You are on page 1of 5

NAMA : UYUN Tipe dan jenis pemijahan pada ikan pelagis

SAKINAH
NIM : 2015.65.048 dan demersal memiliki karakteristik
JURUSAN : MSP berbeda!!!
PROG. STUDI: BDP

Yang kita ketahui bersama bahwa ikan pelagis merupakan ikan yang berhabitat di
sekitar permukaan perairan hingga kolom air. Pada umumnya ikan pelagis akan muncul ke
lapisan permukaan sebelum matahari terbenam dan Sesudah matahari terbenam, ikan-ikan
tersebut menyebar ke dalam kolom air dan mencari lapisan yang lebih dalam. Ikan pelagis
mempunyai ciri khusus, yakni dalam beraktivitas selalu membentuk gerombolan (schooling)
dan melakukan migrasi untuk berbagai kebutuhan hidupnya. Ikan pelagis berdasarkan
ukurannya dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu Ikan pelagis besar, misalnya jenis Ikan
tuna, cakalang, tongkol, dan lain-lain, serta Ikan pelagis kecil, misalnya Ikan layang, teri,
kembung, dan lain-lain. Pesisir selatan Jawa Timur umumnya berpantai terjal dan berhadapan
langsung dengan Samudra Indonesia. Ikan pelagis (pelagic fish) disebut juga ikan berminyak
adalah ikan yang memiliki minyak di jaringan tubuh mereka dan dalam rongga perut di
sekitar usus. Fillet mereka mengandung hingga 30 persen minyak, meskipun angka ini
bervariasi baik di dalam dan antar spesies. Contohnya termasuk tengiri, marlin, wahoo, tuna,
sarden, salmon, trout, ikan teri, dan barakuda.

Sedangkan Ikan demersal adalah jenis ikan yang habitatnya berada di bagian dasar
perairan, ikan demersal biasanya mencari makan disekitar dasar perairan dan akan menyebar
ke dalam kolom air selama malam hari dapat dikatakan juga bahwa ikan demersal adalah ikan
yang tertangkap dengan alat tangkap ikan dasar seperti trawl dasar (bottom trawl), jaring
insang dasar (bottom gillnet), rawai dasar (bottom long line), bubu dan lain sebagainya. Ikan
tersebut antara lain : kakap merah/bambangan (Lutjanus spp), peperek (Leiognatus spp),
manyung (Arius spp), kurisi (Nemipterus spp), kuniran (Upeneus spp), tiga waja
(Epinephelus spp), bawal (Pampus spp) dan lain-lain.

Pada pengertian keduanya dapat kita ketahui bahwa masing-masing memiliki habitat
yang berbeda, maka secara otomatis karateristiknya pun pasti ikut berbeda. Mengapa
demikian? Faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi perbedaan dari kedua kelompok
ikan ini? Lalu bagaimana dengan tipe pemijahannya?

Faktor yang dapat mempengaruhi adanya perbedaan yakni faktor lingkungan. Seperti
suhu, salinitas, arus, cahaya, oksigen terlarut (DO), nutrien, upwelling dan ketersediaan
pakan alami (plankton).

Menurut Laevastu dan Hela (1970), pengaruh suhu terhadap ikan adalah dalam proses
metabolisme, seperti pertumbuhan dan pengambilan makanan, aktivitas tubuh, seperti
kecepatan renang, serta dalam rangsangan syaraf. Pengaruh suhu air pada tingkah laku ikan
paling jelas terlihat selama pemijahan. Suhu air laut dapat mempercepat atau memperlambat
mulainya pemijahan pada beberapa jenis ikan. Suhu air dan arus selama dan setelah
pemijahan adalah faktor-faktor yang paling penting yang menentukan “kekuatan keturunan”
dan daya tahan larva pada spesies-spesies ikan yang paling penting secara komersil. Suhu
ekstrim pada daerah pemijahan (spawning ground) selama musim pemijahan dapat memaksa
ikan untuk memijah di daerah lain daripada di daerah tersebut. Perubahan suhu jangka
panjang dapat mempengaruhi perpindahan tempat pemijahan (spawning ground) dan fishing
ground secara periodik (Reddy, 1993).

Oleh sebab itu. Secara alami. Arus yang terjadi di permukaan samudera memiliki pola-pola tertentu yang tetap. Yang dimana pada ikan demersal perubahan salinitas ini tidak terlalu berdampak padanya. ikan pelagis memiliki kemampuan hidup pada suhu ekstrik dibandingkan dengan ikan demersal. ada 2 kelompok organisme laut. Faktor yang mempengaruhi perubahan salinitas biasanya adalah pola sirkulasi air. arus laut terjadi terutama karena tiupan angin. maka di lapisan teratas sampai kedalaman kira-kira 50-70 m terjadi pengadukan. dan organisme stenohaline. Sama halnya suhu. Sedangkan dibagian dasar perairan memiliki suhu air dingin karena sinar matahari sulit untuk tembus sampai pada lapisan ini sehingga berdampak pada suhu dibagian dasar perairan. Oleh sebab itu. . Di teluk-teluk atau muara sungai. gram perliter). Arus laut adalah gerakan massa air laut dari satu tempat ke tempat lain. dan juga aliran air sungai. khususnya arus pasut. Yang dimana telur-telur ini akan berenang hingga ia mendapatkan tempat untuk menempel (substrat) sehingga telur-telur demersal biasanya akan menetas dan tumbuh disekitaran tempat ia dipijahkan. Di permukaan samudera. sebagai alat orientasi ikan dan sebagai bentuk rute alami. Tidak semua organisme laut dapat hidup di air dengan konsentrasi garam yang berbeda. Yang dimana biasanya salinitas di bagian permukaan lebih sering mengalami perubahan dibandingkan salinitas di dasar perairan yang selalu stabil dan jarang mengalami perubahan. Arus karena perbedaan salinitas terjadi di kedalaman laut dan tidak dapat dilihat gejalanya dari permukaan laut. Sedangkan pada ikan pelagis sifat telurnya adalah terapung. arus secara langsung dapat mempengaruhi distribusi ikan-ikan dewasa dan secara tidak langsung mempengaruhi pengelompokan makanan. hubungan arus terhadap penyebaran ikan adalah arus mengalihkan telur-telur dan anak-anak ikan pelagis dan daerah pemijahan ke daerah pembesaran dan ke tempat mencari makan. curah hujan. yang memerlukan konsentrasi garam yang konstan dan tidak berubah. biasanya salinitas di daerah permukaan dan dasar perairan sangat berbeda. Sedangkan ikan-ikan demersal lebih lamban dan pasif. Sedangkan kelompok kedua. yang toleran terhadap perubahan salinitas. Di tempat-tempat tertentu arus laut terjadi kerana perbedaan ketinggian permukaan samudera. hingga di lapisan tersebut terdapat suhu hangat. sedangkan pada ikan pelagis biasanya mereka lebih sering mengalami perpindahan ke tempat yang dimana kadar salinitasnya lebih optimal. suhu air permukaan merupakan lapisan hangat karena mendapat radiasi matahari pada siang hari. Di perairan samudera. tingkah laku ikan dapat disebabkan arus. yaitu organisme euryhaline. Kelompok pertama misalnya adalah ikan yang bermigrasi seperti salmon. penguapan. biasanya dinyatakan dalam satuan 0/00 (per mil. eel. ikan pelagis lebih cepat mengalami rangsangan karena biasanya dalam pemijahan induk memerlukan suhu yang hangat. 1993). (Reddy. Karena pengaruh angin. lain-lain yang beradaptasi sekaligus terhadap air laut dan air tawar. Faktor-faktor yang mempengaruhi adanya arus yakni perbedaan salinitas massa air laut. Salinitas didefinisikan sebagai jumlah berat garam yang terlarut dalam 1 liter air. pasang surut atau perbedaan permukaan samudera. seperti udang laut yang tidak dapat bertahan hidup pada perubahan salinitas yang ekstrim. Arus sangat mempengaruhi penyebaran ikan. (Lavastu dan Hayes 1981). biasanya pada ikan demersal larvanya bersifat planktonik atau telur berenang. tiupan angin. Yang dimana hal-hal tersebut lebih sering berhubungan langsung pada permukaan perairan. Dan biasanya dalam pengambilan makanan ikan pelagis yang lebih unggul karena kecepatan renang mereka lebih cepat dan aktif. Migrasi ikan-ikan dewasa disebabkan arus. Dalam pemijahan. Secara mendasar. salinitas berkisar antara 340/00 – 350/00. arus dipengaruhi oleh pasang surut.

Yang dimana intensitas cahaya pemukaan lebih banyak dibanding dangan didasar. Di antara beberapa nutrien yang ada di air laut. Air dari perairan yang sangat dalam menuju ke permukaan laut selama terjadi arus naik (upwelling) yang disebabkan oleh arus sepanjang pantai. Karena sama halnya dengan suhu radiasi matahari hanya masuk sampai kedalaman tertentu saja. diikuti zooplankton dan ikan yang melimpah pula di daerah tersebut. Kandungan oksigen terlarut merupakan salah satu faktor penunjang kehidupan ikan pada suatu perairan. ikan yang tertarik oleh cahaya hanyalah ikan-ikan fhototaxis. pembesaran dan mencari makan. dengan demikian menimbulkan pertumbuhan phytoplankton yang melimpah. atau yang lainnya sebagai konsekuensi dari pertemuan arus horizontal. Peristiwa tertariknya ikan pada cahaya disebut phototaxis. Ikan tertarik oleh cahaya melalui penglihatan (mata) dan rangsangan melalui otak (pineal region pada otak).Dan arus yang membawa mereka ketempat pemijahan. Laju ini dipengaruhi oleh ukuran ikan dan karakteristik air seperti suhu dan kandungan CO2. 1993). dan bahkan sulit untuk mencapai sampai ke dasar. komponen ini tersedia dalam atmosfer dalam jumlah besar dan dalam jumlah kecil dihasilkan oleh tumbuhan melalui fotosintesis. Sehingga telur-telur itu tidak menempati 1 (satu) tempat saja. yang paling penting untuk kebutuhan biologis ikan adalah fosfat. Pada umumnya hewan mendapatkan protein secara langsung atau tidak langsung dari tumbuhan. dimana kadar oksigen di permukaan lebih tinggi di banding dengan di dasar perairan. Kadar oksigen permukaan dan didasar perairan sangat berbeda. sedangkan ikan pelagis memiliki tingkat sensitiitas mata yang rendah. Nutrien diperlukan oleh tumbuhan untuk pembentukan molekul protein. Namun berbeda dengan permukaan. dan dari dasar perairan yang dalam. (Reddy. Permukaan laut mendapat pasokan nutrien- nutrien tersebut terutama dari air pedalaman yang dibawa oleh air sungai. pada dasar perairan lebih banyak mengandung sumber makanan namun minim oksigen. Cahaya dapat mempengaruhi waktu memijah dan larva. Hal ini menyediakan zona photik di lautan yang kaya nutrien. yang umumnya adalah ikan-ikan pelagis. suhu hangat dan dingin. Insang adalah tempat di mana pertukaran gas terjadi pada sebagian besar jenis ikan. Karena pada permukaan perairan paparan sinar matahari lebih banyak sehingga terjadi proses fotosintesis. meskipun ada juga beberapa jenis ikan yang bernafas melalui kulit. 1964). Oksigen sangat penting dalam proses respirasi. 1993). dan silikat karena komponen ini merupakan nutrien penting yang diperlukan untuk pertumbuhan plankton di laut. nitrat. atau sebagai hasil dari perubahan suhu yang menghasilkan konveksi arus (sirkulasi vertikal air). Ikan demersal memiliki tingkat sensitifitas mata yang tinggi. Oleh sebab itu pada perairan dalam minim cahaya (gelap) dan biasanya sebagian ikan dalam kelompok demersal memiliki sistem pencahayaannya sendiri. (Reddy. Dengan demikian. sifafototaxis ini dapat berubah–ubah tergantung kepada tingkat hidup dan kedewasaan jenis ikan itu sendiri (Brand. Biasanya laju konsumsi oksigen dapat digunakan untuk mengukur intensitas metabolismenya. Disebutkan bahwa cahaya merangsang dan menarik ikan (fototaxis positif). Jumlah cahaya yang masuk pada permukaan dan dasar perairan sangat berbeda jauh. tetapi beberapa tempat. Respirasi di perairan memerlukan oksigen dari dalam air dan menghilangkan limbah karbon dioksida. .

keadaan tersebut akan menimbulkan “ruang kosong” pada lapisan di bawahnya. ketersediaan plankton di permukaan perairan (zona ikan pelagis) lebih banyak/ melimpah dibanding dengan ketersediaan plankton di dasar perairan. Pertama. Phytoplankton terdiri dari tumbuhan mikroskopik. Biasanya daerah yang kaya phytoplankton juga kaya zooplankton dan keberadaan ikan yang melimpah (Reddy. biasanya mereka memakan phytoplankton. salinitas tinggi. Intensitas biomas benthik berhubungan dengan kepadatan ikan dan . karnivora kecil. zooplankton dimakan ikan. salinitas yang tinggi dan tak kalah pentingnya nutrien yang kaya seperti fosfat dan nitrat naik ke permukaan. Ikan demersal secara langsung memakan fauna benthik. Sehingga fungsi upwelling lebih berperan terhadap pemukaan perairan. merupakan jaring pertama dalam rantai makanan. Upwelling adalah penaikan massa air laut dari suatu lapisan dalam ke lapisan permukaan. Kedua. beberapa diantaranya tidak mempunyai alat pergerakan. 1993). upwelling dapat pula disebabkan oleh arus yang menjauhi pantai akibat tiupan angin darat yang terus-menerus selama beberapa waktu. Karena gerakan air naik ini membawa serta air yang suhunya lebih dingin. Gerakan naik ini membawa serta air yang suhunya lebih dingin. Kedalaman di mana massa air itu naik tergantung pada jumlah massa air permukaan yang bergerak ke sisi ruang kosong tersebut dengan kecepatan arusnya. Plankton mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan ikan karena mereka berperan pada kelangsungan hidup larva ikan dan rekruitmen. Ketiga. Pada umumnya. Meningkatnya produksi perikanan di suatu perairan dapat disebabkan karena terjadinya proses air naik (upwelling). diatom. Plankton dibedakan menjadi phytoplankton (tumbuhan) dan zooplankton (hewan). yang dimana pakan ini berasal dari adanya proses Fotosintesis. Phytoplankton sangat penting untuk kehidupan di laut karena kemampuannya mensistesis makanannya sendiri dari bahan inorganik. proses upwelling ini dapat terjadi dalam tiga bentuk. Pola makan-dimakan di lautan menunjukkan sebuah jaring-jaring makanan. ketika dua massa air bergerak berdampingan. Tahapan larva ikan pelagis banyak ditemukan di daerah demersal. Menurut Barnes (1988). Biasanya jenis plankton yang banyak di permukaan ialah Phytoplankton (Pakan Nabati). Plankton adalah organisme kecil yang keberadaannya mengambang bebas di kolom perairan. pada waktu arus dalam (deep current) bertemu dengan rintangan seperti mid-ocean ridge (suatu sistem ridge bagian tengah lautan) di mana arus tersebut dibelokkan ke atas dan selanjutnya air mengalir deras ke permukaan. pergerakannya mengikuti arus gelombang. Zooplankton. sehingga kadar kualitas air di permukaan lebih baik dibandingkan di dasar. flagellata dan alga biru- hijau sedangkan zooplankton terdiri dari bermacam-macam spesies yang dikelompokkan dalam beberapa genera. dan zat-zat hara yang kaya ke permukaan (Nontji. Peran plankton dalam pemijahan ialah untuk mempercepat kematangan gonad. misalnya saat massa air yang di utara di bawah pengaruh gaya coriolis dan massa air di selatan ekuator bergerak ke selatan di bawah pengaruh gaya coriolis juga. dan selanjutnya ikan dimakan oleh predatornya. Jadi keberadaan benthos juga berpengaruh dalam memasok ikan pelagis. Hal ini terjadi karena adanya divergensi pada perairan laut tersebut. Organisme laut yang menetap di dasar laut (benthos) ada yang bergerak dan ada yang menetap. 1993). Arus ini membawa massa air permukaan pantai ke laut lepas yang mengakibatkan ruang kosong di daerah pantai yang kemudian diisi dengan massa air di bawahnya. Organisme bentik merupakan komponen yang penting dalam jaring makanan di laut. dan proses ini hanya terdapat pada perairan permukaan dan kedalaman tertentu saja. Phytoplankton dalam rantai makanan merupakan produsen tingkat pertama.

Dari penjelasan faktor-faktor diatas dapat disimpulkan bahwa Pemijahan ikan demersal dan pelagis sangat berbeda. Misalnya Therapon puta. 1993) Sama halnya dengan plankton bentos juga merupakan pakan alami. Dapat kita ketahui bahwa pemijahan ikan pelagis lebih baik dibandingkan dengan ikan demersal. Misalnya Therapon jarbua. Karena bentos lebih banyak terdapat di dasar perairan. Ada juga yang melakukan pemijahan dua kali dalam setahun (Februari-Maret. (Reddy. tetapi terputus-putus. dikarenakan dari faktor-faktor lingkungannya justru pada permukaan perairanlah yang lebih ideal dan dalam proses perangsangan saraf akan lebih cepat terjadi pada ikan pelagis. Misalnya Stelophorus sp. serta induknya lebih subur dalam pemijahan. maka ikan demersal lebih sering memanfaatkan/memakan bentos.udang di suatu wilayah. Sedangkan Ikan pelagis melakukan pemijahan sepanjang tahun. dan masih banyak lagi. . Oleh sebab itu periode (Waktu Pemijahan) untuk Ikan demersal hanya berlangsung satu kali dalam setahun dalam waktu yang pendek (Februari-Maret). Namun karena ketersediaan plankton pada dasar perairan minim. Rata-rata jumlah dan berat organisme benthik mempunyai korelasi dengan produksi ikan demersal dan faktor oseanografi. Agusus- September).