mempertimbangkan keterbatasan jawaban yang diberikan oleh auditor pendahulu. Mengidentifikasi Keadaan Khusus dan Risiko Luar Biasa Berbagai faktor perlu dipertimbangkan oleh auditor tentang kondidi khusus dan risiko luar biasa yang mungkin berdampak terhadap penerimaan perikatan audit dari calon klien dapat diketahui dengan cara : a. Melakukan review terhadap pengalaman auditor di masa lalu dalam berhubungan dengan klien yang bersangkutan Dalam hal auditor mempertimbangkan akan melanjutkan atau menghentikan hubungan dengan klien dalam perikatan audit. (2) dalam hal caon klien yang telah go publik. Kamar Dagang Indonesia (KADIN) dapat juga dipakai sebagai sumber informasi untuk mengevaluasi integritas manajemen. karena tambahan persyaratan tersebut akan menuntut tambahan kompetensi yang harus dimiliki auditor. Namun. karena keadaan yang luar biasa misalnya. dan meningkatkan tanggungjawab legal auditor. Mendapatkan informasi tentang stabilitas keungan dan legal calon klien di masa depan Di dalam mempertimbangkan penerimaan perikatan audit dari calon klien. auditor dapat melakukan review terhadap laporan audit tahun sebelumnya yang disimpan di Bapepam.  Menjelaskan pada calon klien tentang perlunya auditor pengganti mengadakan komunikasi dengan auditor pendahulu dan meminta persetujuan dari klien untuk melkukan hal tersebut. perkara pengadilan yang menurut auditor pendahulu potensial akan terjadi di masa yang akan datang. b. Meminta keterangan pihak ketiga Informasi tentang integritas manajemen dapat diperoleh dengan meminta keterangan kepada penasihat hukum. c. auditor harus mempertimbangkan tambahan persyaratan pelaporan yang dikenakan terhadapa kliennya.Sumber informasi lain yang dapat digunakan untuk menilai integritas manajemen adalah : (1) penggantian manajemen yang diberitakan di surat kabar bisnis. 2. Mengidentifikasi pemakai laporan audit Karena Bapepam dan badan pengatur menetapkan persyaratan pelaporan lebih dibandingkan perusahaan – perusahaan biasa. auditor pendahulu harus menunjukan bahwa jawabannya adalah terbatas. b. dan pihak lain dalam masyarakat keuangan dan bisnis yang mempunyai hubungan bisnis dengan calon klien. apabila auditor pendahulu harus memutuskan untuk tidak memberikan jawaban yang lengkap. Auditor pendahulu harus memberikan jawaban dengan segera dan lengkap atas pertanyaan yang masuk akal dari auditor pengganti. auditor harus secara seksama mempertimbangkan pengalamannya di masa lalu dalam berhubungan dengan klien dalam perikatan audit. auditor perlu mempertimbangkan faktor risiko luar biasa yang kemungkinan ada dalam perusahaan 2 .

ia harus mempertimbangkan apakah ia dan anggota tim auditnya memiliki kompetensi memadai untuk menyelesaikan perikatan tersebut. Umumnya pertimbangan tersebut dilakukan dengan mengidentifikasi anggota kunci tim audit dan mempertimbangkan perlunya mencari bantuan dari spesialis dalam pelaksanaan audit. Jika pada saat auditor mempertimbangkan penerimaan perikatan audit. c. 3. auditor mendapatkan informasi bahwa klien sedang menghadapi tuntutan pengadilan. auditor dapat mempertimbangkan untuk menolak perikatan audit dari klien yang diperkirakan akan mengadapi tuntutan pengadilan dan auditor diperkirakan akan terlibat secara mendalam dengan perkara tersebut. Oleh karena itu.” Oleh karena itu. memadainya pengendalian intern yang diterapkan dalam perusahaa calon klien. klien. peraturan atau persetujuan (misalnya. ketersediaan dokumen pendukung transasksi yang dicatat dalam catatan akuntansi. auditor kemungkinan akan menghadapi masalah berikut ini :  Penilaian (misalnya karya seni. Mempertimbangkan kebutuhan konsultasi dan penggunaan spesialis Dalam mempertimbangkan perikatan audit dari calon klien. obat – obatan khusus)  Penentuan karakteristik fisik yang berhubungan dengan kuantitas yang tersedia atau kondisi (misalnya cadangan mineral atau tumpukan bahan baku yang ada di gudang)  Penentuan nilai yang diperoleh dengan menggunakan teknik atau metode khusus (misalnya beberapa perhitungan aktuaril)  Penafsiran persyaratan teknis. sesuai dengan standar auditing yang ditetapkan oleh IAI. pengaruh potensial suatu kontak atau dokumen hukum lainnya. ada kemungkinan auditor akan terlibat dalam perkara pengadilan yang dihadapi oleh calon kliennya tersebut. a. b. yang akan mengkoordinasi dan mengawasi pelaksanan program audit. Menentukan Kompetensi untuk Melaksanakan Audit Standar umum yang pertama berbunyi : “Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis cukup sebagai auditor. 3 .  Staf asisten. yang melaksanakan berbagai prosedur audit yang diperlukan dalam pelaksanaan program audit. atau hak atas properti).  Satu atau lebih manajer. Mengidentifikasi Tim audit Tim audit terdiri dari :  Seorang partner yang akan bertanggungjawab terhadap penyelesaian keseluruhan perikatan audit. Mengevaluasi kemungkinan dapat atau tidaknya laporan keuangan calon klien diaudit Informasi tentang dapat atau tidaknya laporan keuangan calon klien diaudit dapat diketahui dari ketersediaan catatan akuntansi penting. pembatasan – pembatasan yang akan dikenakan oleh calon klien pada auditor dalam proses audit yang akan dilaksanakan. sebelum auditor menerima perikatan audit.

harus bebas dari bantuan kepentingan (conflict of interest) dan tidak boleh membiarkan faktor salah saji material (material misstatement) yang diketahuinya atau mengalihkan (mensubordinasikan) pertimbangannya kepada pihak lain. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik mengatur tentang indenpedensi auditor dan stafnya sebagai berikut : 101 Independensi Dalam menjalankan tugasnya. Menentukan Kemampuan untuk Menggunakan Kemahiran Profesionalnya dengan Kecermatan dan Keseksamaan Standar umum yang ketiga berbunyi sebagai berikut: “Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya. anggota KAP karus mempertahankan sikap mental inde- penden di dalam memberikan jasa profesional sebagaimana diatur dalam standar profesional akuntan publik yang ditetapkan oleh IAI. auditor harus memahami lebih dahulu usaha kliennya. Spesialis adalah orang atau perusahaan yang memiliki ketrampilan atau pengetahuan khusus dalam bidang tertentu selain akuntansi dan auditing. Sikap mental independen tersebut harus meliputi independen dalam fakta (in fact) maupun dalam penampilan (in appearance). a. audit wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama. independensi dalam sikap mental harus dipertahankan auditor” Di samping itu. anggota KAP harus mempertahankan integritas dan objektivitas. jika mungkin harus pihak yang bebas dari klien. Jika menurut pertimbangan auditor. ia harus memastikan bahwa setiap profesional yang menjadi anggota tim auditnya tidak terlibat atau memiliki kondisi yang menjadikan indepedensi tim auditnya diragukan oleh pihak yang mengetahui salah satu dari delapan golongan infirmasi tersebut di atas. Auditor harus mengadakan pemilihan spesialis yang memiliki kompetensi dalam bidangnya. ia perlu melakukan konsultasi dengan spesialis. sebelum auditor menerima suatu perikatan audit. Penentuan waktu perikatan 4 .” Dalam mempertimbangkan penerimaan atau penolakan suatu perikatan audit. Jumlah spesialis saat jasa spesialis tersebut diperlukan harus direncanakan dengan baik untuk mendapatkan kepastian mengenai ketersediaan jasa spesialis tersebut pada saat diperlukan. Untuk dapat memilih spesiais. Oleh karena itu. ia akan menjumpai situasi yang memerlukan pengetahuan khusus. Kecermatan dan keseksamaan pengguna kemahiran profesional auditor ditentukan oleh ketersediaan waktu yang menandai untuk merencanakan dan melaksanakan audit. Menilai Independensi Standar umum yang kedua berbunyi sebagai berikut : ”Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan. 5. 4. auditor harus mempertimbangkan apabila ia dapat melaksanakan audit dan menyusun laporan auditnya secara cermat dan seksama. 102 Integritas dan Objektivitas Dalam menjalankan tugasnya.

a. 6. pernyataan dari badan professional yang harus dianut oleh auditor  Bentuk laporan atau bentuk komunikasi lain yang digunakan oleh auditor untuk menyampaikan hasil perikatan  Fakta bahwa audit memiliki keterbatasan bawaan kekeliruan dan kecurangan material tidak akan terdeteksi  Pengaturan reproduksi laporan keuangan auditan 5 . c. dan penambahan dan pengurangan akiva tetappp dalam tahun yang diaudit. b. sehingga idealnya waktu perikatan audit sudah diterima oleh auditor enam sampai dengan Sembilan bulan sebelum akhir tahun buku klien. lingkup tanggung jawab yang dipikul oleh auditor bagi kliennya.  Pekerjaan akhir tahun (year-end work) yang merupakan pekerjaan lapangan yang dilaksanakan oleh auditor beberapa minggu sebelum tanggal nerac sampai tiga bulan setelah tanggal neraca. peraturan. termasuk penyebut undang-undang. tujuan dan lingkup audit. Perikatan auditor mendekati akhir tahun buku klien dapat menyebabkan auditor tidak dapat melaksanakan prosedur audit penting-seperti observasi terhadap penghitungan fisik sediaan-sehingga kemungkinan auditor tidak dapat memberikan pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan auditan. Membuat Surat Perikatan Audit Surat perikatan audit dibuat oleh auditor untuk kliennya yang berfungsi untuk mendokumentasikan dan menegaskan penerimaan auditor atas penunjukan oleh klien. Umumnya waktu enam sampai Sembilan bulan merupakan jangka waktu yang memadai bagi auditor untuk merencanakan secara seksama pekerjaan audit. Pemanfaatan personel klien Personel klien dapat dimanfaatkan untuk berbagai perikatan berikut ini:  Pembuatan daftar saldo akun buku besar (working trial balance)  Rekonsiliasi akun control (controlling account) dalam buku besar dengan akun buku pembenatu (subsidiary ledger) yang bersangkutan  Pembuatan daftar umur piutang  Pembuatan daftar polis asuransi yang berlaku. piutang wesel. Isi pokok surat perikatan audit Surat perikatan audit umumnya berisi :  Tujuan audit atas laporan keuangan  Tanggung jawab manajemen atas laporan keuangan  Lingkup audit. Pertimbangan jadwal pekerjaan lapangan Biasanya auditor menggolongkan jadwal pelaksanaan pekerjaan lapangan ke dalam dua kelompok berikut ini:  Pekerjaan interim (interim work) yang merupakam pekerjaan lapangan yang dilaksanakan oleh auditor tiga sampai empat bulan sebelum tanggal neraca. serta bentuk laporan yang akan diterbitkan oleh auditor. kesepakaan tentang terproduksi laporan keuangan auditan.

B. auditor dapat dengan mudah memperoleh informasi tentang kekhususan bisnis klien dengan cara me-review kertas kerja audit yang disimpan dalam arsip permanen. dan pengendalian intern.  Pengaturan tentang pengikutsertaan auditor intern dan staf klien yang lain  Pengaturan. Komite audit.  Kesanggupan auditor untuk menyampaikan informasi tentang kelemahan signifikan dalam pengendalian intern yang ditemukan oleh auditor dalam auditnya  Akses ke berbagai catatan. SA Seksi 318 pemahaman atas Bisnis Klien memberikan panduan tentang sumber informasi bagi auditor untuk memahami bisnis dan industry klien: a. Diskusi dengan orang dalam entitas (seperti direktur. jika ada. personel operasionel senior) Ada beberapa orang dalam entitas yang dapat dijadikan sebagai sumber informasi bagi auditor untuk memahami bisnis entitas dan industrinya. Dengan cara ini auditor dapat mengingat kembali menganai kebijakan- kebijakan klien. PERENCANAAN AUDIT Setelah auditor memutuskan untuk menerima perikatan audit dari kliennya. Pengalaman sebelumnya tentang entitas dan industrinya Dalam audit ulangan. yang harus dibuat dengan auditor pendahulu. b. dalam hal ini audit tahun pertama  Pembatasan atas kewajiban auditor jika kemungkinan ini ada  Surat pengacuan ke perjanjian lebih lanjut antara auditor dengan kliennya. dan 6 . langkah berikutnya yang perlu ditempuh adalah merenanakan audit. dokumentasi dan informasi lain yang diharuskan dalam kaitannya dengan audit  Dasar yang digunakan oleh auditor untuk menghitung fee audit dan pengaturan penaghannya Di samping itu. organisasi. butir-butir berikut ini dapat pula dimasukkan dalam surat perikatan audit:  Pengaturan tentang pengikutsertaan auditor laid an tenaga ahli dalam beberapa aspek audit. ia perlu mengenal lebih baik insudtri tempat klien berusaha serta kekhususan bisnis klien. Memahami Bisnis Dan Industri Klien Sebelum audit melakukan verifikasi dan analisis transaksi atau akun-akun tertentu. Ada tujuh tahap yang harus ditempuh oleh auditor dalam merencanakan auditnya: 1. direktur. auditor dapat pula memasukkan hal berikut ini dalam surat perikatan auditnya:  Pengaturan berkenaan dengan perencanaan auditnya  Harapan untuk menerima penegasan tertulis dari manajemen tentang representasi yang dibuat dalam hubungannya dengan audit  Permintaan kepada klien untuk menegaskan bahwa syarat-syarat perikatan telah sesuai dengan membuat tanda penerimaan surat perikatan audit  Penjelasan setiap surat atau laporan yang diharapkan oleh auditor untuk diterbitkan bagi kliennya Jika relevan.

metode penilaian persediaan. Diskusi dengan auditor lain dan dengan penasehat hukum atau penasehat lain yang telah memberikan jasa kepada entitas atau dalam industri Auditor berkomunikasi dengan penasehat hukum atau penasehat lain seperti konsultan manajemen untuk memperoleh informasi tentang masalah – masalah yang dihadapi perusahaan dala bisnisnya. Publikasi yang berkaitan dengan industri Pengetahuan mengenai industri yang menjadi tempat usaha klien adalah perlu bagi auditor agar ia dapat melaksanakan audit dengan baik dapat diperoleh melalui cara berikut yaitu :  Meminta keterangan klien  Berlangganan majalah yang dikeluarkan oleh organisasi industry yang bersangkutan  Aktif berpartisipasi dalam perkumpulan berbagai industry atau program – program latihan yang diselenggarakan oleh berbagai industry. sistem pengelolaan data elektronik yang baru saja diimplementasikan oleh klien. personel operasi adalah contoh narasumber yang dapat diharapkan oleh auditor untuk memperoleh informasi tersebut. Sehingga dalam perencanaan auditnya auditor perlu mempertimbangkan dampak berbagai peraturan perundangan yang dikeluarkan oleh pemerintah yang berdampak pada bisnis klien sehingga hal ini aan mempengaruhi prosedur audit yang akan dilaksanakan atas laporan keuangan klien. Kunjungan ke tempat atau fasilitas pabrik entitas 7 . praktik – praktik pemasaran dan distribusi. customer. perubahan manajemen perusahaan dan perubahan struktur organisasi perusahaan klien. Diskusi dengan personel dari fungsi audit intern dan review terhadap laporan auditor intern Auditor intern merupakan sumber informasi untuk memahami kekuatan dan kelemahan pengendalian intern yang diterapkan dala organisasi entitas dalam menjaga keandalan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan. Komite audit dapat memberikan informasi tentang industri dan bisnis klien. Pengetahuan mengenai usaha klien yang membedakan usaha klien dari perusahaan – perusahaan lain dala industry yang bersangkutan diperlukan oleh auditor untuk menafsirkan informasi – informasi yang diperolehnya dalam audit. g. dan sifat – sifat khusus lain kegiatan usaha klien. peraturan kredit. Diskusi dengan orang yang berpengetahuan di luar entitas (seperti ahli ekonomi industri. Perundangan dan peraturan yang secara signifikan berdampak terhadap entitas Peraturan ekspor. h. c. Review terhadap laporan keuangan intern merupakan cara yang efektif untuk memahami pengendalian intern yang diberlakukan dalam organisasi entitas d. peraturan penanaman modal dan peraturan perpajakan merupakan contoh peraturan perundangan yang signifikan berdampak kepada bisnis perusahaan. dan pesaing) f. Komite audit juga dapat memberikan informasi tentang kekuatan dan kelemahan pengendalian intern perusahaan atau bagian dari perusahaan klien. pemasok. badan pengatur industry. e. Informasi yang dikumpulkan berupa bagan organisasi.

panduan kebijaan akuntansi dan sistem pengendalian inten. 4)Fluktuasi acak.saat. laporan keuangan intern. 3)Ratio analisis. i. laporan keuangan dan laporan tahunan tahun sebelumnya. Sebelum memulai audit tehadap laporan keuangan kliennya auditor perlu melakukan perjalanan inspeksi ke pabrik dan kantor klien agar memperoleh suatu pengetahuan mengenai tata letak pabrik. dan pada tahap – tahap review menyeluruh terhadap hasil audit. dan luas prosedur audit yang kan digunakan untuk memperoleh bukti tentang saldo akun ata jenis transaksi tetentu sehingga harus ditujukan untuk :  Meningkatkan pemahaman auditor atas usaha klien dan transaksi ata peristiwa yang terjadi seja tanggal audit terakhir  Mengidentifikasi bidang yang kemungkinan mencerminkan risiko tertentu yang bersangkutan dengan audit Prosedur analitik dapat mengungkapkan : 1)Peristiwa atau transaksi yang tidak biasa. Tahap-tahap prosedur analitik  Mengidentifikasi perhitungan/ perbandingan yang harus dibuat Prosedur analitik meliputi perbandingan yang paling sederhana hingga model yang rumit yang mengaitkan berbagai hubungan dan unsure data. panduan kebijakan manajemen. Melaksanakan Prosedur Analitik SA Seksi 329 prosedur analitik memberikan panduan bagi auditor dala menggunakan prosedur analitik pada tahap perencanaan audit. Tipe perhitungan dan perbandingan yang umumnya dibuat oleh auditor meliputi : 1)Perbandingan data absolute. Konsep prosedur analitik Prosedur analitik meliputi perbandingan jumlah – jumlah yang tecatat atau ratio yang dihitung dari jumlah – jumlah yang tecatat. deskripsi jabatan merupakan contoh berbagai dokumen yang dihasilkan oleh entitas sebagai sumber informasi untuk memahami bisnis tertentu. a. 3)Perubahan usaha. Selain itu perjalanan inspeksi ini juga membantu auditor untuk mengenal karyawan – karyawan inti yang akan menjadi sumber informasi bagi audit dikemudian hari. 2)Perubahan akuntansi. 5)Salah saji c. Dokumen yang dihasilkan oleh entitas Buku – buku promosi. laporan manajemen intern. 2. dan penjagaan fisik tehadap aktiva perusahaan dan nantinya bermanfaat bagi proses penilaian. dibandingkan dengan harapan yang dikembangkan oleh auditor. produk – produk utama perusahaan. proses produksi. anggaran. 2)Commone size income statements. Tujuan prosedur analitik dalam perencanaan audit Tujuan prosedur analitik dalam perencanan audit adalah untuk membantu perencanaan sifat. b. auditor biasanya melaksanakan prosedur anlitik dengan menggunakan data agredasi ( gabungan atau kumpulan) data perusahaan secara keseluruhan yang didasarkan pada data gabungan sampai pada bulan dilakukannya prosedur analitik atau pada data proyeksi tahunan 8 . 4)Trend analisis Pada tahap perencanaan audit. pada tahap pengujian.

Mempertimbangkan Berbagai Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Saldo Awal. Sehingga mencapai suatu kesimpulan tentang laporan keuangan sebagai keseluruhan perlu diadakan suatu verifikasi saldo akun. sesuai dengan tahap-tahap proses auditnya. financial ratios dan trend  Menganalisis data dan mengidentifikasi perbedaan yang signifikan Data yang telah dikumpulkan kemudian dibandingkan dengan harapan yanh dikembangkan oleh auditor untuk mengidentifikasi perbedaan signifikan yang tejadi  Menyelidiki perbedaan signifikan yang tidak terduga dan mengevaluasi perbedaan signifikan Perbedaan signifikan yang tidak terduga perlu diselidiki penyebabnya sehingga auditor perlu mempertimbangkan metode dan berbagai faktor yang digunakan untuk mengembangkan harapan dan meminta keterangan kepada manajemen. 5. Dalam suatu perikatan audit 9 . Kedua hak tersebut di atas berdampak terhadap saldo awal. Auditor berusaha untuk membatasi risiko audit pada tingkat saldo akun sedemikian rupa sehingga pada akhir audit. 3. Transaksi yang dimasukkan dalam saldo yang dibawa ke tahun berikutnya dari tahun- tahun sebelumnya b. risiko audit dalam meyetarakan pendapat atas laporan keuangan secara keseluruhan akan berada pada tingkat yang rendah. auditor harus mempertimbangkan berbagai macam resiko. Mempertimbangkan Tingkat Materialitas Awal Materialitas awal ada dua tingkat yakni tingkat laporan keuangan dan tingkat saldo akun Materialitas awal pada tingkat laporan keuangan perlu ditetapkan oleh auditor karena pendapat auditor atas kewajaran dalam laporan keuangan ditetapkapkan pada laporan keuangan secara keseluruhan.  Menentukan dampak hasil prosedur analitik terhadap perencanaan audit Dengan mengarahkan perhatian auditor ke bidang yang memiliki pengaruh yang lebih besar prosedur analitik dapat bermanfaat dalam audit yang efektif dan efisien. auditor mempertimbangkan berbagai risiko.  Mengembangkan harapan Prosedur analitik meliputi perbandingan jumlah – jumlah yang dicatat atau ratio yang dihitung dari jumlah yang dicatat dengan harapan yang dikembangkan auditor. Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam tahun-tahun sebelumnya. Sejak perencanaan audit sampai dengan penerbitan laporan audit. 4. Jika Perikatan Dan Klien Berupa Audit Tahun Pertama Laporan keuangan tidak hanya menyajikan posisi keuangan dan hasil usaha tahun berjalan. Mempertimbangkan Risiko Bawaan Dalam keseluruhan proses audit. Auditor merumuskan pendapatannya atas laporan keuangan secara keseluruhan berdasarkan bukti audit yang diperoleh melalui verifikasi asersi yang berkaitan dengan saldo akun secara individual atau golongan transaksi.  Melaksanakan perhitungan/ perbandingan Auditor mengumpulkan data yang akan dipakai dalam perhitungan perbedaan jumlah absolute dengan jumlah presentase tahunan yang lalu perhitungan common size financial statement. Namun juga mencerminkan dampak : a.

Bila terhadap perubahan dalam dalam kebijakan akuntansi atau penerapannya. bila laporan keuangan diaudit untuk pertama kalinya atau bila laporan keuangan tahun sebelumnya diaudit oleh auditor independen lain. informasi mengenai kewajiban legal klien. material. auditor dapat memilih strategi audit awal dalam perencanaan audit terhadap asersi individual atau golongan transaksi. Bila laporan keuangan dalam tahun sebelumnya telah diauditor independen lain. Sifat dan lingkup bukti audit yang harus diperoleh auditor berkenaan dengan saldo awal tergantung pada : a. tahun pertama. Sifat akun dan risiko salah saji dalam aporan keuangan tahu berjalan. auditor perlu memahami kewajiban –kewajiban legal dan perjanjian – perjanjian yang menyangkut klien. risiko dan strategi audit awal. Ada dua strategi audit awal yang dapat diplih oleh auditor : (1) primarily substantive approach dan (2) lowe assessed level of control risk approach. Pembahasan secara rnci kedua strategi audit awal tersebut disajikan dalam bab 8 materialitas. Auditor harus memperoleh bukti audit koponen yang cukup untuk meyakini bahwa : a. SA seksi 323 audit tahun pertama memberikan panduan bagi audito berkenaan denga saldo awal. 6. auditor tahun berjalan dapat memperoleh keyakinan mengenai saldo awal dengan cara me-review kertas kerja auditor pendahulu. harus dijelaskan dalam laporan keuangan. Auditor harus menentukan abahwa saldo awal mencerminkan penerapan kebijakan akuntansi yang semestinya dan bahwa kebijakan tersebut diterapkan secara konsisten dalam laporan keuangan tahun berjalan. Apakah laporan keuangan entitas tahun sebelumnya telah diaudit . c. Mengembangkan Strategi Audit Awal Terhadap Asersi Signifikan Karena ketrkaitan antara bukti audit. Auditor harus menyadari mengenai hal bersyarat ( contingencies ) dan komitmen yang ada pada awal tahun. sebelumnya auditor tidak memperoleh bukti yang mendukung saldo awal tersebut. auditor harus memperoleh kepastian bahwa perubahan tersebut memang semestinya dilakukan. Sebelum memulai verifikasi dan analisis terhadap transaksi dan akun tertentu. dan dipetanggung jawabkan. 7. Mereview Informasi yang Berhubungan dengan Kewajiban-Kewajiban Legal Klien Penyajian laporan keuangan secara wajar sesuai dengan prinsip Akuntansi berterima umum di Indonesia mewajibkan klien untuk melaksanakan peraturan – peraturan pemerintah dan perjanjian – perjanjian legal yang lain. Saldo penutup tahun sebelumnya telah ditransfer dengan benar ke tahun berjalan atau telah inyatakan kembali. serta diungkapkan. dan jika demikian apakah penapatn auditor atas laporan keuangan tersebut berupa selain pendapat wajar tanpa pengecualian. c. Jika material. risiko pengendalian. Kebijakan akuntansi yang semestinya telah diterapkan secara konsisten. dan risiko deteksi ). Kebijakan akuntansi yang dipakai oleh entitas yang bersangutan b. dan komponen risisko audit ( risisko bawaan. jika hal itu semestinya dilakukan. Saldo awal tidak mengandung salah saji yang mempunyai dampak material terhadap laporan keuangan tahun berjalan b. Informasi tersebut tercantum dalam dokumen berikut ini : 10 .

tanggung jawab. informasi –informasi yang dikumpulkan oleh auditor dar dokumen perjanjian persekutuan adalah:  Nama resmi dan alamat perusahaan  Nama dan alamat setiap sekutu  Jumlah . Dalam audit yang pertama kali. korespondensi.notulen tersebut harus disimpan dalam arsip permanen dan diperbaharui informasinya dalam audit berikutnya. dewan komisaris. sekutu. auditor harus membuat catatan dalam arsip permanen yang menerangkan bahwa tidak terjadi perubhan dalam perjanjian persekutuan tersebut.a. pemegang saham. Perjanjian persekutuan (partnership agreement ) Dalam audit terhadap perusahaan yang berbentuk pesekutuan ( partnership). struktur modal perusahaan. b. serta jumlah direksi yang diijinkan. Pada audit pertama kali. c. Informasi seperti nama resmi auditor. Auditor dapat memperoleh copy semua notulen rapat tersebut dari manajemen perusahaan untuk rapat direksi. bunga. Notulen rapat direksi dan pemegang saham Notulen rapat merupakan catatan resmi mengenai tindaan-tindakan yang diputuskan dalam rapat direksi dan pemegang saham yang akan dilaksanakan dalam kegiatan perusahaan. Copy notulen. perjanjian persekutuan merupakan doumen yang berisi dalam menjalankan perusahaa. atas modal sekutu. atau jika idak terjadi perubahan. dan wewenang tiap-tiap sekutu  Peraturan persekutuan dan pembagian kekayaan persekutuan Copy perjanjian persekutuan tersebut disimpan oleh auditor dalam arsip permanen. komisi-komisi yang dibentuk . dan batasan-batasan yang dikenakan terhadap penarikan diri sekutu  Tugas. Dalam audit selanjutnya audit harus memeriksa apakan terdapat perubahan – perubahan dalam perjanjian persekutuan tersebut. baik rapat regular maupun rapat khusus. gaji . Copy perubahan tersebut perjanjian persekutuan tersebut harus diperoleh auditor . Dalam audit yang pertama kali terkadang laporan keuangan seorang klien auditor harus meminta copy akte pendirian dan anggaran rumah tangga perusahaan tersebut. Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Anggaran rumah tangga perusahaan berisis peraturan-peraturan serta prosedur-prosedur yang diterapkan oleh pemegang saham perusahaan. auditor harus mereiuw perjanjian persekutuan dengn cara yang sama seperti audit terhadap anggaran dasar dan anggaran rumah tangga kliennya .review notulen rapat yang dbuat tahun –tahun sebelumnya. tanggal. Auditor harus memversifikasi 11 . dan kertas kerja auditor. auditor perlu me.: me- review informasi-informasi penting seperti nama resmi perusahaan. Kesalahan mengeja atau menulis nama resmi perusahaan dalam dokumen – dokumen resmi tersebut akan dapat mengurangi kepercayaan dan penghargaan klien terhadap auditor. dan sifat investasi yang dilakukan oleh setiap sekutu  Ratio pembagian laba. tanggal dan tempat pendirian perusahaan.

 Pada umumnya auditor akan me review arsip korespodensi klien dengan bank dan lembaga kredit yang lain. auditor harus meminta copy kontrak-kontrak besar yang ditandatangani oleh klien. atau berpengaruh terhadap pelaksanaan audit. Dalam me. Peraturan – peraturan pemerintah yang secara langsung menyangkut perusahaan klien Auditor harus melakukan konsultasi dengan penasihat hukum klien dan jika perlu dengan penasihat hukum auditor. jika auditor berpendapat bahwa masalah hukum mempunyai dampak terhadap pelaksanaan audit atau memerlukan pengungkapan dalam laporan keuangan auditan. Untuk memperoleh gambaran rngkas kebijakan – kebijakan dan rencana pemilik dan para 12 .  Tipe kontrak: o Harga tetap o Kontraktor dibayar sebesar jumlah biaya yang telah dikeluarkan ditambah contractor’s fee o Incentive  Pasal pasal yang mengatur penyelesaian jika terjadi perselisihan. biasanya auditor akan memperhatikan unsur unsur berikut ini :  Nama kontrak yang tepat  Nama dan alamat pihak pihak yang menandatangani kontrak  Tanggal berlakunya kontrak secara efektif.review suatu kontrak. ia harus meminta klien untuk menyerahkan copy surat surat yang bersangkutan. jangka waktu kontrakdan jika ada. jadwal pelaksanaannya. informasi yang tercantum dalam copy notulen rapat tersebut mengenai kebenaran informasinya dengan cara membandingkan dengan notulen rapat yang asli.  Pasal-pasal yang mengatur mengenai audit catatan akuntansi untuk menentukan jumlah yang terutang menurut kontrak  Dampak umum kontrak tersebut terhadap posisi keuangan dan hasil usaha klien. dan instansi pemerintah. Arsip korespondensi Prosedur audit arsip korespodensi klien biasanya dilakukan sebagai berikut:  Pada waktu membaca notulen rapat. Tujuan auditor mereview informasi dalam dokumen – dokumen tersebut di atas adalah: a. Kontrak Pada awal auditnya. hal hal penting yang tercantum dalam kontrak harus diusut kedalam akun akun untuk menentukan apakah semua hak dan kewajiban klien yang tercantum dalam kontrak telah tercermin dalam catatan akuntansi e. d. Informasi yang diperoleh auditor dari notulen rapat akan berguna dalam kegiatan menafsirkan informasi yangditemukan dalam auditnya. f. atau data lain yang memberikan petunjuk adanya korespodensi mengenai suatu yang dianggap penting oleh auditor. arsip kontrak. Jika auditor telas selesai me-review suatu kontrak. Dalam me-review notulen rapat tersebu auditor harus memperhatikan :  Tanggal penyelenggaraan rapat  Tercapai tindakan quorum rapat  Hal-hal yang berkaitan signifikan terhadap laporan keuangan klien atau kegiatan usahanya. penesihat hokum.

Memahami Pengendalian Intern Klien. Pengujian pengendalian (test of control) Pengujian pengendalian merupaka prosedur audit yang dirancang untuk memverifikasi efektivitas pengendalian intern klien. ia harus memperoleh gambaran yang menyeluruh mengenai perusahaan yang diaudit. pengalian. Jika auditor yakin bahwa klien memiliki pengendalian intern yang baik. Pengujian analitik ( analytical test) Penguji ini dilakukan oleh auditor dengan cara mempelajari perbandingan dan hubungan antara data yang satu dengan data yang lainnya. pengurangan. yang secara garis besar dapat dibagi menjadi 3 golongan yaitu: 1. 2) mutu pelaksanaan aktivitas pengendalian tersebut dan. Ketidaktepatan pisah batas pencatatan transaksi. auditor melakukan berbagai macam pengujian (test). Pekerjaan dan penyalinan. sehingga pada waktu audit berlangsung. auditor dapat menentukan apakah transaksi-transaksi yang tercantum dalam akun-akun di otoritasi dan dilaksanakan sesuai dengan kebijakan – kebijakan dan rencana pemilik dan manajer tersebut. 8. jumlah bukti audit yang dikumpulkan oleh auditor akan jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan jika keadaan pengendalian internnya jelek. Pada tahap awal proses audit. Kesalahan moneter yang terdapat dalam informasi yang disajikan dalam laporan keuangan kemungkinan terjadi karena kesalahan dalam: Penerapan prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia. pengujian analitik dimaksudkan untuk membantu auditor dalam memahami bisnis klien dan dalam menemukan bidang yang memerlukan audit lebih insentif. yang meliputi pengendalian terhadap penyediaan data yang dapat dipercaya dan penjagaan kekayaan serta catatan akuntansi . C. b. Pengujian pengendalian terutama ditunjukan untuk mendapatkan informasi mengenai : 1) frekuensi pelaksanaan aktivitas pengendalian yang ditetapkan. penggolongan dan peringkasan informasi dan Pencantuman pengungkapan unsur tertentu dalam laporan keuangan. Tidak diterapkannya prinsif akuntansi bertirima umum di Indonesia . 13 . PENGUJIAN AUDIT (AUDIT TEST) Dalam audit. Pengujian substantif (substantive test) Pengujian substantif merupakan prosedur audit yang dirancang untuk menentukan kemungkinan kesalahan moneter yang secara langsung mempengaruhi kewajaran penyajian laporan keuangan. manajer. dan pembagian). Sebelum seorang auditor melaksanakan audit secara rinci dan mendalam terhadap objek audit. 2. Ketidak konsistensi dalam penerapan prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia . 3. Perhitungan (penambahan. Untuk memperoleh background information yang sangat bermanfaat dalam menafsirkan akun-akun dan laporan –laporan kliennya. 3) karyawan yang melalksanakan aktivitas pengendalian tersebut.