You are on page 1of 8

A.

    Pengertian Persediaan 

Persediaan   adalah   bahan   atau   barang   yang   disimpan   yang   akan   digunakan

untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya untuk digunakan dalam proses produksi

atau   perakitan,   untuk   dijual   kembali,   atau   untuk   suku   cadang   dari   peralatan   atau

mesin.  Persediaan   dapat   berupa   bahan   mentah,   bahan   pembantu,   barang   dalam

proses, barang jadi ataupun suku cadang. Setiap perusahaan jasa maupun manufaktur

selalu   memerlukan   persediaan.   Tanpa   adanya   persediaan   para   pengusaha   akan

dihadapkan pada resiko bahwa perusahaanya pada satu waktu tidak dapat memenuhi

keinginan para pelanggannya. 

Persediaan  memungkinkan  produk­produk dihasilkan  pada tempat  yang jauh

dari langganan dan atau sumber bahan mentah, dengan adanya persediaan produksi

tidak perlu dilakukan khusus untuk orang perorang konsumen., dan sebaliknya tidak

perlu dikonsumsi dengan kepentingan produksi. 

B. Klasifikasi Persediaan

Menurut Dobler at al, ada beberapa klasifikasi persediaan yang digunakan oleh

perusahaan, antara lain:

 Persediaan Produksi

Yang termasuk dalam klasifikasi persediaan produksi adalah bahan baku dan

bahan­bahan lain yang digunakan dalam proses produksi dan merupakanbagian dari

produk.   Bisa   terdiri   dari   dua   tipe   yaitu   item   spesial   yang   dibuat   khusus   untuk

spesifikasi perusahaan dan item standart produksi yang dibeli secara off­the­self.

 Persediaan MRO (Maitenance, Repair and Operating supplies)

sehingga semua persediaan yang dimilikinya termasuk dalam katagori ini. Setelah diperhatikan definisi persediaan di atas. dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud   dengan   persediaan   bahan   baku   adalah   barang­barang   berwujud   yang dimilikidengan   tujuan   untuk   diproses   menjadi   barang   jadi. Produk yang termasuk dalam katagori persediaan ini bisa ditemukan dalam berbagai proses produksi.  Finished­Goods Inventory Semua   produk   jadi   yang   siap   untuk   dipasarkan   termasuk   dalam   katagori persediaan finished goods.   Persediaan   barang   dagangan   adalah   barang­barang   yang   dibeli   dan dimiliki oleh perusahaan dagang untuk dijual kembali.   Barang   ini   dihasilkan sendiri dan dibelidari perusahaan lain yang merupakan produk akhir dari perusahaan itu   sendiri. Yang termasuk dalam katagori ini adalah barang­barang yang digunakan dalam proses produksi namun tidak merupakan bagian dari produk.  Persediaan In­Process Yang   termasuk   dalam   katagori   persediaan   ini   adalah   produk   setengah   jadi. persediaan   barang   penolong   atau   pembantu   adalah   bahan­bahan   yang   diperlukan untuk menghasilkan produk akhir.   barang   inimerupakan   bahan   utama   dalam   menghasilkan   produk   akhir. C. PT XYZ adalah sebuah swalayan yang menjual produk­ produk   yang   siap   untuk   dipakai. Manajemen Persediaan . Seperti pelumas dan pembersih. tapi tidak secara langsung ikut serta dalam hasil produk   akhir.   Tidak   ada   proses   pengolahan   yang   ada   disana.

 B. biasanya mewakili nilai persediaan perusahaan sebesar 70% sampai 80%dari nilai total persediaan keseluruhan dengan  jumlah  item .  Manajemen persediaan yang  umum dipakai adalah  ABC analysis.  ABC analysis  adalah suatu metode yang membagi persediaan yang  ada   di  perusahaan   menjadi   tiga   klasifikasi   berdasarkan   volume   nilai   aset tahunan.   Persediaan   dibagi   menjadi persediaan dengan kategoriA. dan untuk meminimasi total biaya aktivitas  logistik dengan menemukan jumlah dan waktu pemesanan agar biaya total sedapat mungkin rendah pada horizon perencanaan yang ada.   Berdasarkan  prinsip tersebut   maka  terdapat   kelompok  persediaan   yang   harus   dikelola   secara   hati­hati karena  nilainya   yang  sangat   mahal   bagi  perusahaan. untuk melihat dampak kebijakan perusahaan terhadap tingkat persediaan. dan C.  dan   C   dapat   dibedakan   sebagai   berikut   (Heizer­render.  Kategori   A. Profitabilitas perusahaan dapat ditingkatkan dengan meningkatkan volume penjualan atau dengan memotong biaya persediaan. yaitu   20%   dari  jumlah   persediaan   yang   ada   diperusahaan  mempunyai  nilai  asset sebesar   80%   dari   total   nilai  persediaan   secara  keseluruhan.  ABC analysis  mendasarkan  pembagian persediaan berdasarkan  prinsip Pareto.B. Tujuan   manajemen   persediaan  adalah   untuk   meningkatkan   profitabilitas perusahaan. 2008:485):   Persediaan  dengan   kategori   A   adalah  persediaan  dengan  nilai  persediaan tahunan  yang besar. Terdapat   beberapa   cara   yang   dapat   dilakukan   perusahaan  untuk  mengelola manajemen persediaan perusahaannya.

sebanyak 15% dari jumlah item total. Persediaan yang termasuk dalam klasifikasi A   tentu   harus   diatur   dan  dikendalikan  dengan   lebih   ketat   dan   lebih   sering dibandingkan  dengan  persediaan   yang   termasuk   dalam   klasifikasi   B.  .  Kategori C adalah item persediaan yang bernilai paling banyak sebesar 50% dari total persediaan tetapi dengan jumlah item kurang lebih sekitar 55%.   Kategori B adalah  persediaan dengan nilai persediaan tahunan  sebesar 30% dengan jumlah item sebesar 15% sampai 25% dari jumlah item total.  Salah satu  jenis persediaan yang dibutuhkan oleh pihak rumah sakit dan sangat penting adalah persediaan obat serta alat­alat medis.  Pembagian  klasifikasi tersebut membantu manajer dalam  membedakan  pengelolaan terhadap persediaan­persediaan yang ada. D. Rumah sakit perlu menyediakan jenis dan jumlah obat serta alat medis tertentu untuk melayani dan menyembuhkan  pasiennya. dan perusahaan dapat menyimpan jumlah persediaan dengan jumlah yang banyak karena penambahan 20%  jumlah  persediaan  hanya akan  meningkatkan  nilai  investasi perusahaan pada persediaan hanya sebesar 1%.   Persediaan dengan klasifikasi C pengendaliannya tidaklah seketat klasifikasi B. Manajemen Persediaan Rumah Sakit Rumah   sakit   adalah   perusahaan   jasa   yang   membutuhkan   persediaan   dalam pelayanan jasanya.  Masalah yang dihadapi  oleh pihak rumah sakit adalah jenis  dan  jumlah  obat yang harus disediakan tersebut berbeda untuk periode waktu yang berbeda.

  yang   kemudian   dijual kembali. unit penunjang medis laboratorium. kecepatan konsumsi obat­obatan dan tinggi rendahnya kebutuhan.   diubah. rontgen. sehingga kebutuhan akan jumlah modal akan semakin kecil. makin tinggi trun over berarti makin pendek waktu terikatnya modal dalam persediaan atau modal tertahan. mempunyai efek yang langsung terhadap besar kecilnya modal yang diinventasikan. Persediaan barang­barang farmasi Persediaan   merupakan   salah   satu   unsur   yang   paling   aktif   dalam   operasi perusahaan   yang   secara   terus­menerus   diperoleh.   Persediaan bahan kimia  Bahan   kimia   dibutuhkan   untuk   kegiatan   operasional   unit   produksi farmasi. 1990): a. meliputi:  Persediaan obat Dalam manajemen persediaan obat rumah sakit merupakan kaharusan untuk memperhatikan angka cakupan pasien. Dibagi menjadi 2 kelompok persediaan obat yaitu :  1) Kelompok dengan trun over cepat 2) Kelompok dengan turn over lambat Tinggi rendahnya  iventory trun over.   Persediaan gas medis  . Diantara   tiga   kelompok   persediaan   barang   runah   sakit.   persediaan   barang farmasi merupakan pos yang biasanya membutuhkan biaya rutin terbesar. Dalam   manajemen   logistik   rumah   sakit   terdapat   tiga   kelompok   dasar persediaan (Lumenta. dan beberapa kegiatan non medis.

 logistik bermula dari perolehan (procurument) dan berakhir dengan sokongan penuh dari usaha­usaha pembedahan dan pengobatan (Bowersox. Persediaan bahan­bahan makanan  Persediaan bahan makanan tidak dikelola dengan masa penyimpanan yang lama.   c. Dibutuhkan untuk menunjang kegiatan pelayanan dikamar operasi. Barang rumah tangga d. berawal dari pengangkutan pertama material atau komponen­komponen dari sumber perolehannya dan bersakhir pada penyerahan pada produk yang dibuat atau diolah itu kepada pelanggan aau konsumen. Barang alat tulis kantor (ATK) Operasional logistik perusahaan. dikarenakan daya tahan bahan makanan tersebut berhubungan dengan tingkat kandungan gizinya. kecuali minuman dan bahan kering. Persediaan bahan­bahan logistik Persediaan logistik terdiri dari beberapa kelompok: a. kamar bersalin ruang perawatan dan UGD. b. ICCU. Bahan tekstil  b. Barang iventaris e. ICU. Bahan teknik c.   Peralatan kesehatan Terdiri   dari   peralatan   perawatan   dan   peralatan   kedokteran   yang dikelompokan dalam peralatan yang bersifat tahan lama. 1995) E. Fungsi Persediaan Obat­Obatan dan Alat Medis di Rumah Sakit . Untuk rumah sakit.

c. Alasan   organisasi   untuk   memungkinkan   satu   unit   atau   bagian   membuat jadwal operasinya secara bebas. d. b. 1996): a. Memberikan pelayanan pada pasien agar setiap waktu kebutuhan langganan dapat   dipenuhi. Alasan   perlunya   persediaan   pada   sebuah   perusahaan. tidak tergantung dari lainnya. Pada   dasarnya   persediaan   mempermudah   atau   memperlancar   jalannya pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk kesembuhan pasien. Mempertahankan   stabilitas   operasi   perusahaab   atau   menjamin   kelancaran arus pelayanan kesehatab. Untuk   memupuk   bahan­bahan   yang   dihasilkan   secara   musiman   sehingga dapat digunakan bila bahan tersebut tidak ada di pasaran.   atau   memberikan   jaminan   tetap   tersediannya   obat­obatan atau peralatan medis tersebut.  . Menghilangkan   resiko   akibat   dari   obat­obatan   atau   peralatan   medis   yang dipesan tidak baik sehingga harus dikembalikan. Bentuk persediaan mulai dari bahan mentah sampai barang jadi siap dikirim yang berbentuk obat­obatan maupun peralatan medis lainnya bermanfaat antara lain: a.   termasuk   rumah   sakit adalah (Rangkuty. e. b. Menghilangkan resiko keterlambatan datangnya obat­obatan atau peralatan medis yang dibutuhkan rumah sakit. Dibutuhkannya   waktu   untuk   menyelesaikan   operasi   produksi   dan   untuk memindahkan produk dari suatu tingkat proses dan pemindahan.